Bacaan Misa
Lalu berkatalah raja kepada Yoab dan para panglima tentara yang bersama-sama dengan dia: "Jelajahilah segenap suku Israel dari Dan sampai Bersyeba; adakanlah pendaftaran di antara rakyat, supaya aku tahu jumlah mereka." Lalu Yoab memberitahukan kepada raja hasil pendaftaran rakyat. Orang Israel ada delapan ratus ribu orang perangnya yang dapat memegang pedang; dan orang Yehuda ada lima ratus ribu. Tetapi berdebar-debarlah hati Daud, setelah ia menghitung rakyat, lalu berkatalah Daud kepada TUHAN: "Aku telah sangat berdosa karena melakukan hal ini; maka sekarang, TUHAN, jauhkanlah kiranya kesalahan hamba-Mu, sebab perbuatanku itu sangat bodoh." Setelah Daud bangun dari pada waktu pagi, datanglah firman TUHAN kepada nabi Gad, pelihat Daud, demikian: "Pergilah, katakanlah kepada Daud: Beginilah firman TUHAN: tiga perkara Kuhadapkan kepadamu; pilihlah salah satu dari padanya, maka Aku akan melakukannya kepadamu." Kemudian datanglah Gad kepada Daud, memberitahukan kepadanya dengan berkata kepadanya: "Akan datangkah menimpa engkau tiga tahun kelaparan di negerimu? Atau maukah engkau melarikan diri tiga bulan lamanya dari hadapan lawanmu, sedang mereka itu mengejar engkau? Atau, akan adakah tiga hari penyakit sampar di negerimu? Maka sekarang, pikirkanlah dan timbanglah, jawab apa yang harus kusampaikan kepada Yang mengutus aku." Lalu berkatalah Daud kepada Gad: "Sangat susah hatiku, biarlah kiranya kita jatuh ke dalam tangan TUHAN, sebab besar kasih sayang-Nya; tetapi janganlah aku jatuh ke dalam tangan manusia." Jadi TUHAN mendatangkan penyakit sampar kepada orang Israel dari pagi hari sampai waktu yang ditetapkan, maka matilah dari antara bangsa itu, dari Dan sampai Bersyeba, tujuh puluh ribu orang. Ketika malaikat mengacungkan tangannya ke Yerusalem untuk memusnahkannya, maka menyesallah TUHAN karena malapetaka itu, lalu Ia berfirman kepada malaikat yang mendatangkan kemusnahan kepada bangsa itu: "Cukup! Turunkanlah sekarang tanganmu itu." Pada waktu itu malaikat TUHAN itu ada dekat tempat pengirikan Arauna, orang Yebus. Dan berkatalah Daud kepada TUHAN, ketika dilihatnya malaikat yang tengah memusnahkan bangsa itu, demikian: "Sesungguhnya, aku telah berdosa, dan aku telah membuat kesalahan, tetapi domba-domba ini, apakah yang dilakukan mereka? Biarlah kiranya tangan-Mu menimpa aku dan kaum keluargaku."
Dari Daud. Nyanyian pengajaran. Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi!
Berbahagialah manusia, yang kesalahannya tidak diperhitungkan TUHAN, dan yang tidak berjiwa penipu!
Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata: "Aku akan mengaku kepada TUHAN pelanggaran-pelanggaranku," dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku. Sela
Sebab itu hendaklah setiap orang saleh berdoa kepada-Mu, selagi Engkau dapat ditemui; sesungguhnya pada waktu banjir besar terjadi, itu tidak melandanya.
Engkaulah persembunyian bagiku, terhadap kesesakan Engkau menjaga aku, Engkau mengelilingi aku, sehingga aku luput dan bersorak. Sela
Kemudian Yesus berangkat dari situ dan tiba di tempat asal-Nya, sedang murid-murid-Nya mengikuti Dia. Pada hari Sabat Ia mulai mengajar di rumah ibadat dan jemaat yang besar takjub ketika mendengar Dia dan mereka berkata: "Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang demikian bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya? Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?" Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka: "Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya." Ia tidak dapat mengadakan satu mujizatpun di sana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka. Ia merasa heran atas ketidakpercayaan mereka.(6-6b) Lalu Yesus berjalan keliling dari desa ke desa sambil mengajar.
Terlalu Kenal
Kemarin kita mendengar orang-orang takjub di rumah Yairus: anak yang sudah ditangisi bangkit dan berjalan. Hari ini Yesus pulang ke kampung-Nya sendiri, dan sambutannya justru dingin.
Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria? Orang Nazaret hafal masa kecil-Nya, hafal keluarga-Nya, hafal tangan-Nya yang memegang gergaji. Justru karena merasa sudah kenal, mereka menolak. Yesus sampai heran atas ketidakpercayaan mereka, dan tidak dapat mengadakan satu mujizat pun di sana.
Aneh, tetapi kita mengenalinya dalam hidup sendiri. Nasihat orang serumah terasa biasa; kalimat yang sama dari penceramah jauh terasa hebat. Kita rela menempuh perjalanan rohani ke tempat-tempat kudus, sementara Kristus yang hadir di rumah sendiri, dalam suara pasangan, orang tua, dan anak, jarang kita dengarkan.
Rasa sudah kenal ternyata bisa menjadi tirai. Kita berhenti memperhatikan justru pada yang paling dekat. Padahal rahmat suka datang lewat pintu yang paling biasa: suara-suara di sekitar meja makan kita.
Tuhan, bukalah mataku terhadap kehadiran-Mu pada orang-orang yang paling kukenal. Jangan biarkan keakraban menjadi tirai. Amin.
Invitatorium
Pekan IV Mazmur
Pembukaan
AntifonPujilah Allah, hai seluruh bumi, sembahlah Tuhan dengan sukacita.
Mazmur 94 (95)
AntifonPujilah Allah, hai seluruh bumi, sembahlah Tuhan dengan sukacita.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Pujilah Tuhan, hai jiwaku; jangan pernah lupakan segala yang telah Ia lakukan bagimu.
Mazmur 102 (103)
Pujian atas belas kasihan Allah yang lembut
Dalam belas kasihan Allah kita yang lembut, fajar dari tempat tinggi akan menyinari kita (lihat Lukas 1:78).
AntifonPujilah Tuhan, hai jiwaku; jangan pernah lupakan segala yang telah Ia lakukan bagimu.
Antifon 2Seperti seorang bapa lembut terhadap anak-anaknya, demikianlah Tuhan terhadap mereka yang menghormati-Nya.
AntifonSeperti seorang bapa lembut terhadap anak-anaknya, demikianlah Tuhan terhadap mereka yang menghormati-Nya.
Antifon 3Pujilah Tuhan, hai segala karya-Nya!
AntifonPujilah Tuhan, hai segala karya-Nya!
Responsorium 1 Tesalonika 5:9; Kolose 1:13
Responsorium Lihat Tobit 4:19; 14:8, 9
Doa Penutup
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Hatiku siap sedia, ya Allah, hatiku siap sedia.
Mazmur 107 (108)
Antifon 1Hatiku siap sedia, ya Allah, hatiku siap sedia.
Antifon 2Tuhan mengenakan padaku dandanan keselamatan dan pakaian kebenaran.
Yes 61,10-62,5
Antifon 2Tuhan mengenakan padaku dandanan keselamatan dan pakaian kebenaran.
Antifon 3Aku hendak memuliakan Allahku seumur hidup.
Mazmur 145 (146)
Antifon 3Aku hendak memuliakan Allahku seumur hidup.
Bacaan Singkat (Ul 4,39-40a)
Lagu Singkat
Antifon KidungHendaklah kita mengabdi Tuhan seumur hidup.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungHendaklah kita mengabdi Tuhan seumur hidup.
Doa Permohonan
℟. Kabulanlah doa kami, ya raja yang mulia dan abadi.
Terpujilah Engkau, sumber dan tujuan iman kami,* sebab Engkau telah memanggil kami dari kegelapan untuk memasuki cahayaMu yang menakjubkan. ℟.
Engkau telah membuka mata orang buta dan telinga orang tuli,* maka tolonglah kami yang kurang percaya. ℟.
Tuhan, semoga kami tetap tinggal dalam cintaMu,* dan tidak pernah terpisah satu sama lain. ℟.
Semoga kami bertahan dalam cobaan, bersabar dalam kemalangan,* dan bersyukur dalam kemujuran. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pekan IV Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (1 Cor 10, 24. 31)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan IV Mazmur
Madah
Antifon 1Aku berseru kepadaMu, ya Tuhan, aku berharap akan firmanMu.
Mazmur 118 (119),145-152
Antifon 1Aku berseru kepadaMu, ya Tuhan, aku berharap akan firmanMu.
Antifon 2Tuhan tahu bahwa pikiran manusia sia-sia belaka.
Mazmur 93 (94) I
Antifon 2Tuhan tahu bahwa pikiran manusia sia-sia belaka.
Antifon 3Tuhan menjadi pembelaku yang perkasa, dan Allahku menjadi pelindungku.
Mazmur 93 (94) II
Antifon 3Tuhan menjadi pembelaku yang perkasa, dan Allahku menjadi pelindungku.
Bacaan singkat Kol 3,23-24
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pekan IV Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (Col 3, 23-24)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan IV Mazmur
Madah
Antifon 1Terlalu ajaiblah bagiku pengetahuanMu, ya Tuhan.
Antifon 1Terlalu ajaiblah bagiku pengetahuanMu, ya Tuhan.
Antifon 2Aku, Tuhan, menyelidiki isi hati dan menguji sanubari. Aku menganugerahi setiap orang sesuai dengan hidupnya.
Mazmur 138 (139) - II
Antifon 2Aku, Tuhan, menyelidiki isi hati dan menguji sanubari. Aku menganugerahi setiap orang sesuai dengan hidupnya.
Antifon 3Dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu, dan segala sesuatu ada dalam Dia.
Kol 1,12-20
Antifon 3Dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu, dan segala sesuatu ada dalam Dia.
Bacaan Singkat (1Yoh 2,3-6)
Antifon KidungUlurkanlah tanganMu yang perkasa, ya Tuhan; cerai-beraikanlah orang yang angkuh dan angkatlah yang hina-dina.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungUlurkanlah tanganMu yang perkasa, ya Tuhan; cerai-beraikanlah orang yang angkuh dan angkatlah yang hina-dina.
Doa Permohonan
℟. Gembirakanlah orang yang berharap kepadaMu, ya Tuhan.
Tuhan, Engkau telah mengutus PuteraMu bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya,* semoga kematian Kristus menghasilkan buah berlimpah dalam diri kami. ℟.
Engkau menetapkan para imam menjadi hamba Kristus dan pembagi rahmatMu,* semoga mereka setia, bijaksana dan penuh cinta kasih. ℟.
Engkau memanggil orang yang Kaucintai untuk hidup membiara demi kerajaan surga,* semoga mereka mengikuti PuteraMu dalam kesetiaan sempurna. ℟.
Engkau telah menciptakan manusia sebagai pria dan wanita,* peliharalah kiranya semua keluarga dalam cinta sejati. ℟.
Engkau telah menghapus dosa manusia berkat kurban Kristus,* maka ampunilah dosa semua orang yang telah meninggal. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Doa Tobat
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.
Madah
Antifon 1Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.
Mazmur 30 (31),1-6
Antifon 1Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.
Antifon 2Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Mazmur 129 (130)
Antifon 2Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Bacaan singkat Ef 4,26-27
Lagu singkat
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santa Katarina Dei Ricci
Katarina lahir di Florence, Italia pada tanggal 23 April 1322. Ia dipermandikan dengan nama Aleksandrina Dei Ricci. Semenjak kecil, ia sudah menunjukkan minta besar terhadap hal-hal kerohanian seperti berdoa dan kewajiban agama lainnya. Cita-citanya hanya satu, yakni menjadi seorang biarawati. Ketika berusia 13 tahun, ia menjadi anggota Ordo ketiga Santo Dominikus di desa Prato dengan nama baru: Katarina Dei Ricci. Di dalam ordo ini, Katarina mengalami perkembangan hidup rohani yang sangat mendalam. Ia mengalami banyak penglihatan Ilahi. Pada masa puasa 1542, ia mengalami penglihatan ajaib yang menggambarkan Kristus yang disalibkan. Penglihatan itu sungguh mengharukan hatinya hingga menyebabkan ia sakit selama 3 minggu. Ia sembuh kembali ketika mengalami penglihatan kedua pada malam Paskah tentang Yesus yang bangkit dan menampakkan diri kepada Maria Magdalena.
Penglihat-penglihatannya yang dialaminya setiap hari Jumat berlangsung terus selama 12 tahun. Kecuali itu, Katarina pun dianugerahi lima lukaYesus pada kedua tangan dan kakinya serta lambungnya. Stigmata itu menjadi tanda Ilahi yang terus menggerakkan dia untuk selalu merenungkan makna penderitaan Yesus bagi keselamatan umat manusia. Renungan-renungan ini menjadikan dia seorang pencinta dan pendoa bagi jiwa-jiwa di api penyucian. Meskipun kehidupan Katarina diliputi berbagai peristiwa ajaib dan pengalaman rohani, ia selalu menampilkan diri sebagai seorang suster yang rendah hati dan penuh kasih sayang kepada sesamanya di dalam biara. Ia meninggal dunia pada tanggal 2 Februari 1590 di Prato, dekat Florence.
Santa Yoana Valois
Yoana Valois, puteri raja Louis XI (1461 - 1483) lahir pada tahun 1464. Ketika menanjak remaja, ia dipaksa ayahnya menikah dengan seorang pangeran dari Orleans. Ketika suaminya naik Tahta menggantikan ayahnya raja Louis XI pada tahun 1498, Yoana meminta agar perkawinan mereka di batalkan saja. Alasannya adalah bahwa perkawinan ini hasil paksaan ayahnya bukan keputusan kehendaknya pribadi. Sri Paus pun mengabulkan permohonan Yoana.
Setelah itu, Yoana tinggal di Bourges. Disana pada tahun 1501 ia mendirikan Ordo Annonciades, sebuah ordo kontemplatif bagi penghormatan abadi kepada Bunda Maria. Istananya kemudian diubahnya menjadi biara induk untuk ordonya. Sebagai seorang biarawati, Yoana dikenal sebagai seorang yang sabar, baik hati dan saleh. Ia ditetapkan Kudus oleh Sri Paus Pius XII (1939 - 1958) pada tahun 1950.
Santo Isodorus dari Mesir
Semenjak masa mudanya, Isodorus menjalani suatu cara hidup tapa yang keras di gurun pasir Mesir. Dimata rekan-rekannya, ia dikenal sebagai pertapa yang saleh dan ramah kepada siapa saja yang datang kepadanya meminta bimbingannya. Ia rajin berdoa dan bekerja. Doa-doa Mazmur senantiasa didengungkan sepanjang ia bekerja. Apabila rekan-rekannya menyuruh dia beristirahat, ia menjawab: Hidup Yesus penuh dengan kerja keras dan doa. Karena itupun kita hendaknya berbuat yang sama seperti Yesus. Sekalipun saya dibunuh, dibakar dan abu jenazahku di tebarkan di udara, semuanya itu belumlah cukup sebagai balasan kepada Yesus, Guruku.
Suatu ketika, tatkala ia kembali dari kunjungannya kepada Uskup Theofilus di kota Aleksandria, rekan-rekannya menanyai dia tentang segala sesuatu yang dilihatnya di kota. Pertanyaan itu dijawabnya dengan mengatakan: Saya tidak melihat apa-apa selain Uskup Theofilus. Maksudnya dengan jawaban ini ialah untuk menyadarkan rekan-rekannya akan pentingnya hal pengendalian diri bagi seorang pertapa di tengah-tengah kegermelapan dunia dan berbagai kesenangan duniawi, agar tidak mengganggu persatuannya dengan Kristus. Ia meninggal dunia pada tahun 390.
Santo Yohanes de Britto
Yohanes de Britto adalah anak seorang perwira tinggi. Ketika masih kanak-kanak, ia bersahabat baik dengan Don Pedro, yang kemudian menjadi Raja Portugal. Ketika menanjak remaja, ia tidak suka bergaul dengan kawan-kawannya yang lebih tertarik pada gaya hidup istana yang serba germelap. Suatu ketika ia jatuh sakit, tetapi segera sembuh lagi berkat doa ibunya lewat perantaraan Santo Fransiskus Xaverius. Ia bercita – cita menjadi misionaris seperti Santo Fransiskus Xaverius.
Pada hari raya natal tahun 1662, ia masuk novisiat Serikat Yesus di Lisabon. Di hadapan kanak-kanak Yesus yang terbaring di kandang Natal biaranya, ia berdoa dan memohon kiranya ia diutus ke Jepang sebagai misionaris. Pada waktu itu, Jepang sudah menjadi sebuah wilayah misi di Asia. Tetapi Tuhan mempunyai suatu rencana lain atas dirinya. Oleh pimpinannya, ia ditempatkan sebagai misionaris di India, sebuah wilayah misi yang sangat sulit. Ketika mendengar berita itu, ibunya segera menghubungi Duta Sri Paus dan pembesar lainnya untuk membatalkan kembali keputusan atas diri anaknya. Bagi dia, penempatan itu sangat berbahaya bagi anaknya.
Tetapi Yohanes dengan tenang menjelaskan segala sesuatu kepada ibunya, Tuhanlah yang memanggil aku. Aku tak mampu berbuat sesuatu selain menerima keputusan itu dengan iman sambil menyerahkan diri pada kebaikan Allah. Tidak mendengarkan panggilan Tuhan sama saja dengan membangkitkan amarah Tuhan atas kita. Dalam nama Tuhan, aku bersedia berangkat ke India untuk mewartakan Injil Kristus, demikian katanya kepada ibunya. Karena keteguhan imannya akan rencana Allah, ia sanggup mengatasi semua rintangan yang menghadang. Ibunya sendiri akhirnya merelakan dia pergi ke India, demi Injil Yesus Kristus. Wilayah misi India masa itu sangat rawan. Yohanes dengan penuh semangat berkarya demi penyebaran Injil Kristus selama 20 tahun di tengah-tengah aneka rintangan dan hadangan, penderitaan dan kekurangan. Keberhasilannya mempertobatkan orang-orang India membawa dia kepada kematian yang mengerikan. Ia ditangkap, dianiaya dan dipenjarakan, kemudian mati di penggal kepalanya pada tanggal 4 Februari 1693.
Santo Yoseph dari Leonissa
St. Yohanes dari Leonissa (San Guiseppe da Leonessa) terlahir dengan nama Eufranio Desiderio dalam sebuah keluarga Kristen yang saleh pada tahun 1556, di Leonissa, wilayah Abruzzi di kerajaan Napoli Italia. Ayahnya bernama Yohanes Desiderio dan ibunya adalah Francesca Paulina. Berkat bimbingan kedua orang tuanya yang penuh iman, Eufranio yang masih kecil itu telah melakukan kesalehan yang sedemikian besar, sehingga pada umurnya yang masih sangat muda itu dia menjauhkan diri dari hari-hari pesta tertentu dan dengan senang hati melakukan ulah-ulah kesalehan.
Kemudian, sewaktu melanjutkan studinya di Viterbo, dia sedemikian menarik perhatian dan kekaguman banyak orang karena kerajinan dan ketekunannya serta kehidupannya yang penuh dengan kebajikan, sehingga seorang bangsawan di kota itu menawarkan anak gadisnya untuk dinikahinya, disertai dengan sejumlah mas kawin yang berlimpah-limpah. Tetapi Eufranio telah mengambil suatu pilihan yang lebih mulia. Dia meninggalkan sekolah dan masuk Ordo Fransiskan di antara para Kapusin di Leonissa, pada tahun 1573 dan dia mengambil nama: Yoseph. Di sini dia menemukan kebahagiaan dan kedamaian dalam hal-hal yang paling tidak disukai oleh orang-orang muda: mati-raga dan penitensi.
Sebagai seorang biarawan Kapusin, Yoseph menjalani hidup matiraga dengan sangat keras, sehingga saudara-saudara dalam biaranya menjulukinya sebagai "Brother Ass"; karena walaupun baru berusia muda, namun ia dapat menjalankan pantangan yang besar seperti biarawan-biarawan yang sudah berumur. Yoseph serangkali mengatakan ke tubuhnya, "tidak ada kebutuhan untuk memperlakukan engkau seperti seekor kuda kerajaan. Engkau harus puas menjadi keledai yang buruk." Bilikny di biara hanyalah sebuah sel (kamar) yang sederhana sekali, sedemikian kecil dan sempit sehingga hampir-hampir dia tidak dapat berdiri, duduk atau berbaring di situ. Tempat tidurnya hanyalah lantai tanah dengan sebongkah kayu sebagai bantalnya. Dia lebih memilih makan makanan yang orang lain tidak dapat atau tidak mau memakannya, seperti kacang-kacangan yang basi dan roti yang sudah berjamur. Kendati kesibukan dan jerih payah tugas berkhotbahnya, dia tetap sedemikian menjalani ulah tapa dan mati-raganya, bahkan sesudah tugas berkhotbah itu dipercayakan padanya. Dengan karya-karya ulah tapa dan penitensi, dia berusaha untuk merebut kambali untuk Tuhan, jiwa-jiwa yang tidak dapat digerakkan oleh kata-katanya.
Pada tahun 1587, Yoseph diutus oleh Ordonya untuk pergi ke Konstantinopel agar dapat melayani orang-orang Kristen yang ditahan di sana. Tiba di sana dia dan teman-temannya kemudian tinggal di distrik Galata di sebuah bekas biara Benediktin yang sudah ditinggalkan penghuninya. Keberadaan mereka menarik perhatian pemerintah Turki, yang kemudian datang bersama pasukan dalam jumlah besar untuk melihat kegiatan para misionaris baru itu. St.Yoseph sangat prihatin dengan keadaan para tawanan Kristen yang dipekerjakan secara paksa menjadi pendayung di galley angkatan laut Kekaisaran Ottoman.
Pemerintah Turki yang menjadi geram dengan kegiatan para misionaris ini kemudian menangkap dan menyiksanya dengan keji. Tangan dan kaki kanannya ditusuk dengan pengait yang tajam, kemudian ia digantungkan pada sebuah tiang gantungan. Dibawahnya mereka menyalakan api yang tidak begitu besar, dengan maksud untuk membakarnya hidup-hidup secara pelahan-lahan dan kemudian sedikit demi sedikit membuat ia sesak nafas. Pada hari ke empat, secara ajaib Yoseph dibebaskan oleh seorang malaikat dan diperintahkannya supaya kembali ke Italia.
Sejak waktu kembali ke Italia, Yoseph tanpa kenal lelah menjelajahi segenap kampung-kampung dan kota-kota di wilayah Umbria. Ia berusaha keras mengenyahkan penyakit masyarakat pada jaman itu, seperti dansa-dansa seronok dan sandiwara-sandiwara mesum yang liar.
St.Yoseph sangat lemah-lembut dan rendah hati. Setiap bertemu dengan orang lain, sinar matanya yang penuh kelembutan akan meluluhkan kekerasan hati seseorang. Tidak heran jika Yoseph memperoleh simpati dari banyak orang dan dapat menjadi juru damai bagi mereka yang sedang bertikai. Secara menakjubkan Yoseph dapat mendamaikan orang-orang yang telah bertahun-tahun hidup saling bermusuhan. Demikian juga rekonsiliasi di dalam keluarga-keluarga dan kelompok-kelompok yang telah lama saling menjauhkan diri. Seringkali, sewaktu bekerja atau berdoa, dia tiba-tiba saja masuk ke alam ekstase. St.Yoseph melakukan banyak mukjizat, dan dikaruniai anugerah penglihatan dan kemampuan untuk membaca hati orang.
Orang Kudus ini juga mampu meramalkan hari kematiannya. Ia berpulang pada tanggal 4 Februari 1612, di biara Amatrice. Jenazahnya dibawa dan disemayamkan di kota kelahirannya, Leonissa.
Arti nama
Berasal dari bahasa Latin : Ioseph, yang diambill dari bahasa Yunani : Ιωσηφ (Ioseph) , yang aslinya dari bahasa Ibrani יוֹסֵף (Yosef) yang berarti "Yang ditambahkan Tuhan".
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari