Bacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Di antaramu akan Kubiarkan hidup suatu umat yang rendah hati dan lemah.
“Carilah Tuhan, hai semua orang yang rendah hati di negeri yang
melakukan Hukum-Nya; carilah keadilan, carilah kerendahan hari;
mungkin kamu akan terlindung pada hari kemurkaan Tuhan.” Dan Allah berfirman, “Diantaramu akan Kubiarkan hidup suatu umat yang rendah hati dan lemah, yang akan mencari perlindungan pada nama Tuhan. Mereka itulah sisa Israel. Mereka tidak akan melakukan kelaliman atau berbicara bohong; dalam mulut mereka tidak akan terdapat lidah penipu. Sebaliknya mereka akan seperti domba yang makan rumput dan berbaring tanpa ada yang mengganggunya.
Refren: Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga.
Dialah yang menegakkan keadilan, bagi orang yang diperas, dan
memberi roti kepada orang-orang yang lapar, Tuhan membebaskan orang-orang yang terkurung.
Tuhan membuka mata orang buta, Tuhan menegakkan orang yang
tertunduk, Tuhan mengasihi orang-orang benar. Tuhan menjaga orang-orang asing.
Anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang
fasik dibengkokkan-Nya. Tuhan itu Raja untuk selama-lamanya, Allah-Mu, ya Sion turun temurun!
10).
Korintus.
Yang bodoh di mata dunia dipilih Allah.
Saudara-saudara, coba ingatlah bagaimana keadaanmu Ketika
dipanggil. Menurut ukuran manusia tidak banyak di antara kamu yang bijak, tidak banyak yang berpengaruh, tidak banyak yang terpandang. Namun, apa yang bodoh di mata dunia dipilih Allah
untuk mempermalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia dipilih Allah untuk mempermalukan yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan hina bagi dunia, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, supaya jangan ada seorang manusia pun yang memegahkan diri di hadapan Allah. Tetapi Allah telah membuat kamu berada dalam Kristus Yesus, dan oleh Dia Kristus telah menjadi hikmat bagi kita.
Dialah yang membenarkan, menguduskan, dan menebus kita. Maka, sebagaimana tertulis dalam Kitab Suci, “Barangsiapa bermegah, hendaklah ia bermegah dalam Tuhan.”
Alleluya, alleluya.
Bersukacita dan bergembi ralah, karena besarlah ganjaranmu di surga.
Alleluya, alleluya.
Berbahagialah yang bersemangat miskin.
Sekali peristiwa, ketika melihat orang banyak itu, naiklah Yesus ke
atas bukit. Setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-
Nya. Lalu Yesus pun mulai berbicara dan menyampaikan ajaran ini kepada mereka, “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena mereka lah yang empunya Kerajaan Surga.
Berbahagialah orang yang berduka cita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hati, karena mereka akan beroleh kemurahan.
Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya karena kebenaran, karena mereka lah yang empunya Kerajaan Surga. Berbahagialah kamu, jika demi Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, sebab besarlah ganjaranmu di surga.
Naik ke Bukit
Minggu lalu Yesus berjalan menyusur danau, memanggil empat nelayan, lalu berkeliling Galilea. Orang berbondong mengikuti-Nya. Hari ini Matius bercerita apa yang terjadi ketika kerumunan itu sudah besar. Yesus tidak membuka panggung. Ia naik ke bukit, duduk, dan murid-murid-Nya datang mendekat. Baru kemudian Ia berbicara.
Saya sering memperhatikan urutan kecil itu. Naik, duduk, didekati, lalu mengajar. Di zaman kita, orang yang punya pesan besar biasanya memakai pengeras suara. Yesus memilih duduk. Duduk adalah sikap guru di rumah ibadat, bukan sikap orator di alun-alun. Maka yang keluar dari mulut-Nya bukan seruan kampanye, melainkan delapan kalimat yang nadanya nyaris berbisik: berbahagialah.
Berbahagialah siapa? Yang miskin di hadapan Allah. Yang berduka. Yang lemah lembut. Yang lapar akan kebenaran. Kalau daftar ini ditaruh di lowongan kerja, siapa yang mau melamar? Dunia menyusun daftar yang persis terbalik: berbahagialah yang kaya, yang tertawa, yang tegas, yang kenyang. Yesus seolah mengambil daftar dunia, membaliknya, lalu membacanya pelan-pelan dari belakang.
Ternyata ini bukan gagasan baru. Zefanya sudah menulisnya beratus tahun sebelumnya. Di tengah bangsa yang sombong, Allah berjanji menyisakan satu umat yang rendah hati dan lemah, yang mencari perlindungan pada nama Tuhan. Mereka disebut sisa Israel. Bukan yang terkuat yang tersisa, melainkan yang paling bersandar. Seperti domba yang makan rumput dan berbaring tanpa ada yang mengganggu. Gambar yang sangat sederhana untuk kata sebesar keselamatan.
Paulus kemudian menyaksikan sendiri bahwa Allah sungguh memilih seperti itu. Ia mengajak jemaat Korintus mengingat keadaan mereka sendiri waktu dipanggil. Tidak banyak yang bijak. Tidak banyak yang berpengaruh. Tidak banyak yang terpandang. Justru yang bodoh di mata dunia dipilih Allah. Bukan karena Allah membenci orang pandai, tetapi supaya tidak ada seorang pun yang memegahkan diri. Kalau yang dipilih adalah orang hebat, orang akan berkata: pantas saja. Kalau yang dipilih adalah orang biasa, orang hanya bisa berkata: ini pasti dari Allah.
Di kampung saya dulu ada ungkapan yang sering diucapkan orang tua: aja dumeh. Jangan mentang-mentang. Jangan mentang-mentang pintar, mentang-mentang punya, mentang-mentang kuat. Rupanya Sabda Bahagia adalah aja dumeh yang diucapkan oleh Allah sendiri, dari atas bukit, sambil duduk.
Lalu untuk apa Yesus naik ke bukit kalau yang disapa adalah orang yang paling bawah? Mungkin justru itulah maksudnya. Dari tempat tinggi, orang bisa melihat seluruh kerumunan sekaligus, termasuk yang berdiri paling belakang, yang tidak sempat mendekat karena malu. Berbahagialah kamu, kata-Nya kepada mereka yang tidak pernah disapa duluan. Kerajaan Surga bukan diperoleh dengan naik, melainkan diterima oleh yang berani tetap rendah.
Pekan ini mungkin kita tidak perlu banyak bergerak. Cukup duduk sebentar, mendekat, dan membiarkan diri disebut berbahagia oleh Dia yang tahu persis betapa kecilnya kita.
Tuhan Yesus, Engkau naik ke bukit dan duduk supaya kami yang kecil berani mendekat. Jadikan kami umat yang rendah hati, yang mencari perlindungan hanya pada nama-Mu, dan yang bermegah hanya dalam Dikau. Amin.
Invitatorium
Pekan IV Mazmur
Pembukaan
AntifonDatanglah, hai umat Allah, marilah kita menyembah Tuhan, alleluya.
Mazmur 94 (95)
AntifonDatanglah, hai umat Allah, marilah kita menyembah Tuhan, alleluya.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Siapakah yang boleh mendaki gunung Tuhan, atau berdiri di tempat-Nya yang kudus?
Mazmur 23 (24)
Masuknya Tuhan ke dalam bait-Nya
dunia dan semua penduduknya.
AntifonSiapakah yang boleh mendaki gunung Tuhan, atau berdiri di tempat-Nya yang kudus?
AntifonSiapakah yang boleh mendaki gunung Tuhan, atau berdiri di tempat-Nya yang kudus?
AntifonSiapakah yang boleh mendaki gunung Tuhan, atau berdiri di tempat-Nya yang kudus?
AntifonSiapakah yang boleh mendaki gunung Tuhan, atau berdiri di tempat-Nya yang kudus?
AntifonSiapakah yang boleh mendaki gunung Tuhan, atau berdiri di tempat-Nya yang kudus?
AntifonSiapakah yang boleh mendaki gunung Tuhan, atau berdiri di tempat-Nya yang kudus?
AntifonSiapakah yang boleh mendaki gunung Tuhan, atau berdiri di tempat-Nya yang kudus?
AntifonSiapakah yang boleh mendaki gunung Tuhan, atau berdiri di tempat-Nya yang kudus?
Antifon 2Berkatilah Allah kita, hai bangsa-bangsa di dunia; Ia telah memberi kita hidup, alleluya.
Mazmur 65 (66)
Madah Ekaristi
Nyanyikanlah kemuliaan nama-Nya.
AntifonBerkatilah Allah kita, hai bangsa-bangsa di dunia; Ia telah memberi kita hidup, alleluya.
AntifonBerkatilah Allah kita, hai bangsa-bangsa di dunia; Ia telah memberi kita hidup, alleluya.
AntifonBerkatilah Allah kita, hai bangsa-bangsa di dunia; Ia telah memberi kita hidup, alleluya.
AntifonBerkatilah Allah kita, hai bangsa-bangsa di dunia; Ia telah memberi kita hidup, alleluya.
AntifonBerkatilah Allah kita, hai bangsa-bangsa di dunia; Ia telah memberi kita hidup, alleluya.
AntifonBerkatilah Allah kita, hai bangsa-bangsa di dunia; Ia telah memberi kita hidup, alleluya.
AntifonBerkatilah Allah kita, hai bangsa-bangsa di dunia; Ia telah memberi kita hidup, alleluya.
AntifonBerkatilah Allah kita, hai bangsa-bangsa di dunia; Ia telah memberi kita hidup, alleluya.
Antifon 3Dengarkanlah aku, hai kamu sekalian yang menghormati Allah, biarlah aku menceritakan kepadamu betapa besar hal-hal yang telah Ia lakukan bagiku, alleluya.
AntifonDengarkanlah aku, hai kamu sekalian yang menghormati Allah, biarlah aku menceritakan kepadamu betapa besar hal-hal yang telah Ia lakukan bagiku, alleluya.
AntifonDengarkanlah aku, hai kamu sekalian yang menghormati Allah, biarlah aku menceritakan kepadamu betapa besar hal-hal yang telah Ia lakukan bagiku, alleluya.
AntifonDengarkanlah aku, hai kamu sekalian yang menghormati Allah, biarlah aku menceritakan kepadamu betapa besar hal-hal yang telah Ia lakukan bagiku, alleluya.
AntifonDengarkanlah aku, hai kamu sekalian yang menghormati Allah, biarlah aku menceritakan kepadamu betapa besar hal-hal yang telah Ia lakukan bagiku, alleluya.
AntifonDengarkanlah aku, hai kamu sekalian yang menghormati Allah, biarlah aku menceritakan kepadamu betapa besar hal-hal yang telah Ia lakukan bagiku, alleluya.
AntifonDengarkanlah aku, hai kamu sekalian yang menghormati Allah, biarlah aku menceritakan kepadamu betapa besar hal-hal yang telah Ia lakukan bagiku, alleluya.
Responsorium Lihat 1 Tesalonika 1:9; 3:12, 13
Responsorium Galatia 2:19-20
Te Deum
Doa Penutup
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab kekal abadi kasih setiaNya, alleluya.
Mazmur 117 (118)
Antifon 1Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab kekal abadi kasih setiaNya, alleluya.
Antifon 2Alleluya, putjilah Tuhan, hai segala karya Allah, alleluya.
Dan 3,52-57
(Kemuliaan tidak diucapkan)
Antifon 2Alleluya, putjilah Tuhan, hai segala karya Allah, alleluya.
Antifon 3Segala yang bernafas, pujilah Tuhan, alleluya.
Mazmur 150
Antifon 3Segala yang bernafas, pujilah Tuhan, alleluya.
Bacaan Singkat (2Tim 2,8.11-13)
Lagu Singkat
Antifon KidungBerbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah, sabda Tuhan.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungOrang kagum akan pengajaran Yesus, sebab Ia mengajar sebagai orang yang berwibawa.
Doa Permohonan
℟. Terpujilah Engkau, ya Tuhan, kami berharap padaMu.
Kami memuji Engkau, raja semesta alam, sebab Engkau memanggil kami, orang yang sesat dan berdosa,* untuk mengenal dan mengabdi Engkau, Allah yang benar. ℟.
Engkau telah membuka pintu kemurahanMu bagi kami, ya Allah,* semoga kami tak pernah menyimpang dari jalan kehidupan. ℟.
Kami merayakan kebangkitan PuteraMu yang tercinta,* semoga kami sepanjang hari dipenuhi dengan kegembiraan rohani. ℟.
Kurniakanlah, ya Tuhan, semangat doa kepada umat beriman,* supaya dalam segala-galanya kami tetap mengucap syukur kepadaMu. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pekan IV Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (1 Cor 6, 19-20)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan IV Mazmur
Madah
Antifon 1Barang siapa makan dari roti ini, akan hidup untuk selama-lamanya, alleluya.
Mazmur 22 (23)
Antifon 1Barang siapa makan dari roti ini, akan hidup untuk selama-lamanya, alleluya.
Antifon 2Tuhan akan datang untuk dimuliakan dan dikagumi oleh umatNya yang kudus, alleluya.
Mazmur 75 (76)
Antifon 2Tuhan akan datang untuk dimuliakan dan dikagumi oleh umatNya yang kudus, alleluya.
Antifon 3Bernadarlah dan bawalah persembahan untuk Tuhan AllahMu, alleluya.
Antifon 3Bernadarlah dan bawalah persembahan untuk Tuhan AllahMu, alleluya.
Bacaan singkat Kid 8,6b-7
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pekan IV Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (Ct 8, 6b-7a)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan IV Mazmur
Madah
Antifon 1Engkau berkuasa sejak kelahiranMu, sejak fajar masa mudaMu, alleluya.
Antifon 1Engkau berkuasa sejak kelahiranMu, sejak fajar masa mudaMu, alleluya.
Antifon 2Berbahagialah yang haus akan kebenaran, sebab mereka akan dipuaskan Allah.
Mazmur 111 (112)
Antifon 2Berbahagialah yang haus akan kebenaran, sebab mereka akan dipuaskan Allah.
Antifon 3Pujilah Allah kita, hai kamu para hambaNya, baik kecil maupun besar, alleluya.
Why 19,1-7
Antifon 3Pujilah Allah kita, hai kamu para hambaNya, baik kecil maupun besar, alleluya.
Bacaan singkat Ibr 12,22-24
Antifon KidungBerbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah, sabda Tuhan.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungSemua heran karena kata-kata yang keluar dari mulut Allah.
Doa Permohonan
℟. Tuhan, kabulkanlah doa kami.
Bapa semesta alam dan Tuhan kami, Engkau telah mengutus PuteraMu ke dunia supaya namaMu dimuliakan di mana-mana,* teguhkanlah penyaksian GerejaMu di antara para bangsa. ℟.
Semoga kami terbuka bagi pewartaan para rasul,* dan hidup sesuai dengan kebenaran iman kami. ℟.
Engkau mencintai orang yang benar,* belalah perkara orang yang diperlakukan tidak adil. ℟.
Bebaskanlah para tawanan, terangilah orang buta,* bantulah orang yang diperas, lindungilah orang asing. ℟.
Penuhilah keinginan orang yang berpulang dalam damaiMu,* dan hantarkanlah mereka kepada kebangkitan berkat jasa PuteraMu. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Doa Tobat
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
Madah
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Mazmur 90 (91)
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Bacaan singkat Why 22,4-5
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santa Brigida
Brigida lahir di Umeras, Kildare, Irlandia pada tahun 453. Ayahnya, Dubthach adalah seorang pangeran yang masih kafir. Sedangkan ibunya, Borcessa adalah seorang budak belian yang sudah menganut agama Kristen. Brigida dibesarkan dan dididik menjadi seorang Kristen. Setelah dewasa, ia bercita-cita menjadi seorang biarawati. Namun keinginannya ini mendapat banyak rintangan. Pertama-tama karena pada waktu itu belum ada biara khusus untuk wanita. Lagi pula wanita budak belian dan anak-anaknya tidak mempunyai hak apapun bahkan seringkali mereka tidak diperkenankan mengikuti ibadat.
Meskipun demikian, keinginannya tidak terpatahkan oleh rintangan- rintangan tersebut. ia berusaha mendirikan sebuah biara khusus untuk para wanita di Kildare. Ia berhasil membujuk ayahnya untuk memberikannya status sebagai wanita bebas (bukan budak lagi). Ternyata ia menjadi seorang biarawati yang luar biasa. Ia bersemangat tinggi dan rajin dalam karyanya, kuat ingatannya, ramah dan terampil. Ia dapat bergaul dengan siapa saja dan siap menolong orang-orang yang datang kepadanya., bahkan menerima mereka dalam biaranya. Ia memusatkan perhatiannya pada para penderita kusta dan budak belian.
Kecuali itu, ia juga memulai usahanya di bidang pendidikan. Conleth, seorang imam, dipercayakan memimpin sekolah Kildare. Sekolah ini semenjak awal terkenal sebagai sekolah ketrampilan. Dikemudian hari, setelah Brigida wafat pada tahun 523, sekolah itu dibagi menjadi dua, satu untuk pria dan yang lain untuk wanita. Hal ini menampakkan suatu keistimewaan pada saat itu.
Penghormatan kepada santa Brigida masih berlangsung hingga kini. Di Irlandia, Brigida dikenal sebagai salah satu orang kudus terkenal selain Santo Patrik dan Columba. Ia dihormati sebagai pelindung negara Irlandia dan tokoh teladan bagi para petani, artis dan pelajar.
Santa Brigitta dari Irlandia
Santa Brigita dilahirkan beberapa tahun sesudah Irlandia dikristenkan oleh kedatangan St Patrick. Ayahnya seorang bangsawan Irlandia bernama Dubthac dan ibunya bernama Brocca. Semakin kanak-kanak ini bertambah besar, semakin besar pula kasihnya kepada Yesus. Ia mencari Yesus dalam diri orang-orang miskin dan seringkali membawakan makanan dan pakaian bagi mereka. Konon suatu hari ia membagi-bagikan segentong penuh susu. Lalu, ia mulai cemas akan apa yang akan dikatakan ibunya. Ia berdoa kepada Tuhan untuk mengganti apa yang telah dibagi-bagikannya. Ketika tiba di rumah, gentong telah penuh kembali dengan susu!
Ayahnya beranggapan bahwa sudah tiba waktunya bagi Brigita untuk menikah. Akan tetapi, Brigita telah berbulat hati untuk mempersembahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan. Ia tak hendak menikah dengan siapapun. Ketika mengetahui bahwa para pemuda tertarik kepadanya sebab kecantikannya, ia memanjatkan suatu permohonan yang aneh kepada Tuhan. Ia mohon agar kecantikan wajahnya diambil darinya. Tuhan mengabulkan permohonannya.
Melihat bahwa puterinya tak lagi cantik, dengan rela hati ayahnya menyetujui ketika Brigita minta diijinkan menjadi seorang biarawati. Sang gadis mengikuti panggilan hidup religiusnya. Ia bahkan memulai suatu biara agar para gadis yang lain dapat menjadi biarawati juga. Setelah ia mengkonsekrasikan hidupnya kepada Tuhan dalam biara, suatu mukjizat kemudian terjadi. Suster Brigita menjadi cantik kembali! Ia mengingatkan orang akan Santa Perawan Maria sebab ia begitu lemah lembut dan baik hati. Sebagian orang menyebutnya “Maria dari Irlandia”.
Banyak mujizat yang dikerjakan Tuhan melalui perantaraan Suster Brigitta. Beberapa yang sering dikisahkan adalah penyembuhan seorang kusta dengan secangkir air berkat dan penyembuhan luka dua orang wanita yang terjatuh saat berkuda dengan air yang terlebih dahulu didoakannya dalam nama Tuhan. Salah satu Mukjizat Santa Brigitta yang paling terkenal adalah mukjizat yang terjadi saat ia menghadap Raja.
Dikisahkan St.Brigitta pergi menghadap Raja Leinster untuk meminta tanah untuk membangun sebuah biara. Dia mengatakan kepada raja bahwa tempat ia berdiri adalah tempat yang sempurna untuk biara. Itu adalah di samping hutan di mana nanti para biarawati bisa mengumpulkan kayu bakar dan buah. Ada juga sebuah danau di dekatnya yang akan menyediakan air dan tanah yang subur bagi Biara nanti. Raja tertawa dan dengan tegas menolak untuk memberikan tanah sejengkalpun padanya. Brigid berdoa kepada Tuhan dan memintanya untuk melunakkan hati raja. Lalu ia tersenyum pada raja dan berkata "Dapatkah paduka memberi saya tanah selebar yang dapat ditutupi mantel yang saya pakai ini ?"
Raja tertawa dan berpikir bahwa suster Brigitta sedang bercanda karena mantel yang dipakainya itu begitu kecil. Raja setuju dan santa Brigitta kemudian meletakkan mantelnya di tanah. Dia meminta empat suster yang menyertainya untuk memegang masing-masing pada empat sudut mantelnya lalu berjalan ke arah yang berlawanan. Keempat suster itu lalu berjalan ke arah utara, selatan, timur dan barat. Secara ajaib mantel itu bertambah besar ketika ditarik dan mulai menutupi tanah sampai seluas berhektar-hektar. Raja heran terkesima dan ia menyadari bahwa Brigitta adalah seorang diberkati oleh Tuhan. Raja jatuh ke tanah dan berlutut di depan Santa Brigitta dan berjanji akan memberikan tanah dan menyediakan semua yang dibutuhkan oleh Brigitta dan para biarawati termasuk uang dan persediaan makanan. Segera setelah itu, raja menjadi seorang Kristen yang saleh dan mulai memberi perhatian membantu orang-orang miskin. Raja bahkan ikut mengawasi pembangunan biara.
Santa Brigita wafat dengan tenang pada tahun 523. Pestanya kita rayakan setiap tanggal 1 februari.
Arti nama
Yang dimuliakanSanto Asclepiades
Santo Asclepiades hidup di Smyrna Asia Kecil (Sekarang Izmir Turki) pada masa pemerintahan Kaisar Decius (Gaius Messius Quintus Traianus Decius Augustus, Kaisar Romawi pada tahun 249 - 251 M) di abad ke-3.
Saat kaisar mulai menganiaya orang Kristen, Asclepiades ditangkap bersama Santo Pionius pada tanggal 23 Februari 250 M, saat mereka sedang merayakan misa memperingati pesta Santo Polikarpus. Belasan umat kristen yang hadir dalam perayaan Ekaristi tersebut juga ikut ditangkap.
Para pahlawan iman ini dipaksa murtad dengan membawakan persembahan kepada dewa-dewi berhala Romawi. Mereka menolak. Karena itu mereka lalu dianiaya dan dibunuh dengan cara dipaku pada tiang salib lalu dibakar hidup-hidup.
Santo Severus
Severus dikenal sebagai seorang penenun kain di Ravenna, Italia pada abad ke 4. Ia beranak isteri dan menjabat sebagai diakon. Sewaktu ia menghadiri pemilihan uskup baru, sekonyong-konyong seekor merpati hingga diatas kepalanya. Dan secara aklamasi umat memilihnya menjadi Uskup. Mayatnya dan mayat isterinya Santa Vinsensia dan anaknya Santo Inosensius dicuri pada tahun 836 dan dibawa ke Mainz, Jerman.
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari