Bacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Aku menasihatkan para penatua di antara kamu, aku sebagai teman penatua dan saksi penderitaan Kristus, yang juga akan mendapat bagian dalam kemuliaan yang akan dinyatakan kelak. Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri. Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu. Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu.
TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;
Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.
Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.
Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.
Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.
Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?" Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi." Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga."
Serah Terima Kunci
Serah terima kunci adalah upacara kecil yang sarat makna. Sebuah rumah berpindah kepercayaan lewat sepotong logam bergerigi. Siapa memegang kunci, dialah yang dipercaya membuka dan mengunci, menyambut tamu atau menolaknya. Kunci tidak diberikan kepada sembarang orang.
Di Kaisarea Filipi Yesus bertanya dua kali. Pertama soal kata orang: ada yang bilang Yohanes Pembaptis, Elia, Yeremia. Jawaban aman, sebab jawaban orang lain tidak menuntut apa-apa dari kita. Lalu pertanyaan kedua yang tidak bisa diwakilkan: tetapi apa katamu, siapakah Aku ini? Simon menjawab: Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup. Dan kepada nelayan itu Yesus berkata: engkau adalah Petrus, batu karang, dan kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga.
Yang menerima kunci itu bukan orang yang tidak pernah gagal. Petrus akan tenggelam karena bimbang, ditegur keras karena menghalangi jalan salib, dan pada malam paling genting menyangkal Gurunya tiga kali di depan seorang pelayan. Yesus tahu semuanya itu, dan tetap menyerahkan kunci. Sungguh mencengangkan cara Allah memercayai manusia. Gereja tidak didirikan di atas manusia sempurna, melainkan di atas pendosa yang dicintai dan bangkit lagi.
Bacaan pertama memperdengarkan suara Petrus di usia tuanya, dan terasa sekali bekas didikan itu. Gembalakanlah kawanan domba Allah, tulisnya, jangan dengan paksa, jangan karena mencari keuntungan, jangan memerintah, melainkan jadilah teladan. Orang yang pernah diampuni sebesar itu memang tidak bisa lagi memimpin dengan tangan besi. Ia tahu betapa lembut dirinya pernah diperlakukan.
Kita memasuki pekan pertama masa Prapaskah, dan pertanyaan Kaisarea Filipi itu diajukan ulang kepada kita: menurutmu, siapakah Aku? Bukan menurut buku, bukan menurut khotbah yang pernah kaudengar. Menurutmu. Jawaban kita akan kelihatan bukan di bibir, melainkan di cara kita memakai kunci-kunci kecil yang dipercayakan kepada kita: keluarga, pekerjaan, komunitas, nama baik orang lain.
Kepada tangan yang pernah gagal pun Tuhan berani menitipkan kunci. Itu kabar baik bagi kita semua yang memasuki Prapaskah ini sambil membawa daftar kegagalan.
Tuhan Yesus, Engkau memercayai Petrus yang rapuh, maka aku berani percaya Engkau pun memercayaiku. Jadikan aku pemegang kunci yang setia dan gembala yang lembut bagi orang-orang di sekitarku. Amin.
Invitatorium
Pekan I Mazmur
Pembukaan
AntifonMarilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.
Mazmur 94 (95)
AntifonMarilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Iman para Bapa! iman dan doa
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Petrus berkata: Allah telah membangkitkan dan memuliakan Yesus ini, yang kamu salibkan.
AntifonPetrus berkata: Allah telah membangkitkan dan memuliakan Yesus ini, yang kamu salibkan.
Antifon 2Tuhan telah mengutus malaikat-Nya untuk membebaskan aku dari kuasa Herodes.
Mazmur 63 (64)
Doa memohon pertolongan melawan musuh
jagalah hidupku dari ketakutan akan musuh.
AntifonTuhan telah mengutus malaikat-Nya untuk membebaskan aku dari kuasa Herodes.
Antifon 3Tiba-tiba awan terang menaungi mereka, dan suara Bapa terdengar: Inilah Putra-Ku yang terkasih.
Mazmur 96 (97)
Kemuliaan Tuhan dalam ketetapan-ketetapan-Nya bagi dunia
biarlah semua pesisir bersukacita.
AntifonTiba-tiba awan terang menaungi mereka, dan suara Bapa terdengar: Inilah Putra-Ku yang terkasih.
Responsorium Lukas 22:32; Matius 16:17b
Responsorium
Te Deum
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pekan I Mazmur
Mazmur 94 (95)
Marilah kami bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kami.
AntifonMarilah kami menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kami.
Madah
Antifon 1Aku akan memuji Engkau seumur hidupku, ya Tuhan, dan menadahkan tangan kepada-Mu.
Mazmur 62
Ya Allah, Engkaulah Allahku,*
aku mencari Engkau.
Antifon 1Aku akan memuji Engkau seumur hidupku, ya Tuhan, dan menadahkan tangan kepada-Mu.
Antifon 2Pujilah dan luhurkanlah Tuhan selama-lamanya.
Antifon 2Pujilah dan luhurkanlah Tuhan selama-lamanya.
Antifon 3Tuhan berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai yang hina-dina dengan keselamatan.
Mazmur 149
Nyanyikanlah bagi Tuhan lagu baru,*
pujilah Dia dalam himpunan umat-Nya.
Antifon 3Tuhan berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai yang hina-dina dengan keselamatan.
Antifon KidungYesus dibawa oleh Roh kudus ke padang gurun untuk digodai setan. Setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, Ia merasa lapar.
Kidung Zakaria Luk 1:68-79
Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umat-Nya.
Antifon KidungYesus dibawa oleh Roh kudus ke padang gurun untuk digodai setan. Setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, Ia merasa lapar.
Doa Permohonan
℟. Perbaharuilah semangat kami, ya Tuhan.
Ya Kristus, kehidupan kami, kami telah dikuburkan bersama Engkau dalam pembaptisan dan dibangkitkan kepada kehidupan baru,* ℟.
Tuhan, Engkau telah berbuat baik kepada semua orang,* ℟.
Semoga kami sehati sejiwa membangun masyarakat kami di dunia,* ℟.
Berilah kami kekuatan jiwa dan raga, sembuhkanlah luka hati kami,* ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (1 Thess 4, 1. 7)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan I Mazmur
Madah
Antifon 1Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setiaNya.
Mazmur 117 (118)
Antifon 1Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setiaNya.
Antifon 2Tuhanlah kekuatan dan pujaanku.
Antifon 2Tuhanlah kekuatan dan pujaanku.
Antifon 3Syukur kepadaMu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku.
Antifon 3Syukur kepadaMu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku.
Bacaan Singkat: (1Tes 4,1.7)
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (Dt 4, 29-31)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan I Mazmur
Madah
Antifon 1Ya Tuhan, terimalah kami, yang dengan rendah hati menyesali dosa, dan sudilah kiranya menerima persembahan kami ini.
Antifon 1Ya Tuhan, terimalah kami, yang dengan rendah hati menyesali dosa, dan sudilah kiranya menerima persembahan kami ini.
Antifon 2Apabila kamu berseru, niscaya Tuhan akan menjawab. Kalau kamu memanggilNya, Ia akan menyahut: Aku hadir di sini.
Mazmur 113
Antifon 2Apabila kamu berseru, niscaya Tuhan akan menjawab. Kalau kamu memanggilNya, Ia akan menyahut: Aku hadir di sini.
Antifon 3Kristus sudah mati karena dosa kita, yang tak bersalah bagi orang-orang yang bersalah, untuk menghantar kita kepada Allah. Kristus telah menderita kematian di dunia ini, tetapi Allah sudah menghidupkanNya di dalam Roh.
1Petr 2,21-24
Antifon 3Kristus sudah mati karena dosa kita, yang tak bersalah bagi orang-orang yang bersalah, untuk menghantar kita kepada Allah. Kristus telah menderita kematian di dunia ini, tetapi Allah sudah menghidupkanNya di dalam Roh.
Bacaan Singkat: (1Kor 9,24-25)
Antifon KidungJagalah kami, penyelamat kekal, jangan sampai kami terjerat oleh penggoda yang licik, sebab Engkaulah yang menjadi penolong kami.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungJagalah kami, penyelamat kekal, jangan sampai kami terjerat oleh penggoda yang licik, sebab Engkaulah yang menjadi penolong kami.
Doa Permohonan:
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Doa Tobat
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
Madah
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Mazmur 90 (91)
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Bacaan singkat Why 22,4-5
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Pesta Tahkta Suci Santo Petrus
Menurut cerita lisan yang beredar di kalangan gereja, Santo Petrus yang diberi kuasa oleh Yesus untuk memimpin Gereja mendirikan dua buah tahkta keuskupan. Yang pertama didirikan di Antiokhia, di tengah tengah kaum Yahudi dan orang orang kafir pada tahun 35. Disana Petrus memimpin jemaatnya selama tujuh tahun. Setelah dua kali mengunjungi Roma, maka pada tahun 65 ia menetap disana sebagai Uskup pertama.
Maksud pesta Tahkta suci Santo Petrus adalah untuk menghormati Petrus sebagai Wakil Kristus dan gembala tertinggi gereja yang mempunyai kuasa rohani atas segenap anggota gereja dan semua gereja setempat. Kuasa Petrus ini yang lazim disebut Primat Petrus - diberikan langsung oleh Yesus sebelum kenaikan Nya ke surga (Yoh21:15-19).
Santa Margaretha dari Cortona
Margaretha tergolong gadis yang malang hidupnya terlebih-lebih setelah ibunya meninggal. Gaya hidupnya sembrono tanpa kendali. Nasehat nasehat saleh dari ibunya tidak lagi dituruti. Demikian pula kewajiban kewajiban agama. Gejolak remajanya tidak sanggup dikendalikannya. Ia bergaul dan bersenang senang dengan pemuda pemuda tanggung yang buruk akhlaknya. Pada usia 16 tahun, ia mengikuti seorang pemuda bangsawan ke Montepulsiano. Di sana ia hidup bersama pemuda itu sebagai selir.
Pada suatu hari ia mengikuti anjing kesayangan tuannya, yang menunjukkan tanda tanda aneh tentang suatu kejadian. Sampai di suatu tempat, anjing itu behenti sambil menyalak nyalak. Ternyata disitu tergeletaklah pemuda bangsawan itu sambil berlumuran darah dan tak bernyawa lagi. Pemuda itu dibunuh oleh orang yang tak diketahui. Karena peristiwa ini, Margaretha diusir keluar dari istana bersama dengan anaknya. Ia pergi ke rumah ibu tirinya tetapi disana ia tidak diterima. Setelah luntang lantung beberapa hari, ia lalu pergi ke biara suster suster Santo Fransiskus untuk meminta perlindungan. Di biara itu ia diterima.
Di biara inilah, Margaretha mulai menyadari kebejatan hidupnya. Ia bertobat dan berniat untuk meninggalkan perbuatan perbuatannya yang bejat itu. Pada suatu hari minggu ia pergi ke kampung halamannya, Laviano, untuk berdoa di Gereja dan mengakui dosa dosanya.
Setelah mengalami banyak percobaan batin yang berat, akhirnya ia diterima sebagai anggota ordo ketiga Santo Fransiskus. Keanggotaannya di dalam ordo ini sungguh suatu anugerah Tuhan baginya. Ia mulai menata hidupnya secara baru dalam doa dan karya karya amal. Akhirnya ia sendiri mendirikan sebuah rumah sakit untuk orang orang miskin. Anaknya sendiri menjadi seorang imam dalam Ordo Santo Fransiskus. Margaretha meninggal dunia pada tahun 1297 di Cortona.
Takhta S. Petrus
Pesta ini bukan menghormati sebuah perabot, melainkan makna rohani di baliknya. Takhta atau kursi (dalam bahasa Latin cathedra) adalah lambang kuno dari kewibawaan seorang guru dan gembala. Maka Takhta Santo Petrus melambangkan perutusan istimewa yang dipercayakan Kristus kepada Petrus dan para penggantinya untuk meneguhkan iman dan memelihara kesatuan Gereja.
Dasar perayaan ini adalah Injil Matius, ketika Yesus berkata kepada Petrus, Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku (Matius 16:18), dan mempercayakan kepadanya kunci Kerajaan Surga. Amanat kepada Petrus untuk menggembalakan domba-domba Tuhan (Yohanes 21) melengkapi gambaran pelayanan ini.
Sebuah relikui kuno berupa kursi kayu yang menurut tradisi pernah dipakai Santo Petrus disimpan di Basilika Santo Petrus di Roma, terbungkus dalam mahakarya perunggu emas rancangan Bernini. Namun kursi jasmani itu hanyalah tanda; yang dirayakan adalah pelayanan hidup yang diteruskan dari uskup Roma yang satu ke uskup Roma berikutnya.
Roma sudah merayakan pesta ini sejak abad keempat. Dahulu ada dua tanggal, 18 Januari untuk Takhta di Roma dan 22 Februari untuk Takhta di Antiokhia, tempat Petrus menggembalakan sebelum ke Roma. Pembaruan kalender liturgi mempertahankan tanggal 22 Februari sebagai satu perayaan. Bagi umat, pesta ini adalah ajakan mendoakan Paus dan mensyukuri karunia kesatuan yang menopang Gereja di segala zaman.
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari