Bacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
TUHAN berfirman kepada Musa: "Berbicaralah kepada Harun dan anak-anaknya: Beginilah harus kamu memberkati orang Israel, katakanlah kepada mereka: TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau; TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera. Demikianlah harus mereka meletakkan nama-Ku atas orang Israel, maka Aku akan memberkati mereka."
(67-3) supaya jalan-Mu dikenal di bumi, dan keselamatan-Mu di antara segala bangsa.
(67-4) Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah; kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu.
(67-6) Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah, kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu.
(67-7) Tanah telah memberi hasilnya; Allah, Allah kita, memberkati kita.
Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat. Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak. Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: "ya Abba, ya Bapa!" Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah.
Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan. Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu. Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka. Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya. Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka. Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya.
Berkat di Hari Pertama
Hari pertama bulan Januari selalu ramai dengan satu kata: selamat. Selamat tahun baru. Diucapkan di meja makan, di teras tetangga, di gereja sesudah Misa. Kita mengucapkannya nyaris otomatis. Padahal kata itu tidak ringan. Selamat berakar pada kata yang berarti utuh, sejahtera, tidak kurang suatu apa. Setiap kali mengucapkannya, sebenarnya kita sedang mendoakan orang.
Menarik, Gereja membuka tahun justru dengan bacaan tentang berkat. Bacaan pertama hari ini memuat rumusan berkat tertua yang masih kita dengar sampai sekarang: TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau; TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya. Harun dan anak-anaknya diperintahkan meletakkan nama Tuhan atas umat. Bukan meletakkan nasihat. Bukan program kerja. Nama. Seolah-olah umat itu diberi tanda: milik Tuhan, jangan diganggu.
Lalu Injil menampilkan Maria. Para gembala datang, bercerita heboh tentang malaikat. Semua orang heran. Maria tidak ikut heboh. Ia menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya. Dua gerakan yang berbeda: yang lain berbicara, ia menyimpan. Seperti lumbung menyimpan padi hasil panen, hati Maria menyimpan peristiwa dan membiarkannya matang perlahan.
Kita hidup di zaman yang cepat berkomentar dan lambat merenung. Peristiwa belum selesai, penilaian sudah keluar. Maria menawarkan cara lain memasuki tahun baru: menyimpan dulu, merenungkan dulu. Tidak semua hal harus langsung ditanggapi. Ada perkara yang baru menampakkan maknanya setelah lama diendapkan, seperti beras yang harus ditanak dulu sebelum menjadi nasi.
Dan masih ada satu lagi. Paulus menulis kepada jemaat Galatia: karena kamu adalah anak, Allah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru, ya Abba, ya Bapa. Tahun baru bisa membuat kita cemas. Harga naik, pekerjaan belum pasti, kesehatan menurun. Tetapi kita memasukinya bukan sebagai hamba yang gemetar menunggu perintah, melainkan sebagai anak yang tahu Bapanya ada di rumah.
Maka hari ini tiga bekal diberikan sekaligus: berkat yang meletakkan nama Tuhan atas kita, teladan Maria yang menyimpan sebelum menilai, dan status anak yang boleh memanggil Bapa. Lebih dari cukup untuk tiga ratus enam puluh lima hari.
Pertanyaannya sederhana: maukah kita, tahun ini, lebih sering menyimpan dan merenungkan daripada buru-buru berkomentar?
Tuhan, letakkanlah nama-Mu atas keluargaku sepanjang tahun ini. Berilah aku hati seperti hati Maria, yang tahu menyimpan sebelum berbicara. Amin.
Invitatorium
Pembukaan
AntifonMarilah kita memuliakan santa perawan Maria, bunda Allah. Marilah kita menyembah puteranya, Kristus, Tuhan kita.
Mazmur 94 (95)
AntifonMarilah kita memuliakan santa perawan Maria, bunda Allah. Marilah kita menyembah puteranya, Kristus, Tuhan kita.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Angkatlah gerbang-gerbang kuno. Raja kemuliaan masuk.
Mazmur 23 (24)
Masuknya Tuhan ke dalam Bait-Nya
dunia dan semua penghuninya.
AntifonAngkatlah gerbang-gerbang kuno. Raja kemuliaan masuk.
Antifon 2Tuhan Yang Mahatinggi telah mendirikan sebuah kota, dan semua bangsa akan disebut anak-anaknya.
Mazmur 86 (87)
Yerusalem adalah ibu kita semua
Yerusalem surgawi adalah wanita yang bebas; dialah ibu kita (Galatia 4:26).
AntifonTuhan Yang Mahatinggi telah mendirikan sebuah kota, dan semua bangsa akan disebut anak-anaknya.
Antifon 3Diperanakkan dari Bapa, sebelum bintang fajar bersinar atau waktu dimulai, Tuhan dan Juruselamat telah merendahkan diri-Nya untuk dilahirkan bagi kita hari ini.
Mazmur 98 (99)
Kuduslah Tuhan Allah kita
Ia bersemayam di atas kerubim; bumi bergoncang.
AntifonDiperanakkan dari Bapa, sebelum bintang fajar bersinar atau waktu dimulai, Tuhan dan Juruselamat telah merendahkan diri-Nya untuk dilahirkan bagi kita hari ini.
Responsorium Lukas 1:28
Responsorium
Te Deum
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur dari hari Minggu I, hlm 390
Antifon 1Akar Isai sudah bertunas, bintang Yakub sudah terbit, santa perawan sudah melahirkan penyelamat. Marilah kita memuji Allah kita.
Mazmur 62
Antifon 1Akar Isai sudah bertunas, bintang Yakub sudah terbit, santa perawan sudah melahirkan penyelamat. Marilah kita memuji Allah kita.
Antifon 2Maria telah melahirkan penyelamat bagi kita. Yohanes melihat Dia dan berseru: Inilah Anak domba Allah yang menghapus dosa dunia, alleluya.
Dan 3,57-88.56
Kidung ini tidak ditutup dengan 'Kemuliaan'.
Antifon 2Maria telah melahirkan penyelamat bagi kita. Yohanes melihat Dia dan berseru: Inilah Anak domba Allah yang menghapus dosa dunia, alleluya.
Antifon 3Santa perawan melahirkan raja yang kekal abadi. Ia bersukacita sebagai ibu namun tetap perawan.
Mazmur 149
Antifon 3Santa perawan melahirkan raja yang kekal abadi. Ia bersukacita sebagai ibu namun tetap perawan.
Bacaan Singkat (Mik 5:3-5a)
Lagu Singkat
Antifon KidungHari ini diwartakan misteri yang mengagumkan. Hari ini segala sesuatu dibaharui. Allah menjadi manusia. Ia tetap Allah, namun juga manusia sejati.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungHari ini diwartakan misteri yang mengagumkan. Hari ini segala sesuatu dibaharui. Allah menjadi manusia. Ia tetap Allah, namun juga manusia sejati.
Doa Permohonan
℟. Putera Maria, kasihanilah kami.
Kristus yang lahir dari perawan Maria, Engkaulah raja perkasa dan pangeran perdamaian,* ciptakanlah kiranya perdamaian di seluruh muka bumi. ℟.
Raja dan Allah kami, dengan kedatanganMu Engkau memperhatikan dan menghormati kami,* semoga kami seumur hidup menghormati Engkau dalam iman dan memperhatikan sabdaMu dalam perbuatan kami. ℟.
Engkau telah menjadi serupa dengan kami,* semoga kami juga semakin menyerupai Engkau. ℟.
Engkau telah menjadi warga dunia,* terimalah kami sebagai warga surga bersama Engkau. ℟.
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (Is 2, 3b-4)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Bukalah mataku, ya Tuhan, maka aku memandang hukumMu yang mengagumkan.
Mazmur 118 (119),17-24
Antifon 1Bukalah mataku, ya Tuhan, maka aku memandang hukumMu yang mengagumkan.
Antifon 2Bimbinglah aku menurut sabdaMu yang benar, ya Tuhan.
Mazmur 24 (25) I
Antifon 2Bimbinglah aku menurut sabdaMu yang benar, ya Tuhan.
Antifon 3Arahkanlah wajahMu kepadaku dan kasihanilah aku, ya Tuhan, sebab aku sebatang kara dan malang.
Mazmur 24 (25) II
Antifon 3Arahkanlah wajahMu kepadaku dan kasihanilah aku, ya Tuhan, sebab aku sebatang kara dan malang.
Bacaan singkat Zak 9,9
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (Is 60, 4 b-5)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Madah
Pendarasan Mazmur dari lingkaran empat pekan
Antifon 1O pertukaran yang mengagumkan. Pencipta sudi menjadi manusia dan lahir dari perawan, untuk mengangkat kita anak Allah.
Mazmur 121 (122)
Antifon 1O pertukaran yang mengagumkan. Pencipta sudi menjadi manusia dan lahir dari perawan, untuk mengangkat kita anak Allah.
Antifon 2Ya Kristus, tatkala Engkau lahir dari santa perawan, terpenuhilah nubuat Kitab suci. Laksana embun turun di atas padang rumput. Engkau turun untuk menyelamatkan umat manusia.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Ya Kristus, tatkala Engkau lahir dari santa perawan, terpenuhilah nubuat Kitab suci. Laksana embun turun di atas padang rumput. Engkau turun untuk menyelamatkan umat manusia.
Antifon 3Semak yang dilihat Musa menyala namun tak terbakar menandakan keperawanan Maria yang tetap utuh. Bunda Allah, doakanlah kami.
Ef 1,3-10
Antifon 3Semak yang dilihat Musa menyala namun tak terbakar menandakan keperawanan Maria yang tetap utuh. Bunda Allah, doakanlah kami.
Bacaan Singkat (Gal 4,4-5)
Antifon KidungBerbahagialah rahim yang telah mengandung Engkau, ya Kristus, Tuhan dan penyelamat dunia, alleluya.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungBerbahagialah rahim yang telah mengandung Engkau, ya Kristus, Tuhan dan penyelamat dunia, alleluya.
Doa Permohonan
℟. Berikanlah damaiMu kepada semua orang, ya Tuhan.
Dalam kelahiranMu telah Kaunyatakan kebaikan cinta kasihMu terhadap kami manusia,* semoga kami tetap bersyukur atas segala anugerahMu. ℟.
Engkau telah melimpahi Maria, bundaMu dengan kepenuhan rahmat,* limpahilah semua orang dengan anugerah dan kurniaMu. ℟.
Engkau telah datang untuk memaklumkan kabar gembira kepada dunia,* lipat gandakanlah jumlah para pewarta dan para pendengar sabdaMu. ℟.
Engkau berkenan menjadi saudara kami ketika Engkau lahir dari perawan Maria,* tambahkanlah semangat persaudaraan dan cinta kasih di antara manusia. ℟.
Engkau telah menyatakan diri kepada dunia laksana matahari yang terbit,* semoga orang-orang yang telah berpulang melihat Engkau dari muka ke muka dalam sinar kemuliaanMu. ℟.
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Doa Tobat
Madah
AntifonTubuhku beristirahat dengan tenteram.
Mazmur 15 (16)
AntifonTubuhku beristirahat dengan tenteram.
Bacaan singkat 1Tes 5,23
Lagu singkat
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santa Maria
Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah mengingatkan kita akan bidaah (ajaran sesat) tentang Kebundaan Illahi Maria, yang muncul pada abad ke 5. Pokok ajaran bidaah ini ialah bahwa Maria memang Bunda Yesus, tetapi bukan Bunda Allah.
Dalam Konsili Efesus pada tahun 431, ajaran sesat ini dikutuk. Konsili tetap dengan teguh mempertahankan ajaran yang benar, yaitu bahwa Maria adalah Bunda Allah (Theotokos), karena Yesus Anakanya adalah sungguh-sungguh Allah. Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah ditetapkan oleh Paus Pius XI pada hari ulang tahun ke-1500 Konsili Efesus tersebut.
Pada kesempatan ini, ada baiknya kita merenungkan makna nubuat nabi Yesaya: “Sesungguhnya seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia, Imanuel” (Yes 7:14), dan makna salam Elisabeth kepada Maria yang mengunjunginya: “Diberkatilah engkau diantara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini, sehingga ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?” (Luk 1:42-43).
Merayakan Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah juga berarti bahwa kita mengakui Yesus sebagai “sungguh-sungguh Allah dan sungguh-sungguh Manusia”. Kemulian Maria sebagai Bunda Allah adalah cermin kemulian Anaknya, yaitu Yesus, Tuhan dan Penebus umat manusia.
Santa Maria Bunda Allah
Pada hari pertama tahun baru, Gereja merayakan gelar tertua dan termulia Santa Perawan Maria: Bunda Allah. Yang dirayakan bukan sekadar peran keibuan Maria, melainkan kebenaran iman bahwa Ia yang dikandung dan dilahirkan Maria sungguh adalah Allah sendiri yang menjadi manusia. Karena Yesus adalah satu pribadi ilahi, maka wanita yang melahirkan-Nya dengan tepat disebut Bunda Allah.
Gelar ini berakar pada Kitab Suci. Elisabet menyapa Maria sebagai ibu Tuhanku (Lukas 1:43), dan Santo Paulus menulis bahwa Allah mengutus Anak-Nya yang lahir dari seorang perempuan (Galatia 4:4). Dari sinilah tumbuh sebutan Yunani Theotokos, yang berarti pengandung Allah, sebutan yang sudah dipakai umat beriman jauh sebelum diresmikan.
Ketika ajaran Nestorius pada abad kelima menyangkal gelar itu dan hanya mau menyebut Maria bunda Kristus sebagai manusia, Gereja berhimpun dalam Konsili Efesus tahun 431. Konsili itu menegaskan bahwa dalam Kristus hanya ada satu pribadi ilahi, sehingga Maria sungguh Theotokos, Bunda Allah. Keputusan ini disambut umat Efesus dengan sukacita besar.
Kota Roma sejak dini merayakan Maria pada 1 Januari, hari kedelapan sesudah Natal. Dalam perayaan ini iman akan Maria dan iman akan Yesus yang sejati Allah dan sejati manusia saling meneguhkan. Merayakannya di awal tahun berarti menyerahkan seluruh waktu yang akan datang ke dalam perlindungan sang Bunda.
Ditetapkan: gelar Bunda Allah disahkan Konsili Efesus tahun 431; perayaan pada 1 Januari dipulihkan oleh Paus Paulus VI melalui surat apostolik Marialis Cultus tahun 1974.
Santo Almakios atau Telemakus
Almakios adalah seorang biarawan. Tatkala ia mengunjungi kota Roma, ia berusaha menghentikan pertunjukan gladiator yang sering menimbulkan korban jiwa. Dalam usaha ini ia sendiri akhirnya terbunuh. Namun usahanya yang memuncak pada kematiannya itu membawa suatu perubahan, yakni bahwa sejak saat itu kaisar melarang pertunjukan berbahaya itu.
Yesus dari Nazaret
Delapan hari setelah kelahiran-nya, Kanak-kanak Yesus disunat sesuai aturan hukum Taurat Musa (Im 12:3: Luk 2:21; Kis 7:8; Flp 3:5), dan diberi nama Yesus (Yun.: Iesous; Ibr.: Yesyua, Yehosyua, yang berarti “Yahweh menyelamatkan”. Nama ini sebelum Yesus dari Nazaret sudah dipakai oleh Yosua, pengganti Musa. Melalui Yesus dari Nazaret, umat manusia diselamatkan (Kis 4:12; Flp 2:9 - 11). Dia-lah Al-Masih yang dijanjikan Yahweh kepada Israel, bangsa terpilih, dan kelahiran-nya melalui Perawan Maria menjadikan Dia seorang warga suku bangsa Israel. Sunat, sebagai upacara keagamaan di kalangan orang Ibrani dan lambang keanggotaan seseorang dalam masyarakat, menjadikan Yesus anggota masyarakat Yahudi.
Dengan demikian Yesus, yang adalah Al-Masih, menjadi batu pengunci antara Perjanjian Lama dan Baru, antara nubuat-nubuat nabi dan pemenuhannya, antara perumpamaan dan penetapannya, antara janji dan pelaksanaannya antara Kerajaan Daud, leluhurnya dan Kerajaan-Nya sendiri yang bersifat universal dan abadi.
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari