Doa Katolik
Peringatan Wajib

S. Paulus Miki dan kawan-kawan

Jumat, 6 Februari 2026· Merah · Pekan Psalterium IV
6 Februari 2026

Bacaan Misa

S. Paulus Miki dan kawan-kawan
Bacaan Pertama

Seperti lemak dipungut dari korban penghapus dosa, demikianlah Daud dipungut dari orang-orang Israel. Singa-singa dipermainkan olehnya seolah-olah kambing jantan belaka, dan beruang-beruang seakan-akan hanya anak domba saja. Bukankah di masa mudanya ia membunuh seorang raksasa serta mengambil nista dari bangsanya dengan melemparkan batu dari pengumban dan mencampakkan kebanggaan Goliat? Sebab berserulah ia kepada Tuhan Yang Mahatinggi, yang memberikan kekuatan kepada tangan kanannya, sehingga Daud merebahkan orang yang gagah dalam pertempuran, sedangkan tanduk bangsanya ditinggikannya. Maka dari itu ia dimuliakan karena "laksaan", dan dipuji-puji oleh karena berkat-berkat dari Tuhan, ketika mahkota yang mulia dipersembahkan kepadanya. Sebab ia membasmi segala musuh di kelilingnya, dan meniadakan orang-orang Filistin, lawannya serta mematahkan tanduk mereka hingga hari ini. Dalam segala tindakannya Daud menghormati Tuhan, dan dengan kata yang luhur menghormati Yang Kudus, Yang Mahatinggi. Ia bernyanyi-nyanyi dengan segenap hati, dan mengasihi Penciptanya. Di depan mezbah ditaruhnya kecapi, dan memperindah lagu-lagunya dengan bunyinya. Ia memberikan kemeriahan kepada segala perayaan, dan hari-hari raya diaturnya secara sempurna. Maka orang memuji-muji Nama Tuhan yang kudus, dan mulai pagi-pagi benar suara orang bertalun-talun di tempat kudus-Nya. Tuhan mengampuni segala dosanya serta meninggikan tanduknya untuk selama-lamanya. Iapun memberinya perjanjian kerajaan, dan menganugerahkan kepadanya takhta yang mulia di Israel.

Mazmur Tanggapan

Adapun Allah, jalan-Nya sempurna; janji TUHAN adalah murni; Dia menjadi perisai bagi semua orang yang berlindung pada-Nya.
TUHAN hidup! Terpujilah gunung batuku, dan mulialah Allah Penyelamatku,
Sebab itu aku mau menyanyikan syukur bagi-Mu di antara bangsa-bangsa, ya TUHAN, dan aku mau menyanyikan mazmur bagi nama-Mu.
Ia mengaruniakan keselamatan yang besar kepada raja yang diangkat-Nya, dan menunjukkan kasih setia kepada orang yang diurapi-Nya, yaitu Daud dan kepada anak cucunya untuk selamanya."

Bacaan Injil

Raja Herodes juga mendengar tentang Yesus, sebab nama-Nya sudah terkenal dan orang mengatakan: "Yohanes Pembaptis sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam Dia." Yang lain mengatakan: "Dia itu Elia!" Yang lain lagi mengatakan: "Dia itu seorang nabi sama seperti nabi-nabi yang dahulu." Waktu Herodes mendengar hal itu, ia berkata: "Bukan, dia itu Yohanes yang sudah kupenggal kepalanya, dan yang bangkit lagi." Sebab memang Herodeslah yang menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di penjara berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya, karena Herodes telah mengambilnya sebagai isteri. Karena Yohanes pernah menegor Herodes: "Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!" Karena itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaksud untuk membunuh dia, tetapi tidak dapat, sebab Herodes segan akan Yohanes karena ia tahu, bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci, jadi ia melindunginya. Tetapi apabila ia mendengarkan Yohanes, hatinya selalu terombang-ambing, namun ia merasa senang juga mendengarkan dia. Akhirnya tiba juga kesempatan yang baik bagi Herodias, ketika Herodes pada hari ulang tahunnya mengadakan perjamuan untuk pembesar-pembesarnya, perwira-perwiranya dan orang-orang terkemuka di Galilea. Pada waktu itu anak perempuan Herodias tampil lalu menari, dan ia menyukakan hati Herodes dan tamu-tamunya. Raja berkata kepada gadis itu: "Minta dari padaku apa saja yang kauingini, maka akan kuberikan kepadamu!", lalu bersumpah kepadanya: "Apa saja yang kauminta akan kuberikan kepadamu, sekalipun setengah dari kerajaanku!" Anak itu pergi dan menanyakan ibunya: "Apa yang harus kuminta?" Jawabnya: "Kepala Yohanes Pembaptis!" Maka cepat-cepat ia pergi kepada raja dan meminta: "Aku mau, supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam!" Lalu sangat sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya ia tidak mau menolaknya. Raja segera menyuruh seorang pengawal dengan perintah supaya mengambil kepala Yohanes. Orang itu pergi dan memenggal kepala Yohanes di penjara. Ia membawa kepala itu di sebuah talam dan memberikannya kepada gadis itu dan gadis itu memberikannya pula kepada ibunya. Ketika murid-murid Yohanes mendengar hal itu mereka datang dan mengambil mayatnya, lalu membaringkannya dalam kuburan.

Suara yang Tak Terpenggal

Renungan · 1 menit baca

Kemarin dua belas murid diutus dan mulai mewartakan tobat. Hari ini Markus mencatat gemanya sampai ke istana: raja Herodes pun mendengar tentang Yesus, dan hatinya langsung gelisah oleh kenangan lama.

Herodes sebenarnya senang mendengarkan Yohanes Pembaptis. Hatinya selalu terombang-ambing, tetapi ia merasa senang juga mendengarkan dia. Ada suara benar yang menyapa nuraninya. Suara itu akhirnya kalah oleh satu pesta, satu sumpah gegabah, dan rasa takut kehilangan muka di depan para tamu. Kepala sang nabi berakhir di atas talam.

Gengsi memang pembunuh yang sopan. Ia tidak tampak kejam, hanya berbisik: jangan tarik ucapanmu, malu dilihat orang. Berapa banyak kebenaran kita korbankan demi menjaga muka?

Namun kebenaran tidak ikut terpenggal. Suara Yohanes justru menghantui Herodes: dia sudah bangkit, katanya. Hari ini Gereja mengenang Paulus Miki dan kawan-kawannya, dua puluh enam martir yang disalibkan di Nagasaki. Dari atas salibnya Paulus Miki masih berkhotbah dan mengampuni para algojonya. Suara itu pun tak terbungkam; benihnya tumbuh menjadi Gereja yang bertahan ratusan tahun tanpa imam. Suara kebenaran bisa dipenjara dan dipenggal. Yang tidak bisa: dipadamkan.

Tuhan, ketika gengsi menawar nuraniku, beri aku keberanian Yohanes dan kelembutan Paulus Miki. Amin.

Invitatorium

S. Paulus Miki dan kawan-kawan

Pekan IV Mazmur

Pembukaan

AntifonMarilah menyembah Tuhan, raja para martir.

Mazmur 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karyaKu yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonMarilah menyembah Tuhan, raja para martir.

Ibadat Bacaan

S. Paulus Miki dan kawan-kawan

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, datanglah menolong aku.
℟.Tuhan, bersegeralah menolong aku.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Lihatlah! Mengelilingi takhta, suatu laskar mulia,

Para kudus dalam jutaan tak terhitung berdiri;

Dari setiap lidah ditebus bagi Allah,

Berpakaian jubah yang dicuci dalam darah,

Alleluya.
Melalui kesengsaraan besar mereka datang;

Mereka memikul salib, menghina rasa malu;

Dari segala jerih lelah mereka kini beristirahat,

Dalam kemuliaan abadi Allah diberkati,

Alleluya.
Mereka melihat Juruselamat mereka muka dengan muka;

Dan menyanyikan kemenangan rahmat-Nya;

Dia siang dan malam, mereka tak henti memuji,

Kepada-Nya mereka menaikkan syukur yang nyaring,

Alleluya.
“Layaklah Anak Domba, yang disembelih bagi orang berdosa,

Selama tahun-tahun tak berkesudahan untuk hidup dan memerintah;

Engkau telah menebus kami dengan darah-Mu,

Dan menjadikan kami raja dan imam bagi Allah.”

Alleluya.
Oh, semoga kami menapaki jalan suci

Yang dilalui para kudus dan martir suci;

Berjuang sampai akhir perjuangan mulia,

Dan memenangkan, seperti mereka, mahkota kehidupan,

Alleluya.

Pendarasan Mazmur

Antifon 1Ya Allahku, janganlah menolak seruanku minta tolong, karena aku diserang oleh orang fasik.

Mazmur 54 (55)

Melawan seorang teman yang terbukti pengkhianat

Yesus diliputi rasa takut dan cemas (Markus 14:33).

I
Ya Allah, dengarkanlah doaku,

janganlah menyembunyikan diri dari permohonanku,

perhatikanlah aku dan jawablah;

dengan kekuatiranku, aku tidak dapat beristirahat.
Aku gemetar mendengar teriakan musuh,

mendengar seruan orang fasik;

karena mereka mendatangkan kejahatan atasku.

Mereka menyerangku dengan kemarahan.
Hatiku tertekan di dalam diriku,

teror maut menimpaku,

gemetar dan takut menimpaku

dan kengerian meliputiku.
Oh, seandainya aku memiliki sayap seperti merpati

untuk terbang jauh dan beristirahat.

Maka aku akan melarikan diri jauh

dan berlindung di padang gurun.
Aku akan bergegas mencari perlindungan

dari angin yang mengamuk,

dari badai yang merusak, ya Tuhan,

dan dari lidah-lidah mereka yang bersekongkol.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonYa Allahku, janganlah menolak seruanku minta tolong, karena aku diserang oleh orang fasik.

Antifon 2Tuhan sendiri akan membebaskan kita dari tangan-tangan yang memusuhi dan khianat.

II
Sebab aku tidak melihat apa-apa selain kekerasan

dan perselisihan di kota.

Siang dan malam mereka berpatroli

tinggi di tembok kota.
Penuh dengan kejahatan dan keburukan;

penuh dengan dosa.

Jalan-jalannya tidak pernah bebas

dari tirani dan tipu daya.
Jika ini dilakukan oleh musuh

aku bisa menanggung ejekannya.

Jika seorang saingan bangkit melawanku,

aku bisa bersembunyi darinya.
Tetapi Engkau, sahabatku sendiri,

sahabat karibku!

Betapa eratnya persahabatan di antara kita.

Kita berjalan bersama dalam harmoni

di rumah Allah.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonTuhan sendiri akan membebaskan kita dari tangan-tangan yang memusuhi dan khianat.

Antifon 3Serahkanlah kekuatiranmu kepada Tuhan; Ia akan menopangmu.

III
Adapun aku, aku akan berseru kepada Allah

dan Tuhan akan menyelamatkan aku.

Petang, pagi, dan tengah hari

aku akan berseru dan meratap.
Ia akan membebaskan jiwaku dalam damai

dalam serangan terhadapku:

karena mereka yang memerangi aku banyak,

tetapi Ia mendengar suaraku.
Allah akan mendengar dan akan merendahkan mereka,

Hakim yang kekal:

karena mereka tidak akan mengubah jalan mereka.

Mereka tidak takut akan Allah.
Pengkhianat telah berbalik melawan teman-temannya;

ia telah melanggar janjinya.

Ucapannya lebih lembut dari mentega,

tetapi perang ada di hatinya.

Kata-katanya lebih halus dari minyak,

tetapi itu adalah pedang telanjang.
Serahkanlah kekuatiranmu kepada Tuhan

dan Ia akan menopangmu.

Ia tidak akan pernah membiarkan

orang benar tersandung.
Tetapi Engkau, ya Allah, akan menjatuhkan mereka

ke lubang maut.

Orang-orang yang menipu dan haus darah

tidak akan hidup setengah dari hari-hari mereka.

Ya Tuhan, aku akan percaya kepada-Mu.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Tuhan Yesus, Engkau ditolak oleh umat-Mu, dikhianati oleh ciuman seorang teman, dan ditinggalkan oleh murid-murid-Mu. Berilah kami keyakinan yang Engkau miliki pada Bapa, dan keselamatan kami akan terjamin.

AntifonSerahkanlah kekuatiranmu kepada Tuhan; Ia akan menopangmu.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) – saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita gema penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Aku telah mengalami kesengsaraan dan kesusahan.

℟ Tetapi dalam perintah-Mu aku telah menemukan penghiburan.

Bacaan Pertama

Permulaan surat kedua Rasul Paulus kepada jemaat Tesalonika

1:1-12

Salam dan ucapan syukur
Dari Paulus, Silwanus, dan Timotius, kepada jemaat Tesalonika yang berada dalam Allah Bapa kita dan Tuhan Yesus Kristus. Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu dari Allah Bapa dan Tuhan Yesus Kristus.
Adalah pantas bagi kami untuk senantiasa mengucap syukur kepada Allah karena kamu, saudara-saudara, sebab imanmu bertumbuh dengan pesat dan kasihmu satu sama lain semakin bertambah; sedemikian rupa sehingga di antara jemaat-jemaat Allah kami dapat membanggakan ketabahanmu dan imanmu dalam penganiayaan dan pencobaan. Kamu menanggung semua ini sebagai ungkapan penghakiman Allah yang adil, agar kamu dianggap layak bagi kerajaan-Nya—demi kerajaan-Nya kamu menderita—sekalipun keadilan yang ketat akan menuntut agar Allah menimpakan kesukaran kepada mereka yang menimpakannya kepadamu.
Ia akan memberikan kelegaan kepadamu yang sangat dicobai, demikian juga kepada kami, ketika Tuhan Yesus dinyatakan dari surga bersama malaikat-malaikat-Nya yang perkasa; ketika “dengan kuasa yang menyala-nyala Ia akan menjatuhkan hukuman kepada mereka yang tidak mengenal Allah dan tidak menaati” Injil Tuhan kita Yesus. Orang-orang seperti itu akan menderita hukuman kebinasaan kekal, terpisah dari hadirat Tuhan dan kemuliaan kekuatan-Nya pada Hari ketika Ia datang, untuk dimuliakan di antara orang-orang kudus-Nya dan disembah oleh semua orang yang telah percaya—karena kamu telah memiliki kesaksian kami kepadamu.
Kami senantiasa berdoa untukmu agar Allah kita menjadikanmu layak bagi panggilan-Nya, dan memenuhi dengan kuasa-Nya setiap niat yang jujur dan pekerjaan iman. Dengan demikian nama Tuhan kita Yesus dapat dimuliakan dalam dirimu dan kamu dalam Dia, sesuai dengan karunia rahmat Allah kita dan Tuhan Yesus Kristus.

Responsorium Lihat 2 Tesalonika 1:10; Mazmur 145:13

Tuhan akan datang untuk dimuliakan di antara orang-orang kudus-Nya

℟ dan untuk disembah oleh semua orang yang telah percaya kepada-Nya.
Tuhan setia dalam segala firman-Nya dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya.

℟ Dan untuk disembah oleh semua orang yang telah percaya kepada-Nya.
Bacaan Kedua

Dari sebuah kisah kemartiran Santo Paulus Miki dan para sahabatnya, oleh seorang penulis sezaman.

Kamu akan menjadi saksi-Ku
Salib-salib telah dipasang. Pastor Pasio dan Pastor Rodriguez bergantian menyemangati para korban. Perilaku mereka yang teguh sungguh menakjubkan untuk dilihat. Pastor Bendahara berdiri tak bergerak, matanya menatap ke surga. Saudara Martin mengucap syukur atas kebaikan Allah dengan menyanyikan mazmur. Berulang kali ia mengulang: “Ke dalam tangan-Mu, Tuhan, kuserahkan hidupku.” Saudara Fransiskus Branco juga mengucap syukur kepada Allah dengan suara nyaring. Saudara Gonsalvo dengan suara sangat nyaring terus mengucapkan Doa Bapa Kami dan Salam Maria.
Saudara kita, Paulus Miki, melihat dirinya kini berdiri di mimbar termulia yang pernah ia isi. Kepada “jemaatnya” ia mulai dengan menyatakan dirinya sebagai orang Jepang dan seorang Yesuit. Ia mati demi Injil yang ia khotbahkan. Ia mengucap syukur kepada Allah atas berkat yang luar biasa ini dan ia mengakhiri “khotbahnya” dengan kata-kata ini: “Saat saya mencapai saat tertinggi dalam hidup saya ini, saya yakin tidak ada di antara Anda yang akan mengira saya ingin menipu Anda. Maka saya katakan dengan jelas: tidak ada jalan keselamatan kecuali jalan Kristiani. Agama saya mengajarkan saya untuk mengampuni musuh-musuh saya dan semua yang telah menyinggung saya. Saya dengan senang hati mengampuni Kaisar dan semua yang telah mencari kematian saya. Saya memohon kepada mereka untuk mencari baptisan dan menjadi Kristen sendiri.”
Kemudian ia menatap rekan-rekannya dan mulai menyemangati mereka dalam perjuangan terakhir mereka. Sukacita terpancar di wajah mereka semua, dan paling utama di wajah Louis. Ketika seorang Kristen di antara kerumunan berseru kepadanya bahwa ia akan segera berada di surga, tangan-tangannya, seluruh tubuhnya terangkat ke atas dengan sukacita sedemikian rupa sehingga setiap mata tertuju padanya.

Antifononius, yang tergantung di samping Louis, menatap ke surga dan memanggil nama-nama kudus— “Yesus, Maria!” Ia mulai menyanyikan sebuah mazmur: “Pujilah Tuhan, hai anak-anak!” (Ia mempelajarinya di kelas katekismus di Nagasaki. Mereka di sana berhati-hati untuk mengajar anak-anak beberapa mazmur untuk membantu mereka mempelajari katekismus mereka.)

Yang lain terus mengulang “Yesus, Maria!” Wajah mereka tenang. Beberapa dari mereka bahkan mendesak orang-orang yang berdiri di dekatnya untuk menjalani hidup Kristen yang layak. Dengan cara-cara ini dan cara-cara lain mereka menunjukkan kesiapan mereka untuk mati.
Kemudian, menurut adat Jepang, keempat algojo mulai menghunus tombak mereka. Pada pemandangan yang mengerikan ini, semua orang Kristen berseru, “Yesus, Maria!” Dan badai tangisan yang menyedihkan kemudian naik membentur langit. Para algojo membunuh mereka satu per satu. Satu tusukan tombak, lalu pukulan kedua. Semuanya selesai dalam waktu yang sangat singkat.

Responsorium Lihat Galatia 6:14; Filipi 1:29

Kita harus bermegah dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus; di dalam Dia ada keselamatan, hidup, dan kebangkitan kita.

℟ Melalui Dia kita diselamatkan dan dibebaskan.
Rahmat ini telah diberikan kepadamu, bukan hanya untuk percaya kepada Kristus, tetapi juga untuk menderita demi Dia.

℟ Melalui Dia kita diselamatkan dan dibebaskan.

Doa Penutup

Ya Allah,

kekuatan semua Orang Kudus,

yang melalui Salib berkenan

memanggil para Martir Santo Paulus Miki dan para sahabatnya kepada kehidupan,

kami mohon, berilah, agar melalui perantaraan mereka kami dapat dengan berani

memegang teguh hingga kematian iman yang kami akui.

Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

℟ Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)

Marilah kita memuji Tuhan.

℟ Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

S. Paulus Miki dan kawan-kawan

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Marilah kita bernyanyi
Dengan gembira memuji
Kejayaan para kudus
Yang dibunuh demi Kristus.

Berkat imannya yang kuat
Dan dibantu oleh rahmat
Mereka bertekad bulat
Setya sampai akhir hayat.

Meskipun diancam maut
Tidaklah mereka takut
Sebab Tuhan mendampingi
Dengan kuasa ilahi.

Mari mohon pada Tuhan
Agar kita digabungkan
Pada rombongan pahlawan
Sepanjang segala zaman. Amin.

Pendarasan Mazmur dari lingkaran empat pekan

Antifon 1Ciptakanlah hati murni bagiku, ya Allah, dan baharuilah semangat tabah dalam batinku.

Mazmur 50 (51)

Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setiaMu,*
menurut besarnya rahmatMu, hapuskanlah kesalahanku.

Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku,*
dan cucilah aku dari dosaku.

Kusadari pelanggaranku,*
dosaku selalu membayang di hadapan mataku.

Terhadap Engkau, terhadap Engkaulah aku berdosa,*
yang jahat di hadapanMu kulakukan.

Jadi ternyata Engkau adil bila menghukum aku,*
dan tepatlah keputusanMu.

Sungguh aku dilahirkan dalam kesalahan,*
dan dalam dosa aku dikandung ibu.

Sungguh Engkau berkenan akan ketulusan hati,*
Engkau meresapkan kebijaksanaan ke dalam batinku.

Bersihkanlah aku, agar aku jadi murni,*
basuhlah aku agar jadi putih melebihi salju.

Sampaikanlah kabar sukacita kepadaku,*
semoga hati yang Kauremukkan bersorak gembira.

Palingkanlah wajahMu dari dosaku,*
hapuskanlah segala kesalahanku.

Ciptakanlah hati murni bagiku, ya Allah,*
baharuilah semangat tabah dalam batinku.

Janganlah Kaubuang aku dari hadapanMu,*
janganlah Kauambil rohMu yang kudus dari padaku.

Kembalikanlah kepadaku kegembiraan atas keselamatanMu,*
dan berilah aku semangat yang rela.

Maka aku akan mengajarkan sikap hatiMu kepada orang berdosa,*
supaya mereka kembali kepadaMu.

Lepaskanlah aku dari dosa pembunuhan, ya Allah penyelamatku,*
maka aku akan memashyurkan keadilanMu.

Ya Tuhan, sudilah membuka bibirku,*
supaya mulutku mewartakan pujianMu.

Engkau tak berkenan akan kurban sembelihan,*
kurban bakar yang kupersembahkan, tidak Kausukai.

Persembahan kepada Allah, ialah jiwa yang menyesal,*
hati remuk redam takkan Kautolak.

Antifon 1Ciptakanlah hati murni bagiku, ya Allah, dan baharuilah semangat tabah dalam batinku.

Antifon 2Bersukacitalah, hai Yerusalem sebab dengan perantaraanmu semua orang akan dihimpun di hadapan Tuhan.

Tb 13,10-16

Pujilah Tuhan, hai para pilihanNya,*
berpestalah dengan gembira dan bersyukurlah kepadaNya.

Hai Yerusalem, kota suci,+
Allah menyiksa kamu karena perbuatanmu yang jahat,*
tetapi Ia akan mengasihani kembali orang-orang yang jujur.

Luhurkanlah Tuhan dengan selayaknya,+
bersyukurlah kepada raja yang kekal abadi,*
supaya rumahNya dibangun kembali bagimu dengan gembira.

Tuhan akan menghantar pulang semua tawananmu,*
dan engkau akan bersukacita selama-lamanya.

Engkau bermandikan cahaya gemilang, hai Yerusalem,*
dan seluruh bumi sujud hormat kepadamu.

Dari jauh bangsa-bangsa datang kepadaMu,*
membawa persembahan sebagai tanda bakti bagi Tuhanmu.

Mereka memandang tanahmu sebagai tanah suci,*
dan menyerukan nama Tuhan di tengahmu.

Hai Yerusalem, engkau akan bersukacita atas putera-puterimu,+
sebab mereka semua diberkati Tuhan,*
dan dihimpun di hadapanNya.

Berbahagialah semua yang mencintai engkau,*
yang bersukacita atas damai sejahteramu.

Pujilah Tuhan, hai hatiku, pujilah Tuhan Allah kita,*
sebab Ia membebaskan kotaNya Yerusalem dari segala penderitaannya.

Antifon 2Bersukacitalah, hai Yerusalem sebab dengan perantaraanmu semua orang akan dihimpun di hadapan Tuhan.

Antifon 3Pujilah Allahmu, hai Sion, Ia mengutus sabdaNya ke bumi.

Mazmur 147 (147B)

Megahkanlah Tuhan, hai Yerusalem,*
pujilah Allahmu, hai Sion.

Sebab Ia menguatkan palang pintu gerbangmu,*
Ia memberkati para pendudukmu.

Sebab Ia memberikan kesejahteraan kepada daerahmu,*
dan mengenyangkan dikau dengan gandum yang paling baik.

Ia mengutus sabdaNya ke bumi,*
dengan segera firmanNya berlari.

DiturunkanNya salju seperti bulu domba,*
dihamburkanNya embun beku bagaikan abu.

DilemparkanNya hujan es seperti kerikil,*
siapa dapat menahan dinginnya?

Ia bersabda lagi, maka es mencair kembali,*
Ia menyuruh anginNya bertiup, maka air mengalir.

Dialah yang menyampaikan firmanNya kepada Yakub,*
ketetapan dan hukumNya kepada Israel.

Ia tidak berbuat demikian kepada segala bangsa,*
hukum-hukumNya tidak mereka kenal.

Antifon 3Pujilah Allahmu, hai Sion, Ia mengutus sabdaNya ke bumi.

Bacaan Singkat (2Kor 1,3-5)

Terpujilah Allah Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belaskasihan dan Allah sumber segala penghiburan. Ia menghibur kita dalam segala penderitaan, sehingga kita sanggup menghibur semua orang yang ditimpa bermacam-macam penderitaan, dengan penghiburan yang kita terima sendiri dari Allah. Sebab sebagaimana penderitaan Kristus melimpah dalam diri kita, demikian pula berlimpahlah penghiburan kita demi Kristus.

Lagu Singkat

℣.Orang-orang jujur hidup,* Untuk selama-lamanya.℟.Orang.℣.Dan Tuhanlah ganjaran mereka.℟.Untuk selama-lamanya.℣.Kemuliaan.℟.Orang.

Antifon KidungBerbahagialah orang yang dianiaya karena taat kepada Tuhan, sebab bagi mereka kerajaan Allah.

Kidung Zakaria Luk 1,68-79

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Antifon KidungBerbahagialah orang yang dianiaya karena taat kepada Tuhan, sebab bagi mereka kerajaan Allah.

Doa Permohonan

Saudara-saudara, para martir wafat demi sabda Allah. Marilah kita memuji penebus kita, saksi yang setia, dan berkata:

℟. Engkau telah menebus kami dengan darahMu.

Ya Tuhan, para martirMu rela mati untuk memberi kesaksian tentang iman mereka,* berikanlah kebebasan rohani kepada kami. ℟.

Para martirMu mengakui iman mereka sampai menumpahkan darahnya,* berilah kami kemurnian dan keteguhan iman. ℟.

Para martirMu mengikuti jejakMu dengan memanggul salib mereka,* semoga kami dengan berani menanggung kesukaran-kesukaran hidup. ℟.

Para martirMu membasuh pakaian mereka dalam darah Anakdomba,* semoga kami mengalahkan serangan hawa nafsu dan bujukan dosa. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Ya Allah, kekuatan semua Orang Kudus, yang melalui Salib berkenan memanggil para Martir Santo Paulus Miki dan para sahabatnya kepada kehidupan, kami mohon, berilah, agar melalui perantaraan mereka kami dapat dengan berani memegang teguh hingga kematian iman yang kami akui. Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala abad. — Amin. AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama) Marilah kita memuji Tuhan. — Dan bersyukur kepada-Nya. ↑ ke atas

Ibadat Sebelum Tengah Hari

S. Paulus Miki dan kawan-kawan

Pekan IV Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Roh Kudus, datanglah kini,
satu dengan Bapa dan Putra;
sudilah Engkau bersegera,
mencurah penuh ke hati kami.

Mulut, lidah, budi, dan rasa,
serta tenaga wartakan iman;
berkobarlah kasih bagai api,
nyalanya menjangkau sesama.

Kenalkanlah kami pada Bapa,
dan pada Putra melalui-Mu;
Engkau Roh dari keduanya,
kami imani sepanjang masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Mazmur 119 (120)

Dalam kesesakanku aku berseru kepada Tuhan,*
dan Ia mendengarkan daku.

Ya Tuhan, lepaskanlah aku dari bibir pendusta,*
dan dari lidah penipu.

Tuhan pasti membalas kamu,*
Ia pasti mengganjar kamu, hai para penipu!

Dengan panah tajam dari busur tentara,*
dengan bara yang berpijar-pijar.

Celakalah aku entah aku tinggal jauh di daerah Mesekh,*
entah jauh di perkemahan Kedar!

Aku masih tinggal terlalu dekat juga,*
pada orang yang membenci perdamaian.

Kalau aku, perdamaianlah yang kubicarakan,*
sedangkan mereka hanya peperangan.

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Mazmur 120 (121)

Aku melayangkan pandangan ke Gunung,*
dari manakah dapat kuharapkan pertolongan?

Pertolonganku dari Tuhan,*
yang menjadikan langit dan bumi.

Ia takkan membiarkan kakimu tersandung,*
yang menjagamu takkan mengantuk.

Sungguh, takkan mengantuk dan tertidur,*
yang menjaga Israel.

Tuhan menjaga dan menaungi kamu,*
Yang mahatinggi adalah kekuatanmu.

Matahari takkan menyakiti kamu di waktu siang,*
maupun bulan di waktu malam.

Tuhan menjaga kamu terhadap segala kemalangan,*
Ia menjaga nyawamu.

Tuhan menjaga segala tingkah lakumu,*
sekarang dan selama-lamanya.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Mazmur 121 (122)

Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku,*
"Mari kita pergi ke rumah Tuhan".

Sekarang kami telah berdiri,*
di gerbangmu, hai Yerusalem!

Hai Yerusalem, engkau dibangun,*
sebagai kota yang rapat tersusun.

Suku bangsa berziarah kepadamu,*
suku bangsa Tuhan.

Untuk bersyukur kepada Tuhan,*
sesuai dengan peraturan Israel.

Di sanalah terdapat kursi pengadilan,*
kursi keluarga raja Daud.

Mohonkanlah damai sejahtera bagi Yerusalem,*
"Damai sejahtera bagi orang yang mencintai engkau!"

Semoga damai sejahtera turun atas wilayahmu,*
dan kemakmuran atas istanamu.

Atas nama semua saudara dan sahabatku,*
aku mengucapkan selamat kepadamu.

Demi bait Tuhan, Allah kita,*
aku memohonkan kebahagiaan bagimu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Bacaan singkat (Rom 12, 17a. 19b-20a. 21)

Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang! Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan. Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!

Ayat Singkat

℣.Kasih setia Tuhan dari selama-lamanya sampai selama-lamanya.℟.Dan keadilan-Nya bagi orang yang memegang perjanjian-Nya.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, pada jam ketiga Engkau dihantar ke hukuman salib demi keselamatan dunia; dengan rendah hati kami mohon kepada-Mu, agar atas kejahatan masa lampau kami senantiasa memperoleh ampun pada-Mu, dan terhadap masa depan kami tetap Kaulindungi. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Tengah Hari

S. Paulus Miki dan kawan-kawan

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan IV Mazmur

Madah

Sungguh agung cinta Tuhan
Yang tidak takut berkurban
Mautpun tak menghalangi
Kasih setya yang sejati.

Selalu siap mengabdi
Datang untuk melayani
Itulah semangat Tuhan
Yang harus kita wujudkan.

Terpujilah Allah Bapa
Bersama Putra tercinta
Yang memperoleh Roh suci
Pembaharu muka bumi. Amin.

Antifon 1Makmurlah orang yang mencintai hukumMu, ya Tuhan.

Mazmur 118 (119),161-168

Kaum curang mengejar aku tanpa alasan,*
hatiku sungguh takut akan mereka.

Tetapi aku bergembira atas sabdaMu,*
seperti orang yang mendapat harta besar.

Aku benci dan muak terhadap dusta,*
tetapi hukumMu kucintai.

Tujuh kali sehari aku memuji Engkau,*
karena keputusanMu yang tepat.

Makmurlah orang yang mencintai hukumMu,*
tiada batu sandungan bagi mereka.

Aku mengharapkan keselamatanMu, ya Tuhan,*
aku menepati perintahMu.

Aku berpegang pada ketetapanMu,*
aku amat mencintainya.

Aku memperhatikan perintah dan ketetapanMu,*
sebab seluruh hidupku terbuka di hadapanMu.

Antifon 1Makmurlah orang yang mencintai hukumMu, ya Tuhan.

Antifon 2Himpunan umat beriman hidup sehati dan sejiwa.

Mazmur 132 (133)

Alangkah baik dan menyenangkan,*
tinggal bersama sebagai saudara.

Bagaikan minyak wangi di atas kepala,*
yang mencucuri janggut Harun dan menetesi jubahnya.

Bagaikan embun di gunung Hermon,*
bagaikan embun yang turun di bukit Sion.

Sebab di Sionlah Tuhan menurunkan berkat,*
dan menganugerahkan kehidupan untuk selama-lamanya.

Antifon 2Himpunan umat beriman hidup sehati dan sejiwa.

Antifon 3Ya Tuhan, belalah aku terhadap gangguan orang berdosa.

Mazmur 139 (140),1-9.13-14

Ya Tuhan, bebaskanlah aku dari orang jahat,*
lindungilah aku terhadap kekerasan.

Mereka merencanakan kejahatan,*
sepanjang hari mencari pertengkaran.

Seperti ular, mereka mengasah lidahnya,*
mulut mereka penuh racun ular berbisa.

Ya Tuhan, belalah aku terhadap gangguan orang berdosa,*
lindungilah aku terhadap kekerasan.

Mereka bermaksud menjatuhkan daku,*
dengan memasang jerat.

Orang yang kurang ajar membentangkan jaring,*
dan memasang perangkap di jalanku.

Aku berkata: "Ya Tuhan, Engkaulah Allahku,*
dengarkanlah seruan doaku.

Tuhan, ya Tuhanku, Engkaulah penyelamatku,*
lindungilah kepalaku pada hari pertempuran.

Ya Tuhan, janganlah Kaupenuhi keinginan orang berdosa,*
janganlah Kaudukung tipu muslihat mereka".

Aku tahu, bahwa Tuhan adil terhadap orang tertindas,*
dan membela hak orang miskin.

Sungguh, orang jujur akan memuji namaMu,*
orang suci akan hidup di hadapan wajahMu.

Antifon 3Ya Tuhan, belalah aku terhadap gangguan orang berdosa.

Bacaan singkat 1Ptr 5,10-11

Allah, sumber segala rahmat, telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaanNya yang kekal. Ia akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita sejurus lamanya. Dialah yang berkuasa sepanjang segala abad. Amin.

℣.Orang kudus yang berharap kepada Tuhan.℟.Akan dikuatkan dan takkan jatuh.

Doa Penutup

Ya Allah, kekuatan semua Orang Kudus, yang melalui Salib berkenan memanggil para Martir Santo Paulus Miki dan para sahabatnya kepada kehidupan, kami mohon, berilah, agar melalui perantaraan mereka kami dapat dengan berani memegang teguh hingga kematian iman yang kami akui. Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala abad. — Amin. AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama) Marilah kita memuji Tuhan. — Dan bersyukur kepada-Nya. ↑ ke atas

Ibadat Sesudah Tengah Hari

S. Paulus Miki dan kawan-kawan

Pekan IV Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Allah, kekuatan yang teguh,
tak tergoyahkan tinggal dalam-Mu;
Engkau menata waktu terang siang
dalam pergantian yang berurutan.

Karuniakanlah senja yang cerah,
agar hidup tak pernah pudar,
melainkan pahala kematian kudus:
kemuliaan kekal menyongsong kami.

Kabulkanlah, ya Bapa mahakasih,
dan Putra Tunggal setara Bapa,
bersama Roh Kudus Penghibur,
yang meraja sepanjang segala masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Mazmur 125 (126)

Ketika Tuhan memulangkan tawanan Sion,*
kita seperti orang yang bermimpi.

Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa,*
dan lidah kita dengan sorak-sorai.

Bahkan bangsa-bangsa kafir mengakui,*
"Agunglah karya Tuhan bagi mereka".

Sungguh agung karya Tuhan bagi kita,*
sebab itu kita bersukacita.

Tuhan telah memulihkan nasib kita,*
seperti sungai kering berair lagi di musim hujan.

Yang menabur dengan bercucuran air mata,*
akan menuai dengan bersorak-sorai.

Ia pergi dengan menangis sambil membawa kantong benihnya,*
ia pulang sambil bernyanyi membawa berkas panenannya.

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Mazmur 126 (127)

Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah,*
sia-sialah para pembangun bekerja.

Jikalau bukan Tuhan yang menjaga kota,*
sia-sialah para pengawal berjaga.

Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi,+
pergi tidur larut malam,*
dan mencari nafkah dengan susah payah.

Tetapi Tuhan menganugerahkan kesejahteraan,*
kepada orang yang dicintaiNya.

Putera-putera sungguh anugerah Tuhan,*
dan buah kandungan sungguh ganjaranNya.

Seperti anak panah di tangan pahlawan,*
demikianlah putera yang diperanakkan pada masa muda.

Berbahagialah orang yang mengisi,*
tabung panahnya sampai penuh.

Ia tidak akan dipermalukan oleh musuh,*
tetapi akan menghalau mereka dari pintu gerbang.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Mazmur 127 (128)

Berbahagialah setiap orang yang takwa,*
yang hidup sesuai dengan bimbingan Tuhan.

Engkau akan menikmati hasil jerih payahmu,*
hidupmu akan bahagia dan sejahtera.

Isterimu subur dalam rumahmu bagaikan pokok anggur,*
anak-anakMu mengelilingi mejamu bagaikan tunas zaitun.

Demikianlah suami yang takwa akan diberkati,*
semoga Tuhan memberkati engkau dari Sion.

Semoga engkau menikmati kemakmuran Yerusalem seumur hidup,*
dan melihat anak cucumu turun-temurun.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Bacaan singkat (1 Io 4, 9-11)

Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita. Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi.

Ayat Singkat

℣.Pandanglah, ya Allah perisai kami.℟.Dan lihatlah wajah orang yang Kauurapi.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghantar penjahat yang bertobat dari kayu salib masuk ke dalam kerajaan-Mu; sambil mengakui dosa-dosa kami, dengan penuh kepercayaan kami mohon kepada-Mu, agar sesudah kematian Engkau membuat kami masuk dengan sukacita melalui pintu firdaus. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sore

S. Paulus Miki dan kawan-kawan

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan IV Mazmur

Madah

Kawan sekalian mari melambungkan
Nyanyian pujian untuk memulyakan
Angkatan pahlawan yang tak terkalahkan
Rela mati demi Tuhan.

Mereka dihina dibenci dunia.
Akhirnya disiksa hingga tak bernyawa
Namun sesungguhnya mereka berjaya
Hidup mulya selamanya.

Sungguh mengagumkan semangat pahlawan
Yang tak tergoncangkan di tengah siksaan
Di mana gerangan sumber ketabahan
Jika bukan dalam Tuhan?

Terpujilah Bapa Allah mahaesa
Terpujilah Putra penebus dunia
Yang mengutus RohNya di tengah Gereja
Untuk selama-lamanya. Amin.

Pendarasan Mazmur dari lingkaran empat pekan

Antifon 1Setiap hari aku hendak meluhurkan Dikau, ya Tuhan, aku hendak mewartakan kejayaanMu.

Mazmur 144 (145) - I

Aku mengagungkan Dikau, ya Allah, rajaku,*
aku memuliakan namaMu selama-lamanya.

Setiap hari aku hendak meluhurkan Dikau,*
dan memuji namaMu selama-lamanya.

Agunglah Tuhan dan sangat terpuji,*
keagunganNya tak terselami.

Angkatan demi angkatan memuliakan karyaMu,*
dan mewartakan kejayaanMu.

Semarak dan mulialah namaMu,*
kemegahanMu akan kukidungkan.

KaryaMu yang dahsyat dan perkasa akan kukisahkan,*
dan keagunganMu akan kumaklumkan.

KebaikanMu yang tak terperikan akan kukenangkan,*
dan keadilanMu akan kuumumkan.

Tuhan itu pengasih dan penyayang,*
lambat akan murka dan besar kasih setiaNya.

Tuhan baik terhadap semua orang,*
penuh kasih setia terhadap segala ciptaanNya.

Ya Tuhan, semoga segala karyaMu bersyukur kepadaMu,*
dan semua kekasihMu memuji Engkau.

Semoga mereka mengumumkan kerajaaMu yang mulia,*
dan mewartakan keperkasaanMu.

Semoga mereka menyiarkan kejayaanMu kepada umat manusia,*
dan memaklumkan kerajaanMu yang semarak mulia.

KerajaanMu berlangsung selama-lamanya,*
dan pemerintahanMu turun-temurun.

Antifon 1Setiap hari aku hendak meluhurkan Dikau, ya Tuhan, aku hendak mewartakan kejayaanMu.

Antifon 2Semua orang memandang kepadaMu penuh harapan, ya Tuhan, Engkau dekat pada orang yang berseru kepadaMu.

Mazmur 144 (145) - II

Tuhan setia dalam semua sabdaNya,*
penuh kasih dalam segala karyaNya.

Tuhan menopang semua orang yang jatuh,*
dan menegakkan semua orang yang tertunduk.

Semua orang memandang kepadaMu penuh harapan,*
Engkau memberi mereka makan pada waktunya.

Engkau membuka tanganMu,*
dan memenuhi keinginan segala makhluk yang hidup.

Tuhan adil dalam segala tindakanNya,*
penuh kasih setia dalam segala karyaNya.

Tuhan dekat pada orang yang berseru kepadaNya,*
yang berseru kepadaNya dengan tulus hati.

Tuhan melaksanakan kehendak orang takwa,*
Ia mendengarkan dan menyelamatkan mereka.

Tuhan memelihara semua orang yang mengasihiNya,*
tetapi yang berbuat jahat dibinasakanNya.

Semoga aku mewartakan pujian Tuhan,*
dan segala makhluk memuliakan namaNya selama-lamanya.

Antifon 2Semua orang memandang kepadaMu penuh harapan, ya Tuhan, Engkau dekat pada orang yang berseru kepadaMu.

Antifon 3Adil dan benar segala tindakanMu, ya raja segala bangsa.

Why 15,3-4

Agung dan mengagumkan segala karyaMu,*
ya Tuhan Allah yang mahakuasa

Adil dan benar segala tindakanMu,*
ya raja segala bangsa!

Siapakah yang tidak takut, ya Tuhan,*
dan tidak memuliakan namaMu?

Sebab hanya Engkaulah kudus,+
semua bangsa akan datang dan sujud menyembah di hadapanMu,*
sebab telah nyatalah segala keputusanMu.

Antifon 3Adil dan benar segala tindakanMu, ya raja segala bangsa.

Bacaan Singkat (1Ptr 4,13-14)

Saudara-saudara, sebenarnya kamu harus bersuka hati, bila turut memikul sebagian dari penderitaan Kristus, sebab dengan demikian kamupun akan turut bersukacita, bila Kristus akan tampak dalam kemuliaanNya. Alangkah bahagia kamu, kalau dicaci maki karena menjadi pengikut Kristus; sebab dengan demikian Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah, ada padamu.

Lagu Singkat

℣.Bersukacitalah, hai orang-orang suci,* Dan bergembiralah dalam Tuhan.℟.Bersukacitalah.℣.Bermadah-madahlah, hai orang jujur.℟.Dan bergembiralah dalam Tuhan.℣.Kemuliaan.℟.Bersukacitalah.

Antifon KidungPara kudus bergembira di surga, sebab mereka mengikuti jejak Kristus. Mereka mempertaruhkan nyawa demi Kristus, sehingga kini bertakhta di surga bersama Dia.

Kidung Maria Luk 1,46-55

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Antifon KidungPara kudus bergembira di surga, sebab mereka mengikuti jejak Kristus. Mereka mempertaruhkan nyawa demi Kristus, sehingga kini bertakhta di surga bersama Dia.

Doa Permohonan

Raja para martir sudah mempersembahkan diri dalam perjamuan malam terakhir dan menyerahkan hidupNya di salib. Marilah kita mengucap syukur kepadaNya dengan berkata:

℟. Kami memuliakan Dikau, ya Tuhan.

Kami memuliakan Dikau, ya Tuhan, sebab Engkau telah mengasihi kami sampai akhir. Engkaulah penyelamat kami, Engkaulah sumber kekuatan dan teladan bagi setiap martir. ℟.

Kami memuliakan Dikau, ya Tuhan. ℟.

Engkau memanggil semua orang berdosa yang bertobat, kepada kehidupan abadi. ℟.

Kami memuliakan Dikau, ya Tuhan. ℟.

Hari ini kami mempersembahkan darah perjanjian baru yang Kaucurahkan demi pengampunan dosa. ℟.

Kami memuliakan Dikau, ya Tuhan. ℟.

Berkat rahmatMu kami tetap bertekun dalam iman sampai pada hari ini. ℟.

Kami memuliakan Dikau, ya Tuhan. ℟.

Kami percaya bahwa arwah orang beriman Kauterima dalam kemuliaanMu. ℟.

Kami memuliakan Dikau, ya Tuhan. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Ya Allah, kekuatan semua Orang Kudus, yang melalui Salib berkenan memanggil para Martir Santo Paulus Miki dan para sahabatnya kepada kehidupan, kami mohon, berilah, agar melalui perantaraan mereka kami dapat dengan berani memegang teguh hingga kematian iman yang kami akui. Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala abad. — Amin. AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama) Marilah kita memuji Tuhan. — Dan bersyukur kepada-Nya. ↑ ke atas

Ibadat Penutup

S. Paulus Miki dan kawan-kawan

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Doa Tobat

℣.Tuhan Yesus Kristus, Engkau diutus menyembuhkan orang yang remuk-redam.
Tuhan, kasihanilah kami.
℟.Tuhan, kasihanilah kami.℣.Engkau datang memanggil orang yang berdosa.
Kristus, kasihanilah kami.
℟.Kristus, kasihanilah kami.℣.Engkau duduk di sisi Bapa sebagai pengantara kami.
Tuhan, kasihanilah kami.
℟.Tuhan, kasihanilah kami.℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.

Madah

Jatuh sudah malam hari
S'moga kami Kaulindungi
Ya Bapa mahakuasa
Supaya aman sentosa.

Jauhkan impian suram
Singkirkan khayalan malam
Kurniakan istirahat
Agar sehat wal'afiat.

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

AntifonSiang malam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.

Mazmur 87 (88)

Ya Tuhan, Allah penyelamatku,*
siang malam aku berseru kepadaMu.

Semoga doaku sampai ke hadiratMu,*
dengarkanlah jeritan tangisku.

Sebab hatiku tersesak kesusahan bertimbun-timbun,*
dan hidupku mendekati ambang maut.

Aku dianggap sudah turun ke liang kubur,*
seperti orang yang kehilangan hayat.

Di alam mautlah kediamanku,*
seperti orang yang mati terbuuh aku berbaring dalam kubur.

Seperti orang yang tidak lagi Kauingat,*
terpisah dari cintaMu.

Kaucampakkan daku ke lubang terdalam,*
ke tubir yang gelap gulita.

Aku tertindih oleh amarahMu,*
dan keberanganMu melumpuhkan daku.

Handai taulanku Kaujauhkan dari padaku,*
Kaujadikan daku haram bagi mereka.

Aku terkurung, tak dapat lolos,*
mataku kabur tersesak derita.

Sehari-hari aku berseru kepadaMu, ya Tuhan,*
kepadaMu kutadahkan tanganku.

Adakah Engkau berkarya bagi orang mati!*
Masakan arwah bangkit untuk memuji Engkau!

Adakah kasihMu dikisahkan dalam kubur,*
dan kesetiaanMu di daerah kebinasaan!

Adakah karyaMu yang agung dikenal dalam kegelapan,*
dan keadilanMu di tempat tiada ingatan!

Namun aku, ya Tuhan, aku berseru kepadaMu,*
pagi-pagi doaku membubung ke hadapanMu.

Mengapa Engkau menolak aku, ya Tuhan,*
mengapa menyembunyikan wajahMu dari padaku?

Sedari masa mudaku aku malang dan terancam maut,*
aku menanggung kemurkaanMu dan merana.

Banjir keberanganMu melanda aku,*
kedahsyatan amarahMu membinasakan daku.

Aku seperti dikepung ombak terus-menerus,*
makin lama aku makin terdesak.

Kaum kerabatku Kaujauhkan dari padaku,*
tinggal kegelapanlah yang menemani aku.

AntifonSiang malam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.

Bacaan singkat Yer 14,9

Tuhan, Engkau hadir di tengah-tengah kami, dan dengan namaMu kami telah diberkati. Janganlah tinggalkan kami, ya Tuhan, Allah kami.

Lagu singkat

℣.Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku.℟.Ke dalam.℣.Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar.℟.Ya Tuhan, penyelamatku.℣.Kemuliaan.℟.Ke dalam.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Allah yang mahakuasa, semoga kami setia kepada PuteraMu yang telah wafat dan dimakamkan, sehingga kami bangkit bersama Dia dan hidup sebagai manusia baru. Sebab Dialah pengantara kami, sepanjang segala masa. Amin.

Penutup

℣.Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya.℟.Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam, ya ratu, bunda yang berbelas-kasih,
hidup, hiburan dan harapan kami.
Kami semua memanjatkan permohonan,
kami amat susah, mengeluh, mengesah
dalam lembah duka ini.
Ya ibunda, ya pelindung kami,
limpahkanlah kasih sayangmu yang besar kepada kami.
Dan Yesus, puteramu yang terpuji itu,
s'moga kautunjukkan kepada kami.
O ratu, o ibu, o Maria, bunda Kristus.

Para Martir Jepang I

Martir · wafat 1597

Para Martir Jepang I disebut juga 26 Martir Jepang atau 26 Martir Nagasaki adalah 26 martir yang tewas pada tahun 1597 dan dikanonisasi pada tahun 1862 oleh Paus Pius IX.

Pada tahun 1867 Paus yang sama juga mem-beatifikasi kelompok kedua para Martir Jepang, yang dikenal sebagai 205 Martir Jepang, yang gugur dalam nama Kristus antara tahun 1598-1632. Lihat ==> Para Martir Jepang II

Karya misionaris di Jepang diawali dengan kedatangan St. Fransiskus Xaverius pada tahun 1549. Banyak orang menerima Sabda Tuhan dan dibaptis oleh St.Fransiskus sendiri. Meskipun Santo Fransiskus kemudian melanjutkan perjalanan dan pada akhirnya wafat dekat pantai Cina, iman Kristiani tetap tumbuh di Jepang. Pada tahun 1587 sudah terdapat lebih dari dua ratus ribu orang Katolik dan para misionaris dari berbagai ordo religius berkarya negeri para Samurai ini. Para imam Jepang, biarawan-biarawati serta umat awam hidup dalam iman dengan penuh sukacita.

Pada tahun 1597, seorang penguasa Jepang yang amat berpengaruh, Hideyoshi, mendengar hasutan seorang pedagang Spanyol. Pedagang itu membisikkan bahwa para misionaris adalah pengkhianat bangsa Jepang. Ia menambahkan bahwa para pengkhianat itu akan mengakibatkan Jepang dikuasai oleh Spanyol dan Portugis. Hasutan itu tidak benar dan tidak masuk akal. Tetapi, Hideyoshi menanggapinya dengan berlebihan, sehingga ia menangkap dua puluh enam orang yang dianggapnya sebagai para pengkhianat. Mereka yang ditangkap terdiri dari enam orang biarawan Fransiskan dari Spanyol, Meksiko dan India; tiga orang katekis Yesuit Jepang, dan tujuh belas Katolik awam Jepang, termasuk anak-anak.

Pada tanggal 5 Februari 1597 Keduapuluh enam orang itu kemudian dibawa ke tempat pelaksanaan hukuman mati di luar kota Nagasaki. Dengan diikat, mereka disuruh berjalan dengan berbaris sehingga mereka menjadi tontonan dan menjadi pelajaran bagi masyarakat yang menyaksikannya. Sepanjang perjalanan, para saksi-saksi Kristus ini terus melagukan Te Deum.

Mereka diikatkan pada salib masing-masing dengan rantai dan tali dan belenggu besi dipasang disekeliling leher mereka. Masing-masing salib kemudian dikerek dan kaki salib ditancapkan ke sebuah lubang yang telah digali. Tombak ditikamkan kepada masing-masing korban. Mereka wafat pada saat yang hampir bersamaan.

Dari atas salib Santo Paulus Miki terus berkotbah dengan gagah berani untuk memberi semangat bagi umat kristiani untuk tetap setia pada iman mereka. Ia baru diam setelah sebuah tombak menembus dadanya. Pakaian-pakaian mereka yang ternoda oleh darah disimpan sebagai relikwi yang berharga oleh komunitas Kristiani Jepang.

26 Martir Nagasaki dinyatakan kudus pada tahun 1862 oleh Paus PIUS IX.

Berikut nama 26 Martir Nagasaki :

1. Santo Paulus Miki ==> Lihat Profil Santo Paulus Miki

2. Santo Fransiskus of Nagasaki
Seorang dokter dari Kyoto dan pengkhotbah yang penuh semangat. Setelah ia dan isterinya dibaptis, mereka tinggal di dekat biara OFM. Mereka merawat orang-orang sakit tanpa memungut bayaran dan membawa mereka kepada Kristus. Tewas sebagai martir diusia 48 tahun.

3.Santo Fransiskus Kichi (Caius Francis, Gaius Francis)
Layman soldier. Convert. Franciscan tertiary. When soldiers came to arrest the Franciscan friars, he insisted he was a Christian, too; they took him, and he shared their fate.

4.Santo Fransiskus Blanco,
Misionaris Fransiskan yang berasal dari Monterrey (Galacia, Spanyol). Datang ke Jepang bersama dengan Santo Martin dari Kenaikan. Seorang yang pendiam, lembut dan genius.

5.Santo Fransiskus Dari St Mikael
Misionaris awam ordo Fransiskan dari La Parrilla, Valladolid, Spanyol.

6.Santo Cosmas Takeya
Seorang pembuat pedang dari Owari. Ia dibaptis oleh Missionaris Jesuit dan bekerja sebagai seorang katekis bersama Ordo Fransiskan (OFM) di Osaka.

7.Santo Petrus Sukejiro
Seorang pemuda dari Kyoto yang dikirim oleh P.Organtino untuk mendampingi para martir dalam perjalanan mereka ke Nagasaki. Pengabdiannya yang besar pada tugasnya menghasilkan rahmat baginya untuk bergabung dalam bilangan para martir.

8.Santo Mikhael Kozaki
Tukang kayu berusia 46 tahun yang berasal dari Ise. Seorang pembuat busur yang handal. Dengan keahliannya sebagai tukang kayu, ia ikut serta membangun biara-biara serta gereja-gereja OFM di Kyoto dan Osaka. Ia mempercayakan miliknya yang paling berharga kepada para biarawan OFM, yaitu anaknya, Thomas.

9.Santo Tomas Kozaki
Putra Santo Mikhael Kozaki. Ia berusia 14 tahun saat menjadi Martir. Seorang anak desa yang tingkah lakunya kasar, tetapi berhati mulia. Sejak kecil ia telah membantu ayahnya yang adalah seorang tukang kayu. Seorang yang jujur, tegas, dan memiliki semangat pengabdian yang tinggi dalam melayani Tuhan. Ia lalu tinggal di biara Fransiskan sampai saat kemartirannya. Surat perpisahannya kepada ibunya menjadi relikwi yang amat berharga bagi umat Katolik Jepang.

10.Santo Yakobus Kisai
berusia 64 tahun, seorang Serikat Yesus awam. Devosinya kepada Sengsara Kristus amat mendalam. Dikenal sebagai seorang yang lemah lembut dan hatinya penuh kedamaian. Ia berasal dari Okayama dan bertugas mengurus para tamu yang berkunjung ke kediaman Serikat Yesus.

11.Santo Paulus Ibaraki
Berasal dari sebuah keluarga samurai di Owari. Ia bersama keluarganya tinggal dekat biara OFM. Hidup miskin tetapi banyak membantu orang-orang lain yang lebih miskin darinya. Ia juga seorang pengkhotbah.

12.Santo Leo Karasumaru
Adik Santo Paulus Ibaraki. Hidupnya merupakan teladan. Memberikan sumbangan besar kepada OFM dalam membangun gereja dan mengelola rumah sakit. Seorang katekis yang penuh semangat dan doa.

13.Santo Louis Ibaraki
Martir termuda dari rombongan para Martir Nagasaki. Ia berusia 12 tahun, keponakan Santo Paulus Ibaraki dan Santo Leo Karasumaru. Seorang remaja yang menyenangkan dan disayangi semua orang. Ia tetap menyanyi dan tertawa ketika para serdadu memotong telinga kirinya. Sepanjang perjalanan yang jauh ke Nagasaki dan selama tergantung di atas kayu salib, ia membuktikan ketabahan dan kebesaran hatinya. Ia menolak mentah-mentah ketika dibujuk untuk mengingkari imannya.
“Ada Louis kecil bersama kita,” tulis Santo Fransiskus Blanco di malam menjelang hukuman mati, “dan ia begitu penuh keberaninan dan semangat yang mengharukan semua orang.”

14. Santo Yohanes dari Goto (Yohanes Soan de Goto)
Pemuda berusia 19 tahun dari pulau Goto ini penuh dengan sukacita. Ia melayani Tuhan sepanjang hidupnya. Ia bersekolah di sekolah Serikat Yesus untuk menjadi seorang Katekis dan membantu para misionaris dengan keahliannya melukis dan bermain musik. Ia ditempatkan di Osaka di bawah bimbingan P. Morejon sampai Tuhan menawarkan mahkota kemartiran kepadanya.

15.Santo Antonius Deyman
Berusia 13 tahun, dilahirkan di Nagasaki. Ayahnya berasal dari Tiongkok dan ibunya seorang Jepang. Remaja yang polos ini belajar di biara OFM di Osaka. Hal yang amat memilukan hatinya ialah ketika melihat ibunya menangis tidak jauh dari salibnya. Ajal menjemput ketika ia memadahkan lagu-lagu pujian.

16.Santo Petrus Baptista
berusia 50 tahun, berasal dari San Esteblan del Valle (Avila, Spanyol). Pemimpin Misi OFM (Saudara-saudara Dina) di Jepang, dulunya seorang duta besar dari Spanyol. Ia merupakan ayah bagi kaum lepra dan pemimpin rombongan martir. Hidupnya penuh dengan kebajikan dan kekudusan.

17.Santo Martin of the Ascencion
berusia 30 tahun, berasal dari Guipuzcoa, Spanyol. Kesucian hatinya sungguh mengagumkan. Biasa menghabiskan waktu malamnya dengan doa.

18.Santo Filipus Dari Yesus (Fellipe de Jesus)
Seorang Meksiko berusia 24 tahun. Hidupnya penuh dengan tantangan yang membingungkan, adu kekuatan antara Kristus dan Filipus, tidak satupun dari mereka yang mau kalah. Pada akhirnya Kristus menjadi pemenang dan sekarang Filipus penuh dengan semangat untuk menebus masa-masa dimana ia menjadi anak yang hilang: ia yang wafat pertama sebagai martir.

19.Santo Gonzalo Garcia (Gundisalvus Garcia)
Berusia 40 tahun, berasal dari Bazain, India. Ayahnya seorang Portugis dan ibunya seorang India. Seorang katekis bersama Serikat Yesus. Ia masuk OFM awam, dan menjadi tangan kanan Santo Petrus Baptista. Masyarakat India mengangkatnya menjadi santo pelindung Bombay.

20.Santo Matias of Miyako
kita tidak mengetahui latar belakangnya. Para prajurit mencari Matias lain yang tidak dapat diketemukan, atau ia menawarkan diri untuk menggantikan Matias yang dicari. Para prajurit dengan senang hati menerima dia. Tuhan juga menerimanya juga.

21.Santo Bonaventura of Miyako
Dibaptis ketika masih bayi, tak lama kemudian ibunya meninggal. Ibu tirinya mengirim Bonaventura ke biara Budha. Suatu hari ia mengetahui perihal pembaptisannya dan mengunjungi Biara Fransiskan di Kyoto untuk mendapatkan lebih banyak keterangan. Di biara, ia mendapatkan kedamaian hati dan memutuskan untuk menjadi pengikut Kristus. Sepanjang perjalanannya menuju hukuman mati, ia berdoa bagi iman ayahnya dan pertobatan ibu tirinya.

22.Santo Yoakim Sakakibara
Berusia 40 tahun, berasal dari Osaka. Ketika sedang sakit keras, seorang katekis membaptisnya dan beberapa waktu keudian ia menjadi sembuh. Sebagai rasa terima kasih, Yoakim membantu pendirian biara OFM di Osaka dan kemudian tinggal di sana sebagai juru masak. Ia unggul dalam kebaikan hati dan kesediaannya untuk melayani.

23.Santo Tomas Dangi (Thomas Xico, Thomas Dauki, Thomas Danki)
Seorang penjual obat, wataknya keras. Dengan rahmat Tuhan ia beroleh ketenangan menjadi seorang katekis yang lembut hati. Ia mendirikan tokonya di sebelah biara OFM, dan sementara ia menjual obat, ia juga menunjukkan kepada para pelanggannya jalan menuju surga.

24.Santo Yohanes Kinuya (Yohanes Kimoia, Yohanes Kisaka)
Seorang penenun dan pedagang kain sutera dari Kyoto. Ia memindahkan tokonya dekat biara OFM. Tewas sebagai martir di usia 28 tahun.

25.Santo Gabriel de Duisco
Seorang katekis berusia 19 tahun dari Ise. Ia dibaptis dan dibimbing oleh Santo Gonzalo Garcia. Ia maju pesat dalam iman.

26.Santo Paulus Suzuki
Berasal dari Owari dan menjadi salah seorang katekis pribumi Jepang terbaik yang bekerja membantu Misi Fransiskan. Ia unggul dalam semangat pewartaan dan bertugas mengelola Rumah Sakit Santo Yusuf di Kyoto. Tewas sebagai Martir Kristus pada usia 49 tahun.

S. Paulus Miki dan kawan-kawan

Martir-martir Jepang · ± 1562-1597

Paulus Miki lahir sekitar tahun 1562 dari sebuah keluarga Jepang yang berada. Seluruh keluarganya menjadi Katolik, dan pada usia dua puluh tahun Paulus masuk seminari Yesuit yang baru dibuka di Jepang. Ia menjadi bruder Yesuit dan dikenal sebagai pengkhotbah berbakat yang menuntun banyak orang sebangsanya kepada iman.

Pada masa itu penguasa Toyotomi Hideyoshi mulai curiga terhadap kehadiran para misionaris asing. Ia menangkap dua puluh enam orang Kristen, terdiri dari para imam dan bruder Fransiskan, tiga Yesuit termasuk Paulus Miki, serta sejumlah awam Jepang, di antaranya beberapa anak laki-laki. Mereka dipaksa berjalan kaki lebih dari lima ratus kilometer dari Kyoto menuju Nagasaki sambil diejek dan dianiaya, namun tetap setia.

Di sebuah bukit di Nagasaki, kedua puluh enam orang itu disalibkan dan ditikam dengan tombak pada tahun 1597. Dari atas salibnya, Paulus Miki masih sempat berkhotbah kepada orang banyak. Ia menyatakan bahwa ia bahagia mati demi Yesus, lalu mengampuni para algojonya dan berdoa bagi keselamatan mereka. Para martir ini dikanonisasi oleh Paus Pius IX pada tahun 1862 dan menjadi benih pertama Gereja Jepang.

Pelindung: Jepang.

Santa Dorothea dan Theopilus

Martir · wafat ± 311

Cerita kuno yang berbau legenda tentang buah-buahan dan bunga dari Santa Dorothea mengingatkan kita akan anugerah-anugerah yang kita terima dari jasa dan pengantaraan para orang kudus. Makin lama makin menjadi kebiasaan bahwa sejak jaman Santo Stefanus Martir, para martir juga berdoa bagi musuh-musuhnya supaya bertobat. Hal ini tampak juga pada diri Santa Dorothea. Dorothea mati sebagai Martir Kristus pada masa penganiayaan orang Kristen di Kaisarea. Orang tuanya pun mati terbunuh sebagai martir.

Menurut cerita kuno yang diwariskan oleh Santo Aldhelmus, Dorothea hidup di Kaisarea pada abad ke 4, pada masa pemerintahan Kaisar Diokletianus. Pada masa itu Fabricius menjadi gubernur di Kaisarea. Fabricus yang tertarik pada kecantikan Dorothea berusaha keras untuk menikahinya. Dorothea yang sudah beriman Kristen dengan tegas menolak keinginan sang Gubernur yang kafir itu. Gubernur Fabricus mengutus dua orang wanita cantik untuk membujuk Dorothea agar menerima lamarannya. Namun Dorothea tidak dapat digoyahkan pendiriannya. Dua wanita itu pun bahkan tersentuh hatinya menyaksikan keteguhan iman Dorothea, dan akhirnya mereka bertobat dan menjadi Kristen. Akhirnya Dorothea dipanggil oleh Fabricius, diancam akan disiksa dan dibunuh. Di hadapan Fabricius, Dorothea dengan tegas menjawab: Segeralah bunuh aku, agar secepatnya aku memuji Tuhanku di surga. Theophilus yang menjadi pengawal Fabricius mengejek dan mengatakan: Kalau engkau sampai di surga tolong kirimkan kepadaku buah buahan dan bunga mawar.

Pada waktu yang ditentukan, seorang algojo memenggal leher Dorothea dengan pedangnya. Seketika itu juga wafatlah Dorothea sebagai martir Yesus yang jaya. Dan pada malam harinya seorang malaikat kecil menampakkan diri kepada Theophilus. Malaikat kecil itu menjinjing satu keranjang berisi buah apel dan bunga mawar dan memberikannya kepada Theophilus, katanya: Hai Theophilus, inilah kiriman dari Dorothea untukmu. Melihat hal itu takutlah ia; kemudian ia bertobat dan menjadi Kristen. Bahkan malaikat kecil itu berpesan: Engkau ditunggu Dorothea di surga. Tak lama kemudian Theophilus juga ditangkap dan dibunuh di tempat yang sama. Jenazah Dorothea kemungkinan di simpan di dalam sebuah gereja di Roma yang dimana namanya ditulis.

Santo Alfonsus Maria Fusco

Pengaku Iman · 1839-1910

Santo Alfonso Maria Fusco berasal dari kota kecil Angri, di Salerno, Campagnia, Italia Selatan. Kedua orang tuanya, Aniello Fusco dan Josephine Schiavone, adalah petani sederhana yang hidup dalam tradisi Katolik yang kuat.

Pasangan ini telah menikah selama tiga tahun namun belum juga memiliki keturunan. Karena itu pada tahun 1838 mereka memutuskan untuk berziarah ke Basilika Santo Alfonsus de Lugiori di kota Pagani, tempat relikwi Santo Alfonsus Maria de Lugiori disemayamkan. Setelah selesai berdoa dengan perantaraan Santo Alfonsus Liguori (saat itu masih bergelar Beato), seorang biarawan Redemptoris bernama Francesco Saverio Pecorelli,C.Ss.R mendekati pasangan peziarah ini dan berpesan : “Kalian akan memiliki seorang putra, kalian akan menamakannya Alfonsus. Ia akan menjadi seorang imam dan akan menjalani hidup seperti Beato Alfonsus”. Dan begitulah yang terjadi. Pada tanggal 23 Maret 1839 putra sulung mereka lahir dan dibabtis dengan nama Alfonsus Maria Fusco. Setelah itu pasangan petani saleh ini juga diberkati dengan kelahiran empat orang buah hati.

Alfonsus kecil dikenal sebagai pribadi yang lembut, menyenangkan, suka berdoa dan ringan tangan membantu orang-orang miskin. Di usia tujuh tahun ia mendapat dispensasi khusus untuk menerima Komuni pertama atas rekomendasi para katekis dan pastor paroki. Ketika berusia sebelas tahun ia mengungkapkan keinginannya untuk menjadi seorang imam. Pada tanggal 5 November 1850 Alfonsus masuk Seminari Nocera dei Pagani. Selama 13 tahun ia belajar dengan tekun dan ditahbiskan menjadi imam oleh Uskup Agung Salerno, Mgr.Anthony Salomone, pada tanggal 29 Mei 1863.

Pater Alfonsus segera dikenal akan semangat kerasulannya, kedisiplinannya dalam pelayanan liturgi dan ketekunannya memberikan pelayanan sakramen bagi umat, terutama sakramen tobat. Ia mengabdikan dirinya dengan sungguh-sungguh dan umat akan selalu mengenang gaya khotbahnya yang sederhana dan tajam.

Dalam kesehariannya, ia hanyalah seorang imam yang penuh semangat pelayanan, namun Alfonsus selalu membawa sebuah mimpi didalam hatinya. Pada suatu malam di tahun terakhirnya sebagai siswa seminari, ia bermimpi melihat Tuhan Yesus yang memintanya untuk mendirikan sebuah Institusi Susteran dan Panti Asuhan untuk anak-anak terlantar ketika ia telah menjadi seorang imam.

Pertemuannya dengan Maddalena Caputo, seorang calon postulan yang berkemauan keras, mendorong Alfonso untuk segera mewujudkan impiannya. Pada tanggal 25 September 1878, Maddalena Caputo membawa tiga wanita muda yang juga ingin menjalani hidup religius. Mereka menyatakan keinginan untuk mengabdikan diri kepada Tuhan dan menjalani kehidupan yang kudus, berkaul kemiskinan, serta mengabdi pada karya cinta kasih khususnya merawat para yatim piatu dan anak-anak terlantar. Inilah awal berdirinya Susteran Santo Yohanes Pembabtis atau yang juga dikenal sebagai para Suster Baptistine.

Benih yang telah jatuh ke dalam hati keempat wanita yang murah hati ini lalu bertumbuh pesat. Tuhan memberkati benih-benih ini hingga menghasilkan buah berlimpah. Dalam waktu singkat para postulan baru dan anak-anak yatim-piatu mulai berdatangan.

Pater Alfonsus menuntun perkembangan Institusi ini dengan bijaksana. Dia menunjukkan kelembutan bagai seorang ayah bagi semua penghuni biara dan panti asuhan, khususnya bagi para yatim-piatu. Semakin hari, semakin banyak para yatim-piatu dan anak-anak terlantar yang berdatangan ke rumah penampungan suster Baptistine. Hingga suatu saat, para suster khawatir akan persediaan makanan bagi para penghuni Panti Asuhan yang sudah menipis. Alfonso menenangkan mereka dan berkata : "Jangan khawatir, saya akan menghadap Yesus sekarang dan Dialah yang akan mencemaskan kita!". Jawaban Yesus datang seketika. Di hari itu juga kereta kuda seorang donatur tiba di rumah biara dan membawa bahan makanan dalam jumlah besar.

Pater Alfonsus tidak meninggalkan banyak tulisan. Dia lebih banyak bersaksi melalui cara hidupnya yang kudus. Orang-orang yang mengenalnya menyatakan bahwa ia adalah seorang imam yang hidup sangat sederhana. Ia memiliki rasa cinta yang meluap-luap pada Sakramen Ekaristi dan Devosi yang mendalam pada Sengsara Yesus di salib dan Bunda Maria berduka-cita. Kepada para suster Baptistine ia sering berpesan : "Marilah kita menjadi orang-orang kudus, mengikuti Yesus dengan saksama. …. Jika kita hidup dalam kemiskinan, dalam kesucian dan dalam ketaatan, kita akan bersinar seperti bintang di langit".

Pada masa dimana pendidikan adalah hak istimewa bagi segelintir orang, Alfonso telah berjuang memberikan pendidikan yang baik bagi para yatim-piatu dan anak-anak terlantar. Ia berharap dengan memperoleh pendidikan, mereka dapat menjalani hidup yang lebih baik dikemudian hari.

Konggregasi Suster Baptistine terus berkembang. Dalam waktu singkat jumlah para suster dan anak yatim terus bertambah. Hal ini mendesak pater Alfonso untuk membuka beberapa biara dan panti asuhan baru; awalnya di wilayah Campania, lalu menyebar ke seluruh wilayah Italia.

Pada malam hari tanggal 5 Februari 1910, pater Alfonsus jatuh sakit. Keesokan harinya ia minta diberikan sakramen pengurapan orang sakit, lalu dengan suara gemetar, ia berdoa : "Tuhan, terima kasih, saya telah menjadi pelayan MU yang tidak berguna". Kemudian ia berpaling kepada para suster yang tengah menangis disekeliling pembaringannya : "Dari surga aku tidak akan melupakan kalian, aku akan selalu berdoa untuk kalian". Dan hamba Tuhan ini menutup matanya untuk selama-lamanya.

Berita kematiannya menyebar dengan cepat. Umat mengabarkan berita kematiannya dengan berseru : "bapa kaum miskin itu telah meninggal!!, Orang kudus itu telah meninggal!".

Hidupnya sebagai saksi Kristus telah menjadi inspirasi dan anugerah, terutama bagi kaum miskin dan suster-suster Baptistine yang kini telah menyebar dan berkarya di empat benua. Pada tanggal 7 Oktober 2001, Alfonsus di beatifikasi oleh Paus Yohanes Paulus II. Dalam Misa beatifikasinya paus menyatakan bahwa Beato Alfonsus Maria Fusco adalah teladan bagi para imam, model bagi para pendidik, dan pelindung bagi kaum miskin. Selanjutnya pada tanggal 16 Oktober 2016 ia dikanonisasi oleh Paus Fransiskus di Basilika Santo Petrus Roma.

Arti nama

Alfonsus = nama Latin dari nama Jermanik: Alfons.

Alfons = "Bangsawan" atau "Siap" (Old Germanic)

Santo Fransiskus Blanco

Martir · ± 1567-1597

Santo Fransiskus Blanco adalah seorang biarawan Fransiskan dari Monterrey (Galacia, Spanyol). Ia datang ke Jepang sebagai Missionaris bersama Santo Martinus dari Kenaikan (Marthin of the Ascencion) yang juga seorang imam Fransiskan. Fransiskus Blanco dikenang sebagai seorang imam yang pendiam, lembut dan genius.

Pada tahun 1597, seorang penguasa Jepang yang amat berpengaruh, Hideyoshi, mendengar hasutan seorang pedagang Spanyol. Pedagang itu membisikkan bahwa para misionaris adalah pengkhianat bangsa Jepang. Ia menambahkan bahwa para pengkhianat itu akan mengakibatkan Jepang dikuasai oleh Spanyol dan Portugis. Hasutan itu tidak benar dan tidak masuk akal. Tetapi, Hideyoshi menanggapinya dengan berlebihan, sehingga ia menangkap Fransiskus dan dua puluh lima orang yang dianggapnya sebagai para pengkhianat. Mereka yang ditangkap terdiri dari enam orang biarawan Fransiskan dari Spanyol, Meksiko dan India; tiga orang katekis Yesuit Jepang, dan tujuh belas Katolik awam Jepang, termasuk anak-anak. Sumber : Katakombe.Org

Pada tanggal 5 Februari 1597 Fransiskus bersama dua puluh lima orang martir dibawa ke tempat pelaksanaan hukuman mati di luar kota Nagasaki. Dengan diikat, mereka disuruh berjalan dengan berbaris sehingga mereka menjadi tontonan dan menjadi pelajaran bagi masyarakat yang menyaksikannya. Sepanjang perjalanan, para saksi Kristus ini terus melagukan Te Deum.

Mereka diikat pada salib masing-masing dengan rantai dan tali, lalu belenggu besi dipasang disekeliling leher mereka. Masing-masing salib kemudian dikerek dan kaki salib ditancapkan ke sebuah lubang yang telah digali. Tombak lalu ditikamkan pada masing-masing orang dan para saksi Kristus ini tewas pada saat yang hampir bersamaan.

Sumber : Katakombe.Org

Arti nama

Fransiskus berasal dari nama Latin Franciscus yang berarti "Orang Perancis".

Nama ini diturunkan dari kata "Francus" (yang berarti : "Seorang Franc", atau "Seorang bebas"). Akar kata ini berasal dari kata Perancis kuno "Franc" yang berarti "Bebas".

Santo Fransiskus dari Santo Mikhael

Martir · 1544-1597

Fransikus Andrade Arco berasal dari La Parrilla, Valladolid, Spanyol. Ia masuk biara Ordo Fransiskan pada tahun 1566 sebagai seorang Bruder, dan sejak itu ia dikenal sebagai Bruder Fransiskus dari Santo Mikhael. Fransiskus dikirim sebagai Misionaris ke tanah Misi di Manila Filipina. Lalu pada tahun 1593 ia berangkat ke Jepang bersama Uskup Petrus Baptista (Pedro Bautista) yang telah ditunjuk sebagai superior para Missionaris di Jepang.

Pada tahun 1597, seorang penguasa Jepang yang amat berpengaruh, Hideyoshi, mendengar hasutan seorang pedagang Spanyol. Pedagang itu membisikkan bahwa para misionaris adalah pengkhianat bangsa Jepang. Ia menambahkan bahwa para pengkhianat itu akan mengakibatkan Jepang dikuasai oleh Spanyol dan Portugis. Hasutan itu tidak benar dan tidak masuk akal. Tetapi, Hideyoshi menanggapinya dengan berlebihan, sehingga ia menangkap orang-orang Kristen yang dianggapnya sebagai pengkhianat.

Uskup Pedro Bautista dan Bruder Fransiskus ditangkap dan dihukum mati bersama dua puluh empat orang martir Kristus lainnya pada tanggal er : Katakombe.Org5 Februari 1597.

Arti nama

Fransiskus berasal dari nama Latin Franciscus yang berarti "Orang Perancis".

Nama ini diturunkan dari kata "Francus" (yang berarti : "Seorang Franc", atau "Seorang bebas"). Akar kata ini berasal dari kata Perancis kuno "Franc" yang berarti "Bebas".

Santo Fransiskus Kichi

Martir · wafat 1597

Santo Fransiskus Kichi adalah seorang Tentara Jepang yang dibabtis oleh para Misionaris Fransiskan. Fransiskus kemudian menjadi anggota Ordo Ketiga Fransiskan yang penuh Devosi.

Pada tahun 1597, seorang penguasa Jepang yang amat berpengaruh, Hideyoshi, mendengar hasutan seorang pedagang Spanyol. Pedagang itu membisikkan bahwa para misionaris adalah pengkhianat bangsa Jepang. Ia menambahkan bahwa para pengkhianat itu akan mengakibatkan Jepang dikuasai oleh Spanyol dan Portugis. Hasutan itu tidak benar dan tidak masuk akal. Tetapi, Hideyoshi menanggapinya dengan berlebihan, sehingga ia menangkap Fransiskus Kichi dan dua puluh lima orang yang dianggapnya sebagai para pengkhianat.

Ketika para tentara datang untuk menangkap para Misionaris, Fransiskus Kichi bersikeras bahwa dia juga seorang Kristen karena itu ia juga ditangkap dan dipenjarakan. Sumber : Katakombe.Org

Pada tanggal 5 Februari 1597 Fransiskus Kichi bersama dua puluh lima orang martir dibawa ke tempat pelaksanaan hukuman mati di luar kota Nagasaki. Dengan diikat, mereka disuruh berjalan dengan berbaris sehingga mereka menjadi tontonan dan menjadi pelajaran bagi masyarakat yang menyaksikannya. Sepanjang perjalanan, saksi-saksi Kristus ini terus melagukan Te Deum.

Mereka diikat pada salib masing-masing dengan rantai dan tali, lalu belenggu besi dipasang disekeliling leher mereka. Masing-masing salib kemudian dikerek dan kaki salib ditancapkan ke sebuah lubang yang telah digali. Tombak lalu ditikamkan pada masing-masing orang dan para saksi Kristus ini tewas disaat yang hampir bersamaan.

Sumber : Katakombe.Org

Arti nama

Fransiskus berasal dari nama Latin Franciscus yang berarti "Orang Perancis".

Nama ini diturunkan dari kata "Francus" (yang berarti : "Seorang Franc", atau "Seorang bebas"). Akar kata ini berasal dari kata Perancis kuno "Franc" yang berarti "Bebas".

Santo Fransiskus Nagasaki

Martir · 1548-1597

Santo Fransiskus dari Nagasaki aslinya berasal dari Miyako, Iwate Jepang. Ia adalah seorang dokter dan pengkhotbah yang penuh semangat. Setelah ia dan isterinya dibaptis, mereka tinggal di dekat biara OFM. Mereka merawat orang-orang sakit tanpa memungut bayaran dan membawa mereka kepada Kristus.

Pada tahun 1597, seorang penguasa Jepang yang amat berpengaruh, Hideyoshi, mendengar hasutan seorang pedagang Spanyol. Pedagang itu membisikkan bahwa para misionaris adalah pengkhianat bangsa Jepang. Ia menambahkan bahwa para pengkhianat itu akan mengakibatkan Jepang dikuasai oleh Spanyol dan Portugis. Hasutan itu tidak benar dan tidak masuk akal. Tetapi, Hideyoshi menanggapinya dengan berlebihan, sehingga ia menangkap Fransiskus dan dua puluh lima orang yang dianggapnya sebagai para pengkhianat. Mereka yang ditangkap terdiri dari enam orang biarawan Fransiskan dari Spanyol, Meksiko dan India; tiga orang katekis Yesuit Jepang, dan tujuh belas Katolik awam Jepang, termasuk anak-anak. Sumber : Katakombe.Org

Pada tanggal 5 Februari 1597 Fransiskus bersama dua puluh lima orang martir dibawa ke tempat pelaksanaan hukuman mati di luar kota Nagasaki. Dengan diikat, mereka disuruh berjalan dengan berbaris sehingga mereka menjadi tontonan dan menjadi pelajaran bagi masyarakat yang menyaksikannya. Sepanjang perjalanan, saksi-saksi Kristus ini terus melagukan Te Deum.

Mereka diikat pada salib masing-masing dengan rantai dan tali, lalu belenggu besi dipasang disekeliling leher mereka. Masing-masing salib kemudian dikerek dan kaki salib ditancapkan ke sebuah lubang yang telah digali. Tombak lalu ditikamkan pada masing-masing orang dan para saksi Kristus ini tewas disaat yang hampir bersamaan.

Sumber : Katakombe.Org

Arti nama

Fransiskus berasal dari nama Latin Franciscus yang berarti "Orang Perancis".

Nama ini diturunkan dari kata "Francus" (yang berarti : "Seorang Franc", atau "Seorang bebas"). Akar kata ini berasal dari kata Perancis kuno "Franc" yang berarti "Bebas".

Santo Kosmas Takeya

Martir · wafat 1597

Santo Kosmas Takeya adalah seorang pandai besi pembuat Katana dari Owari. Ia dibaptis oleh para Missionaris Jesuit dan menjadi Anggota Ordo ketiga Fransiskan. Saat tertangkap dan dihukum mati, Kosmas diketahui bekerja sebagai katekis dan penterjemah bagi Missionaris Fransiskan di Osaka.

Pada tahun 1597, seorang penguasa Jepang yang amat berpengaruh, Hideyoshi, mendengar hasutan seorang pedagang Spanyol. Pedagang itu membisikkan bahwa para misionaris adalah pengkhianat bangsa Jepang. Ia menambahkan bahwa para pengkhianat itu akan mengakibatkan Jepang dikuasai oleh Spanyol dan Portugis. Hasutan itu tidak benar dan tidak masuk akal. Tetapi, Hideyoshi menanggapinya dengan berlebihan, sehingga ia menangkap 26 orang yang dianggapnya sebagai para pengkhianat. Mereka yang ditangkap terdiri dari enam orang biarawan Fransiskan dari Spanyol, Meksiko dan India; tiga orang katekis Yesuit Jepang, dan tujuh belas Katolik awam Jepang, termasuk anak-anak. Sumber : Katakombe.Org

Pada tanggal 5 Februari 1597 Kosmas Takeya bersama dua puluh lima orang martir dibawa ke tempat pelaksanaan hukuman mati di luar kota Nagasaki. Dengan diikat, mereka disuruh berjalan dengan berbaris sehingga mereka menjadi tontonan dan menjadi pelajaran bagi masyarakat yang menyaksikannya. Sepanjang perjalanan, saksi-saksi Kristus ini terus melagukan Te Deum.

Mereka diikat pada salib masing-masing dengan rantai dan tali, lalu belenggu besi dipasang disekeliling leher mereka. Masing-masing salib kemudian dikerek dan kaki salib ditancapkan ke sebuah lubang yang telah digali. Tombak lalu ditikamkan pada masing-masing orang dan para saksi Kristus ini tewas disaat yang hampir bersamaan.

Sumber : Katakombe.Org

Arti nama

Berasal dari nama Yunani Κοσμας (Kosmas), yang berasal dari kata κοσμος (kosmos) yang berarti : "ketertiban, kesopanan".

Santo Mikhael Kozaki

Martir · ± 1551-1597

Santo Mikhael Kozaki (46 tahun) adalah seorang tukang kayu dan pembuat busur yang handal dari Ise, Prefecture Mie, Jepang. Ia dibabtis oleh para missionaris Fransiskan dimasa awal karya Misi mereka di Negeri Sakura. Mikhael menjadi anggota Ordo Ketiga Fransiskan dan bekerja sebagai katekis dan perawat rumah sakit di Misi Ordo Fransiskan.

Dengan keahliannya sebagai tukang kayu, Mikhael ikut serta membangun Gereja, biara dan gedung-gedung karya amal misi Fransiskan di Kyoto dan Osaka.

Selain mempersembahkan seluruh hidup dan mati-nya bagi Kristus, Mikhael juga mempersembahkan harta miliknya yang paling berharga : putranya Thomas Kozaki (14 tahun). Ayah dan anak ini tewas bersama-sama sebagai martir-martir Kristus yang perkasa pada tanggal 5 Februari 1597.

Sumber : Katakombe.Org

Arti nama

Berasal dari nama Ibrani מִיכָאֵל (Mikha'el) yang berarti "Siapakah yang seperti Allah?"

Santo Petrus Sukejiro

Martir · wafat 1597

Petrus Sukejiro adalah seorang Fransiskan Tertiari (Ordo Ketiga) yang bekerja sebagai katekis dan Koster (Sakristan) pada rumah misi Ordo Fransiskan di Kyoto. Ia tertangkap saat melayani para tahanan Kristen di penjara. Pengabdiannya yang besar pada tugasnya membuahkan rahmat baginya untuk bergabung dalam bilangan para martir.

Sumber : Katakombe.OrgPada tanggal 5 Februari 1597 Petrus Sukejiro bersama dua puluh lima orang martir dibawa ke tempat pelaksanaan hukuman mati di luar kota Nagasaki. Dengan diikat, mereka disuruh berjalan dengan berbaris sehingga mereka menjadi tontonan dan menjadi pelajaran bagi masyarakat yang menyaksikannya. Sepanjang perjalanan, saksi-saksi Kristus ini terus melagukan Te Deum.

Mereka diikat pada salib masing-masing dengan rantai dan tali, lalu belenggu besi dipasang disekeliling leher mereka. Masing-masing salib kemudian dikerek dan kaki salib ditancapkan ke sebuah lubang yang telah digali. Tombak lalu ditikamkan pada masing-masing orang dan para saksi Kristus ini tewas pada saat yang hampir bersamaan.

Sumber : Katakombe.Org

Arti nama

Petrus : Berasal dari bahasa Yunani Πετρος (Petros) yang berarti "batu". Ini adalah terjemahan yang digunakan dalam kitab Perjanjian Baru untuk nama Aramiac : Cephas (Kefas), yang juga berarti "batu" (Yoh 1:42).

Santo Teofilus dari Kaisarea

Martir · abad ke-3

Santo Teofilus dari Kaisarea tercatat sebagai martir bersama Santa Dorothea dalam Martyrologium Hieronymianum (Buku daftar para Martir Kristus yang ditulis oleh Santo Hieronimus) dan dalam Roman Martyrology (Martyrologium Romanum, daftar martir dan para kudus resmi yang pertama kali dipublikasikan tahun 1583 pada masa paus Gregorius XIII). Walau demikian, hanya ada secuil catatan yang menyebutkan nama Teofilus saat kemartiran Santa Dorothea pada tahun 311.

Kisah pertobatan dan kematian Teofilus pasca kemartiran Santa Dorothea, seperti yang tertulis dibawah ini, adalah legenda yang ditambahkan kemudian.(qq)

Saat akan dihukum mati oleh seorang Gubernur Romawi bernama Fabricius; Santa Dorothea berkata : “Segeralah bunuh aku, agar aku dapat memuji Tuhanku di surga”.

Teofilus yang menjadi pengawal Fabricius mengejek Dorothea dengan berkata : “Kalau engkau sampai di surga tolong kirimkan kepadaku buah-buahan dan bunga mawar”.

“Aku akan melakukannya” jawab Santa Dorothea.

Seorang algojo lalu memenggal leher Dorothea dengan pedangnya hingga ia tewas seketika.

Pada malam harinya, seorang malaikat kecil menampakkan diri kepada Teofilus dengan menjinjing satu keranjang berisi buah apel dan bunga mawar. Malaikat itu berkata : “Hai Teofilus, inilah kiriman dari Dorothea untukmu”. Malaikat itu kemudian melanjutkan : “Engkau ditunggu Dorothea di surga”.

Melihat hal itu takutlah Teofilus. Ia bertobat dan menjadi Kristen. Tak lama kemudian Teofilus juga ditangkap dan dibunuh sebagai seorang martir Kristus.

Arti nama

Teofilus adalah bentuk Latin dari nama Yunani Θεοφιλος (Theophilos) yang berarti : "Sahabat Tuhan", "Sahabat Allah"

Berasal dari kata θεος (theos) "Tuhan" dan φιλος (philos) "teman", “sahabat”.

Santo Thomas Kozaki

Martir · ± 1551-1597

Santo Thomas Kozaki adalah seorang anak desa yang tingkah lakunya kasar, tetapi berhati mulia. Ia juga seorang yang jujur, tegas, serta memiliki semangat pengabdian yang tinggi dalam melayani Tuhan.

Sejak kecil ia telah membantu ayahnya, Santo Mikhael Kozaki, yang adalah seorang tukang kayu. Bersama ayahnya ia membangun biara Fransiskan lalu menjadi anggota biara tersebut sampai saat ia ditangkap dan dihukum mati pada tanggal 5 Februari 1597.

Pada saat pelaksanaan hukuman mati, Thomas bersama ayahnya dan dua puluh empat orang martir lainnya dibawa ke tempat penyaliban di luar kota Nagasaki. Dengan diikat, mereka disuruh berjalan dengan berbaris sehingga mereka menjadi tontonan dan menjadi pelajaran bagi masyarakat yang menyaksikannya. Sepanjang perjalanan, saksi-saksi Kristus ini terus melagukan Te Deum.

Mereka diikat pada salib masing-masing dengan rantai dan tali, lalu belenggu besi dipasang disekeliling leher mereka. Masing-masing salib kemudian dikerek dan kaki salib ditancapkan ke sebuah lubang yang telah digali. Tombak ditikamkan kepada masing-masing korban. Mereka wafat pada saat yang hampir bersamaan

Thomas Kozaki menjadi Martir dalam usia 14 tahun. Surat perpisahan kepada ibunya menjelang saat penyalibannya sangat mengharukan. Surat itu kini menjadi relikwi yang amat berharga bagi umat Katolik Jepang.

Arti nama

Thomas = Ejaan Yunani untuk nama Aramaic תָּאוֹמָא (Ta'oma') yang berarti : "Kembar"

Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari