Bacaan Misa
Seperti lemak dipungut dari korban penghapus dosa, demikianlah Daud dipungut dari orang-orang Israel. Singa-singa dipermainkan olehnya seolah-olah kambing jantan belaka, dan beruang-beruang seakan-akan hanya anak domba saja. Bukankah di masa mudanya ia membunuh seorang raksasa serta mengambil nista dari bangsanya dengan melemparkan batu dari pengumban dan mencampakkan kebanggaan Goliat? Sebab berserulah ia kepada Tuhan Yang Mahatinggi, yang memberikan kekuatan kepada tangan kanannya, sehingga Daud merebahkan orang yang gagah dalam pertempuran, sedangkan tanduk bangsanya ditinggikannya. Maka dari itu ia dimuliakan karena "laksaan", dan dipuji-puji oleh karena berkat-berkat dari Tuhan, ketika mahkota yang mulia dipersembahkan kepadanya. Sebab ia membasmi segala musuh di kelilingnya, dan meniadakan orang-orang Filistin, lawannya serta mematahkan tanduk mereka hingga hari ini. Dalam segala tindakannya Daud menghormati Tuhan, dan dengan kata yang luhur menghormati Yang Kudus, Yang Mahatinggi. Ia bernyanyi-nyanyi dengan segenap hati, dan mengasihi Penciptanya. Di depan mezbah ditaruhnya kecapi, dan memperindah lagu-lagunya dengan bunyinya. Ia memberikan kemeriahan kepada segala perayaan, dan hari-hari raya diaturnya secara sempurna. Maka orang memuji-muji Nama Tuhan yang kudus, dan mulai pagi-pagi benar suara orang bertalun-talun di tempat kudus-Nya. Tuhan mengampuni segala dosanya serta meninggikan tanduknya untuk selama-lamanya. Iapun memberinya perjanjian kerajaan, dan menganugerahkan kepadanya takhta yang mulia di Israel.
Adapun Allah, jalan-Nya sempurna; janji TUHAN adalah murni; Dia menjadi perisai bagi semua orang yang berlindung pada-Nya.
TUHAN hidup! Terpujilah gunung batuku, dan mulialah Allah Penyelamatku,
Sebab itu aku mau menyanyikan syukur bagi-Mu di antara bangsa-bangsa, ya TUHAN, dan aku mau menyanyikan mazmur bagi nama-Mu.
Ia mengaruniakan keselamatan yang besar kepada raja yang diangkat-Nya, dan menunjukkan kasih setia kepada orang yang diurapi-Nya, yaitu Daud dan kepada anak cucunya untuk selamanya."
Raja Herodes juga mendengar tentang Yesus, sebab nama-Nya sudah terkenal dan orang mengatakan: "Yohanes Pembaptis sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam Dia." Yang lain mengatakan: "Dia itu Elia!" Yang lain lagi mengatakan: "Dia itu seorang nabi sama seperti nabi-nabi yang dahulu." Waktu Herodes mendengar hal itu, ia berkata: "Bukan, dia itu Yohanes yang sudah kupenggal kepalanya, dan yang bangkit lagi." Sebab memang Herodeslah yang menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di penjara berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya, karena Herodes telah mengambilnya sebagai isteri. Karena Yohanes pernah menegor Herodes: "Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!" Karena itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaksud untuk membunuh dia, tetapi tidak dapat, sebab Herodes segan akan Yohanes karena ia tahu, bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci, jadi ia melindunginya. Tetapi apabila ia mendengarkan Yohanes, hatinya selalu terombang-ambing, namun ia merasa senang juga mendengarkan dia. Akhirnya tiba juga kesempatan yang baik bagi Herodias, ketika Herodes pada hari ulang tahunnya mengadakan perjamuan untuk pembesar-pembesarnya, perwira-perwiranya dan orang-orang terkemuka di Galilea. Pada waktu itu anak perempuan Herodias tampil lalu menari, dan ia menyukakan hati Herodes dan tamu-tamunya. Raja berkata kepada gadis itu: "Minta dari padaku apa saja yang kauingini, maka akan kuberikan kepadamu!", lalu bersumpah kepadanya: "Apa saja yang kauminta akan kuberikan kepadamu, sekalipun setengah dari kerajaanku!" Anak itu pergi dan menanyakan ibunya: "Apa yang harus kuminta?" Jawabnya: "Kepala Yohanes Pembaptis!" Maka cepat-cepat ia pergi kepada raja dan meminta: "Aku mau, supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam!" Lalu sangat sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya ia tidak mau menolaknya. Raja segera menyuruh seorang pengawal dengan perintah supaya mengambil kepala Yohanes. Orang itu pergi dan memenggal kepala Yohanes di penjara. Ia membawa kepala itu di sebuah talam dan memberikannya kepada gadis itu dan gadis itu memberikannya pula kepada ibunya. Ketika murid-murid Yohanes mendengar hal itu mereka datang dan mengambil mayatnya, lalu membaringkannya dalam kuburan.
Suara yang Tak Terpenggal
Kemarin dua belas murid diutus dan mulai mewartakan tobat. Hari ini Markus mencatat gemanya sampai ke istana: raja Herodes pun mendengar tentang Yesus, dan hatinya langsung gelisah oleh kenangan lama.
Herodes sebenarnya senang mendengarkan Yohanes Pembaptis. Hatinya selalu terombang-ambing, tetapi ia merasa senang juga mendengarkan dia. Ada suara benar yang menyapa nuraninya. Suara itu akhirnya kalah oleh satu pesta, satu sumpah gegabah, dan rasa takut kehilangan muka di depan para tamu. Kepala sang nabi berakhir di atas talam.
Gengsi memang pembunuh yang sopan. Ia tidak tampak kejam, hanya berbisik: jangan tarik ucapanmu, malu dilihat orang. Berapa banyak kebenaran kita korbankan demi menjaga muka?
Namun kebenaran tidak ikut terpenggal. Suara Yohanes justru menghantui Herodes: dia sudah bangkit, katanya. Hari ini Gereja mengenang Paulus Miki dan kawan-kawannya, dua puluh enam martir yang disalibkan di Nagasaki. Dari atas salibnya Paulus Miki masih berkhotbah dan mengampuni para algojonya. Suara itu pun tak terbungkam; benihnya tumbuh menjadi Gereja yang bertahan ratusan tahun tanpa imam. Suara kebenaran bisa dipenjara dan dipenggal. Yang tidak bisa: dipadamkan.
Tuhan, ketika gengsi menawar nuraniku, beri aku keberanian Yohanes dan kelembutan Paulus Miki. Amin.
Invitatorium
Pekan IV Mazmur
Pembukaan
AntifonMarilah menyembah Tuhan, raja para martir.
Mazmur 94 (95)
AntifonMarilah menyembah Tuhan, raja para martir.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Ya Allahku, janganlah menolak seruanku minta tolong, karena aku diserang oleh orang fasik.
Mazmur 54 (55)
Melawan seorang teman yang terbukti pengkhianat
Yesus diliputi rasa takut dan cemas (Markus 14:33).
AntifonYa Allahku, janganlah menolak seruanku minta tolong, karena aku diserang oleh orang fasik.
Antifon 2Tuhan sendiri akan membebaskan kita dari tangan-tangan yang memusuhi dan khianat.
AntifonTuhan sendiri akan membebaskan kita dari tangan-tangan yang memusuhi dan khianat.
Antifon 3Serahkanlah kekuatiranmu kepada Tuhan; Ia akan menopangmu.
AntifonSerahkanlah kekuatiranmu kepada Tuhan; Ia akan menopangmu.
Responsorium Lihat 2 Tesalonika 1:10; Mazmur 145:13
Antifononius, yang tergantung di samping Louis, menatap ke surga dan memanggil nama-nama kudus— “Yesus, Maria!” Ia mulai menyanyikan sebuah mazmur: “Pujilah Tuhan, hai anak-anak!” (Ia mempelajarinya di kelas katekismus di Nagasaki. Mereka di sana berhati-hati untuk mengajar anak-anak beberapa mazmur untuk membantu mereka mempelajari katekismus mereka.)
Responsorium Lihat Galatia 6:14; Filipi 1:29
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur dari lingkaran empat pekan
Antifon 1Ciptakanlah hati murni bagiku, ya Allah, dan baharuilah semangat tabah dalam batinku.
Mazmur 50 (51)
Antifon 1Ciptakanlah hati murni bagiku, ya Allah, dan baharuilah semangat tabah dalam batinku.
Antifon 2Bersukacitalah, hai Yerusalem sebab dengan perantaraanmu semua orang akan dihimpun di hadapan Tuhan.
Tb 13,10-16
Antifon 2Bersukacitalah, hai Yerusalem sebab dengan perantaraanmu semua orang akan dihimpun di hadapan Tuhan.
Antifon 3Pujilah Allahmu, hai Sion, Ia mengutus sabdaNya ke bumi.
Mazmur 147 (147B)
Antifon 3Pujilah Allahmu, hai Sion, Ia mengutus sabdaNya ke bumi.
Antifon KidungBerbahagialah orang yang dianiaya karena taat kepada Tuhan, sebab bagi mereka kerajaan Allah.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungBerbahagialah orang yang dianiaya karena taat kepada Tuhan, sebab bagi mereka kerajaan Allah.
Doa Permohonan
℟. Engkau telah menebus kami dengan darahMu.
Ya Tuhan, para martirMu rela mati untuk memberi kesaksian tentang iman mereka,* berikanlah kebebasan rohani kepada kami. ℟.
Para martirMu mengakui iman mereka sampai menumpahkan darahnya,* berilah kami kemurnian dan keteguhan iman. ℟.
Para martirMu mengikuti jejakMu dengan memanggul salib mereka,* semoga kami dengan berani menanggung kesukaran-kesukaran hidup. ℟.
Para martirMu membasuh pakaian mereka dalam darah Anakdomba,* semoga kami mengalahkan serangan hawa nafsu dan bujukan dosa. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pekan IV Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (Rom 12, 17a. 19b-20a. 21)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan IV Mazmur
Madah
Antifon 1Makmurlah orang yang mencintai hukumMu, ya Tuhan.
Mazmur 118 (119),161-168
Antifon 1Makmurlah orang yang mencintai hukumMu, ya Tuhan.
Antifon 2Himpunan umat beriman hidup sehati dan sejiwa.
Mazmur 132 (133)
Antifon 2Himpunan umat beriman hidup sehati dan sejiwa.
Antifon 3Ya Tuhan, belalah aku terhadap gangguan orang berdosa.
Mazmur 139 (140),1-9.13-14
Antifon 3Ya Tuhan, belalah aku terhadap gangguan orang berdosa.
Bacaan singkat 1Ptr 5,10-11
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pekan IV Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (1 Io 4, 9-11)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan IV Mazmur
Madah
Pendarasan Mazmur dari lingkaran empat pekan
Antifon 1Setiap hari aku hendak meluhurkan Dikau, ya Tuhan, aku hendak mewartakan kejayaanMu.
Mazmur 144 (145) - I
Antifon 1Setiap hari aku hendak meluhurkan Dikau, ya Tuhan, aku hendak mewartakan kejayaanMu.
Antifon 2Semua orang memandang kepadaMu penuh harapan, ya Tuhan, Engkau dekat pada orang yang berseru kepadaMu.
Mazmur 144 (145) - II
Antifon 2Semua orang memandang kepadaMu penuh harapan, ya Tuhan, Engkau dekat pada orang yang berseru kepadaMu.
Antifon 3Adil dan benar segala tindakanMu, ya raja segala bangsa.
Why 15,3-4
Antifon 3Adil dan benar segala tindakanMu, ya raja segala bangsa.
Bacaan Singkat (1Ptr 4,13-14)
Antifon KidungPara kudus bergembira di surga, sebab mereka mengikuti jejak Kristus. Mereka mempertaruhkan nyawa demi Kristus, sehingga kini bertakhta di surga bersama Dia.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungPara kudus bergembira di surga, sebab mereka mengikuti jejak Kristus. Mereka mempertaruhkan nyawa demi Kristus, sehingga kini bertakhta di surga bersama Dia.
Doa Permohonan
℟. Kami memuliakan Dikau, ya Tuhan.
Kami memuliakan Dikau, ya Tuhan, sebab Engkau telah mengasihi kami sampai akhir. Engkaulah penyelamat kami, Engkaulah sumber kekuatan dan teladan bagi setiap martir. ℟.
Kami memuliakan Dikau, ya Tuhan. ℟.
Engkau memanggil semua orang berdosa yang bertobat, kepada kehidupan abadi. ℟.
Kami memuliakan Dikau, ya Tuhan. ℟.
Hari ini kami mempersembahkan darah perjanjian baru yang Kaucurahkan demi pengampunan dosa. ℟.
Kami memuliakan Dikau, ya Tuhan. ℟.
Berkat rahmatMu kami tetap bertekun dalam iman sampai pada hari ini. ℟.
Kami memuliakan Dikau, ya Tuhan. ℟.
Kami percaya bahwa arwah orang beriman Kauterima dalam kemuliaanMu. ℟.
Kami memuliakan Dikau, ya Tuhan. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Doa Tobat
Tuhan, kasihanilah kami.℟.Tuhan, kasihanilah kami.℣.Engkau datang memanggil orang yang berdosa.
Kristus, kasihanilah kami.℟.Kristus, kasihanilah kami.℣.Engkau duduk di sisi Bapa sebagai pengantara kami.
Tuhan, kasihanilah kami.℟.Tuhan, kasihanilah kami.℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.
Madah
AntifonSiang malam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Mazmur 87 (88)
AntifonSiang malam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Bacaan singkat Yer 14,9
Lagu singkat
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Para Martir Jepang I
Para Martir Jepang I disebut juga 26 Martir Jepang atau 26 Martir Nagasaki adalah 26 martir yang tewas pada tahun 1597 dan dikanonisasi pada tahun 1862 oleh Paus Pius IX.
Pada tahun 1867 Paus yang sama juga mem-beatifikasi kelompok kedua para Martir Jepang, yang dikenal sebagai 205 Martir Jepang, yang gugur dalam nama Kristus antara tahun 1598-1632. Lihat ==> Para Martir Jepang II
Karya misionaris di Jepang diawali dengan kedatangan St. Fransiskus Xaverius pada tahun 1549. Banyak orang menerima Sabda Tuhan dan dibaptis oleh St.Fransiskus sendiri. Meskipun Santo Fransiskus kemudian melanjutkan perjalanan dan pada akhirnya wafat dekat pantai Cina, iman Kristiani tetap tumbuh di Jepang. Pada tahun 1587 sudah terdapat lebih dari dua ratus ribu orang Katolik dan para misionaris dari berbagai ordo religius berkarya negeri para Samurai ini. Para imam Jepang, biarawan-biarawati serta umat awam hidup dalam iman dengan penuh sukacita.
Pada tahun 1597, seorang penguasa Jepang yang amat berpengaruh, Hideyoshi, mendengar hasutan seorang pedagang Spanyol. Pedagang itu membisikkan bahwa para misionaris adalah pengkhianat bangsa Jepang. Ia menambahkan bahwa para pengkhianat itu akan mengakibatkan Jepang dikuasai oleh Spanyol dan Portugis. Hasutan itu tidak benar dan tidak masuk akal. Tetapi, Hideyoshi menanggapinya dengan berlebihan, sehingga ia menangkap dua puluh enam orang yang dianggapnya sebagai para pengkhianat. Mereka yang ditangkap terdiri dari enam orang biarawan Fransiskan dari Spanyol, Meksiko dan India; tiga orang katekis Yesuit Jepang, dan tujuh belas Katolik awam Jepang, termasuk anak-anak.
Pada tanggal 5 Februari 1597 Keduapuluh enam orang itu kemudian dibawa ke tempat pelaksanaan hukuman mati di luar kota Nagasaki. Dengan diikat, mereka disuruh berjalan dengan berbaris sehingga mereka menjadi tontonan dan menjadi pelajaran bagi masyarakat yang menyaksikannya. Sepanjang perjalanan, para saksi-saksi Kristus ini terus melagukan Te Deum.
Mereka diikatkan pada salib masing-masing dengan rantai dan tali dan belenggu besi dipasang disekeliling leher mereka. Masing-masing salib kemudian dikerek dan kaki salib ditancapkan ke sebuah lubang yang telah digali. Tombak ditikamkan kepada masing-masing korban. Mereka wafat pada saat yang hampir bersamaan.
Dari atas salib Santo Paulus Miki terus berkotbah dengan gagah berani untuk memberi semangat bagi umat kristiani untuk tetap setia pada iman mereka. Ia baru diam setelah sebuah tombak menembus dadanya. Pakaian-pakaian mereka yang ternoda oleh darah disimpan sebagai relikwi yang berharga oleh komunitas Kristiani Jepang.
26 Martir Nagasaki dinyatakan kudus pada tahun 1862 oleh Paus PIUS IX.
Berikut nama 26 Martir Nagasaki :
1. Santo Paulus Miki ==> Lihat Profil Santo Paulus Miki
2. Santo Fransiskus of Nagasaki
Seorang dokter dari Kyoto dan pengkhotbah yang penuh semangat. Setelah ia dan isterinya dibaptis, mereka tinggal di dekat biara OFM. Mereka merawat orang-orang sakit tanpa memungut bayaran dan membawa mereka kepada Kristus. Tewas sebagai martir diusia 48 tahun.
3.Santo Fransiskus Kichi (Caius Francis, Gaius Francis)
Layman soldier. Convert. Franciscan tertiary. When soldiers came to arrest the Franciscan friars, he insisted he was a Christian, too; they took him, and he shared their fate.
4.Santo Fransiskus Blanco,
Misionaris Fransiskan yang berasal dari Monterrey (Galacia, Spanyol). Datang ke Jepang bersama dengan Santo Martin dari Kenaikan. Seorang yang pendiam, lembut dan genius.
5.Santo Fransiskus Dari St Mikael
Misionaris awam ordo Fransiskan dari La Parrilla, Valladolid, Spanyol.
6.Santo Cosmas Takeya
Seorang pembuat pedang dari Owari. Ia dibaptis oleh Missionaris Jesuit dan bekerja sebagai seorang katekis bersama Ordo Fransiskan (OFM) di Osaka.
7.Santo Petrus Sukejiro
Seorang pemuda dari Kyoto yang dikirim oleh P.Organtino untuk mendampingi para martir dalam perjalanan mereka ke Nagasaki. Pengabdiannya yang besar pada tugasnya menghasilkan rahmat baginya untuk bergabung dalam bilangan para martir.
8.Santo Mikhael Kozaki
Tukang kayu berusia 46 tahun yang berasal dari Ise. Seorang pembuat busur yang handal. Dengan keahliannya sebagai tukang kayu, ia ikut serta membangun biara-biara serta gereja-gereja OFM di Kyoto dan Osaka. Ia mempercayakan miliknya yang paling berharga kepada para biarawan OFM, yaitu anaknya, Thomas.
9.Santo Tomas Kozaki
Putra Santo Mikhael Kozaki. Ia berusia 14 tahun saat menjadi Martir. Seorang anak desa yang tingkah lakunya kasar, tetapi berhati mulia. Sejak kecil ia telah membantu ayahnya yang adalah seorang tukang kayu. Seorang yang jujur, tegas, dan memiliki semangat pengabdian yang tinggi dalam melayani Tuhan. Ia lalu tinggal di biara Fransiskan sampai saat kemartirannya. Surat perpisahannya kepada ibunya menjadi relikwi yang amat berharga bagi umat Katolik Jepang.
10.Santo Yakobus Kisai
berusia 64 tahun, seorang Serikat Yesus awam. Devosinya kepada Sengsara Kristus amat mendalam. Dikenal sebagai seorang yang lemah lembut dan hatinya penuh kedamaian. Ia berasal dari Okayama dan bertugas mengurus para tamu yang berkunjung ke kediaman Serikat Yesus.
11.Santo Paulus Ibaraki
Berasal dari sebuah keluarga samurai di Owari. Ia bersama keluarganya tinggal dekat biara OFM. Hidup miskin tetapi banyak membantu orang-orang lain yang lebih miskin darinya. Ia juga seorang pengkhotbah.
12.Santo Leo Karasumaru
Adik Santo Paulus Ibaraki. Hidupnya merupakan teladan. Memberikan sumbangan besar kepada OFM dalam membangun gereja dan mengelola rumah sakit. Seorang katekis yang penuh semangat dan doa.
13.Santo Louis Ibaraki
Martir termuda dari rombongan para Martir Nagasaki. Ia berusia 12 tahun, keponakan Santo Paulus Ibaraki dan Santo Leo Karasumaru. Seorang remaja yang menyenangkan dan disayangi semua orang. Ia tetap menyanyi dan tertawa ketika para serdadu memotong telinga kirinya. Sepanjang perjalanan yang jauh ke Nagasaki dan selama tergantung di atas kayu salib, ia membuktikan ketabahan dan kebesaran hatinya. Ia menolak mentah-mentah ketika dibujuk untuk mengingkari imannya.
“Ada Louis kecil bersama kita,” tulis Santo Fransiskus Blanco di malam menjelang hukuman mati, “dan ia begitu penuh keberaninan dan semangat yang mengharukan semua orang.”
14. Santo Yohanes dari Goto (Yohanes Soan de Goto)
Pemuda berusia 19 tahun dari pulau Goto ini penuh dengan sukacita. Ia melayani Tuhan sepanjang hidupnya. Ia bersekolah di sekolah Serikat Yesus untuk menjadi seorang Katekis dan membantu para misionaris dengan keahliannya melukis dan bermain musik. Ia ditempatkan di Osaka di bawah bimbingan P. Morejon sampai Tuhan menawarkan mahkota kemartiran kepadanya.
15.Santo Antonius Deyman
Berusia 13 tahun, dilahirkan di Nagasaki. Ayahnya berasal dari Tiongkok dan ibunya seorang Jepang. Remaja yang polos ini belajar di biara OFM di Osaka. Hal yang amat memilukan hatinya ialah ketika melihat ibunya menangis tidak jauh dari salibnya. Ajal menjemput ketika ia memadahkan lagu-lagu pujian.
16.Santo Petrus Baptista
berusia 50 tahun, berasal dari San Esteblan del Valle (Avila, Spanyol). Pemimpin Misi OFM (Saudara-saudara Dina) di Jepang, dulunya seorang duta besar dari Spanyol. Ia merupakan ayah bagi kaum lepra dan pemimpin rombongan martir. Hidupnya penuh dengan kebajikan dan kekudusan.
17.Santo Martin of the Ascencion
berusia 30 tahun, berasal dari Guipuzcoa, Spanyol. Kesucian hatinya sungguh mengagumkan. Biasa menghabiskan waktu malamnya dengan doa.
18.Santo Filipus Dari Yesus (Fellipe de Jesus)
Seorang Meksiko berusia 24 tahun. Hidupnya penuh dengan tantangan yang membingungkan, adu kekuatan antara Kristus dan Filipus, tidak satupun dari mereka yang mau kalah. Pada akhirnya Kristus menjadi pemenang dan sekarang Filipus penuh dengan semangat untuk menebus masa-masa dimana ia menjadi anak yang hilang: ia yang wafat pertama sebagai martir.
19.Santo Gonzalo Garcia (Gundisalvus Garcia)
Berusia 40 tahun, berasal dari Bazain, India. Ayahnya seorang Portugis dan ibunya seorang India. Seorang katekis bersama Serikat Yesus. Ia masuk OFM awam, dan menjadi tangan kanan Santo Petrus Baptista. Masyarakat India mengangkatnya menjadi santo pelindung Bombay.
20.Santo Matias of Miyako
kita tidak mengetahui latar belakangnya. Para prajurit mencari Matias lain yang tidak dapat diketemukan, atau ia menawarkan diri untuk menggantikan Matias yang dicari. Para prajurit dengan senang hati menerima dia. Tuhan juga menerimanya juga.
21.Santo Bonaventura of Miyako
Dibaptis ketika masih bayi, tak lama kemudian ibunya meninggal. Ibu tirinya mengirim Bonaventura ke biara Budha. Suatu hari ia mengetahui perihal pembaptisannya dan mengunjungi Biara Fransiskan di Kyoto untuk mendapatkan lebih banyak keterangan. Di biara, ia mendapatkan kedamaian hati dan memutuskan untuk menjadi pengikut Kristus. Sepanjang perjalanannya menuju hukuman mati, ia berdoa bagi iman ayahnya dan pertobatan ibu tirinya.
22.Santo Yoakim Sakakibara
Berusia 40 tahun, berasal dari Osaka. Ketika sedang sakit keras, seorang katekis membaptisnya dan beberapa waktu keudian ia menjadi sembuh. Sebagai rasa terima kasih, Yoakim membantu pendirian biara OFM di Osaka dan kemudian tinggal di sana sebagai juru masak. Ia unggul dalam kebaikan hati dan kesediaannya untuk melayani.
23.Santo Tomas Dangi (Thomas Xico, Thomas Dauki, Thomas Danki)
Seorang penjual obat, wataknya keras. Dengan rahmat Tuhan ia beroleh ketenangan menjadi seorang katekis yang lembut hati. Ia mendirikan tokonya di sebelah biara OFM, dan sementara ia menjual obat, ia juga menunjukkan kepada para pelanggannya jalan menuju surga.
24.Santo Yohanes Kinuya (Yohanes Kimoia, Yohanes Kisaka)
Seorang penenun dan pedagang kain sutera dari Kyoto. Ia memindahkan tokonya dekat biara OFM. Tewas sebagai martir di usia 28 tahun.
25.Santo Gabriel de Duisco
Seorang katekis berusia 19 tahun dari Ise. Ia dibaptis dan dibimbing oleh Santo Gonzalo Garcia. Ia maju pesat dalam iman.
26.Santo Paulus Suzuki
Berasal dari Owari dan menjadi salah seorang katekis pribumi Jepang terbaik yang bekerja membantu Misi Fransiskan. Ia unggul dalam semangat pewartaan dan bertugas mengelola Rumah Sakit Santo Yusuf di Kyoto. Tewas sebagai Martir Kristus pada usia 49 tahun.
S. Paulus Miki dan kawan-kawan
Paulus Miki lahir sekitar tahun 1562 dari sebuah keluarga Jepang yang berada. Seluruh keluarganya menjadi Katolik, dan pada usia dua puluh tahun Paulus masuk seminari Yesuit yang baru dibuka di Jepang. Ia menjadi bruder Yesuit dan dikenal sebagai pengkhotbah berbakat yang menuntun banyak orang sebangsanya kepada iman.
Pada masa itu penguasa Toyotomi Hideyoshi mulai curiga terhadap kehadiran para misionaris asing. Ia menangkap dua puluh enam orang Kristen, terdiri dari para imam dan bruder Fransiskan, tiga Yesuit termasuk Paulus Miki, serta sejumlah awam Jepang, di antaranya beberapa anak laki-laki. Mereka dipaksa berjalan kaki lebih dari lima ratus kilometer dari Kyoto menuju Nagasaki sambil diejek dan dianiaya, namun tetap setia.
Di sebuah bukit di Nagasaki, kedua puluh enam orang itu disalibkan dan ditikam dengan tombak pada tahun 1597. Dari atas salibnya, Paulus Miki masih sempat berkhotbah kepada orang banyak. Ia menyatakan bahwa ia bahagia mati demi Yesus, lalu mengampuni para algojonya dan berdoa bagi keselamatan mereka. Para martir ini dikanonisasi oleh Paus Pius IX pada tahun 1862 dan menjadi benih pertama Gereja Jepang.
Pelindung: Jepang.
Santa Dorothea dan Theopilus
Cerita kuno yang berbau legenda tentang buah-buahan dan bunga dari Santa Dorothea mengingatkan kita akan anugerah-anugerah yang kita terima dari jasa dan pengantaraan para orang kudus. Makin lama makin menjadi kebiasaan bahwa sejak jaman Santo Stefanus Martir, para martir juga berdoa bagi musuh-musuhnya supaya bertobat. Hal ini tampak juga pada diri Santa Dorothea. Dorothea mati sebagai Martir Kristus pada masa penganiayaan orang Kristen di Kaisarea. Orang tuanya pun mati terbunuh sebagai martir.
Menurut cerita kuno yang diwariskan oleh Santo Aldhelmus, Dorothea hidup di Kaisarea pada abad ke 4, pada masa pemerintahan Kaisar Diokletianus. Pada masa itu Fabricius menjadi gubernur di Kaisarea. Fabricus yang tertarik pada kecantikan Dorothea berusaha keras untuk menikahinya. Dorothea yang sudah beriman Kristen dengan tegas menolak keinginan sang Gubernur yang kafir itu. Gubernur Fabricus mengutus dua orang wanita cantik untuk membujuk Dorothea agar menerima lamarannya. Namun Dorothea tidak dapat digoyahkan pendiriannya. Dua wanita itu pun bahkan tersentuh hatinya menyaksikan keteguhan iman Dorothea, dan akhirnya mereka bertobat dan menjadi Kristen. Akhirnya Dorothea dipanggil oleh Fabricius, diancam akan disiksa dan dibunuh. Di hadapan Fabricius, Dorothea dengan tegas menjawab: Segeralah bunuh aku, agar secepatnya aku memuji Tuhanku di surga. Theophilus yang menjadi pengawal Fabricius mengejek dan mengatakan: Kalau engkau sampai di surga tolong kirimkan kepadaku buah buahan dan bunga mawar.
Pada waktu yang ditentukan, seorang algojo memenggal leher Dorothea dengan pedangnya. Seketika itu juga wafatlah Dorothea sebagai martir Yesus yang jaya. Dan pada malam harinya seorang malaikat kecil menampakkan diri kepada Theophilus. Malaikat kecil itu menjinjing satu keranjang berisi buah apel dan bunga mawar dan memberikannya kepada Theophilus, katanya: Hai Theophilus, inilah kiriman dari Dorothea untukmu. Melihat hal itu takutlah ia; kemudian ia bertobat dan menjadi Kristen. Bahkan malaikat kecil itu berpesan: Engkau ditunggu Dorothea di surga. Tak lama kemudian Theophilus juga ditangkap dan dibunuh di tempat yang sama. Jenazah Dorothea kemungkinan di simpan di dalam sebuah gereja di Roma yang dimana namanya ditulis.
Santo Alfonsus Maria Fusco
Santo Alfonso Maria Fusco berasal dari kota kecil Angri, di Salerno, Campagnia, Italia Selatan. Kedua orang tuanya, Aniello Fusco dan Josephine Schiavone, adalah petani sederhana yang hidup dalam tradisi Katolik yang kuat.
Pasangan ini telah menikah selama tiga tahun namun belum juga memiliki keturunan. Karena itu pada tahun 1838 mereka memutuskan untuk berziarah ke Basilika Santo Alfonsus de Lugiori di kota Pagani, tempat relikwi Santo Alfonsus Maria de Lugiori disemayamkan. Setelah selesai berdoa dengan perantaraan Santo Alfonsus Liguori (saat itu masih bergelar Beato), seorang biarawan Redemptoris bernama Francesco Saverio Pecorelli,C.Ss.R mendekati pasangan peziarah ini dan berpesan : “Kalian akan memiliki seorang putra, kalian akan menamakannya Alfonsus. Ia akan menjadi seorang imam dan akan menjalani hidup seperti Beato Alfonsus”. Dan begitulah yang terjadi. Pada tanggal 23 Maret 1839 putra sulung mereka lahir dan dibabtis dengan nama Alfonsus Maria Fusco. Setelah itu pasangan petani saleh ini juga diberkati dengan kelahiran empat orang buah hati.
Alfonsus kecil dikenal sebagai pribadi yang lembut, menyenangkan, suka berdoa dan ringan tangan membantu orang-orang miskin. Di usia tujuh tahun ia mendapat dispensasi khusus untuk menerima Komuni pertama atas rekomendasi para katekis dan pastor paroki. Ketika berusia sebelas tahun ia mengungkapkan keinginannya untuk menjadi seorang imam. Pada tanggal 5 November 1850 Alfonsus masuk Seminari Nocera dei Pagani. Selama 13 tahun ia belajar dengan tekun dan ditahbiskan menjadi imam oleh Uskup Agung Salerno, Mgr.Anthony Salomone, pada tanggal 29 Mei 1863.
Pater Alfonsus segera dikenal akan semangat kerasulannya, kedisiplinannya dalam pelayanan liturgi dan ketekunannya memberikan pelayanan sakramen bagi umat, terutama sakramen tobat. Ia mengabdikan dirinya dengan sungguh-sungguh dan umat akan selalu mengenang gaya khotbahnya yang sederhana dan tajam.
Dalam kesehariannya, ia hanyalah seorang imam yang penuh semangat pelayanan, namun Alfonsus selalu membawa sebuah mimpi didalam hatinya. Pada suatu malam di tahun terakhirnya sebagai siswa seminari, ia bermimpi melihat Tuhan Yesus yang memintanya untuk mendirikan sebuah Institusi Susteran dan Panti Asuhan untuk anak-anak terlantar ketika ia telah menjadi seorang imam.
Pertemuannya dengan Maddalena Caputo, seorang calon postulan yang berkemauan keras, mendorong Alfonso untuk segera mewujudkan impiannya. Pada tanggal 25 September 1878, Maddalena Caputo membawa tiga wanita muda yang juga ingin menjalani hidup religius. Mereka menyatakan keinginan untuk mengabdikan diri kepada Tuhan dan menjalani kehidupan yang kudus, berkaul kemiskinan, serta mengabdi pada karya cinta kasih khususnya merawat para yatim piatu dan anak-anak terlantar. Inilah awal berdirinya Susteran Santo Yohanes Pembabtis atau yang juga dikenal sebagai para Suster Baptistine.
Benih yang telah jatuh ke dalam hati keempat wanita yang murah hati ini lalu bertumbuh pesat. Tuhan memberkati benih-benih ini hingga menghasilkan buah berlimpah. Dalam waktu singkat para postulan baru dan anak-anak yatim-piatu mulai berdatangan.
Pater Alfonsus menuntun perkembangan Institusi ini dengan bijaksana. Dia menunjukkan kelembutan bagai seorang ayah bagi semua penghuni biara dan panti asuhan, khususnya bagi para yatim-piatu. Semakin hari, semakin banyak para yatim-piatu dan anak-anak terlantar yang berdatangan ke rumah penampungan suster Baptistine. Hingga suatu saat, para suster khawatir akan persediaan makanan bagi para penghuni Panti Asuhan yang sudah menipis. Alfonso menenangkan mereka dan berkata : "Jangan khawatir, saya akan menghadap Yesus sekarang dan Dialah yang akan mencemaskan kita!". Jawaban Yesus datang seketika. Di hari itu juga kereta kuda seorang donatur tiba di rumah biara dan membawa bahan makanan dalam jumlah besar.
Pater Alfonsus tidak meninggalkan banyak tulisan. Dia lebih banyak bersaksi melalui cara hidupnya yang kudus. Orang-orang yang mengenalnya menyatakan bahwa ia adalah seorang imam yang hidup sangat sederhana. Ia memiliki rasa cinta yang meluap-luap pada Sakramen Ekaristi dan Devosi yang mendalam pada Sengsara Yesus di salib dan Bunda Maria berduka-cita. Kepada para suster Baptistine ia sering berpesan : "Marilah kita menjadi orang-orang kudus, mengikuti Yesus dengan saksama. …. Jika kita hidup dalam kemiskinan, dalam kesucian dan dalam ketaatan, kita akan bersinar seperti bintang di langit".
Pada masa dimana pendidikan adalah hak istimewa bagi segelintir orang, Alfonso telah berjuang memberikan pendidikan yang baik bagi para yatim-piatu dan anak-anak terlantar. Ia berharap dengan memperoleh pendidikan, mereka dapat menjalani hidup yang lebih baik dikemudian hari.
Konggregasi Suster Baptistine terus berkembang. Dalam waktu singkat jumlah para suster dan anak yatim terus bertambah. Hal ini mendesak pater Alfonso untuk membuka beberapa biara dan panti asuhan baru; awalnya di wilayah Campania, lalu menyebar ke seluruh wilayah Italia.
Pada malam hari tanggal 5 Februari 1910, pater Alfonsus jatuh sakit. Keesokan harinya ia minta diberikan sakramen pengurapan orang sakit, lalu dengan suara gemetar, ia berdoa : "Tuhan, terima kasih, saya telah menjadi pelayan MU yang tidak berguna". Kemudian ia berpaling kepada para suster yang tengah menangis disekeliling pembaringannya : "Dari surga aku tidak akan melupakan kalian, aku akan selalu berdoa untuk kalian". Dan hamba Tuhan ini menutup matanya untuk selama-lamanya.
Berita kematiannya menyebar dengan cepat. Umat mengabarkan berita kematiannya dengan berseru : "bapa kaum miskin itu telah meninggal!!, Orang kudus itu telah meninggal!".
Hidupnya sebagai saksi Kristus telah menjadi inspirasi dan anugerah, terutama bagi kaum miskin dan suster-suster Baptistine yang kini telah menyebar dan berkarya di empat benua. Pada tanggal 7 Oktober 2001, Alfonsus di beatifikasi oleh Paus Yohanes Paulus II. Dalam Misa beatifikasinya paus menyatakan bahwa Beato Alfonsus Maria Fusco adalah teladan bagi para imam, model bagi para pendidik, dan pelindung bagi kaum miskin. Selanjutnya pada tanggal 16 Oktober 2016 ia dikanonisasi oleh Paus Fransiskus di Basilika Santo Petrus Roma.
Arti nama
Alfonsus = nama Latin dari nama Jermanik: Alfons.
Alfons = "Bangsawan" atau "Siap" (Old Germanic)
Santo Fransiskus Blanco
Santo Fransiskus Blanco adalah seorang biarawan Fransiskan dari Monterrey (Galacia, Spanyol). Ia datang ke Jepang sebagai Missionaris bersama Santo Martinus dari Kenaikan (Marthin of the Ascencion) yang juga seorang imam Fransiskan. Fransiskus Blanco dikenang sebagai seorang imam yang pendiam, lembut dan genius.
Pada tahun 1597, seorang penguasa Jepang yang amat berpengaruh, Hideyoshi, mendengar hasutan seorang pedagang Spanyol. Pedagang itu membisikkan bahwa para misionaris adalah pengkhianat bangsa Jepang. Ia menambahkan bahwa para pengkhianat itu akan mengakibatkan Jepang dikuasai oleh Spanyol dan Portugis. Hasutan itu tidak benar dan tidak masuk akal. Tetapi, Hideyoshi menanggapinya dengan berlebihan, sehingga ia menangkap Fransiskus dan dua puluh lima orang yang dianggapnya sebagai para pengkhianat. Mereka yang ditangkap terdiri dari enam orang biarawan Fransiskan dari Spanyol, Meksiko dan India; tiga orang katekis Yesuit Jepang, dan tujuh belas Katolik awam Jepang, termasuk anak-anak. Sumber : Katakombe.Org
Pada tanggal 5 Februari 1597 Fransiskus bersama dua puluh lima orang martir dibawa ke tempat pelaksanaan hukuman mati di luar kota Nagasaki. Dengan diikat, mereka disuruh berjalan dengan berbaris sehingga mereka menjadi tontonan dan menjadi pelajaran bagi masyarakat yang menyaksikannya. Sepanjang perjalanan, para saksi Kristus ini terus melagukan Te Deum.
Mereka diikat pada salib masing-masing dengan rantai dan tali, lalu belenggu besi dipasang disekeliling leher mereka. Masing-masing salib kemudian dikerek dan kaki salib ditancapkan ke sebuah lubang yang telah digali. Tombak lalu ditikamkan pada masing-masing orang dan para saksi Kristus ini tewas pada saat yang hampir bersamaan.
Sumber : Katakombe.Org
Arti nama
Fransiskus berasal dari nama Latin Franciscus yang berarti "Orang Perancis".
Nama ini diturunkan dari kata "Francus" (yang berarti : "Seorang Franc", atau "Seorang bebas"). Akar kata ini berasal dari kata Perancis kuno "Franc" yang berarti "Bebas".
Santo Fransiskus dari Santo Mikhael
Fransikus Andrade Arco berasal dari La Parrilla, Valladolid, Spanyol. Ia masuk biara Ordo Fransiskan pada tahun 1566 sebagai seorang Bruder, dan sejak itu ia dikenal sebagai Bruder Fransiskus dari Santo Mikhael. Fransiskus dikirim sebagai Misionaris ke tanah Misi di Manila Filipina. Lalu pada tahun 1593 ia berangkat ke Jepang bersama Uskup Petrus Baptista (Pedro Bautista) yang telah ditunjuk sebagai superior para Missionaris di Jepang.
Pada tahun 1597, seorang penguasa Jepang yang amat berpengaruh, Hideyoshi, mendengar hasutan seorang pedagang Spanyol. Pedagang itu membisikkan bahwa para misionaris adalah pengkhianat bangsa Jepang. Ia menambahkan bahwa para pengkhianat itu akan mengakibatkan Jepang dikuasai oleh Spanyol dan Portugis. Hasutan itu tidak benar dan tidak masuk akal. Tetapi, Hideyoshi menanggapinya dengan berlebihan, sehingga ia menangkap orang-orang Kristen yang dianggapnya sebagai pengkhianat.
Uskup Pedro Bautista dan Bruder Fransiskus ditangkap dan dihukum mati bersama dua puluh empat orang martir Kristus lainnya pada tanggal er : Katakombe.Org5 Februari 1597.
Arti nama
Fransiskus berasal dari nama Latin Franciscus yang berarti "Orang Perancis".
Nama ini diturunkan dari kata "Francus" (yang berarti : "Seorang Franc", atau "Seorang bebas"). Akar kata ini berasal dari kata Perancis kuno "Franc" yang berarti "Bebas".
Santo Fransiskus Kichi
Santo Fransiskus Kichi adalah seorang Tentara Jepang yang dibabtis oleh para Misionaris Fransiskan. Fransiskus kemudian menjadi anggota Ordo Ketiga Fransiskan yang penuh Devosi.
Pada tahun 1597, seorang penguasa Jepang yang amat berpengaruh, Hideyoshi, mendengar hasutan seorang pedagang Spanyol. Pedagang itu membisikkan bahwa para misionaris adalah pengkhianat bangsa Jepang. Ia menambahkan bahwa para pengkhianat itu akan mengakibatkan Jepang dikuasai oleh Spanyol dan Portugis. Hasutan itu tidak benar dan tidak masuk akal. Tetapi, Hideyoshi menanggapinya dengan berlebihan, sehingga ia menangkap Fransiskus Kichi dan dua puluh lima orang yang dianggapnya sebagai para pengkhianat.
Ketika para tentara datang untuk menangkap para Misionaris, Fransiskus Kichi bersikeras bahwa dia juga seorang Kristen karena itu ia juga ditangkap dan dipenjarakan. Sumber : Katakombe.Org
Pada tanggal 5 Februari 1597 Fransiskus Kichi bersama dua puluh lima orang martir dibawa ke tempat pelaksanaan hukuman mati di luar kota Nagasaki. Dengan diikat, mereka disuruh berjalan dengan berbaris sehingga mereka menjadi tontonan dan menjadi pelajaran bagi masyarakat yang menyaksikannya. Sepanjang perjalanan, saksi-saksi Kristus ini terus melagukan Te Deum.
Mereka diikat pada salib masing-masing dengan rantai dan tali, lalu belenggu besi dipasang disekeliling leher mereka. Masing-masing salib kemudian dikerek dan kaki salib ditancapkan ke sebuah lubang yang telah digali. Tombak lalu ditikamkan pada masing-masing orang dan para saksi Kristus ini tewas disaat yang hampir bersamaan.
Sumber : Katakombe.Org
Arti nama
Fransiskus berasal dari nama Latin Franciscus yang berarti "Orang Perancis".
Nama ini diturunkan dari kata "Francus" (yang berarti : "Seorang Franc", atau "Seorang bebas"). Akar kata ini berasal dari kata Perancis kuno "Franc" yang berarti "Bebas".
Santo Fransiskus Nagasaki
Santo Fransiskus dari Nagasaki aslinya berasal dari Miyako, Iwate Jepang. Ia adalah seorang dokter dan pengkhotbah yang penuh semangat. Setelah ia dan isterinya dibaptis, mereka tinggal di dekat biara OFM. Mereka merawat orang-orang sakit tanpa memungut bayaran dan membawa mereka kepada Kristus.
Pada tahun 1597, seorang penguasa Jepang yang amat berpengaruh, Hideyoshi, mendengar hasutan seorang pedagang Spanyol. Pedagang itu membisikkan bahwa para misionaris adalah pengkhianat bangsa Jepang. Ia menambahkan bahwa para pengkhianat itu akan mengakibatkan Jepang dikuasai oleh Spanyol dan Portugis. Hasutan itu tidak benar dan tidak masuk akal. Tetapi, Hideyoshi menanggapinya dengan berlebihan, sehingga ia menangkap Fransiskus dan dua puluh lima orang yang dianggapnya sebagai para pengkhianat. Mereka yang ditangkap terdiri dari enam orang biarawan Fransiskan dari Spanyol, Meksiko dan India; tiga orang katekis Yesuit Jepang, dan tujuh belas Katolik awam Jepang, termasuk anak-anak. Sumber : Katakombe.Org
Pada tanggal 5 Februari 1597 Fransiskus bersama dua puluh lima orang martir dibawa ke tempat pelaksanaan hukuman mati di luar kota Nagasaki. Dengan diikat, mereka disuruh berjalan dengan berbaris sehingga mereka menjadi tontonan dan menjadi pelajaran bagi masyarakat yang menyaksikannya. Sepanjang perjalanan, saksi-saksi Kristus ini terus melagukan Te Deum.
Mereka diikat pada salib masing-masing dengan rantai dan tali, lalu belenggu besi dipasang disekeliling leher mereka. Masing-masing salib kemudian dikerek dan kaki salib ditancapkan ke sebuah lubang yang telah digali. Tombak lalu ditikamkan pada masing-masing orang dan para saksi Kristus ini tewas disaat yang hampir bersamaan.
Sumber : Katakombe.Org
Arti nama
Fransiskus berasal dari nama Latin Franciscus yang berarti "Orang Perancis".
Nama ini diturunkan dari kata "Francus" (yang berarti : "Seorang Franc", atau "Seorang bebas"). Akar kata ini berasal dari kata Perancis kuno "Franc" yang berarti "Bebas".
Santo Kosmas Takeya
Santo Kosmas Takeya adalah seorang pandai besi pembuat Katana dari Owari. Ia dibaptis oleh para Missionaris Jesuit dan menjadi Anggota Ordo ketiga Fransiskan. Saat tertangkap dan dihukum mati, Kosmas diketahui bekerja sebagai katekis dan penterjemah bagi Missionaris Fransiskan di Osaka.
Pada tahun 1597, seorang penguasa Jepang yang amat berpengaruh, Hideyoshi, mendengar hasutan seorang pedagang Spanyol. Pedagang itu membisikkan bahwa para misionaris adalah pengkhianat bangsa Jepang. Ia menambahkan bahwa para pengkhianat itu akan mengakibatkan Jepang dikuasai oleh Spanyol dan Portugis. Hasutan itu tidak benar dan tidak masuk akal. Tetapi, Hideyoshi menanggapinya dengan berlebihan, sehingga ia menangkap 26 orang yang dianggapnya sebagai para pengkhianat. Mereka yang ditangkap terdiri dari enam orang biarawan Fransiskan dari Spanyol, Meksiko dan India; tiga orang katekis Yesuit Jepang, dan tujuh belas Katolik awam Jepang, termasuk anak-anak. Sumber : Katakombe.Org
Pada tanggal 5 Februari 1597 Kosmas Takeya bersama dua puluh lima orang martir dibawa ke tempat pelaksanaan hukuman mati di luar kota Nagasaki. Dengan diikat, mereka disuruh berjalan dengan berbaris sehingga mereka menjadi tontonan dan menjadi pelajaran bagi masyarakat yang menyaksikannya. Sepanjang perjalanan, saksi-saksi Kristus ini terus melagukan Te Deum.
Mereka diikat pada salib masing-masing dengan rantai dan tali, lalu belenggu besi dipasang disekeliling leher mereka. Masing-masing salib kemudian dikerek dan kaki salib ditancapkan ke sebuah lubang yang telah digali. Tombak lalu ditikamkan pada masing-masing orang dan para saksi Kristus ini tewas disaat yang hampir bersamaan.
Sumber : Katakombe.Org
Arti nama
Berasal dari nama Yunani Κοσμας (Kosmas), yang berasal dari kata κοσμος (kosmos) yang berarti : "ketertiban, kesopanan".
Santo Mikhael Kozaki
Santo Mikhael Kozaki (46 tahun) adalah seorang tukang kayu dan pembuat busur yang handal dari Ise, Prefecture Mie, Jepang. Ia dibabtis oleh para missionaris Fransiskan dimasa awal karya Misi mereka di Negeri Sakura. Mikhael menjadi anggota Ordo Ketiga Fransiskan dan bekerja sebagai katekis dan perawat rumah sakit di Misi Ordo Fransiskan.
Dengan keahliannya sebagai tukang kayu, Mikhael ikut serta membangun Gereja, biara dan gedung-gedung karya amal misi Fransiskan di Kyoto dan Osaka.
Selain mempersembahkan seluruh hidup dan mati-nya bagi Kristus, Mikhael juga mempersembahkan harta miliknya yang paling berharga : putranya Thomas Kozaki (14 tahun). Ayah dan anak ini tewas bersama-sama sebagai martir-martir Kristus yang perkasa pada tanggal 5 Februari 1597.
Sumber : Katakombe.Org
Arti nama
Berasal dari nama Ibrani מִיכָאֵל (Mikha'el) yang berarti "Siapakah yang seperti Allah?"
Santo Petrus Sukejiro
Petrus Sukejiro adalah seorang Fransiskan Tertiari (Ordo Ketiga) yang bekerja sebagai katekis dan Koster (Sakristan) pada rumah misi Ordo Fransiskan di Kyoto. Ia tertangkap saat melayani para tahanan Kristen di penjara. Pengabdiannya yang besar pada tugasnya membuahkan rahmat baginya untuk bergabung dalam bilangan para martir.
Sumber : Katakombe.OrgPada tanggal 5 Februari 1597 Petrus Sukejiro bersama dua puluh lima orang martir dibawa ke tempat pelaksanaan hukuman mati di luar kota Nagasaki. Dengan diikat, mereka disuruh berjalan dengan berbaris sehingga mereka menjadi tontonan dan menjadi pelajaran bagi masyarakat yang menyaksikannya. Sepanjang perjalanan, saksi-saksi Kristus ini terus melagukan Te Deum.
Mereka diikat pada salib masing-masing dengan rantai dan tali, lalu belenggu besi dipasang disekeliling leher mereka. Masing-masing salib kemudian dikerek dan kaki salib ditancapkan ke sebuah lubang yang telah digali. Tombak lalu ditikamkan pada masing-masing orang dan para saksi Kristus ini tewas pada saat yang hampir bersamaan.
Sumber : Katakombe.Org
Arti nama
Petrus : Berasal dari bahasa Yunani Πετρος (Petros) yang berarti "batu". Ini adalah terjemahan yang digunakan dalam kitab Perjanjian Baru untuk nama Aramiac : Cephas (Kefas), yang juga berarti "batu" (Yoh 1:42).
Santo Teofilus dari Kaisarea
Santo Teofilus dari Kaisarea tercatat sebagai martir bersama Santa Dorothea dalam Martyrologium Hieronymianum (Buku daftar para Martir Kristus yang ditulis oleh Santo Hieronimus) dan dalam Roman Martyrology (Martyrologium Romanum, daftar martir dan para kudus resmi yang pertama kali dipublikasikan tahun 1583 pada masa paus Gregorius XIII). Walau demikian, hanya ada secuil catatan yang menyebutkan nama Teofilus saat kemartiran Santa Dorothea pada tahun 311.
Kisah pertobatan dan kematian Teofilus pasca kemartiran Santa Dorothea, seperti yang tertulis dibawah ini, adalah legenda yang ditambahkan kemudian.(qq)
Saat akan dihukum mati oleh seorang Gubernur Romawi bernama Fabricius; Santa Dorothea berkata : “Segeralah bunuh aku, agar aku dapat memuji Tuhanku di surga”.Teofilus yang menjadi pengawal Fabricius mengejek Dorothea dengan berkata : “Kalau engkau sampai di surga tolong kirimkan kepadaku buah-buahan dan bunga mawar”.
“Aku akan melakukannya” jawab Santa Dorothea.
Seorang algojo lalu memenggal leher Dorothea dengan pedangnya hingga ia tewas seketika.
Pada malam harinya, seorang malaikat kecil menampakkan diri kepada Teofilus dengan menjinjing satu keranjang berisi buah apel dan bunga mawar. Malaikat itu berkata : “Hai Teofilus, inilah kiriman dari Dorothea untukmu”. Malaikat itu kemudian melanjutkan : “Engkau ditunggu Dorothea di surga”.
Melihat hal itu takutlah Teofilus. Ia bertobat dan menjadi Kristen. Tak lama kemudian Teofilus juga ditangkap dan dibunuh sebagai seorang martir Kristus.
Arti nama
Teofilus adalah bentuk Latin dari nama Yunani Θεοφιλος (Theophilos) yang berarti : "Sahabat Tuhan", "Sahabat Allah"
Berasal dari kata θεος (theos) "Tuhan" dan φιλος (philos) "teman", “sahabat”.
Santo Thomas Kozaki
Santo Thomas Kozaki adalah seorang anak desa yang tingkah lakunya kasar, tetapi berhati mulia. Ia juga seorang yang jujur, tegas, serta memiliki semangat pengabdian yang tinggi dalam melayani Tuhan.
Sejak kecil ia telah membantu ayahnya, Santo Mikhael Kozaki, yang adalah seorang tukang kayu. Bersama ayahnya ia membangun biara Fransiskan lalu menjadi anggota biara tersebut sampai saat ia ditangkap dan dihukum mati pada tanggal 5 Februari 1597.
Pada saat pelaksanaan hukuman mati, Thomas bersama ayahnya dan dua puluh empat orang martir lainnya dibawa ke tempat penyaliban di luar kota Nagasaki. Dengan diikat, mereka disuruh berjalan dengan berbaris sehingga mereka menjadi tontonan dan menjadi pelajaran bagi masyarakat yang menyaksikannya. Sepanjang perjalanan, saksi-saksi Kristus ini terus melagukan Te Deum.
Mereka diikat pada salib masing-masing dengan rantai dan tali, lalu belenggu besi dipasang disekeliling leher mereka. Masing-masing salib kemudian dikerek dan kaki salib ditancapkan ke sebuah lubang yang telah digali. Tombak ditikamkan kepada masing-masing korban. Mereka wafat pada saat yang hampir bersamaan
Thomas Kozaki menjadi Martir dalam usia 14 tahun. Surat perpisahan kepada ibunya menjelang saat penyalibannya sangat mengharukan. Surat itu kini menjadi relikwi yang amat berharga bagi umat Katolik Jepang.
Arti nama
Thomas = Ejaan Yunani untuk nama Aramaic תָּאוֹמָא (Ta'oma') yang berarti : "Kembar"
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari