Bacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Di wilayah bangsa-bangsa lain orang telah melihat terang yang besar.
Kalau dahulu Tuhan merendahkan tanah Zebulon dan Naftali, maka di kemudian Hari Tuhan akan memuliakan jalan ke laut, yakni daerah seberang sungai Yordan, wilayah bangsa-bangsa lain. Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; terang telah bersinar atas mereka yang diam di negeri kekelaman. Engkau, ya Tuhan, telah menimbulkan banyak sorak-sorak dan sukacita yang besar. Mereka telah bersukacita di hadapan-Mu, seperti orang bersukacita di waktu panen, seperti orang bersorak-sorak di waktu membagi-bagi jarahan. Sebab kuk yang menekan bangsa itu dan gandar yang diatas bahunya serta tongkat si penindas telah Kaupatahkan seperti pada hari kekalahan Midian.
Refren: Tu han, Engkaulah penye-la - mat-ku
Pujilah TUHAN, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa!
Sebab kasih-Nya hebat atas kita, dan kesetiaan TUHAN untuk selama-lamanya. Haleluya!
Semoga kamu seia-sekata, dan jangan ada perpecahan di antara kamu.
Saudara-saudara aku menasihati kamu demi nama Tuhan kita Yesus Kristus supaya kamu seia-sekata, dan jangan ada perpecahan di antara kamu. Sebaiknya hendaklah kamu erat bersatu dan sehati sepikir. Sebab, saudara-saudaraku, aku telah diberitahu oleh orang-orang dari keluarga Kloe tentang kamu, bahwa ada perselisihan diantara kamu. Yang aku maksudkan ialah, bahwa kamu masing-masing berkata: Aku dari golongan Paulus. Atau aku dari golongan Apolus. Atau: aku dari golongan Kefas. Atau: aku dari golongan Kristus. Apakah Kristus terbagi-bagi? Adakah Paulus disalibkan karena kamu? Ataukah kamu dibaptis dalam nama Paulus? Aku mengucap syukur bahwa tidak ada seorang pun diantara kamu yang aku baptis selain Krispus dan Gayus, sehingga tidak ada orang yang dapat mengatakan, bahwa kamu dibaptis dalam nama-Ku. Juga keluarga Stefanus aku yang membaptisnya. Kecuali mereka aku tidak tahu, entahkah ada lagi orang yang aku baptis. Sebab Kristus mengutus aku bukan untuk membaptis, tetapi untuk memberitakan injil. Dan itu pun bukan dengan hikmat perkataan, supaya salib Kristus jangan menjadi sia-sia.
Alleluya, alleluya.
Yesus memberitakan Injil Kerajaan Allah, serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.
Alleluya, alleluya.
Yesus diam di Kapernaum supaya genaplah Firman yang disampaikan oleh Nabi Yesaya.
Ketika mendengar bahwa Yohanes Pembaptis telah ditangkap, Yesus menyingkir ke Galilea. Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali. Dengan demikian genaplah Firman yang disampaikan oleh Nabi Yesaya; Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang Sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain; bangsa yang diam dalam kegelapan telah melihat Terang yang besar, dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut telah terbit Terang. Sejak waktu itu Yesus memberitakan, “Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah dekat.” Ketika Yesus sedang berjalan menyusur Danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka, “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” Mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Yesus. Setelah pergi dari sana, Yesus melihat pula dua orang bersaudara, yaitu Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya; bersama ayah mereka, Zebedeus, mereka sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus memanggil mereka, dan mereka segera meninggalkan perhu serta ayahnya, lalu mengikuti Yesus. Yesus pun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu.
Sinyal Pertama di Pelosok
Ada satu pemandangan yang selalu membuat saya tersenyum ketika berkunjung ke paroki di lereng gunung: menara pemancar kecil berdiri di antara kebun kopi. Dahulu kampung itu disebut daerah tanpa sinyal. Orang harus naik ke bukit untuk sekadar mengirim pesan. Kini justru dari situ kabar dikirim ke mana-mana. Yang dulu paling tertinggal, kini paling dulu tersambung.
Yesaya berbicara tentang tanah seperti itu. Zebulon dan Naftali, wilayah utara yang pertama kali diinjak tentara Asyur, tanah yang direndahkan. Galilea, kata orang Yerusalem, adalah wilayah bangsa-bangsa lain, daerah campuran, pinggiran. Justru di sana, kata nabi, bangsa yang berjalan dalam kegelapan akan melihat terang yang besar.
Matius mencatat dengan teliti bahwa Yesus tidak memulai karya-Nya di Yerusalem. Ia meninggalkan Nazaret dan tinggal di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali. Nubuat itu digenapi bukan di pusat, melainkan di pelosok. Mengapa? Bukankah lebih efisien memulai dari ibu kota, tempat para ahli Taurat dan Bait Allah? Rupanya Allah punya hitungan lain. Terang-Nya terbit lebih dulu di tempat yang paling lama gelap.
Di tepi danau itu Ia memanggil empat nelayan. Bukan ahli kitab, bukan imam. Orang yang tangannya bau ikan dan jalanya sedang dibereskan. Mereka segera meninggalkan jala, perahu, bahkan ayah. Dua kali Matius memakai kata segera. Tidak ada rapat, tidak ada pertimbangan panjang. Panggilan itu rupanya seperti sinyal yang tiba-tiba penuh: begitu tersambung, orang langsung menjawab.
Lalu mengapa Paulus hari ini justru marah? Jemaat Korintus terpecah dalam golongan: golongan Paulus, golongan Apolos, golongan Kefas. Terang yang satu itu dipotong-potong menjadi kapling. Apakah Kristus terbagi-bagi? tanya Paulus. Pertanyaan yang pedas, tetapi perlu. Sebab terang yang dikapling-kapling berhenti menjadi terang; ia menjadi lampu sorot yang saling menyilaukan.
Orang Jawa punya ungkapan: sing kalah dadi awu, sing menang dadi areng. Yang kalah jadi abu, yang menang jadi arang. Dalam pertengkaran golongan, tak ada yang benar-benar menang. Yesus memanggil para nelayan bukan untuk mendirikan merek masing-masing, melainkan menjadi penjala manusia, menarik orang ke dalam satu jala yang sama.
Di mana Zebulon dan Naftali kita hari ini? Mungkin lingkungan yang jarang dikunjungi, keluarga yang lama tak disapa, rekan kerja yang dianggap tidak penting. Terang itu, kata Yesaya, mulai dari sana. Dan panggilan itu datang di tengah pekerjaan biasa: saat membereskan jala, saat menutup laptop, saat mencuci piring. Pertanyaannya bukan apakah Ia memanggil, melainkan apakah kita segera menjawab.
Tuhan Yesus, Engkau memulai karya-Mu dari tanah yang direndahkan. Terangilah sudut-sudut hidup kami yang paling lama gelap, dan jadikan kami satu, bukan terpecah dalam golongan. Amin.
Invitatorium
Pekan III Mazmur
Pembukaan
AntifonMarilah kita bernyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi penyelamat kita, alleluya.
Mazmur 94 (95)
AntifonMarilah kita bernyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi penyelamat kita, alleluya.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
MADAH (1. Allah Bapa, pujian dan kemuliaan)
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Hari demi hari aku akan memuji Engkau, Tuhan, alleluya.
Mazmur 144 (145)
Pujian atas keagungan Allah
Tuhan, Engkau adalah Yang Adil, yang ada dan yang akan ada (Wahyu 16:5).
AntifonHari demi hari aku akan memuji Engkau, Tuhan, alleluya.
AntifonHari demi hari aku akan memuji Engkau, Tuhan, alleluya.
AntifonHari demi hari aku akan memuji Engkau, Tuhan, alleluya.
AntifonHari demi hari aku akan memuji Engkau, Tuhan, alleluya.
AntifonHari demi hari aku akan memuji Engkau, Tuhan, alleluya.
AntifonHari demi hari aku akan memuji Engkau, Tuhan, alleluya.
Antifon 2Kerajaan-Mu, Tuhan, adalah kerajaan yang kekal, alleluya.
AntifonKerajaan-Mu, Tuhan, adalah kerajaan yang kekal, alleluya.
AntifonKerajaan-Mu, Tuhan, adalah kerajaan yang kekal, alleluya.
Antifon 3Tuhan setia dalam segala firman-Nya dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya, alleluya.
AntifonTuhan setia dalam segala firman-Nya dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya, alleluya.
AntifonTuhan setia dalam segala firman-Nya dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya, alleluya.
AntifonTuhan setia dalam segala firman-Nya dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya, alleluya.
AntifonTuhan setia dalam segala firman-Nya dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya, alleluya.
AntifonTuhan setia dalam segala firman-Nya dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya, alleluya.
AntifonTuhan setia dalam segala firman-Nya dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya, alleluya.
Bacaan
Bacaan Pertama
Responsorium Galatia 1:11-12; 2 Korintus 11:10, 7
Bacaan Kedua
Responsorium 1 Timotius 1:13-14; 1 Korintus 15:9
Te Deum
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Tuhan kita agung, melebihi angkasa raya. Alleluya.
Mazmur 92 (93)
Antifon 1Tuhan kita agung, melebihi angkasa raya. Alleluya.
Antifon 2Tuhan, kepadaMulah pujian selama segala abad.
Dan 3,57-88.56
Kidung ini tidak ditutup dengan 'Kemuliaan'.
Antifon 2Tuhan, kepadaMulah pujian selama segala abad.
Antifon 3Pujilah Tuhan dari surga.
Mazmur 148
Antifon 3Pujilah Tuhan dari surga.
Bacaan Singkat (Yeh 37,12b-14)
Lagu Singkat
Antifon KidungKetika berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara sedang menebarkan jala di danau, lalu Ia memanggil mereka. Mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungTuhan bersabda: Mari, ikutilah Aku. Kamu akan kujadikan pemukat manusia.
Doa Permohonan
℟. Terangilah umatMu, ya Tuhan.
Terpujilah Engkau, ya Allah, cahaya kami,* sebab Engkau telah membimbing kami sampai kepada hari baru ini. ℟.
Engkau telah menerangi dunia dengan kebangkitan PuteraMu,* maka curahkanlah cahayaMu ke dalam hati setiap manusia. ℟.
Engkau telah menyinari murid-murid Kristus dengan cahaya Roh kudus,* maka utuslah kiranya RohMu kepada umat yang setia kepadaMu. ℟.
Ya cahaya para bangsa, perhatikanlah orang yang masih tinggal dalam kegelapan,* dan bukalah kiranya hati mereka supaya mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pekan III Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (Rom 8, 15-16)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan III Mazmur
Madah
Antifon 1Dalam kesesakan aku berseru kepada Tuhan, Ia menjawab aku, alleluya.
Mazmur 117 (118)
Antifon 1Dalam kesesakan aku berseru kepada Tuhan, Ia menjawab aku, alleluya.
Antifon 2Tuhan bertindak dengan tangan Kuat, alleluya.
Antifon 2Tuhan bertindak dengan tangan Kuat, alleluya.
Antifon 3Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita, alleluya.
Antifon 3Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita, alleluya.
Bacaan singkat 2Tim 1,9
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pekan III Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (2 Tim 1, 9)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan III Mazmur
Madah
Antifon 1Tuhan berfiman kepada baginda: Duduklah di sini kananKu, alleluya.
Antifon 1Tuhan berfiman kepada baginda: Duduklah di sini kananKu, alleluya.
Antifon 2Perbuatan Allah yang agung pantas dikenang, Ia pengasih dan penyayang, alleluya.
Mazmur 110 (111)
Antifon 2Perbuatan Allah yang agung pantas dikenang, Ia pengasih dan penyayang, alleluya.
Antifon 3Tuhan, Allah kita yang mahakuasa, sudah menjadi raja. Alleluya.
Why 19,1-7
Antifon 3Tuhan, Allah kita yang mahakuasa, sudah menjadi raja. Alleluya.
Bacaan singkat 1Ptr 1,3-5
Antifon KidungYesus memberitakan Injil Kerajaan dan menyembuhkan segala penyakit di antara umat.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungRoh TUhan menaungi Aku, karena TUhan telah mengurapi Aku untuk mewartakan kabar gembira kepada orang-orang sederhana.
Doa Permohonan
℟. Lanjutkanlah karya cinta kasihMu, ya Tuhan.
Syukur padaMu, ya Allah, sebab kekuasaanMu Kauwahyukan dalam alam semesta,* dan bimbinganMu Kaunyatakan dalam peredaran zaman. ℟.
Demi PuteraMu, pewarta damai dan pemenang di salib,* bebaskanlah kami dari ketakutan yang tak berasalan dan dari rasa putus asa. ℟.
Bantulah semua orang yang mencari keadilan dan mencintai kejujuran,* sehingga mereka berusaha membangun dunia dalam damai sejati. ℟.
Lindungilah orang yang tertindas, bebaskanlah orang yang tertawan, hiburkanlah orang yang berduka, puaskanlah orang yang lapar, kuatkanlah orang yang lemah,* dan tunjukkanlah kemenangan salib dalam setiap orang yang menderita. ℟.
Engkau memuliakan dan membangkitkan PuteraMu setelah Ia wafat dan dimakamkan,* maka terimalah orang mati ke dalam kehidupan bersama Kristus. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Doa Tobat
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
Madah
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Mazmur 90 (91)
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Bacaan singkat Why 22,4-5
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Pertobatan Santo Paulus
Aku inilah yang paling hina diantara semua rasul, sebab aku telah menganiaya umat Allah. Tetapi karena kasih karunia Allah, aku adalah sebagaimana aku sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras daripada mereka semua; tetapi bukan aku, melainkan kasih karunia Allah menyertai aku (Kor15:9-10). Demikianlah kata-kata Paulus terhadap dirinya sendiri.
Selama tigapuluh tahun setelah peristiwa Pentakosta, Paulus yang saat itu masih bernama Saulus, menganiaya orang-orang nasrani di Yerusalem. Ia pun menyaksikan peristiwa pembunuhan atas diri Stefanus, seorang diakon yang penuh hikmah dan Roh Kudus. Pada suatu ketika, Paulus pergi ke Damsyik untuk menangkap orang-orang Kristen yang ada disana. Ia mendapat izin khusus dari imam besar. Dengan izin itu, ia merasa berhak dan berkuasa untuk membawa orang-orang Kristen ke dalam Yerusalem untuk dianiaya.
Tetapi apa yang terjadi? Di tengah perjalanan, ia dihadang oleh Yesus dengan suatu pancaran cahaya ajaib dari langit, yang membutakan mataya. Paulus rebah ke tanah. Lalu berserulah Yesus dari dalam cahaya itu: Saulus, Saulus mengapakah engkau menganiaya Aku? Saulus menjawab: Siapakah engkau Tuhan? Akulah Yesus yang kau aniaya itu. (Kis9:1-19a).
Kepada Yesus, Paulus bertanya: Tuhan apa yang kau kehendaki aku perbuat? Kata-kata ini meluncur dari sebuah hati yang dahulu keras bagaikan batu, namun telah lembut karena firman Allah. Inilah kata-kata awal yang menghantar Paulus ke gerbang tugasnya sebagai para rasul kaum kafir. Ia tidak lagi menjadi penganiaya Yesus melainkan penyayang Yesus yang paling unggul, orang ini adalah alat pilihan bagiKu untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta Raja-raja dan orang-orang Israel demikian kata Yesus kepada Ananias.
Paulus kemudian tampil sebagai seorang Rasul yang besar pengaruhnya di kalangan bangsa kafir. Dialah pewarta Injil dan pendiri Gereja-gereja diantara kaum kafir. Pada pesta pertobatannya ini, patutlah kita mendoakan orang yang belum mengenal Yesus dan Injil-Nya agar mereka pun peroleh keselamatan dalam Kristus Yesus serta kemuliaan kekal (2Tim1:10).
Santo Juventinus dari Anthiokia
Santo Juventinus dari Anthiokia bersama santo Maximinus dari Anthiokia adalah anggota pasukan pengawal Kaisar Julian (Julian the Apostate). Ketika sang Kaisar mengeluarkan larangan untuk menghormati peninggalan orang-orang kudus (relikwi), dengan berani Juventinus dan Maximinus mengajukan protes. Karena itu mereka berdua kemudian ditangkap, di hukum cambuk, dan dihukum mati dengan cara dipenggal.
Arti nama
Berasal dari kata latin : Juventas yang berarti : Orang Muda, Pemuda/Pemudi
Santo Maximinus dari Anthiokia
Santo Maximinus dari Anthiokia dan Santo Juventinus dari Anthiokia adalah anggota pasukan pengawal Kaisar Julian (Julian the Apostate). Ketika sang Kaisar mengeluarkan larangan untuk menghormati peninggalan orang-orang kudus (relikwi), dengan berani Juventinus dan Maximinus mengajukan protes. Karena itu mereka berdua kemudian ditangkap, dihukum cambuk, dan dihukum mati dengan cara dipenggal.
Arti nama
Nama Latin yang diturunkan dari kata Maximus yang berarti "The Greatest" atau "Yang Terbesar"
Santo Praejectus dari Clermont
Santo Praejectus (Prejectus atau Projectus) adalah seorang uskup dari Clermont, yang tewas dibunuh pada tanggal 25 januari 676. Ia Lahir di Auvergne dalam keluarga bangsawan. Ia belajar di Clermont, di bawah bimbingan Santo Genesius dari Clermont dan kemudian ditahbiskan menjadi seorang imam. Ia diangkat menjadi uskup Clermont dengan persetujuan Raja Childeric II pada tahun 666.
Di Keuskupannya, Praejectus mendirikan banyak biara, rumah sakit, dan gereja baru. Kemartirannya adalah akibat dari pergolakan politik yang terjadi pada saat itu. Lord Hector, penguasa Marseilles, telah dituduh melakukan berbagai kejahatan; dan atas perintah Raja Childeric II, Hector ditangkap dan dihukum mati.
Seorang pendukung Lord Hector bernama Agritius, meyakini bahwa uskup Praejectus adalah orang yang bertanggung jawab atas kematian Hector. Karena itu, di kota Volvic, ia menikam sampai mati Uskup Praejectus dan Amarinus, seorang kepala biara di Clermont.
Santo Praejectus dianggap sebagai martir segera setelah kematiannya, namun motif pembunuhannya sepertinya tidak berhubungan dengan imannya.
Arti nama
Praejectus = Menentang, Menolak (Latin)
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari