Bacaan Misa
Samuel yang muda itu menjadi pelayan TUHAN di bawah pengawasan Eli. Pada masa itu firman TUHAN jarang; penglihatan-penglihatanpun tidak sering. Pada suatu hari Eli, yang matanya mulai kabur dan tidak dapat melihat dengan baik, sedang berbaring di tempat tidurnya. Lampu rumah Allah belum lagi padam. Samuel telah tidur di dalam bait suci TUHAN, tempat tabut Allah. Lalu TUHAN memanggil: "Samuel! Samuel!", dan ia menjawab: "Ya, bapa." Lalu berlarilah ia kepada Eli, serta katanya: "Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?" Tetapi Eli berkata: "Aku tidak memanggil; tidurlah kembali." Lalu pergilah ia tidur. Dan TUHAN memanggil Samuel sekali lagi. Samuelpun bangunlah, lalu pergi mendapatkan Eli serta berkata: "Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?" Tetapi Eli berkata: "Aku tidak memanggil, anakku; tidurlah kembali." Samuel belum mengenal TUHAN; firman TUHAN belum pernah dinyatakan kepadanya. Dan TUHAN memanggil Samuel sekali lagi, untuk ketiga kalinya. Iapun bangunlah, lalu pergi mendapatkan Eli serta katanya: "Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?" Lalu mengertilah Eli, bahwa Tuhanlah yang memanggil anak itu. Sebab itu berkatalah Eli kepada Samuel: "Pergilah tidur dan apabila Ia memanggil engkau, katakanlah: Berbicaralah, TUHAN, sebab hamba-Mu ini mendengar." Maka pergilah Samuel dan tidurlah ia di tempat tidurnya. Lalu datanglah TUHAN, berdiri di sana dan memanggil seperti yang sudah-sudah: "Samuel! Samuel!" Dan Samuel menjawab: "Berbicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengar." Dan Samuel makin besar dan TUHAN menyertai dia dan tidak ada satupun dari firman-Nya itu yang dibiarkan-Nya gugur. Maka tahulah seluruh Israel dari Dan sampai Bersyeba, bahwa kepada Samuel telah dipercayakan jabatan nabi TUHAN.
Aku sangat menanti-nantikan TUHAN; lalu Ia menjenguk kepadaku dan mendengar teriakku minta tolong.
Berbahagialah orang, yang menaruh kepercayaannya pada TUHAN, yang tidak berpaling kepada orang-orang yang angkuh, atau kepada orang-orang yang telah menyimpang kepada kebohongan!
Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan dan korban sajian, tetapi Engkau telah membuka telingaku; korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau tuntut.
Lalu aku berkata: "Sungguh, aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku;
Aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku."
Aku mengabarkan keadilan dalam jemaah yang besar; bahkan tidak kutahan bibirku, Engkau juga yang tahu, ya TUHAN.
Sekeluarnya dari rumah ibadat itu Yesus dengan Yakobus dan Yohanes pergi ke rumah Simon dan Andreas. Ibu mertua Simon terbaring karena sakit demam. Mereka segera memberitahukan keadaannya kepada Yesus. Ia pergi ke tempat perempuan itu, dan sambil memegang tangannya Ia membangunkan dia, lalu lenyaplah demamnya. Kemudian perempuan itu melayani mereka. Menjelang malam, sesudah matahari terbenam, dibawalah kepada Yesus semua orang yang menderita sakit dan yang kerasukan setan. Maka berkerumunlah seluruh penduduk kota itu di depan pintu. Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan; Ia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara, sebab mereka mengenal Dia. Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana. Tetapi Simon dan kawan-kawannya menyusul Dia; waktu menemukan Dia mereka berkata: "Semua orang mencari Engkau." Jawab-Nya: "Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang." Lalu pergilah Ia ke seluruh Galilea dan memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan.
Suara di Tengah Malam
Hampir setiap orang pernah dibangunkan suara di tengah malam. Ibu memanggil, atau terdengar seperti memanggil. Kita bangun, bertanya-tanya, lalu tidur lagi. Malam memang waktu ketika suara paling mudah salah dikenali.
Samuel muda mengalaminya sampai tiga kali. TUHAN memanggil: Samuel! Samuel! Dan tiga kali ia berlari ke arah yang salah, kepada Eli. Bukan karena bodoh. Kitab Suci menjelaskan dengan jujur: Samuel belum mengenal TUHAN. Suara itu masih asing baginya.
Yang menolong justru Eli, imam tua yang matanya mulai kabur. Ia mengenali apa yang tidak dikenali si muda, lalu mengajarkan jawaban yang tepat: berbicaralah, TUHAN, sebab hamba-Mu ini mendengar. Panggilan itu untuk Samuel, tetapi kuncinya dipegang orang tua. Kita membutuhkan keduanya: telinga muda yang mendengar, dan kebijaksanaan tua yang membantu mengenali.
Injil hari ini melanjutkan kesibukan Kapernaum yang kemarin kita dengar. Sesudah sehari penuh menyembuhkan orang, pagi-pagi benar waktu hari masih gelap, Yesus bangun dan pergi berdoa di tempat yang sunyi. Ia pun menjaga telinga-Nya bagi suara Bapa.
Tuhan masih memanggil, sering lewat suara yang mirip suara biasa: keresahan, ajakan, kebutuhan orang di dekat kita. Siapa Eli kita, yang membantu mengenalinya? Dan bagi siapa kita menjadi Eli?
Berbicaralah, Tuhan, hamba-Mu ini mendengar. Amin.
Invitatorium
Pekan I Mazmur
Pembukaan
AntifonMarilah menyembah Tuhan, Pencipta kita.
Mazmur 94 (95)
AntifonMarilah menyembah Tuhan, Pencipta kita.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Raja Kasih Gembalaku,
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Aku mengasihi-Mu, Tuhan; Engkaulah kekuatanku.
Mazmur 17 (18)
Syukur atas keselamatan dan kemenangan
Pada waktu itu terjadilah gempa bumi yang dahsyat (Wahyu 11:13).
AntifonAku mengasihi-Mu, Tuhan; Engkaulah kekuatanku.
Antifon 2Tuhan telah menyelamatkanku; Dia menginginkan aku menjadi milik-Nya.
AntifonTuhan telah menyelamatkanku; Dia menginginkan aku menjadi milik-Nya.
Antifon 3Tuhan, nyalakanlah terang untuk bimbinganku dan serakkanlah kegelapanku.
AntifonTuhan, nyalakanlah terang untuk bimbinganku dan serakkanlah kegelapanku.
Responsorium Yohanes 14:6; Sirakh 24:9
Responsorium Yohanes 1:18; Matius 11:27
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Tuhan, dalam terangMu kami melihat cahaya.
Mazmur 35
Antifon 1Tuhan, dalam terangMu kami melihat cahaya.
Antifon 2Tuhan, Engkau agung dan mulia, kuasaMu mengagumkan.
Ydt 16,2-3,15-19
Antifon 2Tuhan, Engkau agung dan mulia, kuasaMu mengagumkan.
Antifon 3Segala bangsa, elukanlah Allah dengan sorak-sorai.
Mazmur 46 (47)
Antifon 3Segala bangsa, elukanlah Allah dengan sorak-sorai.
Bacaan Singkat (Tb 4,16-17;19-20)
Lagu Singkat
Antifon KidungTunjukkanlah rahmatMu kepada kami, ya Tuhan dan indahkanlah perjanjianMu yang kudus.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungTunjukkanlah rahmatMu kepada kami, ya Tuhan dan indahkanlah perjanjianMu yang kudus.
Doa Permohonan
℟. Kuduskanlah saudara-saudaraMu, ya Tuhan.
Semoga permulaan hari ini kami baktikan kepadaMu untuk menghormati kebangkitanMu,* dan segenap hari ini kami kuduskan dengan pekerjaan yang menyenangkan hatiMu. ℟.
Sebagai tanda cintakasihMu Engkau menggembirakan kami dengan hari yang baru,* maka perbaharuilah kami setiap hari demi kemuliaanMu. ℟.
Ajarlah kami melihat Engkau dalam segala hal,* dan menjumpai Engkau terutama dalam saudara yang malang dan miskin. ℟.
Semoga kami hari ini hidup berdamai dengan semua orang,* dan tidak membalas yang jahat dengan yang jahat. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pekan I Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (1 Pe 1, 13-14)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan I Mazmur
Madah
Antifon 1Terpujilah Engkau, ya Tuhan; ajarkanlah ketetapanMu kepadaku.
Mazmur 118 (119),9-16
Antifon 1Terpujilah Engkau, ya Tuhan; ajarkanlah ketetapanMu kepadaku.
Antifon 2Langkahku menempuh jalan perintahMu, ya Tuhan.
Mazmur 16 (17) I
Antifon 2Langkahku menempuh jalan perintahMu, ya Tuhan.
Antifon 3Bangkitlah, Tuhan, luputkan daku dari orang berdosa.
Mazmur 16 (17) II
Antifon 3Bangkitlah, Tuhan, luputkan daku dari orang berdosa.
Bacaan singkat 1Ptr 1,15-16
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pekan I Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (Iac 4, 7-8a. 10)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan I Mazmur
Madah
Antifon 1Tuhanlah cahaya dan penyelamatku, siapa 'kan kutakuti?
Mazmur 26
Antifon 1Tuhanlah cahaya dan penyelamatku, siapa 'kan kutakuti?
Antifon 2Wajahmu kucari, ya Tuhan; janganlah wajahMu Kausembunyikan dari padaku.
Mazmur 26 II
Antifon 2WajahMu kucari, ya Tuhan; janganlah wajahMu Kausembunyikan dari padaku.
Antifon 3Kristuslah yang pertama dari segala ciptaan, Ia utama dalam segala sesuatu.
Kol 1,12-20
Antifon 3Kristuslah yang pertama dari segala ciptaan, Ia utama dari segala sesuatu.
Bacaan Singkat (Yak 1,22.25)
Antifon KidungPerbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa: kuduslah namaNya.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungPerbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa: kuduslah namaNya.
Doa Permohonan
℟. Tunjukkanlah cinta kasihMu, ya Tuhan.
Ingatlah, ya Tuhan, akan GerejaMu dan lindungilah umatMu terhadap segala kemalangan,* sempurnakanlah kami dalam cinta kasihMu. ℟.
Semoga para bangsa mengenal Engkau, Allah satu-satunya,* dan Yesus Kristus, PuteraMu yang telah Kauutus. ℟.
Anugerahkanlah kesejahteraan kepada sanak saudara kami,* limpahilah mereka dengan berkat dan kehidupan selama-lamanya. ℟.
Hiburkanlah semua orang yang dibebani pekerjaan berat,* dan belalah kehormatan orang yang dipandang hina. ℟.
Semoga pintu belaskasihanMu terbuka bagi semua orang yang meninggal hari ini,* dan terimalah mereka dalam kerajaanMu. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Doa Tobat
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.
Madah
Antifon 1Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.
Mazmur 30 (31),1-6
Antifon 1Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.
Antifon 2Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Mazmur 129 (130)
Antifon 2Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Bacaan singkat Ef 4,26-27
Lagu singkat
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santa Makrina Tua
Santa Makarina dilahirkan sekitar tahun 329, berasal dari keluarga para kudus. Makrina (disebut St. Makrina Tua untuk membedakannya dari cucunya yang bernama sama dan juga menjadi seorang kudus yaitu St.Makrina Muda. Seorang cucunya yang lain adalah seorang santo besar yaitu St.Basilius agung. Tampaknya St. Makrina-lah yang telah membesarkan St.Basilius karena dalam banyak tulisannya St. Basilius memuji neneknya atas segala hal baik yang telah dilakukan untuknya. Teristimewa, St.Basilius berterimakasih secara terbuka kepadanya karena telah mengajarinya cinta akan iman Kristiani semenjak ia masih kecil
Makrina dan suaminya menderita hebat dalam masa penganiayaan umat Kristen oleh penguasa Romawi. Kakek dan nenek Santo Basilius Agung ini terpaksa harus bersembunyi. dalam sebuah hutan dekat rumah mereka. Mereka berhasil lolos dari tangan para penganiaya. Mereka senantiasa diliputi rasa takut dan juga lapar, namun demikian mereka tetap tidak mau mengingkari iman mereka. Sebaliknya, dengan sabar mereka berharap dan berdoa agar penganiayaan segera berakhir. Di hutan, mereka mencari-cari apa yang dapat dimakan dan makan tumbuh-tumbuhan liar hingga berhasil selamat. Masa penganiayaan ini berlangsung hingga tujuh tahun lamanya, St.Gregorius dari Nazianze, yang pestanya dirayakan bersama-sama dengan St. Basilius pada tanggal 2 Januari, mencatat mengenai peristiwa tersebut.
Dalam masa penganiayaan yang lain, segala kekayaan dan harta milik Makrina dan suaminya disita penguasa. Tak ada yang tersisa bagi mereka kecuali iman mereka dan harapan akan kasih penyelenggaraan Tuhan bagi mereka. St. Makrina hidup lebih lama daripada suaminya, tetapi tidak diketemukan catatan tahun kematian mereka yang pasti. Menurut tradisi, St. Makrina wafat sekitar tahun 340.
Santa Nino
Santa Nino adalah orang yang memperkenalkan ajaran Kristen di Georgia. Karena itu ia sering juga disebut sebagai Rasul Bangsa Georgia. Banyak tradisi setuju bahwa Santa Nino lahir di kota kecil Colastri, di provinsi Romawi Cappadocia (sekarang Turki). Tapi terhadap keluarga dan asal-usul Santo Nino, Gereja Roma Katolik dan Gereja Orthodox memiliki tradisi yang berbeda.
Menurut tradisi Gereja Ortodoks Timur; Santa Nino adalah puteri tunggal dari keluarga bangsawan Militer Romawi. Ayahnya adalah kepala Pasukan Romawi bernama Zabulon dan ibunya Sosana (Susan). Dari sisi ayahnya, Zabulon, ia masih memiliki hubungan keluarga dengan Santo Georgius. Sedangkan ibunya adalah adik dari patriark Yerusalem, Juvenal.
Ketika Nino berusia dua belas tahun, orangtuanya menjual semua harta milik mereka dan pindah ke Yerusalem. Disana ayah Nino kemudian memutuskan untuk menjadi seorang biarawan pertapa. Ia mengucapkan selamat berpisah pada keluarganya dan pergi menjadi pertapa di padang gurun.
Setelah ayahnya pergi bertapa, Ibunya Sosana juga memutuskan untuk menjalani hidup religius. Oleh Patriak Juvenal Sosana lalu ditahbiskan menjadi seorang diakones. Nino kemudian diserahkan untuk dirawat oleh seorang biarawati tua yang saleh bernama Sara Bethlehemlianka. Biarawati ini membesarkan Nino dalam iman dan kasih Kristiani. Ia selalu mengisahkan padanya kisah hidup Kristus dan penderitaan-Nya di bumi bagi umat manusia.
Setelah ia dewasa, atas bantuan pamannya, Nino lalu pergi ke Roma dimana dia kemudian memutuskan untuk memberitakan Injil Kristus di Georgia, yang saat itu adalah daerah para penyembah pagan. Untuk itu Nino mulai berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Bunda Maria, meminta berkatnya untuk perjalanan ke Georgia. Bunda Maria mendengar doanya dan menampakkan diri kepada Nino dalam mimpi. Bunda Maria berkata :
"Pergilah ke Iberia dan sebarkanlah kabar baik dari Injil Yesus Kristus, dan kamu akan menemukan kebahagiaan di hadapan Tuhan. Aku akan menjadi perisai yang selalu melindungimu”.
Tapi Nino masih ragu untuk menerima tanggung jawab ini. Karena itu Ia berkata, "bagaimana aku akan mampu melaksanakan tugas yang berat seperti ini.? Aku hanyalah seorang wanita yang rapuh, dan bagaimana aku bisa percaya bahwa penglihatan ini adalah nyata?"
Sebagai tanggapan, Bunda Maria memberikan kepadanya sebuah Salib Grapevines sembari berkata, "Terimalah salib ini sebagai perisai bagimu untuk melawan musuh-musuh yang kelihatan dan tidak kelihatan!"
Ketika ia terbangun, Nino telah memegang sebuah Salib Grapevines di tangannya. Matanya basah oleh air mata sukacita. Salib tersebut kemudian dihiasnya dengan untaian helai rambutnya sendiri. (Menurut sumber lain, Salib Grapevine yang diterima oleh Santa Nino Dihias dengan untaian helai rambut Bunda Maria sendiri). Beberapa hari kemudian Nino segera berangkat ke Georgia.
Menurut Tradisi Gereja Katholik Roma; Santa Nino tiba di Georgia bukanlah atas kehendaknya sendiri. Melainkan karena ia diculik dan dibawa kesana sebagai budak. Di negara pagan itu, kebaikan hati serta kesucian hidup Nino menimbulkan kesan mendalam bagi para penduduknya. Memperhatikan betapa seringnya Nino berdoa, mereka bertanya kepadanya mengenai agamanya. Jawaban sederhana yang diberikan Nino kepada mereka adalah bahwa ia menyembah Yesus Kristus sebagai Tuhan.
Suatu hari, seorang ibu membawa bayinya yang sakit kepada Nino serta meminta nasehat bagi kesembuhannya. Nino membungkus bayi itu dengan mantolnya. Ia mengatakan kepada si ibu bahwa Yesus Kristus dapat menyembuhkan bahkan penyakit yang paling parah sekalipun. Kemudian Nino menyerahkan anak kecil itu kembali dan ibunya melihat bahwa anaknya telah sembuh sama sekali dari penyakitnya. Ratu Iberia mendengar tentang mukjizat ini. Karena ia sendiri sedang sakit, ia pergi menemui Nino. Ketika ratu juga disembuhkan, ratu hendak menyampaikan terima kasih kepadanya. Tetapi Nino mengatakan: “Ini karya Kristus, bukan saya. Dan Kristus adalah Putra Allah yang menjadikan dunia ini.” Karena mujizat ini Ratu kemudian menjadi Kristen dan dibaptis oleh Santa Nino sendiri. Ratu kemudian menceritakan seluruh kisah kesembuhannya kepada raja. Ratu juga mengatakan kepada suaminya bahwa ia sekarang telah menjadi seorang pengikut Kristus.
Hal ini membuat Raja Mirian yang adalah seorang penyembah dewa - dewi berhala itu menjadi marah. Ia mengancam akan menceraikan istrinya jika tidak segera meninggalkan iman barunya itu. Namun menurut legenda, keadaan ini tidak berlangsung lama. Karena suatu saat ketika sang Raja sedang berburu, ia tiba-tiba tersesat dalam kabut tebal didalam hutan. Dalam keadaan putus asa, Raja Mirian mengucapkan doa kepada Allahnya St Nino : Jika memang bahwa Kristus yang diberitakan oleh Nino kepada istrinya adalah Tuhan, maka biarkan Dia sekarang melepaskan dia dari kegelapan ini, bahwa ia juga bisa meninggalkan semua dewa lain untuk menyembah-Nya
Begitu ia selesai mengucapkan doanya, cahaya muncul dan Raja buru-buru kembali ke istananya di Mtskheta. Sebagai hasil dari mujizat ini, Raja Iberia meninggalkan penyembahan berhala di bawah ajaran Santa Nino dan dibaptis sebagai Raja Iberia Kristen yang pertama. Santa Nino sendiri yang mengajarkan kebenaran-kebenaran Kristiani kepada raja dan ratu. Mereka memberi ijin kepada St. Nino untuk mengajar penduduk mereka juga, dan Raja Mirian kemudian menjadikan Kristen sebagai agama resmi negara. Mirian juga mengirimkan utusan kepada Kaisar Romawi Kristen, Kaisar Konstantinus, untuk menyampaikan kabar gembira bahwa ia telah menerima Kristus dan telah dibabtis menjadi seorang Kristen. Ia juga meminta kaisar untuk mengirimkan para uskup serta para imam ke Iberia.
Pada tahun 334, Raja Mirian mulai membangun Katedral pertama di Georgia. Pembangunan Gereja tersebut diselesaikan pada tahun 379. Lokasi Gereja tersebut berada di tempat dimana saat ini berdiri Katedral Svetitskhoveli di Mstkheta Georgia.
Santa Nino, seorang gadis belia yang suci, telah diutus oleh Bunda Maria sendiri untuk membawa penduduk seluruh negeri masuk kedalam pelukan Gereja. Sampai saat ini rakyat Georgia sangat menghormati Santa Nino. Bahkan hari peringatan kedatangan Santa Nino di Georgia pada setiap tanggal 1 Juni di jadikan hari Libur Nasional negara tersebut.
Santo Feliks dari Nola
Feliks lahir di Nola, Italia Selatan. Hari kelahirannya tidak diketahui dengan pasti. Ia mengabdikan seluruh hidupnya dalam karya cinta kasih kepada orang - orang miskin yang ada di kotanya.
Riwayat hidupnya diketahui dari sebuah syair yang ditulis oleh Santo Paulinus, satu abad setelah kematian Feliks. Menurut Santo Paulinus, setelah kematian ayahnya, Feliks membagi - bagikan harta warisan ayahnya kepada orang - orang miskin, kemudian ia menjadi seorang imam. Karyanya sebagai seorang imam dimulainya bersama Santo Maximus, Uskup Nola. Ketika Uskup Nola ditangkap dan dianiaya oleh Kaisar Decius (249-251), Feliks tetap melayani umatnya. Namun kemudian ia juga ditangkap dan dipenjarakan. Tetapi ia sempat meloloskan diri dari penjara.
Feliks tetap menyembunyikan diri sampai kematian kaisar Decius pada tahun 251. Ketika ia muncul kembali di depan umum, ia dikejar - kejar oleh orang - orang kafir di Nola. Dengan suatu campur tangan ajaib, ia sanggup menghindarkan diri dari para pengejarnya hingga masa penganiyaan berakhir.
Ketika Santo Maximus meninggal, Feliks terpilih menjadi penggantinya. Tetapi Feliks menolak penghormatan ini, sebagaimana dia juga tidak mau menerima kembali warisannya yang disita pada masa penganiyaan. Ia bahkan mengusahakan tiga bidang tanah sebagai petani, memberikan segala miliknya kepada para miskin diluar kebutuhan-kebutuhannya yang paling kecil. Santo Paulinus dan Santo Agustinus menceritakan sejumlah mukzijat dari Feliks yang terjadi di kediamannya di luar kota Nola.
Ia meninggal dunia kira - kira pada tahun 260 dan dihormati sebagai martir karena penderitaannya bagi Kristus dan demi keluhuran iman Kristen.
Santo Fulgensius dari Cartagena
Santo Fulgensius adalah Uskup Ecija Spanyol pada awal abad ke-6. Ia berasal dari keluarga bangsawan Spanyol yang saleh. Tiga orang saudara-saudarinya juga menjadi orang kudus. Mereka adalah Santo Leander, Santo Isidorus dan Santa Florentina.
Tidak banyak catatan yang tersedia tentang Santo Fulgensius. Ia kemungkinan diangkat menjadi Uskup Ecija antara tahun 590 - 630M. Pada tahun 619 ia mengikuti sidang Sinode Sevilla II yang digelar para pemimpin Gereja Hispania untuk mengatasi berbagai masalah Gerejawi di kawasan tersebut. Santo Fulgensius terlibat secara langsung dalam Sinode ini. Nama dan tanda-tangannya ditemukan diantara nama para penanda-tangan keputusan Sinode.
Santo Fulgensius wafat sekitar tahun 630 M dan dimakamkan di Katedral Sevilla Spanyol.
Arti nama
Berasal dari kata Fulgen (Latin) yang berarti : "Bersinar" atau "Bercahaya"
Santo Sava
Sava lahir pada tahun 1174, Sava adalah putera Raja Stefanus I, pendiri dynasti Nemanyich dan peletak dasar - dasar bagi kemerdekaan bagi negara Serbia. Sava kemudian menjadi Uskup Agung SErbia pertama, sekaligus peletak dasar dan pemula hirarki Serbia. Bersama dengan para rahibnya, ia berhasil mengkonsolidasikan bangsa Serbia.
Ketika berusia 17tahun, Sava meninggalkan istana ayahnya untuk menjalani kehidupan membiara di Mounth Athos, Yunani. Pada tahun 1196, ayahnya yang turun tahta dengan rela menggabungkan diri dengan dirinya di Mounth Athos. Tetapi tak lama kemudian, SAva dipanggil pulang karena kakak - kakaknya berkelahi dan mengakibatkan rusaknya negara Serbia. Di sana - Ia dibantu ayahnya dan saudara - saudaranya mendirikan sebuah biara bagi rahib - rahib Serbia. Dengan biara ini ia melancarkan serangkaian pembaharuan dalam bidang keagamaan dan politik. Pada waktu itu, orang - orang Serbia sangat terlantar dalam hal pendidikan agama dan semangat penghayatan iman. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh kepemimpinan Gereja berada di tangan hirarki asing yang tidak peduli dengan kebutuhan umat dan berada di bawah yuridiksi atau Konstantinopel atau Okhrida, Bulgaria.
Untuk memecahkan masalah ini, Sava mendirikan biara - biara di tempat - tempat yang mudah dicapai oleh umat. Dengan itu pun rahib - rahib pun dapat dengan mudah mengunjungi umat, mengajari mereka dalam hal - hal iman dan berkarya diantara mereka. Pada tahun 1219, Manuel II, Patriarkh Konstantinopel, menabhiskan Sava menjadi Uskup atas permintaan saudaranya, Stephanus II, dan kemudian Sava pada tahun 1222 dalam kedudukannya sebagai uskup agung, memahkotai saudaranya, Stephanus II, dengan mahkota yang konon langsung dikirim dari Roma oleh Sri Paus Honorius III (1216-1227).
Selama kepemimpinannya sebagai uskup agung, Sava bekerja dengan penuh semangat dalam usahanya memperbaharui gereja dan mengembangkan iman umat. Ia mendapatkan dukungan kuat dari rahib - rahib yang tinggal di biara Khilandri. Selain menjadi organisator gereja, Sava juga menjadi organisator kerajaan dengan menyusun sebuah kitab hukum. Ia sewaktu -waktu mengundurkan diri kedalam pertapaannya, untuk bertapa dan merenungkan karyanya. Sava meninggal dunia pada tanggal 14 Januari 1237 dalam perjalanannya pulang dari Yerusalem dan Sinai, tempat ia juga mendirikan biara. Ia dihormati sebagai Santa Pelindung Serbia.
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari