Bacaan Misa
Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.
Dari Salomo. Ya Allah, berikanlah hukum-Mu kepada raja dan keadilan-Mu kepada putera raja!
Kiranya ia mengadili umat-Mu dengan keadilan dan orang-orang-Mu yang tertindas dengan hukum!
Kiranya gunung-gunung membawa damai sejahtera bagi bangsa, dan bukit-bukit membawa kebenaran!
Kiranya ia memberi keadilan kepada orang-orang yang tertindas dari bangsa itu, menolong orang-orang miskin, tetapi meremukkan pemeras-pemeras!
Kiranya keadilan berkembang dalam zamannya dan damai sejahtera berlimpah, sampai tidak ada lagi bulan!
Kiranya ia memerintah dari laut ke laut, dari sungai Efrat sampai ke ujung bumi!
Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka. Pada waktu hari sudah mulai malam, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya dan berkata: "Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah mereka pergi, supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa dan di kampung-kampung di sekitar ini." Tetapi jawab-Nya: "Kamu harus memberi mereka makan!" Kata mereka kepada-Nya: "Jadi haruskah kami membeli roti seharga dua ratus dinar untuk memberi mereka makan?" Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!" Sesudah memeriksanya mereka berkata: "Lima roti dan dua ikan." Lalu Ia menyuruh orang-orang itu, supaya semua duduk berkelompok-kelompok di atas rumput hijau. Maka duduklah mereka berkelompok-kelompok, ada yang seratus, ada yang lima puluh orang. Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, Ia menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, supaya dibagi-bagikan kepada orang-orang itu; begitu juga kedua ikan itu dibagi-bagikan-Nya kepada semua mereka. Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti dua belas bakul penuh, selain dari pada sisa-sisa ikan. Yang ikut makan roti itu ada lima ribu orang laki-laki.
Cobalah Periksa
Kemarin kita mendengar Yohanes mengajak jemaatnya menguji roh-roh. Hari ini ia sampai pada intinya, kalimat terpendek sekaligus terdalam di seluruh Alkitab: Allah adalah kasih.
Injil lalu memperlihatkan kasih itu bekerja di lapangan. Lima ribu orang lapar di tempat sunyi. Para murid mengusulkan jalan yang paling masuk akal: suruh mereka pergi membeli makanan. Yesus menjawab dengan perintah yang mengejutkan: "Kamu harus memberi mereka makan!" Lalu menyusul kalimat yang sering luput dari perhatian: "Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!"
Cobalah periksa. Seperti ibu yang menyuruh anaknya membuka lemari dapur sebelum berkata tidak ada apa-apa. Para murid memeriksa dan menemukan lima roti dua ikan. Sedikit sekali untuk lima ribu orang. Tetapi di tangan Yesus, yang sedikit itu dipecah, dibagikan, dan semua makan sampai kenyang. Sisanya dua belas bakul.
Kita sering menolak berbagi dengan alasan belum punya apa-apa. Sudahkah kita sungguh memeriksa? Lemari hati kita jarang benar-benar kosong. Sedikit tenaga, sedikit waktu, sepotong perhatian. Kasih tidak menunggu kita kaya. Ia hanya meminta yang ada di tangan diserahkan.
Tuhan Yesus, terimalah lima roti dan dua ikanku yang sedikit ini. Pecahkanlah dan bagikanlah menurut kehendak-Mu. Amin.
Invitatorium
Pekan II Mazmur
Pembukaan
AntifonKristus menampakkan diri, marilah kita menyembah Dia.
Mazmur 94 (95)
AntifonKristus menampakkan diri, marilah kita menyembah Dia.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Berserahlah kepada Allah, dan Ia akan melakukan segalanya bagimu.
Mazmur 36 (37)
Nasib orang fasik dan orang baik
Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan mewarisi bumi (Matius 5:5).
AntifonBerserahlah kepada Allah, dan Ia akan melakukan segalanya bagimu.
Antifon 2Berpalinglah dari kejahatan, belajarlah melakukan kehendak Allah; Tuhan akan menguatkanmu jika engkau taat kepada-Nya.
AntifonBerpalinglah dari kejahatan, belajarlah melakukan kehendak Allah; Tuhan akan menguatkanmu jika engkau taat kepada-Nya.
Antifon 3Tunggulah Tuhan memimpin, lalu ikutilah jalan-Nya.
AntifonTunggulah Tuhan memimpin, lalu ikutilah jalan-Nya.
Responsorium Yesaya 62:2-3
Responsorium Yohanes 1:32, 34, 33
Doa Penutup
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Kirimkanlah cahaya dan kebenaranMu, ya Tuhan.
Mazmur 42 (43)
Antifon 1Kirimkanlah cahaya dan kebenaranMu, ya Tuhan.
Antifon 2Ya Tuhan, sudilah menyelamatkan kami sepanjang hidup kami.
Yes 38,10-14.17-20
Antifon 2Ya Tuhan, sudilah menyelamatkan kami sepanjang hidup kami.
Antifon 3Ya Allah, Engkau pantas dipuji di Sion.
Mazmur 64 (65)
Antifon 3Ya Allah, Engkau pantas dipuji di Sion.
Bacaan Singkat (Yes 4:2-3)
Lagu Singkat
Antifon KidungTiga macam persembahan diserahkan kepada para sarjana kepada Tuhan, Putera Allah dan raja agung, yaitu emas, dupa, dan wangi-wangian, alleluya.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungTiga macam persembahan diserahkan kepada para sarjana kepada Tuhan, Putera Allah dan raja agung, yaitu emas, dupa, dan wangi-wangian, alleluya.
Doa Permohonan
℟. Berkat kelahiranMu, bebaskanlah kami dari yang jahat.
Tuhan, Engkau hidup sejak awal mula, namun menerima hidup baru selaku manusia,* berkat kelahiranMu perbaharuilah kami.
Engkau tetap Allah ketika menjadi manusia,* semoga hidup kami semakin dipersatukan dengan hidupMu. ℟.
Engkau telah datang sebagai cahaya para bangsa dan guru kesucian,* semoga sabdaMu menerangi jalan hidup kami. ℟.
Sabda Allah, Engkau telah lahir dari perawan Maria dan menjadi sesama kami,* tinggallah tetap dalam hati kami berkat kepercayaan umatMu. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (Is 45, 13)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Madah
Antifon 1Di perantuan aku mematuhi titahMu.
Mazmur 118 (119),49-56
Antifon 1Di perantuan aku mematuhi titahMu.
Antifon 2Allah akan memulihkan nasib umatNya, dan kita akan bersukacita.
Mazmur 52 (53)
Antifon 2Allah akan memulihkan nasib umatNya, dan kita akan bersukacita.
Antifon 3Allah menjadi penolongku, Tuhanku penopang hidupku.
Mazmur 53 (54),3-6.8-9
Antifon 3Allah menjadi penolongku, Tuhanku penopang hidupku.
Bacaan singkat 1Kor 12,24b.25-26
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (Is 65, 1)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Madah
Antifon 1Tak mungkin kamu sekaligus mengabdi Allah dan kekayaan.
Mazmur 48 (49) I
Antifon 1Tak mungkin kamu sekaligus mengabdi Allah dan kekayaan.
Antifon 2Kumpulkanlah bagimu harta di surga, sabda Tuhan.
Mazmur 48 (49) II
Antifon 2Kumpulkanlah bagimu harta di surga, sabda Tuhan.
Antifon 3Layaklah Anakdomba yang disembelih itu menerima kemuliaan dan hormat.
Why 4,11; 5,9.10-12
Antifon 3Layaklah Anakdomba yang disembelih itu menerima kemuliaan dan hormat.
Bacaan Singkat (Ef 2:3b-5)
Antifon KidungKerjakanlah perbuatan besar bagi kami, ya Tuhan, karena Engkau mahakuasa, dan kuduslah namaMu.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungKerjakanlah perbuatan besar bagi kami, ya Tuhan, karena Engkau mahakuasa, dan kuduslah namaMu.
Doa Permohonan
℟. Dengarkanlah anak-anakMu, ya Bapa yag kudus.
Bantulah, semua orang yang meraba-raba mencari Engkau, ya Allah yang tersembunyi,* dan terangilah mereka dengan cahaya Kristus. ℟.
Perhatikanlah semua orang yang menyembah Engkau, Allah esa, dan yang menantikan Dikau sebagai hakim pada akhir zaman,* semoga mereka bersama kami tetap mengalami belaskasihanMu. ℟.
Ingatlah akan semua orang yang Kauberi hidup, terang dan segalanya,* agar mereka jangan menjauh dari padaMu. ℟.
Lindungilah para musafir dengan bimbingan malaikatMu,* dan hindarkanlah mereka dari kematian yang tiba-tiba dan tak disangka-sangka. ℟.
Engkau telah menyatakan kebenaranMu kepada orang-orang yang kini sudah meninggal,* bimbinglah mereka ke hadapanMu, sehingga mereka dapat memandang wajahMu. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Doa Tobat
dan aku mengeluh sepanjang hari.℟.Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.℣.Aku mengakui dosaku di hadapanMu, Tuhan,*
dan kesalahanku tidak kusembunyikan.℟.Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.℣.Nasib orang berdosa sengsara belaka,*
tetapi orang yang percaya kepada Tuhan dilimpahi kasih setia.℟.Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.
Madah
AntifonJanganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.
Mazmur 142 (143),1-11
AntifonJanganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.
Bacaan singkat 1Ptr 5,8-9
Lagu singkat
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Kaspar
Peristiwa kelahiran Yesus dilukiskan dengan berbagai cerita manarik. Salah satu cerita itu adalah kisah kunjungan orang - orang Majus dari Timur ke Betlehem dalam Injil Mat2:1-18.
Mulanya istilah Majus (dari kata Magus) dikenakan pada sekelompok imam yang dikenal sebagai ahli - ahli perbintangan dan pada orang - orang bijak di kalangan suku bangsa Medes dan Persia. Pada zaman Yesus, istilah majus berarti ahli nujum dan ahli sihir yang terdapat di semua bangsa. Terdapat banyak cerita mengenai orang - orang itu, seperti cerita tentang tiga sarjana atau Raja Timur: Kaspar, Melkior dan Balthasar. Dalam tradisi Kristen, Kaspar, Melkior dan Balthasar dikenal sebagai sarjana - sarjana dari Timur yang datang ke Betlehem untuk menyembah Kanak - Kanak Yesus.
Nama ketiga orang ini tidak ada dalam naskah - naskah Kitab Suci. Injil Matius yang dipakai sebagai sumber cerita dalam tradisi Kristen tidak membeberkan nama ketiga orang itu. Matius hanya secara umum mengatakan: "Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang - orang Majus dari Timur Yerusalem dan bertanya - tanya: "Dimanakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan? Kami telah melihat bintangNya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia."(Mat2:1-2). Adanya nama tiga orang bijak dari Timur merupakan refleksi lebih lanjut dari orang - orang Kristen atas kisah Injil Matius tersebut. Dalam kaitannya perlu dicatat maksud Matius dengan kisah ini. Matius menulis Injilnya kepada orang - orang Yahudi yang telah berabad - abad mengharapkan datangnya sang Mesias Terjanji, figur raja yang akan memperbaharui kerajaan Israel dan menyemarakkan kembali kebanggaan nasional Israel atas bangsa - bangsa lain. Maksud Matius dengan kisah ini adalah, bahwa seperti orang - orang Majus, semua orang harus mencari dan menemukan Kristus yang datang ke dunia untuk menyelamatkan manusia dari segala bangsa dan jaman; Kristus datang tidak hanya untuk bangsa Yahudi/Israel saja tetapi juga untuk semua orang dari segala bangsa yang merindukan keselamatan dari Allah.
Biasanya pada tanggal 6 Januari, huruf pertama dari ketiga nama orang Majus itu bersama dengan tahun yang sedang berlangsung ("19 + K = M = B + 91") dituliskan pada pintu - pintu rumah untuk mengenyahkan malapetaka dari rumah dan penghuninya.
Santo Andre Bessette
Santo Andre Bassette terlahir dengan nama Alfred Bessette pada tanggal 9 Agustus 1845, tidak jauh dari Montreal, Kanada. Ia adalah anak kedelapan dari duabelas bersaudara. Ketika Alfred berusia sembilan tahun, ayahnya - seorang penebang kayu - tewas dalam suatu kecelakaan kerja.
Tiga tahun kemudian, ibunya meninggal dunia karena TBC, meninggalkan keduabelas anaknya menjadi yatim piatu. Anak-anak itu kemudian harus berpisah dan ditempatkan di keluarga-keluarga yang berbeda. Alfred tinggal bersama paman serta bibinya.
Oleh karena keluarganya amat miskin dan ia sendiri sering sakit, Alfred hanya mengenyam sedikit pendidikan. Jadi selama tigabelas tahun berikutnya ia belajar berbagai macam ketrampilan seperti bercocok tanam, membuat sepatu dan menjadi tukang roti. Ia bahkan pernah bekerja di sebuah pabrik di Connecticut. Tetapi kesehatannya yang buruk selalu membuat usahanya gagal.
Ketika usianya duapuluh lima tahun, Alfred bergabung dengan Ordo Salib Suci dan memilih nama Broeder Andre. Ia melewatkan empatpuluh tahun berikutnya sebagai pemelihara kebersihan dan pesuruh biara. Tahun-tahun terakhir hidupnya dilewatkannya sebagai penjaga pintu biara. Di sanalah kuasa penyembuhan Broeder Andre mulai dikenal. Ketika orang-orang datang untuk memohon bantuan penyembuhannya, ia akan meminta mereka untuk terlebih dahulu mengucap syukur kepada Tuhan atas penderitaan mereka karena penderitaan itu amatlah berharga. Kemudian ia akan berdoa bersama mereka. Sebagian besar dari mereka disembuhkan. Broeder Andre selalu menolak pujian atau pun balas jasa atas bantuannya itu. Ia bersikeras bahwa itu semua adalah karena iman si sakit dan kuasa St. Yusuf.
Broeder Andre memiliki cinta yang amat mendalam kepada Ekaristi dan kepada St. Yoseph. Di masa mudanya, ia pernah bermimpi melihat sebuah gereja yang besar, tetapi ia tidak dapat mengatakan di mana gereja itu. Perlahan-lahan ia mulai menyadari bahwa Tuhan menghendaki sebuah gereja dibangun untuk menghormati St. Yoseph. Gereja tersebut hendak dibangun di puncak Gunung Royale di Montreal, Kanada. Doa-doa serta pengurbanan-pengurbanan yang dilakukan oleh Broeder Andre beserta banyak orang lainnya berhasil mewujudkan impian tersebut. Gereja yang amat indah untuk menghormati St Yoseph pada akhirnya dibangun. Gereja tersebut menjadi saksi dari iman Broeder Andre yang luar biasa.
Para peziarah berdatangan ke Gunung Royale sepanjang tahun dan dari tempat-tempat yang jauh pula. Mereka semua ingin menghormati St. Yusuf. Mereka ingin menunjukkan kepercayaan mereka akan kasih sayang serta pemeliharaan St. Yusuf, seperti yang telah dilakukan oleh Broeder Andre. Broeder Andre wafat dengan tenang dan damai pada tanggal 6 Januari 1937.
Hampir satu juta orang mendaki Gunung Royale dan memenuhi Gereja St. Yusuf untuk menghadiri pemakamannya. Walaupun waktu itu hujan dan turun salju, mereka tetap saja datang untuk mengucapkan selamat tinggal kepada sahabat mereka yang terkasih. Broeder Andre dinyatakan “beato” pada tanggal 23 Mei 1982 oleh Paus Yohanes Paulus II dan dinyatakan “santo” pada tanggal 17 Oktober 2010 oleh Paus Benediktus XVI.
Arti nama
Andreas Berasal dari nama Yunani Ανδρεας (Andreas), yang diturunkan dari kata ανηρ (aner) yang berarti : "Laki-laki" "Perkasa", "Jantan", "Pemberani"
Santo Karolus dari Seze
Santo Karolus dari Seze lahir di Seze, sebuah kota kecil di provinsi Latina - Italia tengah, pada tanggal 19 Oktober 1613. Ia dibabtis 3 hari kemudian dan diberi nama Giancarlo Marchioni (Yohanes Karolus Marchioni). Kedua orang tuanya, Ruggero dan Antonia Marchioni, adalah umat katolik yang saleh. Yang walaupun bekerja sebagai petani penggarap dan hidup penuh dengan kekurangan, namun tetap berupaya untuk menanamkan nilai-nilai rohani dalam diri Giancarlo sejak ia masih kecil.
Giancarlo terpaksa meninggalkan sekolah lebih awal karena harus membantu orangtuanya di pertanian dan menggembalakan ternak. Kendati demikian, ia tetap menjaga dan mengembangkan kehidupan rohaninya. Pada tahun 1630 Giancarlo mengucapkan kaul pribadi untuk hidup kudus dan mempersembahkan hidupnya bagi Tuhan.
Suatu saat di tahun 1633, Giancarlo sakit parah dan hampir meninggal. Ia lalu berkaul bahwa jika ia disembuhkan, ia akan menjadi seorang biarawan. Demikianlah, setelah sembuh dari penyakitnya, Giancarlo Marchioni masuk biara Fransiskan di Nazzano pada tanggal 18 Mei 1635. Sejak saat itu ia dikenal sebagai Bruder Carlo (Karolus).
Karolus senantiasa taat pada setiap perintah atasannya. Dia menjalankan tugas-tugas religiusnya dengan penuh kepatuhan di biara-biara tempat ia bertugas. Di biara Fransiskan Morlupo, Ponticelli, Palestrina, Carpineto, Santo Petrus di Montorio, dan biara Santo Fransiskus di Ripa, ia menjalaninya dengan kerendahan hati dan ketaatan penuh pada regula ordo Fransiskan.
Suatu pagi, sewaktu bruder Karolus ikut merayakan misa kudus di Gereja Santo Yoseph di Capo le Case, tepat saat konsekrasi, Ekaristi Kudus terangkat ke udara dan memancarlah sinar terang dari Hosti Kudus itu. Cahaya surgawi tersebut menerpa tubuh Karolus, melukai hati nya dan meninggalkan luka yang dalam. “Seperti berada diantara dua ujung : antara rasa nyeri dan berkat yang manis. Bagaikan roh yang mau meninggalkan tubuh. Tapi, saya mau bertahan kendati rasa nyeri atau pun penderitaan yang bagaimana pun, karena berkat yang indah ini.” ungkap Bruder Karolus tentang perasaannya saat menerima karunia Stigmata.
Bruder Carlo adalah seorang mistikus dan pembuat mujizat. Ia membuat banyak sekali mukjizat penyembuhan dan beberapa kali mujizat penggandaan makanan. Bruder penjaga pintu biara ini juga mendapat karunia rohani untuk melihat ke masa depan (Visioner). Selama hidupnya, ia telah meramalkan akan terpilihnya tiga orang kardinal menjadi Paus. Yaitu Kardinal Giovanni Battista yang kemudian terpilih sebagai Paus Innosensius X dan Kardinal Fabio Chigi yang terpilih menjadi Paus Alexander VII. Karolus juga meramalkan bahwa Kardinal Emilio Altieri kelak akan menjadi Paus. Ramalan ini menjadi kenyataan tiga bulan setelah kematian Karolus pada 6 Januari 1670 (Kardinal Emilio Altieri terpilih menjadi paus Klemens X di bulan April 1670).
Meskipun bukan seorang imam, namun banyak orang datang menemuinya untuk meminta bimbingan rohani. Bahkan Paus Innosensius X dan Paus Alexander VII kerap meminta saran dari mistikus Fransiskan yang rendah hati ini.
Bruder Karolus dari Seze tutup usia dengan tenang di biara Santo Fransiskus di Ripa pada tanggal 6 Januari 1670. Pada saat kematiannya, dari tempat di mana Tuhan telah menerpanya dengan luka cinta-Nya, - di hatinya - muncullah suatu tanda dalam bentuk sebuah salib. Gejala ini merupakan salah satu mukjizat yang diakui oleh Gereja. Ia di beatifikasi oleh paus Leo XIII pada tanggal 22 Januari 1882 dan dikanonisasi pada tanggal 12 April 1959 oleh Paus Pius XII.(qq)
Arti nama
Carolus : "Gagah Perkasa", "Jantan"Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari