Doa Katolik
Doa Hari Ini

Jumat I Masa Biasa

Jumat, 16 Januari 2026· Hijau · Pekan Psalterium I
16 Januari 2026

Bacaan Misa

Jumat I Masa Biasa
Bacaan Pertama

Sebab itu berkumpullah semua tua-tua Israel; mereka datang kepada Samuel di Rama dan berkata kepadanya: "Engkau sudah tua dan anak-anakmu tidak hidup seperti engkau; maka angkatlah sekarang seorang raja atas kami untuk memerintah kami, seperti pada segala bangsa-bangsa lain." Waktu mereka berkata: "Berikanlah kepada kami seorang raja untuk memerintah kami," perkataan itu mengesalkan Samuel, maka berdoalah Samuel kepada TUHAN. TUHAN berfirman kepada Samuel: "Dengarkanlah perkataan bangsa itu dalam segala hal yang dikatakan mereka kepadamu, sebab bukan engkau yang mereka tolak, tetapi Akulah yang mereka tolak, supaya jangan Aku menjadi raja atas mereka. Dan Samuel menyampaikan segala firman TUHAN kepada bangsa itu, yang meminta seorang raja kepadanya, katanya: "Inilah yang menjadi hak raja yang akan memerintah kamu itu: anak-anakmu laki-laki akan diambilnya dan dipekerjakannya pada keretanya dan pada kudanya, dan mereka akan berlari di depan keretanya; ia akan menjadikan mereka kepala pasukan seribu dan kepala pasukan lima puluh; mereka akan membajak ladangnya dan mengerjakan penuaian baginya; senjata-senjatanya dan perkakas keretanya akan dibuat mereka. Anak-anakmu perempuan akan diambilnya sebagai juru campur rempah-rempah, juru masak dan juru makanan. Selanjutnya dari ladangmu, kebun anggurmu dan kebun zaitunmu akan diambilnya yang paling baik dan akan diberikannya kepada pegawai-pegawainya dari gandummu dan hasil kebun anggurmu akan diambilnya sepersepuluh dan akan diberikannya kepada pegawai-pegawai istananya dan kepada pegawai-pegawainya yang lain. Budak-budakmu laki-laki dan budak-budakmu perempuan, ternakmu yang terbaik dan keledai-keledaimu akan diambilnya dan dipakainya untuk pekerjaannya. Dari kambing dombamu akan diambilnya sepersepuluh, dan kamu sendiri akan menjadi budaknya. Pada waktu itu kamu akan berteriak karena rajamu yang kamu pilih itu, tetapi TUHAN tidak akan menjawab kamu pada waktu itu." Tetapi bangsa itu menolak mendengarkan perkataan Samuel dan mereka berkata: "Tidak, harus ada raja atas kami; maka kamipun akan sama seperti segala bangsa-bangsa lain; raja kami akan menghakimi kami dan memimpin kami dalam perang." Samuel mendengar segala perkataan bangsa itu, dan menyampaikannya kepada TUHAN. TUHAN berfirman kepada Samuel: "Dengarkanlah permintaan mereka dan angkatlah seorang raja bagi mereka." Kemudian berkatalah Samuel kepada orang-orang Israel itu: "Pergilah, masing-masing ke kotanya."

Mazmur Tanggapan

Berbahagialah bangsa yang tahu bersorak-sorai, ya TUHAN, mereka hidup dalam cahaya wajah-Mu;
Karena nama-Mu mereka bersorak-sorak sepanjang hari, dan karena keadilan-Mu mereka bermegah.
Sebab Engkaulah kemuliaan kekuatan mereka, dan karena Engkau berkenan, tanduk kami meninggi.
Sebab perisai kita kepunyaan TUHAN, dan raja kita kepunyaan Yang Kudus Israel.

Bacaan Injil

Kemudian, sesudah lewat beberapa hari, waktu Yesus datang lagi ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah. Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintupun tidak. Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka, ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang. Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!" Tetapi di situ ada juga duduk beberapa ahli Taurat, mereka berpikir dalam hatinya: "Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?" Tetapi Yesus segera mengetahui dalam hati-Nya, bahwa mereka berpikir demikian, lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu? Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan? Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" --berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu--: "Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!" Dan orang itupun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya: "Yang begini belum pernah kita lihat."

Seperti Tetangga

Renungan · 1 menit baca

Penyakit lama manusia: ingin seperti orang lain. Tetangga membeli motor baru, kita mulai merasa motor sendiri kurang. Anak orang masuk sekolah favorit, kita gelisah. Ukuran hidup diambil dari sebelah rumah, bukan dari dalam hati.

Israel pun terkena penyakit itu. Para tua-tua datang kepada Samuel dan meminta: angkatlah seorang raja atas kami, seperti pada segala bangsa-bangsa lain. Itulah kalimat kuncinya: seperti bangsa-bangsa lain. Padahal justru keistimewaan Israel adalah tidak seperti bangsa lain. Bangsa lain diperintah raja; mereka diperintah Allah sendiri.

Samuel memperingatkan panjang lebar: raja akan mengambil anak-anakmu, ladangmu, sepersepuluh hasil panenmu, dan kamu sendiri akan menjadi budaknya. Mereka menjawab pendek: tidak, harus ada raja atas kami. Keinginan untuk seragam mengalahkan akal sehat.

Tuhan berkata kepada Samuel dengan nada pedih: bukan engkau yang mereka tolak, tetapi Akulah yang mereka tolak. Setiap kali kita menukar panggilan khas kita demi menjadi seperti orang lain, penolakan serupa terjadi diam-diam.

Padahal Tuhan tidak menciptakan kita sebagai salinan. Iman memberi keberanian untuk berbeda: gaya hidup yang lebih sederhana, cara bersaing yang lebih jujur, keluarga yang tidak ikut arus.

Hari ini, dalam hal apa kita sedang memaksa diri menjadi seperti tetangga?

Tuhan, cukupkan aku dengan panggilanku sendiri, jangan biarkan aku menukarnya dengan keseragaman. Amin.

Invitatorium

Jumat I Masa Biasa

Pekan I Mazmur

Pembukaan

AntifonBersyukurlah kepada Tuhan, sebab kekal abadi kasih setiaNya.

Mazmur 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonBersyukurlah kepada Tuhan, sebab kekal abadi kasih setiaNya.

Ibadat Bacaan

Jumat I Masa Biasa

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, datanglah membantu aku.
℟.Tuhan, bersegeralah menolong aku.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Lihatlah! di sekeliling takhta, suatu rombongan mulia,

Para kudus dalam jutaan tak terhitung berdiri;

Dari setiap lidah yang ditebus bagi Allah,

Berpakaian jubah yang dicuci dalam darah,

Alleluya.
Melalui kesengsaraan besar mereka datang;

Mereka memikul salib, menghina rasa malu;

Dari segala jerih lelah mereka kini beristirahat,

Dalam kemuliaan abadi Allah yang terberkati,

Alleluya.
Mereka melihat Juruselamat mereka muka dengan muka;

Dan menyanyikan kemenangan rahmat-Nya;

Dia siang dan malam, mereka tak henti memuji,

Kepada-Nya mereka menaikkan syukur yang nyaring,

Alleluya.
“Layaklah Anak Domba, yang disembelih bagi orang berdosa,

Sepanjang abad untuk hidup dan memerintah;

Engkau telah menebus kami dengan darah-Mu,

Dan menjadikan kami raja dan imam bagi Allah.”

Alleluya.
Oh, semoga kami menempuh jalan suci

Yang dilalui para kudus dan martir suci;

Berjuang sampai akhir perjuangan mulia,

Dan memenangkan, seperti mereka, mahkota kehidupan,

Alleluya.

Pendarasan Mazmur

Antifon 1Bangkitlah, Tuhan, dan datanglah menolong aku.

Mazmur 34 (35)

Tuhan sebagai Juruselamat di masa penganiayaan

Mereka berkumpul… dan merencanakan untuk menangkap Yesus dengan tipu daya dan membunuh-Nya (Matius 26:3-4).

I
Ya Tuhan, belalah perkaraku melawan musuh-musuhku;

perangilah mereka yang memerangi aku.

Ambillah perisai dan tameng-Mu;

bangkitlah menolong aku.
Ya Tuhan, katakanlah kepada jiwaku:

“Akulah keselamatanmu.”
Tetapi jiwaku akan bersukacita dalam Tuhan

dan bersukaria dalam keselamatan-Nya.

Seluruh keberadaanku akan berkata:

“Tuhan, siapakah seperti Engkau

yang menyelamatkan yang lemah dari yang kuat

dan yang miskin dari penindas?”
Saksi-saksi dusta bangkit

dan menuduh aku secara tidak adil.

Mereka membalas kebaikan dengan kejahatan:

jiwaku terlantar.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonBangkitlah, Tuhan, dan datanglah menolong aku.

Antifon 2Tuhan yang mahakuasa, berdirilah di sisiku dan belalah aku.

II
Ketika mereka sakit aku berkabung,

menderita dengan berpuasa.

Doaku selalu di bibirku,

seperti untuk saudara, seorang teman.

Aku pergi seolah-olah berkabung untuk seorang ibu,

tertunduk dalam kesedihan.
Sekarang aku dalam kesulitan mereka berkumpul,

mereka berkumpul dan mengejek aku.

Mereka mengejutkan aku dan memukul aku

dan mencabik-cabik aku.

Mereka memprovokasi aku dengan ejekan demi ejekan

dan menggeretakkan gigi mereka.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonTuhan yang mahakuasa, berdirilah di sisiku dan belalah aku.

Antifon 3Lidahku akan berbicara tentang kebaikan-Mu sepanjang hari.

III
Ya Tuhan, berapa lama Engkau akan memandang?

Datanglah menyelamatkan aku!

Selamatkanlah hidupku dari binatang-binatang buas ini,

jiwaku dari singa-singa ini.

Aku akan bersyukur kepada-Mu dalam jemaat besar,

di tengah keramaian aku akan memuji Engkau.
Jangan biarkan musuh-musuhku yang berdusta

bersukacita atas aku.

Jangan biarkan mereka yang membenci aku secara tidak adil

mengedipkan mata satu sama lain.
Ya Tuhan, Engkau telah melihat, janganlah diam,

janganlah berdiri jauh!

Bangunlah, bergeraklah untuk membela aku,

untuk perkaraku, ya Allah!
Biarlah ada sukacita bagi mereka yang mencintai perkaraku.

Biarlah mereka berkata tanpa henti:

“Besarlah Tuhan yang bersukacita

dalam damai hamba-Nya.”

Maka lidahku akan berbicara tentang keadilan-Mu,

sepanjang hari tentang pujian-Mu.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Tuhan, Engkau menyelamatkan orang miskin dari penindas mereka, dan Engkau bangkit menolong Putra-Mu yang terkasih melawan mereka yang secara tidak adil mencari nyawa-Nya. Pandanglah Gereja-Mu saat kami berjalan menuju Engkau, agar orang miskin dan lemah dapat mengenali pertolongan yang Engkau berikan dan mewartakan karya keselamatan-Mu.

AntifonLidahku akan berbicara tentang kebaikan-Mu sepanjang hari.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng)

Sesaat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Aku telah mengalami kesengsaraan dan kesusahan.

℟ Tetapi dalam perintah-Mu aku telah menemukan penghiburan.

Bacaan Pertama

Dari Kitab Sirakh

43:13-35

Seluruh ciptaan memuji Allah
Teguran-Nya menandai jalan bagi kilat,

dan mempercepat panah penghakiman-Nya menuju sasarannya.

Pada saat itu gudang dibuka,

dan seperti burung nasar awan-awan bergegas keluar.

Dalam keagungan-Nya Ia memberikan badai kekuatannya

dan mematahkan butiran-butiran hujan es.

Guntur suara-Nya membuat bumi menggeliat;

di hadapan kekuatan-Nya gunung-gunung bergetar.

Satu kata dari-Nya menggerakkan angin selatan,

angin utara yang marah, badai dan topan.

Ia menaburkan salju seperti burung-burung yang berkibar;

ia datang untuk menetap seperti kawanan belalang.

Keputihannya yang bersinar membutakan mata,

pikiran bingung oleh jatuhnya yang stabil.
Ia menyebarkan embun beku seperti garam;

ia bersinar seperti bunga di semak duri.

Angin utara yang dingin Ia kirimkan

yang mengubah kolam menjadi gumpalan es.

Ia membekukan setiap badan air,

dan menyelimuti setiap kolam dengan baju zirah.

Ketika pertumbuhan gunung hangus oleh panas,

dan dataran berbunga seolah-olah oleh api,

Awan yang menetes memulihkan semuanya,

dan embun yang tersebar memperkaya tanah yang kering.

Rencana-Nya menenangkan kedalaman,

dan menanam pulau-pulau di laut.
Mereka yang turun ke laut menceritakan sebagian kisahnya,

dan ketika kita mendengarnya kita terkejut;

Di dalamnya ada makhluk-makhluk-Nya, luar biasa, menakjubkan,

segala jenis kehidupan, dan monster-monster di kedalaman.
Bagi-Nya setiap utusan berhasil,

dan atas perintah-Nya melaksanakan kehendak-Nya.

Lebih dari ini kita tidak perlu menambahkan;

biarlah kata terakhir adalah, Ia adalah segalanya!

Marilah kita memuji-Nya lebih lagi, karena kita tidak dapat memahami-Nya,

karena Ia lebih besar dari semua karya-Nya;

Sungguh dahsyat keagungan Tuhan,

dan menakjubkanlah kekuatan-Nya.

Angkatlah suara-Mu untuk memuliakan Tuhan,

meskipun Ia masih di luar kemampuan-Mu untuk memuji;

Muliakanlah Dia dengan kekuatan yang diperbarui,

dan janganlah lelah, meskipun Engkau tidak dapat mencapai akhirnya:
Karena siapa yang dapat melihat-Nya dan menggambarkan-Nya?

atau siapa yang dapat memuji-Nya sebagaimana adanya?

Di luar ini, banyak hal tersembunyi;

hanya sedikit dari karya-karya-Nya yang telah kita lihat.

Tuhanlah yang telah membuat segala sesuatu,

dan kepada mereka yang takut akan Dia, Ia memberikan hikmat.

Responsorium Lihat Sirakh 43:27, 28

Muliakanlah Allah dengan segala keahlianmu, namun semua yang kaukatakan akan kurang.

℟ Jumlah dari semua perkataan kita adalah: Ia adalah segalanya.
Bagaimana kita dapat memberikan pujian yang layak kepada-Nya? Karena Ia jauh lebih besar dari semua karya-Nya.

℟ Jumlah dari semua perkataan kita adalah: Ia adalah segalanya.
Bacaan Kedua

Dari Sebuah Wacana Melawan Orang-orang Kafir oleh Santo Atanasius, uskup

Sabda menciptakan harmoni ilahi dalam ciptaan
Pada mulanya adalah Firman, dan Firman itu bersama-sama dengan Allah, dan Firman itu adalah Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia, dan tanpa Dia tidak ada sesuatu pun yang telah jadi. Dalam perkataan ini Yohanes sang teolog mengajarkan bahwa tidak ada sesuatu pun yang ada atau tetap ada kecuali di dalam dan melalui Firman.
Bayangkan seorang musisi menyetel liranya. Dengan keahliannya ia menyesuaikan nada tinggi dengan nada rendah dan nada menengah dengan yang lain, dan menghasilkan serangkaian harmoni. Demikian pula hikmat Allah memegang dunia seperti lira dan menyatukan hal-hal di udara dengan hal-hal di bumi, dan hal-hal di surga dengan hal-hal di udara, dan membawa setiap bagian ke dalam harmoni dengan keseluruhan. Dengan ketetapan dan kehendak-Nya Ia mengatur semuanya untuk menghasilkan keindahan dan harmoni dari satu alam semesta yang teratur dengan baik. Sementara tetap tidak berubah bersama Bapa-Nya, Ia menggerakkan seluruh ciptaan oleh sifat-Nya yang tidak berubah, sesuai dengan kehendak Bapa. Kepada segala sesuatu Ia memberikan keberadaan dan kehidupan sesuai dengan sifatnya, dan demikianlah menciptakan harmoni yang indah dan benar-benar ilahi.
Untuk menggambarkan misteri yang mendalam ini, marilah kita mengambil contoh paduan suara dari banyak penyanyi. Sebuah paduan suara terdiri dari berbagai pria, wanita, dan anak-anak, baik tua maupun muda. Di bawah arahan satu konduktor, masing-masing bernyanyi dengan cara yang alami baginya: pria dengan suara pria, anak laki-laki dengan suara anak laki-laki, orang tua dengan suara orang tua, orang muda dengan suara orang muda. Namun semuanya menghasilkan satu harmoni. Atau pertimbangkan contoh jiwa kita. Ia menggerakkan indra kita sesuai dengan fungsi-fungsi mereka sehingga di hadapan satu objek mereka semua bertindak secara bersamaan: mata melihat, telinga mendengar, tangan menyentuh, hidung mencium, lidah mengecap, dan seringkali bagian-bagian lain dari tubuh juga bertindak, misalnya, kaki dapat berjalan.
Meskipun ini hanyalah perbandingan yang buruk, ini memberikan gambaran tentang bagaimana seluruh alam semesta diatur. Firman Allah hanya perlu memberikan isyarat perintah dan segala sesuatu akan pada tempatnya; setiap makhluk menjalankan fungsinya sendiri yang tepat, dan semuanya bersama-sama membentuk satu tatanan harmonis.

Responsorium Tobit 12:6, 18

Pujilah Allah surga; bersyukurlah kepada-Nya di hadapan semua orang,

℟ karena Ia telah melakukan banyak hal baik bagimu.
Pujilah Allah, dan bernyanyilah bagi-Nya; wartakanlah keajaiban-keajaiban yang telah Ia lakukan.

℟ Karena Ia telah melakukan banyak hal baik bagimu.

Doa Penutup

Perhatikanlah permohonan umat-Mu dengan perhatian surgawi,

ya Tuhan, kami mohon,

agar mereka dapat melihat apa yang harus dilakukan

dan memperoleh kekuatan untuk melakukan apa yang telah mereka lihat.

Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

℟ Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)

Marilah kita memuji Tuhan.

℟ Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Jumat I Masa Biasa

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Meski Kristus ada di setiap waktu
Namun jangan tunda janganlah menunggu
Carilah wajahNya sekarangpun juga
Tanpa menantikan senja.

Kristus sungguh ada dalam diri kita
Meski kita hina meski kita papa
Carilah wajahNya serukan namaNya
Kita pasti dibimbingNya.

Ya Bapa surgawi tolonglah hambaMu
Agar mengikuti Roh Kudus selalu
Hingga hari ini kami sungguh mampu
Mencari wajah PutraMu. Amin.

Antifon 1Ya Tuhan, terimalah kurban sejati di atas mesbahMu.

Mazmur 50

Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setiaMu,*
menurut besarnya rahmatMu, hapuskanlah kesalahanku.

Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku,*
dan cucilah aku dari dosaku.

Kusadari pelanggaranku,*
dosaku selalu membayang di hadapan mataku.

Terhadap Engkau, terhadap Engkaulah aku berdosa,*
yang jahat di hadapanMu kulakukan.

Jadi ternyata Engkau adil bila menghukum aku,*
dan tepatlah keputusanMu.

Sungguh aku dilahirkan dalam kesalahan,*
dan dalam dosa aku dikandung ibu.

Sungguh Engkau berkenan akan ketulusan hati,*
Engkau meresapkan kebijaksanaan ke dalam batinku.

Bersihkanlah aku, agar aku jadi murni,*
basuhlah aku agar jadi putih melebihi salju.

Sampaikanlah kabar sukacita kepadaku,*
semoga hati yang Kauremukkan bersorak gembira.

Palingkanlah wajahMu dari dosaku,*
hapuskanlah segala kesalahanku.

Ciptakanlah hati murni bagiku, ya Allah,*
baharuilah semangat tabah dalam batinku.

Janganlah Kaubuang aku dari hadapanMu,*
janganlah Kauambil rohMu yang kudus dari padaku.

Kembalikanlah kepadaku kegembiraan atas keselamatanMu,*
dan berilah aku semangat yang rela.

Maka aku akan mengajarkan sikap hatiMu kepada orang berdosa,*
supaya mereka kembali kepadaMu.

Lepaskanlah aku dari dosa pembunuhan, ya Allah penyelamatku,*
maka aku akan memashyurkan keadilanMu.

Ya Tuhan, sudilah membuka bibirku,*
supaya mulutku mewartakan pujianMu.

Engkau tak berkenan akan kurban sembelihan,*
kurban bakar yang kupersembahkan, tidak Kausukai.

Persembahan kepada Allah, ialah jiwa yang menyesal,*
hati remuk redam takkan Kautolak.

Antifon 1Ya Tuhan, terimalah kurban sejati di atas mesbahMu.

Antifon 2Seluruh keturunan Israel dinyatakan benar oleh Tuhan dan dimuliakan.

Yes 45,15-26

Sungguh, Engkaulah Allah yang tersembunyi,*
Allah Israel, penyelamat.

Semua penyembah berhala malu tersipu-sipu,*
pergilah mereka penuh kehinaan.

Tetapi Israel diselamatkan Tuhan,*
dengan keselamatan kekal.

Kamu tak akan malu tersipu-sipu,*
untuk selama-lamanya.

Sebab demikianlah firman Tuhan, pencipta langit,*
Dialah Allah yang membentuk dan mengalaskan bumi.

Ia tidak menciptakan bumi kosong.*
tetapi sebagai kediaman manusia:

"Akulah Tuhan, tiada yang lain,+
Aku tidak berbicara sembunyi-sembunyi,*
tidak pernah di tempat yang gelap.

Tidak pernah Aku berkata kepada keturunan Yakub,+
'sia-sialah kamu mencari Aku'.*
Akulah Tuhan yang berkata benar dan memberitahukan yang lurus.

Berhimpun dan marilah, kamu semua,*
yang diselamatkan dari antara sekalian bangsa.

Bodohlah orang, yang mengusung berhala dari kayu,*
yang berseru kepada dewa yang tidak mampu menyelamatkan.

Beritahukanlah dan kemukakanlah buktinya, bermufakatlah bersama,+
'Siapakah dari sediakala memaklumkan masa depan?*
Siapa yang sudah lama memberitahukannya?'

Bukankah Aku, Tuhanmu yang memberitahukannya,+
tiada Allah lain kecuali Aku,*
kecuali Aku tak ada Allah yang benar dan menyelamatkan.

Bertobatlah kepadaKu untuk diselamatkan,*
hai segala ujung bumi.

Akulah Allah, tiada yang lain,+
Aku bersumpah demi diriKu sendiri,*
dari mulutKu keluarlah sabda jujur yang tak terbatalkan ini:

'KepadaKu segala lutut bertekuk,*
demi Aku semua lidah bersumpah'.

Setiap orang akan berkata: Hanya pada Tuhanlah,*
kemenangan dan kekuatan.

KepadaNya kembali dengan malu,*
yang dulu melawan Dia.

Oleh Tuhan seluruh keturunan Israel,*
dinyatakan benar dan dimuliakan".

Antifon 2Seluruh keturunan Israel dinyatakan benar oleh Tuhan dan dimuliakan.

Antifon 3Marilah menghadap Tuhan dengan sukaria.

Mazmur 99

Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi,*
berbaktilah kepadaNya dengan gembira.

Marilah menghadap Tuhan dengan sukaria,*
ketahuilah bahwa Tuhan itu Allah.

Dialah pencipta, dan kita milikNya,*
kita umatNya, domba penggembalaanNya.

Masukilah pintu gerbangNya dengan lagu syukur,*
pelataranNya dengan puji-pujian.

Bersyukurlah kepadaNya, pujilah namaNya,*
sebab Tuhan itu baik.

Cinta kasihNya tetap selama-lamanya,*
dan kesetiaanNya turun-temurun.

Antifon 3Marilah menghadap Tuhan dengan sukaria.

Bacaan Singkat (Ef 4,29-32)

Janganlah ada kata buruk keluar dari mulutmu, melainkan hanyalah yang baik untuk membangun iman dan mendatangkan rahmat bagi para pendengar. Janganlah menyusahkan Roh kudus Allah sebab dalam Dialah kamu dimeteraikan untuk hari penyelamatan. Jauhkanlah dari antara kamu segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian, fitnah serta segala macam kejahatan. Bersikaplah ramah seorang terhadap yang lain, berlakulah lembut hati, dan hendaklah saling mengampuni, seperti Allah telah mengampuni kamu dalam Kristus.

Lagu Singkat

℣.Nyatakanlah kemurahanMu kepadaku,* di pagi hari.℟.Nyatakanlah.℣.Tunjukkanlah kepadaku jalan yang harus kutempuh.℟.Di pagi hari.℣.Kemuliaan.℟.Nyatakanlah.

Antifon KidungTuhan telah mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Kidung Zakaria Luk 1,68-79

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Antifon KidungTuhan telah mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Doa Permohonan

Kristus telah menyelamatkan umat manusia dengan salibNya. Marilah kita menyembah Dia dan dengan hormat berseru:

℟. Anugerahilah kami belaskasihanMu, ya Tuhan.

Kristus fajar dan matahari kami, terangilah kami dengan sinar cahayaMu,* dan kekanglah kecenderungan kami yang jahat. ℟.

Jagailah kiranya pikiran, perkataan dan pekerjaan kami,* agar kami dapat menyenangkan hatiMu hari ini. ℟.

Palingkanlah wajahMu dari dosa-dosa kami,* dan hapuskanlah segala kejahatan kami. ℟.

Demi salib dan kebangkitanMu,* penuhilah kami dengan penghiburan Roh Kudus. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Ya Allah, dengan cahaya sabdaMu telah Kauhalaukan kegelapan budi kami. Teguhkanlah kiranya kurnia iman dalam-hati kami, supaya api yang Kaukobarkan dengan rahmatMu tidak padam dalam godaan manapun juga. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami yang hidup...

Ibadat Sebelum Tengah Hari

Jumat I Masa Biasa

Pekan I Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Roh Kudus, datanglah kini,
satu dengan Bapa dan Putra;
sudilah Engkau bersegera,
mencurah penuh ke hati kami.

Mulut, lidah, budi, dan rasa,
serta tenaga wartakan iman;
berkobarlah kasih bagai api,
nyalanya menjangkau sesama.

Kenalkanlah kami pada Bapa,
dan pada Putra melalui-Mu;
Engkau Roh dari keduanya,
kami imani sepanjang masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Mazmur 119 (120)

Dalam kesesakanku aku berseru kepada Tuhan,*
dan Ia mendengarkan daku.

Ya Tuhan, lepaskanlah aku dari bibir pendusta,*
dan dari lidah penipu.

Tuhan pasti membalas kamu,*
Ia pasti mengganjar kamu, hai para penipu!

Dengan panah tajam dari busur tentara,*
dengan bara yang berpijar-pijar.

Celakalah aku entah aku tinggal jauh di daerah Mesekh,*
entah jauh di perkemahan Kedar!

Aku masih tinggal terlalu dekat juga,*
pada orang yang membenci perdamaian.

Kalau aku, perdamaianlah yang kubicarakan,*
sedangkan mereka hanya peperangan.

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Mazmur 120 (121)

Aku melayangkan pandangan ke Gunung,*
dari manakah dapat kuharapkan pertolongan?

Pertolonganku dari Tuhan,*
yang menjadikan langit dan bumi.

Ia takkan membiarkan kakimu tersandung,*
yang menjagamu takkan mengantuk.

Sungguh, takkan mengantuk dan tertidur,*
yang menjaga Israel.

Tuhan menjaga dan menaungi kamu,*
Yang mahatinggi adalah kekuatanmu.

Matahari takkan menyakiti kamu di waktu siang,*
maupun bulan di waktu malam.

Tuhan menjaga kamu terhadap segala kemalangan,*
Ia menjaga nyawamu.

Tuhan menjaga segala tingkah lakumu,*
sekarang dan selama-lamanya.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Mazmur 121 (122)

Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku,*
"Mari kita pergi ke rumah Tuhan".

Sekarang kami telah berdiri,*
di gerbangmu, hai Yerusalem!

Hai Yerusalem, engkau dibangun,*
sebagai kota yang rapat tersusun.

Suku bangsa berziarah kepadamu,*
suku bangsa Tuhan.

Untuk bersyukur kepada Tuhan,*
sesuai dengan peraturan Israel.

Di sanalah terdapat kursi pengadilan,*
kursi keluarga raja Daud.

Mohonkanlah damai sejahtera bagi Yerusalem,*
"Damai sejahtera bagi orang yang mencintai engkau!"

Semoga damai sejahtera turun atas wilayahmu,*
dan kemakmuran atas istanamu.

Atas nama semua saudara dan sahabatku,*
aku mengucapkan selamat kepadamu.

Demi bait Tuhan, Allah kita,*
aku memohonkan kebahagiaan bagimu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Bacaan singkat (Philp 2, 2 b-4)

karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan,

Ayat Singkat

℣.Segala jalan Tuhan adalah kasih setia dan kebenaran.℟.Bagi orang yang memegang perjanjian dan peringatan-peringatan-Nya.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, pada jam ketiga Engkau dihantar ke hukuman salib demi keselamatan dunia; dengan rendah hati kami mohon kepada-Mu, agar atas kejahatan masa lampau kami senantiasa memperoleh ampun pada-Mu, dan terhadap masa depan kami tetap Kaulindungi. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Tengah Hari

Jumat I Masa Biasa

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan I Mazmur

Madah

Sungguh agung cinta Tuhan
Yang tidak takut berkurban
Mautpun tak menghalangi
Kasih setya yang sejati.

Selalu siap mengabdi
Datang untuk melayani
Itulah semangat Tuhan
Yang harus kita wujudkan.

Terpujilah Allah Bapa
Bersama Putra tercinta
Yang memperoleh Roh suci
Pembaharu muka bumi. Amin.

Antifon 1Dengan rajin kuikuti perintahMu, sebab Engkau melapangkan hatiku.

Mazmur 118 (119),25-32

Dengan hati sedih aku rebah ke tanah,*
hidupkanlah aku sesuai dengan firmanMu.

Suka dukaku kuceritakan kepadamu, dan engkau menanggapinya,*
ajarkanlah ketetapanMu kepadaku.

Berilah aku pengertian akan perintah-perintahMu,*
maka aku merenungkan segala kurniaMu yang mengagumkan.

Hatiku hancur luluh karena susah,*
tabahkanlah aku menurut firmanMu.

Jauhkanlah aku dari jalan yang sesat,*
dan kurniakanlah hukumMu kepadaku.

Aku telah memilih jalan yang benar,*
aku ingin berpegang pada ketetapanMu.

Aku telah berpaut pada firmanMu, ya Tuhan,*
janganlah aku Kaukecewakan.

Dengan rajin kuikuti perintahMu,*
sebab Engkau melapangkan hatiku.

Antifon 1Dengan rajin kuikuti perintahMu, sebab Engkau melapangkan hatiku.

Antifon 2Kepada Tuhan aku percaya, tiada aku goyah.

Mazmur 25 (26)

Ya Tuhan, belalah hakku, sebab hidupku tulus,*
kepada Tuhan aku percaya, tiada aku goyah.

Uji dan cobailah aku, ya Tuhan,*
selidikilah hati dan batinku.

Karena kasih setiaMu tetap di hadapan mataku,*
maka aku tetap setia kepadaMu.

Aku tidak duduk bersama para penipu,*
dan tidak bergaul dengan para munafik.

Kubenci himpunan orang durjana,*
dan dengan kaum penjahat aku tidak bersidang.

Aku membasuh tanganku, tanda tak bersalah,*
lalu mengitari mesbahMu, ya Tuhan,

sambil memperdengarkan lagu syukur,*
dan mewartakan karyaMu yang luhur.

Tuhan, aku mencintai rumah kediamanMu,*
tempat Engkau bersemayam dalam kemuliaan.

Jangan mencabut nyawaku bersama para pendosa,*
bersama para penumpah darah.

Tangan mereka penuh kebusukan,*
mereka suka menerima suapan.

Tetapi aku hidup dengan jujur,*
bebaskanlah dan kasihanilah aku.

Kakiku berdiri pada jalan yang rata,*
aku akan memuliakan Tuhan dalam himpunan umat.

Antifon 2Kepada Tuhan aku percaya, tiada aku goyah.

Antifon 3Kepada Tuhan hatiku percaya, dan aku tertolong.

Mazmur 27 (28),1-3.6-9

KepadaMu, ya Tuhan, aku berseru,*
pelindungku, jangan menutup telinga terhadap aku.

Jika Engkau tetap membisu,*
pasti terjerumus aku ke dalam liang kubur.

Dengarkanlah doaku, jika aku berseru kepadaMu,*
sambil menadahkan tangan ke arah rumahMu yang kudus.

Janganlah menyeret aku bersama kaum pendosa,*
bersama orang yang berbuat jahat.

Mereka berbicara ramah dengan sahabatnya,*
tetapi hatinya penuh kejahatan.

Terpujilah Tuhan, sebab Ia mendengarkan doaku,*
Tukanlah kekuatan dan perisaiku.

KepadaNya hatiku percaya, dan aku tertolong,*
maka aku bersorak gembira dan bernyanyi memujiNya.

Tuhanlah kekuatan umatNya, dan benteng keselamatan,*
bagi raja yang diurapiNya.

Selamatkanlah umatMu, ya Tuhan, berkatilah pusakaMu,*
gembalakan dan dukunglah mereka selama-lamanya.

Antifon 3Kepada Tuhan hatiku percaya, dan aku tertolong.

Bacaan singkat Kol 3,12-13

Kamulah umat pilihan Allah; sebab Ia telah menguduskan dan mengasihi kamu. Maka, hendaknya kamupun berbelaskasihan serta bersikap ramah-tamah dan rendah hati, lemah lembut lagi sabar. Hendaknya kamu tanggung-menanggung dan suka mengampuni, bila hatimu disakiti. Sebagaimana Kristus memberi ampun kepadamu, demikian pula kamu hendaknya.

℣.Tuhan itu pengasih dan penyayang.℟.Lambat akan marah dan penuh kasih setia.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, ketika Engkau bergantung pada kayu salib demi keselamatan kami, dunia diliputi kegelapan di tengah hari. Terangilah kiranya jalan hidup kami, agar kami dapat mencapai kehidupan kekal. Sebab Engkaulah pengantara kami, sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sesudah Tengah Hari

Jumat I Masa Biasa

Pekan I Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Allah, kekuatan yang teguh,
tak tergoyahkan tinggal dalam-Mu;
Engkau menata waktu terang siang
dalam pergantian yang berurutan.

Karuniakanlah senja yang cerah,
agar hidup tak pernah pudar,
melainkan pahala kematian kudus:
kemuliaan kekal menyongsong kami.

Kabulkanlah, ya Bapa mahakasih,
dan Putra Tunggal setara Bapa,
bersama Roh Kudus Penghibur,
yang meraja sepanjang segala masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Mazmur 125 (126)

Ketika Tuhan memulangkan tawanan Sion,*
kita seperti orang yang bermimpi.

Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa,*
dan lidah kita dengan sorak-sorai.

Bahkan bangsa-bangsa kafir mengakui,*
"Agunglah karya Tuhan bagi mereka".

Sungguh agung karya Tuhan bagi kita,*
sebab itu kita bersukacita.

Tuhan telah memulihkan nasib kita,*
seperti sungai kering berair lagi di musim hujan.

Yang menabur dengan bercucuran air mata,*
akan menuai dengan bersorak-sorai.

Ia pergi dengan menangis sambil membawa kantong benihnya,*
ia pulang sambil bernyanyi membawa berkas panenannya.

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Mazmur 126 (127)

Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah,*
sia-sialah para pembangun bekerja.

Jikalau bukan Tuhan yang menjaga kota,*
sia-sialah para pengawal berjaga.

Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi,+
pergi tidur larut malam,*
dan mencari nafkah dengan susah payah.

Tetapi Tuhan menganugerahkan kesejahteraan,*
kepada orang yang dicintaiNya.

Putera-putera sungguh anugerah Tuhan,*
dan buah kandungan sungguh ganjaranNya.

Seperti anak panah di tangan pahlawan,*
demikianlah putera yang diperanakkan pada masa muda.

Berbahagialah orang yang mengisi,*
tabung panahnya sampai penuh.

Ia tidak akan dipermalukan oleh musuh,*
tetapi akan menghalau mereka dari pintu gerbang.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Mazmur 127 (128)

Berbahagialah setiap orang yang takwa,*
yang hidup sesuai dengan bimbingan Tuhan.

Engkau akan menikmati hasil jerih payahmu,*
hidupmu akan bahagia dan sejahtera.

Isterimu subur dalam rumahmu bagaikan pokok anggur,*
anak-anakMu mengelilingi mejamu bagaikan tunas zaitun.

Demikianlah suami yang takwa akan diberkati,*
semoga Tuhan memberkati engkau dari Sion.

Semoga engkau menikmati kemakmuran Yerusalem seumur hidup,*
dan melihat anak cucumu turun-temurun.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Bacaan singkat (Col 3, 12-13)

Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.

Ayat Singkat

℣.Tuhan itu pengasih dan penyayang.℟.Panjang sabar dan berlimpah kasih setia.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghantar penjahat yang bertobat dari kayu salib masuk ke dalam kerajaan-Mu; sambil mengakui dosa-dosa kami, dengan penuh kepercayaan kami mohon kepada-Mu, agar sesudah kematian Engkau membuat kami masuk dengan sukacita melalui pintu firdaus. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sore

Jumat I Masa Biasa

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan I Mazmur

Madah

Yesus cahaya sejati
Yang bersinar dalam hati
Membawa keselamatan
Dan damai yang tahan zaman.

Engkau laksana pelita
Di tengah gelap gulita
Yang menjamin perjalanan
Agar mencapai tujuan.

Bila senja sudah tiba
Engkau tetap bercahaya
Menyinarkan kasih suci
Memancarkan cinta murni.

Terpujilah Kristus Tuhan
Yang rela menjadi kurban
Namun kini sudah jaya
Mulya untuk selamanya. Amin.

Antifon 1Sembuhkanlah aku, Tuhan, sebab aku berdosa terhadapMu.

Mazmur 40

Berbahagialah yang menaruh perhatian pada orang yang lemah,*
Tuhan akan membebaskannya pada hari yang malang.

Tuhan melindunginya dan memelihara nyawanya,+
Tuhan membahagiakannya di bumi,*
dan tidak menyerahkan dia ke tangan musuh.

Tuhan membantu dia waktu sakit,*
dan menyembuhkan penyakitnya.

Aku berseru: Tuhan, kasihanilah aku,*
sembuhkanlah aku, sebab aku berdosa terhadapMu.

Musuh berbicara jahat tentang diriku,*
"Kapan ia mati? Kapan dihapus namanya?"

Orang datang menjenguk aku dengan mulut manis,+
tetapi hatinya memikirkan kejahatan,*
lalu ia keluar dan menjelekkan daku di jalan.

Semua yang membenci aku berbisik-bisik tentang aku,*
mereka merencanakan yang jahat terhadapku:

"Penyakit jahanam telah menimpa dia,*
sekali berbaring, dia takkan bangun lagi".

Bahkan kawan karibku yang kupercayai,*
yang makan sehidangan dengan daku, mengkhianati aku.

Tetapi Engkau, ya Tuhan, kasihanilah aku,*
sembuhkanlah aku, agar dapat membalas mereka.

Maka aku akan tahu, bahwa Engkau cinta padaku,*
bila musuhku tidak lagi bersukacita atas diriku.

Engkau menopang aku karena ketulusanku,*
dan menempatkan daku di hadapanMu untuk selama-lamanya.

Antifon 1Sembuhkan aku, Tuhan, sebab aku berdosa terhadapMu.

Antifon 2Tuhan semesta alam menyertai kita, benteng kuatlah bagi kita Allah Yakub.

Mazmur 45

Allah itu perlindungan dan kekuatan kita,*
pertolonganNya terbukti dalam kesesakan kita.

Maka kita tidak takut, sekalipun bumi bergetar,*
sekalipun gunung-gemunung tenggelam ke dasar laut.

Sekalipun gelora lautan berbuih mengamuk,*
sekalipun gunung-gemunung goncang diempas ombak.

Kota kediaman Allah yang mahatinggi,*
digembirakan oleh aliran sungai.

Karena Allah mendiamiNya, kota itu tidak akan goncang,*
Allah menolongnya waktu fajar merekah.

Bangsa-bangsa ribut, kerajaan-kerajaan goncang,*
Allah memperdengarkan suaranya, maka hancurlah bumi.

Tuhan semesta alam menyertai kita,*
benteng kuatlah bagi kita Allah Yakub.

Mari, pandanglah karya Tuhan yang agung,*
dan karyaNya yang dahsyat di seluruh bumi.

DihentikanNya semua peperangan sampai ke ujung bumi,+
busur dipatahkanNya, tombak diremukkanNya,*
dibakarNya kereta perang.

"Jangan banyak bicara, akuilah aku sebagai Allah,*
agung di antara bangsa-bangsa, agung di seluruh dunia".

Tuhan semesta alam menyertai kita,*
benteng kuatlah bagi kita Allah Yakub.

Antifon 2Tuhan semesta alam menyertai kita, benteng kuatlah bagi kita Allah Yakub.

Antifon 3Semua bangsa akan datang dan sujud menyembah di hadapanMu, ya Tuhan.

Why 15,3-4

Agung dan mengagumkan segala karyaMu,*
ya Tuhan Allah yang mahakuasa

Adil dan benar segala tindakanMu,*
ya raja segala bangsa!

Siapakah yang tidak takut, ya Tuhan,*
dan tidak memuliakan namaMu?

Sebab hanya Engkaulah kudus,+
semua bangsa akan datang dan sujud menyembah di hadapanMu,*
sebab telah nyatalah segala keputusanMu.

Antifon 3Semua bangsa akan datang dan sujud menyembah di hadapanMu, ya Tuhan.

Bacaan Singkat (Rom 15,1-3a)

Kita yang kuat, harus menanggung kelemahan orang yang tidak kuat. Jangan kita mencari kesenangan kita sendiri. Setiap orang di antara kita harus berusaha menyenangkan sesama demi kebaikan dan kemajuannya. Sebab Kristus juga tidak mencari kesenanganNya sendiri.

Lagu Singkat

℣.Kristus telah mencintai dan menyucikan kita,* Dalam darahNya.℟.Kristus.℣.Ia menjadikan kita raja dan imam bagi Allah.℟.Dalam darahNya.℣.Kemuliaan.℟.Kristus.

Antifon KidungTuhan telah menyambut kita, hamba-hambaNya, demi kasih sayangNya yang besar.

Kidung Maria Luk 1,46-55

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Antifon KidungTuhan telah menyambut kita, hamba-hambaNya, demi kasih sayangNya yang besar.

Doa Permohonan

Terpujilah Allah, sebab Ia mengabulkan doa kaum hina-dina dan melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar. Marilah kita berdoa kepadaNya dengan penuh kepercayaan:

℟. Tunjukkanlah kerahimanMu kepada kami, ya Tuhan.

Tuhan, Bapa kami yang mahamurah, kami berdoa kepadaMu bagi anggota anggota umatMu yang berdukacita,* sebab Kristus telah mengorbankan diri bagi mereka. ℟.

Lepaskanlah orang yang terbelenggu, anugerahkanlah terang kepada yang buta,* bantulah para janda dan yatim piatu. ℟.

Perlengkapilah semua orang beriman dengan senjata iman dan kasih,* agar dapat bertahan melawan tipu muslihat setan. ℟.

Dampingilah kami, ya Tuhan, pada saat kematian kami,* agar kami terdapat setia dan berpulang dalam damai. ℟.

Hantarlah orang-orang mati kepada cahaya yang Kaudiami,* agar mereka memandang Engkau selama-lamanya. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Ya Tuhan, PuteraMu telah memberi kami teladan kesabaran dan ketabahan waktu menderita sengasara. Semoga kami juga sanggup menghadapi penderitaan dengan sabar dan memanggul salib dengan tabah. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup...

Ibadat Penutup

Jumat I Masa Biasa

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Doa Tobat

℣.Tuhan Yesus Kristus, Engkau diutus menyembuhkan orang yang remuk-redam.
Tuhan, kasihanilah kami.
℟.Tuhan, kasihanilah kami.℣.Engkau datang memanggil orang yang berdosa.
Kristus, kasihanilah kami.
℟.Kristus, kasihanilah kami.℣.Engkau duduk di sisi Bapa sebagai pengantara kami.
Tuhan, kasihanilah kami.
℟.Tuhan, kasihanilah kami.℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.

Madah

Jatuh sudah malam hari
S'moga kami Kaulindungi
Ya Bapa mahakuasa
Supaya aman sentosa.

Jauhkan impian suram
Singkirkan khayalan malam
Kurniakan istirahat
Agar sehat wal'afiat.

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

AntifonSiang malam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.

Mazmur 87 (88)

Ya Tuhan, Allah penyelamatku,*
siang malam aku berseru kepadaMu.

Semoga doaku sampai ke hadiratMu,*
dengarkanlah jeritan tangisku.

Sebab hatiku tersesak kesusahan bertimbun-timbun,*
dan hidupku mendekati ambang maut.

Aku dianggap sudah turun ke liang kubur,*
seperti orang yang kehilangan hayat.

Di alam mautlah kediamanku,*
seperti orang yang mati terbuuh aku berbaring dalam kubur.

Seperti orang yang tidak lagi Kauingat,*
terpisah dari cintaMu.

Kaucampakkan daku ke lubang terdalam,*
ke tubir yang gelap gulita.

Aku tertindih oleh amarahMu,*
dan keberanganMu melumpuhkan daku.

Handai taulanku Kaujauhkan dari padaku,*
Kaujadikan daku haram bagi mereka.

Aku terkurung, tak dapat lolos,*
mataku kabur tersesak derita.

Sehari-hari aku berseru kepadaMu, ya Tuhan,*
kepadaMu kutadahkan tanganku.

Adakah Engkau berkarya bagi orang mati!*
Masakan arwah bangkit untuk memuji Engkau!

Adakah kasihMu dikisahkan dalam kubur,*
dan kesetiaanMu di daerah kebinasaan!

Adakah karyaMu yang agung dikenal dalam kegelapan,*
dan keadilanMu di tempat tiada ingatan!

Namun aku, ya Tuhan, aku berseru kepadaMu,*
pagi-pagi doaku membubung ke hadapanMu.

Mengapa Engkau menolak aku, ya Tuhan,*
mengapa menyembunyikan wajahMu dari padaku?

Sedari masa mudaku aku malang dan terancam maut,*
aku menanggung kemurkaanMu dan merana.

Banjir keberanganMu melanda aku,*
kedahsyatan amarahMu membinasakan daku.

Aku seperti dikepung ombak terus-menerus,*
makin lama aku makin terdesak.

Kaum kerabatku Kaujauhkan dari padaku,*
tinggal kegelapanlah yang menemani aku.

AntifonSiang malam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.

Bacaan singkat Yer 14,9

Tuhan, Engkau hadir di tengah-tengah kami, dan dengan namaMu kami telah diberkati. Janganlah tinggalkan kami, ya Tuhan, Allah kami.

Lagu singkat

℣.Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku.℟.Ke dalam.℣.Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar.℟.Ya Tuhan, penyelamatku.℣.Kemuliaan.℟.Ke dalam.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Allah yang mahakuasa, semoga kami setia kepada PuteraMu yang telah wafat dan dimakamkan, sehingga kami bangkit bersama Dia dan hidup sebagai manusia baru. Sebab Dialah pengantara kami, sepanjang segala masa. Amin.

Penutup

℣.Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya.℟.Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam, ya ratu, bunda yang berbelas-kasih,
hidup, hiburan dan harapan kami.
Kami semua memanjatkan permohonan,
kami amat susah, mengeluh, mengesah
dalam lembah duka ini.
Ya ibunda, ya pelindung kami,
limpahkanlah kasih sayangmu yang besar kepada kami.
Dan Yesus, puteramu yang terpuji itu,
s'moga kautunjukkan kepada kami.
O ratu, o ibu, o Maria, bunda Kristus.

Santa Priscila

Martir · abad ke-1

Priscila dikenal sebagai seorang gadis Romawi. Ia juga dikenal sebagai pendiri salah satu katakombe tertua di Roma, yakni Katakombe Santa Priscila, di jalan Salaria, Roma.

Tidak banyak hal yang diketahui tentang Pricila, kemungkinan ia adalah isteri Manius Acilius Glabrio, yang meninggal dunia karena teguh mempertahankan imannya pada masa penganiyaan terhadap orang Kristen oleh kaisar Domitianus (81-96).Menurut cerita, Santo Petrus pernah menggunakan rumah Priscila di jalan Salaria sebagai markasnya. Dibawah rumah itu, digali katakombe - katakombe. Santo Pundens dianggap sebagai putera dari Priscila. Priscila meninggal pada tahun 98.

Santo Berardus dkk

Martir · wafat 1220

Enam biarawan Fransiskan menerima tugas dari St. Fransiskus Asisi untuk pergi ke Maroko. Mereka diutus untuk mewartakan iman Kristiani di tengah masyarakat Muslim. Biarawan Berardus, Petrus, Adjutus, Accursio dan Odo melakukan perjalanan dengan kapal laut pada tahun 1219. Maroko terletak di ujung barat laut Afrika. Perjalanan mereka merupakan perjalanan yang panjang serta berbahaya. Kelompok biarawan tersebut tiba di Seville, Spanyol. Segera mereka mulai berkhotbah di jalan-jalan dan di taman-taman kota. Orang memperlakukan mereka seolah-olah mereka gila dan menangkap mereka. Agar tidak dipulangkan kembali ke negerinya, para biarawan mengatakan bahwa mereka ingin bertemu sultan. Jadi, gubernur Seville mengirim mereka ke Maroko.

Sultan menerima para biarawan serta memberi mereka kebebasan untuk berkhotbah di kota. Tetapi, sebagian orang tidak suka akan hal ini. Mereka melaporkannya kepada penguasa. Sultan berusaha melindungi para biarawan dengan mengirim mereka untuk tinggal di Marrakech, di pesisir barat Maroko. Seorang pangeran Kristen, yang juga sahabat sultan, Dom Pedro Fernandez, menerima mereka di rumahnya.

Namun, para biarawan tersebut sadar bahwa misi mereka adalah mewartakan iman. Jadi, mereka kembali ke kota sesering mungkin. Hal ini membuat geram sebagian orang yang tidak suka mendengar pesan yang disampaikan para biarawan. Keluhan dan hasutan mereka membuat sultan murka begitu rupa hingga suatu hari, ketika melihat para biarawan itu sedang berkhotbah, ia memerintahkan para biarawan itu untuk segera berhenti atau pergi meninggalkan negeri. Karena para biarawan tidak hendak melakukan keduanya, para biarawan Fransiskan itu dipenggal kepalanya di sana saat itu juga. Peristiwa itu terjadi pada tanggal 16 Januari 1220.

Dom Pedro datang menjemput jenasah para martir. Pada akhirnya, ia mengantarkan jenasah para Martir ini ke Gereja Salib Suci di Coimbra, Portugal. Misi para biarawan Fransiskan ke Maroko sangat singkat dan tampaknya gagal. Namun demikian, hasilnya sungguh luar biasa. Kisah para martir yang gagah berani ini membakar semangat para Fransiskan pertama untuk menjadi misionaris dan wafat sebagai martir pula.

Seorang biarawan muda Portugal begitu tersentuh oleh pengorbanan para martir Kristus ini ketika jenazah mereka disemayamkan dibiaranya. Ia kemudian bergabung dengan Ordo Fransiskan agar dapat mengabdikan hidupnya bagi Tuhan dan juga dapat menjadi saksi sekaligus martir Kristus. Pemuda itu adalah Santo Antonius dari Padua.

Santo Honoratus

Uskup dan Pengaku Iman · ± 350-429

Sepulang dari berziarah, Honoratus memilih tinggal di pulau terpencil di Perancis Selatan. Disitu ia mendirikan biara Lerin yang termasyur, karena sebagian besar biarawannya adalah cendekiawan. Ia ditabhiskan menjadi Imam dan diangkat menjadi Uskup Arles, walaupun ia sendiri tidak menginginkannya. Santo Hilarius sangat memujinya. Honoratus meninggal dunia pada tahun 429.

Santo Joseph Vaz

Pengaku Iman · 1651-1711

Santo Joseph Vaz lahir pada tahun 1651 di Benaulim Goa India, yang saat itu dikenal sebagai Portugis India, dan menjadi bagian dari Kekaisaran Portugis. Ia adalah anak ketiga dari enam orang bersaudara putera-puteri dari Cristóvão Vaz dan Maria de Miranda. Ayah dan ibunya adalah orang Katolik yang taat.

Jospeh Vaz bersekolah di Sancoale lalu melanjutkan pendidikannya di Benaulim. Dia adalah seorang murid yang cerdas dan disenangi oleh para guru dan sesama siswa. Kemajuan pendidikannya membuat ayahnya memutuskan untuk mengirimnya ke Goa untuk melanjutkan studinya di sekolah seminari. Yoseph masuk Seminari Jesuit Santo Paulus di Goa lalu melanjutkan studi filsafat dan teologi di Seminari Tinggi Santo Thomas Aquinas milik ordo Dominikan. Pada 1675, Joseph Vaz ditahbiskan menjadi diakon untuk Keuskupan Agung Goa oleh Mgr.Custódio de Pinho, Vikaris Apostolik Bijapur dan Golconda. Setahun kemudian ia ditahbiskan menjadi imam oleh Uskup Agung Goa, Mgr. António Brandão, SOCist.

Segera setelah ditahbiskan, pater Joseph mulai pergi tanpa alas kaki untuk mulai berkarya sebagai seorang miskin. Ia kemudian beroleh reputasi sebagai seorang pengkhotbah ulung dan bapa pengakuan. Dia juga membuka sebuah Seminari di Sancoale.

Setelah berkarya beberapa saat di Goa, Pater Vaz mengajukan permohonan untuk menjadi misionaris di Srilanka. Permohonannya ditolak dan ia malah ditugaskan ke Canara (masih di India Selatan), dimana saat itu sedang terjadi konflik antara uskup Padroado yang ditunjuk oleh pemerintah Portugis dengan Kongregasi Propaganda Fide (Sebuah Lembaga Vatikan yang mengatur upaya misionaris di seluruh dunia). Menyusul permohonannya, pada tahun 1681 Pater Vaz diangkat menjadi Vikaris Forane (Wakil uskup) untuk wilayah Canara oleh Uskup Padroado. Ia segera dikirim kesana dengan tugas utama untuk menegakkan kewenangan Padroado terhadap Propaganda Fide di wilayah tersebut. Setelah tiba di Canara, padre Vaz menemukan situasi Gereja Katolik Roma disana sangat tidak menyenangkan.

Padroado yang berwenang di Goa menetang penunjukan Uskup Thomas de Castro sebagai Vikaris Apostolik untuk wilayah Canara oleh Paus Clement X pada 30 Agustus 1675. Uskup de Castro tidak diakui oleh Uskup Agung dari Padroado di Goa. Akibatnya, mereka tidak menyerahkan yurisdiksi kepadanya meskipun ia memiliki surat pengangkatan dari paus.

Konflik antara Padroado dan Propaganda Fide telah membelah umat Katolik di Canara menjadi dua kubu. Ada yang mengakui otoritas Uskup Agung Padroado di Goa dan ada yang mendukung Uskup Apostolik de Castro. Yang menyedihkan adalah, umat yang mengakui kewenangan Padroado akan dikucilkan oleh uskup de Castro, sementara umat yang mengakui kewenangan Propaganda Fide akan dikucilkan oleh otoritas Padroado di Goa. Kedua pihak dilarang menerima sakramen dari imam-imam dari kelompok lain, dengan ancaman hukuman ekskomunikasi. Dalam sebuah suratnya tertanggal 14 September 1681, Vaz mengeluh tentang keadaan ini :

"Banyak yang percaya bahwa Gereja Katolik telah terbelah, dan bahwa kita, para imam, dan para Uskup bukanlah anak-anak dari Ibu Gereja yang sama, dan bahwa ajaran-ajaran dan sakramen kita berbeda, dan apa yang dilakukan oleh yang satu, akan dihancurkan oleh yang lain. Gereja Katolik disini dibenci dan tidak dapat diterima. "

Melalui upaya diplomasi dan kerendahan hati, Pater Vaz sebagai Vikariat Padroado akhirnya dapat bertemu dengan uskup De Castro di Mangalore. Setelah meyakinkan bapa uskup tentang legitimasi dokumen, mereka memutuskan untuk menyudahi konflik dan meminta keputusan dari paus yang baru terpilih, Paus Innosensius XI. Mengingat fakta bahwa seorang uskup memiliki otoritas yang sah, Pater Vaz mengakui otoritas Uskup de Castro sambil terus mematuhi sistem Padroado. Ia menempatkan kesejahteraan rohani umat diatas segalanya. Karena itu Uskup de Castro pun menghormati Vikaris Padroado ini dan kerap mendelegasikan kewenangan kepadanya.

Pater Vaz sering berbicara kepada bapa uskup dan meminta agar mereka dapat berkarya bersama sambil menunggu keputusan akhir dari Paus. Pater Vaz menunjukkan bahwa konflik ini telah membuat umat Hindu tersinggung dan umat Kristen menjadi kebingungan.

Selama berkarya di Canara antara tahun 1681-1684, pater Vaz telah melakukan banyak pekerjaan misionaris di Mangalore, Basroor, Barcoor, Moolki, Kallianpur dan di daerah lain. Ia menghidupkan kembali kehidupan rohani dan iman umat Katolik, dan membawa perdamaian diantara mereka yang sebelumnya terbelah. Pater Vaz merekonstruksi Katedral Rosario di Mangalore dan membangun gereja-gereja baru di Onore, Basroor, Cundapore, dan Gangolim. Ia juga mendirikan sekolah-sekolah kecil di beberapa desa dengan kerjasama dari warga mereka.

Salah satu karya pater Vaz yang paling penting adalah pembentukan sejumlah besar Irmidades (Confraternities atau di Kota Larantuka pulau Flores di kenal dengan sebutan Konfreria; yang adalah serikat persaudaraan awam) di seluruh wilayah Canara, di mana ia secara berkala akan merayakan acara-acara liturgi dengan meriah. Ia terpaksa membentuk serikat awam seperti ini karena kekurangan tenaga imam. Para Irmidade dilatihnya untuk memimpin umat Katolik di tempat-tempat di mana tidak ada imam atau gereja. Untuk itu, ia membangun gubuk kecil dan meminta umat setempat agar berkumpul di sana pada setiap hari minggu untuk menjalankan ibadat sabda dibawah pimpinan para Irmidades. Hal ini sangat membantu kehidupan rohani umat di daerah - daerah yang tidak memiliki gereja dan imam.

Dalam karya singkatnya, pater Vaz memperoleh reputasi yang besar sebagai seorang kudus. Banyak keajaiban yang dikaitkan dengannya dan legenda disekitar dirinya menyebar dikalangan umat. Sebuah legenda setempat mengatakan bahwa saat bertugas sebagai pastor paroki di Paneer, beberapa kilometer dari Mudipu, Bantwal, beberapa orang Hindu tiba di paroki pada tengah malam dan memintanya untuk menemani mereka untuk memberikan sakramen minyak suci bagi seorang katolik yang sedang sekarat di Mudipu. Orang-orang ini ternyata tengah bersekongkol untuk membunuhnya karena kegiatan misionaris yang tak kenal lelah. Ketika mereka sampai di puncak bukit, orang-orang tersebut menyerangnya. Dengan tenang pater Vaz berlutut di atas sebuah batu dan menghujamkan tongkatnya di tanah. Sebuah cahaya berkelebat di tengah-tengah mereka dan dari tanah dibawah batu tempat ia berlutut memancarlah air dengan deras dan menghalangi orang-orang itu untuk mendekati pater Vaz. Keajaiban ini membuat orang-orang itu melarikan diri dan pater Vaz kembali ke paroki. Sebuah gereja yang didedikasikan kepadanya kelak dibangun disitus tersebut di Mudipu. Sampai hari ini Gereja tersebut setiap tahunnya dikunjungi oleh ribuan umat dan peziarah yang berkah dan berdoa demi penyembuhan berbagai macam penyakit.

Uskup agung baru, Manuel de Sousa e Menezes, tiba di Goa dan tidak senang dengan Vaz karena perjanjian yang telah dibuat dengan uskup de Castro. Ketika Vaz meminta izin untuk kembali ke Goa, permintaan itu ditolak oleh Uskup Agung. Setelah kematian uskup agung tersebut pada tahun 1684, barulah pater Vaz dapat kembali ke Goa.

Di Goa Pater Vaz menghabiskan waktunya untuk berkhotbah di desa-desa sekitarnya. Dia juga bergabung dengan sekelompok imam dari Keuskupan Agung yang telah memutuskan untuk hidup bersama dalam sebuah komunitas religius. Kelompok ini secara resmi didirikan sebagai sebuah komunitas dari Kongregasi Oratorium santo Filipus Neri pada tanggal 25 September 1685.

Hanya satu tahun kemudian, pada tahun 1687, ia merasa terpanggil untuk meninggalkan Goa dan pergi sebagai misionaris ke pulau Ceylon (sekarang Sri Lanka) di mana ia mendengar kabar bahwa umat Katolik disana dianiaya oleh pemerintah Belanda yang Calvinis, dan selama beberapa puluh tahun umat tidak pernah dilayani oleh imam. Pater Vaz berkarya di Srilanka selama dua puluh empat tahun. Ia melaksanakan pelayanan imamat dengan sangat heroik dalam situasi yang berbahaya. Dia kerap dikejar-kejar oleh pihak berwenang Belanda yang sangat ingin melenyapkan Gereja Katolik. Namun pater Vaz sukses membangun kembali Gereja Katolik di Srilanka dan menjaga kehidupan rohani umat. Walau untuk itu ia harus melakukan perjalanan dengan cara menyamar dan terpaksa merayakan sakramen-sakramen secara diam-diam di malam hari.

Pater Vaz lalu memutuskan untuk membangun basis di kerajaan Kandy di pedalaman Srilanka yang jauh dari jangkauan Belanda. Setibanya di sana ia ditangkap karena dianggap sebagai mata-mata dan dimasukkan ke dalam penjara kerajaan. Namun ia segera dibebaskan setelah hujan turun sesaat setelah ia berdoa memohon hujan untuk mengakhiri kekeringan yang berkepanjangan. Setelah itu raja Kandy yang beragama Buddha memberinya perlindungan pribadinya.

Pada 1696 beberapa imam Oratorium dari Goa datang bergabung dengannya di Srilanka. Kini misi Katolik dapat benar-benar dijalankan disana. Ia menolak posisi Vikaris Apostolik, dan lebih memilih untuk tetap menjadi seorang imam misionaris yang sederhana. Di antara karya pastoral yang lain ia menerjemahkan katekismus dan doa-doa ke dalam bahasa lokal, Singalese dan Tamil. Orang-orang memanggilnya “Sammanasu Swam” yang artinya : imam malaikat.

Pada awal tahun 1711, meskipun kesehatannya sedang memburuk, pater Vaz tetap melakukan perjalanan pastoral untuk mengunjungi umat. Setelah kembali, ia jatuh sakit. Ia pun menyadari bahwa ia sedang sekarat. Tengah malam pada tanggal 16 Januari 1711, dengan lilin di tangannya, pater Joseph Vaz tutup usia di umur enam puluh tahun.

Pengabdian Fr.Joseph terhadap kerasulan pastoral membuatnya menjadi pembawa damai pada saat-saat yang kritis dalam sejarah misionaris Katolik di Asia Tenggara. Selama hidupnya keberhasilan pastoralnya membawanya ke perhatian otoritas Gereja di Portugal dan Roma. Setelah kematiannya semangat dan teladan yang ia lakukan sebagai seorang misionaris membuatnya menjadi inspirasi bagi untuk para imam misionaris di Srilanka. Kerasulannya meninggalkan warisan yang luar biasa : 70.000 umat Katolik, 15 Gereja dan 400 kapela. Karena itu ia di gelari sebagai Rasul dari Srilanka.

Arti nama

Joseph Berasal dari bahasa Latin : Ioseph, yang diambill dari bahasa Yunani Ιωσηφ (Ioseph), yang aslinya dari bahasa Ibrani יוֹסֵף (Yosef) yang berarti : "Yang ditambahkan Tuhan".

Santo Marsellus I

Paus dan Martir · wafat ± 309

Marsellus menjadi Paus pada tahun 308-309. ia ditetapkan oleh gereja sebagai Martir. Tempat dan hari kelahirannya serta kisah masa mudanya tidak diketahui dengan pasti. Meskipun demikian ia dikenal sebagai seorang imam dalam masa kePausan Santo Marselinus I (296-304).

Kisah tentang dirinya dihubungkan dengan peristiwa penganiyaan dan pembunuhan atas diri Paus(Santo) Marselinus I. Kematian Marselinus mengakibatkan kekosongan kepemimpinan gereja di Tahkta Suci selama beberapa saat. Gereja pada masa itu mengalami kegoncangan besar karena usaha penganiyaan orang - orang Kristen oleh Kaisar Diokletianus (284-305). Tiga tahun setelah kematian Diokletianus yaitu tahun 308, terpilihlah seorang Paus baru, yaitu Marsellus.

Kepemimpinan Marsellus berlangsung ditengah situasi Gereja yang kacau balau. Pelayanan iman dan pewarta sabda tidak berjalan. Umat tercerai berai tanpa bimbingan seorang gembala. Marsellus berkewajiban mengatur kembali administrasi Gereja dan mengatasi semua masalah Gereja. Tindakan pertama yang dilakukan adalah membagi Gereja kedalam wilayah - wilayah pelayanan (paroki) di bawah pimpinan seorang imam. Para imam bertugas mengajar umat, terutama para katekumen; melayani sakramen Pengakuan; mendoakan dan turut menguburkan jenazah orang - orang Kristen yang meninggal; dan bersama umat merayakan upacara untuk mengenang para martir. Marsellus pun membangun sebuah kuburan baru untuk orang - orang Kristen di Jalan Salaria, Roma.

Usaha - usaha Marsellus untuk mengatur kembali Gereja terhambat oleh perbedaan pendapat tentang masalah orang - orang Kristen yang mutrad ketika adanya penganiyaan. Mereka ingin kembali menjadi Kristen lagi tanpa menjalani kewajiban bertobat. Marsellus bertindak tegas dengan menuntut agar orang - orang itu terlebih dahulu harus bertobat, dan mangakui kesalahannya serta menjalankan penitensi yang berat. Hal ini ditentang oleh banyak orang hingga memuncak menjadi suatu peristiwa berdarah. Karena peristiwa ini, Kaisar Maxentius (306-312), menangkap dan mengasingkan Marsellus ke luar Roma. Ia meninggal di pengasingan itu.

Ada banyak cerita yang beredar tentang akhir hidup Marsellus. Salah satu cerita adalah bahwa Kaisar Maxentius yang tidak setuju dengan usaha - usaha Marsellus, menghukumnya dengan menjalankan kerja paksa: membersihkan kandang - kandang ternah Kaisar. Tetapi dengan bantuan umat, Marsellus dapat meloloskan diri dari tempat siksaan itu dan berlindung di dalam rumah seorang keluarga bangsawan di kota. Namun kemudian tempat persembunyian ini diketahui oleh kaki tangan Kaisar Maxentius. Marsellus kemudian ditangkap dan dibunuh dengan sangat keji.

Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari