Bacaan Misa
Jikalau kamu tahu, bahwa Ia adalah benar, kamu harus tahu juga, bahwa setiap orang, yang berbuat kebenaran, lahir dari pada-Nya. Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia. Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya. Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci. Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah. Dan kamu tahu, bahwa Ia telah menyatakan diri-Nya, supaya Ia menghapus segala dosa, dan di dalam Dia tidak ada dosa. Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi; setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat dan tidak mengenal Dia.
Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, sebab Ia telah melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan kepada-Nya oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus.
Ia mengingat kasih setia dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel, segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang dari pada Allah kita.
Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi, bergembiralah, bersorak-sorailah dan bermazmurlah!
Bermazmurlah bagi TUHAN dengan kecapi, dengan kecapi dan lagu yang nyaring,
dengan nafiri dan sangkakala yang nyaring bersorak-soraklah di hadapan Raja, yakni TUHAN!
Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia. Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Kemudian dari padaku akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku. Dan aku sendiripun mula-mula tidak mengenal Dia, tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya Ia dinyatakan kepada Israel." Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya: "Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya. Dan akupun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus. Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah."
Telunjuk yang Bebas
Kemarin kita mendengar Yohanes tiga kali berkata bukan. Bukan Mesias, bukan Elia, bukan nabi yang dinanti. Hari ini kalimatnya berubah arah. Ketika Yesus datang, ia berseru: Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.
Perhatikan urutannya. Orang baru bisa berkata lihatlah Dia setelah selesai berkata bukan aku. Selama jari masih menunjuk dada sendiri, ia tidak bisa menunjuk yang lain. Yohanes sudah selesai dengan dirinya, maka telunjuknya bebas.
Yohanes juga jujur soal prosesnya: aku sendiri mula-mula tidak mengenal Dia. Dua kali ia mengaku begitu. Kesaksian besarnya lahir bukan dari kepintaran, melainkan dari kesediaan menunggu tanda yang dijanjikan: Roh turun seperti merpati dan tinggal di atas-Nya.
Surat Yohanes hari ini menambah kabar yang nyaris terlalu bagus: kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Bukan gelar kehormatan, melainkan keadaan yang sesungguhnya. Yang belum kelihatan hanyalah keadaan kita kelak.
Maka tugas kita hari ini mirip tugas Yohanes: hidup sedemikian rupa sehingga orang yang memandang kita akhirnya melihat Dia. Adakah satu orang, hari ini, yang lewat hidup kita menjadi menoleh kepada Kristus?
Tuhan, bebaskan telunjukku dari dadaku sendiri, supaya bisa kupakai menunjuk Engkau. Amin.
Invitatorium
Pekan II Mazmur
Pembukaan
AntifonKristus menampakkan diri, marilah kita menyembah Dia.
Mazmur 94 (95)
AntifonKristus menampakkan diri, marilah kita menyembah Dia.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Nyanyikanlah pujian bagi Tuhan; ingatlah keajaiban yang telah Ia perbuat.
Mazmur 104 (105)
Tuhan setia pada janji-janji-Nya
AntifonNyanyikanlah pujian bagi Tuhan; ingatlah keajaiban yang telah Ia perbuat.
Antifon 2Tuhan tidak meninggalkan orang baik yang dijual sebagai budak, tetapi membebaskannya dari kuasa orang-orang berdosa.
AntifonTuhan tidak meninggalkan orang baik yang dijual sebagai budak, tetapi membebaskannya dari kuasa orang-orang berdosa.
Antifon 3Tuhan setia pada janji-Nya yang kudus; Ia memimpin umat-Nya menuju kebebasan dan sukacita.
AntifonTuhan setia pada janji-Nya yang kudus; Ia memimpin umat-Nya menuju kebebasan dan sukacita.
Dari Kitab Nabi Yesaya
Responsorium Yesaya 61:1; Yohanes 8:42
Responsorium 1 Yohanes 4:14; 1:9
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Kami mewartakan kasihMu pagi hari, ya Tuhan dan kesetiaanMu di waktu malam.
Mazmur 91 (92)
Antifon 1Kami mewartakan kasihMu pagi hari, ya Tuhan dan kesetiaanMu di waktu malam.
Antifon 2Muliakanlah Allah kita.
Ul 32,1-12
Antifon 2Muliakanlah Allah kita.
Antifon 3Betapa mulia namaMu, ya Tuhan, di seluruh bumi.
Mazmur 8
Antifon 3Betapa mulia namaMu, ya Tuhan, di seluruh bumi.
Bacaan Singkat (Keb 7:26-27)
Lagu Singkat
Antifon KidungYa Tuhan, bimbinglah kami ke jalan damai sejahtera.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungYa Tuhan, bimbinglah kami ke jalan damai sejahtera.
Doa Permohonan
℟. Baharuilah kami berkat kelahiranMu, ya Tuhan.
Dengan menjadi manusia, Engkau merupakan tanda kehadiran Allah di tengah-tengah kami,* semoga kami mengenal Engkau dalam sabda dan perjamuan yang Kaupercayakan kepada umatMu. ℟.
Pencipta manusia, Engkau lahir sebagai manusia sejati dari perawan tersuci,* semoga berkat doa Maria, kami menerima hidup ilahi seperti Engkau. ℟.
Penebus kami, Engkau telah turun ke dunia laksana hujan yang menyuburkan tanah,* limpahilah hati kami dengan air hidup yang menyucikan. ℟.
Kami merayakan awal hidupMu di dunia ini,* semoga kami berkembang menjadi manusia dewasa dan semakin mendekati kepenuhanMu. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (Ez 20, 41-42 a)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Madah
Antifon 1Tuhan bersabda: Langit dan bumi akan lenyap, tetapi sabdaKu takkan lenyap.
Mazmur 118 (119), 81-88
Antifon 1Tuhan bersabda: Langit dan bumi akan lenyap, tetapi sabdaKu takkan lenyap.
Antifon 2Tuhan, Engkaulah harapanku, jadilah pelindungku dan bentengku terhadap musuh.
Mazmur 60 (61)
Antifon 2Tuhan, Engkaulah harapanku, jadilah pelindungku dan bentengku terhadap musuh.
Antifon 3Jagalah hidupku terhadap musuh, ya Tuhan.
Mazmur 63 (64)
Antifon 3Jagalah hidupku terhadap musuh, ya Tuhan.
Bacaan singkat 1Raj 2,2b-3
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (Mich 2, 12)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan I Mazmur
Madah
Antifon 1Tuhan penyelamat kita, yang sudah lahir sebelum segala zaman, hari ini menampakkan diri kepada dunia.
Mazmur 134 (135) - I
Antifon 1Tuhan penyelamat kita, yang sudah lahir sebelum segala zaman, hari ini menampakkan diri kepada dunia.
Antifon 2Tuhan Allah kita sungguh agung melebihi segala dewata.
Mazmur 134 (135) - II
Antifon 2Tuhan Allah kita sungguh agung melebihi segala dewata.
Antifon 3Bintang bercahaya bagaikan nyala api, menjadi tanda Allah, raja para raja. Para sarjana melihatnya dan menyerahkan persembahan kepada Kristus, raja agung.
Kidung 1Tim 3,16
Antifon 3Bintang bercahaya bagaikan nyala api, menjadi tanda Allah, raja para raja. Para sarjana melihatnya dan menyerahkan persembahan kepada Kristus, raja agung.
Bacaan Singkat (2Tim 1:9-10)
Antifon KidungPara sarjana melihat bintang dan berkata satu sama lain: Itu tanda raja agung. Marilah kita pergi untuk mencarinya dan mempersembahkan kepadanya emas, dupa dan wangi-wangian.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungPara sarjana melihat bintang dan berkata satu sama lain: Itu tanda raja agung. Marilah kita pergi untuk mencarinya dan mempersembahkan kepadanya emas, dupa dan wangi-wangian.
Doa Permohonan
℟. Selamatkanlah kami yang papa ini, ya Tuhan.
Raja para bangsa, Engkau memanggil para sarjana untuk menyembah Engkau atas nama bangsa-bangsa,* kurniakanlah semangat bakti dan pengabdian kepada kami. ℟.
Raja mahamulia, Engkau memerintah umatMu dengan adil,* limpahkanlah damai sejahtera kepada umat manusia. ℟.
Raja abadi, Engkau berkuasa sepanjang masa,* resapkanlah sabdaMu ke dalam hati kami. ℟.
Raja adil, Engkau membebaskan si miskin yang tidak mempunyai penolong,* bermurahhatilah terhadap orang yang papa dan melarat. ℟.
Tuhan, namaMu terpuji sepanjang masa,* sempurnakanlah karya keselamatanMu dalam arwah saudara-saudara kami. ℟.
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan I Mazmur
Doa Tobat
Madah
Antifon 1Kasihanilah aku, ya Tuhan, dan dengarkanlah doaku.
Mazmur 4
Antifon 1Kasihanilah aku, ya Tuhan, dan dengarkanlah doaku.
Antifon 2Pujilah Tuhan di waktu malam.
Mazmur 133 (134)
Antifon 2Pujilah Tuhan di waktu malam.
Bacaan singkat Ul 6,4-7
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Pesta Nama Yesus Yang Tersuci
Yesus yang berarti "PEnyelamat". Nama ini diberitahukan kepada Maria oleh malaikat Gabriel: "Jangan takut hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki - laki dan hendaklah engkau menamai Dia, Yesus"(Luk1:30-31). Juga kepada Yusuf, suami Maria, Malaikat Gabriel berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang ada di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki - laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dia-lah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka" (Mat1:20-21).
Sudah selayaknya pada pesta Nama Yesus ini, kita menunjukkan hormat dan bakti kita, karena dalam nama Yesus itulah, kita diselamatkan dari kutukan dosa. Nama Yesus memiliki kekuatan Ilahi. Atas nama dan dengan nama Yesus, para Rasul membuat mukzijat sambil mewartakan Injil dengan penuh semangat dan keberanian. Dengan Nama Yesus, Petrus dan Yohanes menyembuhkan orang lumpuh di pintu gerbang Kenisah. Santo Paulus sendiri mengagungkan nama Tersuci Yesus dengan berkata: ".....Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama diatas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuklah segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: 'Yesus Kristus adalah Tuhan', bagi kemuliaan Allah Bapa!" (Fil2:9-11).
Dikemudian hari banyak orang Kudus mengikuti jejak santo Paulus untuk memajukan devosi kepada Nama Yesus. Mereka itu antara lain: St. Bernardinus, St. Yohanes Kapistrano, dan Santo Ignatius dari Loyola.
Santa Genoveva
Santa Genoveva dilahirkan sekitar tahun 422 di Nanterre, sebuah desa kecil, empat mil jauhnya dari Paris. Ketika masih sangat muda, ia rindu untuk membaktikan hidupnya kepada Yesus.
Setelah kedua orangtuanya meninggal dunia, Genoveva tinggal bersama neneknya. Ia menghabiskan waktunya dengan berdoa setiap hari. Ia menjadi sangat akrab dengan Yesus dan ingin membagikan kebaikan-Nya kepada orang-orang lain juga. Genoveva adalah seorang gadis yang lemah lembut dan murah hati. Dengan caranya sendiri, ia melakukan hal-hal yang mendatangkan kebaikan bagi sesama.
Penduduk Paris bersiap-siap hendak melarikan diri dari suatu balatentara ganas yang datang untuk menyerang mereka. Genoveva tampil. Ia membangkitkan semangat warga kota agar mengandalkan Tuhan. Ia mengatakan bahwa jika mereka melakukan matiraga, maka mereka akan dibebaskan. Orang-orang percaya dan melakukan apa yang dikatakannya, dan balatentara Hun yang ganas sekonyong-konyong berbalik kembali. Mereka tidak menyerang kota sama sekali.
St.Genoveva mengamalkan belas kasihan dan ketaatan pada kehendak Allah setiap hari sepanjang hidupnya, bukan hanya pada waktu kesesakan. Tak pernah ia menyerah dalam melakukan sebanyak mungkin kebajikan. Kesetiaan kepada Yesus dan keberanian adalah karunia-karunia istimewa yang menjadi kesaksian hidup yang ditinggalkan Genoveva bagi kita.
Salah satu cara terbaik yang dapat kita lakukan bagi negara kita adalah berdoa bagi para pemimpin negara. Kita mohon pada Tuhan untuk membimbing mereka demi kebaikan kita semua.
St. Genoveva memberikan teladan kesetiaan dan keberanian dalam mengandalkan Tuhan, teristimewa dalam masa-masa sulit di negaranya. Berdoa bagi para pemimpin negara merupakan salah satu cara yang dapat kita lakukan bagi negara kita, memohon Tuhan agar membimbing mereka dalam membuat keputusan-keputusan yang tepat bagi kebaikan semua orang.
Arti nama
Genevieve = Pohon Juniper (Perancis), Gelombang Putih, Roh Putih (Wales)
Santo Anterus
Anterus berasal dari Yunani. Ia terpilih menjadi Paus dan memimpin gereja sampai saat kematiannya pada tanggal 3 Januari 236. Ia ditangkap dan dianiaya hingga mati karena diketahui mencatat semua kegiatan para martir lainnya dan memasukkan catatan itu ke dalam arsip kePausan. Ia dikuburkan di ruang bawah pekuburan Santo Kalistus, Roma yang diperuntukkan khusus untuk para Paus. Kuburannya ditemukan kembali pada tahun 1854.
Santo Fulgensius
Sebagai seorang warga negara yang baik, Fulgensius rela mengabdikan dirinya bagi kepentingan bangsa dan tanah airnya. Ia menjadi seorang pengawal pemerintah di kota Kartago pada dinas perpajakan. Pekerjaan ini menjemukan dan kerap menimbulkan pergolakan batin yang luar biasa.
Dalam keadaan ini, ketentraman batin merupakan suatu kebutuhan yang mendesak. Buku komentar Mazmur - mazmur dari St. Agustinus sungguh membantu Fulgensius dalam usanya memperoleh kedamaian batin. Buku komentar ini jugalah yang membimbing Fulgensius ke gerbang hidup membiara sebagai seorang rahib yang saleh dan setia.
Kedamaian batinnya di dalam biara ini tiba - tiba digoncangkan oleh serangan kaum Arian. Seorang imam Arian menyuruh orang - orang Numidia menyiksa dan menyesah Fulgensius. Uskup Arius, yang kuatir akan pembalasan Fulgensius, mengusulkan agar imam itu juga disiksa. Tetapi Fulgensius, yang mengetahui rencana Uskup Arius itu, mengatakan: "Kita orang Kristen tidak boleh membalas dendam kepada siapa saja yang memperlakukan kita semena - mena. Biarlah Tuhan yang bertindak atas orang itu. Tuhan lebih mengetahui cara yang tepat untuk membetulkan apa yang salah pada hamba - hamba-Nya. Oleh karena itu, biarkanlah Tuhan yang bertindak atas orang itu. Jikalau saya menyakiti imam itu, tentu saja saya akan kehilangan pahala yang disediakan Tuhan bagiku. Selain itu, tentu saja hal itu akan menjadi batu sandungan bagi umatku."
Karena tantangan - tantangan yang dihadapinya di Mesir, ia pergi ke Roma. Ketika terjadi penganiayaan terhadap orang - orang Kristen di Roma, ia kembali lagi ke Afrika. Disana ia diangkat menjadi Uskup kota Ruspua.
Rupanya sudah nasibnya bahwa dimanapun dia berada kesulitan dan tantangan selalu mendampinginya. Kaum bidaah Arian terus saja mengejarnya. Bersama dengan Uskup Ortodoks, ia di buang ke pulau Sardinia. Di tempat itu, ia menulis banyak buku pembelaan iman.
Setelah Arius - pengajar aliran sesat itu - meninggal dunia pada tahun 336, ia kembali ke keuskupannya dan menjalankan tugas seperti biasa. Pada hari - hari terakhir hidupnya, ia menyepi seorang diri di sebuah pulau hingga wafatnya pada tahun 533.
Santo Kuriakose Elias Chavara
Santo Kuriakose Elias Chavara adalah seorang kudus dari Gereja Katholik Siro-Malabar yang dikanonisasi oleh Paus Fransiskus pada tanggal 23 November 2014. Ia adalah santo kedua dari Gereja tersebut setelah Santa Alfonsa Muttathupadathu yang dikanonisasi oleh Paus Benediktus XVI tanggal 12 Oktober 2008.
Gereja Katolik Siro-Malabar atau Gereja Suriah Malabar adalah salah satu Gereja Katolik Ritus Timur yang berada dalam persekutuan penuh dengan Gereja Katholik Roma. Umat Siro-Malabar disebut juga sebagai umat “Nasrani Mar Thoma” yang berarti umat “Kristen Thomas” karena menurut tradisi, gereja ini didirikan oleh Rasul Thomas di abad pertama.
Kuriakose Elias Chavara lahir di Kainakary, Kerala, India Selatan, pada tahun 1805. Ia adalah putra pasangan katolik yang saleh, Iko Chavara dan Mariam Thoppil. Chavara kecil dididik penuh disiplin dalam tradisi Gereja Katolik Siro-Malabar.
Setelah menamatkan Sekolah Dasar di Kalari, Elias Chavara memutuskan untuk masuk Seminari menengah di Pallipuram. Di Seminari, Elias Chavara ternyata unggul dalam mata pelajaran linguistik. Ia dengan cepat menguasai beberapa bahasa, seperti Askara, Siria, dan Sansekerta. Kemampuan ini membuat ia populer sebagai siswa yang cerdas dan disukai oleh para gurunya. Ia juga mudah bergaul dengan siapapun, termasuk Pater Thomas Palackal, Rektor Seminari. Berkat Pater Palackal, elias Chavara memutuskan untuk menjadi seorang biarawan Ordo Karmel.
Usai menamatkan studinya, pada tanggal 29 November 1829 Elias Chavara ditahbiskan menjadi seorang imam oleh Mgr Maurelius Stabilini di Arthunkal.
Pater Elias Chavara kemudian bergabung dengan dua imam lainnya, Pater Thomas Palackal Malpan, mantan rektor di seminarinya dulu, dan Thomas Porukara Kathanar yang tengah berupaya untuk mendirikan sebuah Konggregasi baru di India yang berdasarkan pada tradisi biara Karmel. Pada tanggal 11 Mei 1831, sebuah terekat religius baru berdiri di Mannanam dan diberi nama : Konggregasi Karmelit Maria Imaculata (CMI). Ini merupakan Kongregasi religius pertama yang didirikan di India dan para anggotanya dikenal sebagai para “Abdi Maria Imaculata”.
Kehadiran CMI membuat Gereja Katolik Siro-Malabar mengalami perkembangan pesat. Berbagai karya muncul dari CMI, mulai pendirian seminari pertama di Mannanam pada 1833. Percetakan Deepika yang adalah Majalah Katolik pertama Siro-Malabar muncul pada 1844. Tak berapa lama, berdiri Sekolah Katolik pertama berbahasa Sansekerta di Kerala tahun 1846, dan percetakan Katolik pertama di Kerala pada 1846.
Pada 8 Desember 1855, Elias Chavara mengikrarkan kaul sebagai anggota CMI bersama 10 orang rekan Karmelit nya. Ia mengambil nama biara Kuriakose Elias dari Keluarga Kudus. Nama ini ia dedikasikan kepada Nabi Elia dan juga ingin mewarisi semangat Keluarga Kudus. Ia juga terpilih menjadi Superior Jendral CMI pada 1856.
Santo Kuriakose Elias Chavara juga terkenal akan upayanya merestorasi liturgi Gereja Siro-Malabar, khususnya penggunaan bahasa Malalayam (bahasa pribumi India Selatan) kedalam liturgi. Kesuksesannya membuat Vikariat Apostolik Wilayah Verapolly India, Mgr.Bernardo (Giuseppe) Baccinelli OCD mengangkatnya sebagai Vikaris Jendral (Vikjen) Gereja Katolik Siro-Malabar pada tahun 1861. Kala menjabat sebagai Vikjen, Pater Chavara harus berjuang mempertahankan persatuan dan keutuhan umat Gereja Katolik Siro-Malabar dari pengaruh bidaah Thomas Rochos, seorang Kristen Nestorian yang tidak mengakui Primat Tahta Suci Roma.
Pada tanggal 13 Februari 1866, Pater Chavara melengkapi CMI dengan pelayanan bagi kaum wanita India. Ia mendirikan Konggregasi Suster Bunda Karmel (CMC); kongregasi suster pertama yang didirikan di India.
Pada akhir hidupnya, Pater Chavara banyak menyumbangkan ide lewat tulisan. Satu tulisan yang terkenal hingga kini adalah Testament of a Loving Father. Selain itu, ada juga beberapa tulisan hasil meditasinya, seperti Atmanutapam (Penyesalan Jiwa), Parvam (Nyanyian Jiwa). Dalam bidang sastra, ia menghasilkan karya yang secara publik diakui kualitasnya, seperti Dhyanasallapangal (Meditasi Bersama), Dhyanakuripukal (Tempat Meditasi/Retret).
Kuriakose Elias Chavara tutup usia dengan tenang di Biara Koonammavu, Kochi, India pada tanggal 3 Januari 1871 dalam usia 65 tahun. Jenasahnya disemayamkan di Gereja St Philominas Koonammavu, dan baru dipindahkan ke Gereja St.Joseph Mannanam pada tahun 1889.
Pada tanggal 7 April 1984, hampir satu abad setelah hari kematiannya, Bapa Suci Yohanes Paulus II menggelari pater Kuriakose Elias Chavara sebagai Venerabilis. Dua tahun kemudian tahta Suci mengesahkan mujizat kesembuhan Joseph Mathew Pennaparambil, seorang anak berusia enam tahun yang lahir dengan kelainan pada kakinya. Kaki Joseph menjadi normal secara ajaib pada bulan April 1960 berkat doa melalui perantaraan pater Elias Chavara. Mujizat ini melengkapi syarat dari proses beatifikasi. Pada tanggal 8 Februari 1986, Paus Yohanes Paulus II memimpin misa Beatifikasi Pater Chavara di kota Kottayam, Kerala, India.
Santo Kuriakose Elias Chavara kemudian dikanonisasi oleh Paus Fransiskus pada tanggal 23 November 2014. Upacara Kanonisasi ini dapat dilaksanakan setelah Vatikan mengesahkan sebuah mukjizat penyembuhan yang terjadi di tahun 2007 pada Maria Rose Kottarathil yang matanya juling. Mata Maria secara ajaib menjadi normal setelah berdoa melalui perantaraan Santo Kuriakose Elias Chavara.
Arti nama
Nama Kuriakose diturunkan dari nama Aramaic ܩܘܪܝܩܘܣ (Quriaqos) atau dari versi Yunani Κυριακος (Kyriakos), yang berarti "Berasal dari Tuhan"
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari