Bacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Di atas ranjangku pada malam hari kucari jantung hatiku. Kucari, tetapi tak kutemui dia. Aku hendak bangun dan berkeliling di kota; di jalan-jalan dan di lapangan-lapangan kucari dia, jantung hatiku. Kucari, tetapi tak kutemui dia. Aku ditemui peronda-peronda kota. "Apakah kamu melihat jantung hatiku?" Baru saja aku meninggalkan mereka, kutemui jantung hatiku; kupegang dan tak kulepaskan dia, sampai kubawa dia ke rumah ibuku, ke kamar orang yang melahirkan aku.
Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau, jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair.
Demikianlah aku memandang kepada-Mu di tempat kudus, sambil melihat kekuatan-Mu dan kemuliaan-Mu.
Sebab kasih setia-Mu lebih baik dari pada hidup; bibirku akan memegahkan Engkau.
Demikianlah aku mau memuji Engkau seumur hidupku dan menaikkan tanganku demi nama-Mu.
Seperti dengan lemak dan sumsum jiwaku dikenyangkan, dan dengan bibir yang bersorak-sorai mulutku memuji-muji.
Sungguh Engkau telah menjadi pertolonganku, dan dalam naungan sayap-Mu aku bersorak-sorai.
Jiwaku melekat kepada-Mu, tangan kanan-Mu menopang aku.
Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur. Ia berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus, dan berkata kepada mereka: "Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan." Tetapi Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu, dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring. Kata malaikat-malaikat itu kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis?" Jawab Maria kepada mereka: "Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan." Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. Kata Yesus kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?" Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: "Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya." Kata Yesus kepadanya: "Maria!" Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: "Rabuni!", artinya Guru. Kata Yesus kepadanya: "Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu." Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid: "Aku telah melihat Tuhan!" dan juga bahwa Dia yang mengatakan hal-hal itu kepadanya.
Invitatorium
Pembukaan
AntifonMarilah kita bernyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi penyelamat kita, alleluya.
Mazmur 94 (95)
AntifonMarilah kita bernyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi penyelamat kita, alleluya.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
MADAH (1. Allah Mahakudus, kami memuji nama-Mu;)
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Mulutnya mengucapkan kata-kata hikmat; lidahnya berbicara kata-kata belas kasihan.
AntifonMulutnya mengucapkan kata-kata hikmat; lidahnya berbicara kata-kata belas kasihan.
Antifon 2Dengan percaya kepada Allah, para wanita kudus ini menyanyikan pujian-Nya dengan cinta yang tulus.
Mazmur 44 (45)
Kepada raja aku harus menyanyikan lagu yang telah kubuat,
dan rahmat dicurahkan ke atas bibir-Mu:
AntifonDengan percaya kepada Allah, para wanita kudus ini menyanyikan pujian-Nya dengan cinta yang tulus.
Antifon 3Dengan bersukacita, mereka dibawa ke hadapan Raja.
AntifonDengan bersukacita, mereka dibawa ke hadapan Raja.
Responsorium Galatia 3:27-28; Efesus 4:24
Responsorium
Te Deum
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur dari lingkaran empat pekan
Antifon 1Ya Allah, aku mencari Engkau untuk merasakan kekuatanMu. Alleluya.
Mazmur 62
Antifon 1Ya Allah, aku mencari Engkau untuk merasakan kekuatanMu. Alleluya.
Antifon 2Tiga pemuda dalam tanur api serentak berseru: Terpujilah Allah. Alleluya.
Dan 3,57-88.56
Kidung ini tidak ditutup dengan 'Kemuliaan'.
Antifon 2Tiga pemuda dalam tanur api serentak berseru: Terpujilah Allah. Alleluya.
Antifon 3Para warga Sion bersukaria atas Rajanya. Alleluya.
Mazmur 149
Antifon 3Para warga Sion bersukacita atas Rajanya. Alleluya.
Bacaan Singkat (Rom 12,1-2)
Lagu Singkat
Antifon KidungKerajaan surga seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Waktu dijumpainya sebiji yang istimewa, dijualnya seluruh harta miliknya dan dibelinya mutiara itu.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungKerajaan surga seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Waktu dijumpainya sebiji yang istimewa, dijualnya seluruh harta miliknya dan dibelinya mutiara itu.
Doa Permohonan
℟. Datanglah, ya Tuhan Yesus.
Yesus Tuhan kami, Engkau telah mengampuni wanita berdosa karena cinta kasihnya yang besar,* ampunilah kami, ya Tuhan, karena kamipun sangat berdosa. ℟.
Yesus Tuhan kami, Engkau dilayani oleh para wanita selama perjalananMu ke Yerusalem,* perkenankanlah kami juga mengikuti jejakMu. ℟.
Yesus Tuhan kami, Engkau didengarkan Maria ketika Marta melayani,* semoga kami mengabdi kepadaMu dalam iman dan cinta kasih. ℟.
Yesus Tuhan kami, semua orang yang melakukan kehendakMu Kausebut saudara, saudari dan ibuMu,* semoga kami menyenangkan Dikau dengan perkataan dan perbuatan. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pekan IV Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (1 Cor 10, 24. 31)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan IV Mazmur
Madah
Antifon 1Aku berseru kepadaMu, ya Tuhan, aku berharap akan firmanMu.
Mazmur 118 (119),145-152
Antifon 1Aku berseru kepadaMu, ya Tuhan, aku berharap akan firmanMu.
Antifon 2Tuhan tahu bahwa pikiran manusia sia-sia belaka.
Mazmur 93 (94) I
Antifon 2Tuhan tahu bahwa pikiran manusia sia-sia belaka.
Antifon 3Tuhan menjadi pembelaku yang perkasa, dan Allahku menjadi pelindungku.
Mazmur 93 (94) II
Antifon 3Tuhan menjadi pembelaku yang perkasa, dan Allahku menjadi pelindungku.
Bacaan singkat Flp 4,8.9
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pekan IV Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (Col 3, 23-24)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur dari lingkaran empat pekan
Antifon 1Tuhan meluaskan kekuasaanNya dari Sion, Tuhan meraja selama-lamanya. Alleluya.
Antifon 1Tuhan meluaskan kekuasaanNya dari Sion, Tuhan meraja selama-lamanya. Alleluya.
Antifon 2Bumi bergetar di hadapan Tuhan. Alleluya.
Mazmur 113
Antifon 2Bumi bergetar di hadapan Tuhan. Alleluya.
Antifon 3Tuhan, Allah kita yang mahakuasa, sudah menjadi raja. Alleluya.
Why 19,1-7
Antifon 3Tuhan, Allah kita yang mahakuasa, sudah menjadi raja. Alleluya.
Bacaan Singkat (Rom 8,28-30)
Antifon KidungAku bersuka ria dalam Tuhan dengan hati lapang, sebab aku telah menikmati keselamatan.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungAku bersuka ria dalam Tuhan dengan hati lapang, sebab aku telah menikmati keselamatan.
Doa Permohonan
℟. Ingatlah akan GerejaMu, ya Tuhan.
Dengan iman yang teguh para martir menghadapi kematian badani,* berikanlah kekuatan kepada Gereja dalam segala cobaan. ℟.
Dengan tabah para wanita kudus menjawab panggilan rahmat dalam perkawinan suci,* semoga GerejaMu subur dalam kerasulannya. ℟.
Dengan sabar para janda suci menguduskan kesepiannya dengan doa dan bakti,* semoga GerejaMu menunjukkan cinta kasih kepada dunia. ℟.
Dengan tekun para ibu mendidik anak-anak bagi kerajaan Allah dan masyarakat,* semoga GerejaMu membimbing semua manusia kepada keselamatan dan kehidupan abadi. ℟.
Dengan gembira semua wanita suci memandang cahaya wajahMu,* semoga para anggota Gereja yang telah meninggal bergembira karena memandang wajahMu. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Doa Tobat
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.
Madah
Antifon 1Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.
Mazmur 30 (31),1-6
Antifon 1Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.
Antifon 2Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Mazmur 129 (130)
Antifon 2Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Bacaan singkat Ef 4,26-27
Lagu singkat
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
S. Maria Magdalena
Maria berasal dari Magdala, sebuah kota nelayan di tepi Danau Galilea, itulah asal sebutan Magdalena. Injil mencatat bahwa Yesus membebaskannya dari tujuh roh jahat. Sejak saat itu ia menjadi salah seorang perempuan yang mengikuti Yesus dan menyokong pewartaan-Nya dengan harta mereka.
Kesetiaannya tampak paling nyata pada saat tergelap. Ketika banyak murid melarikan diri, Maria Magdalena berdiri di dekat salib dan menyaksikan Yesus wafat serta dimakamkan. Pada pagi Paskah, ia datang ke kubur dan mendapatinya kosong. Kepadanyalah Yesus yang bangkit pertama kali menampakkan diri. Mula-mula ia mengira Yesus seorang tukang kebun, sampai Yesus menyapa namanya, Maria. Yesus lalu mengutusnya memberitakan kebangkitan kepada para rasul.
Karena itulah tradisi Gereja menghormatinya dengan gelar apostola apostolorum, rasul para rasul, sebab ia diutus membawa kabar sukacita kepada mereka yang kelak menjadi rasul. Pada tahun 2016 Paus Fransiskus menaikkan peringatannya menjadi pesta, menegaskan martabatnya sebagai saksi utama kebangkitan. Kisahnya menunjukkan bahwa cinta yang setia sampai akhir adalah yang pertama menemukan Kristus yang hidup.
Pelindung: para wanita yang bertobat, pembuat wewangian, dan mereka yang mencari belas kasih.
Santa Anna Wang
Santa Anna Wang dilahirkan dalam sebuah keluarga Katolik China pada tahun 1886 di Majiazhuang, wilayah Weixian, bagian selatan Provinsi Hebei. Ibunya meninggal dunia saat Anna masih berusia lima tahun. Sejak masih belia, Anna kecil telah menunjukkan karakter yang kuat. Ketika usianya sebelas tahun, keluarganya memaksa Anna untuk menikah, namun dengan gigih ia menolak karena hendak mempersembahkan hidupnya bagi Tuhan dan menjadi seorang biarawati.
Pada tanggal 21 Juli 1900, gerombolan Pemberontak Boxers tiba di Majiazhuang. Mereka menawan sekelompok umat Kristiani dan mengurung mereka di suatu ruangan yang disebut Ruang Timur di desa Da Ning, Provinsi Hebei. Pemimpin gerombolan menyampaikan ultimatum : “Pemerintah tidak mengijinkan seorang pun memeluk suatu agama asing. Kalian akan dibebaskan jika kalian mengingkari iman kalian di hadapan umum; jika tidak, kalian akan dibunuh. Mereka yang bersedia mengingkari imannya dipersilakan keluar dari ruangan ini menuju Ruang Barat. Seseorang ada di sana untuk membebaskan kalian.”
Di antara umat beriman Katolik itu terdapat Santa Anna Wang, Santa Lucia Wang bersama kedua anaknya : Santo Andreas Wang Tianqing yang berusia sembilan tahun dan seorang puterinya yang berusia lima tahun.
Beberapa saat kemudian, ibu tiri Anna berjalan menuju Ruang Barat. Tetapi, sekonyong-konyong ia berbalik dan merenggut lengan Anna guna membawanya serta. Anna meronta; dengan berpegangan pada tiang pintu, ia berteriak, “Aku percaya pada Tuhan. Aku seorang Katolik. Aku tak mau meninggalkan Gereja! Yesus, tolonglah aku!”
Sementara itu langit semakin gelap. Kawanan Boxers menyalakan beberapa batang lilin yang mereka ambil dari gereja. Anna Wang lalu berkata kepada para sesama tawanan, “Lilin-lilin ini diambil dari gereja. Lihatlah, betapa indah terangnya! Namun demikian, kemuliaan surgawi bahkan berjuta-juta kali lebih cemerlang dari terang lilin yang indah ini.” Lalu, Anna memimpin mereka semua dalam ibadat sore, yang menjadi ibadat mereka yang terakhir.
Keesokan harinya, gerombolan Boxers menggiring tawanan ke tempat eksekusi. Setibanya di sana, sekali lagi, Anna Wang memimpin mereka dalam doa dan tobat. Banyak orang datang menonton mereka. Ketika melihat betapa eloknya si kecil Santo Andreas Wang Tianqing, banyak dari antara mereka yang jatuh hati dan ingin mengadopsinya. Tetapi, ibunya, Santa Lucia Wang, segera mendekap erat puteranya dan mengatakan kepada kawanan itu, “Aku seorang Katolik. Puteraku juga seorang Katolik. Bunuhlah kami jika kalian mau; puteraku terlebih dahulu, kemudian aku.”
Andreas kecil dengan senang hati berlutut, membungkukkan badannya, tersenyum memandang ibunya. Kapak yang menebas lehernya segera mengirim kanak-kanak kudus ini ke surga dengan segera. Sesudahnya, dengan brutal Lucia Wang dan puterinya dipenggal. Lima perempuan lagi dan seorang bayi berumur sepuluh bulan menjadi martir berikutnya. Dengan keji gerombolan itu merenggut si bayi pada kakinya, melambungkannya ke udara, lalu membelah tubuhnya menjadi dua dan melemparkan mayatnya ke samping mayat ibunya.
Akhirnya, satu-satunya yang tinggal hanyalah Anna Wang seorang. Ia berlutut menghadap gereja di desa Wei, menjalin jari-jemari kedua tangannya dan berdoa keras-keras sementara kedua matanya mengarah ke surga. Ia tampak bercahaya dan agung. Sekonyong-konyong, seolah ia telah diangkat ke surga; seolah ia tak lagi berada di dunia ini. Bukannya tampak bagaikan seorang yang hendak dihukum mati, ia tampak bagaikan tengah menikmati suatu perayaan agung.
Kepala gerombolan amat terkejut melihatnya. Kapak telah diayun, namun tangannya terhenti di udara. Ia maju menghampiri Anna dan mendesaknya, “Tinggalkan Gerejamu sekarang!”
Tenggelam dalam doa yang khusuk, Anna tak mendengarnya. Laki-laki itu mengetuk keningnya, sekali lagi bertanya apakah ia bersedia menyangkal imannya. Anna terlonjak kaget dan meloncat ke belakang seraya berteriak, “Jangan sentuh!”
Sesudah tenang kembali, Anna berkata, “Aku seorang Katolik. Tak akan pernah aku mengingkari Tuhan-ku. Lebih baiklah aku mati.”
Sang pemimpin Boxer yang dalam hatinya kagum atas keberanian gadis belia ini berusaha membujuknya lagi, “Jika engkau menyangkal imanmu, aku berjanji akan menikahkanmu dengan suatu keluarga yang kaya raya sehingga engkau boleh berbahagia sepanjang hidupmu.”
Dengan penuh wibawa Anna menjawab, “Aku tak akan pernah meninggalkan agamaku. Lagipula, aku telah dipertunangkan dengan DIA di desa Wei.”
Murka pemimpin pun bangkit, sehingga ia merobek bahu kiri Anna; sekali lagi ia bertanya, “Apakah engkau mau meninggalkan Gerejamu?”
“Tidak!”
Maka kapak diayunkan dan segera menebas lengan kirinya hingga putus. Anna masih berlutut, mengedangkan tangannya; dengan tersenyum tenang ia berkata, “Pintu surga terbuka,” lalu mengatakan, “Yesus, Yesus, Yesus!” Dalam sekejap kepalanya menggelinding ke atas tanah, sementara jiwanya yang murni bagai merpati terbang membubung tinggi ke surga, ke rumah Mempelai Surgawi-nya.
Seorang saksi mata mengatakan, “Sungguh aneh. Setelah Anna Wang dipenggal kepalanya, tubuhnya masih tegak berlutut dan tidak roboh ke tanah hingga seorang dari kawanan itu menendangnya.”
Seorang saksi lain, Ny Wang Lau, 80 tahun, seorang Katolik yang saleh, jujur dan dapat dipercaya, memberikan kesaksian, “Ketika Anna Wang wafat sebagai martir, aku melihatnya naik ke surga, mengenakan gaun biru dan hijau dengan sebuah mahkota bunga di atas kepalanya. Ia kelihatan sangat, sangat cantik.”
Setelah eksekusi, gerombolan Boxer mengumpulkan mayat kesepuluh martir (nama-nama martir yang lain tak diketahui), lalu menimbunnya dengan tanah. Lima belas bulan kemudian, pada tanggal 6 November 1901, umat beriman menggali kembali kubur para martir agar dapat memakamkannya dengan pantas. Mereka sungguh terkejut serta takjub saat mendapati bahwa jenazah para martir tidak membusuk, melainkan tampak seolah hidup. Semua yang hadir memuji Tuhan karena mukjizat yang terjadi.
Pemakaman kembali para martir ini berlangsung khidmad dan khusuk. Umat beriman menganggap Anna sebagai seorang santa dan berdoa mohon perantaraannya untuk berbagai mukjizat penyembuhan. Banyak doa dikabulkan Tuhan dengan perantaraan Anna. Suatu mukjizat juga bahwa segenap anggota keluarga Anna sendiri akhirnya bertobat. Neneknya, yang dulu memperlakukan Anna dengan buruk, menjadi seorang Katolik yang amat saleh dan meninggal dengan kudus. Ibu tirinya yang murtad, kembali ke dalam pelukan Gereja. Ayahnya juga kembali menjadi seorang Katolik yang saleh.
Pada tanggal 17 April 1955, Anna Wang dibeatifikasi oleh Paus Pius XII. Pada tanggal 1 Oktober 2000, Santa Anna Wang, bersama ke-119 martir Cina lainnya, dikanonisasi oleh Paus Yohanes Paulus II.
Arti nama
Anna adalah nama versi Yunani dan Latin dari nama Ibrani חַנָּה (Channah) yang berarti "mendukung" atau "rahmat" atau “Berkat”
Santo Teofilus
Teofilus terkenal sebagai seorang laksamana Romawi yang sudah menganut agama Kristen. Ia ditangkap oleh tentara-tentara Islam yang mengempur pulau Siprus karena tidak bersedia melarikan diri. Karena tidak bersedia mutrad dari imannya, Teofilus disiksa sampai mati oleh tentara-tentara Islam.
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari