Doa Katolik
Doa Hari Ini

Selasa XIV Masa Biasa

Selasa, 7 Juli 2037· Hijau · Pekan Psalterium II
7 Juli 2037

Bacaan Misa

Selasa XIV Masa Biasa
Bacaan Pertama

Sesudah ia menyeberangkan mereka, ia menyeberangkan juga segala miliknya. Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing. Ketika orang itu melihat, bahwa ia tidak dapat mengalahkannya, ia memukul sendi pangkal paha Yakub, sehingga sendi pangkal paha itu terpelecok, ketika ia bergulat dengan orang itu. Lalu kata orang itu: "Biarkanlah aku pergi, karena fajar telah menyingsing." Sahut Yakub: "Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku." Bertanyalah orang itu kepadanya: "Siapakah namamu?" Sahutnya: "Yakub." Lalu kata orang itu: "Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang." Bertanyalah Yakub: "Katakanlah juga namamu." Tetapi sahutnya: "Mengapa engkau menanyakan namaku?" Lalu diberkatinyalah Yakub di situ. Yakub menamai tempat itu Pniel, sebab katanya: "Aku telah melihat Allah berhadapan muka, tetapi nyawaku tertolong!" Lalu tampaklah kepadanya matahari terbit, ketika ia telah melewati Pniel; dan Yakub pincang karena pangkal pahanya. Itulah sebabnya sampai sekarang orang Israel tidak memakan daging yang menutupi sendi pangkal paha, karena Dia telah memukul sendi pangkal paha Yakub, pada otot pangkal pahanya.

Mazmur Tanggapan

Dengarkanlah, TUHAN, perkara yang benar, perhatikanlah seruanku; berilah telinga akan doaku, dari bibir yang tidak menipu.
Dari pada-Mulah kiranya datang penghakiman: mata-Mu kiranya melihat apa yang benar.
Bila Engkau menguji hatiku, memeriksanya pada waktu malam, dan menyelidiki aku, maka Engkau tidak akan menemui sesuatu kejahatan; mulutku tidak terlanjur.
Aku berseru kepada-Mu, karena Engkau menjawab aku, ya Allah; sendengkanlah telinga-Mu kepadaku, dengarkanlah perkataanku.
Tunjukkanlah kasih setia-Mu yang ajaib, ya Engkau, yang menyelamatkan orang-orang yang berlindung pada tangan kanan-Mu terhadap pemberontak.
Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu
Tetapi aku, dalam kebenaran akan kupandang wajah-Mu, dan pada waktu bangun aku akan menjadi puas dengan rupa-Mu.

Bacaan Injil

Sedang kedua orang buta itu keluar, dibawalah kepada Yesus seorang bisu yang kerasukan setan. Dan setelah setan itu diusir, dapatlah orang bisu itu berkata-kata. Maka heranlah orang banyak, katanya: "Yang demikian belum pernah dilihat orang di Israel." Tetapi orang Farisi berkata: "Dengan kuasa penghulu setan Ia mengusir setan." Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan. Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala. Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu."

Invitatorium

Selasa XIV Masa Biasa

Pekan II Mazmur

Pembukaan

AntifonMarilah kita menyembah Allah, Tuhan yang mahamulia.

Mazmur 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonMarilah kita menyembah Allah, Tuhan yang mahamulia.

Ibadat Bacaan

Selasa XIV Masa Biasa

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, datanglah menolong aku.
℟.Tuhan, bersegeralah menolong aku.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Allah, penolong kami di masa lalu,

Harapan kami di masa mendatang,

Perlindungan kami dari badai yang dahsyat,

Dan rumah kekal kami.

Di bawah naungan takhta-Mu,

Para kudus-Mu telah berdiam dengan aman;

Cukuplah lengan-Mu sendiri,

Dan pertahanan kami pasti.

Sebelum bukit-bukit berdiri tegak,

Atau bumi menerima bentuknya,

Dari kekal Engkau adalah Allah,

Sama sampai tahun-tahun tak berkesudahan.

Seribu abad di mata-Mu

Bagaikan malam yang telah berlalu;

Singkat seperti jaga yang mengakhiri malam

Sebelum matahari terbit.

Waktu, bagaikan sungai yang terus mengalir,

Membawa semua hidup kami pergi;

Mereka terbang, terlupakan, bagaikan mimpi

Mati pada awal hari.

Ya Allah, penolong kami di masa lalu,

Harapan kami di masa mendatang,

Jadilah penjaga kami selagi kesulitan berlangsung,

Dan rumah kekal kami.

Pendarasan Mazmur

Antifon 1Berserahlah kepada Allah, dan Ia akan melakukan segalanya bagimu.

Mazmur 36 (37)

Nasib orang fasik dan orang baik

Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan mewarisi bumi (Matius 5:5).

I
Janganlah gelisah karena orang fasik;

janganlah iri kepada orang yang berbuat jahat:

sebab mereka cepat layu seperti rumput

dan pudar seperti hijaunya padang.

Jika engkau percaya kepada Tuhan dan berbuat baik,

maka engkau akan tinggal di negeri itu dan aman.

Jika engkau menemukan kesukaanmu pada Tuhan,

Ia akan mengabulkan keinginan hatimu.

Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan,

percayalah kepada-Nya dan Ia akan bertindak,

sehingga keadilanmu memancar seperti terang,

perkaramu seperti matahari di siang bolong.

Diamlah di hadapan Tuhan dan tunggulah dengan sabar;

janganlah gelisah karena orang yang berhasil;

orang yang membuat rencana jahat

untuk menjatuhkan orang yang membutuhkan dan miskin.

Tenangkanlah amarahmu dan lupakanlah kemarahanmu;

janganlah gelisah, itu hanya membawa kepada kejahatan.

Sebab orang yang berbuat jahat akan binasa;

orang yang sabar akan mewarisi negeri itu.

Sebentar lagi—dan orang fasik akan lenyap.

Lihatlah tempatnya, ia tidak ada di sana.

Tetapi orang yang rendah hati akan memiliki negeri itu

dan menikmati kepenuhan damai.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonBerserahlah kepada Allah, dan Ia akan melakukan segalanya bagimu.

Antifon 2Jauhilah kejahatan, belajarlah melakukan kehendak Allah; Tuhan akan menguatkanmu jika engkau taat kepada-Nya.

II
Orang fasik merencanakan kejahatan terhadap orang benar

dan menggertakkan giginya terhadapnya;

tetapi Tuhan menertawakan orang fasik

sebab Ia melihat bahwa harinya sudah dekat.

Pedang orang fasik telah terhunus,

busurnya telah direntangkan untuk membantai orang yang jujur.

Pedang mereka akan menembus hati mereka sendiri

dan busur mereka akan hancur berkeping-keping.

Harta benda orang benar yang sedikit

lebih baik daripada kekayaan orang fasik;

sebab kuasa orang fasik akan dipatahkan

dan Tuhan akan menopang orang benar.

Ia melindungi kehidupan orang yang jujur,

warisan mereka akan kekal selamanya.

Mereka tidak akan dipermalukan di hari-hari yang jahat,

di masa kelaparan makanan mereka tidak akan habis.

Tetapi orang fasik akan binasa

dan semua musuh Tuhan.

Mereka seperti keindahan padang rumput,

mereka akan lenyap, mereka akan lenyap seperti asap.

Orang fasik meminjam tanpa membayar,

tetapi orang benar murah hati dan memberi.

Mereka yang diberkati oleh Tuhan akan memiliki negeri itu,

tetapi mereka yang dikutuk-Nya akan dihancurkan.

Tuhan membimbing langkah-langkah seseorang

dan membuat aman jalan orang yang dikasihi-Nya.

Meskipun ia tersandung ia tidak akan pernah jatuh

sebab Tuhan memegang tangannya.

Aku muda dan sekarang aku tua,

tetapi aku tidak pernah melihat orang benar ditinggalkan

atau anak-anaknya mengemis roti.

Sepanjang hari ia murah hati dan meminjamkan

dan anak-anaknya menjadi berkat.

Maka jauhilah kejahatan dan berbuatlah baik

dan engkau akan memiliki rumah selamanya;

sebab Tuhan mencintai keadilan

dan tidak akan pernah meninggalkan sahabat-sahabat-Nya.

Orang yang tidak adil akan dilenyapkan selamanya

dan anak-anak orang fasik dihancurkan.

Orang benar akan mewarisi negeri itu;

di sana mereka akan hidup selamanya.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonJauhilah kejahatan, belajarlah melakukan kehendak Allah; Tuhan akan menguatkanmu jika engkau taat kepada-Nya.

Antifon 3Tunggulah Tuhan memimpin, lalu ikutilah jalan-Nya.

III
Mulut orang benar mengucapkan hikmat

dan bibirnya berbicara yang benar;

hukum Allahnya ada di dalam hatinya,

langkah-langkahnya akan diselamatkan dari tersandung.

Orang fasik mengawasi orang benar

dan mencari kesempatan untuk membunuhnya.

Tuhan tidak akan meninggalkannya dalam kuasanya

atau membiarkannya dihukum ketika ia diadili.

Maka tunggulah Tuhan, tetaplah pada jalan-Nya.

Dialah yang akan membebaskanmu dari orang fasik,

mengangkatmu untuk memiliki negeri itu

dan melihat orang fasik dihancurkan.

Aku telah melihat orang fasik berjaya,

menjulang seperti pohon aras Libanon.

Aku lewat lagi; ia sudah tiada.

Aku mencari; ia tidak ditemukan di mana pun.

Lihatlah orang benar, perhatikanlah orang yang jujur,

bagi orang yang damai ada masa depan yang menanti,

tetapi orang berdosa akan dihancurkan semua.

Tidak ada masa depan yang menanti orang fasik.

Keselamatan orang benar datang dari Tuhan,

benteng mereka di masa kesusahan.

Tuhan menolong mereka dan membebaskan mereka

dan menyelamatkan mereka: sebab perlindungan mereka ada pada-Nya.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Engkau menyatakan orang miskin berbahagia, Tuhan Yesus, sebab kerajaan surga diberikan kepada mereka. Penuhilah kami dengan murah hati dengan anugerah-Mu. Ajarlah kami untuk menaruh kepercayaan kami kepada Bapa dan untuk mencari kerajaan-Nya yang utama daripada meniru orang yang berkuasa dan iri kepada orang kaya.

AntifonTunggulah Tuhan memimpin, lalu ikutilah jalan-Nya.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) – saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Ajarlah aku kebaikan dan hikmat suci.

℟ Sebab aku telah menaruh kepercayaanku pada bimbingan-Mu.

Bacaan Pertama

Dari Kitab Kedua Samuel

Daud diurapi di Hebron sebagai raja Yehuda
Daud bertanya kepada Tuhan, “Haruskah aku pergi ke salah satu kota Yehuda?” Tuhan menjawabnya, “Ya.” Lalu Daud bertanya, “Ke mana aku harus pergi?” Ia menjawab, “Ke Hebron.” Maka Daud pergi ke sana ditemani oleh kedua istrinya, Ahinoam dari Yizreel dan Abigail, janda Nabal dari Karmel. Daud juga membawa orang-orangnya beserta keluarga mereka, dan mereka tinggal di kota-kota dekat Hebron. Kemudian orang-orang Yehuda datang ke sana dan mengurapi Daud menjadi raja orang Yehuda.
Sebuah laporan sampai kepada Daud bahwa orang-orang Yabesh-Gilead telah menguburkan Saul. Maka Daud mengutus utusan kepada orang-orang Yabesh-Gilead dan berkata kepada mereka: “Diberkatilah kamu oleh Tuhan karena telah melakukan kebaikan ini kepada tuanmu Saul dengan menguburkannya. Dan sekarang semoga Tuhan berbaik hati dan setia kepadamu. Aku pun akan bermurah hati kepadamu karena telah melakukan ini. Beranilah, oleh karena itu, dan buktikanlah dirimu sebagai orang-orang yang gagah perkasa, sebab meskipun tuanmu Saul telah mati, orang-orang Yehuda telah mengurapi aku menjadi raja mereka.”
Abner, anak Ner, panglima Saul, mengambil Isyboset, anak Saul, dan membawanya ke Mahanaim, di mana ia menjadikannya raja atas Gilead, orang Asyur, Yizreel, Efraim, Benyamin, dan seluruh Israel. Isyboset, anak Saul, berumur empat puluh tahun ketika ia menjadi raja atas Israel, dan ia memerintah selama dua tahun. Hanya orang-orang Yehuda yang mengikuti Daud. Secara keseluruhan, Daud menghabiskan tujuh tahun enam bulan di Hebron sebagai raja orang Yehuda.
Kemudian terjadilah perang yang panjang antara keluarga Saul dan keluarga Daud, di mana Daud semakin kuat, tetapi keluarga Saul semakin lemah.
Anak-anak lahir bagi Daud di Hebron: anak sulungnya, Amnon, dari Ahinoam dari Yizreel; yang kedua, Kileab, dari Abigail janda Nabal dari Karmel; yang ketiga, Absalom, anak Maakha putri Talmai, raja Gesur; yang keempat, Adonia, anak Hagith; yang kelima, Sefatya, anak Abital; dan yang keenam, Yitream, dari istri Daud, Egla. Ini semua lahir bagi Daud di Hebron.

Responsorium Kejadian 49:10,8

Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda,

pun tongkat pemerintahan dari antara kakinya.

℟ sampai datangnya Dia yang telah Kujanjikan kepadamu; Dialah yang akan menjadi dambaan bangsa-bangsa.
Saudara-saudaramu akan memuji engkau;

anak-anak ayahmu akan sujud menyembah di hadapanmu.

℟ Sampai datangnya Dia yang telah Kujanjikan kepadamu; Dialah yang akan menjadi dambaan bangsa-bangsa.
Bacaan Kedua

Dari khotbah Santo Agustinus, uskup

Jika aku ingin menyenangkan manusia, aku tidak akan menjadi hamba Kristus
Inilah kemuliaan kami: kesaksian hati nurani kami. Ada orang-orang yang menghakimi dengan gegabah, yang memfitnah, berbisik dan bergumam, yang bersemangat untuk mencurigai apa yang tidak mereka lihat, dan bersemangat untuk menyebarkan hal-hal yang bahkan tidak mereka curigai. Terhadap orang-orang semacam ini, pembelaan apa yang ada selain kesaksian hati nurani kami sendiri?
Saudara-saudaraku, kami tidak mencari, pun seharusnya tidak mencari, kemuliaan kami sendiri bahkan di antara mereka yang persetujuannya kami inginkan. Yang harus kami cari adalah keselamatan mereka, agar jika kami berjalan sebagaimana seharusnya, mereka tidak akan tersesat dalam mengikuti kami. Mereka harus meniru kami jika kami adalah peniru Kristus; dan jika kami tidak, mereka tetap harus meniru Dia. Dia memelihara kawanan-Nya, dan Dia sendirilah yang ditemukan bersama mereka yang memelihara kawanan mereka, karena mereka semua ada di dalam Dia.
Maka kami tidak mencari keuntungan bagi diri kami sendiri ketika kami bertujuan untuk menyenangkan manusia. Kami ingin bersukacita dalam manusia – dan kami bersukacita ketika mereka senang dengan apa yang baik, bukan karena ini meninggikan kami, tetapi karena ini bermanfaat bagi mereka.
Jelas siapa yang dimaksud oleh rasul Paulus: Jika aku ingin menyenangkan manusia, aku tidak akan menjadi hamba Kristus. Dan demikian pula ketika ia berkata: Berusahalah menyenangkan semua orang dalam segala hal, sama seperti aku dalam segala hal menyenangkan semua orang. Namun kata-katanya jernih seperti air, bening, tidak terganggu, tidak keruh. Maka kamu harus, sebagai domba, makan dan minum dari pesannya; jangan menginjak-injaknya atau mengaduknya.
Kamu telah mendengarkan Tuhan kita Yesus Kristus ketika Ia mengajar para rasul-Nya: Biarlah perbuatanmu bersinar di hadapan manusia agar mereka melihat perbuatan baikmu, dan memuliakan Bapa-Mu yang di surga, karena Bapalah yang menjadikanmu demikian. Kami adalah umat padang rumput-Nya, domba-domba tangan-Nya. Jika demikian kamu baik, pujian patut diberikan kepada Dia yang menjadikanmu demikian; itu bukan pujian bagimu, karena jika kamu dibiarkan sendiri, kamu hanya bisa menjadi jahat. Mengapa kemudian kamu mencoba memutarbalikkan kebenaran, dengan ingin dipuji ketika kamu berbuat baik, dan menyalahkan Allah ketika kamu berbuat jahat? Sebab meskipun Ia berkata: Biarlah perbuatanmu bersinar di hadapan manusia, dalam Khotbah di Bukit yang sama Ia juga berkata: Jangan memamerkan perbuatan baikmu di hadapan manusia. Jadi jika kamu berpikir ada kontradiksi dalam Santo Paulus, kamu akan menemukan hal yang sama dalam Injil; tetapi jika kamu menahan diri untuk tidak mengganggu air hatimu, kamu akan mengenali di sini kedamaian Kitab Suci dan dengan itu kamu akan memiliki kedamaian.
Maka, saudara-saudaraku, perhatian kita seharusnya tidak hanya untuk hidup sebagaimana seharusnya, tetapi juga untuk melakukannya di hadapan manusia; tidak hanya untuk memiliki hati nurani yang baik tetapi juga, sejauh yang kita bisa dalam kelemahan kita, sejauh yang kita bisa mengendalikan kerapuhan kita, untuk tidak melakukan apa pun yang mungkin menyebabkan saudara kita yang lemah berpikir jahat tentang kita. Jika tidak, saat kita makan di padang rumput yang baik dan minum air murni, kita mungkin menginjak-injak padang rumput Allah, dan domba-domba yang lebih lemah harus makan rumput yang terinjak-injak dan minum dari air yang keruh.

Responsorium Filipi 2:2,3-4; 1 Tesalonika 5:14,15

Penuhilah aku dengan kebahagiaan dengan sehati sepikir dan sehati sejiwa;

dengan rendah hati anggaplah orang lain lebih baik dari dirimu sendiri.

℟ Janganlah hanya memikirkan kepentinganmu sendiri tetapi perhatikanlah kepentingan orang lain.
Dukunglah yang lemah, sabarlah terhadap semua;

berusahalah melakukan apa yang baik bagi satu sama lain dan bagi semua orang.

℟ Janganlah hanya memikirkan kepentinganmu sendiri tetapi perhatikanlah kepentingan orang lain.

Doa Penutup

Ya Allah,

yang melalui rahmat adopsi

memilih kami menjadi anak-anak terang,

kami mohon, berikanlah agar kami tidak terbungkus

dalam kegelapan kesalahan tetapi selalu terlihat

berdiri dalam terang kebenaran yang cemerlang.

Melalui Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

satu Allah, sepanjang segala abad.

℟ Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)

Marilah kita memuji Tuhan.

℟ Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Selasa XIV Masa Biasa

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Gelap berkurang, malam hampir hilang
Fajar gemilang menyebarkan terang.
Marilah kita memanjatkan doa
Kepada Bapa.

Semoga Bapa berbelaskasihan
Membimbing kita dalam pengabdian
Dan merestui karya darma bakti
Sepanjang hari.

Ya Bapa kami, sudilah kabulkan
Harapan hati yang kami ungkapkan
Secara tulus demi Yesus Kristus
Dalam Roh Kudus. Amin.

Antifon 1Kirimkanlah cahaya dan kebenaranMu, ya Tuhan.

Mazmur 42 (43)

Berikanlah keputusan yang adil kepadaku, ya Allah,+
dan belalah hakku terhadap orang jahat,*
luputkanlah aku dari orang yang curang dan penipu.

Engkaulah Allah pelindungku, mengapa aku Kaubuang?*
Mengapa aku sedih, tersesak oleh musuh?

Kirimkanlah cahaya dan kebenaranMu untuk menuntun aku,*
dan mengantar aku ke gunungMu yang kudus, ke tempat kediamanMu.

Maka aku akan menuju ke mesbah Allah,+
menghadap Allah, sukacita dan kegembiraanku,*
dan bersyukur kepadaMu dengan kecapi, ya Allah, Allahku!

Mengapa engkau tertekan dan gelisah, wahai jiwaku?+
Berharaplah kepada Allah, aku akan bersyukur lagi,*
kepada Allah, penolongku.

Antifon 1Kirimkanlah cahaya dan kebenaranMu, ya Tuhan.

Antifon 2Ya Tuhan, sudilah menyelamatkan kami sepanjang hidup kami.

Yes 38,10-14.17-20

Aku berkata: Di puncak kehidupanku,+
aku menuju pintu alam maut,*
ke sana aku dipanggil untuk selanjutnya.

Aku berkata: Aku tidak akan memandang Tuhan lagi,+
di dunia orang yang hidup,*
tidak lagi akan kujumpai orang antara penduduk bumi.

Pondokku akan dibongkar,*
dicabut bagaikan kemah gembala.

Bagaikan tukang tenun Engkau menggulung hidupku,*
memotong benang hidupku dari pakan.

Siang malam aku Kaubiarkan,+
hingga pagi aku mengaduh,*
seperti singa Engkau meremuk tulangku.

Seperti burung layang-layang aku mencecit kegelisahan,*
berdekut laksana burung merpati.

Pudarlah mataku karena menengadah,*
aku tertindas, ya Tuhan, tolonglah aku.

Namun, jiwaku telah Kauhindarkan dari liang kubur,*
dan segala dosaku Kaubuang jauh.

Alam maut tidak memuji Engkau,+
orang mati tidak memuliakan Dikau,*
yang turun ke dalam kubur tidak mengharapkan kesetiaanMu.

Hanya yang hidup memuji Engkau, seperti aku sekarang ini,*
semoga kesetiaanMu diwartakan turun-temurun.

Ya Tuhan, sudilah menyelamatkan daku,+
maka kami akan membunyikan kecapi,*
di rumah Tuhan, sepanjang hidup kami.

Antifon 2Ya Tuhan, sudilah menyelamatkan kami sepanjang hidup kami.

Antifon 3Ya Allah, Engkau pantas dipuji di Sion.

Mazmur 64 (65)

Ya Allah, Engkau pantas dipuji di Sion,*
dan kepadaMulah nadar dipenuhi.

Engkau biasa mendengarkan doa,+
semua makhluk yang lemah datang kepadaMu,*
karena merasa bersalah.

Walaupun dosa melebihi kekuatan kami,*
namun Engkau mengampuninya.

Berbahagialah orang yang Kaupilih dan Kauundang,*
untuk diam di pelataranMu.

Semoga kami turut menikmati kebaikan rumahMu,*
di dalam baitMu yang suci.

Secara mengagumkan Kaukabulkan doa kami,*
ya Allah yang adil, penyelamat kami.

Engkaulah kepercayaan seluruh bumi,*
sampai ke batas-batas samudera.

Engkau membuat gunung yang kokoh kuat,*
pinggangMu berikatkan keperkasaan.

Engkau meredakan deru lautan,*
meredakan gemuruh gelombangnya.

Para penghuni seluruh bumi,*
takut akan kuasaMu yang dahsyat.

Dari timur sampai ke barat,*
Kaupenuhi dunia dengan sorak-sorai.

Tanah kami Kaukunjungi dengan kelimpahanMu,*
Kaubuat kaya dan subur.

Mega langit penuh air,*
yang Kausediakan untuk kesuburan tanah.

Begini Engkau mengerjakannya,+
Engkau menggenangi alur bajak dan membasahi gumpalan tanah,*
menggemburkan tanah dengan hujan dan memberkati tumbuhnya tanam-tanaman.

Dengan demikian seluruh tahun Kaumahkotai dengan kebaikanMu,*
jejakMu membawa kesuburan.

Bahkan padang gurunpun menjadi subur,*
dan bukit-bukit menghijau permai.

Padang rumput berdandanan kambing domba,+
lembah-lembah berselimutkan panenan,*
semuanya bersorak-sorai dan menyanyikan pujian.

Antifon 3Ya Allah, Engkau pantas dipuji di Sion.

Bacaan Singkat (1Tes 5,4-5)

Saudara-saudara, kamu tidak hidup dalam kegelapan, sehingga hari Tuhan tiba-tiba dapat mendatangi kamu seperti pencuri, karena kamu anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan.

Lagu Singkat

℣.Perhatikanlah suaraku, ya Tuhan,* Aku berharap pada sabdaMu.℟.Perhatikanlah.℣.Aku bangun pagi-pagi dan berseru.℟.Aku berharap pada sabdaMu.℣.Kemuliaan.℟.Perhatikanlah.

Antifon KidungSelamatkanlah kami dari tangan semua lawan yang membenci kami, ya Tuhan.

Kidung Zakaria Luk 1,68-79

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Antifon KidungSelamatkanlah kami dari tangan semua lawan yang membenci kami, ya Tuhan.

Doa Permohonan

Penyelamat kita telah menerangi dunia dengan kebangkitanNya. Marilah kita memuji Dia dan dengan rendah hati berkata:

℟. Bimbinglah kami pada jalanMu, ya Tuhan.

KebangkitanMu, ya Tuhan Yesus, kami kenangkan dalam doa pagi ini,* semoga harapan akan kemuliaanMu menerangi kami sepanjang hari. ℟.

Terimalah, ya Tuhan, keinginan dan rencana kami,* dan berkatilah segala usaha kami pada hari ini. ℟.

Semoga kami hari ini maju dalam cinta kasihMu,* agar segala hal-ihkwal berguna bagi kami dan bagi semua orang. ℟.

Ya Tuhan, semoga terang kami bercahaya di depan orang,* sehingga mereka melihat perbuatan kami yang baik dan memuliakan Bapa di surga. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah cahaya sejati yang menyinari semua orang untuk menyelamatkan mereka. Kuatkanlah kami agar dapat menyiapkan bagiMu jalan perdamaian dan keadilan. Sebab Engkaulah pengantara kami, yang hidup...

Ibadat Sebelum Tengah Hari

Selasa XIV Masa Biasa

Pekan II Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Roh Kudus, datanglah kini,
satu dengan Bapa dan Putra;
sudilah Engkau bersegera,
mencurah penuh ke hati kami.

Mulut, lidah, budi, dan rasa,
serta tenaga wartakan iman;
berkobarlah kasih bagai api,
nyalanya menjangkau sesama.

Kenalkanlah kami pada Bapa,
dan pada Putra melalui-Mu;
Engkau Roh dari keduanya,
kami imani sepanjang masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Mazmur 119 (120)

Dalam kesesakanku aku berseru kepada Tuhan,*
dan Ia mendengarkan daku.

Ya Tuhan, lepaskanlah aku dari bibir pendusta,*
dan dari lidah penipu.

Tuhan pasti membalas kamu,*
Ia pasti mengganjar kamu, hai para penipu!

Dengan panah tajam dari busur tentara,*
dengan bara yang berpijar-pijar.

Celakalah aku entah aku tinggal jauh di daerah Mesekh,*
entah jauh di perkemahan Kedar!

Aku masih tinggal terlalu dekat juga,*
pada orang yang membenci perdamaian.

Kalau aku, perdamaianlah yang kubicarakan,*
sedangkan mereka hanya peperangan.

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Mazmur 120 (121)

Aku melayangkan pandangan ke Gunung,*
dari manakah dapat kuharapkan pertolongan?

Pertolonganku dari Tuhan,*
yang menjadikan langit dan bumi.

Ia takkan membiarkan kakimu tersandung,*
yang menjagamu takkan mengantuk.

Sungguh, takkan mengantuk dan tertidur,*
yang menjaga Israel.

Tuhan menjaga dan menaungi kamu,*
Yang mahatinggi adalah kekuatanmu.

Matahari takkan menyakiti kamu di waktu siang,*
maupun bulan di waktu malam.

Tuhan menjaga kamu terhadap segala kemalangan,*
Ia menjaga nyawamu.

Tuhan menjaga segala tingkah lakumu,*
sekarang dan selama-lamanya.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Mazmur 121 (122)

Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku,*
"Mari kita pergi ke rumah Tuhan".

Sekarang kami telah berdiri,*
di gerbangmu, hai Yerusalem!

Hai Yerusalem, engkau dibangun,*
sebagai kota yang rapat tersusun.

Suku bangsa berziarah kepadamu,*
suku bangsa Tuhan.

Untuk bersyukur kepada Tuhan,*
sesuai dengan peraturan Israel.

Di sanalah terdapat kursi pengadilan,*
kursi keluarga raja Daud.

Mohonkanlah damai sejahtera bagi Yerusalem,*
"Damai sejahtera bagi orang yang mencintai engkau!"

Semoga damai sejahtera turun atas wilayahmu,*
dan kemakmuran atas istanamu.

Atas nama semua saudara dan sahabatku,*
aku mengucapkan selamat kepadamu.

Demi bait Tuhan, Allah kita,*
aku memohonkan kebahagiaan bagimu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Bacaan singkat (1 Cor 12, 4-6)

Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh. Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan. Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang.

Ayat Singkat

℣.Keselamatan-Nya dekat pada orang yang takut akan Dia.℟.Supaya kemuliaan diam di negeri kita.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, pada jam ketiga Engkau dihantar ke hukuman salib demi keselamatan dunia; dengan rendah hati kami mohon kepada-Mu, agar atas kejahatan masa lampau kami senantiasa memperoleh ampun pada-Mu, dan terhadap masa depan kami tetap Kaulindungi. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Tengah Hari

Selasa XIV Masa Biasa

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan II Mazmur

Madah

Tuhan Allah mahaluhur
Hari dan malam Kauatur
Terang gelap bergiliran
Silih ganti berurutan.

Senja hari yang mendekat
Melambangkan akhir hayat
Yang bagi umat beriman
Membuka keabadian.

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Antifon 1Di perantuan aku mematuhi titahMu.

Mazmur 118 (119),49-56

Ya Allah, ingatlah akan firmanMu kepadaku,*
firmanMu Kaujadikan pokok pengharapanku.

Inilah penghiburan dalam sengsaraku,*
bahwa janjiMu menghidupkan daku.

Orang sombong sangat mencemoohkan daku,*
namun aku tidak menyimpang dari perintahMu.

Aku ingat akan hukumMu yang berlaku sedari dulu,*
maka terhiburlah aku, ya Tuhan.

Aku gusar terhadap orang yang berdosa,*
yang tidak mempedulikan hukumMu.

HukumMu menjadi lagu pujian bagiku,*
di perantauanku.

Waktu malam aku menyebut-nyebut namaMu, ya Tuhan,*
dan aku tetap berpegang pada perintahMu.

Satu-satunya peganganku ialah,*
mematuhi titahMu.

Antifon 1Di perantuan aku mematuhi titahMu.

Antifon 2Allah akan memulihkan nasib umatNya, dan kita akan bersukacita.

Mazmur 52 (53)

Orang dungu berpikir: Tidak ada Allah.+
Busuk dan jijik perbuatannya,*
tidak seorangpun yang berbuat baik.

Dari surga Allah memandang manusia,*
apakah ada orang arif yang mencari Allah.

Tetapi semuanya tersesat, semua telah bejat,*
tak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak.

Tidak pernah sadarkah orang jahat,+
yang menelan habis umatKu seperti makanan,*
orang jahat yang tidak mau mengakui Allah?

Mereka dihinggapi ketakutan,*
sedang tiada yang menakutkan.

Mereka mengancam engkau,*
tetapi Allah menghancurkan mereka.

Mereka pasti dipermalukan,*
sebab Allah menolak mereka.

Siapakah dari Sion yang menyelamatkan Israel?+
Allah, Dia memulihkan nasib umatNya,*
sehingga Yakub bersorak-sorai, dan Israel bersukacita.

Antifon 2Allah akan memulihkan nasib umatNya, dan kita akan bersukacita.

Antifon 3Allah menjadi penolongku, Tuhanku penopang hidupku.

Mazmur 53 (54),3-6.8-9

Allah, selamatkan daku demi namaMu,*
tolonglah aku dengan kuasaMu.

Dengarkanlah, ya Allah, permohonanku,*
perhatikanlah kata-kata mulutku.

Sebab orang angkuh menyerang aku,+
orang sombong mau mencabut nyawaku,*
tanpa mempedulikan Allah.

Namun Allah menjadi penolongku,*
Tuhanlah penopang hidupku.

Maka dengan rela aku mempersembahkan kurban,*
dan memuji kebaikanMu, ya Tuhan.

Sebab Tuhan melepaskan daku dari kesesakan,*
dan aku melihat musuhku direndahkan.

Antifon 3Allah menjadi penolongku, Tuhanku penopang hidupku.

Bacaan singkat 1Kor 12,24b.25-26

Allah telah menyusun tubuh kita sedemikian rupa, sehingga tidak terjadi perpecahan dalam tubuh, melainkan semua anggota saling memperhatikan. Karena itu, jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita. Jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita.

℣.Ya Tuhan, Allah kami, himpunkanlah kami dari antara para bangsa.℟.Supaya kami bersyukur kepadaMu.

Doa Penutup

Ya Allah, Engkau telah mewahyukan kepada Petrus rencanaMu untuk menyelamatkan bangsa-bangsa kafir. Semoga pekerjaan kami menyenangkan hatiMu dan berguna untuk memajukan rencana keselamatan yang telah Kautetapkan dalam cinta kasihMu. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Ibadat Sesudah Tengah Hari

Selasa XIV Masa Biasa

Pekan II Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Allah, kekuatan yang teguh,
tak tergoyahkan tinggal dalam-Mu;
Engkau menata waktu terang siang
dalam pergantian yang berurutan.

Karuniakanlah senja yang cerah,
agar hidup tak pernah pudar,
melainkan pahala kematian kudus:
kemuliaan kekal menyongsong kami.

Kabulkanlah, ya Bapa mahakasih,
dan Putra Tunggal setara Bapa,
bersama Roh Kudus Penghibur,
yang meraja sepanjang segala masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Mazmur 125 (126)

Ketika Tuhan memulangkan tawanan Sion,*
kita seperti orang yang bermimpi.

Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa,*
dan lidah kita dengan sorak-sorai.

Bahkan bangsa-bangsa kafir mengakui,*
"Agunglah karya Tuhan bagi mereka".

Sungguh agung karya Tuhan bagi kita,*
sebab itu kita bersukacita.

Tuhan telah memulihkan nasib kita,*
seperti sungai kering berair lagi di musim hujan.

Yang menabur dengan bercucuran air mata,*
akan menuai dengan bersorak-sorai.

Ia pergi dengan menangis sambil membawa kantong benihnya,*
ia pulang sambil bernyanyi membawa berkas panenannya.

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Mazmur 126 (127)

Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah,*
sia-sialah para pembangun bekerja.

Jikalau bukan Tuhan yang menjaga kota,*
sia-sialah para pengawal berjaga.

Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi,+
pergi tidur larut malam,*
dan mencari nafkah dengan susah payah.

Tetapi Tuhan menganugerahkan kesejahteraan,*
kepada orang yang dicintaiNya.

Putera-putera sungguh anugerah Tuhan,*
dan buah kandungan sungguh ganjaranNya.

Seperti anak panah di tangan pahlawan,*
demikianlah putera yang diperanakkan pada masa muda.

Berbahagialah orang yang mengisi,*
tabung panahnya sampai penuh.

Ia tidak akan dipermalukan oleh musuh,*
tetapi akan menghalau mereka dari pintu gerbang.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Mazmur 127 (128)

Berbahagialah setiap orang yang takwa,*
yang hidup sesuai dengan bimbingan Tuhan.

Engkau akan menikmati hasil jerih payahmu,*
hidupmu akan bahagia dan sejahtera.

Isterimu subur dalam rumahmu bagaikan pokok anggur,*
anak-anakMu mengelilingi mejamu bagaikan tunas zaitun.

Demikianlah suami yang takwa akan diberkati,*
semoga Tuhan memberkati engkau dari Sion.

Semoga engkau menikmati kemakmuran Yerusalem seumur hidup,*
dan melihat anak cucumu turun-temurun.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Bacaan singkat (1 Cor 12, 24b. 25-26)

Hal itu tidak dibutuhkan oleh anggota-anggota kita yang elok. Allah telah menyusun tubuh kita begitu rupa, sehingga kepada anggota-anggota yang tidak mulia diberikan penghormatan khusus, supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan. Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita.

Ayat Singkat

℣.Ya Tuhan Allah kami, kumpulkanlah kami dari antara bangsa-bangsa.℟.Supaya kami bersyukur kepada nama-Mu yang kudus.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghantar penjahat yang bertobat dari kayu salib masuk ke dalam kerajaan-Mu; sambil mengakui dosa-dosa kami, dengan penuh kepercayaan kami mohon kepada-Mu, agar sesudah kematian Engkau membuat kami masuk dengan sukacita melalui pintu firdaus. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sore

Selasa XIV Masa Biasa

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan II Mazmur

Madah

Bapa yang mahakuasa
Senja hari sudah tiba
Dengarkanlah madah kami
Pengungkapan isi hati.

Hati dan suara kami
Bersatu padu memuji
Cinta kami kepadaMu
Tetaplah teguh selalu.

Bila malam jadi gelap
Jangan iman hilang lenyap
S'moga malam diterangi
Sinar iman yang sejati.

Kabulkanlah doa kami
Ya Bapa yang baik hati
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Antifon 1Tak mungkin kamu sekaligus mengabdi Allah dan kekayaan.

Mazmur 48 (49) I

Dengarlah, hai bangsa-bangsa,*
pasanglah telinga, hai penduduk dunia,

baik yang biasa maupun yang terkemuka,*
baik yang kaya maupun yang miskin.

Mulutku akan mengucapkan kata-kata bijaksana,*
dan buah renunganku ialah kearifan.

Aku hendak membawakan wejanganku,*
dan memaparkannya sambil memetik kecapi.

Mengapa aku takut pada hari-hari sial,*
waktu aku dikepung oleh musuh yang jahat?

Mereka mengandalkan harta bendanya,*
dan memegahkan kekayaannya yang besar.

Tak seorangpun dapat menebus dirinya sendiri,*
atau membayar uang tebusannya kepada Allah.

Terlalu mahal harga tebusan nyawanya,+
tak terbayar untuk hidup selamanya,*
tanpa turun ke liang kubur.

Ia melihat orang bijak mati,+
orang bodoh dan dungu, semuanya binasa,*
harta bendanya mereka tinggalkan bagi orang lain.

Kubur menjadi rumah mereka untuk selama-lamanya,*
di situlah kediaman mereka turun-temurun.

Manusia, betapapun mulianya, takkan bertahan,*
tiada ubahnya dengan hewan yang jatuh binasa.

Antifon 1Tak mungkin kamu sekaligus mengabdi Allah dan kekayaan.

Antifon 2Kumpulkanlah bagimu harta di surga, sabda Tuhan.

Mazmur 48 (49) II

Beginilah nasib orang yang percaya pada diri sendiri,*
beginilah kesudahan orang yang bermulut besar.

Seperti kawanan domba, mereka terkurung dalam alam maut,*
mautlah gembala dan penguasa mereka.

Hancurlah keelokan tubuh mereka,*
dan kediaman mereka di alam maut.

Tetapi Allah akan menebus nyawaku,*
menghindarkan daku dari cengkeraman maut.

Maka janganlah takut, apabila seseorang menjadi kaya,*
apabila kemewahan keluarganya bertambah.

Sebab waktu mati tak ada yang dapat dibawanya serta,*
kekayaannya tidak akan mengikutinya.

Walaupun selama hidupnya ia memuji dirinya bahagia,*
"Aku beruntung: segalanya berlangsung baik";

namun ia akan mati mengikuti nenek moyangnya,*
yang tak pernah lagi melihat terang.

Manusia, betapapun mulianya, takkan bertahan,*
tiada ubahnya dengan hewan yang jatuh binasa.

Antifon 2Kumpulkanlah bagimu harta di surga, sabda Tuhan.

Antifon 3Layaklah Anakdomba yang disembelih itu menerima kemuliaan dan hormat.

Why 4,11; 5,9.10-12

Sudah sepatutnyalah, ya Tuhan dan Allah kami,*
Engkau menerima puji-pujian, hormat dan kuasa.

Sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu,*
dan karena kehendakMu semua yang ada dijadikan.

Layaklah Anakdomba menerima gulungan kitab,*
dan membuka ketujuh meterainya

Sebab Engkau telah disembelih,+
dan dengan darahMu Engkau telah menebus kami bagi Allah,*
dari setiap suku, bahasa, kaum dan bangsa.

Engkau telah menganugerahi kami,+
martabat raja dan imam di hadapan Allah kita,*
dan kami akan merajai dunia.

Layaklah Anakdomba yang disembelih itu,+
menerima kuasa dan kekayaan,*
hikmat dan kekuatan, hormat, kemuliaan dan puji-pujian.

Antifon 3Layaklah Anakdomba yang disembelih itu menerima kemuliaan dan hormat.

Bacaan Singkat (Rom 3,23-25a)

Semua orang telah berbuat dosa dan kehilangan kemuliaan Allah. Dan semua orang diselamatkan dengan cuma-cuma, hanya oleh rahmat Allah, berkat pahala Kristus Yesus, yang menebus mereka. Kristus Yesus ditetapkan oleh Allah, supaya darahNya menjadi tebusan bagi mereka yang percaya padaNya.

Lagu Singkat

℣.Engkau telah melimpahi aku dengan kegembiraan,* Di hadapan wajahMu, ya Tuhan.℟.Engkau.℣.Tangan kananMu menyediakan kebahagiaan sempurna.℟.Di hadapan wajahMu, ya Tuhan.℣.Kemuliaan.℟.Engkau.

Antifon KidungKerjakanlah perbuatan besar bagi kami, ya Tuhan, karena Engkau mahakuasa, dan kuduslah namaMu.

Kidung Maria Luk 1,46-55

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Antifon KidungKerjakanlah perbuatan besar bagi kami, ya Tuhan, karena Engkau mahakuasa, dan kuduslah namaMu.

Doa Permohonan

Kristus mencintai dan melindungi umatNya, sebab Dialah gembala dan pemelihara hidup kita. Marilah kita memuji Dia, menaruh harapan padaNya dan berkata:

℟. Lindungilah umatMu, ya Tuhan.

Ya gembala abadi, lindungilah uskup kami bapa...* dan semua gembala umatMu. ℟.

Ya Tuhan, perhatikanlah penuh belaskasihan semua orang yang dianiaya,* dan bebaskanlah mereka segera dari segala kesusahan. ℟.

Kasihanilah, ya Tuhan, semua orang yang papa,* dan berikanlah rezeki kepada yang lapar. ℟.

Terangilah para anggota dewan perwakilan rakyat,* supaya mereka menetapkan undang-undang yang adil dan bijaksana. ℟.

Dampingilah orang-orang yang sudah Kautebus dengan darahMu dan yang kini sudah meninggal,* izinkanlah mereka mengambil bagian dalam perjamuan nikah bersama Engkau. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Tuhan Allah, milikMulah malam. Semoga Kristus, matahari sejati, tetap bersinar dalam hati kami, supaya kami diizinkan masuk ke dalam cahaya yang Kaudiami. Sebab Dialah PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup...

Ibadat Penutup

Selasa XIV Masa Biasa

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Doa Tobat

℣.Selama kusembunyikan dosaku, batinku tertekan,*
dan aku mengeluh sepanjang hari.
℟.Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.℣.Aku mengakui dosaku di hadapanMu, Tuhan,*
dan kesalahanku tidak kusembunyikan.
℟.Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.℣.Nasib orang berdosa sengsara belaka,*
tetapi orang yang percaya kepada Tuhan dilimpahi kasih setia.
℟.Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.

Madah

Jatuh sudah malam hari
S'moga kami Kaulindungi
Ya Bapa mahakuasa
Supaya aman sentosa.

Jauhkan impian suram
Singkirkan khayalan malam
Kurniakan istirahat
Agar sehat wal'afiat.

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

AntifonJanganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.

Mazmur 142 (143),1-11

Ya Tuhan, dengarkanlah doaku,*
perhatikanlah permohonanku.

Demi kesetiaanMu jawablah aku,*
kabulkanlah doaku demi keadilanMu.

Janganlah mengajukan daku ke pengadilanMu,*
karena tak seorangpun dapat dibenarkan di hadapanMu.

Sebab musuh mengejar aku,*
dan mencampakkan nyawaku ke alam maut.

Ia menjebloskan daku ke dalam kegelapan,*
tiada bedanya aku dengan orang mati.

Semangatku lemah lesu dalam batinku,*
hatiku membeku dalam diriku.

Maka teringatlah aku akan masa lampau,+
aku mengenangkan segala karyaMu,*
dan merenungkan perbuatan tanganMu.

Aku menadahkan tanganku kepadaMu,*
aku haus akan Dikau bagaikan tanah yang tandus.

Ya Tuhan, datanglah segera dan jawablah aku,*
sebab habislah semangatku, ya Allah.

Janganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku,*
jangan sampai aku turun ke liang kubur.

Semoga aku mengalami kasih setiaMu di waktu fajar,*
sebab kepadaMu aku percaya.

Tunjukkanlah jalan yang harus kutempuh,*
sebab kepadaMu kuarahkan hatiku.

Bebaskanlah aku dari musuh, ya Tuhan,*
sebab padaMu aku berteduh.

Ajarlah aku melaksanakan kehendakMu,*
sebab Engkaulah Allahku.

Semoga kebaikan hatiMu menuntun daku,*
di jalan yang rata.

Demi namaMu, ya Tuhan, hidupkanlah aku,*
demi keadilanMu bebaskanlah aku dari musuh.

AntifonJanganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.

Bacaan singkat 1Ptr 5,8-9

Waspadalah dan berjagalah! Sebab setan, musuhmu, berkeliling seperti singa yang mengaum-ngaum mencari mangsanya. Lawanlah dia, teguh dalam iman.

Lagu singkat

℣.Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* ya Tuhan, penyelamatku.℟.Ke dalam.℣.Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar.℟.Ya Tuhan, penyelamatku.℣.Kemuliaan.℟.Ke dalam.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan yang mahamurah, terangilah malam ini dengan rahmatMu. Semoga kami tidur dengan aman sentosa dan bangun dengan semangat segar untuk menyambut fajar dan hari baru. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Penutup

℣.Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya.℟.Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Santa Maria, bunda Kristus,
kami berlindung padamu.
Janganlah mengabaikan doa kami,
bila kami dirundung nestapa.
Bebaskanlah kami selalu
dari segala mara bahaya,
ya perawan yang terpuji.

Beata Maria Romero Meneses

Biarawati · 1902-1977

Beata María Romero Meneses lahir di Granada Nikaragua pada tanggal 13 Januari 1902 sebagai seorang dari delapan bersaudara putera-puteri pasangan Félix Romero Arana dan Ana Meneses Blandon. Ayahnya, Felix Romero, adalah seorang Menteri dan Pejabat Tinggi dalam Pemerintahan Presiden José Santos Zelaya (Presiden Nikaragua tahun 1893-1909).

María menerima pendidikan di Sekolah Katolik yang dikelola oleh para Suster Salesian. Ia sangat berbakat dalam bidang seni dan musik sehingga orangtuanya mendatangkan guru-guru privat untuk membimbingnya berlatih piano dan biola. Di usia dua belas tahun, Maria menderita sakit demam rematik. Ia menjadi lumpuh selama enam bulan dan jantungnya rusak permanen akibat efek samping pengobatan medis yang dijalaninya. Ia baru sembuh setelah setahun penuh mendaraskan doa novena kepada Bunda Maria. Bunda Maria Penolong Umat Kristiani kemudian menampakkan diri dan menyembuh penyakitnya. Penglihatan dan Penyembuhan Ilahi yang dialaminya mengilhami Maria untuk membaktikan dirinya menjadi seorang biarawati.

Pada tahun 1920 Maria Romero masuk Biara Puteri-puteri Maria Penolong Umat Kristiani (Figlie di Maria Ausiliatrice atau Daughters of Mary Help of Christians), biara Susteran yang didirikan oleh Santo Yohanes Bosco dan Santa Maria Dominika Mazzarello. Ia lalu berangkat ke El Salvador untuk menjalani masa novisiat dan mengucapkan kaul pertamanya pada tanggal 19 Maret 1920. Kaul keduanya ia ucapkan pada tanggal 16 Januari 1921. Saat itu pembimbing spiritualnya, pater Emilio Bottari,SDB berpesan : "Meskipun masa sulit akan datang dan kamu akan merasa hancur berkeping-keping, setialah dan kuatlah dalam Panggilanmu". Pesan ini selalu diingat suster Maria sepanjang masa hidupnya. Pada tanggal 6 Januari 1929 Suster María Romero Meneses mengucapkan kaul kekal di Biara Suster Salesian Managua, Nikaragua.

Pada tahun 1931 Suster Maria pindah San José Kosta Rika untuk menjadi pendidik di Sekolah yayasan milik biaranya. Ia menjadi guru Seni Musik di Sekolah Puteri Salesian serta menjadi teladan kesalehan dan kesucian hidup bagi para muridnya. Sejumlah besar anak didiknya kelak mengikuti jejaknya menjadi biarawati.

Suster Maria berkerja keras mengembangkan karya sosial Salesian bagi masyarakat disekitarnya. Ia berhasil mengajak keluarga-keluarga kaya di Kosta Rika untuk peduli dan turut aktif membantu para fakir miskin dan anak-anak terlantar disekitar mereka. Ia membangun pusat rekreasi di kota San Jose (Santo Yoseph) pada tahun 1945 dan Pusat Distribusi Makanan bagi para tunawisma pada tahun 1953. Ia mendirikan Sekolah Puteri bagi anak-anak terlantar pada tahun 1961 dan sebuah Klinik Kesehatan gratis pada tahun 1966. Pada tahun 1973 Suster Maria mengorganisir pembangunan tujuh rumah penampungan di desa Centro San Josè untuk menampung para tunawisma.

Suster Maria dikenang sebagai seorang guru yang hebat, Manajer Yayasan dan penggalang dana yang cekatan, serta penginjil berbakat yang mampu membawa sukacita rohani bagi para pendengarnya. Pada awal tahun 1977, ia mengalami serangan jantung dan membuatnya harus dirawat intensif di Rumah Sakit Salesian Las Peñitas, León, Nicaragua. Ia tutup usia di rumah sakit tersebut pada tanggal 7 Juli 1977. Jenazahnya dikirim kembali ke San José di KostaRika dan dimakamkan di kapel biara Salesian.

Suster Maria Romero Meneses, FMA dibeatifikasi oleh Paus Yohanes Paulus II pada tanggal 14 April 2002 dan pestanya dirayakan pada setiap tanggal 7 juli.

Arti nama

Maria = Versi Latin untuk nama Yunani Μαριαμ (Mariam) dan Μαρια (Maria). Ejaan Yunani ini adalah terjemahan yang digunakan dalam Kitab Perjanjian Baru untuk nama Ibrani : מִרְיָם (Miryam).
Dalam Kitab Suci, nama ini pertama kali di temukan pada kitab Keluaran 15:20 (nama saudari Musa dan Harun).

Arti nama "Maria" tidak diketahui secara pasti.
Ada beberapa teori yang menyebutkan nama ini berarti : "Pahit, Pedih, Lautan kepedihan, Lautan Kesedihan", dan "pemberontakan".
Teori lain menyebutkan nama ini berasal dari kata Mesir Kuno : "mr" (cinta) atau: "mry" (kekasih, yang dicintai).

Beato Benediktus XI

Paus · 1240-1304

Beato Paus Benediktus XI adalah paus kita yang ke-194. Ia menjabat sebagai paus hanya selama sembilan bulan, sejak 22 Oktober 1303 sampai 7 juli 1304. Masa pengabdiannya yang singkat ini penuh dengan berbagai masalah akibat perseteruan antara pendahulunya, paus Bonifasius VIII, dengan Raja Philip IV dari Perancis beserta sekutu Raja, keluarga bangsawan Colonna dari Roma.

Niccola Boccasini lahir di Treviso Italia pada tahun 1240. Ia masuk Biara Dominikan pada tahun 1254. Tahun 1296 ia diangkat menjadi superior General Dominikan dan pada tahun 1298 ia diangkat oleh paus menjadi seorang pangeran Gereja atau Kardinal. Kardinal Boccasini adalah salah satu dari dua kardinal yang berdiri dibelakang Paus Bonifasius VIII di istananya di Anagni, dekat kota Roma, ketika Paus meng-ekskominikasikan Raja Philip IV dari Perancis dan Keluarga Bangsawan Colonna di Roma. Keputusan berani ini diambil paus setelah pertentangan yang berlarut-larut antara Raja dan paus yang dipicu oleh keinginan Raja Philip IV untuk menguasai harta kekayaan Gereja di Perancis. Keluarga Colonna juga ikut terlibat dalam pertentangan ini dgn mendukung Raja Philip, karena mereka menganggap lembaga kepausan adalah ancaman dan halangan bagi kekuasaan mereka.

Keberanian paus Bonifasius VIII ini membuat ia lalu diserang dan ditangkap oleh para pendukung raja dan keluarga Colonna pada tanggal 7 September 1303. Para penyerang ini berusaha untuk menggulingkannya dari tahkta kepausan. Paus kemudian dapat dibebaskan oleh umat; namun beliau meninggal beberapa hari kemudian.

Setelah kematian Paus Bonifasius VII, Kardinal Niccola Boccasini kemudian dengan suara bulat terpilih sebagai paus yang baru dan ditahbiskan dengan nama Paus Benediktus XI pada tanggal 22 Oktober 1303.

Paus Benediktus XI adalah seorang yang saleh, berhati lembut namun sangat tegas. Tak lama setelah pentahbisannya sabagai Paus, ibunya datang untuk menjenguknya. Petugas protokol menerima sang ibu dan mempersiapkannya untuk bertemu dengan Sri Paus dengan memakaikannya pakaian yang mahal seperti seorang wanita bangsawan. Tapi, ketika Paus Kudus ini melihat ibunya datang dengan berpakaian mewah dan diiring oleh serombongan pelayan, ia menolak untuk mengenalinya, dan berkata : " Ibu saya hanyalah seorang tukang cuci yang miskin, bukan seorang puteri seperti ini".

Sang ibu lalu mengganti pakaian sutra yang mahal tersebut, dan kembali lagi dalam pakaian kasar para petani miskin seperti yang sehari-hari selalu dikenakannya. Ketika Benediktus melihatnya demikian, ia turun dari singgasananya untuk bertemu dengannya. Ia bersimpuh dikaki sang ibu dan dengan penuh hormat dan kasih sayang ia melayani ibunya.

Terhadap masalah pertentangan antara Gereja dan Raja Philip IV yang diwarisinya dari paus pendahulunya; Benediktus XI mengambil langkah yang lebih persuasif namun tetap tegas dan prinsipil. Ia mencabut hukuman Ekskomunikasi dan memberi pengampunan kepada Raja Philip; dan ia memulihkan nama baik Keluarga Colonna. Namun ia tidak mencabut hukuman ekskomunikasi kepada mereka yang terlibat langsung dalam penyerangan dan tindakan kekerasan terhadap Paus Bonifasius VIII. Ia menolak untuk mengampuni Sciarra Colonna, orang yang memimpin penyerangan terhadap paus Bonifasius VIII, dan juga Guillaume de Nogaret, penasihat Raja Philip, yang pernah mengecam Paus Bonifasius.

Namun kemurahan hati Sri Paus sama sekali tidak menyentuh hati Philip. Ia terus saja menunjukkan sikap anti Paus dan tetap menindas para pendukung paus. Sementara Paus Benediktus dengan hati lapang dan penuh kebapaan tetap memanggil Raja Phillip dengan panggilan “anakku yang terkasih”.

Paus Benediktus XI meninggal secara mendadak pada tanggal 7 Juli 1304. Banyak orang menduga bahwa Paus Kudus ini meninggal karena diracun oleh orang suruhan Guillaume de Nogaret.

Ia dimakamkan di gereja Biara Dominikan di Perugia.

Arti nama

Benediktus = Diberkati (Latin)

Santo Odo

Abbas

Odo lahir sebagai karunia khusus dari Allah. Ayahnya-seorang perwira militer Prancis-terus berdoa memohon dari Tuhan seorang anak laki-laki. Dan Tuhan mengabulkan permohonannya dengan mengaruniakan Odo kepadanya.

Ketika dipermandikan, sang ayah mempersembahkan Odo kepada perlindungan Santo Martinus dari Tours. Sepanjang hidupnya, Odo menaruh hormat dan devosi khusus kepada Santo Martinus. Ayahnya menginginkan Odo menjadi seorang ksatria yang tangkas menggunakan pedang. Tetapi Tuhan merencanakan sesuatu yang lain dari kehendak ayahnya.

Kesehatan Odo yang terus terganggu dan karena itu tidak layak untuk menjalani hidup kemiliteran, menjadi suatu alasan kuat baginya untuk menolak rencana ayahnya. Sementara itu keinginannya untuk menjadi seorang imam semakin membara. Akhirnya ia secara terbuka mengatakan keinginan dan cita-citanya itu kepada ayahnya. Lalu dengan restu ayahnya, Odo berangkat ke Tours untuk menjalani pendidikan imamat.

Odo masuk ordo Santo Benediktus. Pada tahun 927, ia dipilih menjadi Abbas di biara Cluni. Sebagai pemimpin biara, ia bersikap tegas dalam hal pelaksanaan aturan-aturan hidup membiara, tetapi bijaksana dan lembut kepada rekan-rekan sebiara. Ia pun tetap menjadi seorang pengagum Santo Martinus dengan devosi-devosinya.

Ia pergi ke Roma dan di sana ia jatuh sakit. Ia segera kembali ke Tours, karena keinginannya untuk meninggal di sana dan dikuburkan di samping Santo Martinus. Ia tiba di Tours tepat pada pesta Santo Martinus. Setelah menyiapkan diri selama beberapa hari, Odo meninggal pada tanggal 18 November 942

Santo Willibaldus

Uskup dan Pengaku Iman · ± 700-781

Santo Willibaldus berasal dari keluarga aristokrat Inggris yang kudus. Ia adalah putra Santo Richard (Santo Richard Peziarah) dan saudara dari Santa Walburga serta Santo Winebald. Seorang pamannya juga menjadi seorang kudus; yaitu Santo Bonifasius, Uskup dan rasul bangsa Jerman yang terkenal itu.

Willibaldus lahir pada tanggal 21 Oktober 700 di Wessex, Inggris. Pada usia tiga tahun, ia menderita sakit parah yang membuatnya sekarat dan hampir mati. Kedua orang tuanya kemudian berdoa memohon kesembuhannya dan berkaul jika ia terhindar dari kematian, hidupnya akan dipersembahkan kepada Tuhan. Willibaldus kemudian secara ajaib bangkit kembali dan sembuh. Dua tahun kemudian ia diantar kedua orang tuanya masuk biara Benediktin Waltham, di Hampshire, Inggris.

Pada tahun 722, biarawan Willibaldus menemani ayahnya dan saudaranya Winebald dalam perjalanan ziarah ke Roma dan tanah suci Yerusalem. Santo Richard meninggal dunia dalam perjalanan ini sedangkan Winebald jatuh sakit dan harus tinggal di Roma untuk menjalani perawatan. Willibaldus terus melanjutkan perjalanan ziarah ini dan tiba di Yerusalem pada tanggal 11 November 725. Ia “mungkin” adalah peziarah Inggris pertama yang tiba di Yerusalem. Buku catatan perjalan ziarahnya (kelak diterbitkan sebagai buku dengan judul The Hodoeporicon of Saint Willibald), adalah catatan perjalanan ziarah pertama ke Yerusalem dari seorang berkebangsaan Inggris.

Kembali dari tanah suci Yerusalem, Willibaldus berziarah ke berbagai tempat ziarah di Asia kecil dan Eropa. Ia singgah di Efesus dan berziarah ke Basilika Santo Yohanes, tempat Rasul dan penulis Injil itu dimakamkan (Basilika yang megah itu kini tinggal puing-puing belaka). Ia singgah di Patara, tempat kelahiran Santo Nikolaus, uskup Myra yang kudus sumber tradisi Santa Clauss pada setiap hari Natal. Dari Patara Willibaldus tinggal sebentar di biara Mount Chelidonium, lalu berlayar ke pulau Siprus. Disini ia disambut seorang Uskup Yunani dan ditemani berziarah ke Basilika tempat disemayamkannya relikwi santo Yohanes Pembabtis. Dari Siprus Willibaldus menuju ke Konstantinopel.

Ia tinggal di ibukota Kerajaan Romawi Timur selama dua tahun dan sering mempergunakan waktunya ke Nicea untuk mempelajari dokumen Konsili Nicea Pertama yang diselenggarakan oleh Kaisar Konstantinus Agung. Perjalanannya ia teruskan ke Italia. Ia berlayar melalui Sicilia dan tiba di Naples kira-kira sepuluh tahun semenjak ia meninggalkan Inggris, dan tujuh tahun sejak meninggalkan saudaranya Winebald di Roma. Willibaldus tinggal di Italia selama hampir sepuluh tahun di Biara utama Ordo Benediktin di Monte Cassino. Disini Willibaldus diberi tanggung jawab sebagai seorang koster, pembimbing para calon peziarah dan seorang portir penjaga pintu biara.

Pada tahun 739, Willibaldus menemani abbas biara Monte Cassino, Santo Petronax, yang dipanggil Paus Gregorius III ke Roma. Mengetahui kehadirannya bersama abbas Petronax, paus memanggil Willibaldus untuk sebuah audiensi pribadi. Beliau ingin mendengar langsung kisah perjalanan ziarah yang luar biasa dari biarawan Inggris tersebut. Setelah audiensi, paus mengatakan pada Willibaldus bahwa Takhta Suci telah menerima khabar gembira dari pamannya Bonifasius di Jerman. Rasul bangsa Jerman tersebut mengabarkan bahwa iman Kristiani telah berkembang dengan pesat di Jerman. Bonifasius kini membutuhkan banyak imam dan biarawan demi membimbing umat diJerman. Paus lalu meminta kesediaan Willibaldus untuk diutus menjadi missionaris ke sana.

Willibaldus tiba di Jerman pada tahun 740 (kemungkinan besar ia tiba bersama saudaranya Winebald, walau ada sumber lain yang menyatakan bahwa Santo Willibaldus baru bertemu lagi dengan Santo Winebald pada tahun 742 di Thuringia). Bersama Santo Bonifasius, mereka berkarya mendirikan biara dan Gereja di wilayah yang baru menerima iman Kristiani ini. Tahun berikutnya Santo Bonifasius mengutus Willibaldus dan Winebald ke Eichstätt, lalu ke Thuringia. Mereka berkarya dengan luar biasa dan membaptis banyak orang hingga setahun kemudian wilayah Thuringia dikukuhkan menjadi sebuah keuskupan baru. Benih panggilan yang mereka taburkan menuai buah yang berlimpah. Ditahun itu juga Willibaldus bersama Winebald mendirikan sebuah biara Benediktin di Heidenheim. Santo Winebald kemudian menjadi abbas biara yang pertama dan Santa Wilburga menjadi Abbess selanjutnya.

Ketika Keuskupan Eichstätt terbentuk pada tahun 745, Willibaldus ditunjuk menjadi uskup yang pertama. Ia memimpin umat di wilayah Bavaria ini selama lebih dari empat dekade. Missionaris ini tutup usia pada tanggal 7 Juli 781. Jenazahnya dimakamkan dalam Kathedral Eichstätt yang saat ini di kenal dengan nama The Cathedral of Our Lady, St.Willibaldus and St.Salvator of Horta.(qq)

Arti nama

Willibaldus = Pelindung, Perlindungan (Old German)

Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari