Bacaan Misa
Sesudah ia menyeberangkan mereka, ia menyeberangkan juga segala miliknya. Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing. Ketika orang itu melihat, bahwa ia tidak dapat mengalahkannya, ia memukul sendi pangkal paha Yakub, sehingga sendi pangkal paha itu terpelecok, ketika ia bergulat dengan orang itu. Lalu kata orang itu: "Biarkanlah aku pergi, karena fajar telah menyingsing." Sahut Yakub: "Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku." Bertanyalah orang itu kepadanya: "Siapakah namamu?" Sahutnya: "Yakub." Lalu kata orang itu: "Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang." Bertanyalah Yakub: "Katakanlah juga namamu." Tetapi sahutnya: "Mengapa engkau menanyakan namaku?" Lalu diberkatinyalah Yakub di situ. Yakub menamai tempat itu Pniel, sebab katanya: "Aku telah melihat Allah berhadapan muka, tetapi nyawaku tertolong!" Lalu tampaklah kepadanya matahari terbit, ketika ia telah melewati Pniel; dan Yakub pincang karena pangkal pahanya. Itulah sebabnya sampai sekarang orang Israel tidak memakan daging yang menutupi sendi pangkal paha, karena Dia telah memukul sendi pangkal paha Yakub, pada otot pangkal pahanya.
Dengarkanlah, TUHAN, perkara yang benar, perhatikanlah seruanku; berilah telinga akan doaku, dari bibir yang tidak menipu.
Dari pada-Mulah kiranya datang penghakiman: mata-Mu kiranya melihat apa yang benar.
Bila Engkau menguji hatiku, memeriksanya pada waktu malam, dan menyelidiki aku, maka Engkau tidak akan menemui sesuatu kejahatan; mulutku tidak terlanjur.
Aku berseru kepada-Mu, karena Engkau menjawab aku, ya Allah; sendengkanlah telinga-Mu kepadaku, dengarkanlah perkataanku.
Tunjukkanlah kasih setia-Mu yang ajaib, ya Engkau, yang menyelamatkan orang-orang yang berlindung pada tangan kanan-Mu terhadap pemberontak.
Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu
Tetapi aku, dalam kebenaran akan kupandang wajah-Mu, dan pada waktu bangun aku akan menjadi puas dengan rupa-Mu.
Sedang kedua orang buta itu keluar, dibawalah kepada Yesus seorang bisu yang kerasukan setan. Dan setelah setan itu diusir, dapatlah orang bisu itu berkata-kata. Maka heranlah orang banyak, katanya: "Yang demikian belum pernah dilihat orang di Israel." Tetapi orang Farisi berkata: "Dengan kuasa penghulu setan Ia mengusir setan." Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan. Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala. Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu."
Invitatorium
Pekan II Mazmur
Pembukaan
AntifonMarilah kita menyembah Allah, Tuhan yang mahamulia.
Mazmur 94 (95)
AntifonMarilah kita menyembah Allah, Tuhan yang mahamulia.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Berserahlah kepada Allah, dan Ia akan melakukan segalanya bagimu.
Mazmur 36 (37)
Nasib orang fasik dan orang baik
Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan mewarisi bumi (Matius 5:5).
AntifonBerserahlah kepada Allah, dan Ia akan melakukan segalanya bagimu.
Antifon 2Jauhilah kejahatan, belajarlah melakukan kehendak Allah; Tuhan akan menguatkanmu jika engkau taat kepada-Nya.
AntifonJauhilah kejahatan, belajarlah melakukan kehendak Allah; Tuhan akan menguatkanmu jika engkau taat kepada-Nya.
Antifon 3Tunggulah Tuhan memimpin, lalu ikutilah jalan-Nya.
AntifonTunggulah Tuhan memimpin, lalu ikutilah jalan-Nya.
Responsorium Kejadian 49:10,8
Responsorium Filipi 2:2,3-4; 1 Tesalonika 5:14,15
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Kirimkanlah cahaya dan kebenaranMu, ya Tuhan.
Mazmur 42 (43)
Antifon 1Kirimkanlah cahaya dan kebenaranMu, ya Tuhan.
Antifon 2Ya Tuhan, sudilah menyelamatkan kami sepanjang hidup kami.
Yes 38,10-14.17-20
Antifon 2Ya Tuhan, sudilah menyelamatkan kami sepanjang hidup kami.
Antifon 3Ya Allah, Engkau pantas dipuji di Sion.
Mazmur 64 (65)
Antifon 3Ya Allah, Engkau pantas dipuji di Sion.
Bacaan Singkat (1Tes 5,4-5)
Lagu Singkat
Antifon KidungSelamatkanlah kami dari tangan semua lawan yang membenci kami, ya Tuhan.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungSelamatkanlah kami dari tangan semua lawan yang membenci kami, ya Tuhan.
Doa Permohonan
℟. Bimbinglah kami pada jalanMu, ya Tuhan.
KebangkitanMu, ya Tuhan Yesus, kami kenangkan dalam doa pagi ini,* semoga harapan akan kemuliaanMu menerangi kami sepanjang hari. ℟.
Terimalah, ya Tuhan, keinginan dan rencana kami,* dan berkatilah segala usaha kami pada hari ini. ℟.
Semoga kami hari ini maju dalam cinta kasihMu,* agar segala hal-ihkwal berguna bagi kami dan bagi semua orang. ℟.
Ya Tuhan, semoga terang kami bercahaya di depan orang,* sehingga mereka melihat perbuatan kami yang baik dan memuliakan Bapa di surga. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pekan II Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (1 Cor 12, 4-6)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Madah
Antifon 1Di perantuan aku mematuhi titahMu.
Mazmur 118 (119),49-56
Antifon 1Di perantuan aku mematuhi titahMu.
Antifon 2Allah akan memulihkan nasib umatNya, dan kita akan bersukacita.
Mazmur 52 (53)
Antifon 2Allah akan memulihkan nasib umatNya, dan kita akan bersukacita.
Antifon 3Allah menjadi penolongku, Tuhanku penopang hidupku.
Mazmur 53 (54),3-6.8-9
Antifon 3Allah menjadi penolongku, Tuhanku penopang hidupku.
Bacaan singkat 1Kor 12,24b.25-26
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pekan II Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (1 Cor 12, 24b. 25-26)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Madah
Antifon 1Tak mungkin kamu sekaligus mengabdi Allah dan kekayaan.
Mazmur 48 (49) I
Antifon 1Tak mungkin kamu sekaligus mengabdi Allah dan kekayaan.
Antifon 2Kumpulkanlah bagimu harta di surga, sabda Tuhan.
Mazmur 48 (49) II
Antifon 2Kumpulkanlah bagimu harta di surga, sabda Tuhan.
Antifon 3Layaklah Anakdomba yang disembelih itu menerima kemuliaan dan hormat.
Why 4,11; 5,9.10-12
Antifon 3Layaklah Anakdomba yang disembelih itu menerima kemuliaan dan hormat.
Bacaan Singkat (Rom 3,23-25a)
Antifon KidungKerjakanlah perbuatan besar bagi kami, ya Tuhan, karena Engkau mahakuasa, dan kuduslah namaMu.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungKerjakanlah perbuatan besar bagi kami, ya Tuhan, karena Engkau mahakuasa, dan kuduslah namaMu.
Doa Permohonan
℟. Lindungilah umatMu, ya Tuhan.
Ya gembala abadi, lindungilah uskup kami bapa...* dan semua gembala umatMu. ℟.
Ya Tuhan, perhatikanlah penuh belaskasihan semua orang yang dianiaya,* dan bebaskanlah mereka segera dari segala kesusahan. ℟.
Kasihanilah, ya Tuhan, semua orang yang papa,* dan berikanlah rezeki kepada yang lapar. ℟.
Terangilah para anggota dewan perwakilan rakyat,* supaya mereka menetapkan undang-undang yang adil dan bijaksana. ℟.
Dampingilah orang-orang yang sudah Kautebus dengan darahMu dan yang kini sudah meninggal,* izinkanlah mereka mengambil bagian dalam perjamuan nikah bersama Engkau. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Doa Tobat
dan aku mengeluh sepanjang hari.℟.Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.℣.Aku mengakui dosaku di hadapanMu, Tuhan,*
dan kesalahanku tidak kusembunyikan.℟.Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.℣.Nasib orang berdosa sengsara belaka,*
tetapi orang yang percaya kepada Tuhan dilimpahi kasih setia.℟.Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.
Madah
AntifonJanganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.
Mazmur 142 (143),1-11
AntifonJanganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.
Bacaan singkat 1Ptr 5,8-9
Lagu singkat
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Beata Maria Romero Meneses
Beata María Romero Meneses lahir di Granada Nikaragua pada tanggal 13 Januari 1902 sebagai seorang dari delapan bersaudara putera-puteri pasangan Félix Romero Arana dan Ana Meneses Blandon. Ayahnya, Felix Romero, adalah seorang Menteri dan Pejabat Tinggi dalam Pemerintahan Presiden José Santos Zelaya (Presiden Nikaragua tahun 1893-1909).
María menerima pendidikan di Sekolah Katolik yang dikelola oleh para Suster Salesian. Ia sangat berbakat dalam bidang seni dan musik sehingga orangtuanya mendatangkan guru-guru privat untuk membimbingnya berlatih piano dan biola. Di usia dua belas tahun, Maria menderita sakit demam rematik. Ia menjadi lumpuh selama enam bulan dan jantungnya rusak permanen akibat efek samping pengobatan medis yang dijalaninya. Ia baru sembuh setelah setahun penuh mendaraskan doa novena kepada Bunda Maria. Bunda Maria Penolong Umat Kristiani kemudian menampakkan diri dan menyembuh penyakitnya. Penglihatan dan Penyembuhan Ilahi yang dialaminya mengilhami Maria untuk membaktikan dirinya menjadi seorang biarawati.
Pada tahun 1920 Maria Romero masuk Biara Puteri-puteri Maria Penolong Umat Kristiani (Figlie di Maria Ausiliatrice atau Daughters of Mary Help of Christians), biara Susteran yang didirikan oleh Santo Yohanes Bosco dan Santa Maria Dominika Mazzarello. Ia lalu berangkat ke El Salvador untuk menjalani masa novisiat dan mengucapkan kaul pertamanya pada tanggal 19 Maret 1920. Kaul keduanya ia ucapkan pada tanggal 16 Januari 1921. Saat itu pembimbing spiritualnya, pater Emilio Bottari,SDB berpesan : "Meskipun masa sulit akan datang dan kamu akan merasa hancur berkeping-keping, setialah dan kuatlah dalam Panggilanmu". Pesan ini selalu diingat suster Maria sepanjang masa hidupnya. Pada tanggal 6 Januari 1929 Suster María Romero Meneses mengucapkan kaul kekal di Biara Suster Salesian Managua, Nikaragua.
Pada tahun 1931 Suster Maria pindah San José Kosta Rika untuk menjadi pendidik di Sekolah yayasan milik biaranya. Ia menjadi guru Seni Musik di Sekolah Puteri Salesian serta menjadi teladan kesalehan dan kesucian hidup bagi para muridnya. Sejumlah besar anak didiknya kelak mengikuti jejaknya menjadi biarawati.
Suster Maria berkerja keras mengembangkan karya sosial Salesian bagi masyarakat disekitarnya. Ia berhasil mengajak keluarga-keluarga kaya di Kosta Rika untuk peduli dan turut aktif membantu para fakir miskin dan anak-anak terlantar disekitar mereka. Ia membangun pusat rekreasi di kota San Jose (Santo Yoseph) pada tahun 1945 dan Pusat Distribusi Makanan bagi para tunawisma pada tahun 1953. Ia mendirikan Sekolah Puteri bagi anak-anak terlantar pada tahun 1961 dan sebuah Klinik Kesehatan gratis pada tahun 1966. Pada tahun 1973 Suster Maria mengorganisir pembangunan tujuh rumah penampungan di desa Centro San Josè untuk menampung para tunawisma.
Suster Maria dikenang sebagai seorang guru yang hebat, Manajer Yayasan dan penggalang dana yang cekatan, serta penginjil berbakat yang mampu membawa sukacita rohani bagi para pendengarnya. Pada awal tahun 1977, ia mengalami serangan jantung dan membuatnya harus dirawat intensif di Rumah Sakit Salesian Las Peñitas, León, Nicaragua. Ia tutup usia di rumah sakit tersebut pada tanggal 7 Juli 1977. Jenazahnya dikirim kembali ke San José di KostaRika dan dimakamkan di kapel biara Salesian.
Suster Maria Romero Meneses, FMA dibeatifikasi oleh Paus Yohanes Paulus II pada tanggal 14 April 2002 dan pestanya dirayakan pada setiap tanggal 7 juli.
Arti nama
Maria = Versi Latin untuk nama Yunani Μαριαμ (Mariam) dan Μαρια (Maria). Ejaan Yunani ini adalah terjemahan yang digunakan dalam Kitab Perjanjian Baru untuk nama Ibrani : מִרְיָם (Miryam).
Dalam Kitab Suci, nama ini pertama kali di temukan pada kitab Keluaran 15:20 (nama saudari Musa dan Harun).
Arti nama "Maria" tidak diketahui secara pasti.
Ada beberapa teori yang menyebutkan nama ini berarti : "Pahit, Pedih, Lautan kepedihan, Lautan Kesedihan", dan "pemberontakan".
Teori lain menyebutkan nama ini berasal dari kata Mesir Kuno : "mr" (cinta) atau: "mry" (kekasih, yang dicintai).
Beato Benediktus XI
Beato Paus Benediktus XI adalah paus kita yang ke-194. Ia menjabat sebagai paus hanya selama sembilan bulan, sejak 22 Oktober 1303 sampai 7 juli 1304. Masa pengabdiannya yang singkat ini penuh dengan berbagai masalah akibat perseteruan antara pendahulunya, paus Bonifasius VIII, dengan Raja Philip IV dari Perancis beserta sekutu Raja, keluarga bangsawan Colonna dari Roma.
Niccola Boccasini lahir di Treviso Italia pada tahun 1240. Ia masuk Biara Dominikan pada tahun 1254. Tahun 1296 ia diangkat menjadi superior General Dominikan dan pada tahun 1298 ia diangkat oleh paus menjadi seorang pangeran Gereja atau Kardinal. Kardinal Boccasini adalah salah satu dari dua kardinal yang berdiri dibelakang Paus Bonifasius VIII di istananya di Anagni, dekat kota Roma, ketika Paus meng-ekskominikasikan Raja Philip IV dari Perancis dan Keluarga Bangsawan Colonna di Roma. Keputusan berani ini diambil paus setelah pertentangan yang berlarut-larut antara Raja dan paus yang dipicu oleh keinginan Raja Philip IV untuk menguasai harta kekayaan Gereja di Perancis. Keluarga Colonna juga ikut terlibat dalam pertentangan ini dgn mendukung Raja Philip, karena mereka menganggap lembaga kepausan adalah ancaman dan halangan bagi kekuasaan mereka.
Keberanian paus Bonifasius VIII ini membuat ia lalu diserang dan ditangkap oleh para pendukung raja dan keluarga Colonna pada tanggal 7 September 1303. Para penyerang ini berusaha untuk menggulingkannya dari tahkta kepausan. Paus kemudian dapat dibebaskan oleh umat; namun beliau meninggal beberapa hari kemudian.
Setelah kematian Paus Bonifasius VII, Kardinal Niccola Boccasini kemudian dengan suara bulat terpilih sebagai paus yang baru dan ditahbiskan dengan nama Paus Benediktus XI pada tanggal 22 Oktober 1303.
Paus Benediktus XI adalah seorang yang saleh, berhati lembut namun sangat tegas. Tak lama setelah pentahbisannya sabagai Paus, ibunya datang untuk menjenguknya. Petugas protokol menerima sang ibu dan mempersiapkannya untuk bertemu dengan Sri Paus dengan memakaikannya pakaian yang mahal seperti seorang wanita bangsawan. Tapi, ketika Paus Kudus ini melihat ibunya datang dengan berpakaian mewah dan diiring oleh serombongan pelayan, ia menolak untuk mengenalinya, dan berkata : " Ibu saya hanyalah seorang tukang cuci yang miskin, bukan seorang puteri seperti ini".
Sang ibu lalu mengganti pakaian sutra yang mahal tersebut, dan kembali lagi dalam pakaian kasar para petani miskin seperti yang sehari-hari selalu dikenakannya. Ketika Benediktus melihatnya demikian, ia turun dari singgasananya untuk bertemu dengannya. Ia bersimpuh dikaki sang ibu dan dengan penuh hormat dan kasih sayang ia melayani ibunya.
Terhadap masalah pertentangan antara Gereja dan Raja Philip IV yang diwarisinya dari paus pendahulunya; Benediktus XI mengambil langkah yang lebih persuasif namun tetap tegas dan prinsipil. Ia mencabut hukuman Ekskomunikasi dan memberi pengampunan kepada Raja Philip; dan ia memulihkan nama baik Keluarga Colonna. Namun ia tidak mencabut hukuman ekskomunikasi kepada mereka yang terlibat langsung dalam penyerangan dan tindakan kekerasan terhadap Paus Bonifasius VIII. Ia menolak untuk mengampuni Sciarra Colonna, orang yang memimpin penyerangan terhadap paus Bonifasius VIII, dan juga Guillaume de Nogaret, penasihat Raja Philip, yang pernah mengecam Paus Bonifasius.
Namun kemurahan hati Sri Paus sama sekali tidak menyentuh hati Philip. Ia terus saja menunjukkan sikap anti Paus dan tetap menindas para pendukung paus. Sementara Paus Benediktus dengan hati lapang dan penuh kebapaan tetap memanggil Raja Phillip dengan panggilan “anakku yang terkasih”.
Paus Benediktus XI meninggal secara mendadak pada tanggal 7 Juli 1304. Banyak orang menduga bahwa Paus Kudus ini meninggal karena diracun oleh orang suruhan Guillaume de Nogaret.
Ia dimakamkan di gereja Biara Dominikan di Perugia.
Arti nama
Benediktus = Diberkati (Latin)
Santo Odo
Odo lahir sebagai karunia khusus dari Allah. Ayahnya-seorang perwira militer Prancis-terus berdoa memohon dari Tuhan seorang anak laki-laki. Dan Tuhan mengabulkan permohonannya dengan mengaruniakan Odo kepadanya.
Ketika dipermandikan, sang ayah mempersembahkan Odo kepada perlindungan Santo Martinus dari Tours. Sepanjang hidupnya, Odo menaruh hormat dan devosi khusus kepada Santo Martinus. Ayahnya menginginkan Odo menjadi seorang ksatria yang tangkas menggunakan pedang. Tetapi Tuhan merencanakan sesuatu yang lain dari kehendak ayahnya.
Kesehatan Odo yang terus terganggu dan karena itu tidak layak untuk menjalani hidup kemiliteran, menjadi suatu alasan kuat baginya untuk menolak rencana ayahnya. Sementara itu keinginannya untuk menjadi seorang imam semakin membara. Akhirnya ia secara terbuka mengatakan keinginan dan cita-citanya itu kepada ayahnya. Lalu dengan restu ayahnya, Odo berangkat ke Tours untuk menjalani pendidikan imamat.
Odo masuk ordo Santo Benediktus. Pada tahun 927, ia dipilih menjadi Abbas di biara Cluni. Sebagai pemimpin biara, ia bersikap tegas dalam hal pelaksanaan aturan-aturan hidup membiara, tetapi bijaksana dan lembut kepada rekan-rekan sebiara. Ia pun tetap menjadi seorang pengagum Santo Martinus dengan devosi-devosinya.
Ia pergi ke Roma dan di sana ia jatuh sakit. Ia segera kembali ke Tours, karena keinginannya untuk meninggal di sana dan dikuburkan di samping Santo Martinus. Ia tiba di Tours tepat pada pesta Santo Martinus. Setelah menyiapkan diri selama beberapa hari, Odo meninggal pada tanggal 18 November 942
Santo Willibaldus
Santo Willibaldus berasal dari keluarga aristokrat Inggris yang kudus. Ia adalah putra Santo Richard (Santo Richard Peziarah) dan saudara dari Santa Walburga serta Santo Winebald. Seorang pamannya juga menjadi seorang kudus; yaitu Santo Bonifasius, Uskup dan rasul bangsa Jerman yang terkenal itu.
Willibaldus lahir pada tanggal 21 Oktober 700 di Wessex, Inggris. Pada usia tiga tahun, ia menderita sakit parah yang membuatnya sekarat dan hampir mati. Kedua orang tuanya kemudian berdoa memohon kesembuhannya dan berkaul jika ia terhindar dari kematian, hidupnya akan dipersembahkan kepada Tuhan. Willibaldus kemudian secara ajaib bangkit kembali dan sembuh. Dua tahun kemudian ia diantar kedua orang tuanya masuk biara Benediktin Waltham, di Hampshire, Inggris.
Pada tahun 722, biarawan Willibaldus menemani ayahnya dan saudaranya Winebald dalam perjalanan ziarah ke Roma dan tanah suci Yerusalem. Santo Richard meninggal dunia dalam perjalanan ini sedangkan Winebald jatuh sakit dan harus tinggal di Roma untuk menjalani perawatan. Willibaldus terus melanjutkan perjalanan ziarah ini dan tiba di Yerusalem pada tanggal 11 November 725. Ia “mungkin” adalah peziarah Inggris pertama yang tiba di Yerusalem. Buku catatan perjalan ziarahnya (kelak diterbitkan sebagai buku dengan judul The Hodoeporicon of Saint Willibald), adalah catatan perjalanan ziarah pertama ke Yerusalem dari seorang berkebangsaan Inggris.
Kembali dari tanah suci Yerusalem, Willibaldus berziarah ke berbagai tempat ziarah di Asia kecil dan Eropa. Ia singgah di Efesus dan berziarah ke Basilika Santo Yohanes, tempat Rasul dan penulis Injil itu dimakamkan (Basilika yang megah itu kini tinggal puing-puing belaka). Ia singgah di Patara, tempat kelahiran Santo Nikolaus, uskup Myra yang kudus sumber tradisi Santa Clauss pada setiap hari Natal. Dari Patara Willibaldus tinggal sebentar di biara Mount Chelidonium, lalu berlayar ke pulau Siprus. Disini ia disambut seorang Uskup Yunani dan ditemani berziarah ke Basilika tempat disemayamkannya relikwi santo Yohanes Pembabtis. Dari Siprus Willibaldus menuju ke Konstantinopel.
Ia tinggal di ibukota Kerajaan Romawi Timur selama dua tahun dan sering mempergunakan waktunya ke Nicea untuk mempelajari dokumen Konsili Nicea Pertama yang diselenggarakan oleh Kaisar Konstantinus Agung. Perjalanannya ia teruskan ke Italia. Ia berlayar melalui Sicilia dan tiba di Naples kira-kira sepuluh tahun semenjak ia meninggalkan Inggris, dan tujuh tahun sejak meninggalkan saudaranya Winebald di Roma. Willibaldus tinggal di Italia selama hampir sepuluh tahun di Biara utama Ordo Benediktin di Monte Cassino. Disini Willibaldus diberi tanggung jawab sebagai seorang koster, pembimbing para calon peziarah dan seorang portir penjaga pintu biara.
Pada tahun 739, Willibaldus menemani abbas biara Monte Cassino, Santo Petronax, yang dipanggil Paus Gregorius III ke Roma. Mengetahui kehadirannya bersama abbas Petronax, paus memanggil Willibaldus untuk sebuah audiensi pribadi. Beliau ingin mendengar langsung kisah perjalanan ziarah yang luar biasa dari biarawan Inggris tersebut. Setelah audiensi, paus mengatakan pada Willibaldus bahwa Takhta Suci telah menerima khabar gembira dari pamannya Bonifasius di Jerman. Rasul bangsa Jerman tersebut mengabarkan bahwa iman Kristiani telah berkembang dengan pesat di Jerman. Bonifasius kini membutuhkan banyak imam dan biarawan demi membimbing umat diJerman. Paus lalu meminta kesediaan Willibaldus untuk diutus menjadi missionaris ke sana.
Willibaldus tiba di Jerman pada tahun 740 (kemungkinan besar ia tiba bersama saudaranya Winebald, walau ada sumber lain yang menyatakan bahwa Santo Willibaldus baru bertemu lagi dengan Santo Winebald pada tahun 742 di Thuringia). Bersama Santo Bonifasius, mereka berkarya mendirikan biara dan Gereja di wilayah yang baru menerima iman Kristiani ini. Tahun berikutnya Santo Bonifasius mengutus Willibaldus dan Winebald ke Eichstätt, lalu ke Thuringia. Mereka berkarya dengan luar biasa dan membaptis banyak orang hingga setahun kemudian wilayah Thuringia dikukuhkan menjadi sebuah keuskupan baru. Benih panggilan yang mereka taburkan menuai buah yang berlimpah. Ditahun itu juga Willibaldus bersama Winebald mendirikan sebuah biara Benediktin di Heidenheim. Santo Winebald kemudian menjadi abbas biara yang pertama dan Santa Wilburga menjadi Abbess selanjutnya.
Ketika Keuskupan Eichstätt terbentuk pada tahun 745, Willibaldus ditunjuk menjadi uskup yang pertama. Ia memimpin umat di wilayah Bavaria ini selama lebih dari empat dekade. Missionaris ini tutup usia pada tanggal 7 Juli 781. Jenazahnya dimakamkan dalam Kathedral Eichstätt yang saat ini di kenal dengan nama The Cathedral of Our Lady, St.Willibaldus and St.Salvator of Horta.(qq)
Arti nama
Willibaldus = Pelindung, Perlindungan (Old German)
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari