Doa Katolik
Doa Hari Ini

Minggu XV Masa Biasa

Minggu, 12 Juli 2037· Hijau · Pekan Psalterium III
12 Juli 2037

Bacaan Misa

Minggu XV Masa Biasa

Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.

Bacaan Pertama

Firman itu sangat dekat padamu, hendaklah engkau melaksanakannya.

Pada waktu itu, Musa memanggil segenap orang Israel berkumpul, lalu berkata kepada mereka, “Hendaklah engkau mendengarkan suara Tuhan, Allahmu, dengan berpegang pada perintah dan ketetapan-Nya, yang tertulis dalam kitab Taurat ini; dan hendaklah engkau berbalik kepada Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu. Sebab perintah ini, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, tidaklah terlalu sukar bagimu, dan tidak pula terlalu jauh; tidak di langit tempatnya, sehingga engkau berkata: Siapakah yang akan naik ke langit untuk mengambilnya bagi kita dan memperdengarkannya kepada kita, supaya kita melaksanakannya? Juga tidak di seberang laut tempatnya, sehingga engkau berkata: Siapakah yang akan pergi ke seberang laut untuk mengambilnya bagi kita dan memperdengarkannya kepada kita, supaya kita melaksanakannya? Firman itu sangat dekat padamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu; hendaklah engkau melaksanakannya.”

Mazmur Tanggapan (PS 144)

Refren: Tuhan sudi dengarkan rintihan umat-Mu.

Aku berdoa kepada-Mu, ya Tuhan, aku bermohon pada waktu Engkau berkenan, ya Allah; demi kasih setia-Mu yang besar jawablah aku dengan pertolongan-Mu yang setia! Jawablah aku, ya Tuhan, sebab baiklah kasih setia-Mu, berpalinglah kepadaku menurut rahmat-Mu yang besar!

Aku ini tertindas dan kesakitan, keselamatan daripada-Mu,ya Allah, kiranya melindungi aku! Aku akan memuji-muji nama Allah dengan nyanyian, mengagungkan Dia dengan lagu syukur.

Lihatlah, hai orang-orang yang rendah hati, dan bersukacitalah; biarlah hatimu hidup kembali, hai kamu yang mencari Allah! Sebab Tuhan mendengarkan orang-orang miskin, dan tidak memandang hina orang-orang-Nya yang ada dalam tahanan.

Sebab Allah akan menyelamatkan Sion dan membangun kota-kota Yehuda. Anak cucu hamba-hamba-Nya akan mewarisinya, dan orang-orang yang mencintai nama-Nya akan diam di situ.

Bacaan Kedua

Segala sesuatu diciptakan oleh dan untuk Kristus.

Saudara-saudara, Kristus adalah gambar Allah yang tidak kelihatan. Dia adalah yang sulung, yang lebih utama dari segala yang diciptakan, karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di surga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana maupun kerajaan, baik pemerintah maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. Ia ada mendahului segala sesuatu, dan segala sesuatu ada di dalam Dia. Dialah kepala tubuh, yaitu Jemaat.Dialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia lebih utama dalam segala sesuatu. Seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia, dan oleh Dialah Allah memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi maupun yang ada di surga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus.

Bait Pengantar Injil

Alleluya, alleluya.

Tuhan, Sabda-Mu adalah roh dan kehidupan. Sabda-Mu adalah Sabda hidup yang kekal.

Alleluya, alleluya.

Bacaan Injil
Lukas.10:25-37

Siapakah sesamaku?

Sekali peristiwa, seorang ahli Taurat berdiri hendak mencobai Yesus, katanya, “Guru, apakah yang harus kulakukan untuk memperoleh hidup yang kekal?” Jawab Yesus kepadanya, “Apa yang tertulis dalam Hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?” Jawab orang itu, “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu; dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Kata Yesus kepadanya, “Jawabmu itu benar! Perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup.” Tetapi untuk membenarkan dirinya, orang itu berkata lagi kepada Yesus, “Dan siapakah sesamaku manusia?” Jawab Yesus, “Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho. Ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi juga memukulinya, dan sesudah itu meninggalkannya setengah mati. Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu. Ia melihat orang itu, tetapi melewatinya dari seberang jalan. Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu. Ketika melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan. Lalu datanglah ke tempat itu seorang Samaria yang sedang dalam perjalanan. Ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri, lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya. Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya, ‘Rawatlah dia, dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya waktu aku kembali.’ Menurut pendapatmu siapakah di antara ketiga orang ini adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?” Jawab ahli Taurat itu, “Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya.” Kata Yesus kepadanya, “Pergilah, dan perbuatlah demikian!”

Invitatorium

Minggu XV Masa Biasa

Pekan III Mazmur

Pembukaan

AntifonMarilah kita bernyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi penyelamat kita, alleluya.

Mazmur 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonMarilah kita bernyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi penyelamat kita, alleluya.

Ibadat Bacaan

Minggu XV Masa Biasa

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, datanglah menolong aku.
℟.Tuhan, bersegeralah menolong aku.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

MADAH (1. Allah Bapa, pujian dan kemuliaan)

Anak-anak-Mu datang menyanyi.

Kerelaan dan damai bagi umat manusia.

Karunia-karunia kerajaan-Mu datang.

Refrain:

Ya Tritunggal Mahakudus.

Kesatuan yang tak terbagi;

Allah Kudus, Allah Perkasa.

Allah Abadi, disembah.

2. Dan Engkau, Tuhan Kekal,

Putra tunggal Allah;

Ya Yesus, Raja yang diurapi.

Engkau telah memenangkan penebusan.

Refrain:

Ya Tritunggal Mahakudus.

Kesatuan yang tak terbagi;

Allah Kudus, Allah Perkasa.

Allah Abadi, disembah.

3. Ya Roh Kudus, Pencipta

Karunia Allah yang mahatinggi;

Hidup, kasih, dan hikmat kudus,

Kelemahan kami kini penuhilah.

Refrain:

Ya Tritunggal Mahakudus.

Kesatuan yang tak terbagi;

Allah Kudus, Allah Perkasa.

Allah Abadi, disembah.

Pendarasan Mazmur

Antifon 1Hari demi hari aku akan memuji Engkau, Tuhan, alleluya.

Mazmur 144 (145)

Pujian atas keagungan Allah

Tuhan, Engkau adalah Yang Adil, yang ada dan yang akan ada (Wahyu 16:5).

I
Aku akan memuliakan Engkau, ya Allah Rajaku,

Aku akan memberkati nama-Mu selama-lamanya.

AntifonHari demi hari aku akan memuji Engkau, Tuhan, alleluya.

Aku akan memuji Engkau hari demi hari

dan memuliakan nama-Mu selama-lamanya.

Tuhan itu agung, sangat terpuji,

keagungan-Nya tak terukur.

AntifonHari demi hari aku akan memuji Engkau, Tuhan, alleluya.

Turun-temurun akan mewartakan karya-karya-Mu,

akan menyatakan perbuatan-perbuatan-Mu yang perkasa,

akan berbicara tentang kemegahan dan kemuliaan-Mu,

menceritakan kisah karya-karya-Mu yang menakjubkan.

AntifonHari demi hari aku akan memuji Engkau, Tuhan, alleluya.

Mereka akan berbicara tentang perbuatan-perbuatan-Mu yang dahsyat,

menceritakan keagungan dan kekuatan-Mu.

Mereka akan mengingat kebaikan-Mu yang melimpah;

turun-temurun akan menyuarakan keadilan-Mu.

AntifonHari demi hari aku akan memuji Engkau, Tuhan, alleluya.

Tuhan itu baik dan penuh belas kasihan,

lambat marah, melimpah dalam kasih.

Betapa baiknya Tuhan bagi semua,

berbelas kasihan kepada semua ciptaan-Nya.

AntifonHari demi hari aku akan memuji Engkau, Tuhan, alleluya.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonHari demi hari aku akan memuji Engkau, Tuhan, alleluya.

Antifon 2Kerajaan-Mu, Tuhan, adalah kerajaan yang kekal, alleluya.

II
Segala ciptaan-Mu akan bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan,

dan sahabat-sahabat-Mu akan mengulang berkat mereka.

Mereka akan berbicara tentang kemuliaan kerajaan-Mu

dan menyatakan kekuatan-Mu, ya Allah,
untuk memberitahukan kepada manusia perbuatan-perbuatan-Mu yang perkasa

dan kemegahan mulia kerajaan-Mu.

Kerajaan-Mu adalah kerajaan yang kekal;

kekuasaan-Mu berlangsung dari zaman ke zaman.

AntifonKerajaan-Mu, Tuhan, adalah kerajaan yang kekal, alleluya.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonKerajaan-Mu, Tuhan, adalah kerajaan yang kekal, alleluya.

Antifon 3Tuhan setia dalam segala firman-Nya dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya, alleluya.

III
Tuhan setia dalam segala firman-Nya

dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya.

Tuhan menopang semua yang jatuh

dan mengangkat semua yang tertunduk.

AntifonTuhan setia dalam segala firman-Nya dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya, alleluya.

Mata semua makhluk memandang kepada-Mu

dan Engkau memberi mereka makanan pada waktunya.

Engkau membuka tangan-Mu lebar-lebar,

mengabulkan keinginan semua yang hidup.

AntifonTuhan setia dalam segala firman-Nya dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya, alleluya.

Tuhan adil dalam segala jalan-Nya

dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya.

Ia dekat kepada semua yang memanggil-Nya,

yang memanggil-Nya dari hati mereka.

AntifonTuhan setia dalam segala firman-Nya dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya, alleluya.

Ia mengabulkan keinginan orang-orang yang takut akan Dia,

Ia mendengar seruan mereka dan menyelamatkan mereka.

Tuhan melindungi semua yang mengasihi-Nya;

tetapi orang fasik akan Ia binasakan sama sekali.

AntifonTuhan setia dalam segala firman-Nya dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya, alleluya.

Biarlah aku mengucapkan pujian Tuhan,

biarlah seluruh umat manusia memberkati nama-Nya yang kudus

selama-lamanya, untuk abad-abad yang tak berkesudahan.

AntifonTuhan setia dalam segala firman-Nya dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya, alleluya.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Tuhan, dekatlah kepada semua yang memanggil-Mu dengan kebenaran dan tingkatkanlah pengabdian orang-orang yang menghormati Engkau. Dengarkanlah doa-doa mereka dan selamatkanlah mereka, agar mereka senantiasa mengasihi Engkau dan memuji nama-Mu yang kudus.

AntifonTuhan setia dalam segala firman-Nya dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya, alleluya.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) – saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Dengarkanlah perkataan-Ku.

℟ Perhatikanlah perintah-perintah-Ku.

Bacaan Pertama

Dari Kitab Kedua Samuel

12:1-25

Pertobatan Daud
Tuhan mengutus Natan kepada Daud, dan ketika ia datang kepadanya, ia berkata: “Hakimilah perkara ini bagiku! Di sebuah kota tertentu ada dua orang, yang satu kaya, yang lain miskin. Orang kaya itu memiliki kawanan domba dan ternak dalam jumlah besar. Tetapi orang miskin itu tidak memiliki apa-apa kecuali seekor anak domba betina kecil yang telah dibelinya. Ia memeliharanya, dan anak domba itu tumbuh bersamanya dan anak-anaknya. Ia berbagi sedikit makanan yang dimilikinya dan minum dari cawan-Nya dan tidur di pangkuannya. Ia seperti seorang putri baginya. Sekarang, orang kaya itu menerima seorang tamu, tetapi ia tidak mau mengambil dari kawanan domba dan ternaknya sendiri untuk menyiapkan makanan bagi musafir yang datang kepadanya. Sebaliknya ia mengambil anak domba betina milik orang miskin itu dan menjadikannya makanan bagi tamunya.” Daud sangat marah kepada orang itu dan berkata kepada Natan: “Demi Tuhan yang hidup, orang yang melakukan ini pantas mati! Ia harus mengembalikan anak domba betina itu empat kali lipat karena ia telah melakukan ini dan tidak memiliki belas kasihan.”
Kemudian Natan berkata kepada Daud: “Engkaulah orang itu! Demikianlah firman Tuhan Allah Israel: ‘Aku telah mengurapi engkau menjadi raja Israel. Aku telah menyelamatkan engkau dari tangan Saul. Aku telah memberikan kepadamu rumah tuanmu dan istri-istri tuanmu untuk engkau miliki. Aku telah memberikan kepadamu rumah Israel dan Yehuda. Dan jika ini tidak cukup, Aku masih bisa menghitung lebih banyak lagi untukmu. Mengapa engkau menghina Tuhan dan melakukan kejahatan di mata-Nya? Engkau telah membunuh Uria orang Het dengan pedang; engkau mengambil istrinya sebagai milikmu sendiri, dan ia engkau bunuh dengan pedang orang Amon. Maka sekarang, pedang tidak akan pernah menjauh dari rumahmu, karena engkau telah menghina Aku dan telah mengambil istri Uria menjadi istrimu.’ Demikianlah firman Tuhan: ‘Aku akan mendatangkan kejahatan atasmu dari rumahmu sendiri. Aku akan mengambil istri-istrimu selagi engkau hidup untuk melihatnya, dan akan memberikannya kepada tetanggamu. Ia akan tidur dengan istri-istrimu di siang bolong. Engkau telah melakukan perbuatan ini secara rahasia, tetapi Aku akan melaksanakannya di hadapan seluruh Israel, dan dengan matahari memandang.’”
Kemudian Daud berkata kepada Natan, “Aku telah berdosa terhadap Tuhan.” Natan menjawab Daud: “Tuhan pada bagian-Nya telah mengampuni dosamu: engkau tidak akan mati. Tetapi karena engkau telah benar-benar menghina Tuhan dengan perbuatan ini, anak yang lahir bagimu pasti akan mati.” Kemudian Natan kembali ke rumahnya.
Tuhan menimpa anak yang dilahirkan istri Uria bagi Daud, dan anak itu menjadi sakit parah. Daud memohon kepada Allah untuk anak itu. Ia berpuasa, pensiun untuk malam itu untuk berbaring di tanah dengan mengenakan kain kabung. Para tua-tua rumahnya berdiri di sampingnya mendesaknya untuk bangkit dari tanah; tetapi ia tidak mau, juga tidak mau makan bersama mereka. Pada hari ketujuh, anak itu meninggal. Namun, hamba-hamba Daud takut untuk memberitahunya bahwa anak itu telah meninggal, karena mereka berkata: “Ketika anak itu masih hidup, kami berbicara kepadanya, tetapi ia tidak mau mendengarkan apa yang kami katakan. Bagaimana kami bisa memberitahunya bahwa anak itu telah meninggal? Ia mungkin melakukan sesuatu yang buruk!” Tetapi Daud memperhatikan hamba-hambanya berbisik-bisik di antara mereka sendiri dan menyadari bahwa anak itu telah meninggal. Ia bertanya kepada hamba-hambanya, “Apakah anak itu sudah meninggal?” Mereka menjawab, “Ya, ia sudah meninggal.”
Bangkit dari tanah, Daud mandi dan mengurapi dirinya, dan mengganti pakaiannya. Kemudian ia pergi ke rumah Tuhan dan beribadah. Ia kembali ke rumahnya sendiri, di mana atas permintaannya makanan disajikan di hadapannya, dan ia makan. Hamba-hambanya berkata kepadanya: “Apa yang sedang engkau lakukan ini? Ketika anak itu masih hidup, engkau berpuasa dan menangis dan berjaga; sekarang setelah anak itu meninggal, engkau bangkit dan makan.” Ia menjawab: “Ketika anak itu masih hidup, aku berpuasa dan menangis, berpikir, ‘Mungkin Tuhan akan mengaruniakan hidup anak itu kepadaku.’ Tetapi sekarang ia sudah meninggal. Mengapa aku harus berpuasa? Bisakah aku membawanya kembali? Aku akan pergi kepadanya, tetapi ia tidak akan kembali kepadaku.”
Kemudian Daud menghibur istrinya Batsyeba. Ia pergi dan tidur dengannya; dan ia mengandung dan melahirkan seorang putra, yang diberi nama Salomo. Tuhan mengasihi dia dan mengutus nabi Natan untuk menamainya Yedidya, atas nama Tuhan.

Responsorium Doa Manasye 9, 10; Mazmur 51:5,6

Dosa-dosaku lebih banyak dari pasir di laut, dan pelanggaran-pelanggaranku banyak. Aku tidak layak mengangkat mataku ke ketinggian surga karena pelanggaran-pelanggaranku yang tak terhitung; karena aku telah membangkitkan amarah-Mu,

℟ dan aku telah melakukan kejahatan di hadapan-Mu.
Aku tahu kesalahanku, dan dosaku selalu ada di hadapanku, karena aku telah berdosa terhadap-Mu sendiri.

℟ Dan aku telah melakukan kejahatan di hadapan-Mu.
Bacaan Kedua

Dari khotbah Santo Agustinus, uskup

Kurban bagi Allah adalah roh yang hancur
Aku mengakui pelanggaranku, kata Daud. Jika aku mengakui kesalahanku, maka Engkau akan mengampuninya. Jangan pernah kita berasumsi bahwa jika kita menjalani hidup yang baik kita akan tanpa dosa; hidup kita harus dipuji hanya ketika kita terus memohon pengampunan. Tetapi manusia adalah makhluk yang putus asa, dan semakin sedikit mereka berkonsentrasi pada dosa-dosa mereka sendiri, semakin tertarik mereka pada dosa-dosa orang lain. Mereka mencari untuk mengkritik, bukan untuk mengoreksi. Tidak dapat memaafkan diri sendiri, mereka siap menuduh orang lain. Ini bukanlah cara yang ditunjukkan Daud kepada kita untuk berdoa dan menebus kesalahan kepada Allah, ketika ia berkata: Aku mengakui pelanggaranku, dan dosaku selalu ada di hadapanku. Ia tidak berkonsentrasi pada dosa-dosa orang lain; ia mengarahkan pikirannya pada dirinya sendiri. Ia tidak hanya mengelus permukaan, tetapi ia menyelam ke dalam dan masuk jauh ke dalam dirinya sendiri. Ia tidak menyayangkan dirinya sendiri, dan oleh karena itu tidak kurang ajar dalam meminta untuk disayangkan.
Apakah Engkau ingin Allah ditenangkan? Pelajarilah apa yang harus Engkau lakukan agar Allah berkenan kepada-Mu. Perhatikan lagi mazmur: Jika Engkau menginginkan kurban, aku pasti akan memberikannya; dalam kurban bakaran Engkau tidak akan bersukacita. Apakah Engkau kemudian akan tanpa kurban? Apakah Engkau tidak akan mempersembahkan apa-apa? Apakah Engkau akan menyenangkan Allah tanpa persembahan? Perhatikan apa yang Engkau baca dalam mazmur yang sama: Jika Engkau menginginkan kurban, aku pasti akan memberikannya; dalam kurban bakaran Engkau tidak akan bersukacita. Tetapi teruslah mendengarkan, dan katakanlah bersama Daud: Kurban bagi Allah adalah roh yang hancur; Allah tidak menghina hati yang hancur dan rendah hati. Buanglah persembahan-persembahan-Mu yang lama, karena sekarang Engkau telah mengetahui apa yang harus Engkau persembahkan. Pada zaman bapa-bapa-Mu Engkau akan membuat persembahan ternak—ini adalah kurban-kurban. Jika Engkau menginginkan kurban, aku pasti akan memberikannya. Maka ini, Tuhan, Engkau tidak menginginkannya, namun Engkau menginginkan kurban.
Engkau tidak akan bersukacita dalam kurban bakaran, kata Daud. Jika Engkau tidak akan bersukacita dalam kurban bakaran, apakah Engkau akan tetap tanpa kurban? Sama sekali tidak. Kurban bagi Allah adalah roh yang hancur; Allah tidak menghina hati yang hancur dan rendah hati.
Engkau sekarang memiliki persembahan yang harus Engkau buat. Tidak perlu memeriksa kawanan, tidak perlu melengkapi kapal dan melakukan perjalanan ke provinsi-provinsi terjauh untuk mencari kemenyan. Carilah di dalam hati-Mu apa yang menyenangkan Allah. Hati-Mu harus hancur. Apakah Engkau takut bahwa ia mungkin binasa begitu saja? Engkau memiliki jawaban: Ciptakanlah hati yang bersih dalam diriku, ya Allah. Agar hati yang bersih tercipta, hati yang kotor harus dihancurkan.
Kita harus tidak senang dengan diri kita sendiri ketika kita melakukan dosa, karena dosa tidak menyenangkan Allah. Meskipun kita berdosa, marilah kita setidaknya seperti Allah dalam hal ini, bahwa kita tidak senang dengan apa yang tidak menyenangkan-Nya. Maka dalam beberapa ukuran Engkau akan selaras dengan kehendak Allah, karena Engkau menemukan tidak menyenangkan dalam diri-Mu apa yang menjijikkan bagi Pencipta-Mu.

Responsorium

Dosa-dosaku, ya Tuhan, telah menembusku seperti panah; tetapi sebelum mereka melukaiku,

℟ sembuhkanlah aku, ya Allah, dengan minyak pertobatan.
Ciptakanlah hati yang bersih dalam diriku, ya Allah, dan taruhlah roh yang baru dan teguh di dalam diriku.

℟ Sembuhkanlah aku, ya Allah, dengan minyak pertobatan.

Te Deum

Engkau adalah Allah: kami memuji-Mu;

Engkau adalah Tuhan: kami memuliakan-Mu;

Engkau adalah Bapa yang kekal:

Seluruh ciptaan menyembah-Mu.
Kepada-Mu semua malaikat, semua kuasa surga,

Kerubim dan Serafim, bernyanyi dalam pujian tak berkesudahan:

Kudus, kudus, kudus, Tuhan, Allah kuasa dan kekuatan,

langit dan bumi penuh dengan kemuliaan-Mu.
Persekutuan mulia para rasul memuji-Mu.

Persekutuan luhur para nabi memuji-Mu.

Pasukan martir berjubah putih memuji-Mu.
Di seluruh dunia Gereja kudus memuliakan-Mu:

Bapa, kemuliaan-Mu tak terbatas,

Putra-Mu yang sejati dan tunggal, layak disembah,

dan Roh Kudus, pembela dan pembimbing.
Engkau, Kristus, adalah Raja kemuliaan,

Putra Bapa yang kekal.
Ketika Engkau menjadi manusia untuk membebaskan kami

Engkau tidak menghina rahim Perawan.
Engkau mengalahkan sengat maut,

dan membuka kerajaan surga bagi semua orang percaya.
Engkau duduk di sisi kanan Allah dalam kemuliaan.

Kami percaya bahwa Engkau akan datang, dan menjadi hakim kami.
Datanglah, Tuhan, dan tolonglah umat-Mu,

yang dibeli dengan harga darah-Mu sendiri,

dan bawalah kami bersama para kudus-Mu

ke kemuliaan abadi.
Selamatkanlah umat-Mu, Tuhan, dan berkatilah warisan-Mu.

℟ Pimpin dan tegakkanlah mereka sekarang dan selalu.
Hari demi hari kami memuji-Mu.

℟ Kami memuji nama-Mu selamanya.
Jagalah kami hari ini, Tuhan, dari segala dosa.

℟ Kasihanilah kami, Tuhan, kasihanilah.
Tuhan, tunjukkanlah kasih dan belas kasihan-Mu kepada kami,

℟ karena kami telah menaruh kepercayaan kami kepada-Mu.
Dalam Engkau, Tuhan, adalah harapan kami:

℟ Dan kami tidak akan pernah berharap dengan sia-sia.

Doa Penutup

Ya Allah,

yang dalam kerendahan Putra-Mu

telah mengangkat dunia yang jatuh,

penuhilah umat-Mu yang setia dengan sukacita kudus,

karena kepada mereka yang telah Engkau selamatkan dari perbudakan dosa

Engkau menganugerahkan kebahagiaan abadi.

Melalui Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

℟ Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)

Marilah kita memuji Tuhan.

℟ Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Minggu XV Masa Biasa

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Allah hidup dan meraja
Alleluya, alleluya
Maut sudah dikalahkan
Hidup sudah dilimpahkan.
Alleluya, alleluya
Terpujilah Kristus Tuhan.

Hari ini hari Tuhan
Alleluya, alleluya
Hari penuh kesukaan
Hari raya kebangkitan
Alleluya, alleluya
Terpujilah Kristus Tuhan.

Mari kita bergembira
Alleluya, alleluya
Bersyukur sambil memuji,
Bermadah sambil bernyanyi
Alleluya, alleluya
Terpujilah Kristus Tuhan.

Antifon 1Tuhan kita agung, melebihi angkasa raya. Alleluya.

Mazmur 92 (93)

Tuhan meraja, berpakaian kemuliaan,*
dan kejayaan ikat pinggangNya.

Bumi Kaualaskan dengan kokoh tak tergoyangkan,+
takhtaMu teguh sejak dahulu,*
dari sediakala Engkau ada.

Air pasang meningkat, ya Tuhan,+
air pasang meningkatkan suaranya,*
air pasang meningkatkan deru geloranya.

Namun Tuhan dahsyat melebihi deru air pasang,+
hebat melebihi empasan samudera,*
agung melebihi angkasa raya.

TakhtaMu diteguhkan dari sediakala, ya Tuhan,*
rumahMu menggemakan pujian para kudus, untuk selama-lamanya.

Antifon 1Tuhan kita agung, melebihi angkasa raya. Alleluya.

Antifon 2Tuhan, kepadaMulah pujian selama segala abad.

Dan 3,57-88.56

Pujilah Tuhan, segala karya Tuhan,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, semua malaikat Tuhan,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan seluruh isi surga,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, segala air di atas langit,*
angkasa raya Tuhan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, matahari dan bulan,*
segala bintang di langit, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, hujan dan embun,*
angin dan taufan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, api dan panas-terik,*
hawa sejuk dan dingin, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, kabut dan gerimis,*
halilintar dan awan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, siang dan malam,*
terang dan gelap, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, seluruh bumi,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, gunung dan bukit,*
segala yang tumbuh di bumi, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, segala mata air,*
lautan dan sungai, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, segala yang hidup di dalam air,*
unggas di udara, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, binatang buas dan jinak,*
semua manusia, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, umat Israel,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, para Imam,*
semua pelayanNya, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, orang yang takwa,*
semua yang suci dan rendah hati, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, Ananya, Azarya dan Misael,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Marilah kita memuji Bapa, Putera dan Roh kudus,*
memuji dan meluhurkan Dia selama-lamanya.

Kidung ini tidak ditutup dengan 'Kemuliaan'.

Antifon 2Tuhan, kepadaMulah pujian selama segala abad.

Antifon 3Pujilah Tuhan dari surga.

Mazmur 148

Pujilah Tuhan dari surga,*
pujilah Dia di angkasa raya!

Pujilah Tuhan, semua malaikatNya,*
pujilah Dia, seluruh bala tentaraNya!

Pujilah Tuhan, matahari dan bulan,*
pujilah Dia, segala bintang yang gemerlapan!

Pujilah Tuhan, langit yang tertinggi,*
dan segala air di atas langit!

Hendaknya semua memuji nama Tuhan,*
Tuhan memberi perintah, maka terciptalah semuanya.

Tuhan menempatkan mereka untuk selama-lamanya,*
ketetapan Tuhan senantiasa berlaku.

Pujilah Tuhan di bumi,*
naga lautan dan segenap samudera raya,

api dan hujan es, salju dan kabut,*
angin badai, yang melaksanakan firmanNya.

Pujilah Tuhan, gunung-gemunung dan segala bukit,*
pohon buah dan segala pohon kayu,

binatang liar dan segala ternak,*
binatang melata dan burung bersayap.

Pujilah Tuhan, para raja di bumi dan segala bangsa,*
para penguasa dan segala suku di dunia;

para memuda dan pemudi,*
kaum tua berserta anak-anak.

Hendaknya mereka memuji nama Tuhan,*
sebab hanya nama Tuhanlah tinggi luhur.

Walaupun kemegahanNya mengatasi langit dan bumi,*
namun Tuhan sudi meningkatkan kekuatan bangsaNya.

Pujilah Tuhan, semua sahabatNya,*
hai Israel, umat yang dekat padaNya.

Antifon 3Pujilah Tuhan dari surga.

Bacaan Singkat (Yeh 37,12b-14)

Beginilah firman Tuhan Allah: "Hai umatKu, sungguh, kuburmu akan Kubuka, dan Aku akan membangkitkan kamu dari kubur serta mengantar kamu kembali ke negeri Israel. Maka ketahuilah, hai umatKu, bahwa Aku Tuhan, yakni bila Aku membuka kuburmu dan membangkitkan kamu. Aku akan mencurahkan daya hidupKu dalam dirimu, lalu kamu akan hidup, dan Aku akan menempatkan kamu di tanah airmu. Maka kamu akan tahu, bahwa Aku, Tuhan, sudah bersabda dan melaksanakannya".

Lagu Singkat

℣.Kristus, Putera Allah, yang hidup,* Kasihanilah kami.℟.Kristus.℣.Engkau yang duduk di sisi kanan Bapa.℟.Kasihanilah kami.℣.Kemuliaan.℟.Kristus.

Antifon KidungSeorang Samaria yang sedang dalam perjalanan datang ke tempat orang yang jatuh ke tangan penyamun itu; ketika melihatnya, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan, lalu ia membalut luka-lukanya.

Kidung Zakaria Luk 1,68-79

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Antifon KidungTuhan bersabda: Mari, ikutilah Aku. Kamu akan kujadikan pemukat manusia.

Doa Permohonan

Allah telah mengutus Roh kudus untuk menyinari hati setiap manusia. Maka hendaklah kita bertekun dalam doa dan berkata:

℟. Terangilah umatMu, ya Tuhan.

Terpujilah Engkau, ya Allah, cahaya kami,* sebab Engkau telah membimbing kami sampai kepada hari baru ini. ℟.

Engkau telah menerangi dunia dengan kebangkitan PuteraMu,* maka curahkanlah cahayaMu ke dalam hati setiap manusia. ℟.

Engkau telah menyinari murid-murid Kristus dengan cahaya Roh kudus,* maka utuslah kiranya RohMu kepada umat yang setia kepadaMu. ℟.

Ya cahaya para bangsa, perhatikanlah orang yang masih tinggal dalam kegelapan,* dan bukalah kiranya hati mereka supaya mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Ya Allah, Engkau menunjukkan cahaya kebenaran-Mu kepada orang yang sesat, agar mereka dapat kembali ke jalan yang benar. Berilah semua orang yang mengaku diri Kristen, agar mereka menolak apa yang bertentangan dengan nama itu, dan mengejar apa yang sesuai dengannya. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sebelum Tengah Hari

Minggu XV Masa Biasa

Pekan III Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Roh Kudus, datanglah kini,
satu dengan Bapa dan Putra;
sudilah Engkau bersegera,
mencurah penuh ke hati kami.

Mulut, lidah, budi, dan rasa,
serta tenaga wartakan iman;
berkobarlah kasih bagai api,
nyalanya menjangkau sesama.

Kenalkanlah kami pada Bapa,
dan pada Putra melalui-Mu;
Engkau Roh dari keduanya,
kami imani sepanjang masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Mazmur 119 (120)

Dalam kesesakanku aku berseru kepada Tuhan,*
dan Ia mendengarkan daku.

Ya Tuhan, lepaskanlah aku dari bibir pendusta,*
dan dari lidah penipu.

Tuhan pasti membalas kamu,*
Ia pasti mengganjar kamu, hai para penipu!

Dengan panah tajam dari busur tentara,*
dengan bara yang berpijar-pijar.

Celakalah aku entah aku tinggal jauh di daerah Mesekh,*
entah jauh di perkemahan Kedar!

Aku masih tinggal terlalu dekat juga,*
pada orang yang membenci perdamaian.

Kalau aku, perdamaianlah yang kubicarakan,*
sedangkan mereka hanya peperangan.

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Mazmur 120 (121)

Aku melayangkan pandangan ke Gunung,*
dari manakah dapat kuharapkan pertolongan?

Pertolonganku dari Tuhan,*
yang menjadikan langit dan bumi.

Ia takkan membiarkan kakimu tersandung,*
yang menjagamu takkan mengantuk.

Sungguh, takkan mengantuk dan tertidur,*
yang menjaga Israel.

Tuhan menjaga dan menaungi kamu,*
Yang mahatinggi adalah kekuatanmu.

Matahari takkan menyakiti kamu di waktu siang,*
maupun bulan di waktu malam.

Tuhan menjaga kamu terhadap segala kemalangan,*
Ia menjaga nyawamu.

Tuhan menjaga segala tingkah lakumu,*
sekarang dan selama-lamanya.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Mazmur 121 (122)

Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku,*
"Mari kita pergi ke rumah Tuhan".

Sekarang kami telah berdiri,*
di gerbangmu, hai Yerusalem!

Hai Yerusalem, engkau dibangun,*
sebagai kota yang rapat tersusun.

Suku bangsa berziarah kepadamu,*
suku bangsa Tuhan.

Untuk bersyukur kepada Tuhan,*
sesuai dengan peraturan Israel.

Di sanalah terdapat kursi pengadilan,*
kursi keluarga raja Daud.

Mohonkanlah damai sejahtera bagi Yerusalem,*
"Damai sejahtera bagi orang yang mencintai engkau!"

Semoga damai sejahtera turun atas wilayahmu,*
dan kemakmuran atas istanamu.

Atas nama semua saudara dan sahabatku,*
aku mengucapkan selamat kepadamu.

Demi bait Tuhan, Allah kita,*
aku memohonkan kebahagiaan bagimu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Bacaan singkat (Rom 8, 15-16)

Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!" Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.

Ayat Singkat

℣.Pada-Mu, ya Tuhan, ada sumber hayat.℟.Dan dalam terang-Mu kami melihat terang.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, pada jam ketiga Engkau dihantar ke hukuman salib demi keselamatan dunia; dengan rendah hati kami mohon kepada-Mu, agar atas kejahatan masa lampau kami senantiasa memperoleh ampun pada-Mu, dan terhadap masa depan kami tetap Kaulindungi. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Tengah Hari

Minggu XV Masa Biasa

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan III Mazmur

Madah

Ya Roh kudus sumber cinta
Serta Bapa dan Putera
Datanglah di tengah kami
Membawa hidup Ilahi

Gerakkanlah hati kami
Agar giat penuh bakti
Menyanyikan lagu puji
Mengamalkan cinta suci

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putera dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Antifon 1Dalam kesesakan aku berseru kepada Tuhan, Ia menjawab aku, alleluya.

Mazmur 117 (118)

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Hendaklah Israel berkata,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Hendaklah kaum Harun berkata,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Hendaklah orang yang takwa berkata,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Dalam kesesakan aku berseru kepada Tuhan,*
Ia menjawab dan melegakan daku.

Tuhan di pihakku, aku tidak takut,*
Apa yang dapat dilakukan manusia terhadapku?

Tuhan di pihakku, Ia penolongku.*
Aku melihat pembenciku tersipu-sipu.

Lebih baik berlindung pada Tuhan,*
dari pada percaya kepada manusia.

Lebih baik berlindung pada Tuhan,*
dari pada percaya kepada bangsawan.

Antifon 1Dalam kesesakan aku berseru kepada Tuhan, Ia menjawab aku, alleluya.

Antifon 2Tuhan bertindak dengan tangan Kuat, alleluya.

Segala bangsa mengepung aku,*
tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Mereka mengepung aku rapat-rapat,*
tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Mereka mengepung aku seperti lebah,+
seperti nyala api yang menjilat-jilat,*
tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Aku didesak-desak sampai terjatuh,*
tetapi Tuhan menolong aku.

Tuhanlah kekuatan dan pelindungku,*
Dialah kemenanganku

Suara gembira dan sorak-sorai,*
terdengar di perkemahan para pemenang.

"Tuhan bertindak dengan tangan kuat,*
tangan Tuhan mahakuasa".

Aku tidak akan mati, aku tetap hidup,*
untuk mewartakan karya-karya Tuhan.

Tuhan sering menyiksa aku,*
namun tidak menyerahkan daku kepada maut.

Antifon 2Tuhan bertindak dengan tangan Kuat, alleluya.

Antifon 3Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita, alleluya.

Bukalah bagiku gerbang kemenangan,*
supaya aku masuk dan bersyukur kepada Tuhan.

Inilah pintu gerbang Tuhan,*
para pemenang masuk ke dalamnya.

Syukur kepadaMu, sebab Engkau memenangkan daku,*
dan menjadi penyelamatku.

Batu yang dibuang oleh para pembangun,*
telah menjadi batu sendi.

Karya Tuhanlah itu,*
sangat mengagumkan kita.

Pada hari inilah Tuhan bertindak,*
mari kita rayakan dengan gembira.

Ya Tuhan, berilah kami keselamatan!*
Ya Tuhan, berilah kami kesejahteraan!

Terberkatilah yang datang demi nama Tuhan,+
kami memberkati kamu dari dalam rumah Tuhan,*
Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita.

Beraraklah dengan membawa ranting berdaun,*
hiasilah tanduk-tanduk mesbah.

Allahkulah Engkau, Engkau kupuji,*
Allahku, Engkau kuagungkan.

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Antifon 3Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita, alleluya.

Bacaan singkat 2Tim 1,9

Allah telah menyelamatkan kita dan memanggil kita masuk umatNya. Allah berbuat begitu, bukanlah karena jasa kita, melainkan karena rahmat dan rencanaNya. Dan rencana Allah itu sudah ditetapkan bagi kita sebelum awal zaman dalam Kristus Yesus.

℣.Pujilah Tuhan hai hatiku.℟.Dialah yang meluputkan hidupmu dari kematian.

Doa Penutup

Ya Allah, Engkau menunjukkan cahaya kebenaran-Mu kepada orang yang sesat, agar mereka dapat kembali ke jalan yang benar. Berilah semua orang yang mengaku diri Kristen, agar mereka menolak apa yang bertentangan dengan nama itu, dan mengejar apa yang sesuai dengannya. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sesudah Tengah Hari

Minggu XV Masa Biasa

Pekan III Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Allah, kekuatan yang teguh,
tak tergoyahkan tinggal dalam-Mu;
Engkau menata waktu terang siang
dalam pergantian yang berurutan.

Karuniakanlah senja yang cerah,
agar hidup tak pernah pudar,
melainkan pahala kematian kudus:
kemuliaan kekal menyongsong kami.

Kabulkanlah, ya Bapa mahakasih,
dan Putra Tunggal setara Bapa,
bersama Roh Kudus Penghibur,
yang meraja sepanjang segala masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Mazmur 125 (126)

Ketika Tuhan memulangkan tawanan Sion,*
kita seperti orang yang bermimpi.

Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa,*
dan lidah kita dengan sorak-sorai.

Bahkan bangsa-bangsa kafir mengakui,*
"Agunglah karya Tuhan bagi mereka".

Sungguh agung karya Tuhan bagi kita,*
sebab itu kita bersukacita.

Tuhan telah memulihkan nasib kita,*
seperti sungai kering berair lagi di musim hujan.

Yang menabur dengan bercucuran air mata,*
akan menuai dengan bersorak-sorai.

Ia pergi dengan menangis sambil membawa kantong benihnya,*
ia pulang sambil bernyanyi membawa berkas panenannya.

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Mazmur 126 (127)

Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah,*
sia-sialah para pembangun bekerja.

Jikalau bukan Tuhan yang menjaga kota,*
sia-sialah para pengawal berjaga.

Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi,+
pergi tidur larut malam,*
dan mencari nafkah dengan susah payah.

Tetapi Tuhan menganugerahkan kesejahteraan,*
kepada orang yang dicintaiNya.

Putera-putera sungguh anugerah Tuhan,*
dan buah kandungan sungguh ganjaranNya.

Seperti anak panah di tangan pahlawan,*
demikianlah putera yang diperanakkan pada masa muda.

Berbahagialah orang yang mengisi,*
tabung panahnya sampai penuh.

Ia tidak akan dipermalukan oleh musuh,*
tetapi akan menghalau mereka dari pintu gerbang.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Mazmur 127 (128)

Berbahagialah setiap orang yang takwa,*
yang hidup sesuai dengan bimbingan Tuhan.

Engkau akan menikmati hasil jerih payahmu,*
hidupmu akan bahagia dan sejahtera.

Isterimu subur dalam rumahmu bagaikan pokok anggur,*
anak-anakMu mengelilingi mejamu bagaikan tunas zaitun.

Demikianlah suami yang takwa akan diberkati,*
semoga Tuhan memberkati engkau dari Sion.

Semoga engkau menikmati kemakmuran Yerusalem seumur hidup,*
dan melihat anak cucumu turun-temurun.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Bacaan singkat (2 Tim 1, 9)

Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman

Ayat Singkat

℣.Tuhan menuntun mereka dengan aman, sehingga tidak gentar.℟.Dan membawa mereka ke tanah-Nya yang kudus.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghantar penjahat yang bertobat dari kayu salib masuk ke dalam kerajaan-Mu; sambil mengakui dosa-dosa kami, dengan penuh kepercayaan kami mohon kepada-Mu, agar sesudah kematian Engkau membuat kami masuk dengan sukacita melalui pintu firdaus. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sore

Minggu XV Masa Biasa

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan III Mazmur

Madah

Pencipta cahaya mulya
Yang mengatur matahari
Pada awal masa purba
Kauciptakan langit bumi.

Pagi petang Kauhubungkan
Kauberi julukan hari
Senja sudah Kaudatangkan
T'rimalah pujian kami.

Kami sesal akan dosa
Ingin bersih dari noda
Agar dapat masuk surga
Mencapai pahala mulya.

Kabulkanlah doa kami
Ya Bapa yang baik hati
Bersama Putra dan rohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Antifon 1Tuhan berfiman kepada baginda: Duduklah di sini kananKu, alleluya.

Mazmur 109 (110),1-5.7

Tuhan berfirman kepada baginda: "Duduklah di sisi kananKu,*
sampai musuh musuhmu Kujadikan tumpuan kakimu".

Tuhan meluaskan kekuasaan baginda dari kediamanNya di Sion,*
"Berkuasalah atas para musuh.

Engkau berkuasa sejak kelahiranmu, di atas gunung yang suci,*
sejak engkau terkandung, sejak fajar masa mudamu".

Tuhan telah bersumpah dan tidak menyesal,*
"Engkaulah imam seperti Melkisedek, untuk selama-lamanya".

Tuhan mendampingi baginda,*
pada hari kemurkaanNya raja-raja dihancurkanNya.

Tuhan menyertai baginda dalam segala usaha,*
agar baginda berlangkah maju dengan gagah perkasa.

Antifon 1Tuhan berfiman kepada baginda: Duduklah di sini kananKu, alleluya.

Antifon 2Perbuatan Allah yang agung pantas dikenang, Ia pengasih dan penyayang, alleluya.

Mazmur 110 (111)

Aku bersyukur kepada Tuhan dengan segenap hati,*
dalam lingkungan orang jujur dan di tengah umat.

Agunglah karya Tuhan,*
layak diselidiki oleh orang yang mengaguminya.

Agung dan semarak karya Tuhan,*
keadilanNya tetap selamanya.

PerbuatanNya yang agung pantas dikenang,*
Tuhan itu pengasih dan penyayang.

Kepada orang takwa diberikanNya santapan,*
Ia selalu ingat akan perjanjianNya.

Kepada umatNya Ia membuktikan kekuasaanNya,*
dengan menganugerahinya milik pusaka para bangsa.

Adil dan benarlah karya tanganNya,*
segala titahNya teguh.

PerintahNya ditetapkan untuk selama-lamanya,*
diberikan dengan tulus dan jujur.

DianugerahkanNya keselamatan kepada umatNya,+
diikatNya perjanjian untuk selama-lamanya,*
kudus dan dahsyatlah namaNya.

Sikap yang takwa itu pangkal kebijaksanaan,+
besarlah ganjaran bagi orang yang berpegang padanya,*
terpujilah Tuhan selama-lamanya.

Antifon 2Perbuatan Allah yang agung pantas dikenang, Ia pengasih dan penyayang, alleluya.

Antifon 3Tuhan, Allah kita yang mahakuasa, sudah menjadi raja. Alleluya.

Why 19,1-7

Alleluya.
Pokok keselamatan, kemuliaan dan kekuasaan ialah Allah kita,*
karena benar dan adillah segala keputusanNya.
Alleluya.

Alleluya.
Pujilah Allah kita, hai sekalian hambaNya,*
semua yang takwa, baik kecil maupun besar.
Alleluya.

Alleluya.
Sebab Tuhan, Allah kita yang mahakuasa,*
sudah menjadi raja.
Alleluya.

Alleluya.
Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai,*
marilah kita memuliakan Tuhan.
Alleluya.

Alleluya.
Hari pernikahan Anakdomba telah tiba,*
dan mempelaiNya sudah siap berhias.
Alleluya.

Antifon 3Tuhan, Allah kita yang mahakuasa, sudah menjadi raja. Alleluya.

Bacaan singkat 1Ptr 1,3-5

Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus! Sebab, oleh belaskasihanNya yang besar, Allah memberi kita kehidupan baru dengan membangkitkan Yesus Kristus dari alam maut. Kita diberi hidup penuh harapan untuk memperoleh warisan yang disimpan Allah bagimu; warisan mulia dan abadi yang tidak dapat binasa. Kuasa Allah telah memeliharamu dengan baik, sebab kamu percaya akan keselamatan, yang akan dinyatakan pada akhir zaman.

Lagu Singkat

℣.Terpujilah Engkau, ya Tuhan,* Di angkasa raya.℟.Terpujilah.℣.KepadaMulah pujian selama segala abad.℟.Di angkasa raya.℣.Kemuliaan.℟.Terpujilah.

Antifon KidungSiapakah menurut pendapatmu sesama manusia bagi orang yang jatuh ke tangan penyamun itu? Jawabnya: Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya. Pergilah, dan perbuatlah demikian.

Kidung Maria Luk 1,46-55

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Antifon KidungRoh TUhan menaungi Aku, karena TUhan telah mengurapi Aku untuk mewartakan kabar gembira kepada orang-orang sederhana.

Doa Permohonan

Allah menciptakan dunia pada awal mula, menciptakannya kembali dengan penebusan dan tetap membaharuinya dalam cinta kasih. Maka hendaklah kita bersukacita dan berkata:

℟. Lanjutkanlah karya cinta kasihMu, ya Tuhan.

Syukur padaMu, ya Allah, sebab kekuasaanMu Kauwahyukan dalam alam semesta,* dan bimbinganMu Kaunyatakan dalam peredaran zaman. ℟.

Demi PuteraMu, pewarta damai dan pemenang di salib,* bebaskanlah kami dari ketakutan yang tak berasalan dan dari rasa putus asa. ℟.

Bantulah semua orang yang mencari keadilan dan mencintai kejujuran,* sehingga mereka berusaha membangun dunia dalam damai sejati. ℟.

Lindungilah orang yang tertindas, bebaskanlah orang yang tertawan, hiburkanlah orang yang berduka, puaskanlah orang yang lapar, kuatkanlah orang yang lemah,* dan tunjukkanlah kemenangan salib dalam setiap orang yang menderita. ℟.

Engkau memuliakan dan membangkitkan PuteraMu setelah Ia wafat dan dimakamkan,* maka terimalah orang mati ke dalam kehidupan bersama Kristus. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Ya Allah, Engkau menunjukkan cahaya kebenaran-Mu kepada orang yang sesat, agar mereka dapat kembali ke jalan yang benar. Berilah semua orang yang mengaku diri Kristen, agar mereka menolak apa yang bertentangan dengan nama itu, dan mengejar apa yang sesuai dengannya. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Penutup

Minggu XV Masa Biasa

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan II Mazmur

Doa Tobat

℟.Saya mengaku kepada Allah yang mahakuasa
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kiat ke hidup yang kekal.℟.Amin.

Madah

Kristus cahaya mulia
Kegelapan Kauenyahkan
Malam maut tak berdaya
Sudah kalah Kaulumpuhkan

Lindungilah kami Tuhan
Selama semalam ini
Kami mohon ketenangan
Dalam istirahat nanti.

Meski mata 'kan tertidur
Semoga hati berjaga
Rapi selalu teratur
Siap menyambut rajanya.

Terpujilah Kristus raja
Bersama Bapa mulia
Dan Roh kudus sumber cinta
Sepanjang segala masa. Amin.

AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.

Mazmur 90 (91)

Hendaklah orang yang berlindung pada Allah yang mahatinggi,*
menikmati malam yang aman dalam naungan Tuhan.

Hendaklah ia berdoa: "Ya Tuhan, Engkaulah pelindung dan pengungsianku,*
ya Allah, padaMulah aku percaya"

Hanya Tuhanlah yang akan melepaskan dikau dari perangkap,*
melindungi engkau terhadap wabah yang berkecamuk

Ia akan menudungi engkau dengan kepakNya,+
dan di bawah sayapNya engkau akan berlindung,*
lenganNya akan menjadi perisai dan jebang bagimu.

Engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam,*
akan panah yang mengancam di waktu siang;

Akan wabah yang menular dalam kegelapan,*
akan bencana yang mengamuk di siang hari.

Walaupun seribu orang rebah di sebelah kirimu,+
dan sepuluh ribu di sebelah kananmu,*
namun engkau takkan kejangkitan.

Engkau akan menyaksikan kehancuran musuh,*
dan pembalasan terhadap orang-orang jahat.

Jika engkau memilih Tuhan menjadi pelindungmu,*
dan Allah mahatinggi menjadi penopangmu;

Maka engkau takkan ditimpa malapetaka,*
dan kemahmu takkan diserang wabah;

Sebab Allah akan mengutus malaikatNya,*
untuk menjaga engkau ke manapun engkau pergi.

Mereka akan menatang engkau dengan tangan mereka,*
jangan sampai kakimu tersandung pada batu.

Singa dan harimau akan kaulangkahi,*
ular dan naga akan kauinjak-injak.

Sebab Allah bersabda: "Mengingat bahwa ia berpaut padaKu,*
maka Aku akan menyelamatkannya;

Aku akan menjadi pelindungnya, jika ia mengakui Aku,*
jika ia berseru kepadaKu, Aku akan menjawabnya.

Aku akan tetap besertanya dan membebaskan dia dari kesesakan,*
dan Aku akan memuliakannya.

Aku akan memuaskan dia dengan usia lanjut,*
dan memperkenankan dia menikmati keselamatanKu".

AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.

Bacaan singkat Why 22,4-5

Para hamba Allah akan memandang wajah Allah, dan nama Allah tertera pada dahi mereka. Malam takkan ada lagi, cahaya lampu atau sinar matahari takkan mereka perlukan lagi. Sebab Tuhan Allah menerangi mereka, dan mereka akan meraja selama-lamanya.

Lagu Singkat

℣.Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* ya Tuhan, penyelamatku.℟.Ke dalam.℣.Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar.℟.Ya Tuhan, penyelamatku.℣.Kemuliaan.℟.Ke dalam.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan, kunjungilah rumah ini dan berkatilah kami selalu. Jauhkanlah segala tipu daya musuh dari rumah ini dan utuslah malaikatMu untuk membawa damai sejahtera dan menyertai kami. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Hari Minggu malam:

Tuhan, pelindung kami, pada hari ini kami telah merayakan wafat dan kebangkitan Kristus. Dengarkanlah kiranya ucapan bibir kami, dan jauhkanlah segala mara bahaya. Semoga kami tidur dengan nyenyak dan aman sentosa dalam damaiMu, sehingga kami dapat bangun lagi dengan gembira hati untuk memuji Engkau. Demi Kristus, pengantara kami.

Penutup

℣.Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya.℟.Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam, ya ratu, bunda yang berbelas-kasih, hidup, hiburan dan harapan kami. Kami semua memanjatkan permohonan, kami amat susah, mengeluh, mengesah dalam lembah duka ini. Ya ibunda, ya pelindung kami, limpahkanlah kasih sayangmu yang besar kepada kami. Dan Yesus, puteramu yang terpuji itu, s'moga kautunjukkan kepada kami. O ratu, o ibu, o Maria, bunda Kristus.

Santa Marie-Azélie Guérin Martin

Pengaku Iman · 1831-1877

Santa Zélie Martin dan Santo Louis Martin adalah pasangan suami-istri yang dinyatakan kudus oleh gereja dan di kanonisasi oleh Paus Fransiskus pada tanggal 18 Oktober 2015. Mereka tidak dinyatakan kudus karena St.Theresia dari kanak-kanak Yesus, puteri bungsu mereka. Justru St.Theresia bisa menjadi orang kudus karena Louis dan Zélie telah menciptakan suatu lingkungan keluarga yang mampu membawa anak-anaknya kepada kekudusan.

MASA KECIL DAN REMAJA

Azélie-Marie Guérin dilahirkan di Saint-Denis-sur-Sarthon, dekat Alençon, Perancis pada tanggal 23 Desember 1831 dari pasangan suami isteri Isidore Guérin dan Louise-Jeanne Macé, sebagai anak kedua dari tiga bersaudara. Ibunya seorang yang saleh namun sangat keras dalam mendidik kedua puterinya. Dalam sepucuk surat kepada saudaranya, Isidore Guérin, Zélie sendiri menyatakan masa kecil dan masa mudanya “menyedihkan bagai kafan, sebab, jika ibu memanjakanmu, denganku, kau tahu, ia amat keras; ia yang begitu baik tidak mendapati yang benar dalam diriku, sehingga aku menderita sakit hati yang hebat.” Ayahnya seorang yang tegas, namun menunjukkan terlebih banyak kasih dan kelembutan bagi anak-anaknya; ia bahkan rela menjual rumah dan tanah demi pendidikan anak-anaknya.

Ketika Zélie berusia tigabelas tahun, keluarganya pindah ke Alençon. Zélie seorang gadis yang cerdas sekaligus religius; ia menempati peringkat pertama dalam sastra Perancis. Di kemudian hari, surat-surat yang ditulisnya membantu kita mengenal karakternya yang kompleks, pandangannya yang tajam terarah ke surga, energi dan kapasitasnya yang luar biasa dalam menunaikan perannya sebagai seorang isteri, ibu dan wanita karir yang berhasil.

Zélie senantiasa merindukan kehidupan religius seperti kakaknya - Marie Louise yang pada tahun 1858 menggabungkan diri di Biara Visitasi di Le Mans dan menjadi Suster Marie-Dosithée. Tetapi ketika mengajukan permohonan ke Biara Suster-suster Puteri Kasih St Vincentius de Paul, Moeder Superior tanpa ragu mengatakan kepadanya bahwa hidup membiara bukanlah kehendak Allah baginya. Zélie bersedih hati atas penolakan ini, namun dengan optimisme yang mengagumkan ia berseru, “Allah-ku, aku akan masuk dalam hidup perkawinan demi memenuhi kehendak-Mu yang kudus. Sebab itu aku mohon berilah aku anak-anak yang banyak agar mereka dapat dikonsekrasikan bagi-Mu.”

Guna mempersiapkan maharnya, Zélie berpaling kepada Bunda Maria dan bertanya bagaimana ia bisa mendapatkan uang. Pada tanggal 8 Desember 1851, ia menerima jawaban dalam bentuk suara batin yang mengatakan, “Buatlah renda Point d'Alençon.” Zélie mengambil kursus; dengan cepat ia menguasai pembuatan renda dan segera memulai usahanya sendiri. Tokonya terkenal dengan kualitas rendanya.

BERUMAH-TANGGA

Suatu hari, Zélie melihat seorang pemuda berwajah tenang menyeberangi Jembatan Saint Léonard. Zélie memperhatikan pemuda yang lewat ini, yang amat mengesankan hatinya. Lagi, terdengar suara batin yang mengatakan, “Dialah yang telah Aku persiapkan bagimu.” Segera ia mendapat tahu bahwa nama pemuda itu adalah Louis Martin. Keduanya kemudian saling berkenalan dan saling jatuh cinta. Tiga bulan kemudian, pada tanggal 12 Juli 1858 pukul 22.00 mereka melangsungkan perkawinan sipil dan dua jam kemudian, pada tanggal 13 Juli, mereka saling menerimakan Sakramen Perkawinan di Gereja Santa Perawan Maria dengan dipimpin Pastor Hurel. Cinta kasih suami isteri dapat kita baca dalam surat-surat mereka. Dalam salah satu surat-suratnya, yang praktis merupakan suatu sintesa dari kasih perkawinan, Louis menandatangani suratnya sebagai berikut: “Suamimu dan sahabatmu yang sejati, yang mengasihimu seumur hidup.” Zélie menanggapinya dengan: “Aku menyertaimu dalam roh sepanjang hari; aku katakan kepada diriku sendiri: Ia sedang melakukan ini dan ini pada saat ini. Aku tak dapat sabar untuk segera bersamamu, Louisku terkasih; aku mengasihimu dengan segenap hatiku, dan aku dapat merasakan betapa kasihku berlipat ganda dengan ketidakhadiranmu; mustahil bagiku untuk hidup jauh darimu.”

Pasangan baru ini tinggal di belakang toko Louis yang besar. Zélie meminta Louis untuk membawa patung Santa Perawan dari taman Pavilion ke rumah mereka. Patung ini menjadi pusat devosi keluarga. Patung ini jugalah yang di kemudian hari tersenyum kepada St Theresia sementara ia sakit parah, sehingga sesudahnya dikenal sebagai “Santa Perawan Tersenyum”.

Walau sudah menikah namun Louis dan Zélie tetap merindukan kehidupan religius. Mereka saling berjanji untuk hidup sebagai saudara dan saudari, seturut teladan St.Yosef dan Santa Perawan Maria. Sepuluh bulan lamanya mereka berdua hidup selibat dalam pantang total. Melalui campur tangan yang bijak dari bapa pengakuan dan didorong kerinduan untuk mempersembahkan anak-anak kepada Tuhan, pada akhirnya mereka berdua memutuskan untuk mengakhiri pantangan mereka.

“Kedua orangtua kami menaruh perhatian yang sangat besar pada keselamatan jiwa-jiwa… tetapi karya apostolik yang terbaik yang kami tahu adalah Propaganda Iman yang untuknya, setiap tahun, orangtua kami memberikan sumbangan yang besar. Adalah semangat yang sama bagi jiwa-jiwa ini yang membuat mereka begitu sangat merindukan seorang anak laki-laki yang kelak akan menjadi seorang misionaris dan anak perempuan yang akan menjadi biarawati” (Positio, Vol.II, h.972).

Louis amat bahagia ketika anaknya yang sulung - Marie Louise - dilahirkan pada tanggal 22 Februari 1860. Louis dan Zélie telah memutuskan untuk memberikan nama Marie pada semua anak mereka demi menghormati Santa Perawan Maria. Anak sulung mereka dikenal dengan nama ini sepanjang hidupnya.

Pada tanggal 8 Desember, pada Hari Raya Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Dosa, tahun yang sama, Zélie memohon anugerah anak yang kedua kepada Santa Perawan. Doanya dikabulkan dan pada tanggal 7 September 1861 Marie Pauline dilahirkan. Selanjutnya, pada tanggal 3 Juni 1863, lahir Marie Léonie dan pada tanggal 13 Oktober 1864 lahir Marie Hélène.

Secara istimewa Louis dan Zélie bersukacita atas kelahiran putera sulung, Marie Joseph Louis, pada tanggal 20 September 1866. Sayang, usianya belum genap lima bulan ketika bayi Joseph meninggal dunia, meninggalkan orangtuanya dalam keadaan amat berduka. Zélie menggencarkan doa memohon seorang putera melalui novena kepada St Yosef; novena ini berakhir pada Hari Raya St Yosef. Tepat sembilan bulan kemudian, 19 Desember 1867, Marie Joseph John Baptiste dilahirkan. Bayi ini lemah, sehingga Zélie tak kunjung henti berdoa agar puteranya diijinkan tinggal di dunia. Namun Tuhan berkehendak lain, delapan bulan kemudian harus Zélie berserah pada kenyataan bahwa Tuhan menghendaki John bagi Diri-Nya.

Pada tanggal 28 April 1869, lahir bagi mereka Marie Céline. Sementara itu, Hélène seorang gadis kecil yang manis dan memikat hati, sekonyong-konyong jatuh sakit parah dan meninggal dunia dalam usia lima tahun. Zélie mengenang peristiwa duka itu, “Aku merasa amat kehilangan atas kematian dua putera kecilku, tetapi aku terlebih lagi menderita kehilangan anak ini.”

Meski Zélie tak putus harapan untuk melahirkan seorang putera, tetapi anaknya yang kedelapan adalah seorang puteri, Marie Mélanie Thérèse, yang hanya bertahan hidup dua bulan. Pada tanggal 2 Januari 1873, lahirlah si bungsu Marie Francoise Thérèse yang sekarang kita kenal sebagai St Theresia dari Kanak-kanak Yesus.

Zélie amat bahagia atas kelahiran anak-anaknya dan berduka atas kepergian mereka saat masih bayi. Ia menulis, “Ketika aku menutup mata anak-anakku terkasih dan menguburkan mereka, aku merasakan dukacita yang mendalam, namun selalu duka dalam penyerahan diri. Aku tidak menyesali sakit dan kasihku bagi mereka. Sebagian orang mengatakan kepadaku, `Adalah lebih baik jika anak-anak itu tidak pernah dilahirkan,' tetapi aku tak dapat tahan akan perkataan macam ini. Aku pikir bahwa penderitaan dan dukacita tak dapat dibandingkan dengan kebahagiaan abadi anak-anakku. Mereka tidak hilang untuk selamanya; hidup ini singkat dan penuh penderitaan, dan kita akan bertemu kembali dengan mereka kelak di sana.”

Setiap pagi Louis dan Zélie ikut ambil bagian dalam Misa. Mereka berdua menyambut Komuni Kudus beberapa kali dalam seminggu; sesuatu yang tak lazim pada masa itu. Sepulang gereja, Luois pergi bekerja mengurus bisnis jam dan perhiasan sementara Zélie mulai bekerja mengurus bisnis renda di rumah dengan limabelas pekerja. Ia juga berkecimpung dalam penanaman modal dan meluangkan waktu membaca bulletin bursa efek. Sejalan dengan mengurus bisnis, Zélie mengurus rumah tangga, merawat anak-anak, menulis surat secara rutin kepada kedua puterinya yang tinggal di asrama sekolah mengenai apa-apa yang terjadi di rumah. Ia membuat kue, mengadakan permainan, mengatur pesta dan tamasya bagi keluarga. Ia selalu mempunyai waktu untuk masing-masing anak sebanyak yang mereka butuhkan. Mendidik puteri-puterinya sungguh menguras energi, sebab ia menginginkan hanya yang terbaik bagi mereka masing-masing … menjadi jiwa-jiwa yang kudus!

Anak-anak belajar berdoa sejak usia dini. Zélie selalu memberikan perhatian pada pakaian yang mereka kenakan dan meski sangat mengasihi mereka, ia tidak pernah mau mentolerir tingkah laku yang tidak pantas, kata-kata yang sembarang diucapkan, rewel dalam menyantap makanan yang disajikan atau kesombongan apapun bentuknya. Ia menanamkan kemurahan hati dan semangat kurban bagi yang lain, mengalah agar supaya mendapatkan mutiara-mutiara bagi mahkota mereka. Anak-anak yang telah meninggal dunia dianggap bagian yang tak terpisahkan dari keluarga dan seturut kesaksian hidup orangtuanya, anak-anak diajar untuk memandang surga sebagai rumah mereka yang sesungguhnya.

WAFAT

Pada bulan April 1865, Zélie menulis kepada saudaranya, Isidore Guérin, “Kau tahu bahwa ketika aku masih kecil, dadaku tertumbuk pojok meja. Masalah itu tidak diperhatikan, tetapi sekarang aku mengalami pembengkakan kelenjar di dada, yang membuatku khawatir, teristimewa sejak mulai terasa sakit.” Kendati demikian, masalah sakit ini kemudian tidak disebut-sebut lagi hingga sebelas tahun kemudian, di mana keadaannya sudah fatal.

Pada bulan Oktober 1876, dokter menjatuhkan vonis tumor fibrous kepada Zélie. Tak ada operasi maupun obat-obatan yang dapat memberinya harapan sembuh. Malam hari sakit terasa paling hebat dan tubuhnya mati rasa sebelah, membuatnya sulit memejamkan mata. Tetapi, iman Zélie tak tergoyahkan, “Hanya sedikit saja alasan bagiku untuk bergembira menyambut waktu mendatang, tetapi aku seperti kanak-kanak yang tak khawatir akan hari esok; aku selalu berharap akan kebahagiaan!” Louis amat berduka ketika mengetahui isterinya sakit parah tak tersembuhkan. Ia tak lagi pergi memancing, melainkan senantiasa setia mendampingi isterinya. Dalam sakitnya, Zélie tetap setia ikut ambil bagian dalam Misa meski ia nyaris sepanjang waktu harus mengerahkan tenaga menahan sakit agar tak berteriak kesakitan. “Jika Tuhan berkehendak menyembuhkanku, aku akan sangat senang, sebab jauh dalam lubuk hatiku, aku ingin hidup; sungguh menyedihkan hatiku meninggalkan suami dan anak-anakku. Tetapi sebagian yang lain dari diriku berkata: jika aku tidak disembuhkan, itu karena mungkin lebih baik jika aku pergi.”

Setelah kunjungan ke Lourdes mohon kesembuhan yang tampaknya sia-sia, Zélie menulis, “Jika Santa Perawan Maria tak menyembuhkanku, berarti waktuku telah tiba dan bahwa Allah menghendakiku mendapatkan istirahatku di tempat selain dunia.” Sepuluh hari kemudian Zélie kehilangan suaranya, kedua kakinya membengkak dan kondisinya melemah. Sakramen Pengurapan orang sakit diterimakan kepadanya dan dua hari kemudian, pada tanggal 28 Agustus 1877, Zélie Martin pulang ke rumah Bapa.

KANONISASI

Pada tahun 1957 proses beatifikasi Louis dan Zélie Martin diajukan bersama. Pada tanggal 26 Maret 1994 Louis dan Zélie Martin dimaklumkan sebagai Venerabilis oleh Paus Yohanes Paulus II. Pada tanggal 19 Oktober 2008, Hari Minggu Misi Sedunia, Louis dan Zélie Martin dibeatifikasi di Basilika St.Theresia dari Kanak-kanak Yesus, Lisieux, Perancis.

Suami isteri kudus ini di kanonisasi bersama oleh Paus Fransiskus pada tanggal 18 Oktober 2015. Pesta pasangan ini juga dirayakan bersama pada tanggal 12 Juli, tanggal ulang tahun perkawinan mereka.

Arti nama

Nama Azélie berasal dari bahasa Ibrani yang berarti : Bunga

Santo Feodor dan Joan

Martir

Feodor atau Theodor dan Joan adalah dua martir pertama Gereja Rusia. Ketika raja kembali dari medan perang untuk merayakan kemenangannya, ia berikrar akan mengurbankan seorang manusia. Undian jatuh pada Joan. Joan bersama ayahnya Feodor sudah beriman Kristen menolak kebiasaan kafir yang buruh itu. Akhirnya mereka dibunuh oleh orang-orang Rusia yang belum mengenal Kristus itu pada tahun 983.

Santo Louis Martin

Pengaku Iman · 1823-1894

Santo Louis Martin dan Santa Zélie Martin adalah pasangan suami-istri yang dinyatakan kudus oleh gereja dan dibeatifikasi oleh Paus Benediktus XVI pada tanggal 19 Oktober 2008. Mereka tidak dinyatakan kudus karena St.Theresia dari kanak-kanak Yesus, puteri bungsu mereka. Justru Theresia bisa menjadi orang kudus karena Louis dan Zélie telah menciptakan suatu lingkungan keluarga yang mampu membawa anak-anaknya kepada kekudusan.

PUTERA SEORANG PERWIRA MILITER.

Louis Joseph Aloys Stanislaus Martin dilahirkan pada tanggal 22 Agustus 1823 di Bordeaux, Perancis. Ayahnya adalah seorang perwira militer bernama Kapten Pierre-Frençois Martin dan ibunya bernama Marie-Anne-Fanie Boureau. Sewaktu bayi Louis dibawa ke gereja untuk dibaptis, kebetulan Uskup Agung berada di sana; ia memberkati sang bayi dan mengatakan kepada orangtuanya, “Selamat! Anak ini adalah anak yang ditentukan.”

Keluarga Martin berpindah-pindah seturut tugas Kapten Pierre-Frençois. Baru setelah pensiun pada bulan Desember 1830, keluarga Martin lalu menetap di Alençon. Louis menonjol dalam sastra Perancis dan ia cakap melukis. Pada tahun 1842, pemuda Louis mulai belajar cara membuat jam di Rennes, Strasbourg dan Paris. Karena hatinya merasa terpanggil untuk hidup membiara, Louis pergi ke Biara Agustinian di pegunungan Swiss untuk mohon diperkenankan menggabungkan diri. Prior biara mengatakan bahwa ia tak dapat diterima jika tidak mengenal bahasa Latin. Yakin akan panggilannya, Louis belajar bahasa Latin selama satu tahun hingga penyakit membuatnya tanpa ragu mengerti bahwa Tuhan mempunyai rencana lain baginya. Ia tidak melanjutkan belajar bahasa Latin, melainkan melanjutkan magangnya sebagai pembuat jam.

PEMBUAT JAM TANGAN YANG SUKSES

Setelah cakap dalam pembuatan jam, pada bulan November 1850 Louis membuka tokonya sendiri di Alençon. Ia seorang yang jujur dan adil; ia amat berhati-hati dalam mematok harga yang pantas dan tak pernah mengambil keuntungan secara tak adil dari orang-orang kaya yang menjadi pelanggannya. Usaha Louis maju pesat sehingga ia dapat membuka sebuah toko perhiasan juga. Meski terkadang bisnis menuntut, tapi Louis sangat menghormati hari Minggu dan sama sekali tak mau bertransaksi pada hari Minggu. Tujuh tahun kemudian, ia membeli Pavilion, sebuah rumah mungil di pinggir kota, yang kemudian menjadi tempat retretnya. Selain suka mengunjungi tempat-tempat ziarah, Louis biasa pergi ke sana untuk membaca, berdoa dan memancing. Di taman Pavilion, ia menempatkan sebuah patung Bunda Maria. Louis amat murah hati kepada kaum miskin dan tiada pernah ragu mengulurkan tangan kepada mereka yang membutuhkan. Demikianlah ia hidup membujang dengan tenang selama nyaris delapan tahun, tanpa keinginan untuk menikah.

HIDUP BERKELUARGA

Suatu hari, ketika ia sudah berusia 35 tahun, Louis dipertemukan Tuhan dengan Zélie. Keduanya segera saling jatuh cinta dan tiga bulan kemudian mereka menerima Sakramen Perkawinan di Gereja Santa Perawan Maria di Alençon. Pasangan baru ini tinggal di belakang toko Louis yang besar. Zélie meminta Louis untuk membawa patung Santa Perawan dari taman Pavilion ke rumah mereka. Patung ini menjadi pusat devosi keluarga. Patung ini jugalah yang di kemudian hari tersenyum kepada St.Theresia ketika ia sakit parah, sehingga sesudahnya dikenal sebagai “Santa Perawan Tersenyum”.

Walau menikah namun Louis dan Zélie tetap merindukan kehidupan religius. Mereka saling berjanji untuk hidup sebagai saudara dan saudari, seturut teladan St.Yosef dan Santa Perawan Maria. Sepuluh bulan lamanya mereka berdua hidup selibat dalam pantang total. Melalui campur tangan yang bijak dari bapa pengakuan dan didorong kerinduan untuk mempersembahkan anak-anak kepada Tuhan, pada akhirnya mereka berdua memutuskan untuk mengakhiri pantangan mereka.

Louis amat bahagia ketika anaknya yang sulung - Marie Louise - dilahirkan pada tanggal 22 Februari 1860. Louis dan Zélie telah memutuskan untuk memberikan nama Marie pada semua anak mereka demi menghormati Santa Perawan Maria. Anak sulung mereka dikenal dengan nama ini sepanjang hidupnya. Ketika Louis membawa puterinya ke Gereja St.Pierre de Monfort untuk dibaptis, Louis dengan bangga berkata kepada pastor, “Ini adalah pertama kalinya pater melihat saya di sini untuk suatu baptisan, tetapi ini bukan yang terakhir!” Marie Puteri sulungnya ini senantiasa menjadi anak yang dikasihinya secara istimewa.

Anak kedua Louis dan Zélie lahir pada tanggal 7 September 1861 dan diberi nama Marie Pauline. Selanjutnya, pada tanggal 3 Juni 1863, lahir anak ketiga Marie Léonie dan pada tanggal 13 Oktober 1864 lahir Marie Hélène anak mereka yang keempat.

Secara istimewa Louis dan Zélie bersukacita atas kelahiran putera sulung, Marie Joseph Louis, pada tanggal 20 September 1866. Sayang, usianya belum genap lima bulan ketika bayi Joseph meninggal dunia, meninggalkan orangtuanya dalam keadaan amat berduka. Zélie menggencarkan doa memohon seorang putera melalui novena kepada St Yosef; novena ini berakhir pada Hari Raya St.Yosef. Tepat sembilan bulan kemudian, 19 Desember 1867, Marie Joseph John Baptiste dilahirkan. Bayi ini lemah, sehingga Zélie tak kunjung henti berdoa agar puteranya diijinkan tinggal di dunia. Namun Tuhan berkehendak lain, delapan bulan kemudian Zélie harus berserah pada kenyataan bahwa Tuhan menghendaki John bagi Diri-Nya.

Pada tanggal 28 April 1869, lahir bagi mereka Marie Céline. Sementara itu, putri mereka Marie Hélène tiba-tiba jatuh sakit parah dan meninggal dunia. Zélie mengenang peristiwa duka itu, “Aku merasa amat kehilangan atas kematian dua putera kecilku, tetapi aku terlebih lagi menderita kehilangan anak ini.”

Meski Zélie tak putus harapan untuk melahirkan seorang putera, tetapi anaknya yang kedelapan adalah seorang puteri, Marie Mélanie Thérèse, yang hanya bertahan hidup dua bulan. Pada tanggal 2 Januari 1873, lahirlah si bungsu Marie Francoise Thérèse yang sekarang kita kenal sebagai St.Theresia dari Kanak-kanak Yesus.

Louis berbahagia di kelahiran setiap anaknya dan berduka ketika tiga dari mereka meninggal dunia semasa bayi; tetapi dukanya yang terdalam adalah ketika Hélène meninggal dunia. Ia patah hati dan bahkan bertahun-tahun kemudian masih sering meratapi kematiannya dalam usia dini.

Setiap pagi Louis dan Zélie ikut ambil bagian dalam Misa. Mereka berdua menyambut Komuni Kudus beberapa kali dalam seminggu; sesuatu yang tak lazim pada masa itu. Sepulang gereja, Luois pergi bekerja mengurus bisnis jam dan perhiasan sementara Zélie mulai bekerja mengurus bisnis renda di rumah dengan lima belas pekerja.

Louis senantiasa melakukan segala yang dapat dilakukannya untuk membantu Zélie. Pada bulan April 1870, guna membaktikan lebih banyak waktu untuk membantu bisnis Zélie, Louis menjual bisnisnya sendiri dan bulan Juli 1871 membawa keluarganya pindah ke rumah lama Zélie. Louis mengambil alih keuangan, menangani marketing, pengiriman barang dan bahkan ikut memilih dan menggambar pola renda.

Louis suka melewatkan waktu bersama kelima puterinya dan ia menyenangkan mereka dengan mainan-mainan yang ia buat sendiri bagi mereka. Namun demikian, ia seorang yang tegas, menuntut ketaatan dan mengharapkan ketepatan waktu. Anak-anak menghormatinya karena kasih sayang kepada ayahnya. Louis mempunyai panggilan kesayangan bagi masing-masing anaknya: Marie adalah Permataku, Pauline Mutiaraku, Léonie Hatiku, Céline Pendekarku dan Thérèse Ratu Kecilku.

Ketika puteri sulungnya Marie terjangkit demam typhus dalam usia tigabelas tahun, Louis tak pernah beranjak dari sisi pembaringan puterinya. Dan demi memohon kesembuhan, ia berziarah dengan berjalan kaki sejauh 15 km ke Basilika Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Dosa dan berpuasa. Keesokan harinya, ketika tiba kembali di rumah, puterinya telah sembuh sama sekali dari sakit secara ajaib.

KEMATIAN ZÉLIE

Pada bulan Oktober 1876, Zélie didiagnosa menderita tumor fibrous kepada. Tak ada operasi maupun obat-obatan yang dapat memberinya harapan sembuh. Malam hari sakit terasa paling hebat dan tubuhnya mati rasa sebelah, membuatnya sulit memejamkan mata. Louis amat berduka ketika mengetahui isterinya sakit parah tak tersembuhkan. Ia tak lagi pergi memancing, melainkan senantiasa setia mendampingi isterinya. Dalam sakitnya, Zélie tetap setia ikut ambil bagian dalam Misa meski ia nyaris sepanjang waktu harus mengerahkan tenaga menahan sakit agar tak berteriak kesakitan.

Setelah kunjungan ke Lourdes mohon kesembuhan yang tampaknya sia-sia, Zélie menulis, “Jika Santa Perawan Maria tak menyembuhkanku, berarti waktuku telah tiba dan bahwa Allah menghendakiku mendapatkan istirahatku di tempat selain dunia.” Pada tanggal 28 Agustus 1877, Zélie Martin pulang ke rumah Bapa.

Setelah kematian istrinya, Louis dan keluarganya pindah ke Les Buissonnets di Lisieux. Disana, siang hari biasanya dilewatkan Louis dengan mengunjungi gereja-gereja dan Sakramen Mahakudus. Sore hari dilewatkan bersama anak-anaknya dengan membaca bacaan dari Tahun Liturgi atau bacaan-bacaan yang sudah dipilihnya. Louis akan bercerita dan menyanyi bersama mereka. Acara selalu diakhiri dengan doa keluarga. Bersama Isidore Guérin, seorang kerabat almarhumah istrinya, Louis membentuk Serikat Adorasi Malam di Lisieux, dan ia juga aktif dalam Serikat St Vincentius de Paul.

ALTAR DAN KURBAN

Ketika Pauline menyatakan keinginannya untuk masuk Karmel, Louis menanggapi, “Pauline, Papa memberimu ijin untuk masuk Karmel demi kebahagiaanmu, tetapi janganlah berpikir bahwa tak ada pengorbanan dari pihak Papa, sebab Papa amat sangat mengasihimu.” Hatinya pedih kehilangan seorang anak dalam lingkup keluarga, sekaligus bahagia bahwa doa-doanya bersama Zélie agar masing-masing anak dikonsekrasikan kepada Tuhan mulai terpenuhi. Marie Pauline menggabungkan diri dalam Biara Karmel di Lisieux pada bulan Oktober 1882 dan kelak dikenal sebagai Moeder Agnes dari Yesus.

Ketika si sulung Marie memohon ijin untuk masuk Karmel juga. Louis terguncang. Ia memandangi puteri kesayangannya dengan airmata berlinang, “Tuhan tidak dapat meminta kurban yang terlebih besar dari ini dariku. Papa pikir engkau tak akan pernah meninggalkan Papa!” Marie menggabungkan diri dalam Biara Karmel di Lisieux pada bulan Oktober 1886 dan kelak ia dikenal sebagai Suster Maria dari Hati Kudus.

Ketika kemudian si bungsu Thérèse meminta ijin untuk masuk biara Karmel, Louis sama sekali tidak terkejut. Meski puterinya itu baru berusia empatbelas tahun namun Louis sadar bahwa Thérèse mempunyai panggilan sejati untuk hidup kudus. Louis malahan mempertaruhkan namanya dianggap sebagai ayah yang tidak bijak sebab ia dengan segenap hati membantu puterinya yang masih dibawah umur dan mengupayakan ijin dari otoritas Gereja untuk dapat masuk biara. Ia sendiri yang menghantarkan Ratu Kecilnya menghadap Uskup dan bahkan Bapa Suci demi mendapatkan ijin yang diperlukan. Perjuangan mereka membuahkan hasil; pada bulan September 1888, Thérèse dengan ijin khusus diperbolehkan masuk Biara Karmel di Lisieux dalam usia limabelas tahun. Marie-Françoise-Thérèse inilah yang sekarang kita kenal sebagai Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus, wanita ketiga yang digelari Doktor Gereja.

Léonie yang kesehatannya senantiasa rapuh sejak masa kecilnya juga meninggalkan rumah untuk masuk Biara St.Klara yang sangat keras. Sayang ia harus pulang karena alasan kesehatan, dan setelah dua kali gagal karena alasan yang sama, pada akhirnya Léonie dapat menggabungkan diri dalam Biara Visitasi di Caen pada bulan Januari 1899 dan dikenal sebagai Suster Francoise Thérèse.

Pada bulan Mei 1888, ketika imam Katedral St Pierre, gereja paroki Louis, memaklumkan bahwa ia memulai suatu pengumpulan dana untuk altar utama, Louis menyumbangkan seluruh jumlah yang diperlukan. Thérèse berkomentar, “Papa baru saja memberikan sumbangan kepada Allah untuk sebuah altar, dan ia sendirilah yang dipilih sebagai kurban untuk dipersembahkan bersama dengan Anak Domba tanpa cela.”

Bulan yang sama Louis pergi ke Alençon. Ia mengunjungi Gereja Santa Perawan Maria di mana ia dan Zélie menikah. Di sana, di hadapan altar ia mempersembahkan dirinya sebagai kurban. Kepada puteri-puterinya ia mengatakan, “Anak-anakku, Papa telah kembali dari Alençon, di mana di Gereja Santa Perawan Maria Papa menerima rahmat yang begitu besar, penghiburan yang begitu rupa, hingga Papa memanjatkan doa ini: “Allah-ku, ini terlalu banyak! Ya, aku terlalu bahagia; tidaklah mungkin pergi ke surga seperti ini, aku ingin menderita sesuatu bagi-Mu! Dan aku mempersembahkan diriku….” Kata “kurban” tak terluncur dari bibirnya, ia tak berani mengucapkannya, tetapi puteri-puterinya mengerti.

Bulan berikutnya, Juni 1888, Céline menunjukkan kepada ayahnya lukisan Santa Perawan Maria Berdukacita dan St Maria Magdalena yang baru saja selesai dilukisnya. Louis begitu terkesan dan bermaksud membawa Céline ke Paris agar ia dapat belajar dari seorang artis professional. Céline menjelaskan bahwa ia tak ingin belajar di Paris, sebab ia berharap suatu hari nanti dapat mengikuti jejak saudari-saudarinya di Biara Karmel. Tetapi sekarang, ia ingin bersama Papa dan merawat Papa hingga akhir. Dihadapkan pada kurban baru ini, Louis menanggapinya secara mengagumkan, “Mari kita pergi bersama mengunjungi Sakramen Mahakudus untuk mengucap syukur kepada Tuhan yang telah memberiku kehormatan dengan mengambil semua anak-anakku.” Marie Céline kelak menggabungkan diri dalam Biara Karmel di Lisieux pada bulan September 1894 dan dikenal sebagai Suster Genoveva dari Wajah Kudus.

KURBAN TERAKHR

Sementara itu, kesehatan Louis mulai memburuk. Ia juga mengalami hilang ingatan yang cukup parah. Dalam perjalanan ke Le Havre, ia hilang selama empat hari sebelum akhirnya keluarga menemukannya dalam keadaan bingung. Kesehatannya yang menurun drastis membuat Louis tampak tua dan letih; ia juga mengalami stroke. Karena sering “menghilang”, atas desakan Isidore Guérin, pada bulan Februari 1889 Louis dirawat di Rumah Sakit Jiwa “Bon Sauveur” di Caen.

Ia yang begitu disegani dan dihormati tenggelam dalam keterpurukan yang paling ngeri. Ia minum dari “yang paling pahit dan paling hina dari segala piala,” tulis Thérèse. Di sini ia menghabiskan sebagian besar waktu di kapel dan menyambut Komuni Kudus setiap hari. Ia membagikan apa yang ia miliki dengan pasien-pasien lain dan tidak pernah mengeluh meski ia merasa menderita dipisahkan dari keluarga. Kepada dokternya Louis mengatakan, “Aku terbiasa memerintah, dan di sini aku harus taat. Sungguh berat! Tetapi aku tahu mengapa Tuhan mengirimkan pencobaan ini kepadaku. Aku tak pernah dihinakan sepanjang hidupku; aku perlu mengalaminya.”

Setiap minggu, puteri-puterinya menjenguk Louis di Caen hingga ia dapat kembali ke rumah pada bulan Mei 1892. Pada waktu itu stroke Louis telah melumpuhkan kedua kakinya, hingga mereka tidak perlu takut ia menghilang. Dua hari kemudian Louis dibawa mengunjungi puteri-puterinya di Karmel. Ketika dikabarkan bahwa Pauline telah dipilih sebagai Moeder Priorin, Louis menanggapi, “Mereka tidak dapat memilih yang lebih baik.”

Pada bulan Mei 1894, Louis mengalami stroke parah yang melumpuhkan lengan kirinya. Pada bulan Juni ia mendapat serangan jantung yang serius. Bulan berikutnya Louis kembali mendapat serangan jantung yang cukup lama, hingga suatu pagi keluarga mendapati tubuh Luois telah dingin bagai es. Céline berada di sisi pembaringan ayahnya sembari memanjatkan doa kepada Yesus, Maria dan Yosef untuk kematian yang bahagia bagi ayahnya. Luois memandangi wajah puterinya dengan penuh cinta dan terima kasih, lalu menutup mata. Isidore mengambil salib dan menekankannya beberapa kali ke bibir Louis agar ia dapat mengecupnya.

Luois Martin tutup usia dengan damai pada tanggal 29 Juli 1894. Isidore dengan terharu mengatakan bahwa belum pernah ia melihat kematian yang terlebih damai dari itu. Jenazah Louis dibawa kembali ke Lisieux dan dimakamkan pada tanggal 2 Agustus 1894 sesudah Misa Requiem di katedral. Kepada saudari-saudarinya di Karmel, Céline menulis, “Papa sudah di surga.”

BEATIFIKASI DAN KANONISASI

Pada tahun 1957 proses beatifikasi Louis dan Zélie Martin diajukan bersama. Pada tanggal 26 Maret 1994 Louis dan Zélie Martin dimaklumkan sebagai Venerabilis oleh Paus Yohanes Paulus II. Pada tanggal 19 Oktober 2008, Hari Minggu Misi Sedunia, Louis dan Zélie Martin dibeatifikasi di Basilika St Theresia dari Kanak-kanak Yesus, Lisieux Perancis. Salah satu Mujizat yang terpilih sebagai syarat bagi proses Beatifikasi suami istri ini adalah mujizat penyembuhan secara ajaib kondisi paru-paru congential yang biasanya fatal yang diderita oleh bayi Pietro Schiliro dari Monza, Italia. Penyembuhan ajaib ini terjadi setelah novena yang dipanjatkan oleh ibu Pietro dengan perantaraan Louis dan Marie-Blessed Azelie.

Berikut kutipan homili sebagaimana disampaikan Kardinal Jose Saraiva Martins, Mantan Prefek Kongregasi untuk Masalah Santa Santo, mewakili Bapa Suci Paus Benediktus XVI :

… Di antara panggilan dengan mana individu dipanggil oleh Penyelenggaraan Ilahi, perkawinan merupakan salah satu dari yang paling tinggi dan paling luhur. Louis dan Zélie tahu bahwa mereka dapat menjadi kudus, bukan dengan menghindari perkawinan, melainkan melalui, dalam dan dengan perkawinan, dan bahwa mereka menjadi pasangan suami isteri merupakan awal dari suatu pendakian bersama. Pada hari ini Gereja tak hanya merayakan kekudusan putera dan puteri Normandy ini, yang merupakan anugerah bagi kita semua, melainkan mengagumi juga, dalam pasangan Beato dan Beata ini apa yang membuat gaun pengantin Gereja menjadi terlebih indah dan cemerlang. Kasih suami isteri Louis dan Zélie merupakan suatu gambaran murni dari kasih Kristus bagi Gereja-Nya, dan juga suatu gambaran murni dari kasih yang cemerlang yang tanpa cacat atau kerut, melainkan kudus dan tak bercela (Efesus 5:27) sebagaimana Gereja mengasihi Mempelai-nya, Kristus. Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya (Efesus 1:4).

… Tetapi, apakah rahasia keberhasilan mereka dalam mengamalkan hidup sebagai orang-orang Kristen? Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN daripadamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allah-mu (Mikha 6:8). Louis dan Zélie, seorang laki-laki dan seorang perempuan yang hidup dengan rendah hati di hadapan Allah dalam mencari kehendak Allah; Tuan, beritahukanlah kehendak-Mu kepada kami. Mereka mencari kehendak Allah. Mereka haus untuk mengetahui kehendak Allah. Mereka mencintai kehendak Allah. Mereka menerima kehendak Allah tanpa prasangka, tanpa menawar atau bahkan yang lebih parah, menolak. Dan demi memastikan bahwa mereka mengikuti kehendak Allah yang benar, mereka berpaling kepada Gereja, guru ahli mengenai kemanusiaan, dan kepada ajaran-ajarannya.

Tak ada suatu aspek pun dalam kehidupan pribadi maupun kehidupan publik mereka yang tidak dalam keselarasan sempurna dengan ajaran-ajaran Gereja, dalam era mereka maupun dalam era kita. Sebab bagi Tuan dan Nyonya Martin, apa yang menjadi hak kaisar dan apa yang menjadi hak Allah sangatlah jelas. “Tuhan Allah-ku yang utama dilayani,” kata St Yoana dari Arc. Keluarga Martin menjadikan itu sebagai motto keluara mereka. Penyerahan total pasangan ini pada kehendak Allah sungguh luar biasa. Ketika penderitaan menjamah hidup mereka, reaksi spontan mereka adalah selalu menerima kehendak Allah. Nyonya Martin kerap mengatakan: “Allah adalah Tuan. Ia melakukan apa yang Ia kehendaki.” Tuan Martin menggemakan perkataan isterinya ketika mengatakan: “Allah terlebih dahulu dilayani.” Suami dan isteri, mereka melayani Allah dalam mereka yang miskin, bukan karena kemurahan hati, bukan karena rasa keadilan sosial, melainkan hanya karena dalam kaum miskin mereka mengenali Yesus. Melayani kaum miskin adalah melayani Yesus, adalah memberikan kepada Allah apa yang menjadi hak Allah: “Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku” (Matius 25:24-40).…

Louis dan Zélie mewakili anugerah bagi pasangan-pasangan suami isteri dari setiap masa dengan hormat dan keharmonisan yang menandai kasih mereka selama sembilanbelas tahun. Zélie mengungkapkannya ketika ia menulis kepada Louis: “Aku tak dapat hidup tanpamu, Louis sayang.” Dan suaminya menanggapi, “Aku suamimu dan sahabatmu yang kasihnya adalah milikmu untuk selamanya.” Mereka dengan gagah berani mengamalkan janji setia perkawinan yang mempersatukan mereka, untuk saling setia dalam untung dan malang, di waktu sehat dan sakit; untuk saling mencintai dan saling menghormati seumur hidup.

Louis dan Zélie mewakili anugerah bagi para orangtua: Sebagai pelayan kasih dan kehidupan, mereka melahirkan sembilan orang anak bagi Tuhan. Di antara anak-anak ini, secara istimewa kita mengagumi Thérèse.

Louis dan Zélie mewakili anugerah bagi mereka semua yang kehilangan pasangan hidup. Selalu sulit orang menerima kenyataan bahwa dirinya menjadi duda. Louis menghadapi wafat isterinya dengan iman dan kemurahan hati, memilih pindah ke Lisieux demi kebaikan anak-anaknya, meski ia sendiri lebih suka tinggal di Alençon. Louis dan Zélie mewakili anugerah bagi mereka semua yang menghadapi penyakit dan kematian. Zélie wafat karena kanker. Hidup Louis berakhir setelah serangkaian stroke yang melumpuhkan.

Dalam dunia modern kita yang berupaya menyembunyikan diri dari kematian, mereka mengajarkan kepada kita untuk berani menghadapinya dengan penyerahan diri kepada Allah. Akhirnya, saya mengucap syukur kepada Tuhan, dalam Hari Misi Sedunia yang ke-82 ini, sebab Louis dan Zélie memberikan kepada kita suatu contoh teladan dari sebuah rumah tangga yang misionaris. Itulah sebabnya Bapa Suci menghendaki beatifikasi dilangsungkan pada hari ini yang merupakan hari berharga bagi Gereja Semesta, untuk mempersatukan guru Louis dan Zélie dengan murid Thérèse, puteri mereka, yang adalah Pelindung Misi dan Pujangga Gereja.

… Saudara dan saudariku, semoga keluarga-keluarga kalian, paroki-paroki kalian, komunitas-komunitas religius kalian di sini di segenap penjuru dunia, juga menjadi rumah-rumah tangga para kudus dan misionaris, sebagaimana rumah tangga pasangan suami isteri Beato Louis dan Beata Zélie Martin. Amin.

Suami isteri kudus ini di kanonisasi bersama oleh Paus Fransiskus pada tanggal 18 Oktober 2015. Pesta pasangan ini juga dirayakan bersama pada tanggal 12 Juli, tanggal ulang tahun perkawinan mereka.

Arti nama

Nama " Louis" Berasal dari nama Latin : Ludovikus yang berarti : "Kesatria"

Santo Nabor dan Felix

Martir

Nabor dan Felix adalah prajurit-prajurit asal Afrika yang berdinas di Milano, Italia pada masa kekuasaan Kaisar Maximianus Herculles. Mereka dengan tegas menolak mengabdi Kaisar Maximianus yang berlaku kejam terhadap orang-orang Kristen. Ketika diadili di Milano, keduanya dengan terus terang mengaku menganut agama Kristen. Akibatnya, mereka dihukum pancung di Lodi pada tahun 303.

Santo Uguzo atau Lusio

Martir

Ugozo atau Lusio adalah seorang gembala upahan di Swiss. Sebagai gembala upahan, Ugozo tergolong gembala miskin tetapi ia mempunyai perhatian yang besar pada orang-orang miskin dan kepada Gereja, dengan menghadiahkan segala apa yang dimilikinya.

Perbuatan amalnya ini mengakibatkan kemarahan majikannya. Ia dituduh majikannya sebagai seorang pencuri kekayaannya, dan dipecat. Ugozo lalu pindah bekerja pada seorang majikan yang lain. Majikan baru yang diikutinya itu cepat menjadi kaya, sehingga bekas majikannya menjadi iri hati dan membunuhnya. Ugozo dihormati sebagai pelindung para penjaga ternak.

Santo Yohanes Gualbertus

Abbas · 985-1073

Yohanes Gualbertus lahir di Florence, Italia pada tahun 999. Ia berasal dari keluarga bangsawan Visdomini. Masa kecil dilewatkan dengan cara hidup yang sederhana dan biasa-biasa saja, tidak seperti putera bangsawan lainnya. Tidak ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas dirinya. Meskipun demikian, Tuhan mempunyai suatu rencana khusus atas dirinya.

Ketika menginjak usia dewasa, Tuhan mulai menunjukkan kehendakNya atas diri Yohanes. Pada suatu hari, Hugh adiknya dibunuh oleh temannya sendiri dalam suatu peristiwa pertengkaran. Peristiwa naas ini sungguh menyedihkan hati Yohanes sebagai seorang kakak. Yohanes memberontak dan bertekad membalas dengan cara yang sama. Diambilnya sebilah pedang dan segera ia mencari pembunuh adiknya. Tak lama kemudian pembunuh itu diketemukannya. Tanpa banyak bicara, Yohanes segera menghunus pedangnya untuk memenggal kepala pembunuh itu. Tetapi justru pada saat kritis itu, Tuhan menunjukkan kuasa kerahiman-Nya: pedang yang sudah siap diacungkan itu terlepas jatuh dari tangannya, dan dengan suara halus ia mengampuni si pembunuh itu. Pembunuh yang sudah pucat pasi itu mengucapkan terima kasih atas pengampunan Yohanes atas dirinya. Yohanes tahu bahwa Tuhan telah berbuat sesuatu yang luar biasa atas dirinya. Ia lalu menyesalkan tekad jahatnya itu dan segera bertobat.

Pada suatu hari, ketika sedang berdoa di dalam gereja Benediktin San Miniato, ia melihat bahwa Yesus menganggukkan kepalaNya kepadanya dari atas salib. Peristiwa ini sungguh menggugah hatinya, mengilhami hidupnya dan menggerakkan dia untuk menjadi seorang biarawan. Ia kemudian memutuskan untuk masuk biara Benediktin.

Setelah matang hidup rohaninya di dalam biara itu, ia terdorong mendirikan sebuah tarekat baru yang anggota-anggotanya tetap berstatus awam. Ia lalu merintis pembangunan sebuah biara di Vallumbrosa, sebuah desa di Florence. Perarturan baru yang dibuatnya bagi para anggota tarekatnya sangat keras dan menekankan cinta kasih dan semangat kemiskinan. Dialah orang pertama yang mendirikan tarekat baru yang anggota-anggotanya tetap berstatus awam. Anggota-anggota tarekat baru ini lalu dikenal luas dengan sebutan Biarawan Miskin. Mereka dengan tegas memerangi praktek simonia (praktek jual-beli rahmat dan jabatan gerejani). Yohanes Gualbertus meninggal dunia pada tahun 1073. banyak mukzijat terjadi atas diri orang-orang yang berdoa dengan perantaraannya.

Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari