Bacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Anak kandungmulah yang akan menjadi ahli warismu.
Pada suatu ketika, datanglah Firman Tuhan kepada Abram dalam suatu penglihatan, “Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar.” Abram menjawab, “Ya Tuhan Allah, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku? Aku akan meninggal tanpa mempunyai anak, dan yang akan mewarisi isi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu.” Lagi kata Abraham, “Engkau tidak memberi aku keturunan sehingga seorang hambakulah yang nanti menjadi ahli warisku.” Tetapi, datanglah Firman Tuhan kepadanya demikian, “Orang itu tidak akan menjadi ahli warismu, melainkan anak kandungmulah yang akan menjadi ahli warismu.” Lalu, Tuhan membawa Abram keluar serta berfirman, “Cobalah lihat ke langit, hitunglah Bintang-bintang itu jika engkau dapat!” Maka, Firman-Nya kepada Abram, “Demikian banyaknya nanti keturunanmu.” Lalu, Abram percaya kepada Tuhan; maka, Tuhan memperhitungkan itu sebagai kebenaran. Tuhan memperhatikan Sara, seperti yang dijanjikan-Nya. Maka, mengandunglah Sara, lalu ia melahirkan seorang anak laki-laki bagi Abraham dalam masa tuanya pada waktu yang telah ditetapkan, sesuai dengan Firman Allah kepadanya. Abraham menamani anaknya yang baru lahir itu, Ishak, dialah yang dilahirkan Sara baginya.
Refren: Tuhan adalah kasih setia bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya.
Bersyukurlah kepada Tuhan, serukanlah nama-Nya, maklumkanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa. Bernyanyilah bagi Tuhan, bermazmurlah bagi-Nya. Percakapkanlah segala peruatan-Nya yang Ajaib.
Bermegahlah dalam nama-Nya yang kudus, biarlah bersukacita hati orang-orang yang mencari Tuhan. Carilah Tuhan dan kekuatan-Nya carilah selalu wajah-Nya.
Ingatlah perbuatan Ajaib yang dilakukan-Nya, mukjizat dan ketetapan yang diucapkan-Nya, hai anak cucu Abraham, hamba-Nya, hai anak-anak Yakub, pilihan-Nya.
Selama-lamanya Ia ingat akan perjanjian-Nya, akan Firman yang diperintahkan-Nya kepada seribu Angkatan, akan perjanjian yang diikat-Nya dengan Abraham dan akan sumpah-Nya kepada Ishak.
Iman Abraham, Sara dan Ishak.
Saudara-saudara, karena iman, Abraham taat ketika ia dipanggil untuk brangkat ke negeri yang akan dia terima menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat tanpa mengetahui tempat yang ia tuju. Karena iman pula, Abraham dan Sara beroleh kekuatan untuk menurunkan anak cucu, walaupun usianya sudah lewat, karena ia yakin bahwa Dia yang memberikan janji itu setia. Itulah sebabnya, dari satu orang yang malahan orang yang telah mati pucuk, terpancar keturunan besar seperti Bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, yang tidak terhitung banyaknya.
Karena iman, Abraham rela mempersembahkan Ishak, tatkala ia dicobai. Ia yang telah menerima janji itu, rela mempersembahkan anaknya yang Tunggal walaupun kepadanya telah dikatakan, “Keturunan yang bersal dari Ishaklah yang akan disebut keturunanmu.” Abraham berbuat demikian karena ia percaya bahwa Allah berkuasa membangkitkan orang sekalipun mereka sudah mati. Dan dari sana, ia seakan-akan telah menerimanya kembali.
Alleluya, alleluya.
Semoga damai Kristus melimpahi hatimu, semoga Sabda Kristus berakar dalam dirimu.
Alleluya, alleluya.
Anak itu bertambah besar dan penuh hikmat.
Ketika genap waktu penahiran menurut Hukum Taurat Musa, Maria dan Yusuf membawa Kanak Yesus ke Yerusalem untuk menyerahkan Dia kepada Tuhan, seperti ada tertulis dalam Hukum Tuhan: Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah. Juga mereka datang untuk mempersembahkan kurban menurut apa yang difirmankan dalam Hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak merpati.
Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh hidupnya, yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya, dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus bahwa ia tidak akan mati sebelum melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan. Atas dorongan Roh Kudus Simeon datang ke Bait Allah. Ketika Kanak Yesus dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan apa yang ditentukan Hukum Taurat, Simeon menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya, “Sekarang, Tuhan, biarlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahera, sesuai dengan Firman-Mu sebab mataku telah melihat keselamatan yang daripada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi pernyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel.” Yusuf dan Maria amat heran akan segala sesuatu yang dikatakan tentang Kanak Yesus. Lalu, Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu, “Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkanbanyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan – dan suatu pedang, akan menembus jiwamu sendiri – supaya nyata pikiran hati banyak orang.
Pada waktu itu, ada pula di Yerusalem seorang nabi Perempuan, anak Fanuel dari suku Asyer, namanya Hana. Ia sudah lanjut umurnya. Sesudah menikah, ia hidup tujuh tahun bresama suaminya, dan sekarang ia janda, berumur delapan puluh empat tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa. Pada hari itu, Hana pun datang ke Bait Allah dan mengucap syukur kepada Allah, dan berbicara tentang Kanak Yesus kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem. Setelah menyelesaikan semua yang harus dilakukan menurut Hukum Tuhan, kembalilah Maria dan Yusuf beserta Kanak Yesus ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galilea. Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada padanya.
Menghitung Bintang
Pernahkah mencoba menghitung bintang? Anak kecil biasanya menyerah di angka belasan. Bintangnya terlalu banyak, dan mata kita terlalu lelah. Kepada Abram yang tua dan tak beranak, Tuhan justru menyuruh: coba hitung bintang-bintang itu. Demikianlah banyaknya keturunanmu. Abram tidak punya bukti apa-apa selain langit malam. Dan ia percaya. Kitab Kejadian mencatat kalimat yang kelak dikutip Paulus berkali-kali: Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.
Pesta Keluarga Kudus tahun ini membawa kita ke dua keluarga yang berjarak dua ribu tahun. Keluarga Abraham dan Sara, yang menunggu anak sampai rambut memutih. Dan keluarga Yusuf dan Maria, yang membawa bayi berumur empat puluh hari ke Bait Allah dengan persembahan orang miskin: sepasang burung tekukur.
Surat Ibrani menyebut satu kata sebagai benang merahnya: iman. Karena iman Abraham berangkat tanpa tahu ke mana. Karena iman Sara mengandung. Karena iman Abraham bersedia mempersembahkan Ishak, anak yang ditunggunya seumur hidup. Iman di sini bukan perasaan hangat, melainkan langkah yang diambil sebelum semua bukti terkumpul.
Di Bait Allah, iman itu bertemu dengan orang-orang tua. Simeon menggendong bayi itu dan berkata, sekarang biarlah hamba-Mu pergi dalam damai. Lalu ia menoleh kepada Maria: suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri. Hana yang berusia delapan puluh empat tahun berbicara tentang Anak itu kepada semua orang. Keluarga kudus ini tidak hidup di balik kaca. Sejak hari-hari pertama mereka sudah mendengar bahwa jalan di depan akan terjal.
Mungkin di sinilah pesta ini menjadi dekat dengan rumah kita. Keluarga kudus bukan keluarga tanpa masalah, melainkan keluarga yang berani menghitung bintang: memegang janji Allah ketika kenyataan belum menunjukkan apa-apa. Orang tua yang terus berdoa untuk anak yang menjauh. Pasangan yang bertahan di tahun-tahun kering. Anak yang merawat orang tua yang pikun. Semua itu adalah cara menghitung bintang.
Lukas menutup dengan kalimat sederhana: Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya. Pertumbuhan itu terjadi di Nazaret, di sebuah rumah biasa, dalam keluarga yang setia pada hal-hal kecil. Tidak ada mukjizat yang dicatat selama tiga puluh tahun itu. Hanya kesetiaan sehari-hari. Dan rupanya itu cukup untuk membesarkan Juruselamat dunia.
Tuhan, ajarilah keluarga kami menghitung bintang: percaya pada janji-Mu sebelum semuanya terlihat. Jadikan rumah kami tempat Engkau bertumbuh. Amin.
Invitatorium
Pembukaan
AntifonMarilah menyembah Tuhan, raja para rasul.
Mazmur 94 (95)
AntifonMarilah menyembah Tuhan, raja para rasul.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Sukacita bagi dunia, Tuhan telah datang!
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Ketika orang tua-Nya membawa Kanak-kanak Yesus ke Bait Allah, Simeon menyambut-Nya dalam pelukannya dan memuji Allah.
Mazmur 23 (24)
dunia dan semua penduduknya.
Dialah yang mendasarkannya di atas lautan;
AntifonKetika orang tua-Nya membawa Kanak-kanak Yesus ke Bait Allah, Simeon menyambut-Nya dalam pelukannya dan memuji Allah.
Antifon 2Para Majus masuk ke rumah dan menemukan Kanak-kanak itu bersama Maria, ibu-Nya.
Mazmur 45 (46)
penolong yang dekat, di saat kesesakan,
maka kita tidak akan takut meskipun bumi berguncang,
AntifonPara Majus masuk ke rumah dan menemukan Kanak-kanak itu bersama Maria, ibu-Nya.
Antifon 3Yusuf bangun di malam hari dan membawa Kanak-kanak itu serta ibu-Nya ke Mesir.
Mazmur 86 (87)
yang dikasihi Tuhan.
Tuhan lebih menyukai gerbang-gerbang Sion
AntifonYusuf bangun di malam hari dan membawa Kanak-kanak itu serta ibu-Nya ke Mesir.
Bacaan
Bacaan Pertama
Responsorium Efesus 6:1-2; Lukas 2:51
Bacaan Kedua
Responsorium (2 Korintus 13:11; Efesus 5:9; Kolose 3:23)
Te Deum
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur dari hari Minggu I, hlm 390
Antifon 1Yohanes dipilih Tuhan menjadi rasul dan pengarang Injil, ia dicintai melebihi murid-murid lainnya.
Mazmur 62
Antifon 1Yohanes dipilih Tuhan menjadi rasul dan pengarang Injil, ia dicintai melebihi murid-murid lainnya.
Antifon 2Di salib Kristus mempercayakan bundaNya, Maria, kepada Yohanes, rasul yang dicintaiNya.
Dan 3,57-88.56
Kidung ini tidak ditutup dengan 'Kemuliaan'.
Antifon 2Di salib Kristus mempercayakan bundaNya, Maria, kepada Yohanes, rasul yang dicintaiNya.
Antifon 3Berkatalah murid yang dicintai Yesus: Itulah Tuhan, alleluya.
Mazmur 149
Antifon 3Berkatalah murid yang dicintai Yesus: Itulah Tuhan, alleluya.
Bacaan Singkat (Kis 4:19-20)
Lagu Singkat
Antifon KidungSabda menjadi manusia lemah dan tinggal di antara kita. Kita telah melihat kemuliaanNya, alleluya.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungSabda menjadi manusia lemah dan tinggal di antara kita. Kita telah melihat kemuliaanNya, alleluya.
Doa Permohonan
℟. KepadaMu paduan para rasul bersyukur, ya Tuhan.
Terpujilah Engkau, ya Tuhan, sebab para rasul telah menyampaikan kepada kami perjamuan tubuh dan darah Kristus,* yang memuaskan dan menyegarkan kami. ℟.
Terpujilah Engkau karena para rasul telah menyediakan bagi kami santapan sabda,* yang menerangi dan menggembirakan kami. ℟.
Terpujilah Engkau karena Gereja kudus telah Kaudirikan atas para rasul,* dan kami kaupersatukan menjadi satu umat. ℟.
Terpujilah Engkau sebab Engkau telah mempercayakan kepada para rasul pembaptisan dan pengampunan dosa,* yang menyucikan kami dari segala kejahatan. ℟.
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (Is 11, 1-3 a)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setiaNya, alleluya.
Mazmur 117 (118)
Antifon 1Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setiaNya, alleluya.
Antifon 2Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, alleluya.
Antifon 2Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, alleluya.
Antifon 3Syukur kepadaMu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku, alleluya.
Antifon 3Syukur kepadaMu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku, alleluya.
Bacaan singkat Kis 3,12a.14
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (Is 49, 6)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Madah
Antifon 1Engkau berkuasa sejak kelahiranMu, sejak fajar masa mudaMu.
Antifon 1Engkau berkuasa sejak kelahiranMu, sejak fajar masa mudaMu.
Antifon 2Pada Tuhanlah kasih setia dan penebusan yang berlimpah-limpah.
Mazmur 129 (130)
Antifon 2Pada Tuhanlah kasih setia dan penebusan yang berlimpah-limpah.
Antifon 3Pada awal mula dan sebelum segala abad Sabda itu Allah; hari ini Ia lahir sebagai penyelamat dunia.
Kidung, Kol 1,12-20
Antifon 3Pada awal mula dan sebelum segala abad Sabda itu Allah; hari ini Ia lahir sebagai penyelamat dunia.
Bacaan Singkat (Rom 8:3-4)
Antifon Kidung(Mi 27 Des): Santa perawan Maria, dengan perantaraanmu terpenuhilah segala nubuat para nabi tentang Kristus: sebagai perawan engkau mengandung, sebagai perawan pula engkau melahirkan putera.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungSanta perawan Maria, dengan perantaraanmu terpenuhilah segala nubuat para nabi tentang Kristus: sebagai perawan engkau mengandung, sebagai perawan pula engkau melahirkan putera.
Doa Permohonan
Allah Bapa, dalam cinta KasihNya yang melimpah, telah mengutus PuteraNya kepada kita. Marilah kita meluhurkan Dia dan bersembah: ℟.
℟. Semoga PuteraMu menyertai kami, ya Bapa.
Allah, sumber cinta kasih, Bapa Tuhan kami Yesus Kristus, Engkau berbelaskasihan terhadap orang. ℟.
yang berjalan dalam kegelapan,* terimalah doa yang kami sampaikan untuk keselamatan semua orang. ℟.
Ingatlah, ya Tuhan, akan GerejaMu yang tersebar luas di seluruh dunia,* berkatilah umat Kristen seluruhnya dan lindungilah kami dalam damaiMu. ℟.
Bapa segala bangsa, ciptakanlah damai di antara bangsa-bangsa, arahkanlah mata semua orang kepada PuteraMu,* dan pupuklah semangat kedamaian dalam hati para penguasa dunia. ℟.
Engkau telah memaklumkan damai di dunia dengan kedatangan PuteraMu,* berikanlah damai abadi kepada semua orang yang telah berpulang. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Doa Tobat
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
Madah
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Mazmur 90 (91)
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Bacaan singkat Why 22,4-5
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo Yohanes Rasul
St. Yohanes adalah seorang nelayan di Galilea. Ia, bersama dengan St. Yakobus saudaranya, dipanggil untuk menjadi rasul Kristus. Yesus memberi julukan “anak-anak guruh” kepada kedua putera Zebedeus ini.
St. Yohanes adalah rasul yang termuda. Ia amat dikasihi oleh Yesus, dan iapun amat mengenali Yesus Sang Guru. Pada perjamuan malam terakhir, Yohanes diperbolehkan menyandarkan kepalanya didada Yesus. Yohanes juga satu-satunya rasul yang berdiri di kaki salib sementara yang lain melarikan diri. Yesus yang sedang menghadapi ajal menyerahkan pemeliharaan Bunda-Nya kepada murid yang dikasihi-Nya ini. Sambil memandang Bunda Maria, Ia berkata, “Inilah ibumu.” (Yoh 19:26-27). Jadi, hingga akhir hidupnya di dunia, Bunda Maria tinggal bersama St.Yohanes. Hanya Yohanes seorang yang memperoleh hak istimewa untuk menghormati serta melayani Bunda Allah yang tanpa noda.
Setelah penyaliban Yesus dan hari paskah berlalu, pagi-pagi sekali Maria Magdalena dan beberapa wanita membawa rempah-rempah ke makam Yesus untuk meminyaki Tubuh-Nya sesuai kebiasaan orang Yahudi. Mereka kembali dengan berlari-lari kepada para rasul untuk menyampaikan suatu berita yang mengejutkan. Tubuh Yesus telah hilang dari makam. Petrus dan Yohanes pergi untuk menyelidiki hal itu. Hati Yohanes yang bergetar hebat membuat ia berlari dengan sangat cepat dan tiba terlebih dahulu, tetapi karena ia menghormati Petrus; ia tidak mau mendahului Petrus untuk masuk kedalam kubur. Walau ia merupakan murid yang paling dikasihi Yesus; tapi Yohanes adalah orang yang sangat rendah hati. Ia masih menunggu sampai Petrus datang dan masuk ke dalam makam terlebih dahulu. Baru sesudahnya, ia masuk dan melihat kain kafan yang telah tergulung rapi.
Kemudian, dalam minggu itu juga, para murid sedang memancing di Danau Tiberias tanpa hasil. Seseorang yang berdiri di pantai mengatakan kepada mereka untuk menebarkan jala ke sisi lain perahu. Ketika mereka menarik kembali, jala tersebut penuh dengan ikan-ikan besar. Yohanes adalah orang pertama yang mengenali siapa Orang itu. Tapi dengan kerendahan hati yang luar biasa ia terlebih dahulu mendekati Petrus dan berkata, “Itu Tuhan!”. Petrus si Batu Karang segera saja terjun ke Danau dan berenang ke Pantai menuju Tuhan; sedangkan Yohanes dan para Rasul yang lain tetap datang dengan perahu. (Yoh 21:1-14)
Kedekatan St.Yohanes dengan Yesus tercermin dalam pertanyaan Petrus ini :
"Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini..?" (yoh 21:21).
Saat itu Yesus menjawab :
"Jikalau Aku menghendaki supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau : ikutilah Aku".
Pernyataan Yesus ini membuat para rasul yang lain sempat berpikir kalau Yohanes tidak akan mati.
Dengan turunnya Roh Kudus pada hari Pentakosta, para rasul menjadi penuh dengan Kuasa dan keberanian mewartakan Injil. Mereka mulai menyebarkan kabar gembira dan mengadakan banyak mijizat dalam nama Yesus. Dalam kitab Kisah Para Rasul, Santo Lukas mencatat bagaimana Petrus dan Yohanes menyembuhkan seorang pengemis lumpuh di Gerbang Indah Bait Allah dengan berkata : ".. Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!" (kis 3:6).
Setelah jemaat perdana di Yerusalem terbentuk, para Rasul terus mewartakan injil kesegala penjuru dunia. Yohanes berkarya dari Yerusalem sampai ke kota Efesus (sekarang : Selçuk, Provinsi İzmir, Turki). Ia tinggal di kota ini dan menjadi memimpin umat beriman (Uskup) sampai akhir hidupnya. Di kota ini pula Yohanes diyakini menulis Injil keempat, tiga buah surat Gembala, dan Kitab terakhir dari Perjanjian Baru : kitab Wahyu.
Yohanes hidup hampir seabad lamanya. Walau Ia tidak wafat sebagai seorang martir, tetapi sungguh ia menjalani hidup yang penuh penderitaan. (Tradisi lain menyatakan bahwa Rasul Yohanes mati sebagai martir; tapi tradisi ini kurang diterima karena tidak mampu menyebutkan dimana tempat kemartiran Rasul Yohanes). Di tahun-tahun terakhir hidupnya, ketika ia tidak lagi dapat berkhotbah, para muridnya tetap dengan setia membawanya ketengah jemaat. Pesannya yang terakhir sangat sederhana; “Anak-anakku, kasihilah seorang akan yang lain.” Ia wafat di Efesus sekitar tahun 101 M.
Banyak kisah-kisah mujizat yang menurut tradisi diadakan oleh Rasul Yohanes. Sebagian mungkin hanyalah "mitos". Beberapa diantaranya :
- Ketika Yohanes sedang dalam perjalanan untuk berkhotbah di Asia, kapalnya rusak dalam badai, semua orang berhasil menyelamatkan diri ke pantai, kecuali Yohanes. Yohanes kemudian dinyatakan meninggal. Tapi dua minggu kemudian gelombang laut melemparkan Yohanes ke pantai dan jatuh didekat kaki Prochoros salah seorang muridnya; dalam keadaan hidup.
- Ketika Yohanes mengatakan penyembahan berhala adalah pekerjaan iblis, para pemuja dewi Artemis melemparinya dengan batu. Batu-batu yang dilemparkan mental dan mengenai para pelempar.
- Yohanes berdoa di sebuah kuil Artemis, lalu turunlah api dari langit yang membakar 200 orang yang sedang menyembah berhala itu. Ketika sebagian orang yang tersisa memohon belas kasihan, ia membangkitkan kembali 200 orang yang sudah mati. Mereka semua kemudian bertobat dan dibaptis.
- Mengusir setan yang sudah berdiam dalam sebuah kuil pagan selama 249 tahun.
- Dalam sebuah pelayaran, persediaan air diatas kapal habis. Yohanes kemudian mengubah air laut menjadi air tawar untuk diminum.
- Seorang pesulap bernama Ceonops, berpura-pura dapat menghidupkan kembali tiga orang yang sudah meninggal. Tiga "Orang" mati tersebut sebenarnya adalah iblis yang bersekutu dengan pesulap tersebut. Melalui doa, Santo Yohanes mengagalkan tipu muslihat penyihir itu dan setan-setan sekutunya lari menghilang.
- Sekali setahun makamnya menyebarkan aroma harum yang dapat menyembuhkan orang sakit.
Arti nama
Berasal dari nama Yunani Ιωαννης (Ioannes), yang aslinya berasal dari nama Ibrani יוֹחָנָן (Yochanan) yang berarti "YAHWEH Maha pengasih", "Allah Maha Baik"
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari