Bacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Dan Stefanus, yang penuh dengan karunia dan kuasa, mengadakan mujizat-mujizat dan tanda-tanda di antara orang banyak. Tetapi tampillah beberapa orang dari jemaat Yahudi yang disebut jemaat orang Libertini--anggota-anggota jemaat itu adalah orang-orang dari Kirene dan dari Aleksandria--bersama dengan beberapa orang Yahudi dari Kilikia dan dari Asia. Orang-orang itu bersoal jawab dengan Stefanus, tetapi mereka tidak sanggup melawan hikmatnya dan Roh yang mendorong dia berbicara. Ketika anggota-anggota Mahkamah Agama itu mendengar semuanya itu, sangat tertusuk hati mereka. Maka mereka menyambutnya dengan gertakan gigi. Tetapi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah. Lalu katanya: "Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah." Maka berteriak-teriaklah mereka dan sambil menutup telinga serentak menyerbu dia. Mereka menyeret dia ke luar kota, lalu melemparinya. Dan saksi-saksi meletakkan jubah mereka di depan kaki seorang muda yang bernama Saulus. Sedang mereka melemparinya Stefanus berdoa, katanya: "Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku." Sambil berlutut ia berseru dengan suara nyaring: "Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!" Dan dengan perkataan itu meninggallah ia.
(31-4) Sebab Engkau bukit batuku dan pertahananku, dan oleh karena nama-Mu Engkau akan menuntun dan membimbing aku.
(31-5) Engkau akan mengeluarkan aku dari jaring yang dipasang orang terhadap aku, sebab Engkaulah tempat perlindunganku.
(31-7) Engkau benci kepada orang-orang yang memuja berhala yang sia-sia, tetapi aku percaya kepada TUHAN.
(31-9) dan tidak menyerahkan aku ke tangan musuh, tetapi menegakkan kakiku di tempat yang lapang.
(31-17) Buatlah wajah-Mu bercahaya atas hamba-Mu, selamatkanlah aku oleh kasih setia-Mu!
(31-18) TUHAN, janganlah membiarkan aku mendapat malu, sebab aku berseru kepada-Mu; biarlah orang-orang fasik mendapat malu dan turun ke dunia orang mati dan bungkam.
Tetapi waspadalah terhadap semua orang; karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya. Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah. Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga. Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu. Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah akan anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka. Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.
Mahkota Sehari Sesudah Pesta
Pohon Natal masih berdiri, lagu-lagu masih terdengar, sisa kue masih di meja. Dan tiba-tiba warna liturgi berganti merah. Sehari setelah merayakan kelahiran, Gereja mengenang kematian: Stefanus, martir pertama.
Susunan ini bukan kecelakaan kalender. Gereja seolah ingin cepat-cepat berkata: Anak yang kemarin lahir itu bukan hiasan. Mengikuti Dia ada harganya. Palungan dan salib dipahat dari kayu yang sama.
Lihatlah Stefanus. Ia penuh karunia dan kuasa, berhikmat dalam berbicara, dan justru karena itu dibenci. Ketika dilempari batu, dua kalimat keluar dari mulutnya, dan keduanya gema dari Tuhannya: ya Tuhan Yesus, terimalah rohku; dan Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka. Ia mati dengan cara Yesus mati: berserah dan mengampuni. Itulah bukti Natal sudah terjadi dalam dirinya. Kristus yang lahir di Betlehem telah lahir pula di hatinya, dan tampak bahkan dalam kematiannya.
Nama Stefanus berarti mahkota. Ia menerima mahkotanya bukan dari kemenangan, melainkan dari kesetiaan.
Kita mungkin tidak akan dilempari batu. Tetapi bertahan jujur saat semua curang, mengampuni saat pantas mendendam, itu kemartiran kecil sehari-hari. Sukacita Natal diuji bukan pada tanggal dua puluh lima, melainkan pada tanggal dua puluh enam dan seterusnya.
Tuhan, jadikanlah sukacita Natalku tahan uji, setia sampai akhir seperti Stefanus. Amin.
Invitatorium
Pembukaan
AntifonMarilah kita menyembah Kristus yang telah lahir. Ia telah memahkotai Santo Stefanus.
Mazmur 94 (95)
AntifonMarilah kita menyembah Kristus yang telah lahir. Ia telah memahkotai Santo Stefanus.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Stefanus, penuh dengan Roh Kudus, memandang ke surga dan melihat kemuliaan Allah, dan Yesus berdiri di sebelah kanan Bapa.
Mazmur 2 (2)
Mesias, raja dan penakluk
Para penguasa bumi bersatu untuk menggulingkan Yesus, Putra-Mu yang terurapi (Kis 4:27).
AntifonStefanus, penuh dengan Roh Kudus, memandang ke surga dan melihat kemuliaan Allah, dan Yesus berdiri di sebelah kanan Bapa.
Antifon 2Stefanus berlutut dan berseru dengan suara nyaring: Tuhan Yesus, janganlah Engkau menanggung dosa ini atas mereka.
Mazmur 10 (11)
Allah adalah penopang yang tak pernah gagal bagi orang benar
Berbahagialah mereka yang lapar dan haus akan keadilan; mereka akan dipuaskan (Matius 5:6).
AntifonStefanus berlutut dan berseru dengan suara nyaring: Tuhan Yesus, janganlah Engkau menanggung dosa ini atas mereka.
Antifon 3Tidak seorang pun dapat menahan hikmat Stefanus yang terberkati, karena Roh Kudus berbicara melalui dia.
Mazmur 16 (17)
Selamatkanlah aku, Tuhan, dari mereka yang membenci-Mu
Selama hidup-Nya di bumi… Yesus berdoa kepada Bapa-Nya dan didengar (Ibrani 5:7).
AntifonTidak seorang pun dapat menahan hikmat Stefanus yang terberkati, karena Roh Kudus berbicara melalui dia.
Responsorium
Responsorium
Te Deum
Doa Penutup
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur dari lingkaran empat pekan
AntifonMarilah kita bernyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi penyelamat kita, alleluya.
Madah
Antifon 1Jiwaku melekat padaMu, sebab tubuhku telah dirajam untukMu, ya Allahku.
Mazmur 62
Antifon 1Jiwaku melekat padaMu, sebab tubuhku telah dirajam untukMu, ya Allahku.
Antifon 2Berbahagialah Stefanus yang melihat surga terbuka, dan masuk ke dalamnya.
Dan 3,57-88.56
Kidung ini tidak ditutup dengan 'Kemuliaan'.
Antifon 2Berbahagialah Stefanus yang melihat surga terbuka, dan masuk ke dalamnya.
Antifon 3Sungguh, aku melihat surga terbuka dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah.
Mazmur 149
Antifon 3Sungguh, aku melihat surga terbuka dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah.
Bacaan Singkat (Kis 6:2b-5a)
Lagu Singkat
Antifon KidungTerbukalah pintu surga bagi Santo Stefanus, dialah yang pertama menerima mahkota kemartiran.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungTerbukalah pintu surga bagi Santo Stefanus, dialah yang pertama menerima mahkota kemartiran.
Doa Permohonan
℟. Engkau telah menebus kami dalam darahMu.
Ya Tuhan, para martirMu rela mati untuk memberi kesaksian tentang iman mereka,* berikanlah kebebasan rohani kepada kami. ℟.
Para martirMu mengakui iman mereka sampai menumpahkan darahnya,* berilah kami kemurnian dan keteguhan iman. ℟.
Para martirMu mengikuti jejakMu dengan memanggul salib mereka,* semoga kami dengan berani menanggung kesukaran-kesukaran hidup. ℟.
Para martirMu membasuh pakaian mereka dalam darah Anakdomba,* semoga kami mengalahkan serangan hawa nafsu dan bujukan dosa. ℟.
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (Ez 20, 41-42 a)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Bimbinglah aku, ya Tuhan, pada jalan perintahMu.
Mazmur 118,33-40
Antifon 1Bimbinglah aku, ya Tuhan, pada jalan perintahMu.
Antifon 2Orang yang mencari Tuhan, takkan kekurangan suatupun.
Mazmur 33 I
Antifon 2Orang yang mencari Tuhan, takkan kekurangan suatupun.
Antifon 3Perjuangkanlah damai sejahtera.
Mazmur 33 II
Antifon 3Perjuangkanlah damai sejahtera.
Bacaan singkat 1Ptr 5,10-11
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (Mich 2, 12)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Engkau berkuasa sejak kelahiranMu, sejak fajar masa mudaMu.
Antifon 1Engkau berkuasa sejak kelahiranMu, sejak fajar masa mudaMu.
Antifon 2Pada Tuhanlah kasih setia dan penebusan yang berlimpah-limpah.
Mazmur 129 (130)
Antifon 2Pada Tuhanlah kasih setia dan penebusan yang berlimpah-limpah.
Antifon 3Pada awal mula dan sebelum segala abad Sabda itu Allah; hari ini Ia lahir sebagai penyelamat dunia.
Kidung, Kol 1,12-20
Antifon 3Pada awal mula dan sebelum segala abad Sabda itu Allah; hari ini Ia lahir sebagai penyelamat dunia.
Bacaan Singkat (1Yoh 1:5b.7)
Antifon Kidung(Mi 26 Des): Ketika segalanya diliputi kesunyian, dan malam mencapai puncak peredaraannya, turunlah sabdaMu yang mahakuasa, ya Tuhan, dari surga, dari singgasana kerajaan, alleluya.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungKetika segalanya diliputi kesunyian, dan malam mencapai puncak peredaraannya, turunlah sabdaMu yang mahakuasa, ya Tuhan, dari surga, dari singgasana kerajaan, alleluya.
Doa Permohonan
Sabda Allah tinggal di tengah-tengah kita dan membuka jalan keselamatan abadi bagi kita. Marilah kita mohon kepadaNya: ℟.
℟. Bebaskanlah kami dari segala kejahatan, ya Tuhan.
Demi penjelmaan, kelahiran dan masa mudaMu,* demi seluruh hidupMu yang dibaktikan kepada Bapa: ℟.
Bebaskanlah kami dari segala kejahatan, ya Tuhan. ℟.
Demi usahaMu, demi pewartaan Injil dan perjalanan-perjalananMu,* demi pergaulanMu dengan orang berdosa: ℟.
Bebaskanlah kami dari segala kejahatan, ya Tuhan. ℟.
Demi sakratul maut dan penderitaanMu, demi salib dan kehinaanMu,* demi kesusahan, wafat dan pemakamanMu: ℟.
Bebaskanlah kami dari segala kejahatan, ya Tuhan. ℟.
Demi kebangkitan dan kenaikanMu, demi kedatangan Roh kudus, demi kegembiraan dan kemuliaanMu yang abadi,* bebaskanlah saudara kami yang telah meninggal, ya Tuhan: ℟.
Bebaskanlah kami dari segala kejahatan, ya Tuhan. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan I Mazmur
Doa Tobat
Madah
Antifon 1Kasihanilah aku, ya Tuhan, dan dengarkanlah doaku.
Mazmur 4
Antifon 1Kasihanilah aku, ya Tuhan, dan dengarkanlah doaku.
Antifon 2Pujilah Tuhan di waktu malam.
Mazmur 133 (134)
Antifon 2Pujilah Tuhan di waktu malam.
Bacaan singkat Ul 6,4-7
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
S. Stefanus, Martir Pertama
Stefanus dikenang sebagai martir pertama Gereja, atau protomartir. Kisahnya dikisahkan dalam Kitab Kisah Para Rasul. Ia adalah salah satu dari tujuh orang yang dipilih para rasul menjadi diakon, yakni pelayan yang bertugas membagikan bantuan pangan kepada para janda dan warga termiskin jemaat perdana di Yerusalem. Ia digambarkan sebagai orang yang penuh iman, karunia Roh Kudus, dan kuasa mengerjakan tanda-tanda ajaib.
Pengajarannya yang berani membuat marah sejumlah orang, sehingga ia diseret ke hadapan Majelis Sanhedrin dengan tuduhan menghujat. Alih-alih membela diri, Stefanus menyampaikan pidato panjang tentang sejarah keselamatan dan menegur para pemimpin karena menolak Kristus. Mereka pun murka dan menyeretnya ke luar kota untuk dirajam dengan batu.
Saat batu menghujaninya, Stefanus menengadah dan berseru bahwa ia melihat langit terbuka dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah. Sebelum wafat ia berdoa meniru Tuhannya, Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka. Di antara para saksi yang menyetujui kematiannya berdiri seorang muda bernama Saulus, yang kelak bertobat dan menjadi Rasul Paulus. Stefanus wafat sekitar tahun 34, dan pestanya dirayakan tepat sehari sesudah Natal.
Pelindung: para diakon, tukang batu, dan mereka yang dianiaya karena iman.
Santo Stefanus
Stefanus adalah salah satu dari tujuh diakon pertama yang dipilih para rasul untuk melayani jemaat (Kis 6). Penuh iman dan Roh Kudus, ia berkhotbah dengan hikmat yang tak terbantahkan, hingga difitnah dan diseret ke hadapan Mahkamah Agama.
Dalam pembelaannya ia memandang ke surga dan berseru, "Aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah." Ia dirajam sampai mati di luar kota Yerusalem, sambil berdoa bagi para pembunuhnya: "Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka." Ia menjadi martir pertama Gereja, dan jubah para saksi diletakkan di kaki seorang muda bernama Saulus , yang kelak menjadi Rasul Paulus.
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari