Bacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Padang gurun dan padang kering akan bergirang, padang belantara akan bersorak-sorak dan berbunga; seperti bunga mawar ia akan berbunga lebat, akan bersorak-sorak, ya bersorak-sorak dan bersorak-sorai. Kemuliaan Libanon akan diberikan kepadanya, semarak Karmel dan Saron; mereka itu akan melihat kemuliaan TUHAN, semarak Allah kita. Kuatkanlah tangan yang lemah lesu dan teguhkanlah lutut yang goyah. Katakanlah kepada orang-orang yang tawar hati: "Kuatkanlah hati, janganlah takut! Lihatlah, Allahmu akan datang dengan pembalasan dan dengan ganjaran Allah. Ia sendiri datang menyelamatkan kamu!" Pada waktu itu mata orang-orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka. Pada waktu itu orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai; sebab mata air memancar di padang gurun, dan sungai di padang belantara; dan orang-orang yang dibebaskan TUHAN akan pulang dan masuk ke Sion dengan bersorak-sorai, sedang sukacita abadi meliputi mereka; kegirangan dan sukacita akan memenuhi mereka, kedukaan dan keluh kesah akan menjauh.
Dia yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya; yang tetap setia untuk selama-lamanya,
yang menegakkan keadilan untuk orang-orang yang diperas, yang memberi roti kepada orang-orang yang lapar. TUHAN membebaskan orang-orang yang terkurung,
TUHAN membuka mata orang-orang buta, TUHAN menegakkan orang yang tertunduk, TUHAN mengasihi orang-orang benar.
TUHAN menjaga orang-orang asing, anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya.
TUHAN itu Raja untuk selama-lamanya, Allahmu, ya Sion, turun-temurun! Haleluya!
Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi. Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat! Saudara-saudara, janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum. Sesungguhnya Hakim telah berdiri di ambang pintu. Saudara-saudara, turutilah teladan penderitaan dan kesabaran para nabi yang telah berbicara demi nama Tuhan.
Di dalam penjara Yohanes mendengar tentang pekerjaan Kristus, lalu menyuruh murid-muridnya bertanya kepada-Nya: "Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?" Yesus menjawab mereka: "Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik. Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku." Setelah murid-murid Yohanes pergi, mulailah Yesus berbicara kepada orang banyak itu tentang Yohanes: "Untuk apakah kamu pergi ke padang gurun? Melihat buluh yang digoyangkan angin kian ke mari? Atau untuk apakah kamu pergi? Melihat orang yang berpakaian halus? Orang yang berpakaian halus itu tempatnya di istana raja. Jadi untuk apakah kamu pergi? Melihat nabi? Benar, dan Aku berkata kepadamu, bahkan lebih dari pada nabi. Karena tentang dia ada tertulis: Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya.
Aku Bukan Dia
Ada satu kalimat yang sulit diucapkan orang yang sedang dipuji: bukan saya. Ketika orang berkerumun, ketika nama kita disebut-sebut, godaan paling halus adalah membiarkan kesalahpahaman itu bertahan sedikit lebih lama. Toh tidak bohong. Hanya tidak meluruskan.
Minggu ketiga Adven disebut Gaudete, bersukacitalah, dan Paulus menggemakannya: bersukacitalah senantiasa, tetaplah berdoa, mengucap syukurlah dalam segala hal. Tetapi Injil hari ini memperlihatkan sukacita yang bentuknya tidak terduga: sukacita orang yang berani berkata, aku bukan dia.
Para imam dan orang Lewi dari Yerusalem datang menanyai Yohanes. Siapakah engkau? Ia bisa saja menikmati saat itu. Yang ia lakukan justru tiga kali menyangkal: aku bukan Mesias, aku bukan Elia, aku bukan nabi yang akan datang. Lalu ia menyebut dirinya hanya suara. Suara orang yang berseru di padang gurun. Suara tidak punya wajah. Begitu pesannya sampai, suara itu selesai tugasnya.
Mengapa itu sukacita? Karena orang yang tahu dirinya bukan pusat terbebas dari beban berpura-pura. Ia tidak perlu menjaga citra, tidak perlu cemas kehilangan panggung. Yang ia jaga hanya satu: supaya pesannya sampai. Ringan sekali hidup seperti itu.
Penginjil Yohanes menyimpulkan dengan kalimat yang bagus: ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu. Lilin merah muda yang hari ini menyala bukan matahari. Ia hanya tanda bahwa fajar sudah dekat. Siapa yang mengira lilin itu matahari akan kecewa. Siapa yang mengerti fungsinya akan bersukacita.
Yesaya menggambarkan apa yang terjadi bila terang itu sendiri datang: kabar baik bagi orang sengsara, hati yang remuk dirawat, tawanan dibebaskan. Yesus kelak membaca ayat ini di Nazaret dan berkata: hari ini genaplah. Yohanes tidak sempat melihat semua itu. Ia cukup puas menjadi pengantar.
Dalam hidup sehari-hari kita pun sering diberi peran suara: guru yang mengantar murid lebih jauh dari dirinya, orang tua yang membesarkan anak untuk pergi, katekis yang mempersiapkan orang lain menerima sakramen. Tidak ada yang menjadi terang. Semua hanya menunjuk.
Orang Jawa punya ungkapan untuk sikap itu: sepi ing pamrih, rame ing gawe. Sedikit pamrih, banyak kerja. Barangkali itulah sukacita Adven yang sebenarnya: bukan sukacita menjadi pusat, melainkan sukacita mengetahui bahwa yang kita tunggu lebih besar dari kita, dan Ia benar-benar datang.
Tuhan, jadikanlah aku suara, bukan terang. Berilah aku sukacita orang yang berani berkata aku bukan Dia, supaya orang melihat Engkau, bukan aku. Amin.
Invitatorium
Pekan III Mazmur
Pembukaan
AntifonMarilah kita menyembah Tuhan, raja yang akan datang.
Mazmur 94 (95)
AntifonMarilah kita menyembah Tuhan, raja yang akan datang.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Lihatlah, Raja yang mahatinggi akan datang dengan kuasa besar untuk menyelamatkan bangsa-bangsa, alleluya.
Mazmur 144 (145)
Pujian atas keagungan Allah
Tuhan, Engkau adalah Yang Adil, yang ada dan yang akan ada (Wahyu 16:5).
AntifonLihatlah, Raja yang mahatinggi akan datang dengan kuasa besar untuk menyelamatkan bangsa-bangsa, alleluya.
AntifonLihatlah, Raja yang mahatinggi akan datang dengan kuasa besar untuk menyelamatkan bangsa-bangsa, alleluya.
AntifonLihatlah, Raja yang mahatinggi akan datang dengan kuasa besar untuk menyelamatkan bangsa-bangsa, alleluya.
AntifonLihatlah, Raja yang mahatinggi akan datang dengan kuasa besar untuk menyelamatkan bangsa-bangsa, alleluya.
AntifonLihatlah, Raja yang mahatinggi akan datang dengan kuasa besar untuk menyelamatkan bangsa-bangsa, alleluya.
AntifonLihatlah, Raja yang mahatinggi akan datang dengan kuasa besar untuk menyelamatkan bangsa-bangsa, alleluya.
Antifon 2Bergembiralah dan bersukacitalah, hai putri Yerusalem: lihatlah, Rajamu akan datang kepadamu. Sion, jangan takut, sebab keselamatanmu segera datang.
AntifonBergembiralah dan bersukacitalah, hai putri Yerusalem: lihatlah, Rajamu akan datang kepadamu. Sion, jangan takut, sebab keselamatanmu segera datang.
AntifonBergembiralah dan bersukacitalah, hai putri Yerusalem: lihatlah, Rajamu akan datang kepadamu. Sion, jangan takut, sebab keselamatanmu segera datang.
Antifon 3Menjelang kedatangan Raja yang mahatinggi, hendaklah hati manusia disucikan, supaya kita dengan layak berjalan menyongsong Dia: sebab lihatlah, Ia akan datang dan tidak akan berlambat.
AntifonMenjelang kedatangan Raja yang mahatinggi, hendaklah hati manusia disucikan, supaya kita dengan layak berjalan menyongsong Dia: sebab lihatlah, Ia akan datang dan tidak akan berlambat.
AntifonMenjelang kedatangan Raja yang mahatinggi, hendaklah hati manusia disucikan, supaya kita dengan layak berjalan menyongsong Dia: sebab lihatlah, Ia akan datang dan tidak akan berlambat.
AntifonMenjelang kedatangan Raja yang mahatinggi, hendaklah hati manusia disucikan, supaya kita dengan layak berjalan menyongsong Dia: sebab lihatlah, Ia akan datang dan tidak akan berlambat.
AntifonMenjelang kedatangan Raja yang mahatinggi, hendaklah hati manusia disucikan, supaya kita dengan layak berjalan menyongsong Dia: sebab lihatlah, Ia akan datang dan tidak akan berlambat.
AntifonMenjelang kedatangan Raja yang mahatinggi, hendaklah hati manusia disucikan, supaya kita dengan layak berjalan menyongsong Dia: sebab lihatlah, Ia akan datang dan tidak akan berlambat.
AntifonMenjelang kedatangan Raja yang mahatinggi, hendaklah hati manusia disucikan, supaya kita dengan layak berjalan menyongsong Dia: sebab lihatlah, Ia akan datang dan tidak akan berlambat.
Responsorium Yes 29:18-19; bdk. Mat 11:4-5
Responsorium Bdk. Yoh 3:30; 1:27; Mrk 1:8
Te Deum
Doa Penutup
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Tuhan akan datang dan takkan terlambat. Ia akan menerangi yang bersembunyi dalam kegelapan. Ia akan menampakkan diri kepada semua bangsa, alleluya.
Mazmur 92 (93)
Antifon 1Tuhan akan datang dan takkan terlambat. Ia akan menerangi yang bersembunyi dalam kegelapan. Ia akan menampakkan diri kepada semua bangsa, alleluya.
Antifon 2Segala gunung dan bukit akan direndahkan, jalan yang bengkokmakan diluruskan, yang lekak lekuk akan diratakan. Datanglah ya Tuhan, janganlah terlambat, alleluya.
Dan 3,57-88.56
Kidung ini tidak ditutup dengan 'Kemuliaan'.
Antifon 2Segala gunung dan bukit akan direndahkan, jalan yang bengkokmakan diluruskan, yang lekak lekuk akan diratakan. Datanglah ya Tuhan, janganlah terlambat, alleluya.
Antifon 3Aku akan menganugerahkan keselamatan kepada Sion dan kemuliaan kepada Yerusalem, alleluya.
Mazmur 148
Antifon 3Aku akan menganugerahkan keselamatan kepada Sion dan kemuliaan kepada Yerusalem, alleluya.
Bacaan Singkat (Rom 13, 11-12)
Lagu Singkat
Antifon Kidung(Mi III): Tatkala Yohanes pembaptis di penjara, ia mendengar tentang nubuat Yesus. Maka ia menyuruh murid-muridnya bertanya:"Saudarakah yang ditunggu kedatanganNya, atau orang lainkah yang harus dinantikann?"
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungTatkala Yohanes pembaptis di penjara, ia mendengar tentang nubuat Yesus. Maka ia menyuruh murid-muridnya bertanya:"Saudarakah yang ditunggu kedatanganNya, atau orang lainkah yang harus dinantikann?"
Doa Permohonan
Allah Bapa telah menganugerahi kita rahmatNya, agar kita dapat menantikan Tuhan Yesus Kristus yang datang dengan mulia. Marilah kita berdoa: ℟.
℟. Tunjukkanlah belaskasihMu kepada kami, ya Tuhan.
Kuduskanlah semangat kami, jiwa dan raga kami, ya Tuhan,* dan peliharalah kami tak bercela hingga kedatangan PuteraMu. ℟.
Bimbinglah kami pada hari ini di jalan kebaikan,* supaya kami hidup dengan layak dan jujur di dunia ini. ℟.
Perkenankanlah kami mengenakan Tuhan kami Yesus Kristus,* dan jiwailah kami dengan RohMu yang kudus. ℟.
Ya Tuhan, kasihanilah kami, agar kami tetap berjaga,* hingga penampakan mulia PuteraMu. ℟.
Bapa Kami
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (Rom 13, 13-14 a)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan III Mazmur
Madah
Antifon 1Dalam kesesakan aku berseru kepada Tuhan, Ia menjawab aku, alleluya.
Mazmur 117 (118)
Antifon 1Dalam kesesakan aku berseru kepada Tuhan, Ia menjawab aku, alleluya.
Antifon 2Tuhan bertindak dengan tangan Kuat, alleluya.
Antifon 2Tuhan bertindak dengan tangan Kuat, alleluya.
Antifon 3Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita, alleluya.
Antifon 3Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita, alleluya.
Bacaan singkat 2Tim 1,9
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (Cf. 2 Thess 1, 6. 7. 10)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan III Mazmur
Madah
Antifon 1Yerusalem bersukacitalah dengan kegembiraan besar, sebab penyelamat akan datang kepadamu.
Antifon 1Yerusalem bersukacitalah dengan kegembiraan besar, sebab penyelamat akan datang kepadamu.
Antifon 2Aku, Tuhan, menegakkan keadilan. Karya keselamatanKu takkan Kutunda lagi.
Mazmur 110 (111)
Antifon 2Aku, Tuhan, menegakkan keadilan. Karya keselamatanKu takkan Kutunda lagi.
Antifon 3Hendaknya kita berlaku adil dan saleh sambil menantikan kebahagiaan yang kita harapkan, yaitu penampakan mulia Tuhan.
Why 19,1-7
Antifon 3Hendaknya kita berlaku adil dan saleh sambil menantikan kebahagiaan yang kita harapkan, yaitu penampakan mulia Tuhan.
Bacaan singkat Flp 4,4-5
Antifon Kidung(Mi III): "Saudarakukah yang ditunggu kedatangannya atau orang lainkah yang harus dinantikan?"-"Beritahukanlah kepada Yohanes apa yang kamu saksikan: orang buta melihat, orang mati dihidupkan, dan amanat sukacita diwartakan kepada kaum papa".
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon Kidung"Saudarakukah yang ditunggu kedatangannya atau orang lainkah yang harus dinantikan?"-"Beritahukanlah kepada Yohanes apa yang kamu saksikan: orang buta melihat, orang mati dihidupkan, dan amanat sukacita diwartakan kepada kaum papa".
Doa Permohonan
Penebus kita Yesus Kristus, adalah jalan, kebenaran dan kehidupan. Marilah kita mohon dengan rendah hati:
U : Datanglah dan tinggallah beserta kami, ya Tuhan. ℟.
Yesus, Putera Allah yang mahatinggi, kedatanganMu telah diwartakan Gabriel kepada perawan Maria,* datanglah untuk meraja atas bangsaMu selama-lamanya. ℟.
Yesus, Allah yang kudus, dalam kandungan Elisabeth bersoraklah Yohanes yang menjadi perintis bagiMu, * datanglah untuk memberikan kegembiraan dan keselamatan kepada segenap bumi. ℟.
Yesus, penebus, namaMu telah diwartakan malaikat kepada santo Yusuf,* datanglah untuk menyelamatkan bangsaMu dari dosanya. ℟.
Yesus, terang dunia, Engkau telah dinanti-nantikan oleh Simeon beserta orang-orang saleh lainnya,* datanglah untuk menghiburkan kami. ℟.
Yesus, fajar cemerlang, Engkau telah mengunjungi kami seturut sabda Zakharia,* datanglah untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut. ℟.
Bapa Kami
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Doa Tobat
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
Madah
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Mazmur 90 (91)
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Bacaan singkat Why 22,4-5
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santa Lusia
Kata cerita kuno: Lusia lahir di Sirakusa, di pulau Sisilia, Italia pada abad ke-4. Orangtuanya adalah bangsawan Italia yang beragama Kristen. Ayahnya meninggal dunia ketika ia masih kecil, sehingga perkembangan dirinya sebagian besar ada dalam tanggungjawab ibunya Eutychia. Semenjak usia remaja, Lusia sudah berikrar untuk hidup suci murni. Ia berjanji tidak menikah. Namun ketika sudah besar, ibunya mendesak dia agar mau menikah dengan seorang pemuda kafir. Hal ini ditolaknya dengan tegas. Pada suatu ketika ibunya jatuh sakit. Lusia mengusulkan agar ibunya berziarah ke makam Santa Agatha di Kathania untuk memohon kesembuhan. Usulannya ditanggapi baik oleh ibunya. Segera mereka ke Kathania. Apa yang dikatakan Lusia ternyata benar-benar dialami ibunya. Doa permohonan mereka dikabulkan: sang ibu sembuh. Bahkan Santa Agatha sendiri menampakkan diri kepada mereka berdua. Sebagai tanda syukur, Lusia diizinkan ibunya tetap teguh dan setia pada kaul kemurnian hidup yang sudah diikrarkannya kepada Kristus.
Kekaisaran Romawi pada waktu itu diperintahi oleh Diokletianus, seorang kaisar kafir yang bengis. Ia menganggap diri keturunan dewa; oleh sebab itu seluruh rakyat harus menyembahnya atau menyembah patung dewa-dewa Romawi. Umat Kristen yang gigih membela dan mempertahankan imannya menjadi korban kebengisan Diokletianus. Mereka ditangkap, disiksa dan dibunuh. Situasi ini menjadi kesempatan emas bagi pemuda-pemuda yang menaruh hati pada Lusia namun ditolak lamarannya: mereka benci dan bertekad membalas dendamnya dengan melaporkan identitas keluarga Lusia sebagai keluarga Kristen kepada kaisar. Kaisar termakan laporan ini sehingga Lusia pun ditangkap; mereka merayu dan membujuknya dengan berbagai cara agar bisa memperoleh kemurniannya. Tetapi Lusia tak terkalahkan. Ia bertahan dengan gagah berani. Para musuhnya tidak mampu menggerakkan dia karena Tuhan memihaknya. Usahanya untuk membakar Lusia tampak tak bisa dilaksanakan. Akhirnya seorang algojo memenggal kepalanya sehingga Lusia tewas sebagai martir Kristus oleh pedang seorang algojo kafir.
Lusia dihormati di Roma, terutama di Sisilia sebagai perawan dan martir yang sangat terkenal sejak abad ke-6. Untuk menghormatinya, dibangunlah sebuah gereja di Roma. Namanya dimasukkan dalam Doa Syukur Agung Misa. Mungkin karena namanya berarti 'cahaya' maka pada Abad Pertengahan orang berdoa dengan perantaraannya memohon kesembuhan dari penyakit mata. Konon, pada waktu ia disiksa, mata Lusia dicungkil oleh algojo-algojo yang menderanya; ada pula cerita yang mengatakan bahwa Lusia sendirilah yang mencungkil matanya dan menunjukkan kepada pemuda-pemuda yang mengejarnya. Ia wafat sebagai martir pada tanggal 13 Desember 304. Semoga kisah suci hidup Santa Lusia memberi peringatan kepada kita, lebih-lebih para putri kita yang manis-manis, supaya bertekun dalam doa dan mohon perlindungannya.
Santa Odilia atau Ottilia
Konon, Odilia lahir di Obernheim, sebuah desa di pegunungan Vosge, Prancis pada tahun 660. Ayahnya, Adalric, seorang tuan tanah di daerah Alsace; ibunya bernama Bereswindis. Odilia lahir dalam keadaan buta sehingga menjadi bahan ejekan tetangga yang sangat memalukan keluarganya. Ayahnya sedih sekali menghadapi kenyataan pahit ini. Ia merasa bahwa kebutaan itu sangat merendahkan martabat keluarganya yang bangsawan itu. Sia-sia saja semua usaha istrinya untuk meyakinkan dia bahwa kebutaan itu mungkin merupakan suatu kehendak Tuhan yang mempunyai suatu maksud tersembunyi bagi kemuliaanNya. Siapa tahu anak ini di kemudian hari dapat menjadi berkat bagi orang lain. Adalric benar-benar bingung dan tidak sudi menerima kehadiran anak buta ini sebagai buah hatinya sendiri. Dia bahkan menghendaki agar bayinya itu dibunuh saja.
Tak ada jalan lain bagi ibu Bereswindis kecuali melarikan puterinya yang malang itu ke suatu tempat yang aman demi keselamatannya. Ia berprinsip: biarlah puterinya diserahkan kepada orang lain untuk dijadikan sebagai anak angkat. Orang lain itu ialah seorang ibu petani yang dahulu pernah menjadi pembantu di rumahnya. Ketika peristiwa pelarian ini diketahui banyak orang, ibu Bereswindis menyuruh ibu pengasuh itu melarikan bayinya ke Baume-les-Dames, dekat Besancon. Di sana ada sebuah biara suster. Untunglah bahwa suster-suster di biara itu rela menerima dan bersedia mengasuh Odilia. Sampai umur 12 tahun, anak itu belum juga dibaptis. Pada suatu hari Tuhan menggerakkan Santo Erhart, Uskup Regensburg, pergi ke biara Baume-les-Dames, tempat puteri malang itu berada. Di sana ia mempermandikan puteri buta itu dengan nama Odilia. Uskup Erhart pun menyentuh mata puteri buta itu, dan seketika itu juga matanya terbuka, dan ia dapat melihat. Mujizat ini segera diberitahukan kepada keluarga Odilia. Uskup Erhart pun memberitahukan kesembuhan mata Odilia di biara Suster-suster Baume-les-Dames kepada ayahnya. Tetapi sang ayah tetap menolak menerima dan mengakui Odilia sebagai anaknya. Hugh, kakak Odilia yang kagum akan mujizat penyembuhan adiknya berusaha mempertemukan Odilia dengan ayahnya di sebuah bukit, disaksikan oleh kerumunan rakyat. Melihat kenekatan Hugh, sang ayah menjadi berang, lalu memenggal kepala Hugh. Tetapi kemudian ia menyesali perbuatannya yang kejam itu dan dengan terharu menerima Odilia sebagai anaknya.
Odilia meneruskan karyanya di Obernheim bersama kawan-kawannya. Dia mengabdikan dirinya dalam karya-karya amal membantu orang-orang miskin dengan semangat pengabdian dan cinta kasih yang tinggi. Tak lama kemudian ayahnya bermaksud menikahkan dia dengan seorang pangeran. Hal ini ditolaknya dengan tegas dan Odilia kemudian melarikan diri ke tempat yang jauh dari ayahnya. Meskipun ia tetap dikejar-kejar dan dipaksa ayahnya, namun ia tetap pada pendiriannya. Akhirnya ayahnya mengalah dan membujuknya pulang dan berjanji mendirikan sebuah rumah yang bisa dijadikan sebagai biara di Hohenburg. Di situ ia menjadi kepala biara. Ia juga mendirikan biara lain di Niedermunster. Odilia wafat pada tanggal 13 Desember 720. Banyak mujizat terjadi di kuburnya.
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari