Bacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
TUHAN melanjutkan firman-Nya kepada Ahas, kata-Nya: "Mintalah suatu pertanda dari TUHAN, Allahmu, biarlah itu sesuatu dari dunia orang mati yang paling bawah atau sesuatu dari tempat tertinggi yang di atas." Tetapi Ahas menjawab: "Aku tidak mau meminta, aku tidak mau mencobai TUHAN." Lalu berkatalah nabi Yesaya: "Baiklah dengarkan, hai keluarga Daud! Belum cukupkah kamu melelahkan orang, sehingga kamu melelahkan Allahku juga? Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.
Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya.
Sebab Dialah yang mendasarkannya di atas lautan dan menegakkannya di atas sungai-sungai.
"Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?"
"Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu.
Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia.
Itulah angkatan orang-orang yang menanyakan Dia, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub." Sela
Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau." Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan." Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?" Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil." Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.
Siapa Membangun Rumah Siapa
Rumah adalah proyek seumur hidup banyak keluarga. Dicicil bertahun-tahun, direnovasi sedikit demi sedikit, dan kalau sudah jadi, ada rasa bangga yang wajar: ini hasil tangan kami. Daud merasakan hal serupa. Ia sudah menetap di istana kayu aras, musuh-musuhnya reda, dan ia melihat Tabut Allah masih di dalam tenda. Rasanya tidak pantas. Ia mau membangun rumah bagi Tuhan.
Niat yang baik. Nabi Natan pun langsung setuju. Tetapi malam itu Tuhan membalik rencana: bukan engkau yang membangun rumah bagi-Ku, melainkan Aku yang membangun rumah bagimu. Kata Ibrani bayit dipakai dengan dua makna: rumah sebagai bangunan, dan rumah sebagai keturunan. Daud mau memberi gedung. Allah memberi keluarga yang kokoh selama-lamanya.
Ada pembalikan yang menyegarkan di sini. Kita sering mengira iman itu soal apa yang kita bangun untuk Allah: kegiatan, sumbangan, jasa. Allah lebih dulu sibuk membangun sesuatu untuk kita. Ia tidak menolak hadiah Daud, tetapi Ia tidak mau dibatasi oleh ukuran pemberian manusia.
Pembalikan ini membebaskan. Yang dituntut dari kita bukan prestasi membangun, melainkan kesediaan menerima. Daud harus belajar bahwa menjadi penerima pun adalah bentuk iman, bahkan yang paling sulit bagi orang yang terbiasa memberi.
Seribu tahun kemudian, janji kepada Daud itu sampai di sebuah rumah kecil di Nazaret. Malaikat Gabriel menyapa seorang gadis: Tuhan akan mengaruniakan takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan. Maria bertanya dengan jujur, bagaimana mungkin. Lalu ia menjawab dengan kalimat yang menjadi pintu bagi seluruh sejarah keselamatan: jadilah padaku menurut perkataanmu.
Lihatlah perbedaannya. Daud ingin membangun rumah batu. Maria menyediakan rahimnya. Rumah yang akhirnya ditempati Allah bukan Bait Allah yang megah, melainkan tubuh seorang perempuan muda yang berkata ya. Paulus menyebutnya rahasia yang didiamkan berabad-abad dan kini dinyatakan. Rahasia itu ternyata sesederhana sebuah kesediaan.
Perhatikan juga tempatnya. Bukan Yerusalem, melainkan Nazaret, kota kecil yang tidak disebut dalam Perjanjian Lama. Allah tampaknya suka memilih alamat yang tidak masuk peta. Jangan-jangan rumah kita yang sederhana pun ada dalam daftar-Nya.
Lilin keempat menyala. Natal tinggal lima hari lagi. Pertanyaan Adven ini bukan apa yang hendak kita bangun untuk Tuhan, melainkan apakah kita bersedia menjadi tempat Ia tinggal: hati kita, rumah tangga kita, hari-hari kita yang biasa.
Tuhan, Engkau tidak membutuhkan rumah dari tanganku. Engkau meminta kesediaanku. Jadilah padaku menurut perkataan-Mu. Amin.
Invitatorium
Pekan IV Mazmur
Pembukaan
AntifonDatanglah, hai umat Allah, marilah kita menyembah Tuhan, alleluya.
Mazmur 94 (95)
AntifonDatanglah, hai umat Allah, marilah kita menyembah Tuhan, alleluya.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Lihatlah, Raja yang mahatinggi akan datang dengan kuasa besar untuk menyelamatkan bangsa-bangsa, alleluya.
Mazmur 23 (24)
Masuknya Tuhan ke dalam bait-Nya
dunia dan semua penduduknya.
AntifonLihatlah, Raja yang mahatinggi akan datang dengan kuasa besar untuk menyelamatkan bangsa-bangsa, alleluya.
AntifonLihatlah, Raja yang mahatinggi akan datang dengan kuasa besar untuk menyelamatkan bangsa-bangsa, alleluya.
AntifonLihatlah, Raja yang mahatinggi akan datang dengan kuasa besar untuk menyelamatkan bangsa-bangsa, alleluya.
AntifonLihatlah, Raja yang mahatinggi akan datang dengan kuasa besar untuk menyelamatkan bangsa-bangsa, alleluya.
AntifonLihatlah, Raja yang mahatinggi akan datang dengan kuasa besar untuk menyelamatkan bangsa-bangsa, alleluya.
AntifonLihatlah, Raja yang mahatinggi akan datang dengan kuasa besar untuk menyelamatkan bangsa-bangsa, alleluya.
AntifonLihatlah, Raja yang mahatinggi akan datang dengan kuasa besar untuk menyelamatkan bangsa-bangsa, alleluya.
AntifonLihatlah, Raja yang mahatinggi akan datang dengan kuasa besar untuk menyelamatkan bangsa-bangsa, alleluya.
Antifon 2Bergembiralah dan bersukacitalah, hai putri Yerusalem: lihatlah, Rajamu akan datang kepadamu. Sion, jangan takut, sebab keselamatanmu segera datang.
Mazmur 65 (66)
Madah Ekaristi
Nyanyikanlah kemuliaan nama-Nya.
AntifonBergembiralah dan bersukacitalah, hai putri Yerusalem: lihatlah, Rajamu akan datang kepadamu. Sion, jangan takut, sebab keselamatanmu segera datang.
AntifonBergembiralah dan bersukacitalah, hai putri Yerusalem: lihatlah, Rajamu akan datang kepadamu. Sion, jangan takut, sebab keselamatanmu segera datang.
AntifonBergembiralah dan bersukacitalah, hai putri Yerusalem: lihatlah, Rajamu akan datang kepadamu. Sion, jangan takut, sebab keselamatanmu segera datang.
AntifonBergembiralah dan bersukacitalah, hai putri Yerusalem: lihatlah, Rajamu akan datang kepadamu. Sion, jangan takut, sebab keselamatanmu segera datang.
AntifonBergembiralah dan bersukacitalah, hai putri Yerusalem: lihatlah, Rajamu akan datang kepadamu. Sion, jangan takut, sebab keselamatanmu segera datang.
AntifonBergembiralah dan bersukacitalah, hai putri Yerusalem: lihatlah, Rajamu akan datang kepadamu. Sion, jangan takut, sebab keselamatanmu segera datang.
AntifonBergembiralah dan bersukacitalah, hai putri Yerusalem: lihatlah, Rajamu akan datang kepadamu. Sion, jangan takut, sebab keselamatanmu segera datang.
AntifonBergembiralah dan bersukacitalah, hai putri Yerusalem: lihatlah, Rajamu akan datang kepadamu. Sion, jangan takut, sebab keselamatanmu segera datang.
Antifon 3Menjelang kedatangan Raja yang mahatinggi, hendaklah hati manusia disucikan, supaya kita dengan layak berjalan menyongsong Dia: sebab lihatlah, Ia akan datang dan tidak akan berlambat.
AntifonMenjelang kedatangan Raja yang mahatinggi, hendaklah hati manusia disucikan, supaya kita dengan layak berjalan menyongsong Dia: sebab lihatlah, Ia akan datang dan tidak akan berlambat.
AntifonMenjelang kedatangan Raja yang mahatinggi, hendaklah hati manusia disucikan, supaya kita dengan layak berjalan menyongsong Dia: sebab lihatlah, Ia akan datang dan tidak akan berlambat.
AntifonMenjelang kedatangan Raja yang mahatinggi, hendaklah hati manusia disucikan, supaya kita dengan layak berjalan menyongsong Dia: sebab lihatlah, Ia akan datang dan tidak akan berlambat.
AntifonMenjelang kedatangan Raja yang mahatinggi, hendaklah hati manusia disucikan, supaya kita dengan layak berjalan menyongsong Dia: sebab lihatlah, Ia akan datang dan tidak akan berlambat.
AntifonMenjelang kedatangan Raja yang mahatinggi, hendaklah hati manusia disucikan, supaya kita dengan layak berjalan menyongsong Dia: sebab lihatlah, Ia akan datang dan tidak akan berlambat.
AntifonMenjelang kedatangan Raja yang mahatinggi, hendaklah hati manusia disucikan, supaya kita dengan layak berjalan menyongsong Dia: sebab lihatlah, Ia akan datang dan tidak akan berlambat.
Responsorium Yes 48:10.11; 54:8
Responsorium Bdk. Luk 1:31.42
Te Deum
Doa Penutup
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Tiuplah sangkakala di Sion, sebab hari Tuhan sudah dekat. Sungguh, Tuhan akan datang untuk menyelamatkan kita, alleluya.
Mazmur 117 (118)
Antifon 1Tiuplah sangkakala di Sion, sebab hari Tuhan sudah dekat. Sungguh, Tuhan akan datang untuk menyelamatkan kita, alleluya.
Antifon 2Tuhan akan datang, songsonglah Dia sambil berkata: Kekuasaan Tuhan agung, kerajaanNya takkan berakhir. Allah kuat, raja perkasa, pangeran perdamaian, alleluya.
Dan 3,52-57
(Kemuliaan tidak diucapkan)
Antifon 2Tuhan akan datang, songsonglah Dia sambil berkata: Kekuasaan Tuhan agung, kerajaanNya takkan berakhir. Allah kuat, raja perkasa, pangeran perdamaian, alleluya.
Antifon 3Ya Tuhan, sabdaMu yang mahakuasa akan turun ke dunia dari takhta kerajaanMu, alleluya.
Mazmur 150
Antifon 3Ya Tuhan, sabdaMu yang mahakuasa akan turun ke dunia dari takhta kerajaanMu, alleluya.
Bacaan Singkat (Rom 13,11-12)
Lagu Singkat
Antifon KidungBerjaga-jaga dan waspadalah, Tuhan Allah kita sudah dekat.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungBerjaga-jaga dan waspadalah, Tuhan Allah kita sudah dekat.
Doa Permohonan
Allah Bapa telah menganugerahi kita rahmatNya, agar kita dapat menantikan Tuhan Yesus Kristus yang datang dengan mulia. Marilah kita berdoa: ℟.
℟. Tunjukkanlah belaskasihMu kepada kami, ya Tuhan.
Kuduskanlah semangat kami, jiwa dan raga kami, ya Tuhan,* dan peliharalah kami tak bercela hingga kedatangan PuteraMu. ℟.
Bimbinglah kami pada hari ini di jalan kebaikan,* supaya kami hidup dengan layak dan jujur di dunia ini. ℟.
Perkenankanlah kami mengenakan Tuhan kami Yesus Kristus,* dan jiwailah kami dengan RohMu yang kudus. ℟.
Ya Tuhan, kasihanilah kami, agar kami tetap berjaga,* hingga penampakan mulia PuteraMu. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (Rom 13, 13-14 a)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan IV Mazmur
Madah
Antifon 1Barang siapa makan dari roti ini, akan hidup untuk selama-lamanya, alleluya.
Mazmur 22 (23)
Antifon 1Barang siapa makan dari roti ini, akan hidup untuk selama-lamanya, alleluya.
Antifon 2Tuhan akan datang untuk dimuliakan dan dikagumi oleh umatNya yang kudus, alleluya.
Mazmur 75 (76)
Antifon 2Tuhan akan datang untuk dimuliakan dan dikagumi oleh umatNya yang kudus, alleluya.
Antifon 3Bernadarlah dan bawalah persembahan untuk Tuhan AllahMu, alleluya.
Antifon 3Bernadarlah dan bawalah persembahan untuk Tuhan AllahMu, alleluya.
Bacaan singkat Kid 8,6b-7
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (Cf. 2 Thess 1, 6. 7. 10)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan IV Mazmur
Madah
Antifon 1Sungguh, akan datanglah yang didambakan segala bangsa, dan rumah Tuhan akan penuh kemuliaan, alleluya.
Antifon 1Sungguh, akan datanglah yang didambakan segala bangsa, dan rumah Tuhan akan penuh kemuliaan, alleluya.
Antifon 2Datanglah, ya Tuhan, janganlah berlambat. Hapuskanlah dosa umatMu Israel.
Mazmur 111 (112)
Antifon 2Datanglah, ya Tuhan, janganlah berlambat. Hapuskanlah dosa umatMu Israel.
Antifon 3Sungguh, sudah genaplah waktunya bagi Allah untuk mengutus PuteraNya ke dunia.
Why 19,1-7
Antifon 3Sungguh, sudah genaplah waktunya bagi Allah untuk mengutus PuteraNya ke dunia.
Bacaan singkat Flp 4,4-5
Antifon KidungDatanglah, ya Tuhan, pimpinlah umatMu, selamatkanlah kami dengan kekuasaanMu yang mengagumkan.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungDatanglah, ya Tuhan, pimpinlah umatMu, selamatkanlah kami dengan kekuasaanMu yang mengagumkan.
Doa Permohonan
Penebus kita Yesus Kristus, adalah jalan, kebenaran dan kehidupan. Marilah kita mohon dengan rendah hati:
U : Datanglah dan tinggallah beserta kami, ya Tuhan. ℟.
Yesus, Putera Allah yang mahatinggi, kedatanganMu telah diwartakan Gabriel kepada perawan Maria,* datanglah untuk meraja atas bangsaMu selama-lamanya. ℟.
Yesus, Allah yang kudus, dalam kandungan Elisabeth bersoraklah Yohanes yang menjadi perintis bagiMu, * datanglah untuk memberikan kegembiraan dan keselamatan kepada segenap bumi. ℟.
Yesus, penebus, namaMu telah diwartakan malaikat kepada santo Yusuf,* datanglah untuk menyelamatkan bangsaMu dari dosanya. ℟.
Yesus, terang dunia, Engkau telah dinanti-nantikan oleh Simeon beserta orang-orang saleh lainnya,* datanglah untuk menghiburkan kami. ℟.
Yesus, fajar cemerlang, Engkau telah mengunjungi kami seturut sabda Zakharia,* datanglah untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Doa Tobat
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
Madah
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Mazmur 90 (91)
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Bacaan singkat Why 22,4-5
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo Dominikus dari Silo
Santo Dominikus dari silos adalah salah satu Orang Kudus yang sangat di cintai di Spanyol. Ia lahir dari keluarga petani yang amat bersahaja. Di masa mudanya Ia melewatkan sebagian besar waktunya seorang diri dengan ditemani kawanan dombanya di lembah pegunungan Pyrenees. Di sanalah ia mulai mencintai doa. Karena cintanya pada kehidupan doa, maka Dominikus kemudian masuk biara Benediktin di San Millán de Cogolla. Segera dominikus menjadi biarawan yang amat baik dan saleh. Ia diangkat menjadi abbas (pemimpin biara) dan membawa banyak kemajuan bagi biaranya.
Suatu hari Raja Garcia III dari Navarre, Spanyol mengklaim bahwa sebagian dari harta milik biara adalah miliknya. St. Dominikus menolak memberikannya kepada raja. Ia berpendapat bahwa tidaklah benar menyerahkan harta milik Gereja kepada raja. Keputusannya ini membuat raja amat murka. Ia kemudian mengusir Dominikus beserta para biarawan dengan paksaan untuk segera meninggalkan kerajaannya.
Dengan sedih mereka kemudian mencari perlindungan pada Raja Ferdinand I di Castille. Raja Ferdinand menyambut para biarawan yang terusir ini dengan hangat dan menempatkan mereka pada sebuah biara tua; Biara San Sebastian di Silo. Dominikus kemudian diangkat menjadi Abbas di biara baru tersebut.
Awalnya keadaan biara tersebut amat memprihatinkan baik kondisi fisik maupun spritual. Hanya ada 6 orang biarawan dalam bangunan tua yang sudah tidak layak huni. Abbas Dominikus kemudian bekerja keras membangun kembali kehidupan rohani dan keadaan finansial biara tersebut. Bangunan biara yang rusak parah ia benahi kembali. Dan segera saja Biara itu menjadi pusat spiritual di seluruh negeri. Selain itu Biara ini juga terkenal akan terkenal karena desain buku, seni cetak, kerajinan emas dan perak, dan juga karya amal para biarawan untuk masyarakat miskin setempat. Bangunan biara yang dibangunnya kembali kini dikenal sebagai Biara Santo Dominikus. Bangunan biara itu bertahan hingga hari ini, dan dianggap sebagai salah satu peninggalan arsitektur spanyol.
St. Dominikus dari Silos wafat dengan tenang pada tanggal 20 Desember 1073 di Silo Spanyol.
Suatu hari, kurang lebih seratus tahun setelah kematian St.Dominikus, seorang ibu sedang berdoa dengan khusuk di gereja Biara Silo. Ibu tersebut memohon agar Tuhan memberikannya lagi seorang putra. St.Dominikus kemudian menampakkan diri kepada wanita tersebut dan mengatakan kepadanya bahwa Tuhan telah mendengar doanya. Ia akan mengirimkan seorang anak laki-laki lagi kepadanya. Ketika anak itu lahir, ia diberi nama Dominikus sebagai ungkapan rasa syukur ibunya. Ibu tersebut bernama Yoana, yang kita kenal sekarang sebagai Beata Yoana dari Aza. Dan putranya yang diberi nama Dominikus itu kelak menjadi Santo Dominikus, seorang Pengkotbah ulung, pendiri Ordo Para Pengkotbah; Ordo Dominikan.
Arti nama
Milik Tuhan
Santo Filigon
Filigon terkenal sebagai seorang pengacara kawakan di kota Antiokia, Asia Kecil, pada abad keempat. Ia terkenal karena pidato-pidatonya yang berapi-api dan keberaniannya membela kliennya di muka pengadilan: Ia tidak pernah kalah dalam semua perkara yang dibelanya. Ia orang jujur dan biasanya tidak bersedia membela orang-orang yang jelas-jelas berbuat salah. Sebagai orang Kristen, ia lebih dikenal karena kesalehan dan perbuatan-perbuatan amalnya. Pada waktu Vitalis, uskup kota Antiokia meninggal dunia, Filigon terpilih menjadi Uskup Antiokia. Pengangkatan Filigon ini menyimpang dari kebiasaan yang berlaku dalam hal pemilihan calon uskup di antara imam-imam yang ada. Filigon menolak pilihan itu, namun atas desakan umat, ia akhirnya bersedia ditahbiskan menjadi uskup. Sejak itu keahliannya diabdikannya demi kepentingan Gereja dan pembelaan iman para rasul terhadap serangan kaum bidat.
Santo Yohanes Krisostomus memujinya sebagai seorang uskup yang suci, bijaksana, lagi rajin. Ia juga memuji kemurahan hati Filigon dalam memperhatikan kepentingan umatnya. Dalam kamus hidupnya tidak terdapat kata-kata yang menaburkan benih kebencian diantara manusia, seperti: "saya punya" dan "engkau punya'". Miliknya menjadi juga milik orang miskin. Ketenangan jiwanya tidak pernah terganggu oleh kecemasan akan harta benda duniawi; hatinya tiada pernah ke sana. Lima tahun sesudah menjabat uskup, Filigon meninggal dunia.
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari