Bacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Berapa lama lagi engkau berdukacita karena Saul? Bukankah ia telah Kutolak sebagai raja atas Israel? Isilah tabung tandukmu dengan minyak dan pergilah. Aku mengutus engkau kepada Isai, orang Betlehem itu, sebab di antara anak-anaknya telah Kupilih seorang raja bagi-Ku." Ketika mereka itu masuk dan Samuel melihat Eliab, lalu pikirnya: "Sungguh, di hadapan TUHAN sekarang berdiri yang diurapi-Nya." Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati." Demikianlah Isai menyuruh ketujuh anaknya lewat di depan Samuel, tetapi Samuel berkata kepada Isai: "Semuanya ini tidak dipilih TUHAN." Lalu Samuel berkata kepada Isai: "Inikah anakmu semuanya?" Jawabnya: "Masih tinggal yang bungsu, tetapi sedang menggembalakan kambing domba." Kata Samuel kepada Isai: "Suruhlah memanggil dia, sebab kita tidak akan duduk makan, sebelum ia datang ke mari." Kemudian disuruhnyalah menjemput dia. Ia kemerah-merahan, matanya indah dan parasnya elok. Lalu TUHAN berfirman: "Bangkitlah, urapilah dia, sebab inilah dia." Samuel mengambil tabung tanduk yang berisi minyak itu dan mengurapi Daud di tengah-tengah saudara-saudaranya. Sejak hari itu dan seterusnya berkuasalah Roh TUHAN atas Daud. Lalu berangkatlah Samuel menuju Rama.
TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;
Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.
Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.
Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.
Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.
Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang, karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran, dan ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan. Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu. Sebab menyebutkan sajapun apa yang dibuat oleh mereka di tempat-tempat yang tersembunyi telah memalukan. Tetapi segala sesuatu yang sudah ditelanjangi oleh terang itu menjadi nampak, sebab semua yang nampak adalah terang. Itulah sebabnya dikatakan: "Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu."
Waktu Yesus sedang lewat, Ia melihat seorang yang buta sejak lahirnya. Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: "Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?" Jawab Yesus: "Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia. Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja. Selama Aku di dalam dunia, Akulah terang dunia." Setelah Ia mengatakan semuanya itu, Ia meludah ke tanah, dan mengaduk ludahnya itu dengan tanah, lalu mengoleskannya pada mata orang buta tadi dan berkata kepadanya: "Pergilah, basuhlah dirimu dalam kolam Siloam." Siloam artinya: "Yang diutus." Maka pergilah orang itu, ia membasuh dirinya lalu kembali dengan matanya sudah melek. Tetapi tetangga-tetangganya dan mereka, yang dahulu mengenalnya sebagai pengemis, berkata: "Bukankah dia ini, yang selalu mengemis?" Ada yang berkata: "Benar, dialah ini." Ada pula yang berkata: "Bukan, tetapi ia serupa dengan dia." Orang itu sendiri berkata: "Benar, akulah itu." Kata mereka kepadanya: "Bagaimana matamu menjadi melek?" Jawabnya: "Orang yang disebut Yesus itu mengaduk tanah, mengoleskannya pada mataku dan berkata kepadaku: Pergilah ke Siloam dan basuhlah dirimu. Lalu aku pergi dan setelah aku membasuh diriku, aku dapat melihat." Lalu mereka berkata kepadanya: "Di manakah Dia?" Jawabnya: "Aku tidak tahu." Lalu mereka membawa orang yang tadinya buta itu kepada orang-orang Farisi. Adapun hari waktu Yesus mengaduk tanah dan memelekkan mata orang itu, adalah hari Sabat. Karena itu orang-orang Farisipun bertanya kepadanya, bagaimana matanya menjadi melek. Jawabnya: "Ia mengoleskan adukan tanah pada mataku, lalu aku membasuh diriku, dan sekarang aku dapat melihat." Maka kata sebagian orang-orang Farisi itu: "Orang ini tidak datang dari Allah, sebab Ia tidak memelihara hari Sabat." Sebagian pula berkata: "Bagaimanakah seorang berdosa dapat membuat mujizat yang demikian?" Maka timbullah pertentangan di antara mereka. Lalu kata mereka pula kepada orang buta itu: "Dan engkau, apakah katamu tentang Dia, karena Ia telah memelekkan matamu?" Jawabnya: "Ia adalah seorang nabi." Tetapi orang-orang Yahudi itu tidak percaya, bahwa tadinya ia buta dan baru dapat melihat lagi, sampai mereka memanggil orang tuanya dan bertanya kepada mereka: "Inikah anakmu, yang kamu katakan bahwa ia lahir buta? Kalau begitu bagaimanakah ia sekarang dapat melihat?" Jawab orang tua itu: "Yang kami tahu ialah, bahwa dia ini anak kami dan bahwa ia lahir buta, tetapi bagaimana ia sekarang dapat melihat, kami tidak tahu, dan siapa yang memelekkan matanya, kami tidak tahu juga. Tanyakanlah kepadanya sendiri, ia sudah dewasa, ia dapat berkata-kata untuk dirinya sendiri." Orang tuanya berkata demikian, karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi, sebab orang-orang Yahudi itu telah sepakat bahwa setiap orang yang mengaku Dia sebagai Mesias, akan dikucilkan. Itulah sebabnya maka orang tuanya berkata: "Ia telah dewasa, tanyakanlah kepadanya sendiri." Lalu mereka memanggil sekali lagi orang yang tadinya buta itu dan berkata kepadanya: "Katakanlah kebenaran di hadapan Allah; kami tahu bahwa orang itu orang berdosa." Jawabnya: "Apakah orang itu orang berdosa, aku tidak tahu; tetapi satu hal aku tahu, yaitu bahwa aku tadinya buta, dan sekarang dapat melihat." Kata mereka kepadanya: "Apakah yang diperbuat-Nya padamu? Bagaimana Ia memelekkan matamu?" Jawabnya: "Telah kukatakan kepadamu, dan kamu tidak mendengarkannya; mengapa kamu hendak mendengarkannya lagi? Barangkali kamu mau menjadi murid-Nya juga?" Sambil mengejek mereka berkata kepadanya: "Engkau murid orang itu tetapi kami murid-murid Musa. Kami tahu, bahwa Allah telah berfirman kepada Musa, tetapi tentang Dia itu kami tidak tahu dari mana Ia datang." Jawab orang itu kepada mereka: "Aneh juga bahwa kamu tidak tahu dari mana Ia datang, sedangkan Ia telah memelekkan mataku. Kita tahu, bahwa Allah tidak mendengarkan orang-orang berdosa, melainkan orang-orang yang saleh dan yang melakukan kehendak-Nya. Dari dahulu sampai sekarang tidak pernah terdengar, bahwa ada orang yang memelekkan mata orang yang lahir buta. Jikalau orang itu tidak datang dari Allah, Ia tidak dapat berbuat apa-apa." Jawab mereka: "Engkau ini lahir sama sekali dalam dosa dan engkau hendak mengajar kami?" Lalu mereka mengusir dia ke luar. Yesus mendengar bahwa ia telah diusir ke luar oleh mereka. Kemudian Ia bertemu dengan dia dan berkata: "Percayakah engkau kepada Anak Manusia?" Jawabnya: "Siapakah Dia, Tuhan? Supaya aku percaya kepada-Nya." Kata Yesus kepadanya: "Engkau bukan saja melihat Dia; tetapi Dia yang sedang berkata-kata dengan engkau, Dialah itu!" Katanya: "Aku percaya, Tuhan!" Lalu ia sujud menyembah-Nya. Kata Yesus: "Aku datang ke dalam dunia untuk menghakimi, supaya barangsiapa yang tidak melihat, dapat melihat, dan supaya barangsiapa yang dapat melihat, menjadi buta." Kata-kata itu didengar oleh beberapa orang Farisi yang berada di situ dan mereka berkata kepada-Nya: "Apakah itu berarti bahwa kami juga buta?" Jawab Yesus kepada mereka: "Sekiranya kamu buta, kamu tidak berdosa, tetapi karena kamu berkata: Kami melihat, maka tetaplah dosamu."
Memilih Buah
Di lapak buah, tangan kita otomatis memilih yang kulitnya mulus. Yang bentuknya aneh dibiarkan. Padahal pedagang yang jujur sering berkata: jangan tertipu kulit. Ada yang mengilap di luar tetapi masam di dalam, ada yang burik di luar tetapi manisnya bukan main. Mata kita ternyata alat ukur yang gampang dibohongi.
Samuel, nabi besar itu, hampir tertipu dengan cara yang sama. Melihat Eliab yang tinggi tegap, ia yakin inilah raja pilihan Tuhan. Tetapi Tuhan menegurnya dengan kalimat yang patut dihafal setiap orang: manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati. Tujuh anak Isai lewat, tujuh kali Tuhan menolak. Yang terpilih justru si bungsu yang tidak diperhitungkan, yang sedang menggembalakan domba di padang: Daud. Samuel mengurapinya dengan minyak. Dari urapan itulah gelar terpenting iman kita lahir: Mesias dalam bahasa Ibrani, Christos dalam bahasa Yunani, Kristus. Artinya sama: Yang Diurapi.
Injil hari ini melanjutkan pelajaran tentang mata. Orang buta sejak lahir dipandang semua orang sebagai buah gagal. Murid-murid bertanya dosa siapa ini. Tetangga hanya mengenalnya sebagai pengemis. Orang Farisi mengusirnya sebagai orang yang lahir dalam dosa. Hanya Yesus yang memandangnya sebagai tempat pekerjaan Allah dinyatakan. Ia mengoleskan tanah pada matanya, menyuruhnya membasuh diri di Siloam, dan orang itu melihat.
Lucunya, justru setelah mujizat itu kelihatan siapa yang sungguh buta. Si buta makin terang: mula-mula menyebut Yesus orang itu, lalu nabi, akhirnya sujud dan berkata, "Aku percaya, Tuhan." Sementara orang Farisi yang matanya sehat makin gelap: sibuk menyelidiki, menolak, mengusir. Kata Yesus, karena kamu berkata kami melihat, maka tetaplah dosamu.
Minggu Laetare mengajak kita bersukacita, dan inilah alasannya: Allah tidak memilih seperti kita memilih buah. Ia tidak menimbang kulit, riwayat, atau penilaian tetangga. Ia melihat hati, dan dari hati yang remuk pun Ia sanggup menjadikan raja atau saksi.
Tinggal satu pertanyaan untuk dibawa sepanjang pekan: dengan mata siapa kita memandang orang-orang di sekitar kita? Mata pasar yang menilai kulit, atau mata Tuhan yang mencari hati?
Tuhan, celikkanlah mataku seperti Engkau mencelikkan orang buta itu. Ajari aku memandang sesamaku sebagaimana Engkau memandang hatiku. Amin.
Invitatorium
Pekan IV Mazmur
Pembukaan
AntifonMarilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.
Mazmur 94 (95)
AntifonMarilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Siapakah yang boleh naik ke gunung Tuhan, atau berdiri di tempat-Nya yang kudus?
Mazmur 23 (24)
dunia dan semua penghuninya.
Dialah yang mendasarkannya di atas lautan;
AntifonSiapakah yang boleh naik ke gunung Tuhan, atau berdiri di tempat-Nya yang kudus?
Antifon 2Berkatilah Allah kita, hai bangsa-bangsa di dunia; Dia telah memberi kita hidup.
Mazmur 65 (66)
Tuhan telah bangkit dan semua orang telah dibawa oleh-Nya kepada Bapa (Hesychius).
Nyanyikanlah kemuliaan nama-Nya.
AntifonBerkatilah Allah kita, hai bangsa-bangsa di dunia; Dia telah memberi kita hidup.
Antifon 3Dengarkanlah aku, semua yang menghormati Allah, biarlah aku menceritakan kepadamu hal-hal besar yang telah Dia lakukan bagiku.
AntifonDengarkanlah aku, semua yang menghormati Allah, biarlah aku menceritakan kepadamu hal-hal besar yang telah Dia lakukan bagiku.
Responsorium Ibrani 7:23, 24; Sirakh 45:7, 8
Responsorium Mazmur 119:104-105; Yohanes 6:69
Te Deum
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Allahkulah Engkau, Engkau kupuji; Allahku, Engkau kuagungkan.
Mazmur 117 (118)
Antifon 1Allahkulah Engkau, Engkau kupuji; Allahku, Engkau kuagungkan.
Antifon 2Tuhan, Engkau berkuasa untuk melepaskan kami dari musuh yang kuat. Bebaskanlah kami, ya Allah kami.
Dan 3,52-57
(Kemuliaan tidak diucapkan)
Antifon 2Tuhan, Engkau berkuasa untuk melepaskan kami dari musuh yang kuat. Bebaskanlah kami, ya Allah kami.
Antifon 3Pujilah Tuhan, karena karyaNya yang agung.
Mazmur 150
Antifon 3Pujilah Tuhan, karena karyaNya yang agung.
Bacaan Singkat: (Lh. Neh 8,9.10)
Antifon KidungBelum pernah terdengar, bahwa ada yang bisa membuka mata orang yang lahir buta, kecuali Kristus Putera Allah.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungBelum pernah terdengar, bahwa ada yang bisa membuka mata orang yang lahir buta, kecuali Kristus Putera Allah.
Doa Permohonan:
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (1 Thess 4, 1. 7)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan IV Mazmur
Madah
Antifon 1Barang siapa makan dari roti ini, akan hidup untuk selama-lamanya.
Mazmur 22 (23)
Antifon 1Barang siapa makan dari roti ini, akan hidup untuk selama-lamanya.
Antifon 2Tuhan akan datang untuk dimuliakan dan dikagumi oleh umatNya yang kudus.
Mazmur 75 (76)
Antifon 2Tuhan akan datang untuk dimuliakan dan dikagumi oleh umatNya yang kudus.
Antifon 3Bernadarlah dan bawalah persembahan untuk Tuhan AllahMu.
Antifon 3Bernadarlah dan bawalah persembahan untuk Tuhan AllahMu.
Bacaan Singkat: (1Tes 4,1.7)
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (Dt 4, 29-31)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan IV Mazmur
Madah
Antifon 1Kristus ditetapkan Allah untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati.
Antifon 1Kristus ditetapkan Allah untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati.
Antifon 2Bangunlah, engkau yang tidur, bangkitlah dari kematianmu; dan Kristus akan menyinari engkau.
Mazmur 111 (112)
Antifon 2Bangunlah, engkau yang tidur, bangkitlah dari kematianmu; dan Kristus akan menyinari engkau.
Antifon 3Demi cintaNya yang amat besar, Allah telah mengasihi kita dengan kerahiman yang berlimpah. Kita yang sudah mati karena dosa telah dihidupkan Allah bersama Kristus.
1Petr 2,21-24
Antifon 3Demi cintaNya yang amat besar, Allah telah mengasihi kita dengan kerahiman yang berlimpah. Kita yang sudah mati karena dosa telah dihidupkan Allah bersama Kristus.
Bacaan Singkat: (1Kor 9,24-25)
Antifon KidungAnakku, engkau selalu bersama dengan daku, dan segala milikku juga milikmu. Tetapi patut kita bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan hidup kembali, telah hilang dan terdapat kembali.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungAnakku, engkau selalu bersama dengan daku, dan segala milikku juga milikmu. Tetapi patut kita bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan hidup kembali, telah hilang dan terdapat kembali.
Doa Permohonan:
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Doa Tobat
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
Madah
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Mazmur 90 (91)
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Bacaan singkat Why 22,4-5
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santa Louisa de Marillac
Louisa tergolong anak malang. Ibunya meninggal dunia ketika ia baru berumur 3 tahun. Ayahnya menikah lagi dengan seorang janda dengan empat anak. Perkembangannya tidak dipedulikan oleh ibu tirinya itu. Setelah beberapa tahun, ia dimasukkan ke sebuah asrama puteri, milik suster- suster. Disinilah mulai tumbuh minatnya pada kehidupan membiara. Tetapi karena kesehatannya selalu terganggu, ia keluar lagi dari asrama itu. Pada umur 22 tahun, ia menikah dengan seorang pemuda bangsawan bernama Antonius Legras, sekretaris istana Ratu Perancis. Kepada mereka, Tuhan menganugerahi seorang anak laki- laki yang dipermandikan dengan nama Mikheal. Sebagai ibu rumah tangga, Louisa selalu melayani suami dan anaknya dengan penuh cinta. Meskipun demikian kesulitan dalam keluarga pun sering dialaminya. Suaminya sering tidak berada di rumah karena tuntutan tugasnya. Sedangkan dia sendiri pun kerapkali ketakutan karena merasa berat menangani anaknya. Kekuatiran kemerosotan hidup rohaninya menjadi suatu sumber ketakutan lain baginya.
Untuk mengatasi semua itu, ia giat melakukan pekerjaan- pekerjaan amal dan rajin berdoa. Kegemarannya melukis terus dilakukannya dalam waktu- waktu senggang. Pekerjaan- pekerjaan amal yang dilakukannya bagi orang- orang sakit dan miskin membuatnya sangat dekat dengan mereka. Atas penyelenggaraan Ilahi, ia bertemu dengan Santo Fransiskus dari Sales. Pada hari raya pentekosta tahun 1623, ia mengalami suatu peristiwa ajaib: ia mendengar suatu suara ajaib yang memberitahukan kepadanya tentang kehidupannya di masa yang akan datang sebagai salah seorang anggota sebuah serikat religius yang akan mengabdikan hidupnya kepada kaum miskin. Suara itu pun menjanjikan kepadanya seorang bapa pengakuan yang saleh. Dalam suatu penglihatan, ia menyaksikan sejumlah besar suster keluar masuk sebuah biara.
Pengalaman ini akhirnya menjadi kenyataan baginya. Pada tahun 1625 ketika suaminya meninggal dunia, Louisa mulai memasuki corak hidup baru seperti yang dikatakan oleh suara ajaib itu. Tuhan mengirimkan kepadanya Santo Vinsensius a Paulo sebagai Bapa pengakuannya. Oleh Vinsensius ia ditugaskan untuk mengambil bagian dalam aksi amal yang dilakukan oleh perkumpulan Vinsensius di Prancis. Pada tahun 1633, Vinsensius menugaskan Louisa mendidik gadis- gadis agar kemudian mendampinginya dalam karya amal tersebut.
Tugas ini perlahan- lahan menjadikan dia pembina dan ibu bagi sebuah tarekat baru: Tarekat Puteri- puteri Kasih. Tarekat ini berkembang pesat dan menyebar ke seluruh pelosok Perancis. Mereka mengabdikan diri secara khusus pada pelayanan orang- orang sakit. Kemudian tarekat ini mengembangkan sayapnya sampai Italia dan Polandia. Louisa tetap menjadi pemimpin dan pembina tarekat ini selama 35 tahun. Sebelum menghembuskan nafasnya, ia berpesan kepada para susternya agar selalu bermurah hati penuh cinta kepada kepada para miskin dan pengemis. Sebab didalam mereka, Kristus tampak secara paling nyata. Louisa meninggal pada tanggal 15 Maret 1660. Ia meninggal dengan penuh kasih dalam diri para miskin dan orang sakit. Putri- putri Kasih ini berkarya juga di Indonesia yakni di Surabaya.
Santo Klemens Maria Hofbauer
Kehidupan Klemens dihiasi dengan rentetan kesukaran dan kegagalan. Namun menurut Sri Pius VII (1800- 1823), sahabat karib Klemens, ia adalah seorang rasul yang tangguh, suci dan tiang penyangga Gereja. Ia dikenal sebagai Rasul Gereja Vienna. Ia lahir pada tanggal 26 Desember 1751 di Tasswitz, Moravia,bagian dari wilayah Cekoslovakia. Sejak masa mudanya, ia bercita- cita menjadi imam. Tetapi keluarganya yang hidup dari hasil peternakan sapi tidak mempunyai apa- apa untuk menyekolahkan dia. Oleh karena itu, ia menjadi tukang roti semenjak berumur 15 tahun. Beberapa tahun berikutnya, ia menjalani corak hidup baru sebagai pertapa sambil tetap melakukan pekerjaannya sebagai tukang roti.
Sekitar tahun 1780, Yoseph II sebagai kaisar Romawi membumihanguskan pertapaan- pertapaan yang ada. Karena peristiwa ini, Klemens pergi ke Vienna. Disana ia terus melanjutkan pekerjaannya sebagai tukang roti. Sementara itu ia mengikuti kuliah di Roma dan Vienna dari tahun 1780- 1784. Kemudian ia masuk biara Redemptoris di Roma dan ditabhiskan menjadi imam tahun berikutnya.
Sebagai imam baru, Klemens dikirim ke Vienna untuk mendirikan sebuah biara redemptoris. Namun usahanya ini gagal karena perlawanan dari pengikut- pengikut kaisar Yoseph II yang ingin menundukkan para imam ke bawah pemerintahan absolut negera. Sebagai gantinya, ia dikirim ke Warswa untuk memimpin kelompok umat Katolik yang berbahasa Jerman. Ia mengirim para misionaris untuk mendirikan biara- biara Redemptoris di Jerman, Swiss, daerah- daerah Baltik, dan berbagai daerah di Polandia.
Kira- kira pada tahun 1808, ia dipaksa oleh hukum antiklerus dari Napoleon I untuk meninggalkan Warsaw. Ia kembali ke Vienna, dan disana diangkat menjadi pastor pembantu untuk biara suster- suster Ursulin dan rektor untuk gereja mereka yang mulai dibuka untuk umum. Ia bersama pembantunya bekerja dengan giat untuk menghidupkan kembali Gereja Vienna dengan mempertobatkan umat- umat dan menolong orang- orang sakit dan miskin. Akhirnya, namanya mulai dikenal banyak orang, termasuk para pembesar negara, dan profesor- profesor Universitas.
Pada tahun- tahun terakhir hidupnya, sebagai bagian dari rencananya untuk mewariskan iman Katolik yang benar di Vienna, Klemens mendirikan sebuah sekolah Katolik untuk para imam dan awam. Kecuali itu, pada Konggres di Vienna, ia dengan gigih berusaha menggagalkan gerakan gereja nasional. Ia juga berusaha mendapatkan ijin dari pemerintah untuk mendirikan sebuah perkumpulan Redemptoris di Vienna. Usahanya ini membuat dia dikenal sebagai pendiri Ordo Redemptoris kedua. Klemens meninggal dunia di Vienna pada tanggal 15 Maret 1820, dan digelari Rasul Gereja Vienna.
Santo Longinus
Menurut tradisi, Santo Longinus adalah prajurit Romawi yang menikam lambung Yesus dengan tombak saat Yesus wafat dibukit Golgota. Nama lengkapnya adalah Gaius Cassius Longinus. Ia adalah seorang perwira militer dan orang kepercayaan Pontius Pilatus, wali negeri Yudea pada Jaman Yesus. Pilatus mempercayakan kepadanya tugas mengawasi segala sesuatu yang terjadi dan melaporkan kepadanya. Longinus seorang perwira militer Romawi sejati. Ia setia pada atasan, dapat dipercaya dan siap sedia melaksanakan tugasnya. Namun matanya yang juling membuat ia sering dijadikan bahan olok-olokan oleh rekan-rekannya.
Longinus mungkin adalah komandan dari para prajurit yang melaksanakan Penyaliban Yesus. Kitab Suci menulis :
Maka datanglah prajurit-prajurit lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus; tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya, tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air. (Yoh 19:32-34)
Tradisi menambahkan bahwa Darah dan Air dari Tubuh Tuhan muncrat membasahi wajah dan sekujur tubuh Longinus. Matanya yang juling tersiram Darah Yesus dan seketika itu secara ajaib menjadi sembuh. Longinus lalu meloncat dari kudanya, dengan gemetar ia jatuh berlutut, memukuli dadanya, dan menyatakan rasa penyesalannya. Ketika beberapa saat kemudian gempa bumi mengguncang bukit Golgota; Longinus dengan penuh keyakinan bersaksi :
........ "Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah." (Mat 27:54)
Setelah peristiwa ini Longinus bertobat. Perwira Romawi ini bersama dengan dua orang prajurit lain yang juga terlibat dalam proses penyaliban; meninggalkan ketentaraan dan bergabung dengan para rasul. Mereka dibabtis setelah Pentakosta dan menjadi saksi-saksi Kritus yang sangat terpercaya. Para rasul kemudian mentahbiskan Longinus menjadi seorang diakon dan ikut melayani dalam pewartaan iman.
Ada beberapa Tradisi yang berbeda tentang perjalanan Longinus selanjutnya.
Sebuah versi mengatakan bahwa Longinus mengikuti petunjuk para rasul dan pergi menyebarkan Injil sampai ke Capadocia - Asia Kecil (Sekarang wilayah Turki). Disini ia menjadi termashyur karena khotbah-khotbahnya dan ia mempertobatkan banyak orang menjadi Kristen. Karena imannya Ia kemudian ditangkap dan dipaksa murtad dengan cara mempersembahkan kurban kepada dewa-dewi pagan Romawi. Ketika Longinus menolak memberikan persembahan, Gubernur Romawi memerintahkan agar gigi Longinus dirontokkan dan lidahnya dipotong, tetapi secara ajaib ia masih dapat terus berbicara membela iman. Ia bahkan merobohkan patung dewa-dewi kafir tersebut. Karena itu Longinus lalu dipenggal kepalanya. Keberanian dan ketulusan yang ditunjukkan Longinus membuat sang gubernur pun akhirnya bertobat dan dibabtis menjadi Kristen.
Tradisi lain mengatakan Longinus dan kedua temannya itu kembali ke tanah asal mereka di Italia. Di sana mereka giat mewartakan nama Kristus dan menyampaikan, sebagai seorang saksi mata, kisah Sengsara dan Kebangkitan Kristus. Ia mempertobatkan banyak orang sehingga membuat komunitas Yahudi disana menjadi geram. Atas hasutan orang-orang Yahudi, Longinus dan kedua sahabatnya ditangkap lalu dipenggal kepalanya di kota Mantua.
Tombak St.Longinus yang digunakannya untuk menikam Tuhan Yesus juga menurunkan legenda yang menarik untuk disimak. Beberapa versi Legenda tentang tombak ini sangat berbeda satu dengan yang lain, dan susah untuk ditelusuri kebenaran sejarahnya. Kisah - kisah yang berkembang tentang Tombak St.Longinus kadar historisnya sangat lemah karena itu hendaklah kita menerimanya sebagai MITOS belaka.
Legenda mengisahkan bahwa tombak yang telah tersiram Darah Juru Selamat kita tersebut menjadi rebutan bagi raja - raja Kristen dari masa ke masa karena dipercaya bahwa siapapun yang memiliki tombak ini akan menjadi seorang yang tidak terkalahkan. Tombak bersejarah itu disebut dengan berbagai nama; antara lain : Lancea Et Clavus Domini, The Holy Lance (German: Heilige Lanze), The Holy Spear, Spear of Destiny, Lance of Longinus, Spear of Longinus, Tombak Pembunuh Anak Manusia.
Mitos tentang para pemilik tombak ini berkembang simpang-siur mulai dari kaisar Romawi Kristen Pertama Konstantinus, Kaisar Romawi Suci I Charlemagne, Fredrich Barbarosa, Napoleon, bahkan Hitler dan Jendral Patton dari USA. Di tahun 921 dikisahkan Raja Heinrich I bersedia menukar sebagian besar dari tanah kerajaannya hanya untuk mendapatkan tombak suci ini. Dijerman, berkembang ceritera bahwa Raja Charlemagne bisa memenangkan peperangan sampai 47 kali karena ia memegang tombak suci ini. Ia terbunuh pada saat berperang karena lupa membawa tombak suci ini bersamanya. Kaisar Fredrich Barbarosa juga dikatakan dapat sukses dalam berbagai kampanye militernya dan memenangkan banyak peperangan karena memiliki tombak suci ini.
Saat ini terdapat empat Relikwi Tombak yang sama-sama diklaim sebagai Tombak Santo Longinus.
Relikwi Tombak St.Longinus di Roma - Vatican
Relikwi Tombak St.Longinus di Vienna - Austria
Relikwi Tombak St.Longinus di Echmiadzin - Armenia
Relikwi Tombak St.Longinus di Antiokhia (Sekarang Antakya-Turki)
Asal - usul dan keaslian relikwi - relikwi tersebut sudah tidak bisa ditelusuri lagi. Relikwi Tombak St.Longinus “versi” Roma kini disimpan di Basilika Santo Petrus tepat dibawah patung Santo Longinus. Namun sampai hari ini Vatican tidak pernah mengeluarkan klaim resmi bagi keaslian dari relikwi tersebut.
Setiap Martir Adalah Persembahan Bagi Gereja
Arti nama
Nama Longinus berasal dari Bahasa Latin "Longus" yang berarti "Panjang"
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari