Bacaan Misa
Berkatalah mereka: "Marilah kita mengadakan persepakatan terhadap Yeremia, sebab imam tidak akan kehabisan pengajaran, orang bijaksana tidak akan kehabisan nasihat dan nabi tidak akan kehabisan firman. Marilah kita memukul dia dengan bahasanya sendiri dan jangan memperhatikan setiap perkataannya!" Perhatikanlah aku, ya TUHAN, dan dengarkanlah suara pengaduanku! Akan dibalaskah kebaikan dengan kejahatan? Namun mereka telah menggali pelubang untuk aku! Ingatlah bahwa aku telah berdiri di hadapan-Mu, dan telah berbicara membela mereka, supaya amarah-Mu disurutkan dari mereka.
Engkau akan mengeluarkan aku dari jaring yang dipasang orang terhadap aku, sebab Engkaulah tempat perlindunganku.
Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku; Engkau membebaskan aku, ya TUHAN, Allah yang setia.
Sebab aku mendengar banyak orang berbisik-bisik, --ada kegentaran dari segala pihak! --mereka bersama-sama bermufakat mencelakakan aku, mereka bermaksud mencabut nyawaku.
Tetapi aku, kepada-Mu aku percaya, ya TUHAN, aku berkata: "Engkaulah Allahku!"
Masa hidupku ada dalam tangan-Mu, lepaskanlah aku dari tangan musuh-musuhku dan orang-orang yang mengejar aku!
Ketika Yesus akan pergi ke Yerusalem, Ia memanggil kedua belas murid-Nya tersendiri dan berkata kepada mereka di tengah jalan: "Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati. Dan mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya Ia diolok-olokkan, disesah dan disalibkan, dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan." Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya. Kata Yesus: "Apa yang kaukehendaki?" Jawabnya: "Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu." Tetapi Yesus menjawab, kata-Nya: "Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum?" Kata mereka kepada-Nya: "Kami dapat." Yesus berkata kepada mereka: "Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya." Mendengar itu marahlah kesepuluh murid yang lain kepada kedua saudara itu. Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: "Kamu tahu, bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."
Rebutan Kursi
Dalam mobil keluarga, kursi depan selalu jadi rebutan. Anak-anak berlomba berteriak paling dulu. Yang kalah merajuk di belakang. Rupanya sejak kecil kita sudah berlatih satu hal: mencari tempat yang paling terhormat.
Ibu anak-anak Zebedeus datang kepada Yesus dengan permintaan seorang ibu: biarlah kedua anakku duduk di kanan dan kiri-Mu dalam Kerajaan-Mu. Ia meminta kursi depan. Padahal beberapa kalimat sebelumnya Yesus baru saja berbicara tentang Yerusalem, tentang diolok-olok, disesah, disalibkan. Ia bicara salib, mereka bicara kursi.
Sepuluh murid lain marah. Bukan karena lebih rohani, melainkan mungkin karena kalah cepat. Maka Yesus mengumpulkan mereka dan membalik seluruh susunan tempat duduk: barangsiapa ingin menjadi besar, hendaklah ia menjadi pelayan. Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan memberikan nyawa-Nya.
Di Kerajaan Allah, kursi terhormat justru paling dekat dengan baskom pembasuh kaki. Yeremia hari ini memperlihatkan harganya: berdiri membela orang, lalu digali lubang oleh orang yang sama. Melayani memang jarang bertepuk tangan.
Pertanyaannya sederhana tapi menusuk: dalam keluarga, komunitas, dan pekerjaan, kita sedang berebut kursi yang mana?
Yesus, Engkau memilih tempat paling rendah supaya aku selamat. Sembuhkan aku dari rebutan kursi, dan ajari aku bahagia di tempat pelayan. Amin.
Invitatorium
Pekan II Mazmur
Pembukaan
AntifonMarilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.
Mazmur 94 (95)
AntifonMarilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Madah
Untuk keindahan bumi,
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Kami mengerang dalam kesakitan sambil menantikan penebusan tubuh kami.
Mazmur 38 (39)
Doa mendesak orang sakit
Ciptaan dijadikan takluk kepada kesia-siaan… oleh Dia yang menaklukkannya, tetapi tidak tanpa harapan (Roma 8:20).
AntifonKami mengerang dalam kesakitan sambil menantikan penebusan tubuh kami.
Antifon 2Dengarkan dan jawablah doaku, ya Tuhan; jangan biarkan aku menangis sia-sia.
AntifonDengarkan dan jawablah doaku, ya Tuhan; jangan biarkan aku menangis sia-sia.
Antifon 3Aku telah menaruh seluruh kepercayaanku pada belas kasihan Allah yang tak pernah gagal.
Mazmur 51 (52)
Melawan pemfitnah
Jika ada yang mau bermegah, biarlah ia bermegah dalam Tuhan (1 Korintus 1:31).
AntifonAku telah menaruh seluruh kepercayaanku pada belas kasihan Allah yang tak pernah gagal.
Responsorium Yesaya 12:3, 4; lihat Yohanes 4:14
Responsorium Galatia 3:24-25, 23
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Ya Allah, kuduslah tindakanMu, dewa manakah seagung Allah kami?
Mazmur 76 (77)
Antifon 1Ya Allah, kuduslah tindakanMu, dewa manakah seagung Allah kami?
Antifon 2Hatiku bersukaria karena Tuhan yang merendahkan dan meninggikan.
1 Sam 2,1-10
Antifon 2Hatiku bersukaria karena Tuhan yang merendahkan dan meninggikan.
Antifon 3Tuhan meraja, hendaklah bumi bersorak-sorai.
Mazmur 96 (97)
Antifon 3Tuhan meraja, hendaklah bumi bersorak-sorai.
Bacaan Singkat: (Ul 7,6.8-9)
Antifon KidungPutera manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungPutera manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang.
Doa Permohonan:
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (Ez 18, 30 b-32)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Madah
Antifon 1Aku memperhatikan jalan hidupku dan melangkahkan kakiku menunju perintahMu.
Mazmur 118 (119),57-64
Antifon 1Aku memperhatikan jalan hidupku dan melangkahkan kakiku menunju perintahMu.
Antifon 2Aku ketakutan dan gemetar; perhatikanlah dan kabulkanlah doaku, ya Tuhan.
Mazmur 54 (55),2-15.17-24 - I
Antifon 2Aku ketakutan dan gemetar; perhatikanlah dan kabulkanlah doaku, ya Tuhan.
Antifon 3Aku tetap berseru kepada Allah, Tuhan akan menyelamatkan daku.
Mazmur 54 (55),2-15.17-24 - II
Antifon 3Aku tetap berseru kepada Allah, Tuhan akan menyelamatkan daku.
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (Dn 4, 24 b)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Madah
Antifon 1Marilah kita menantikan kebahagiaan yang kita harapkan, yaitu penampakan mulia Allah kita yang mahaagung.
Mazmur 61 (62)
Antifon 1Marilah kita menantikan kebahagiaan yang kita harapkan, yaitu penampakan mulia Allah kita yang mahaagung.
Antifon 2Semoga wajah Allah berseri-seri, semoga Allah memberkati kita.
Mazmur 66 (67)
Antifon 2Semoga wajah Allah berseri-seri, semoga Allah memberkati kita.
Antifon 3Dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu, dan segala sesuatu ada dalam Dia.
Kol 1,12-20
Antifon 3Dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu, dan segala sesuatu ada dalam Dia.
Bacaan Singkat: (Flp 2,12b-15a)
Antifon KidungPutera manusia akan diserahkan kepada bangsa-bangsa kafir, supaya diolok-olok, disesah dan disalibkan, dan pada hari ketiga Ia akan bangkit.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungPutera manusia akan diserahkan kepada bangsa-bangsa kafir, supaya diolok-olok, disesah dan disalibkan, dan pada hari ketiga Ia akan bangkit.
Doa Permohonan:
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Doa Tobat
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.
Madah
Antifon 1Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.
Mazmur 30 (31),1-6
Antifon 1Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.
Antifon 2Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Mazmur 129 (130)
Antifon 2Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Bacaan singkat Ef 4,26-27
Lagu singkat
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Beato Daniel Dajani
Beato Daniel Dajani lahir pada tanggal 2 Desember 1906 di Blinisht Albania. Ia masuk seminari menegah Serikat Jesus pada tahun 1918, dan melanjutkan ke novisiat Serikat Yesus di Gorizia Italia pada tahun 1926. Selepas novisiat, Daniel melanjutkan studi filsafat dan teologi di Seminari Tinggi Jesuit di Chieri, Torino. Studinya selesai pada tahun 1938 dan ia ditahbiskan menjadi imam pada tanggal 15 Juli tahun itu juga.
Ditengah berkecamuknya perang dunia kedua, pada tahun 1940 Daniel Dajani,SJ ditugaskan ke tanah kelahirannya Albania untuk berkarya sebagai seorang pendidik di Seminari Serikat Jesus di kota Skhodra. Pada tahun 1945 ia diangkat menjadi Rektor Seminari tersebut.
Setelah perang dunia kedua berakhir, rezim Komunis pro Uni Soviet mengambil alih kekuasaan di Albania. Kaum komunis yang atheis lalu melancarkan penganiayaan terhadap Gereja dan umat kristiani. Gereja-gereja disegel, seminari-seminari ditutup dan biara-biara dibubarkan. Para rohaniwan-rohaniwati ditahan dengan berbagai tuduhan palsu, dijebloskan ke dalam penjara dan di eksekusi mati.
Pater Daniel Dajani tertangkap pada tanggal 31 Desember 1945 bersama pater Giovanni Fausti. Mereka ditahan selama dua bulan lalu dijatuhi hukuman mati pada tanggal 22 Februari 1946 dengan tuduhan : menjadi mata-mata Vatikan dan pengkhianat rakyat Albania.
Pada tanggal 4 Maret 1946, tepat jam 6:00 pagi hari, 8 orang tahanan Katolik dihukum mati ditempat pembuangan sampah dekat sebuah pemakaman dil luar kota Shkodra. Para pahlawan iman ini adalah :
- Daniel Dajani,SJ (Imam Jesuit)
- Giovani Fausti, SJ (Imam Jesuit)
- Gjon Shllaku,OFM, (Imam Fransiskan)
- Mark Cuni (Seminaris)
- Gjergj Bici (Frater Jesuit)
- Gjelosh Lulashi (Umat awam)
- Qerim Sadiku (Umat awam)
- Gjon Vata (Umat awam)
Saat ditemukan, jenasah 8 martir ini tampak terbaring dengan saling berpegangan tangan.
Giovanni Fausti, Daniel Dajani, Gjon Shllaku, Mark Cuni, Gjelosh Lulashi dan Qerim Sadiku dibeatifikasi bersama para Martir Albania oleh Paus Fransiskus pada tanggal 5 November 2016 (qq).
Arti nama
Daniel berasal dari nama Ibrani דָּנִיֵּאל (Daniyyel) yang berarti "Allah adalah Hakim saya".
Beato Giovanni Fausti
Beato Giovanni Fausti lahir tanggal 19 Oktober 1899 di Brescia Italia. Ia adalah anak sulung dari dua belas puteri-puteri pasangan Antonio Fausti dan Maria Sigolini. Di usia sepuluh tahun ia disekolahkan di sebuah sekolah Jesuit dan menjadi teman sekelas Giovanni Battista Montini yang kelak dikenal sebagai Kardinal Montini dan Paus Paulus VI.
Saat perang Dunia pertama meletus, Giovanni Fausti mendaftarkan diri ikut wajib Militer di tahun 1917. Ia mengikuti pelatihan perwira Angkatan Darat di Modena lalu ditugaskan di Roma sebagai seorang perwira berpangkat Letnan. Setelah perang berakhir, Giovanni melanjutkan studinya di Pontifical Lombard College Roma. Ia lulus dengan nilai sempurna dalam studi teologi dan ditahbiskan menjadi imam pada tanggal 9 Juli 1922. Tugas pertamanya sebagai seorang imam adalah menjadi pendidik dan pembimbing para seminaris di Brescia.
Pada tanggal 30 Oktober 1924, Giovanni memutuskan untuk bergabung dengan Serikat Yesus. Lalu di tahun 1929, ia diutus menjadi dosen Filsafat dan Teologi di Seminari Jesuit di Shkodra Albania. Pada tahun 1932 Giovanni kembali ke Italia untuk menjalani perawatan medis. Sakit TBC yang dideritanya membuat ia harus menjalani perawatan khusus di sebuah sanatarium di Swiss dari bulan Agustus 1933 sampai 1936. Menang melawan TBC, Giovanni lalu kembali ke Italia dan melanjutkan studinya.
Ditengah berkecamuk perang dunia ke-2, pater Giovanni kembali ke Albania pada tahun 1942 sebagai seorang profesor Filsafat Teologi dan wakil Provincial Serikat Jesus di Albania. Jabatan baru ini membuat Giovanni harus tinggal di kota Tirana. Pada tahun 1943 tentara NAZI Jerman tiba di Albania. Kedatangan para NAZI diikuti dengan penangkapan dan pembantaian para rohaniwan-rohaniwati katolik yang dianggap sebagai musuh pemerintah NAZI. Dalam sebuah pengrebekkan, pater Giovanni tertembak di bagian kaki dan mengalami patah tulang selangka. Namun ia berhasil meloloskan diri dari kejaran para NAZI. Dimasa yang sulit ini, Giovanni berupaya keras memberi perlindungan bagi umat Albania yang dikejar-kejar para NAZI.
Perang Dunia kedua di Eropa berakhir dengan kekalahan Jerman ditahun 1945. Pemerintahan NAZI Jerman telah runtuh, namun penganiayaan iman Katolik di Albania justru memasuki babak baru. Setelah Jerman pergi, rezim Komunis pro Uni Soviet mengambil alih kekuasaan di Albania. Dibawah cengkeraman kaum Komunis, Gereja-gereja disegel, seminari-seminari ditutup dan biara-biara dibubarkan. Para rohaniwan-rohaniwati ditahan dengan berbagai tuduhan palsu, dijebloskan ke dalam penjara dan di eksekusi mati.
Pater Giovanni tertangkap pada tanggal 31 Desember 1945 dan ditahan selama dua bulan dimana dia kerap mengalami penyiksaan yang mengerikan. Ia dijatuhi hukuman mati pada tanggal 22 Februari 1946 dengan tuduhan : Menjadi mata-mata Vatican dan pengkhianat rakyat Albania.
Pada tanggal 4 Maret 1946, tepat jam 6:00 pagi hari, Giovanni Fausti, SJ ditembak mati bersama 7 orang martir Katolik lainnya. Mereka adalah :
- Daniel Dajani, SJ (seorang Imam Jesuit)
- Gjon Shllaku,OFM, (Imam Fransiskan)
- Mark Cuni (Seminaris)
- Gjergj Bici (Frater Jesuit)
- Gjelosh Lulashi (Umat awam)
- Qerim Sadiku (Umat awam)
- Gjon Vata (Umat awam)
Hukuman mati dilaksanakan ditempat pembuangan sampah di belakang pemakaman Katolik dekat kota Shkodra. Saat ditemukan, jenasah para pahlawan ini tampak terbaring dengan saling berpegangan tangan.
Giovanni Fausti, Daniel Dajani, Gjon Shllaku, Mark Cuni, Gjelosh Lulashi dan Qerim Sadiku dibeatifikasi bersama para Martir Albania oleh Paus Fransiskus pada tanggal 5 November 2016 (qq).
Arti nama
Giovanni = Ejaan Italia dari nama Yohanes
Yohanes Berasal dari nama Yunani Ιωαννης (Ioannes), yang aslinya berasal dari nama Ibraniיוֹחָנָן (Yochanan) yang berarti "YAHWEH Maha pengasih", "Allah Maha Baik" Sumber : Katakombe.Org
Beato Gjon Shllaku
Nikollë Shllaku lahir di Shkoder Albania pada 27 Juli 1907, putera dari pasangan katolik yang penuh devosi, Loros Shllaku dan Marë Ashtës. Sejak kecil ia disekolahkan disekolah Katolik yang dikelola oleh para biarawan Fransiskan. Tamat dari sekolah menengah, Nikollë memutuskan untuk masuk novisiat Fransiskan pada tanggal 4 Oktober 1922. Ia mengucapkan kaul kekal pada tanggal 13 September 1928 dan menggunakan nama biara Gjon (Yohanes).
Frater Gjon lalu dikirim ke Belanda untuk belajar Filsafat dan Teologi agar bisa ditahbiskan menjadi imam. Tiga tahun kemudian, tepatnya pada 15 Maret 1931, Frater Gjon Shllaku ditahbiskan menjadi seorang imam Fransiskan. Tugas pertama yang diberikan Ordo Fransiskan kepadanya adalah melanjutkan studi. Ia berangkat ke Belgia untuk belajar sejarah sampai meraih gelar doktor di Universitas Louvain, lalu pindah ke Paris dan meraih gelar doktor Filsafat di Universitas Sorbonne Paris, Perancis pada tahun 1937.
Pater Gjon kembali ke Albania dan menjadi seorang pendidik. Ia mengajar filsafat dan bahasa Perancis di sejumlah Sekolah Menengah dan Universitas, serta menjadi pembimbing spiritual bagi murid-muridnya. Ia dikenal sebagai seorang anti fasis yang terbuka, dan terpaksa melarikan diri ke Yugoslavia ketika Benitto Mussolini menyerang Kerajaan Albania.
Invasi Italia ke Albania berlangsung pada 7 April - 12 April 1939. Kampanye militer ini terjadi akibat kebijakan ekspansionis pemimpin Fasis Italia saat itu : Benito Mussolini. Kerajaan Albania ditaklukan Italia dalam 5 hari. Raja Albania, raja Zog I, berhasil melarikan diri dan hidup di pengasingan. Albania menjadi wilayah protektorat Italia sampai dicaplok Jerman pada tahun 1943.Pater Gjon Shllaku, OFM kembali ke Albania seusai perang dunia kedua. Ia berkarya mendirikan pusat pelayanan bagi para korban perang dunia kedua dan mendistribusikan bahan pangan dan obat-obatan. Ia juga terus berbicara menentang bahaya Fasisme dan Komunisme.
Saat Rezim Komunis berkuasa di Albania, pater Gjon Shllaku ditangkap pada bulan Desember 1945 saat sedang mengajar. Ia ditahan selama beberapa bulan dalam penjara dan mengalami berbagai penyiksaan yang mengerikan sebelum di bawa ke pengadilan. Pada tanggal 22 Februari 1946 pengadilan Albania menjatuhkan hukuman mati kepada delapan orang Katolik atas tuduhan palsu; menjadi mata-mata Vatican. Mereka adalah :
- Gjon Shllaku,OFM (Imam Fransiskan, Cendikiawan Albania)
- Daniel Dajani, SJ (Imam Jesuit)
- Giovanni Fausti,SJ, (Imam Jesuit)
- Mark Cuni (Seminaris)
- Gjergj Bici (Frater Jesuit)
- Gjelosh Lulashi (Umat awam)
- Qerim Sadiku (Umat awam)
- Gjon Vata (Umat awam)
Martir-martir Albania
Delapan Martir ini ditembak mati ditempat pembuangan sampah, di belakang pemakaman Katolik dekat kota Shkodra pada tanggal 4 Maret 1946 tepat jam 6:00 pagi hari. Saat ditemukan, jenasah para pahlawan ini tampak terbaring dengan saling berpegangan tangan.
Enam orang dari 8 martir ini; Gjon Shllaku OFM, Giovanni Fausti SJ, Daniel Dajani SJ, Mark Cuni, Gjelosh Lulashi dan Qerim Sadiku, dibeatifikasi bersama para Martir Albania oleh Paus Fransiskus pada tanggal 5 November 2016. Pestanya dirayakan pada tanggal 4 Maret sesuai hari kemartirannya; dan pada hari pesta bersama Para Martir Albania pada tanggal 5 November. (qq)
Misa Beatifikasi Para Martir Albania 5 November 2016
Arti nama
Gjon : Ejaan Albania untuk nama ==> Yohanes
Kollё : Bentuk Pendek dari Nikollё = Ejaan Albania untuk Nama ==> Nikolaus
Santo Adrianus dari Nikomedia
Atas upaya isterinya santa Natalia, Adrianus tetap dapat menerima pelajaran agama dan dibaptis dalam penjara. Bahkan ketika ia tidak lagi diperbolehkan mengunjungi suaminya; Natalia menyamar sebagai seorang pemuda dan berhasil menemui Adrianus di penjara. Saat itu Natalia meminta agar nanti setelah berada di surga, Adrianus tidak lupa untuk mendoakannya.
Santo Adrianus bersama para martir Kristen (yang namanya tidak tercatat) lalu dihukum mati. Mereka dipenggal lalu tubuh mereka dicincang dan dilemparkan ketengah gulungan api. Api kemudian padam karena sekonyong-konyong turun hujan lebat. Orang Kristen mengumpulkan sisa-sisa jenazah para pahlawan iman ini lalu menguburkannya didekat Argypolis, dipantai Bosporus (sekarang wilayah Turki).
Natalia menyimpan relikwi berupa sepotong tangan suaminya. Dan sejak itu ia memutuskan untuk hidup tidak jauh dari makam suaminya. Ketika Natalia tutup usia, ia pun dikuburkan di samping makam suaminya.
Arti nama
Berasal dari nama Romawi : Hadrianus yang berarti : "Berasal dari Hadria" atau “Orang Hadria” . Hadria adalah sebuah kota di Italia utara pada jaman Romawi kuno (kota ini juga memberi nama bagi Laut Adriatik).
Santo Kasimirus
Putra kedua Kasimir III, Raja Polandia dan maharaja Lithuania ini, lahir pada tahun 1461. Keluarganya tergolong saleh dan taat agama. Ibunya, Elisabeth dari Austria, mendidik dia menurut tata cara hidup kerjaan dan hidup Kristiani yang berlaku pada masa itu. Setelah menanjak remaja, pendidikannya diserahkan kepada Yohanes Longinus. Kasimirus berkembang dewasa menjadi seorang putra Raja yang berhati mulia, murah hati, sopan dan ramah dalam pergaulan dengan sesamanya. Ia disenangi banyak orang terutama teman-temannya sebaya. Kecuali itu, pendidikan itu berhasil menanamkan dalam dirinya sikap yang tepat dan terpuji tersemarakan dan kemewahan duniawi. Bahwasannya semua kemewahan dan hormat duniawi itu bersifat sia-sia dan bisa saja menjerumuskan manusia kedalam keserakahan dan ingat diri.
Sikap itu terbukti kebenarannya, tatkala ia terlibat dalam suatu perkara politik yang terjadi di kerajaan Hongaria. Banyak bangsawan Hongaria tidak suka akan Matias, rajanya. Mereka datang kepada Kamisirus dan memohon kesediannya untuk menjadi raja mereka. Kamisirus mengabulkan permohonan itu dan segera berangkat ke Hongaria. Mendengar hal itu, Raja Matias menyiapkan sepasukan prajurit untuk melawan kerajaan Polandia. Tetapi perang tidak terjadi karena campur tangan Paus.
Dengan malu, Pangeran Kamisirus pulang ke Polandia. Peristiwa ini menyadarkan dirinya akan kesia-siaan hormat duniawi. Maka mulai saat itu ia meninggalkan cara hidupnya yang mewah dan kehormatan duniawi, lalu memusatkan perhatiannya pada doa, puasa dan tapa. Banyak waktunya di habiskan untuk berdoa. Pagi-pagi sekali ia sudah berdiri di depan pintu gereja untuk mengikuti perayaan Misa Kudus dan mendengarkan Kotbah. Ia juga lebih banyak memperhatikan kepentingan kaum kafir miskin dengan membagi-bagikan harta kekayaannya. Cinta kasih dan hormatnya kepada Bunda Maria sangat besar. "Omni die hic Mariae"("Mengasihi Maria, kini dan selalu") adalah semboyannya.
Semua usahanya untuk memusatkan diri pada doa, tapa dan puasa membuat dia menjadi seorang beriman yang saleh. Ia menjadi orang kesayangan warganya, terutama kaum miskin di kota itu. Ia meningal dunia pada tanggal 4 Maret 1484 karena penyakit sampar. Seratus dua puluh tahun kemudian, kuburnya di Katedral Wein di buka kembali dan relikuinya dipindahkan ke sebuah kapela. Tubunya masih tampak utuh dan menyebarkan bau harum. Tulisan doanya "Mengasihi Maria, kini dan selalu"masih terletak rapi di kepalanya. Hal ini menunjukkan bahwa devosinya kepada Maria merupakan suatu persembahan yang berkenan di hati Maria.
Santo Lusius
Lusius memangku jabatan Paus menggantikan Paus Cornelius pada tanggal 25 Juni 253. Ia diasingkan selama aksi penganiayaan umat Kristen di bawah pemerintahan Kaisar Gallus, dan baru kembali ke Roma setelah Gallus meninggal dunia.
Ketika berada di Roma, ia menerima sepucuk surat dari Santo Siprianus, Uskup Kartago. Di dalamnya Saprianus memuji keberanian Lusius untuk menghadapi aksi penganiayaan umat. Bersama Saprianus, Lusius menggalakkan karya kariatif untuk orang-orang Kristen yang dipenjarakan. Bagi orang-orang ini, Paus Lusius menetapkan bahwa setelah menerima pengampunan, mereka harus diberkati dan diperbaharui keanggotaannya dalam gereja.
Lusius ditentang oleh Novatianus,seorang imam berkebangsaan Roma yang mengangkat dirinya sebagai Paus tandingan selama masa kepemimpinan Paus Cornelius (251-253). Novatianus menolak pengampunan kepada orang-orang Kristen yang mutrad selama masa penganiayaan. Oleh Lusius, pandangan Novatianus dianggap suatu bidaah.
Lusius meninggal dunia pada tanggal 5 Maret 254. Jenazahnya dimakamkan di pekuburan para Paus di katakombe Santo Kalikstus, di jalan Appia.
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari