Bacaan Misa
Maka aku memohon kepada TUHAN, Allahku, dan mengaku dosaku, demikian: "Ah Tuhan, Allah yang maha besar dan dahsyat, yang memegang Perjanjian dan kasih setia terhadap mereka yang mengasihi Engkau serta berpegang pada perintah-Mu! Kami telah berbuat dosa dan salah, kami telah berlaku fasik dan telah memberontak, kami telah menyimpang dari perintah dan peraturan-Mu, dan kami tidak taat kepada hamba-hamba-Mu, para nabi, yang telah berbicara atas nama-Mu kepada raja-raja kami, kepada pemimpin-pemimpin kami, kepada bapa-bapa kami dan kepada segenap rakyat negeri. Ya Tuhan, Engkaulah yang benar, tetapi patutlah kami malu seperti pada hari ini, kami orang-orang Yehuda, penduduk kota Yerusalem dan segenap orang Israel, mereka yang dekat dan mereka yang jauh, di segala negeri kemana Engkau telah membuang mereka oleh karena mereka berlaku murtad terhadap Engkau. Ya TUHAN, kami, raja-raja kami, pemimpin-pemimpin kami dan bapa-bapa kami patutlah malu, sebab kami telah berbuat dosa terhadap Engkau. Pada Tuhan, Allah kami, ada kesayangan dan keampunan, walaupun kami telah memberontak terhadap Dia, dan tidak mendengarkan suara TUHAN, Allah kami, yang menyuruh kami hidup menurut hukum yang telah diberikan-Nya kepada kami dengan perantaraan para nabi, hamba-hamba-Nya.
Janganlah perhitungkan kepada kami kesalahan nenek moyang kami; kiranya rahmat-Mu segera menyongsong kami, sebab sudah sangat lemah kami.
Tolonglah kami, ya Allah penyelamat kami, demi kemuliaan nama-Mu! Lepaskanlah kami dan ampunilah dosa kami oleh karena nama-Mu!
Biarlah sampai ke hadapan-Mu keluhan orang tahanan; sesuai dengan kebesaran lengan-Mu, biarkanlah hidup orang-orang yang ditentukan untuk mati dibunuh!
Maka kami ini, umat-Mu, dan kawanan domba gembalaan-Mu, akan bersyukur kepada-Mu untuk selama-lamanya, dan akan memberitakan puji-pujian untuk-Mu turun-temurun.
Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati." "Janganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni. Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu."
Takaran Pasar
Di pasar, penjual beras yang baik punya kebiasaan kecil. Literan diisi sampai penuh, digoyang supaya padat, lalu ditambah lagi sampai menggunung. Pembeli pulang dengan hati lapang. Besok ia kembali ke lapak yang sama. Takaran yang murah hati selalu punya pelanggan setia.
Yesus rupanya mengenal hukum pasar itu. "Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu." Lalu Ia menutup dengan kalimat yang layak digantung di setiap rumah: ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu.
Kita sering memakai dua takaran. Untuk diri sendiri, takaran longgar penuh maklum. Untuk orang lain, takaran ketat penuh curiga. Doa Daniel hari ini membalik urutannya: kami telah berbuat dosa, kami patut malu, tetapi pada Tuhan ada kesayangan dan keampunan. Ia berani menakar dirinya dengan jujur karena tahu Allah menakarnya dengan rahmat.
Hari ini coba kita periksa: kepada siapa takaran kita paling pelit? Kepada pasangan yang kesalahannya kita hafal? Kepada rekan yang pernah mengecewakan? Mungkin dari sanalah pertobatan Prapaskah kita harus mulai.
Bapa yang murah hati, Engkau menakarku dengan takaran yang tumpah ke luar. Jangan biarkan aku menakar sesamaku dengan sendok kecil. Amin.
Invitatorium
Pekan II Mazmur
Pembukaan
AntifonMarilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.
Mazmur 94 (95)
AntifonMarilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Madah
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Condongkanlah telinga-Mu dan dengarkanlah aku, ya Tuhan; datanglah menolong aku.
Mazmur 30 (31):1-17, 20-25
Seruan penuh keyakinan orang yang tertekan kepada Allah
Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku (Lukas 23:46).
AntifonCondongkanlah telinga-Mu dan dengarkanlah aku, ya Tuhan; datanglah menolong aku.
Antifon 2Tuhan, biarlah cahaya wajah-Mu bersinar atas hamba-Mu.
AntifonTuhan, biarlah cahaya wajah-Mu bersinar atas hamba-Mu.
Antifon 3Terpujilah Tuhan, sebab Ia telah mencurahkan belas kasihan-Nya kepadaku.
AntifonTerpujilah Tuhan, sebab Ia telah mencurahkan belas kasihan-Nya kepadaku.
Responsorium Keluaran 15:1, 2, 3
Responsorium Ibrani 11:24-25, 26, 27
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Bilakah aku menghadap dan memandang wajah Allah?
Mazmur 41 (42)
Antifon 1Bilakah aku menghadap dan memandang wajah Allah?
Antifon 2Pandanglah, ya Tuhan, dan kasihanilah kami.
Sir 36,1-7.13-16
Antifon 2Pandanglah, ya Tuhan, dan kasihanilah kami.
Antifon 3Terpujilah Engkau, ya Tuhan, di bentangan langit.
Mazmur 18 (19) A
Antifon 3Terpujilah Engkau, ya Tuhan, di bentangan langit.
Antifon KidungHendaklah kamu murah hati, seperti Bapamu murah hati.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungHendaklah kamu murah hati, seperti Bapamu murah hati.
Doa Permohonan:
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (Sap 11, 23-24 a)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Madah
Antifon 1Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Allah dan melakukannya.
Mazmur 118 (119),41-48
Antifon 1Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Allah dan melakukannya.
Antifon 2MakananKu ialah melakukan kehendak Bapa.
Mazmur 39 (40),2-14.17-18 - I
Antifon 2MakananKu ialah melakukan kehendak Bapa.
Antifon 3Sekalipun aku miskin dan malang, namun Tuhan memperhatikan daku.
Mazmur 39 (40),2-14.17-18 - II
Antifon 3Sekalipun aku miskin dan malang, namun Tuhan memperhatikan daku.
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (Is 58, 6a. 7)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Madah
Antifon 1Tereloklah baginda di antara manusia, tampanlah wajah baginda.
Mazmur 44 (45) I
Antifon 1Tereloklah baginda di antara manusia, tampanlah wajah baginda.
Antifon 2Pengantin datang, songsonglah dia!
Mazmur 44 (45) II
Antifon 2Pengantin datang, songsonglah dia!
Antifon 3Allah telah merencanakan kehendakNya untuk menyatukan segala sesuatu dalam diri Kristus sebagai kepala.
Ef 1,3-10
Antifon 3Allah telah merencanakan kehendakNya untuk menyatukan segala sesuatu dalam diri Kristus sebagai kepala.
Bacaan Singkat: (Rom 12,1-2)
Antifon KidungJangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Karena sebagaimana kamu menghakimi orang lain, demikianpun kamu sendiri akan dihakimi.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungJangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Karena sebagaimana kamu menghakimi orang lain, demikianpun kamu sendiri akan dihakimi.
Doa Permohonan:
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Doa Tobat
Tuhan, kasihanilah kami.℟.Tuhan, kasihanilah kami.℣.Engkau datang memanggil orang yang berdosa.
Kristus, kasihanilah kami.℟.Kristus, kasihanilah kami.℣.Engkau duduk di sisi Bapa sebagai pengantara kami.
Tuhan, kasihanilah kami.℟.Tuhan, kasihanilah kami.℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.
Madah
AntifonTuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.
Mazmur 85 (86)
AntifonTuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.
Bacaan singkat 1Tes 5,9-10
Lagu singkat
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Beato Charles yang baik
Pangeran Charles dari Flanders, dijuluki “yang Baik” oleh rakyat dalam kerajaannya. Mereka menyebutnya demikian karena mereka melihat memang demikianlah ia adanya. Charles adalah putera St.Canute, raja Denmark. Ia baru berusia lima tahun ketika ayahnya dibunuh pada tahun 1086. Ketika dewasa, Charles menikah dengan seorang wanita muda yang baik hati bernama Margareta. Charles seorang penguasa yang lembut serta adil. Rakyat percaya kepadanya dan kepada kebijaksanaannya. Charles berusaha untuk menjadi teladan dari apa yang diharapkannya dari rakyatnya.
Sebagian kaum bangsawan menuduh Charles tidak adil dengan memihak kaum miskin dan mengalahkan kepentingan kaum kaya. Charles menjawab dengan bijaksana, “Itu adalah karena aku sungguh menyadari kebutuhan-kebutuhan kaum miskin dan ketidakpedulian kaum kaya.” Kaum miskin dalam kerajaannya mendapatkan makanan setiap hari dari istananya.
Charles memerintahkan untuk menanam bahan makanan dengan berlimpah agar rakyat dapat makan kenyang dengan harga yang pantas. Beberapa pedagang kaya mencoba menimbun panenan agar dapat menjualnya dengan harga yang amat mahal. Charles yang Baik mendengar tentang hal itu serta memaksa mereka untuk segera menjualnya dengan harga yang pantas. Seorang ayah yang berpengaruh beserta anak-anaknya juga telah ditegur oleh Charles karena siasat licik mereka. Maka mereka kemudian bergabung dengan sekelompok kecil musuh yang ingin membunuh Charles.
Pangeran berjalan telanjang kaki setiap pagi untuk menghadiri Misa dan tiba lebih awal di gereja St. Donatian. Ia melakukannya dalam semangat silih. Ia rindu untuk memperdalam kehidupan rohaninya bersama Tuhan. Para musuhnya tahu bahwa ia pergi ke gereja dan tahu juga bahwa ia biasa berdoa sendirian sebelum Misa. Banyak orang yang mengasihi Charles mengkhawatirkan keselamatan dirinya. Mereka memperingatkannya bahwa perjalanannya ke Gereja St.Donation dapat menyebabkannya celaka. Charles menjawab, “Kita senantiasa berada di tengah-tengah bahaya, tetapi kita ini milik Tuhan.” Suatu pagi, sementara ia berdoa sendirian di depan patung Bunda Maria, para penyerangnya membunuh dia. Charles wafat sebagai martir pada tahun 1127
Santa Agnes dari Praha
Santa Agnes dari Praha atau Santa Agnes dari Bohemia adalah puteri raja Bohemia (Sekarang wilayah Republik Ceko), Primislaus Ottokar I. Ibunya adalah puteri Constance dari Hungaria, yang adalah adik dari raja Andrew II Hungaria. Raja Andrew II adalah ayah dari Santa Elizabeth dari Hungaria.
Ketika ia berusia tiga tahun, Agnes dipercayakan kepada perawatan seorang bibinya yang saleh yaitu Santa Hedwig dari Andechs, yang saat itu menjadi pemimpin sebuah komunitas biarawati Cistercian di Trzebnica. Tiga tahun kemudian Puteri Agnes kembali ke Praha dan dipercayakan pada biara Premonstratensian Canonesses untuk melanjutkan pendidikannya.
Pada usia delapan tahun, Agnes dipertunangankan dengan pangeran Henry, putra Kaisar Frederick II dari Kekaisaran Romawi Suci. Menurut adat para bangsawan dimasa itu, Agnes harus menghabiskan masa kecilnya di istana calon suaminya agar dapat mengenal dan mempelajari bahasa dan budaya negara calon suaminya. Karena itu diputuskan untuk mengirim Agnes ke istana Kaisar. Agnes sebenarnya tidak ingin menjalani kehidupan berumah tangga. Sejak tinggal didalam biara Cistercian bersama bibinya Santa Hedwig, ia telah jatuh cinta kepada kehidupan membiara yang tenang dan damai, jauh dari hiruk-pikuk kehidupan duniawi. Dalam hatinya ia telah bertekad untuk menjalani hidup yang suci dan mempersembahkan diri seutuhnya kepada Kristus, Pengantin Surgawinya. Berkat doa-doa Agnes, pertunangannya yang telah berlangsung selama beberapa tahun kemudian dibatalkan.
Walaupun pertunangannya telah dibatalkan, namun Agnes tetap saja menjadi pilihan utama bagi para bangsawan dimasa itu. Menikah dengan puteri Agnes secara politis akan sangat memperkuat posisi mereka dan menjadikan Kerajaan Bohemia sebagai sekutu. Agnes kemudian dilamar oleh Raja Inggris, Henry III, dan bahkan Kaisar Frederick II juga ikut melamarnya setelah sang kaisar menduda karena ditinggal mati isterinya. Semua keberatan dari Agnes, bahwa dia ingin menjadi seorang biarawati nampaknya akan sia-sia. Ayahnya mungkin dapat menampik lamaran dari raja Inggris Henry III, namun menolak lamaran dari Kaisar Frederick II bukanlah perkara yang mudah. Namun Agnes tidak mau menyerah. Dengan tekun ia berdoa memohon bantuan Mempelai Surgawinya dan ia juga mengirimkan utusan ke Roma untuk memohon bantuan dari Paus Gregorius IX agar dia dapat memperoleh kebebasan untuk memilih sendiri jalan hidupnya. Atas pengaruh paus, Agnes dapat terhindar pernikahan politik yang sangat tidak diinginkannya.
Namun, Agnes kini harus berjuang memeluk status religius supaya agar dapat memperoleh kesatuan dengan Kristus. Kemasyhuran dan kesucian hidup Suster-suster Klaris yang miskin itu telah sampai di Bohemia juga, karena itu Agnes berkeputusan untuk menjadi seorang biarawati Klaris. Dengan bantuan kakaknya Raja Wenseslaus I, yang telah naik takhta menggantikan ayahnya, Agnes dapat memperoleh sebidang tanah yang luas untuk mendirikan biara di kota Praha. Dari Roma, Paus Gregorius dengan senang hati memberikan persetujuannya, dan atas perintahnya pula, Santa Klara mengirim lima orang suster dari biara St.Damianus di Asisi Italia ke Praha. Bersama dengan lima orang suster dari Italia inilah, Agnes dan tujuh orang wanita muda dari kalangan bangsawan tinggi Bohemia, memasuki biara baru itu.
Dalam waktu singkat, Agnes sudah menonjol di antara mereka itu sebagai contoh dalam hal keutamaan, ketekunannya dalam hal doa, ketaatan, disiplin religius, penyangkalan diri dan kerendahan hati. Perintah Paus untuk menerima kedudukan sebagai Abdis merupakan pencobaan yang berat bagi kerendahan hatinya; namun dia menerima ijin untuk tidak memakai gelar Abdis itu, melainkan dia dikenal sebagai “suster senior”. Semangatnya untuk hidup suci dalam kemiskinan sangat mirip dengan semangat santa Klara. Agnes menolak segala pemberian dari kakaknya raja Wenceslaus I yang dikirimkan kepadanya. Dan dia pun sama sekali tidak mengijinkan siapa pun juga dari para susternya memiliki apa pun sebagai milik pribadi.
Pada tahun 1235 Agnes mendirikan sebuah rumah sakit bagi para orang miskin dan para penderita kusta di Praha. Dia sendiri ikut bekerja di rumah sakit tersebut dengan memasak dan merawat para pasien. Karya Agnes mendapatkan pujian dari Santa Klara di Asisi. Seperti dapat dilihat dalam korespondensi mereka, Santa Klara akan menulis dengan perasaan yang mendalam terhadap Agnes, meskipun mereka tidak pernah bertemu muka. Kesucian hidupnya membuat Agnes diberkati Tuhan dengan anugerah mukjizat; konon dia pernah menghidupkan kembali keponakannya (anak dari kakaknya Raja Wenceslaus I) yang sudah meninggal.
Setelah mengabdi selama empat puluh tahun dalam kehidupan sebagai seorang biarawati, Suster Agnes tutup usia pada tanggal 2 Maret 1282. Devosi yang dipersembahkan kepadanya, segera muncul sesaat setelah kematiannya. Enam abad kemudian ia dibeatifikasi oleh paus Pius IX pada tanggal 3 desember 1874 dan dikanonisasi oleh paus santo Yohanes Paulus II pada tanggal 12 November 1989.
Arti nama
Berasal dari bahasa Yunani αγνος (hagnos) yang berarti : Suci.
Nama Agnes juga sering diasosiasikan dengan kata Latin : Agnus yang berarti : anak domba
Santo Simplisius
Kisah tentang Simplisius tidak banyak di ketahui. Tanggal kelahirannya pun tidak diketahui. Yang tercatat tentang dirinya ialah bahwa Simplisius diangkat menjadi Paus pada tanggal 3 Maret 468, dan memimpin gereja hingga kematiannya pada tanggal 10 Maret 483.
Selama masa kePausannya, Simplisius dengan gigih mempertahankan primasi Tahkta Suci di Roma dan menentang bidaah Monophysitisme yang berkembang pesat di belahan dunia Timur. Reaksinya diungkapkan dalam sebuah surat kecaman yang ditujukan kepada Kaisar Basiliscus dan Zeno. Kecuali itu, di dalam surat itu pun, Simplisius dengan keras mengecam penangkapan atas diri Patriakh Aleksandria oleh Petrus Mongus dan Timotius Ailurus, pengikut aliran sesat itu; juga ia mengecam penangkapan atas diri Uskup Antiokhia oleh Petrus Fullo, penyebar ajaran sesat lainnya.
Kemartiran Simplisius dituliskan oleh Ardo dari Vienne dalam bukunya tentang martir-martir Roma yang dibunuh karena imannya kepada Kristus.
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari