Bacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Oleh sebab itu, bernubuatlah dan katakan kepada mereka: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Sungguh, Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku, dari dalamnya, dan Aku akan membawa kamu ke tanah Israel. Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, pada saat Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku, dari dalamnya. Aku akan memberikan Roh-Ku ke dalammu, sehingga kamu hidup kembali dan Aku akan membiarkan kamu tinggal di tanahmu. Dan kamu akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN, yang mengatakannya dan membuatnya, demikianlah firman TUHAN."
Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya TUHAN!
Tuhan, dengarkanlah suaraku! Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian kepada suara permohonanku.
Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan-kesalahan, Tuhan, siapakah yang dapat tahan?
Tetapi pada-Mu ada pengampunan, supaya Engkau ditakuti orang.
Aku menanti-nantikan TUHAN, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya.
Jiwaku mengharapkan Tuhan lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi, lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi.
Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel! Sebab pada TUHAN ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan.
Dialah yang akan membebaskan Israel dari segala kesalahannya.
Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah. Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus. Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran. Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.
Ada seorang yang sedang sakit, namanya Lazarus. Ia tinggal di Betania, kampung Maria dan adiknya Marta. Maria ialah perempuan yang pernah meminyaki kaki Tuhan dengan minyak mur dan menyekanya dengan rambutnya. Dan Lazarus yang sakit itu adalah saudaranya. Kedua perempuan itu mengirim kabar kepada Yesus: "Tuhan, dia yang Engkau kasihi, sakit." Ketika Yesus mendengar kabar itu, Ia berkata: "Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan." Yesus memang mengasihi Marta dan kakaknya dan Lazarus. Namun setelah didengar-Nya, bahwa Lazarus sakit, Ia sengaja tinggal dua hari lagi di tempat, di mana Ia berada; tetapi sesudah itu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Mari kita kembali lagi ke Yudea." Murid-murid itu berkata kepada-Nya: "Rabi, baru-baru ini orang-orang Yahudi mencoba melempari Engkau, masih maukah Engkau kembali ke sana?" Jawab Yesus: "Bukankah ada dua belas jam dalam satu hari? Siapa yang berjalan pada siang hari, kakinya tidak terantuk, karena ia melihat terang dunia ini. Tetapi jikalau seorang berjalan pada malam hari, kakinya terantuk, karena terang tidak ada di dalam dirinya." Demikianlah perkataan-Nya, dan sesudah itu Ia berkata kepada mereka: "Lazarus, saudara kita, telah tertidur, tetapi Aku pergi ke sana untuk membangunkan dia dari tidurnya." Maka kata murid-murid itu kepada-Nya: "Tuhan, jikalau ia tertidur, ia akan sembuh." Tetapi maksud Yesus ialah tertidur dalam arti mati, sedangkan sangka mereka Yesus berkata tentang tertidur dalam arti biasa. Karena itu Yesus berkata dengan terus terang: "Lazarus sudah mati; tetapi syukurlah Aku tidak hadir pada waktu itu, sebab demikian lebih baik bagimu, supaya kamu dapat belajar percaya. Marilah kita pergi sekarang kepadanya." Lalu Tomas, yang disebut Didimus, berkata kepada teman-temannya, yaitu murid-murid yang lain: "Marilah kita pergi juga untuk mati bersama-sama dengan Dia." Maka ketika Yesus tiba, didapati-Nya Lazarus telah empat hari berbaring di dalam kubur. Betania terletak dekat Yerusalem, kira-kira dua mil jauhnya. Di situ banyak orang Yahudi telah datang kepada Marta dan Maria untuk menghibur mereka berhubung dengan kematian saudaranya. Ketika Marta mendengar, bahwa Yesus datang, ia pergi mendapatkan-Nya. Tetapi Maria tinggal di rumah. Maka kata Marta kepada Yesus: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati. Tetapi sekarangpun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya." Kata Yesus kepada Marta: "Saudaramu akan bangkit." Kata Marta kepada-Nya: "Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman." Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?" Jawab Marta: "Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia." Dan sesudah berkata demikian ia pergi memanggil saudaranya Maria dan berbisik kepadanya: "Guru ada di sana dan Ia memanggil engkau." Mendengar itu Maria segera bangkit lalu pergi mendapatkan Yesus. Tetapi waktu itu Yesus belum sampai ke dalam kampung itu. Ia masih berada di tempat Marta menjumpai Dia. Ketika orang-orang Yahudi yang bersama-sama dengan Maria di rumah itu untuk menghiburnya, melihat bahwa Maria segera bangkit dan pergi ke luar, mereka mengikutinya, karena mereka menyangka bahwa ia pergi ke kubur untuk meratap di situ. Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan berkata kepada-Nya: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati." Ketika Yesus melihat Maria menangis dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama dia, maka masygullah hati-Nya. Ia sangat terharu dan berkata: "Di manakah dia kamu baringkan?" Jawab mereka: "Tuhan, marilah dan lihatlah!" Maka menangislah Yesus. Kata orang-orang Yahudi: "Lihatlah, betapa kasih-Nya kepadanya!" Tetapi beberapa orang di antaranya berkata: "Ia yang memelekkan mata orang buta, tidak sanggupkah Ia bertindak, sehingga orang ini tidak mati?" Maka masygullah pula hati Yesus, lalu Ia pergi ke kubur itu. Kubur itu adalah sebuah gua yang ditutup dengan batu. Kata Yesus: "Angkat batu itu!" Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: "Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati." Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?" Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata: "Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku. Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku." Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras: "Lazarus, marilah ke luar!" Orang yang telah mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kapan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka: "Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi." Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan yang menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus, percaya kepada-Nya.
Yesus Menangis
Di rumah duka, kata-kata sering kehilangan daya. Ucapan turut berduka terdengar hambar bila diulang-ulang. Yang paling menghibur biasanya bukan kalimat, melainkan kehadiran: seseorang yang datang, duduk di samping kita, dan ikut menangis.
Injil hari ini menyimpan salah satu ayat terpendek dalam Kitab Suci: maka menangislah Yesus. Kalimat yang mengejutkan. Ia datang ke Betania justru untuk membangkitkan Lazarus; Ia tahu betul bahwa sebentar lagi kubur itu akan kosong. Tetapi di hadapan Maria yang tersungkur dan para pelayat yang meratap, Ia tidak berceramah tentang kebangkitan. Ia masygul. Ia terharu. Ia menangis. Sampai orang-orang berkata: lihatlah, betapa kasih-Nya kepadanya.
Marta menyambut Yesus dengan kalimat yang pasti pernah kita ucapkan dengan bahasa kita sendiri: Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati. Sekiranya Engkau datang lebih cepat. Sekiranya doaku dijawab tepat waktu. Yesus memang sengaja menunda dua hari, dan penundaan itu terasa seperti keterlambatan. Tetapi di ujung percakapan, Marta menerima pernyataan yang menjadi jangkar iman kita: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati."
Lalu di depan kubur, Yesus menyuruh mengangkat batu. Marta yang praktis mengingatkan: sudah empat hari, sudah berbau. Empat hari, bagi orang zaman itu, berarti benar-benar selesai; tidak ada harapan tersisa. Justru di titik selesai itulah Yesus berseru: "Lazarus, marilah ke luar!" Dan yang mati itu keluar.
Yehezkiel dalam bacaan pertama mendengar janji serupa untuk bangsa yang merasa tamat di pembuangan: Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku. Paulus menyempurnakannya: Roh yang membangkitkan Yesus dari antara orang mati diam di dalam kamu.
Kita semua punya kubur yang batunya sudah lama tidak berani kita sentuh. Kematian orang terkasih. Harapan yang gagal. Relasi yang membusuk bertahun-tahun. Injil hari ini membawa dua kabar sekaligus. Pertama, Allah kita bukan penonton yang jauh; Ia berdiri di depan kubur kita dan ikut menangis. Kedua, tangisan-Nya bukan tanda kalah. Suara yang memanggil Lazarus masih sanggup memanggil keluar apa pun yang sudah empat hari mati dalam hidup kita.
Menjelang Pekan Suci, biarlah pertanyaan Yesus kepada Marta menjadi pertanyaan kepada kita: percayakah engkau akan hal ini?
Yesus, kebangkitan dan hidup, berdirilah di depan kubur-kubur hidupku. Aku percaya; panggillah keluar apa yang telah lama kuanggap selesai. Amin.
Invitatorium
Pembukaan
AntifonMarilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.
Mazmur 94 (95)
AntifonMarilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Madah
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Lihatlah salib Tuhan terungkap sebagai pohon kehidupan.
Mazmur 1
Ada dua jalan yang dapat ditempuh manusia
yang tidak mengikuti nasihat orang fasik;
AntifonLihatlah salib Tuhan terungkap sebagai pohon kehidupan.
Antifon 2Inilah raja pilihan-Ku yang akan memerintah di Gunung Sion.
Mazmur 2
Mesias, raja dan penakluk
Para penguasa bumi bersatu untuk menggulingkan Yesus, Putra-Mu yang terurapi (Kisah Para Rasul 4:27).
AntifonInilah raja pilihan-Ku yang akan memerintah di Gunung Sion.
Antifon 3Tuhan, Engkaulah pelindungku; Engkau telah mengangkatku dalam kemuliaan.
Mazmur 3
Aku aman dalam pemeliharaan Tuhan
Betapa banyak yang bangkit melawan aku!
AntifonTuhan, Engkaulah pelindungku; Engkau telah mengangkatku dalam kemuliaan.
Responsorium Ibrani 1:3; 12:2
Responsorium Ibrani 6:20; Yohanes 1:29
Te Deum
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Engakulah yang menolong aku, ya Allahku.
Mazmur 62
Antifon 1Engakulah yang menolong aku, ya Allahku.
Antifon 2Selamatkanlah kami dengan karyaMu yang agung dan lepaskanlah kami dari cengkeraman maut.
Dan 3,57-88.56
Kidung ini tidak ditutup dengan 'Kemuliaan'.
Antifon 2Selamatkanlah kami dengan karyaMu yang agung dan lepaskanlah kami dari cengkeraman maut.
Antifon 3Sekarang telah tiba saatnya Putera manusia dimuliakan.
Mazmur 149
Antifon 3Sekarang telah tiba saatnya Putera manusia dimuliakan.
Bacaan Singkat: (Lh. Neh 8,9.10)
Antifon KidungLazarus, sahabat kita, tidur; marilah kita pergi untuk memabangunkannya.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungLazarus, sahabat kita, tidur; marilah kita pergi untuk memabangunkannya.
Doa Permohonan:
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (1 Thess 4, 1. 7)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setiaNya.
Mazmur 117 (118)
Antifon 1Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setiaNya.
Antifon 2Tuhanlah kekuatan dan pujaanku.
Antifon 2Tuhanlah kekuatan dan pujaanku.
Antifon 3Syukur kepadaMu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku.
Antifon 3Syukur kepadaMu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku.
Bacaan Singkat: (1Tes 4,1.7)
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (Dt 4, 29-31)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Madah
Antifon 1Aku akan menempatkan hukumKu dalam batin mereka. Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umatKu.
Antifon 1Aku akan menempatkan hukumKu dalam batin mereka. Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umatKu.
Antifon 2Segala sesuatu kuanggap kerugian, sebab hubunganku dengan Tuhan Yesus Kristus lebih berharga dari pada segala sesuatu.
Mazmur 113
Antifon 2Segala sesuatu kuanggap kerugian, sebab hubunganku dengan Tuhan Yesus Kristus lebih berharga dari pada segala sesuatu.
Antifon 3Meskipun Yesus Putera Allah, Ia tetap taat dalam penderitaanNya.
1Petr 2,21-24
Antifon 3Meskipun Yesus Putera Allah, Ia tetap taat dalam penderitaanNya.
Bacaan Singkat: (1Kor 9,24-25)
Antifon KidungBila Aku telah ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang kepadaKu.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungBila Aku telah ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang kepadaKu.
Doa Permohonan:
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Doa Tobat
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
Madah
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Mazmur 90 (91)
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Bacaan singkat Why 22,4-5
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santa Lea
Santa Lea adalah seorang warga kota Roma yang lahir dalam kekayaan dan hak-hak istimewa sebagai puteri seorang bangsawan tinggi. Ia menikah dalam usia muda dengan seorang pangeran; namun suaminya meninggal beberapa tahun kemudian. Lea mewarisi harta yang sangat berlimpah dari keluarganya dan dari keluarga suaminya, namun semuanya itu tidak membuat ia merasa bahagia. Dalam hatinya ia selalu merasakan kehampaan dan merasa betapa sia-sianya kehidupan duniawi yang dijalaninya selama ini. Ia merasa dirinya tidak lebih dari seorang budak; budak dari nafsu-nafsu duniawi.
Karena itu ia memutuskan untuk bergabung dengan komunitas biarawati asketis yang sedang dirintis oleh sahabatnya Santa Marcella. Komunitas mereka dikenal dengan sebutan komunitas “Jubah Coklat”, karena setiap harinya mereka selalu mengenakan jubah dari kain karung berwarna cokelat. Lea menjual segala harta miliknya dan hanya menyisakan beberapa perabot reot dalam biliknya. Setiap malam dihabiskannya dalam doa dan matiraga, dan setiap siang dilaluinya dengan melayani para fakir miskin dan para peziarah.
Ketika Santo Hieronimus tinggal bersama mereka di Roma, bapa gereja itu sangat terkesan akan karya amal dan upaya keras para biarawati jubah cokelat untuk mencapai kesucian hidup kristiani. Ia memberkati mereka dan dengan senang hati menjadi pembimbing rohani bagi para biarawati ini. Dalam sebuah tulisannya Santo Hieronimus menyanjung Santa Lea sebagai seorang wanita bangsawan yang mampu meninggalkan kehidupan duniawi untuk menjadi seorang pengikut Kristus yang sejati :
"Siapakah yang tidak akan memuliakan Lea yang terberkati ? Ia telah meninggalkan lukisan wajahnya dan menghiasi kepalanya dengan kilauan cahaya mutiara. Dia menanggalkan pakaian kebesaran orang kaya dan menggantinya dengan kain karung; dan berhenti memerintah orang lain demi mematuhi semua perintah. Dia tinggal di sudut dengan perabot yang sederhana; menghabiskan malam-malamnya dalam doa, dan membimbing rekan-rekannya melalui teladan bukan melalui protes dan ceramah. Dan dia telah mempersiapkan ganjarannya disurga untuk segala kebajikan yang telah dilakukannya di dunia…”
Santa Lea tutup usia pada sekitar tahun 384 karena sakit. Sebagian tradisi menambahkan bahwa Santa Lea menghembuskan nafasnya yang terakhir sambil berdoa dan membaca kitab Mazmur 73 dengan didampingi oleh Santo Hierronimus.
Arti nama
Berasal dari nama Ibrani לֵאָה (Le'ah) yang mungkin diturunkan dari kata Ibrani לְאָה (le'ah) yang berarti "Lelah".
Alternatif lain; mungkin diturunkan dari nama Chaldean yang berarti "Nyonya" atau dari nama Akkadian berarti : "Penguasa".
Santo Deogratias
Pada tahun 439 Kota Kartago di Afrika (Sekarang Tunisia) ditaklukkan oleh bangsa Vandal. Para penakluk yang adalah penganut bidaah Arian ini menangkap uskup dan para imam serta menempatkan mereka dalam sebuah rakit tua yang besar, lalu menghanyutkannya ke lautan. Sungguh ajaib, mereka berhasil tiba di pelabuhan Naples dan diselamatkan.
Tetapi, kota yang mereka tinggalkan tidak lagi memiliki seorang uskup selama empatbelas tahun lamanya. Kaisar Valentinian di Roma meminta kepada Genseric, pemimpin kaum Vandal, untuk mengijinkan seorang uskup lain ditahbiskan bagi Kartago. Genseric setuju dan seorang imam muda dari kota itu dipilih. Imam tersebut disegani oleh para penakluk serta dicintai oleh umat Kristiani. Namanya dalam bahasa Latin adalah “Deogratias,” yang berarti “syukur kepada Allah.” Uskup Deogratias berkarya demi iman serta kesejahteraan seluruh penduduk Kartago.
Dikemudian hari, Genseric menyerbu dan menjarah kota Roma. Ia kembali ke Afrika dengan membawa ratusan budak belian, baik laki-laki, perempuan maupun anak-anak. Keluarga-keluarga tersebut ditawan dan dibagi-bagikan di antara kaum Vandal dan Muslim Moor. Genseric sama sekali tidak mempedulikan ikatan keluarga. Anggota-anggota keluarga diperjualbelikan secara perorangan serta dipisahkan dari orang-orang yang mereka kasihi.
Uskup Deogratias mendengar tentang tragedi tersebut. Ketika kapal-kapal yang mengangkut para budak tiba di Kartago, ia membeli budak-budak tersebut sebanyak yang ia mampu. Ia memperoleh uangnya dengan menjual peralatan, jubah-jubah serta hiasan-hiasan Gereja. Ia dapat membebaskan banyak keluarga. Ia mendapatkan tempat-tempat penampungan bagi mereka. Ketika rumah-rumah itu telah penuh terisi, ia mempergunakan dua gereja besar untuk menampung orang-orang yang diselamatkannya itu. Uskup membeli selimut serta segala kebutuhan lainnya agar mereka dapat merasa nyaman di lingkungan mereka yang baru.
Di Kartago, uskup Deogratias tercatat membawa kembali banyak pengikut Arian ke pangkuan Gereja. Orang kudus ini wafat hanya tiga tahun setelah ia menjabat sebagai uskup Kartago. Tenaganya sepenuhnya terkuras habis demi pengabdian serta pelayanan belas kasihnya. Orang-orang yang ia selamatkan tidak akan pernah melupakannya.
Arti nama
Syukur kepada Allah
Santo Oktavianus
Santo Oktavianus adalah seorang Archdeacon (Diakon Agung) di Karthago, Afrika Utara yang hidup pada abad kelima. Ia menjadi martir bersama lebih dari 4900 umat Kristen di Afrika Utara pada masa penganiayaan oleh bangsa Vandal. Raja Vandal Huneric, yang adalah seorang Arian, membuang umat Kristiani ini ke padang gurun Libya agar mati kelaparan dan kehausan. Disana juga mereka diperlakukan dengan begitu keji oleh bangsa Moor yang kafir.
Seorang uskup yang kudus bernama Victor menuliskan kisah keberanian dan penderitaan yang dialami oleh para martir Kristus ini. Beliau menceritakan bahwa ketika mereka diperintahkan untuk pergi ke tempat pembuangan di padang gurun yang ganas, mereka keluar dari penjara dengan menyanyikan madah pujian. Umat Kristiani lainnya mencucurkan arimata melihat kegagahan mereka. Bahkan para perempuan dan anak-anak juga ikut pergi bersama mereka dan tewas di sana sebagai saksi Kristus.
Arti nama
Berasal dari kata latin “Octavus” yang berarti “Kedelapan”
Santo Zakarias
Paus berkebangsaan Yunani ini adalah orang terakhir dari deretan Paus yang berasal dari Timur. Ia menggantikan Paus Gregorius III (731- 741). Masa kePausannya dimulai pada tanggal 10 Desember 741 sampai hari kematiannya 22 Maret 752.
Selama masa kepemimpinannya, Paus Zakarias terlibat dalam banyak masalah menyangkut hubungan Gereja dengan Negara. Ia berhasil membujuk Liutprand, Raja Lombardia untuk membangun kembali kota- kota. Ketika Aistulf, Raja Lambordia lainnya menyerang Italia dan Roma, Paus Zakarias bersama seluruh umat di Roma berhasil mematahkan serangan itu.
Selain itu, Paus Zakarias sibuk dengan masalah penghancuran gambar- gambar Kudus yang dilanjutkan oleh Kaisar Konstantin V, putra Kaisar Leo III. Ia tidak berhasil mempengaruhi Kaisar untuk kembali kepada ajaran Gereja Katolik mengenai gambar- gambar Kudus.
Paus Zakarias dikenal sebagai seorang Paus yang sangat murah hati, saleh dan sayang pada umat. Ia berhasil memperbaiki gereja- gereja di seluruh kota Roma, membantu orang- orang miskin dan sakit. Ia selalu mengusahakan perdamaian, mendukung usaha- usaha pewartaan Injil dan berjuang melawan perdagangan budak belian. Ia meninggal pada tanggal 22 Maret 752.
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari