Doa Katolik
Hari Raya

Hari Raya S. Yusuf, Suami Santa Maria

Kamis, 19 Maret 2026· Putih
19 Maret 2026

Bacaan Misa

Hari Raya S. Yusuf, Suami Santa Maria

Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.

Bacaan Pertama

Tetapi pada malam itu juga datanglah firman TUHAN kepada Natan, demikian: "Pergilah, katakanlah kepada hamba-Ku Daud: Beginilah firman TUHAN: Masakan engkau yang mendirikan rumah bagi-Ku untuk Kudiami? Apabila umurmu sudah genap dan engkau telah mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya. Dialah yang akan mendirikan rumah bagi nama-Ku dan Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya untuk selama-lamanya. Aku akan menjadi Bapanya, dan ia akan menjadi anak-Ku. Apabila ia melakukan kesalahan, maka Aku akan menghukum dia dengan rotan yang dipakai orang dan dengan pukulan yang diberikan anak-anak manusia. Keluarga dan kerajaanmu akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan-Ku, takhtamu akan kokoh untuk selama-lamanya."

Mazmur Tanggapan

(89-3) Sebab kasih setia-Mu dibangun untuk selama-lamanya; kesetiaan-Mu tegak seperti langit.
(89-4) Engkau telah berkata: "Telah Kuikat perjanjian dengan orang pilihan-Ku, Aku telah bersumpah kepada Daud, hamba-Ku:
(89-5) Untuk selama-lamanya Aku hendak menegakkan anak cucumu, dan membangun takhtamu turun-temurun." Sela
(89-6) Sebab itu langit bersyukur karena keajaiban-keajaiban-Mu, ya TUHAN, bahkan karena kesetiaan-Mu di antara jemaah orang-orang kudus.
(89-28) Akupun juga akan mengangkat dia menjadi anak sulung, menjadi yang mahatinggi di antara raja-raja bumi.
(89-30) Aku menjamin akan adanya anak cucunya sampai selama-lamanya, dan takhtanya seumur langit.

Bacaan Kedua

Sebab bukan karena hukum Taurat telah diberikan janji kepada Abraham dan keturunannya, bahwa ia akan memiliki dunia, tetapi karena kebenaran, berdasarkan iman. Karena itulah kebenaran berdasarkan iman supaya merupakan kasih karunia, sehingga janji itu berlaku bagi semua keturunan Abraham, bukan hanya bagi mereka yang hidup dari hukum Taurat, tetapi juga bagi mereka yang hidup dari iman Abraham. Sebab Abraham adalah bapa kita semua, -- seperti ada tertulis: "Engkau telah Kutetapkan menjadi bapa banyak bangsa" --di hadapan Allah yang kepada-Nya ia percaya, yaitu Allah yang menghidupkan orang mati dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada. Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu." Karena itu hal ini diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran.

Bacaan Injil

Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus. Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya,

Bapak di Balik Kamera

Renungan · 2 menit baca

Coba buka album keluarga. Di banyak rumah, ada satu orang yang jarang muncul dalam foto: bapak. Bukan karena tidak hadir, justru karena dialah yang memotret. Ia ada di setiap gambar tanpa terlihat, berdiri di balik kamera, memastikan semua orang lain masuk bingkai.

Santo Yusuf, yang pestanya kita rayakan hari ini, adalah bapak di balik kamera itu. Injil tidak menyimpan satu pun kalimat yang keluar dari mulutnya. Tidak ada pidato, tidak ada doa panjang yang dicatat. Yang dicatat hanya perbuatannya: sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan. Ia mengambil Maria sebagai istrinya. Titik. Iman yang tidak banyak bicara, tetapi berjalan.

Padahal beban yang dipikulnya tidak ringan. Tunangannya mengandung, dan ia tahu anak itu bukan anaknya. Matius menyebutnya orang yang tulus hati: ia tidak mau mencemarkan nama Maria di muka umum, maka ia berniat mundur diam-diam. Rencana yang sudah matang itu dibatalkan oleh satu mimpi. Dan Yusuf, tukang kayu yang terbiasa mengukur dua kali sebelum memotong, berani memotong seluruh rencananya sendiri demi rencana Allah.

Bacaan pertama dan kedua memperlihatkan betapa besar bingkai yang dijaga orang sederhana ini. Kepada Daud dijanjikan keturunan yang takhtanya kokoh selama-lamanya. Kepada Abraham dijanjikan keturunan sebanyak bangsa-bangsa, dan Paulus menulis bahwa Abraham berharap sekalipun tidak ada dasar untuk berharap. Dua janji raksasa itu bertemu dan digenapi lewat rumah tangga kecil di Nazaret, yang atapnya dipelihara oleh keringat seorang tukang kayu.

Dunia kita gaduh oleh orang yang ingin tampil. Prestasi diumumkan, kebaikan dipamerkan, suara paling keras dianggap paling benar. Yusuf menawarkan jalan lain: kebesaran yang tidak membutuhkan panggung. Menghidupi keluarga, melindungi yang dipercayakan, taat kepada Allah dalam keputusan-keputusan sunyi yang tidak dilihat siapa pun. Gereja menghormatinya sebagai pelindung Gereja semesta. Justru dia yang tidak meninggalkan satu kalimat pun.

Barangkali di sekitar kita ada Yusuf-Yusuf kecil: bapak yang berangkat sebelum anak bangun, ibu yang doanya tidak pernah diumumkan, orang-orang yang setia tanpa sorotan. Hari ini hari yang baik untuk berterima kasih kepada mereka. Dan hari yang baik untuk bertanya kepada diri sendiri: beranikah kita berbuat baik tanpa harus ikut masuk bingkai?

Santo Yusuf, doakanlah kami. Tuhan, ajari aku iman yang bekerja dalam diam, setia dalam sunyi, dan taat tanpa menunggu tepuk tangan. Amin.

Invitatorium

Hari Raya S. Yusuf, Suami Santa Maria

Pekan IV Mazmur

Pembukaan

AntifonMarilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.

Mazmur 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku."

AntifonMarilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.

Ibadat Bacaan

Hari Raya S. Yusuf, Suami Santa Maria

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, datanglah menolong aku.
℟.Tuhan, bersegeralah menolong aku.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Berbahagialah yang suci hatinya,

sebab mereka akan melihat Allah kita;

rahasia Tuhan adalah milik mereka,

jiwa mereka adalah kediaman Kristus.
Tuhan, yang meninggalkan surga

untuk membawa hidup dan damai bagi kita,

tinggal dalam kerendahan hati bersama kita,

teladan dan Raja kita;
Ia kepada jiwa yang rendah hati

akan tetap menganugerahkan Diri-Nya

dan untuk kediaman dan takhta-Nya

akan memilih yang suci hatinya.
Tuhan, kami mencari kehadiran-Mu;

semoga berkat ini menjadi milik kami;

berilah kami hati yang murni dan rendah hati,

bait yang layak bagi-Mu.

Pendarasan Mazmur

Antifon 1Malaikat Tuhan menampakkan diri kepada Yusuf dan berkata: Yusuf, anak Daud, jangan takut mengambil Maria sebagai istrimu; ia akan melahirkan seorang putra, dan engkau akan menamai Dia Yesus.

Mazmur 20 (21):2-8, 14

Syukur atas kemenangan raja

Ia menerima hidup agar ia dapat bangkit dan hidup selamanya (Santo Hilarius).
Ya Tuhan, kekuatan-Mu memberi sukacita kepada raja;

betapa pertolongan penyelamatan-Mu membuatnya gembira!

Engkau telah mengabulkan keinginan hatinya;

Engkau tidak menolak doa bibirnya.
Engkau datang menyambutnya dengan berkat keberhasilan,

Engkau telah menaruh di kepalanya mahkota emas murni.

Ia meminta hidup kepada-Mu dan ini telah Engkau berikan,

hari-hari yang akan berlangsung dari abad ke abad.
Pertolongan penyelamatan-Mu telah memberinya kemuliaan.

Engkau telah menaruh padanya keagungan dan kemegahan,

Engkau telah menganugerahkan berkat-Mu kepadanya selamanya.

Engkau telah membuatnya bersukacita dengan sukacita kehadiran-Mu.
Raja telah menaruh kepercayaannya kepada Tuhan:

melalui belas kasihan Yang Mahatinggi ia akan berdiri teguh.

Ya Tuhan, bangkitlah dalam kekuatan-Mu,

kami akan bernyanyi dan memuji kuasa-Mu.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonMalaikat Tuhan menampakkan diri kepada Yusuf dan berkata: Yusuf, anak Daud, jangan takut mengambil Maria sebagai istrimu; ia akan melahirkan seorang putra, dan engkau akan menamai Dia Yesus.

Antifon 2Ketika bangun, Yusuf melakukan seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan kepadanya, dan mengambil Maria sebagai istrinya.

Mazmur 91 (92)

Pujian kepada Allah Sang Pencipta

Bernyanyilah memuji karya penebusan Kristus (Santo Atanasius).

I
Adalah baik untuk mengucap syukur kepada Tuhan,

untuk memainkan musik bagi nama-Mu, ya Yang Mahatinggi,

untuk mewartakan kasih-Mu di pagi hari

dan kebenaran-Mu di waktu malam,

dengan kecapi sepuluh senar dan gambus,

dengan suara harpa yang mendesir.
Perbuatan-Mu, ya Tuhan, telah membuatku gembira;

atas karya tangan-Mu aku bersorak dengan sukacita.

Ya Tuhan, betapa agung karya-Mu!

Betapa dalam rancangan-Mu!

Orang bodoh tidak dapat mengetahui ini

dan orang bebal tidak dapat mengerti.
Meskipun orang fasik tumbuh seperti rumput

dan semua yang berbuat jahat berkembang:

mereka ditakdirkan untuk dihancurkan selamanya.

Tetapi Engkau, Tuhan, selamanya di tempat tinggi.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonKetika bangun, Yusuf melakukan seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan kepadanya, dan mengambil Maria sebagai istrinya.

Antifon 3Yusuf meninggalkan Nazaret dan berangkat ke kota Daud yang bernama Betlehem untuk mendaftarkan diri bersama Maria.

II
Lihatlah bagaimana musuh-musuh-Mu binasa;

semua pelaku kejahatan tercerai-berai.
Kepada-Ku Engkau memberi kekuatan banteng liar;

Engkau mengurapi aku dengan minyak termurni.

Mataku memandang dengan kemenangan pada musuh-musuhku;

telingaku mendengar dengan gembira kejatuhan mereka.

Orang benar akan berkembang seperti pohon palem

dan tumbuh seperti pohon aras Libanon.
Ditanam di rumah Tuhan

mereka akan berkembang di pelataran Allah kita,

masih berbuah ketika mereka tua,

masih penuh getah, masih hijau,

untuk mewartakan bahwa Tuhan itu adil;

di dalam Dia, batuku, tidak ada kesalahan.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonYusuf meninggalkan Nazaret dan berangkat ke kota Daud yang bernama Betlehem untuk mendaftarkan diri bersama Maria.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) – saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Orang benar akan berkembang seperti bunga bakung.

Ia akan berkembang selamanya di pelataran Allah kita.
Bacaan Pertama

Dari Surat kepada Orang Ibrani

11:1-6

Iman para leluhur
Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Karena iman, orang-orang zaman dahulu mendapat kesaksian yang baik. Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat.
Karena iman Habel mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain. Dengan jalan itu ia memperoleh kesaksian, bahwa ia benar, karena Allah sendiri memberi kesaksian atas persembahannya itu; dan karena iman ia masih berbicara, sesudah ia mati.
Karena iman Henokh terangkat, supaya ia tidak mengalami kematian, dan ia tidak ditemukan, karena Allah telah mengangkatnya. Sebab sebelum ia terangkat, ia telah memperoleh kesaksian, bahwa ia berkenan kepada Allah – tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa datang kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.
Karena iman Nuh, setelah diperingatkan tentang hal-hal yang belum kelihatan, dengan takut akan Allah mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya; dan karena iman itu ia menghukum dunia, dan ia menjadi ahli waris kebenaran, yang sesuai dengan iman.
Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya; ia berangkat tanpa mengetahui ke mana ia pergi. Karena iman ia diam di tanah perjanjian seolah-olah di tanah asing dan tinggal dalam kemah dengan Ishak dan Yakub, yang adalah ahli waris janji yang sama. Sebab ia menanti-nantikan kota yang mempunyai dasar, yang perancang dan pembangunnya adalah Allah.
Karena iman Sara pun beroleh kekuatan untuk mengandung dan melahirkan seorang anak, walaupun usianya sudah lewat, karena ia menganggap Dia yang telah berjanji itu setia. Sebab itu dari satu orang saja, yaitu Abraham yang pada dasarnya sudah mati, telah lahir keturunan yang banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut yang tidak terhitung banyaknya.
Dalam iman mereka semua ini telah mati. Mereka tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, tetapi mereka melihat dan menyambutnya dari jauh. Dengan mengakui diri mereka sebagai orang asing dan pendatang di bumi, mereka menunjukkan bahwa mereka mencari tanah air. Jika mereka memikirkan kembali tempat dari mana mereka berasal, mereka akan mempunyai kesempatan untuk kembali ke sana. Tetapi mereka mencari tanah air yang lebih baik, yaitu tanah air surgawi. Oleh karena itu Allah tidak malu disebut Allah mereka, sebab Ia telah menyediakan sebuah kota bagi mereka.

Responsorium Roma 4:20, 22; Yakobus 2:22

Ia tidak pernah meragukan janji Allah, melainkan dikuatkan dalam imannya dan memuliakan Allah.

Oleh karena itu, melalui iman ia diperhitungkan sebagai orang yang dibenarkan.
Iman bekerja dalam perbuatannya, dan oleh perbuatannya imannya menjadi sempurna.

Oleh karena itu, melalui iman ia diperhitungkan sebagai orang yang dibenarkan.
Bacaan Kedua

Dari khotbah Santo Bernardinus dari Siena, imam

Bapa angkat dan pelindung yang setia
Ada aturan umum mengenai semua rahmat istimewa yang diberikan kepada setiap manusia. Setiap kali rahmat ilahi memilih seseorang untuk menerima rahmat istimewa, atau untuk menerima panggilan luhur, Allah menghiasi orang yang dipilih itu dengan semua karunia Roh yang dibutuhkan untuk memenuhi tugas yang ada.
Aturan umum ini terutama terbukti dalam kasus Santo Yusuf, bapa angkat Tuhan kita dan suami Ratu dunia kita, yang bertakhta di atas para malaikat. Ia dipilih oleh Bapa yang kekal sebagai penjaga dan pelindung yang dapat dipercaya atas harta-Nya yang terbesar, yaitu Putra ilahi-Nya dan Maria, istri Yusuf. Ia melaksanakan panggilan ini dengan kesetiaan penuh sampai akhirnya Allah memanggilnya, dengan berkata: Hamba yang baik dan setia, masuklah ke dalam sukacita Tuanmu.
Lalu, bagaimana posisi Yusuf dalam seluruh Gereja Kristus? Bukankah ia seorang yang dipilih dan dikhususkan? Melalui dia dan, ya, di bawah dia, Kristus diperkenalkan ke dunia dengan pantas dan terhormat. Seluruh Gereja Kudus berhutang budi kepada Bunda Perawan karena melalui dia Gereja dinilai layak menerima Kristus. Tetapi setelah dia, kita tidak diragukan lagi berhutang budi dan penghormatan khusus kepada Santo Yusuf.
Dalam dirinya Perjanjian Lama menemukan penutupnya yang tepat. Ia membawa garis keturunan para patriark dan nabi yang mulia kepada kegenapan yang dijanjikan. Apa yang kebaikan ilahi tawarkan sebagai janji kepada mereka, ia pegang dalam pelukannya.
Jelas, Kristus sekarang tidak menolak Yusuf keintiman, penghormatan, dan kehormatan yang sangat tinggi yang Ia berikan kepadanya di bumi, sebagai seorang putra kepada ayahnya. Sebaliknya, kita harus mengatakan bahwa di surga Kristus melengkapi dan menyempurnakan semua yang Ia berikan di Nazaret.
Sekarang kita dapat melihat bagaimana kata-kata panggilan terakhir Tuhan secara tepat berlaku untuk Santo Yusuf: Masuklah ke dalam sukacita Tuanmu. Sesungguhnya, meskipun sukacita kebahagiaan abadi masuk ke dalam jiwa seorang manusia, Tuhan lebih suka berkata kepada Yusuf: Masuklah ke dalam sukacita. Niat-Nya adalah agar kata-kata itu memiliki makna rohani yang tersembunyi bagi kita. Kata-kata itu tidak hanya menyampaikan bahwa orang suci ini memiliki sukacita batin, tetapi juga bahwa sukacita itu mengelilingi dan menelannya seperti jurang tak terbatas.
Ingatlah kami, Santo Yusuf, dan doakanlah kami kepada anak angkatmu. Mintalah kepada mempelaimu yang paling kudus, Perawan Maria, untuk memandang kami dengan ramah, karena ia adalah Bunda Dia yang bersama Bapa dan Roh Kudus hidup dan memerintah selama-lamanya. Amin.

Responsorium Kejadian 45:8; 50:20; Sirakh 51:2

Allah telah menjadikan aku bapa bagi raja dan penguasa atas seluruh rumah tangganya.

Ia telah mengangkat aku, agar ia dapat menyelamatkan banyak orang.
Tuhan adalah penolong dan pelindungku; Ia adalah penyelamatku.

Ia telah mengangkat aku, agar ia dapat menyelamatkan banyak orang.

Te Deum

Engkau Allah: kami memuji-Mu;

Engkau Tuhan: kami memuliakan-Mu;

Engkau Bapa yang kekal:

Seluruh ciptaan menyembah-Mu.
Kepada-Mu semua malaikat, semua kuasa surga,

Kerubim dan Serafim, bernyanyi dalam pujian tak berkesudahan:

Kudus, kudus, kudus, Tuhan, Allah mahakuasa,

langit dan bumi penuh kemuliaan-Mu.
Persekutuan mulia para rasul memuji-Mu.

Persekutuan luhur para nabi memuji-Mu.

Pasukan martir berjubah putih memuji-Mu.
Di seluruh dunia Gereja kudus memuliakan-Mu:

Bapa, keagungan-Mu tak terbatas,

Putra-Mu yang sejati dan tunggal, layak disembah,

dan Roh Kudus, pembela dan pembimbing.
Engkau, Kristus, adalah Raja kemuliaan,

Putra Bapa yang kekal.
Ketika Engkau menjadi manusia untuk membebaskan kami

Engkau tidak menolak rahim Perawan.
Engkau mengalahkan sengat maut,

dan membuka kerajaan surga bagi semua orang percaya.
Engkau duduk di sisi kanan Allah dalam kemuliaan.

Kami percaya bahwa Engkau akan datang, dan menjadi hakim kami.
Datanglah, Tuhan, dan tolonglah umat-Mu,

yang telah Engkau tebus dengan darah-Mu sendiri,

dan bawalah kami bersama para kudus-Mu

ke kemuliaan abadi.
Selamatkanlah umat-Mu, Tuhan, dan berkatilah warisan-Mu.

Pimpin dan teguhkanlah mereka sekarang dan selalu.
Setiap hari kami memuji-Mu.

Kami memuji nama-Mu selamanya.
Jagalah kami hari ini, Tuhan, dari segala dosa.

Kasihanilah kami, Tuhan, kasihanilah.
Tuhan, tunjukkanlah kasih dan belas kasihan-Mu kepada kami,

karena kami telah menaruh kepercayaan kami kepada-Mu.
Pada-Mu, Tuhan, adalah harapan kami:

Dan kami tidak akan pernah berharap dengan sia-sia.

Doa Penutup

Kami mohon,

ya Allah yang mahakuasa,

agar melalui perantaraan Santo Yusuf

Gereja-Mu senantiasa menjaga

terungkapnya misteri keselamatan manusia,

yang permulaannya telah Engkau percayakan kepada pemeliharaan setianya.

Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan memerintah bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Hari Raya S. Yusuf, Suami Santa Maria

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pekan III Mazmur

Pembukaan

AntifonMarilah kami menghadap wajah Tuhan dengan lagu syukur.

Mazmur 94 (95)

Marilah kami bernyanyi bagi Tuhan,

bersorak-sorai bagi penyelamat kami.

Menghadap wajah-Nya dengan lagu syukur,

menghormati-Nya dengan pujian.
Tuhanlah Allah Yang Agung,

merajai segala dewa.

Dasar bumi terletak di tangan-Nya,

puncak gunungpun milik-Nya.

Milik-Nyalah laut, Dia membuatnya,

daratanpun buatan tangan-Nya.
Mari bersujud dan menyembah,

berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kami.

Dialah Allah kami, kami umat-Nya,

Dialah gembala kami, kami kawanan-Nya.
Hari ini dengarkanlah suara-Nya:

“Jangan bertegar hati seperti di Meriba,

seperti di Masa, di padang gurun;

ketika leluhurmu mencobai Aku,

walau menyaksikan karya -Ku Yang Agung.
Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;

maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,

mereka tidak mengerti maksud bimbingan-Ku.

Sebab Aku bersumpah dalam murka-Ku:

Mereka takkan beristirahat bersama Aku”.
Kemuliaan kepada Bapa…

Seperti pada…

AntifonMarilah kami menghadap wajah Tuhan dengan lagu syukur.

Madah

Sumber cahaya mulia

Yang menerangi dunia

Malam Kauhentikan sudah

Kauterbitkan fajar cerah.
Engkaulah terang sejati

Melebihi matahari

Dasar lubuk hati kami

Kausinari Kauselami
Terangilah diri kami

Ya Bapa yang murah hati

Dengan rahmat dan kasih-Mu

Agar selamat selalu
Terpujilah Allah Bapa

Bersama Putra tercinta

Dalam ikatan Roh suci

Sepanjang seluruh hari. Amin.

Antifon 1Berbahagialah orang yang diam di rumah-Mu, ya Tuhan.

Mazmur 83 (84)

Betapa menyenangkan kediaman-Mu,*

ya Tuhan semesta alam!
Hatiku rindu mendambakan pelataran rumah Tuhan,*

jiwa ragaku bersorak-sorai kepada Allah yang hidup.
Bahkan burung pipit mendapat tempat,*

dan burung layang-layang bersarang di rumah-Mu.
Mereka meletakkan anak-anaknya dekat mezbah-Mu,*

yan Tuhan semesta alam, rajaku dan Allahku.
Berbahagialah orang yang diam di rumah-Mu,*

yang selalu memuji Engkau.
Berbahagialah orang yang menimba kekuatan dari pada-Mu,*

yang suka berziarah ke rumah-Mu.
Lembah kering yang mereka lintasi,*

berubah menjadi sumber air berkat hujan pertama.
Mereka berjalan dari kota ke kota,*

hendak menghadap Allah di gunung Sion.
Tuhan, Allah semesta alam, dengarkanlah doaku,*

condongkanlah telinga-Mu, ya Allah Yakub.
Lihatlah, ya Allah, raja agung,*

pandanglah raja yang Kauurapi.
Lebih baik satu hari di pelataran-Mu,*

dari pada seribu hari di tempat lain.
Lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allah,*

dari pada diam di rumah orang berdosa.
Sebab Tuhan Allah adalah raja Yang Agung dan murah hati,*

Ia memberikan kasih dan kemuliaan.
Tuhan menganugerahkan kebahagiaan,*

kepada orang yang hidup tanpa cela.
Tuhan semesta alam,*

berbahagialah orang yang percaya kepada-Mu.

Antifon 1Berbahagialah orang yang diam di rumah-Mu, ya Tuhan.

Antifon 2Marilah kami naik ke gunung Tuhan.

Yes 2,2-5
Pada akhir zaman, gunung Tuhan akan berdiri kokoh kuat,+

di antara puncak gunung-gemunung,*

dan menjulang tinggi di atas semua bukit.
Semua bangsa akan mengalir ke sana,*

dan banyak kaum akan datang seraya berkata:
“Mari kami berziarah ke gunung Tuhan,*

naik ke rumah Allah Yakub.
Semoga Ia menunjukkan jalan-Nya kepada kami,*

dan kami akan mengikuti bimbingan-Nya”.
Sebab dari gunung Sion lahirlah hukum,*

dan dari Yerusalem sabda Tuhan.
Tuhan akan menguasai semua bangsa,*

dan menghakimi sekalian rakyat.
Mereka akan menempa pedangnya menjadi cangkul,*

dan tombaknya menjadi sabit.
Bangsa yang satu takkan menghunus pedang lawan bangsa yang lain,*

dan mereka takkan lagi mengadakan latihan perang.
Hai keluarga Yakub, datanglah ke mari,*

marilah kami hidup dalam cahaya Tuhan.

Antifon 2Marilah kami naik ke gunung Tuhan.

Antifon 3Bernyanyilah bagi Tuhan, pujilah nama-Nya.

Mazmur 95 (96)

Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan!+

Bernyanyilah bagi Tuhan, hai seluruh bumi!*

Bernyanyilah bagi Tuhan, pujilah nama-Nya.
Kabarkanlah setiap hari keselamatan Tuhan,+

ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa,*

dan karya-Nya Yang Agung di antara segala suku.
Sebab Tuhan mahaagung dan sangat terpuji,+

Ia dahsyat melebihi segala dewata!*

Sebab dewa-dewa para bangsa sesunggguhnya tidak ada.
Tuhan yang menciptakan langit,+

agung dan semaraklah Ia,*

kekuatan dan kemuliaan memenuhi rumah-Nya yang Kudus.
Sampaikanlah kepada Tuhan, hai segala suku bangsa,+

sampaikanlah kepada Tuhan kemuliaan dan kuasa,*

serukanlah nama-Nya yang mulia.
Bawalah persembahan, masuklah di pelataran rumah-Nya,+

bersembahsujudlah kepada hadirat-Nya,*

gemetarlah di hadapan Tuhan, hai seluruh bumi.
Katakanlah di antara para bangsa: “Tuhanlah raja!+

Ia meneguhkan jagat, tak tergoyangkan,*

Ia menghakimi para bangsa dengan adil”.
Bersukalah langit, bergembiralah bumi!*

Bergemuruhlah lautan beserta isinya!
Bersoraklah ladang dan segala tumbuhannya,*

bergembiralah segala pohon di hutan.
Bersukarialah di hadapan Tuhan, sebab Ia datang,*

Ia datang menghakimi dunia.
Ia akan menghakimi dunia dengan adil,*

dan para bangsa dengan tepat.

Antifon 3Bernyanyilah bagi Tuhan, pujilah nama-Nya.

Bacaan Singkat (Yak 2,12-13)
Berbicaralah dan bertindaklah sebagai orang yang akan dihakimi oleh hukum yang membebaskan. Sebab keputusan yang tak berbelaskasihan akan berlaku atas orang yang tidak berbelaskasihan. Tetapi belaskasihan akan menang atas keputusan itu.
Lagu Singkat

℣.Terpujilah Tuhan,* Dari awal mula sampai selama-lamanya.
℟.Terpujilah.
℣.Sebab agunglah karya tangan-Nya.
℟.Dari awal mula sampai selama-lamanya.
℣.Kemuliaan.
℟.Terpujilah.

Antifon KidungTerpujilah Tuhan, Allah kami.

Kidung Zakaria Luk 1,68-79

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*

sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umat-Nya.
Ia mengangkat bagi kami seorang penyelamat yang gagah perkasa,*

putera Daud, hamba-Nya.
Seperti dijanjikan-Nya dari sediakala,*

dengan perantaraan para nabi-Nya yang Kudus.
Untuk menyelamatkan kami dari musuh-musuh kami,*

dan dari tangan semua lawan yang membenci kami.
Untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada leluhur kami,*

dan mengindahkan perjanjian-Nya yang Kudus.
Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kami,*

akan membebaskan kami dari tangan musuh.
Agar kami dapat mengabdi kepada-Nya tanpa takut,*

dan berlaku Kudus dan jujur di hadapan-Nya seumur hidup.
Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*

sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalan-Nya.
Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umat-Nya,*

berkat pengampunan dosa mereka.
Sebab Allah kami penuh rahmat dan belaskasihan,*

Ia mengunjungi kami laksana fajar cemerlang.
Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*

dan membimbing kami ke jalan damai sejahtera.

Antifon KidungTerpujilah Tuhan, Allah kami.

Doa Permohonan

Allah menempatkan manusia di dunia ini supaya bekerja sehati sejiwa demi kemuliaan Tuhan. Marilah kami berdoa dengan sungguh-sungguh dan berkata:

℟. Semoga kami memuliakan Dikau, ya Tuhan.

Allah, pencipta alam semesta, kami memuji Engkau, sebab Engkau telah mengaruniakan keperluan hidup setiap hari kepada kami,* dan Engkau memelihara jiwa kami sampai saat ini. ℟.

Pandanglah kami, yang hendak memulai pekerjaan harian kami,* supaya kami bekerja sesuai dengan kehendak-Mu. ℟.

Semoga usaha kami pada hari ini berguna bagi saudara-saudara kami,* sehingga kami bersama-sama membangun dunia yang berkenan pada-Mu. ℟.

Dampingilah kami dan semua orang yang akan kami jumpai hari ini,* dan anugerahilah kami sukacita dan damai. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Tuhan Allah, raja surga dan dunia, bimbinglah dan Kuduskanlah, pimpinlah dan tuntunlah jiwa dan raga kami, hati dan tangan kami, perkataan dan perbuatan kami. Semoga kami selalu mentaati perintah-Mu dan bekerja menurut sabda-Mu. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup…

Ibadat Sebelum Tengah Hari

Hari Raya S. Yusuf, Suami Santa Maria

KAMIS — Prapaskah — IBADAT SEBELUM TENGAH HARI (Tertia)

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Roh Kudus, datanglah kini,
satu dengan Bapa dan Putra;
sudilah Engkau bersegera,
mencurah penuh ke hati kami.

Mulut, lidah, budi, dan rasa,
serta tenaga wartakan iman;
berkobarlah kasih bagai api,
nyalanya menjangkau sesama.

Kenalkanlah kami pada Bapa,
dan pada Putra melalui-Mu;
Engkau Roh dari keduanya,
kami imani sepanjang masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Mazmur 119 (120)

Dalam kesesakanku aku berseru kepada Tuhan,*
dan Ia mendengarkan daku.

Ya Tuhan, lepaskanlah aku dari bibir pendusta,*
dan dari lidah penipu.

Tuhan pasti membalas kamu,*
Ia pasti mengganjar kamu, hai para penipu!

Dengan panah tajam dari busur tentara,*
dengan bara yang berpijar-pijar.

Celakalah aku entah aku tinggal jauh di daerah Mesekh,*
entah jauh di perkemahan Kedar!

Aku masih tinggal terlalu dekat juga,*
pada orang yang membenci perdamaian.

Kalau aku, perdamaianlah yang kubicarakan,*
sedangkan mereka hanya peperangan.

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Mazmur 120 (121)

Aku melayangkan pandangan ke Gunung,*
dari manakah dapat kuharapkan pertolongan?

Pertolonganku dari Tuhan,*
yang menjadikan langit dan bumi.

Ia takkan membiarkan kakimu tersandung,*
yang menjagamu takkan mengantuk.

Sungguh, takkan mengantuk dan tertidur,*
yang menjaga Israel.

Tuhan menjaga dan menaungi kamu,*
Yang mahatinggi adalah kekuatanmu.

Matahari takkan menyakiti kamu di waktu siang,*
maupun bulan di waktu malam.

Tuhan menjaga kamu terhadap segala kemalangan,*
Ia menjaga nyawamu.

Tuhan menjaga segala tingkah lakumu,*
sekarang dan selama-lamanya.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Mazmur 121 (122)

Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku,*
"Mari kita pergi ke rumah Tuhan".

Sekarang kami telah berdiri,*
di gerbangmu, hai Yerusalem!

Hai Yerusalem, engkau dibangun,*
sebagai kota yang rapat tersusun.

Suku bangsa berziarah kepadamu,*
suku bangsa Tuhan.

Untuk bersyukur kepada Tuhan,*
sesuai dengan peraturan Israel.

Di sanalah terdapat kursi pengadilan,*
kursi keluarga raja Daud.

Mohonkanlah damai sejahtera bagi Yerusalem,*
"Damai sejahtera bagi orang yang mencintai engkau!"

Semoga damai sejahtera turun atas wilayahmu,*
dan kemakmuran atas istanamu.

Atas nama semua saudara dan sahabatku,*
aku mengucapkan selamat kepadamu.

Demi bait Tuhan, Allah kita,*
aku memohonkan kebahagiaan bagimu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Bacaan singkat (Is 55, 6-7)

Carilah Tuhan selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat! Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali kepada Tuhan, maka Dia akan mengasihaninya, dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya.

Ayat Singkat

℣.Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah.℟.Dan perbaharuilah semangat yang teguh dalam batinku.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, pada jam ketiga Engkau dihantar ke hukuman salib demi keselamatan dunia; dengan rendah hati kami mohon kepada-Mu, agar atas kejahatan masa lampau kami senantiasa memperoleh ampun pada-Mu, dan terhadap masa depan kami tetap Kaulindungi. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Tengah Hari

Hari Raya S. Yusuf, Suami Santa Maria

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan III Mazmur

Madah

Engkau Tuhan Raja Mulia

Yang mengatur segalanya

Fajar pagi Kauterbitkan

Panas siang Kaukobarkan.
Padamkan api sengketa

Yang memisahkan sesama

Teguhkan s’mangat berpadu

Yang menyatukan sekutu.
Kabulkanlah doa kami

Ya Allah Bapa surgawi

Bersama Putra dan Roh-Mu

Sekarang serta selalu. Amin.

Antifon 1Aku selalu mengindahkan perintah-Mu, ya Tuhan, sebab dengan sabda-Mu Engkau menghidupkan daku.

Mazmur 118 (119),89-96

Ya Tuhan, firman-Mu bertahan selama-lamanya,*

tetap teguh melebihi surga.
Kesetiaan-Mu berlaku turun-temurun,*

kokoh kuat melebihi bumi.
Firman dan kesetiaan-Mu tetap bertahan,*

segala-galanya mengabdi kepada-Mu.
Sekiranya hukum-Mu bukan kesayanganku,*

niscaya aku binasa dalam sengsaraku.
Untuk selamanya aku takkan melupakan sabda-Mu,*

sebab dengan sabda-Mu Engkau menghidupkan daku.
Milik-Mulah aku, maka selamatkan daku,*

sebab aku selalu mengindahkan perintah-Mu.
Orang berdosa mengikhtiarkan kebinasaanku,*

tetapi aku memperhatikan ketetapan-Mu.
Kulihat segala kesempurnaan ada batasnya,*

tetapi perintah-Mu sempurna tanpa batas.

Antifon 1Aku selalu mengindahkan perintah-Mu, ya Tuhan, sebab dengan sabda-Mu Engkau menghidupkan daku.

Antifon 2Tuhan, Engkaulah kepercayaanku, sejak masa mudaku .

Mazmur 70 (71) I

Padamu, ya Tuhan, aku berlindung,*

jangan sekali-kali aku dikecewakan.
Bebaskan dan belalah aku, karena Engkau adil,*

dengarkan dan selamatkanlah aku!
Jadilah bagiku tempat berteduh,+

gua perlindungan yang aman,*

sebab Engkaulah kekuatan dan pertahananku.
Ya Allah, luputkanlah aku dari tangan orang berdosa,*

dari cengkeraman orang lalim dan bengis
Sebab Engkaulah harapanku, ya Tuhan,*

kepercayaanku sejak masa mudaku.
Kepada-Mulah aku bertopang sejak dikandung ibuku,+

sejak aku lahir Engkaulah kekuatanku,*

Engkau selalu kupuji.
Bagi banyak orang aku menjadi sasaran serangan,*

tetapi Engkaulah tempat perlindunganku yang aman.
Aku selalu menyanyikan pujian kepadamu,*

memuliakan Dikau sepanjang hari.
Janganlah menolak aku pada masa tuaku,*

jangan tinggalkan daku, bila kekuatanku surut.
Sebab musuhku sudah bersekongkol melawan daku,*

orang yang mengincar nyawaku berunding bersama:
“Allah telah meninggalkan dia,*

kejar dan tangkaplah dia, sebab tak ada pembelanya”.
Ya Allah, janganlah jauh dari padaku,*

Allahku, segeralah menolong aku!

Antifon 2Tuhan, Engkaulah kepercayaanku, sejak masa mudaku.

Antifon 3Semoga juga pada masa tuaku, tidak Kautinggalkan daku.

Mazmur 70 (71) II

Tuhan, aku selalu berharap pada-Mu,*

dan meningkatkan pujian-Mu.
Aku menceritakan keadilan-Mu sepanjang hari,*

mewartakan karya keselamatan-Mu yang tak terduga.
Aku datang ke rumah Allah yang megah,*

untuk mewartakan karya Tuhan yang luhur.
Ya Tuhan, sejak kecil aku Kaubimbing,*

dan sampai sekarang aku mewartakan kebijaksanaan-Mu.
Semoga juga pada masa tuaku,*

aku tidak Kautinggalkan, ya Allah,
agar aku masih dapat mewartakan kekuasaan-Mu,*

kepada semua yang datang ke rumah-Mu yang megah.
Keadilan-Mu, ya Allah, menjangkau awan,+

karena Engkau melakukan perbuatan Yang Agung,*

ya Allah, siapakah menyamai Engkau?
Engkau membiarkan daku mengalami banyak kesusahan dan malapetaka,*

namun Engkau akan menghidupkan daku kembali.
Engkau akan mengangkat aku dari alam maut,*

menguatkan dan menghibur aku di masa tuaku.
Maka aku akan bersyukur kepada-Mu dengan iringan celempung,*

atas kesetiaan-Mu, ya Allahku.
Aku akan memetik kecapi bagi-Mu,*

Allah Israel yang Kudus.
Bibirku akan bersorak gembira sambil bermazmur bagi-Mu,*

dan hatiku yang Kauselamatkan akan bersorak-sorai.
Dan juga lidahku akan menuturkan keadilan-Mu sepanjang hari,*

sebab Engkau mempermalukan orang yang merencanakan celakaku.

Antifon 3Semoga juga pada masa tuaku, tidak Kautinggalkan daku.

Bacaan singkat (2Kor 13,11)

Saudara-saudaraku, bersukacitalah, berlakulah dengan sempurna, terbukalah bagi nasihat. Hendaklah Engkau sehati sejiwa, dan hiduplah dalam damai. Maka Allah, sumber kasih dan damai, akan menyertai Engkau.

℣.Mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar.
℟.Telinga-Nya kepada seruan mereka.

Doa Penutup

Allah, Engkaulah Tuhan panenan dan pemelihara kebun anggur, Engkau membagikan tugas dan memberi balas jasa. Semoga kami bekerja keras sepanjang hari dan tidak bersungut-sungut melawan keputusan-Mu. Demi Kristus, pengantara kami.

Amin.

Ibadat Sesudah Tengah Hari

Hari Raya S. Yusuf, Suami Santa Maria

KAMIS — Prapaskah — IBADAT SESUDAH TENGAH HARI (Nona)

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Allah, kekuatan yang teguh,
tak tergoyahkan tinggal dalam-Mu;
Engkau menata waktu terang siang
dalam pergantian yang berurutan.

Karuniakanlah senja yang cerah,
agar hidup tak pernah pudar,
melainkan pahala kematian kudus:
kemuliaan kekal menyongsong kami.

Kabulkanlah, ya Bapa mahakasih,
dan Putra Tunggal setara Bapa,
bersama Roh Kudus Penghibur,
yang meraja sepanjang segala masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Mazmur 125 (126)

Ketika Tuhan memulangkan tawanan Sion,*
kita seperti orang yang bermimpi.

Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa,*
dan lidah kita dengan sorak-sorai.

Bahkan bangsa-bangsa kafir mengakui,*
"Agunglah karya Tuhan bagi mereka".

Sungguh agung karya Tuhan bagi kita,*
sebab itu kita bersukacita.

Tuhan telah memulihkan nasib kita,*
seperti sungai kering berair lagi di musim hujan.

Yang menabur dengan bercucuran air mata,*
akan menuai dengan bersorak-sorai.

Ia pergi dengan menangis sambil membawa kantong benihnya,*
ia pulang sambil bernyanyi membawa berkas panenannya.

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Mazmur 126 (127)

Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah,*
sia-sialah para pembangun bekerja.

Jikalau bukan Tuhan yang menjaga kota,*
sia-sialah para pengawal berjaga.

Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi,+
pergi tidur larut malam,*
dan mencari nafkah dengan susah payah.

Tetapi Tuhan menganugerahkan kesejahteraan,*
kepada orang yang dicintaiNya.

Putera-putera sungguh anugerah Tuhan,*
dan buah kandungan sungguh ganjaranNya.

Seperti anak panah di tangan pahlawan,*
demikianlah putera yang diperanakkan pada masa muda.

Berbahagialah orang yang mengisi,*
tabung panahnya sampai penuh.

Ia tidak akan dipermalukan oleh musuh,*
tetapi akan menghalau mereka dari pintu gerbang.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Mazmur 127 (128)

Berbahagialah setiap orang yang takwa,*
yang hidup sesuai dengan bimbingan Tuhan.

Engkau akan menikmati hasil jerih payahmu,*
hidupmu akan bahagia dan sejahtera.

Isterimu subur dalam rumahmu bagaikan pokok anggur,*
anak-anakMu mengelilingi mejamu bagaikan tunas zaitun.

Demikianlah suami yang takwa akan diberkati,*
semoga Tuhan memberkati engkau dari Sion.

Semoga engkau menikmati kemakmuran Yerusalem seumur hidup,*
dan melihat anak cucumu turun-temurun.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Bacaan singkat (Heb 10, 35-36)

Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upah yang menantinya. Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu.

Ayat Singkat

℣.Persembahan kepada Allah ialah jiwa yang hancur.℟.Hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghantar penjahat yang bertobat dari kayu salib masuk ke dalam kerajaan-Mu; sambil mengakui dosa-dosa kami, dengan penuh kepercayaan kami mohon kepada-Mu, agar sesudah kematian Engkau membuat kami masuk dengan sukacita melalui pintu firdaus. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sore

Hari Raya S. Yusuf, Suami Santa Maria

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan III Mazmur

Madah

Allah pencipta semesta

Yang mengatur segalanya

Siang Kauhiasi terang

Malam Kaujadikan tenang.
S’moga istirahat kami

Membuat kuat kembali

Jiwa raga yang tertekan

Oleh beban pekerjaan.
Hari mengayunkan langkah

Malam mendekatlah sudah

Kami menyanyikan lagu

Untuk bersyukur pada-Mu.
Kabulkanlah doa kami

Ya Bapa yang baik hati

Bersama Putra dan Roh-Mu

Sekarang serta selalu. Amin.

Antifon 1Kita memandang Tuhan sampai Ia mengasihani.

Mazmur 122 (123)

Kepada-Mu kutengadahkan mataku,*

ya Tuhan, yang bersemayam di surga.
Seperti hamba memandang tuannya,*

dan sahaya memandang majikannya,
demikian kami memandang Tuhan Allah,*

sampai Ia mengasihani.
Kasihanilah kami, ya Tuhan, kasihanilah kami,*

sebab sudah banyak kami dihina.
Sudah banyak kami diolok-olok orang yang angkuh,*

dan dihina orang yang sombong.

Antifon 1Kita memandang Tuhan sampai Ia mengasihani.

Antifon 2Penolong kami ialah Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi.

Mazmur 123 (124)

Sekiranya Tuhan tidak memihak kami,*

ketika musuh bangkit melawan kami,
mereka pasti sudah menelan kami hidup-hidup,*

ketika amarahnya menyala-nyala terhadap kami.
Air pasang pasti sudah menghanyutkan kami,*

dan sungai sudah melanda kami.
Kita pasti sudah tenggelam,*

ditelan banjir yang meluap-luap.
Terpujilah Tuhan, yang tidak menyerahkan kami,*

menjadi mangsa mereka!
Kita terlepas dari mereka,*

seperti burung dari jerat penangkap.
Jerat telah putus,*

dan kamipun terlepas.
Penolong kami ialah Tuhan,*

yang menjadikan langit dan bumi.

Antifon 2Penolong kami ialah Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi.

Antifon 3Allah telah memilih kami menjadi anak-Nya dengan perantaraan Putera-Nya.

Ef 1,3-10
Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kami Yesus Kristus,+

yang telah memberkati kami dalam Kristus,*

dengan segala berkat rohani di surga.
Sebab dalam Kristus, Allah telah memilih kami,+

sebelum menciptakan jagat raya,*

supaya kami Kudus dan tak bercela di hadapan-Nya.
Dengan cinta, Allah telah menentukan kami menjadi putera-Nya,+

dengan perantaraan Yesus Kristus,*

karena kerelaan kehendak-Nya.
Supaya terpujilah rahmat-Nya yang mulia,+

yang dianugerahkan-Nya kepada kami,*

dalam Putera yang dikasihi-Nya.
Dalam Kristus, kami telah memperoleh penebusan berkat darah-Nya,+

yaitu pengampunan atas segala pelanggaran kami,*

menurut kekayaan rahmat-Nya yang dilimpahkan-Nya kepada kami.
Dengan segala hikmat dan kebijaksanaan,+

Allah telah menyatakan rencana kehendak-Nya kepada kami,*

Sekadar kerelaan yang diikhtiarkan-Nya dalam Kristus sejak dahulu.
Untuk menggenapkan segala jaman,+

yaitu menyatukan segala sesuatu di surga dan di bumi,*

dalam diri Kristus sebagai kepala.

Antifon 3Allah telah memilih kami menjadi anak-Nya dengan perantaraan Putera-Nya.

Bacaan Singkat (Yak 4,11-12)
Saudara-saudara, janganlah Engkau saling memfitnah! Barang siapa memfitnah saudaranya atau menghakiminya, ia mencela hukum dan main hakim atas hukum. Dan jika engkau main hakim atas hukum, maka engkau bukanlah pelaksana hukum, tetapi hakimnya. Padahal hanya ada satu pembuat hukum dan hakim, yaitu Allah yang berkuasa menyelamatkan dan membinasakan. Tetapi siapakah engkau, sehingga engkau mau menghakimi sesamamu manusia?
Lagu Singkat

℣.Sembuhkanlah jiwaku,* Sebab aku telah berdosa.
℟.Sembuhkanlah.
℣.Aku berkata: Tuhan, kasihanilah aku.
℟.Sebab aku telah berdosa.
℣.Kemuliaan.
℟.Sembuhkanlah.

Antifon KidungAku mengagungkan Tuhan, sebab Allah memperhatikan daku, hamba-Nya yang hina ini.

Kidung Maria Luk 1,46-55

Aku mengagungkan Tuhan,*

hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.
Sebab Ia memperhatikan daku,*

hamba-Nya yang hina ini.
Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*

oleh sekalian bangsa.
Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*

Kuduslah nama-Nya.
Kasih sayang-Nya turun-temurun,*

kepada orang yang takwa.
Perkasalah perbuatan tangan-Nya,*

dicerai-beraikan-Nya orang yang angkuh hatinya
Orang yang berkuasa diturunkan-Nya dari takhta,*

yang hina-dina diangkatnya.
Orang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan,*

orang kaya diusir-Nya pergi dengan tangan kosong
Menurut janji-Nya kepada leluhur kami,*

Allah telah menolong Israel, hamba-Nya.
Demi kasih sayang-Nya kepada Abraham serta keturunannya,*

untuk selama-lamanya.

Antifon KidungAku mengagungkan Tuhan, sebab Allah memperhatikan daku, hamba-Nya yang hina ini.

Doa Permohonan

Kristus hendak menyelamatkan semua manusia. Maka hendaklah kami berdoa kepada-Nya dengan tulus ikhlas:

℟. Tariklah semua makhluk kepada-Mu, ya Tuhan.

Terpujilah Engkau, Tuhan, sebab Engkau telah menebus kami dari perhambaan dosa dengan darah-Mu yang berharga,* kurniailah kami kebebasan dan kemuliaan putera Allah. ℟.

Curahkanlah rahmat-Mu kepada uskup kami… dan kepada semua uskup Gereja-Mu,* supaya mereka dengan semangat dan gembira hati melakukan tugas pengabdian mereka. ℟.

Bimbinglah semua orang yang mencari kebenaran, supaya mereka menemukannya juga,* dan tetap berpegang teguh padanya. ℟.

Tuhan, bantulah para yatim piatu, para janda dan semua orang yang kesepian,* supaya mereka mengalami kehadiran-Mu dan semakin berpaut pada-Mu. ℟.

Terimalah kiranya arwah saudara-saudara kami ke dalam Yerusalem surgawi,* di mana Engkau bersama Bapa dan Roh Kudus menjadi segala-galanya untuk semua orang. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Ya Allah, Engkau sudah selayaknya disebut cahaya yang tak kunjung pudar. Maka kami mohon kepada-Mu sore ini: terangilah kiranya kegelapan hati kami, dan dalam kemurahan-Mu lupakanlah kejahatan kami. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup…

Ibadat Penutup

Hari Raya S. Yusuf, Suami Santa Maria

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Doa Tobat

℣.Kasihanilah kami, ya Tuhan.℟.Sebab kami orang yang berdosa.℣.Tunjukkanlah belaskasihanMu kepada kami, ya Tuhan.℟.Dan anugerahkan keselamatan kepada kami.℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.

Madah

Menjelang datangnya malam
Kami menghadap wajahMu
Untuk menghaturkan salam
Sambil mohon doa restu.

Sambutlah dalam tanganMu
Hidup serta segalanya
Simpanlah dalam hatiMu
Harapan kami semua.

Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Kabulkanlah doa kami
Sekarang serta selalu. Amin.

AntifonTubuhku beristirahat dengan tenteram.

Mazmur 15 (16)

Jagalah aku, ya Allah, sebab aku berlindung kepadamu,+
Aku mengakui: Engkaulah Tuhanku,*
tiada kebahagiaan bagiku selain Dikau.

Orang-orang saleh di negeri ini,*
kumuliakan dan kujunjung tinggi.

Tetapi orang yang mengikuti dewa-dewa,*
menjatuhkan dirinya dalam jurang malapetaka.

Aku tidak ikut mempersembahkan kurban kepada dewa-dewa,*
bahkan bibirku takkan menyebut namanya.

Tuhan, Engkaulah milik pusaka dan warisanku,*
dalam tanganMulah nasibku.

Tanah permai akan menjadi bagianku,*
milik pusakaku menyenangkan hatiku.

Aku memuji Tuhan yang selalu menasihati aku,*
bahkan waktu malampun Ia berbicara dalam hatiku.

Aku selalu ingat akan Tuhan,*
aku tidak goyah, karena Ia ada di sampingku.

Sebab itu hatiku bergembira, dan jiwaku bersorak,*
dan tubuhku beristirahat dengan tenteram.

Aku tak akan Kauserahkan kepada alam maut,*
dan kekasihMu takkan Kaubiarkan turun ke liang kubur.

Engkau akan menunjukkan kepadaku jalan kehidupan.+
Di hadapanMu terdapat sukacita berlimpah,*
padaMulah kebahagiaan selama-lamanya.

AntifonTubuhku beristirahat dengan tenteram.

Bacaan singkat 1Tes 5,23

Semoga Allah, pembawa damai, menguduskan kamu sepenuh-penuhnya. Moga-moga roh, jiwa dan ragamu seluruhnya terpelihara tanpa cela pada kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus.

Lagu singkat

℣.Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* ya Tuhan, penyelamatku.℟.Ke dalam.℣.Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar.℟.Ya Tuhan, penyelamatku.℣.Kemuliaan.℟.Ke dalam.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan, Allah kami, semoga berkat perlindunganMu kami dapat tidur nyenyak dan melepaskan lelah sesudah pekerjaan hari ini. Kuatkanlah kami dengan bantuanMu, supaya kami mampu membaktikan diri kepadaMu dengan segenap jiwa raga kami. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Penutup

℣.Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya.℟.Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam ya ratu surgawi,
salam, bunda Putra ilahi.
Darimulah hidup kami
memperoleh terang suci.
Bersukalah, ya Maria,
bunda yang paling jelita.
Hiduplah, bunda mulia,
doakanlah kami semua.

S. Yusuf, Suami Santa Maria

Suami Santa Perawan Maria dan Pelindung Gereja Semesta · ± abad ke-1

Yusuf adalah suami Santa Perawan Maria dan bapa asuh Yesus Kristus. Ia berasal dari keturunan Raja Daud dan hidup di Nazaret, sebuah kota kecil di Galilea, sebagai seorang tukang kayu. Injil Matius menyebutnya orang yang tulus hati, seorang yang benar dan taat kepada Allah. Meski namanya hampir tak pernah terdengar berbicara dalam Kitab Suci, justru melalui ketaatannya yang sunyi ia mengambil bagian besar dalam karya keselamatan.

Titik balik hidupnya datang ketika ia mendapati Maria, tunangannya, telah mengandung. Sebagai orang benar dan tidak mau mencemarkan nama Maria, ia berniat menceraikannya diam-diam. Namun seorang malaikat Tuhan menampakkan diri dalam mimpi dan menjelaskan bahwa anak yang dikandung Maria berasal dari Roh Kudus. Yusuf pun bangun, mengambil Maria sebagai istrinya, dan menerima Kanak-kanak itu sebagai anaknya sendiri.

Ketaatan Yusuf teruji berulang kali. Ketika Raja Herodes hendak membunuh sang Bayi, malaikat kembali memperingatkannya dalam mimpi, dan malam itu juga Yusuf membawa Maria serta Yesus mengungsi ke Mesir. Sesudah Herodes mati, ia dituntun pulang dan menetap kembali di Nazaret. Di sanalah, dalam kesederhanaan bengkel tukang kayu, ia membesarkan Yesus dan mengajarkan keahliannya, sehingga Yesus dikenal sebagai anak tukang kayu.

Kitab Suci tidak mencatat kata-kata Yusuf, juga tidak menceritakan kematiannya. Menurut tradisi, ia wafat sebelum Yesus memulai karya-Nya di depan umum, dalam pelukan Yesus dan Maria. Karena itulah ia dihormati sebagai pelindung orang yang menghadapi ajal dengan tenang, sebuah kematian yang baik.

Penghormatan kepada Santo Yusuf berkembang pesat dari abad ke abad. Pada 8 Desember 1870, Paus Pius IX menyatakannya sebagai Pelindung Gereja Semesta. Hari rayanya dirayakan pada 19 Maret, sementara 1 Mei dikhususkan bagi Santo Yusuf Pekerja. Umat mengenangnya sebagai teladan kesetiaan, kerja jujur, dan cinta yang melindungi keluarga tanpa banyak kata.

Pelindung: Gereja semesta, para bapa dan keluarga, para pekerja, kaum perantau, serta orang yang menghadapi kematian.

Santo Yusuf

Suami Maria

Semua pengetahuan kita tentang Santo Yusuf, suami Santa Perawan Maria dan Ayah piara Yesus, Putra Allah, bersumber pada dua bab pembukaan dari Injil Matius dan Lukas. Secara umum, Yusuf dianggap sebagai ayah Yesus. Karena Yusuf adalah turunan raja Daud, maka Yesus juga dianggap sebagai keturunan Raja Daud. Yesus lalu disebut Putra Daud. Hubungan Yusuf dan Maria lebih daripada suatu hubungan pertunangan. Hubungan mereka merupakan suatu hubungan perkawinan yang sah, walaupun pada mulanya mereka tidak pernah hidup sebagai suami istri. Kira- kira selama satu tahun, mereka tidak pernah hidup bersama di bawah satu atap. Ketika Maria mengandung secara ajaib oleh Kuasa Roh Kudus, Yusuf bingung dan bermaksud meninggalkan Maria secara diam- diam. Namun Yusuf yang saleh itu tidak percaya akan godaan kebingungan dan kecurigaan terhadap Maria yang sedang hamil itu. Matius dalam injilnya mengatakan bahwa Yusuf memutuskan untuk meninggalkan Maria secara diam- diam (Mat1:19).

Sehubungan dengan itu, selanjutnya Matius mengatakan bahwa Allah mengutus seorang malaikat untuk menerangkan kepada Yusuf bahwa anak yang ada di dalam rahim Maria sesungguhnya berasal dari Roh Kudus. Oleh kunjungan malaikat Allah itu dan setelah merenungkan pesan yang disampaikan, Yusuf tanpa ragu- ragu mengambil Maria sebagai istrinya dan mulai tinggal serumah (Mat1:24). Untuk menghindari salah pengertian, Matius selanjutnya mengatakan bahwa Yusuf bukanlah ayah kandung Yesus. Matius berkata: œIa tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki- laki (Mat1:25). Kata sampai yang digunakan Matius menunjukkan bahwa Yusuf tidak bersetubuh dengan Maria sebelum Maria melahirkan anaknya. Kata itupun tidak berarti bahwa setelah Maria melahirkan Yesus, Yusuf bersetubuh dengan Maria. Kata- kata anaknya laki- laki, bahkan dikatakan anaknya yang sulung (Luk2:7) juga tidak berarti bahwa Maria mempunyai beberapa anak. Istilah itu adalah suatu istilah yang lazim dan sah untuk menamai setiap anak laki- laki pertama yang lahir dari suatu perkawinan, meskipun anak itu tidak mempunyai saudara dan saudari. Lukas dalam bab dua Injilnya menyebut Yusuf dan Maria sebagai orangtua Yesus (Luk2:27).

Menurut Matius, Yusuf adalah seorang tukang kayu (Mat13:55). Tentang riwayat hidupnya tidak banyak dikisahkan, tetapi diperkirakan Yusuf meninggal dunia sebelum Yesus tampil didepan umum untuk memulai karya Nya. Karena, ia tidak pernah disebut- sebut lagi selama kurun waktu penampilan Yesus itu. Salah satu bukti biblis untuk menunjukkan hal ini dapat ditemukan di dalam lukisan penginjil Yohanes tentang peristiwa penyerahan Maria kepada Yohanes, murid kesayangannya Yesus: Ketika Yesus melihat ibu Nya dan murid yang dikasihi Nya disampingnya, berkatalah Ia kepada Ibu Nya: Ibu, inilah anakmu, kesampingnya, berkatalah Ia kepada murid Nya: Inilah Ibumu! Dan sejak itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya (Yoh19:26 27). Teks ini menunjukkan bahwa pada waktu itu Maria sudah menjanda.

Cerita- cerita apokrif purba menggambarkan Yusuf sebagai seorang lelaki yang sudah tua, bahkan tua sekali. Cerita ini mau melukiskan bahwa pada waktu itu tak seorang pun menganggap Yusuf sebagai ayah kandung Yesus. Sebaliknya, kehamilan Maria dianggap sebagai suatu peristiwa yang memalukan bahkan merupakan skandal karena Yusuf suaminya sudah dikatakan tua sekali.

Cerita purba itu melukiskan Yusuf sebagai seorang duda yang mempunyai enam orang anak dari perkawinannya yang pertama. Kisah ini dimaksudkan untuk menerangkan bagian Injil yang melukiskan tentang saudara- saudara Yesus (Mat12:46; Yoh2:12; Yoh7:10). Keterangan yang sebenarnya ditemukan dalam makna kata bahasa Aram yang digunakan Yesus dan murid- murid Nya. Bahasa Aram menggunakan kata yang sama untuk melukiskan saudara- saudara dan sepupu- sepupu, dan para pengarang Injil mengetahui bahwa hal ini akan berarti dan dipahami oleh umat yang menjadi tujuan penulisan Injil bila mereka menunjuk kepada saudara- saudara Yesus. Yusuf dan Maria benar- benar menikah. Mereka memiliki hak- hak perkawinan secara penuh satu terhadap yang lain seperti lazimnya suami istri, walaupun mereka sendiri tidak menggunakan hak- hak itu. Alasan pokok teologis mengapa Yesus dilahirkan dari seorang Perawan adalah bahwa Pribadi kedua dalam Allah Tritunggal MahaKudus itu telah ada sejak kekal. Kelahiran Nya sebagai manusia melalui rahim Maria menunjukkan kehendak Allah untuk menjadi seorang anggota umat manusia dalam sebuah keluarga manusia. Yusuf meskipun bukan ayah Yesus dalam arti fisik dihubungkan dengan Yesus oleh persatuan rohaniah seorang ayah, kewibawaan dan pelayanan. Yesus termasuk anggota keluarga Yusuf dan hubungan itu diungkapkan dengan menggambarkan Yusuf sebagai ayah piara bahkan ayah Yesus yang sah.

Devosi kepada Santo Yusuf tidak dikenal gereja selama berabad-abad. Hal ini dilatarbelakangi oleh suatu kekhawatiran bahwa tekanan yang berlebihan pada kedudukan Yusuf dapat menimbulkan anggapan umum bahwa Yusuf adalah ayah kadung dari Yesus. Dalam praktek sekarang, Gereja menghormati Yusuf karena kekudusan dan martabat Maria sebagai Bunda Yesus, Putra Allah. Sri Paus Pius IX (1846- 1878) pada tanggal 8 Desember 1870 menetapkan Yusuf sebagai pelindung gereja universal. Dalam litani Santo Yusuf, yusuf dilukiskan sebagai pelindung bagi para buruh / karyawan, keluarga, para perawan, orang- orang sakit dan orang- orang yang telah meninggal. Ia juga dihormati sebagai tokoh doa dan kehidupan rohani, pelindung para fakir miskin, para penguasa, bapa- bapa keluarga, imam- imam dan kaum religius serta pelindung para penziarah.

Pada tahun 1937, Sri Paus Pius XI (1922- 1939) mengangkat Santo Yusuf sebagai pelindung pujangga Gereja melawan komunisme ateistik. Dan pada tahun 1961, Sri Paus Yohanes XXIII (1958-1963) memilih Yusuf sebagai pelindung surgawi Konsili Vatikan II. Nama Yusuf sendiri mulai dimasukkan dalam kanon misa pada tahun 1962.

Pada abad ke delapan dan kesembilan, pada tanggal 19 Maret ditentukan sebagai hari raya utama santo Yusuf. Pada tahun 1955, Sri Paus Pius XII (1939- 1958) memaklumkan pesta Santo Yusuf pekerja yang dirayakan pada tanggal 1 Mei. Pesta ini menekankan martabat pekerjaan dan keteladanan Santo Yusuf sebagai pekerja dan untuk menyetakan kembali keikutsertaan Gereja dalam karya penyelamatan Allah.

Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari