Bacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa. Ia tidak akan berteriak atau menyaringkan suara atau memperdengarkan suaranya di jalan. Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum. Ia sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai, sampai ia menegakkan hukum di bumi; segala pulau mengharapkan pengajarannya. Beginilah firman Allah, TUHAN, yang menciptakan langit dan membentangkannya, yang menghamparkan bumi dengan segala yang tumbuh di atasnya, yang memberikan nafas kepada umat manusia yang mendudukinya dan nyawa kepada mereka yang hidup di atasnya: "Aku ini, TUHAN, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa, untuk membuka mata yang buta, untuk mengeluarkan orang hukuman dari tempat tahanan dan mengeluarkan orang-orang yang duduk dalam gelap dari rumah penjara.
Dari Daud. TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?
Ketika penjahat-penjahat menyerang aku untuk memakan dagingku, yakni semua lawanku dan musuhku, mereka sendirilah yang tergelincir dan jatuh.
Sekalipun tentara berkemah mengepung aku, tidak takut hatiku; sekalipun timbul peperangan melawan aku, dalam hal itupun aku tetap percaya.
Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan TUHAN di negeri orang-orang yang hidup!
Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!
Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati. Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus. Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu. Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata: "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?" Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya. Maka kata Yesus: "Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku. Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu." Sejumlah besar orang Yahudi mendengar, bahwa Yesus ada di sana dan mereka datang bukan hanya karena Yesus, melainkan juga untuk melihat Lazarus, yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati. Lalu imam-imam kepala bermupakat untuk membunuh Lazarus juga, sebab karena dia banyak orang Yahudi meninggalkan mereka dan percaya kepada Yesus.
Invitatorium
Pembukaan
AntifonMarilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.
Mazmur 94 (95)
AntifonMarilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Madah
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Condongkanlah telinga-Mu dan dengarkanlah aku, ya Tuhan; datanglah menolongku.
Mazmur 30 (31):1-17, 20-25
Seruan penuh keyakinan orang yang tertekan kepada Allah
Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan roh-Ku (Lukas 23:46).
AntifonCondongkanlah telinga-Mu dan dengarkanlah aku, ya Tuhan; datanglah menolongku.
Antifon 2Tuhan, biarlah cahaya wajah-Mu bersinar atas hamba-Mu.
AntifonTuhan, biarlah cahaya wajah-Mu bersinar atas hamba-Mu.
Antifon 3Terpujilah Tuhan, sebab Ia telah mencurahkan belas kasihan-Nya kepadaku.
AntifonTerpujilah Tuhan, sebab Ia telah mencurahkan belas kasihan-Nya kepadaku.
BACAAN-Bacaan Pertama
Responsorium Ibrani 10:35-36; Lukas 21:19
Responsorium
Te Deum
Doa Penutup
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Sedih sekali hatiKu, rasanya seperti mau mati. Tinggallah di sini dan berjagalah bersamaKu.
Mazmur 41 (42)
Antifon 1Sedih sekali hatiKu, rasanya seperti mau mati. Tinggallah di sini dan berjagalah bersamaKu.
Antifon 2Sekarang tibalah hukuman untuk dunia. Sekarang penguasa dunia ini dibuang ke luar.
Sir 36,1-7.13-16
Antifon 2Sekarang tibalah hukuman untuk dunia. Sekarang penguasa dunia ini dibuang ke luar.
Antifon 3Yesus yang menciptakan dan menyempurnakan iman kita, telah memanggul salib dan duduk di sebelah kanan Allah.
Mazmur 18 (19) A
Antifon 3Yesus yang menciptakan dan menyempurnakan iman kita, telah memanggul salib dan duduk di sebelah kanan Allah.
Antifon KidungBapa yang adil, memang dunia tidak mengenal Engkau, tetapi Aku mengenal Engkau, sebab Engkau mengutus Aku.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungBapa yang adil, memang dunia tidak mengenal Engkau, tetapi Aku mengenal Engkau, sebab Engkau mengutus Aku.
Doa Permohonan:
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (Ez 33, 10 b. 11a)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Sedih sekali hatiKu, rasanya seperti mau mati. Tinggallah di sini dan berjagalah bersamaKu.
Mazmur 118 (119),41-48
Antifon 1Sedih sekali hatiKu, rasanya seperti mau mati. Tinggallah di sini dan berjagalah bersamaKu.
Antifon 2Sekarang tibalah hukuman untuk dunia. Sekarang penguasa dunia ini dibuang ke luar.
Mazmur 39 (40),2-14.17-18 - I
Antifon 2Sekarang tibalah hukuman untuk dunia. Sekarang penguasa dunia ini dibuang ke luar.
Antifon 3Yesus yang menciptakan dan menyempurnakan iman kita, telah memanggul salib dan duduk di sebelah kanan Allah.
Mazmur 39 (40),2-14.17-18 - II
Antifon 3Yesus yang menciptakan dan menyempurnakan iman kita, telah memanggul salib dan duduk di sebelah kanan Allah.
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (Ier 31, 2. 3 b. 4 a)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Ia tidak tampan dan elok, dan kita tidak tertarik memandangnya. Keindahan tidak ada padanya.
Mazmur 44 (45) I
Antifon 1Ia tidak tampan dan elok, dan kita tidak tertarik memandangnya. Keindahan tidak ada padanya.
Antifon 2Semua orang akan Kuserahkan kepada dia menjadi miliknya, sebab ia menyerahkan diri kepada maut.
Mazmur 44 (45) II
Antifon 2Semua orang akan Kuserahkan kepada dia menjadi miliknya, sebab ia menyerahkan diri kepada maut.
Antifon 3Allah melimpahkan kurnia kepada kita dalam Kristus, PuteraNya yang terkasih. Dalam Kristus kita telah memperoleh penebusan berkat darahNya.
Ef 1,3-10
Antifon 3Allah melimpahkan kurnia kepada kita dalam Kristus, PuteraNya yang terkasih. Dalam Kristus kita telah memperoleh penebusan berkat darahNya.
Bacaan Singkat: (Rom 5,8-9)
Antifon KidungSeperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian pula Putra manusia harus ditinggikan, agar semua orang yang percaya akan Dia tidak binasa, melainkan memiliki hidup abadi.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungSeperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian pula Putra manusia harus ditinggikan, agar semua orang yang percaya akan Dia tidak binasa, melainkan memiliki hidup abadi.
Doa Permohonan:
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Doa Tobat
Tuhan, kasihanilah kami.℟.Tuhan, kasihanilah kami.℣.Engkau datang memanggil orang yang berdosa.
Kristus, kasihanilah kami.℟.Kristus, kasihanilah kami.℣.Engkau duduk di sisi Bapa sebagai pengantara kami.
Tuhan, kasihanilah kami.℟.Tuhan, kasihanilah kami.℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.
Madah
AntifonTuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.
Mazmur 85 (86)
AntifonTuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.
Bacaan singkat 1Tes 5,9-10
Lagu singkat
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santa Irene dari Roma
Santa Irene bersama suaminya Santo Castulus adalah pasangan suami-isteri kudus yang hidup di kota Roma pada masa pemerintahan Kaisar Diokletianus (kaisar Romawi tahun 284 - 305). Bersama Santo Tiburtius, Castulus dan Irene berkarya memberikan perlindungan bagi umat Kristen di Roma yang saat itu dikejar-kejar oleh pasukan kerajaan. Diantara mereka yang dilindunginya terdapat Santo Markus dan Santo Marcellianus (dari Roma), dua orang saudara kembar yang dikemudian hari juga tewas menjadi martir Kristus.
Santo Tiburtius kemudian tertangkap dan tewas dihukum mati bersama saudaranya Santo Valerianus. Suaminya Castulus juga tertangkap setelah dikhianati oleh seorang kristen yang murtad bernama Torquatus. Castulus dibelenggu dan dibawa kehadapan prefek (walikota) Roma bernama Fabianus. Ia kemudian disiksa lalu dieksekusi mati dengan cara dikubur hidup-hidup dalam sebuah lubang pasir, di Via Labicana disebelah tenggara kota Roma.
Setelah kemartiran suaminya yang terjadi pada tahun 286 M, Irene tetap melanjutkan karyanya. Ia memberi perlindungan kepada umat Kristen dan berupaya memberi penguburan yang layak bagi para martir yang tewas ditangan para algojo atau tewas mengenaskan dalam arena Gladiator karena dicabik-cabik binatang buas.
Saat Santo Sebastianus tertangkap dan dihukum mati, Irene berhasil memperoleh tubuh perwira tersebut untuk dimakamkan dengan layak. Namun ia menemukan Sebastianus ternyata masih hidup walau disekujur tubuhnya tertancap puluhan anak panah. Ia membawa Sebastianus ke rumah perlindungan dan mengobati luka-lukanya. Setelah Sebastianus pulih, Irena membujuknya agar menyelamatkan diri keluar kota. Namun Sebastianus tidak hendak melarikan diri. Ia malah mendatangi Kaisar Diokletianus dan mendesaknya untuk menghentikan penganiayaan terhadap umat Kristiani. Keberaniannya ini membuat ia kembali ditangkap, didera lalu dipengggal lehernya.
Menyusul kemartiran Sebastianus, Irene juga ditangkap dan dihukum mati sebagai martir Kristus yang jaya. Kemartiran mereka terjadi pada sekitar tahun 288M. Kisah santa Irene menyelamatkan Santo Sebastianus menjadi subyek lukisan para pelukis kenamaan dari masa ke masa.(qq)
Arti nama
Irene berasal dari kata Yunani : Ειρηνη (Eirene), yang berarti "Damai".
Santa Roswita
Roswita hidup antara tahun 935- 1000. orang tuanya yang kaya itu memasukan dia dalam biara Gandersheim di Jerman untuk dididik oleh suster- suster di biara itu. Mereka berharap anaknya bisa memperoleh pendidikan yang baik. Sesudah dewasa, Roswita memutuskan untuk menjadi suster di biara itu. Suster Roswita pandai menggubah syair dan mengarang buku- buku roman dan buku- buku keagamaan.
Santo Petrus Regalado
Santo Petrus de Regalado adalah seorang biarawan Fransiskan dan seorang tokoh pembaharu dari Spanyol. Ia dilahirkan di kota Valladolid pada tahun 1390. Kedua orang tuanya berasal dari kalangan bangsawan kaya raya namun sangat saleh. Pada umurnya yang masih amat muda, ayahnya meninggal dunia. Ia kemudian dengan penuh kesalehan dididik oleh ibunya.
Ketika dia berumur sepuluh tahun, dia memohon agar diijinkan untuk masuk Biara Fransiskan. Setelah tiga tahun permohonannya itu dikabulkan dan masuklah dia ke biara di kota kelahirannya. Meskipun ia baru berusia tiga belas tahun, namun ia menjalani semua peraturan biara fransiskan yang ketat, dan menjalani hidup asketis sebagaimana layaknya biarawan - biarawan senior.
Pada tahun 1404 dia menjadi salah seorang murid dari Petrus de Villacreces, yang pada 1397 memperkenalkan gerakan pembaharuan dari kelompok Observan ke Spanyol. Petrus Regalado kemudian menjadi salah seorang penyebar yang amat tekun dan bersemangat dari kelompok ini.
Dalam biara yang baru didirikan di Aguilera, Petrus Regalado hidup menyendiri dalam keheningan doa yang sangat khusuk; yang sudah lama dirindukannya. Pada tahun 1415 dia diangkat menjadi superior biara Fransiskan di Aguilera itu. Ketika Petrus de Villacreces meninggal dunia pada tahun 1422; de Regalado pun diangkat menjadi menjadi superior dari biara Tribulos atau del Abroyo.
Santo Petrus de Regalado adalah seorang pertapa Fransiskan yang sangat kudus. Dia menjalani kehidupan asketis yang sangat keras. Ia senang puasa bicara; karena dengan berdiam diri ia dapat lebih khusuk berkomunikasi dengan Yesus. Waktunya pada malam hari akan ia khususkan untuk berdoa dan pagi hari akan ia mulai dengan mempersembahkan misa kudus. Kurban misa sering membuat ia menjadi begitu terharu sampai airmatanya akan menetes.
Sembilan kali dalam setahun Petrus Regalado akan menjalani puasa masing-masing selama empat puluh hari lamanya. Selama itu Ia hanya akan makan sekali sehari dan menu puasanya hanya berupa sepotong roti dengan segelas air putih. Kesalehan hidupnya membuat ia dipenuhi dengan kuasa Roh Kudus dan di anugerahi anugerah-anugerah penyembuhan dan kenabian. Kasihnya kepada sesama begitu besar sehingga ia sering membawa orang miskin dan orang sakit ke biara dan merawat mereka dengan penuh cinta kasih.
Begitu banyak mujizat terjadi melalui orang suci ini. Ia dilaporkan dapat menyeberang sungai seolah-olah sedang berjalan diatas tanah kering. Ia juga sering terlihat berada di suatu tempat yang jauh dari biaranya sementara pada kenyataannya saat itu ia sedang khusuk berdoa dalam biliknya di biara.
Suatu saat Santo Petrus memberkati seorang bayi mungil yang berada dalam pelukan ibunya. Sambil memberkati bayi yang masih murni itu orang suci ini berkata : "Semoga Tuhan memberkatimu anakku sayang! Oh, betapa indah dan cemerlangnya jiwa yang kamu miliki..."
Pada saat itu secara ajaib sang bayi berpaling kepadanya dan mengucapkan kata-kata yang mencengangkan ibunya dan semua orang : ".. Tapi masih lebih indah adalah jiwa Anda, yang telah dihiasi Allah dengan begitu banyak karunia "
Pada suatu kesempatan Uskup Osma datang berkunjung ke biaranya dan dengan penasaran ingin bertemu dengan pertapa suci yang termasyur ini. Sang uskup menuju kamar Santo Petrus De Regalado dan ketika beliau membuka pintu biliknya dengan takjub sang uskup menyaksikan tubuh Petrus de Regalado sedang terbungkus api dan sedang melayang diatas udara. Petrus sendiri terlihat sedang menutup mata khusuk tenggelam dalam doa. Api dari tubuh orang suci ini naik sampai ke atap biara namun tidak sedikitpun membakar atap kayu biara tersebut. Uskup Osma, yang melihat mujizat ini seketika berseru : "Sesungguhnya, itu adalah tempat tinggal Allah."
Santo Petrus de Regalado meninggal pada pada 31 Maret 1456 dalam usia 66 tahun. Banyak mujizat dilaporkan terjadi pada umat yang berziarah kemakam orang suci ini. Segera saja makamnya menjadi tempat perziarahan yang ramai dikunjungi umat beriman.
Tiga puluh tahun setelah kematiannya, makamnya dibongkar karena hendak dipindahkan ketempat yang lebih layak. Jenazahnya ditemukan masih utuh tidak rusak sama sekali.
Petrus de Regalado di beatifikasi oleh Paus Innosensius dan di kanonisasi oleh Paus Benediktus XIV.
Arti nama
Petrus : Berasal dari bahasa Yunani Πετρος (Petros) yang berarti "batu". Ini adalah terjemahan yang digunakan dalam kitab Perjanjian Baru untuk nama Aramiac : Cephas (Kefas), yang juga berarti "batu" (Yoh 1:42).
Santo Yohanes Klimakus
Kisah masa kecil dan masa muda Yohanes Klimakus kurang diketahui dengan pasti. Banyak orang menduga bahwa ia berasal dari Palestina dan telah berkeluarga sewaktu memasuki biara pertapaan di gunung Sinai. Ia dikenal sebagai seseorang yang mampu bertahan terhadap aneka macam cobaan. Ia mampu mengekang dirinya terhadap segala macam godaan. Setelah selesai masa novisiatnya selama 4 tahun, ia mengikrarkan kaulnya. Melihat kepribadiannya yang menarik, Abbas biara itu meramalkan bahwa Yohanes akan menjadi Terang Besar bagi Gereja.
Beberapa tahun setelah kaulnya, Yohanes mengundurkan diri dari pertapaan gunung Sinai itu dan memencilkan diri ke gurun pasir yang sunyi. Disana ia mempelajari riwayat para Kudus serta berbagai tulisan mereka. Usaha ini berhasil membentuk kepribadiannya menjadi seorang yang bijaksana dan suci. Banyak orang yang tertarik dengan kepribadiannya yang rajin datang meminta nasehat dan bimbingannya. Ia sendiripun sangat sering mengunjungi para pertapa lain di Mesir. Tentang para pertapa Mesir itu, Yohanes berkata: Kebanyakan mereka sudah tua; rambut mereka sudah putih termakan usia; kulit mereka berkerut keriput; tetapi wajah mereka ceria dan memancarkan kebijaksanaan hidup yang mendalam; keramahan dan kegembiraan mereka membuat saya senang berada diantara mereka; hati mereka tertuju kepada Allah dalam kepolosan dan kemurnian.
Dalam usia 70 tahun, Yohanes dipilih sebagai Abbas di tempat pertapaan di Gunung Sinai. Ia menulis sebuah buku mengenai kesempurnaan hidup Kristiani, yang terkenal selama berabad - abad. Pada hari- hari menjelang kematiannya, ia mengundurkan diri ketempat sunyi untuk berdoa dan bertapa. Ia meninggal pada tahun 649.
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari