Bacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Beginilah firman TUHAN, yang telah membuat jalan melalui laut dan melalui air yang hebat, yang telah menyuruh kereta dan kuda keluar untuk berperang, juga tentara dan orang gagah--mereka terbaring, tidak dapat bangkit, sudah mati, sudah padam sebagai sumbu--, firman-Nya: "Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala! Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara. Binatang hutan akan memuliakan Aku, serigala dan burung unta, sebab Aku telah membuat air memancar di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara, untuk memberi minum umat pilihan-Ku; umat yang telah Kubentuk bagi-Ku akan memberitakan kemasyhuran-Ku."
Ketika TUHAN memulihkan keadaan Sion, keadaan kita seperti orang-orang yang bermimpi.
Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa, dan lidah kita dengan sorak-sorai. Pada waktu itu berkatalah orang di antara bangsa-bangsa: "TUHAN telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!"
TUHAN telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita.
Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb!
Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai.
Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.
Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus, dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan. Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati. Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena akupun telah ditangkap oleh Kristus Yesus. Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.
tetapi Yesus pergi ke bukit Zaitun. Pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka. Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah. Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: "Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah. Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?" Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah. Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu." Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah. Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya. Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: "Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?" Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus: "Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."
Invitatorium
Pembukaan
AntifonMarilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.
Mazmur 94 (95)
AntifonMarilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Madah
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Lihatlah salib Tuhan terungkap sebagai pohon kehidupan.
Mazmur 1
Ada dua jalan yang dapat ditempuh manusia
yang tidak mengikuti nasihat orang fasik;
AntifonLihatlah salib Tuhan terungkap sebagai pohon kehidupan.
Antifon 2Inilah raja pilihan-Ku yang akan memerintah di Gunung Sion.
Mazmur 2
Mesias, raja dan penakluk
Para penguasa bumi bersatu untuk menggulingkan Yesus, Putra-Mu yang terurapi (Kisah Para Rasul 4:27).
AntifonInilah raja pilihan-Ku yang akan memerintah di Gunung Sion.
Antifon 3Tuhan, Engkaulah pelindungku; Engkau telah mengangkatku dalam kemuliaan.
Mazmur 3
Aku aman dalam pemeliharaan Tuhan
Betapa banyak yang bangkit melawan aku!
AntifonTuhan, Engkaulah pelindungku; Engkau telah mengangkatku dalam kemuliaan.
Responsorium Ibrani 1:3; 12:2
Responsorium Ibrani 6:20; Yohanes 1:29
Te Deum
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Engakulah yang menolong aku, ya Allahku.
Mazmur 62
Antifon 1Engakulah yang menolong aku, ya Allahku.
Antifon 2Selamatkanlah kami dengan karyaMu yang agung dan lepaskanlah kami dari cengkeraman maut.
Dan 3,57-88.56
Kidung ini tidak ditutup dengan 'Kemuliaan'.
Antifon 2Selamatkanlah kami dengan karyaMu yang agung dan lepaskanlah kami dari cengkeraman maut.
Antifon 3Sekarang telah tiba saatnya Putera manusia dimuliakan.
Mazmur 149
Antifon 3Sekarang telah tiba saatnya Putera manusia dimuliakan.
Bacaan Singkat: (Lh. Neh 8,9.10)
Antifon KidungLazarus, sahabat kita, tidur; marilah kita pergi untuk memabangunkannya.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungLazarus, sahabat kita, tidur; marilah kita pergi untuk memabangunkannya.
Doa Permohonan:
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (1 Thess 4, 1. 7)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setiaNya.
Mazmur 117 (118)
Antifon 1Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setiaNya.
Antifon 2Tuhanlah kekuatan dan pujaanku.
Antifon 2Tuhanlah kekuatan dan pujaanku.
Antifon 3Syukur kepadaMu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku.
Antifon 3Syukur kepadaMu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku.
Bacaan Singkat: (1Tes 4,1.7)
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (Dt 4, 29-31)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Madah
Antifon 1Aku akan menempatkan hukumKu dalam batin mereka. Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umatKu.
Antifon 1Aku akan menempatkan hukumKu dalam batin mereka. Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umatKu.
Antifon 2Segala sesuatu kuanggap kerugian, sebab hubunganku dengan Tuhan Yesus Kristus lebih berharga dari pada segala sesuatu.
Mazmur 113
Antifon 2Segala sesuatu kuanggap kerugian, sebab hubunganku dengan Tuhan Yesus Kristus lebih berharga dari pada segala sesuatu.
Antifon 3Meskipun Yesus Putera Allah, Ia tetap taat dalam penderitaanNya.
1Petr 2,21-24
Antifon 3Meskipun Yesus Putera Allah, Ia tetap taat dalam penderitaanNya.
Bacaan Singkat: (1Kor 9,24-25)
Antifon KidungBila Aku telah ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang kepadaKu.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungBila Aku telah ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang kepadaKu.
Doa Permohonan:
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Doa Tobat
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
Madah
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Mazmur 90 (91)
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Bacaan singkat Why 22,4-5
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santa Lea
Santa Lea adalah seorang warga kota Roma yang lahir dalam kekayaan dan hak-hak istimewa sebagai puteri seorang bangsawan tinggi. Ia menikah dalam usia muda dengan seorang pangeran; namun suaminya meninggal beberapa tahun kemudian. Lea mewarisi harta yang sangat berlimpah dari keluarganya dan dari keluarga suaminya, namun semuanya itu tidak membuat ia merasa bahagia. Dalam hatinya ia selalu merasakan kehampaan dan merasa betapa sia-sianya kehidupan duniawi yang dijalaninya selama ini. Ia merasa dirinya tidak lebih dari seorang budak; budak dari nafsu-nafsu duniawi.
Karena itu ia memutuskan untuk bergabung dengan komunitas biarawati asketis yang sedang dirintis oleh sahabatnya Santa Marcella. Komunitas mereka dikenal dengan sebutan komunitas “Jubah Coklat”, karena setiap harinya mereka selalu mengenakan jubah dari kain karung berwarna cokelat. Lea menjual segala harta miliknya dan hanya menyisakan beberapa perabot reot dalam biliknya. Setiap malam dihabiskannya dalam doa dan matiraga, dan setiap siang dilaluinya dengan melayani para fakir miskin dan para peziarah.
Ketika Santo Hieronimus tinggal bersama mereka di Roma, bapa gereja itu sangat terkesan akan karya amal dan upaya keras para biarawati jubah cokelat untuk mencapai kesucian hidup kristiani. Ia memberkati mereka dan dengan senang hati menjadi pembimbing rohani bagi para biarawati ini. Dalam sebuah tulisannya Santo Hieronimus menyanjung Santa Lea sebagai seorang wanita bangsawan yang mampu meninggalkan kehidupan duniawi untuk menjadi seorang pengikut Kristus yang sejati :
"Siapakah yang tidak akan memuliakan Lea yang terberkati ? Ia telah meninggalkan lukisan wajahnya dan menghiasi kepalanya dengan kilauan cahaya mutiara. Dia menanggalkan pakaian kebesaran orang kaya dan menggantinya dengan kain karung; dan berhenti memerintah orang lain demi mematuhi semua perintah. Dia tinggal di sudut dengan perabot yang sederhana; menghabiskan malam-malamnya dalam doa, dan membimbing rekan-rekannya melalui teladan bukan melalui protes dan ceramah. Dan dia telah mempersiapkan ganjarannya disurga untuk segala kebajikan yang telah dilakukannya di dunia…”
Santa Lea tutup usia pada sekitar tahun 384 karena sakit. Sebagian tradisi menambahkan bahwa Santa Lea menghembuskan nafasnya yang terakhir sambil berdoa dan membaca kitab Mazmur 73 dengan didampingi oleh Santo Hierronimus.
Arti nama
Berasal dari nama Ibrani לֵאָה (Le'ah) yang mungkin diturunkan dari kata Ibrani לְאָה (le'ah) yang berarti "Lelah".
Alternatif lain; mungkin diturunkan dari nama Chaldean yang berarti "Nyonya" atau dari nama Akkadian berarti : "Penguasa".
Santo Deogratias
Pada tahun 439 Kota Kartago di Afrika (Sekarang Tunisia) ditaklukkan oleh bangsa Vandal. Para penakluk yang adalah penganut bidaah Arian ini menangkap uskup dan para imam serta menempatkan mereka dalam sebuah rakit tua yang besar, lalu menghanyutkannya ke lautan. Sungguh ajaib, mereka berhasil tiba di pelabuhan Naples dan diselamatkan.
Tetapi, kota yang mereka tinggalkan tidak lagi memiliki seorang uskup selama empatbelas tahun lamanya. Kaisar Valentinian di Roma meminta kepada Genseric, pemimpin kaum Vandal, untuk mengijinkan seorang uskup lain ditahbiskan bagi Kartago. Genseric setuju dan seorang imam muda dari kota itu dipilih. Imam tersebut disegani oleh para penakluk serta dicintai oleh umat Kristiani. Namanya dalam bahasa Latin adalah “Deogratias,” yang berarti “syukur kepada Allah.” Uskup Deogratias berkarya demi iman serta kesejahteraan seluruh penduduk Kartago.
Dikemudian hari, Genseric menyerbu dan menjarah kota Roma. Ia kembali ke Afrika dengan membawa ratusan budak belian, baik laki-laki, perempuan maupun anak-anak. Keluarga-keluarga tersebut ditawan dan dibagi-bagikan di antara kaum Vandal dan Muslim Moor. Genseric sama sekali tidak mempedulikan ikatan keluarga. Anggota-anggota keluarga diperjualbelikan secara perorangan serta dipisahkan dari orang-orang yang mereka kasihi.
Uskup Deogratias mendengar tentang tragedi tersebut. Ketika kapal-kapal yang mengangkut para budak tiba di Kartago, ia membeli budak-budak tersebut sebanyak yang ia mampu. Ia memperoleh uangnya dengan menjual peralatan, jubah-jubah serta hiasan-hiasan Gereja. Ia dapat membebaskan banyak keluarga. Ia mendapatkan tempat-tempat penampungan bagi mereka. Ketika rumah-rumah itu telah penuh terisi, ia mempergunakan dua gereja besar untuk menampung orang-orang yang diselamatkannya itu. Uskup membeli selimut serta segala kebutuhan lainnya agar mereka dapat merasa nyaman di lingkungan mereka yang baru.
Di Kartago, uskup Deogratias tercatat membawa kembali banyak pengikut Arian ke pangkuan Gereja. Orang kudus ini wafat hanya tiga tahun setelah ia menjabat sebagai uskup Kartago. Tenaganya sepenuhnya terkuras habis demi pengabdian serta pelayanan belas kasihnya. Orang-orang yang ia selamatkan tidak akan pernah melupakannya.
Arti nama
Syukur kepada Allah
Santo Oktavianus
Santo Oktavianus adalah seorang Archdeacon (Diakon Agung) di Karthago, Afrika Utara yang hidup pada abad kelima. Ia menjadi martir bersama lebih dari 4900 umat Kristen di Afrika Utara pada masa penganiayaan oleh bangsa Vandal. Raja Vandal Huneric, yang adalah seorang Arian, membuang umat Kristiani ini ke padang gurun Libya agar mati kelaparan dan kehausan. Disana juga mereka diperlakukan dengan begitu keji oleh bangsa Moor yang kafir.
Seorang uskup yang kudus bernama Victor menuliskan kisah keberanian dan penderitaan yang dialami oleh para martir Kristus ini. Beliau menceritakan bahwa ketika mereka diperintahkan untuk pergi ke tempat pembuangan di padang gurun yang ganas, mereka keluar dari penjara dengan menyanyikan madah pujian. Umat Kristiani lainnya mencucurkan arimata melihat kegagahan mereka. Bahkan para perempuan dan anak-anak juga ikut pergi bersama mereka dan tewas di sana sebagai saksi Kristus.
Arti nama
Berasal dari kata latin “Octavus” yang berarti “Kedelapan”
Santo Zakarias
Paus berkebangsaan Yunani ini adalah orang terakhir dari deretan Paus yang berasal dari Timur. Ia menggantikan Paus Gregorius III (731- 741). Masa kePausannya dimulai pada tanggal 10 Desember 741 sampai hari kematiannya 22 Maret 752.
Selama masa kepemimpinannya, Paus Zakarias terlibat dalam banyak masalah menyangkut hubungan Gereja dengan Negara. Ia berhasil membujuk Liutprand, Raja Lombardia untuk membangun kembali kota- kota. Ketika Aistulf, Raja Lambordia lainnya menyerang Italia dan Roma, Paus Zakarias bersama seluruh umat di Roma berhasil mematahkan serangan itu.
Selain itu, Paus Zakarias sibuk dengan masalah penghancuran gambar- gambar Kudus yang dilanjutkan oleh Kaisar Konstantin V, putra Kaisar Leo III. Ia tidak berhasil mempengaruhi Kaisar untuk kembali kepada ajaran Gereja Katolik mengenai gambar- gambar Kudus.
Paus Zakarias dikenal sebagai seorang Paus yang sangat murah hati, saleh dan sayang pada umat. Ia berhasil memperbaiki gereja- gereja di seluruh kota Roma, membantu orang- orang miskin dan sakit. Ia selalu mengusahakan perdamaian, mendukung usaha- usaha pewartaan Injil dan berjuang melawan perdagangan budak belian. Ia meninggal pada tanggal 22 Maret 752.
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari