Doa Katolik
Doa Hari Ini

Selasa V Prapaskah

Selasa, 24 Maret 2037· Ungu · Pekan Psalterium I
24 Maret 2037

Bacaan Misa

Selasa V Prapaskah
Bacaan Pertama

Setelah mereka berangkat dari gunung Hor, berjalan ke arah Laut Teberau untuk mengelilingi tanah Edom, maka bangsa itu tidak dapat lagi menahan hati di tengah jalan. Lalu mereka berkata-kata melawan Allah dan Musa: "Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir? Supaya kami mati di padang gurun ini? Sebab di sini tidak ada roti dan tidak ada air, dan akan makanan hambar ini kami telah muak." Lalu TUHAN menyuruh ular-ular tedung ke antara bangsa itu, yang memagut mereka, sehingga banyak dari orang Israel yang mati. Kemudian datanglah bangsa itu mendapatkan Musa dan berkata: "Kami telah berdosa, sebab kami berkata-kata melawan TUHAN dan engkau; berdoalah kepada TUHAN, supaya dijauhkan-Nya ular-ular ini dari pada kami." Lalu Musa berdoa untuk bangsa itu. Maka berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Buatlah ular tedung dan taruhlah itu pada sebuah tiang; maka setiap orang yang terpagut, jika ia melihatnya, akan tetap hidup." Lalu Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang; maka jika seseorang dipagut ular, dan ia memandang kepada ular tembaga itu, tetaplah ia hidup.

Mazmur Tanggapan

TUHAN, dengarkanlah doaku, dan biarlah teriakku minta tolong sampai kepada-Mu.
Janganlah sembunyikan wajah-Mu terhadap aku pada hari aku tersesak. Sendengkanlah telinga-Mu kepadaku; pada hari aku berseru, segeralah menjawab aku!
Maka bangsa-bangsa menjadi takut akan nama TUHAN, dan semua raja bumi akan kemuliaan-Mu,
Bila TUHAN sudah membangun Sion, sudah menampakkan diri dalam kemuliaan-Nya,
Sudah berpaling mendengarkan doa orang-orang yang bulus, dan tidak memandang hina doa mereka.
Biarlah hal ini dituliskan bagi angkatan yang kemudian, dan bangsa yang diciptakan nanti akan memuji-muji TUHAN,
Sebab Ia telah memandang dari ketinggian-Nya yang kudus, TUHAN memandang dari sorga ke bumi,
Untuk mendengar keluhan orang tahanan, untuk membebaskan orang-orang yang ditentukan mati dibunuh,

Bacaan Injil

Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak: "Aku akan pergi dan kamu akan mencari Aku tetapi kamu akan mati dalam dosamu. Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang." Maka kata orang-orang Yahudi itu: "Apakah Ia mau bunuh diri dan karena itu dikatakan-Nya: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang?" Lalu Ia berkata kepada mereka: "Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini. Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu." Maka kata mereka kepada-Nya: "Siapakah Engkau?" Jawab Yesus kepada mereka: "Apakah gunanya lagi Aku berbicara dengan kamu? Banyak yang harus Kukatakan dan Kuhakimi tentang kamu; akan tetapi Dia, yang mengutus Aku, adalah benar, dan apa yang Kudengar dari pada-Nya, itu yang Kukatakan kepada dunia." Mereka tidak mengerti, bahwa Ia berbicara kepada mereka tentang Bapa. Maka kata Yesus: "Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku. Dan Ia, yang telah mengutus Aku, Ia menyertai Aku. Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya." Setelah Yesus mengatakan semuanya itu, banyak orang percaya kepada-Nya.

Invitatorium

Selasa V Prapaskah

Pembukaan

AntifonMarilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.

Mazmur 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku."

AntifonMarilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.

Ibadat Bacaan

Selasa V Prapaskah

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, datanglah menolong aku.
℟.Tuhan, bersegeralah menolong aku.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Allah, penolong kami di masa lalu,

Harapan kami di masa mendatang,

Perlindungan kami dari badai yang mengamuk,

Dan rumah kekal kami.

Di bawah naungan takhta-Mu

Para kudus-Mu tinggal dengan aman;

Cukuplah lengan-Mu sendiri,

Dan pertahanan kami pasti.

Sebelum bukit-bukit berdiri teratur,

Atau bumi menerima bentuknya,

Dari kekal Engkau adalah Allah,

Sama sampai tahun-tahun tak berkesudahan.

Seribu abad di mata-Mu

Bagaikan senja yang berlalu;

Singkat seperti jaga yang mengakhiri malam

Sebelum matahari terbit.

Waktu, bagaikan sungai yang terus mengalir,

Membawa semua hidup kami pergi;

Mereka terbang, terlupakan, bagaikan mimpi

Mati di awal hari.

Ya Allah, penolong kami di masa lalu,

Harapan kami di masa mendatang,

Jadilah pelindung kami selama kesulitan berlangsung,

Dan rumah kekal kami.

Pendarasan Mazmur

Antifon 1Tuhan itu adil; Ia akan membela orang miskin.

Mazmur 10

Doa syukur

Berbahagialah orang miskin; kerajaan surga adalah milik mereka (Lukas 6:20).

I
Tuhan, mengapa Engkau berdiri jauh

dan menyembunyikan diri-Mu di masa kesusahan?

Orang miskin dimakan oleh kesombongan orang fasik:

ia terperangkap dalam rencana yang dibuat orang lain.

Sebab orang fasik membanggakan keinginan hatinya;

orang serakah menghujat dan mencemooh Tuhan.

Dalam kesombongannya orang fasik berkata: “Ia tidak akan menghukum.

Tidak ada Allah.” Demikianlah pikirannya.

Jalannya selalu tanpa masalah;

penghakiman-Mu jauh dari pikirannya.

Musuh-musuhnya memandangnya dengan hina.

Ia berpikir: “Aku tidak akan pernah goyah;

kemalangan tidak akan pernah menjadi bagianku.”

Mulutnya penuh kutuk, tipu daya, penindasan,

kejahatan dan penipuan di bawah lidahnya.

Ia bersembunyi di antara alang-alang;

orang tak bersalah dibunuhnya secara rahasia.

Matanya mengawasi orang yang tak berdaya.

Ia mengintai dalam persembunyian seperti singa di sarangnya;

ia mengintai dalam persembunyian untuk menangkap orang miskin;

ia menangkap orang miskin dan menyeretnya pergi.

Ia membungkuk, bersiap menerkam,

dan orang tak berdaya jatuh di bawah kekuatannya.

Ia berpikir dalam hatinya: “Allah lupa,

Ia menyembunyikan wajah-Nya, Ia tidak melihat.”
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonTuhan itu adil; Ia akan membela orang miskin.

Antifon 2Tuhan, Engkau mengetahui beban dukacitaku.

II
Bangkitlah, ya Tuhan, angkatlah tangan-Mu!

Ya Allah, jangan lupakan orang miskin!

Mengapa orang fasik mencemooh Tuhan

dan berpikir dalam hatinya: “Ia tidak akan menghukum”?

Tetapi Engkau telah melihat kesusahan dan dukacita,

Engkau mencatatnya, Engkau menanganinya.

Orang tak berdaya mempercayakan dirinya kepada-Mu;

sebab Engkau adalah penolong anak yatim.

Hancurkanlah kekuatan orang fasik dan pendosa!

Hukumlah kejahatannya sampai tidak ada yang tersisa!

Tuhan adalah raja selama-lamanya.

Orang kafir akan binasa dari tanah yang diperintah-Nya.

Tuhan, Engkau mendengar doa orang miskin;

Engkau menguatkan hati mereka; Engkau mencondongkan telinga-Mu

untuk melindungi hak anak yatim dan yang tertindas

agar manusia fana tidak lagi menimbulkan ketakutan.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Bangkitlah, ya Tuhan, membela umat-Mu; janganlah sembunyikan wajah-Mu dari kesusahan kami. Bapa anak yatim, kekayaan orang miskin, kami bersukacita dalam memberitakan Engkau; semoga kami menemukan penghiburan dan keamanan di masa sakit dan kecemasan.

AntifonTuhan, Engkau mengetahui beban dukacitaku.

Antifon 3Firman Tuhan itu benar, seperti perak dari perapian.

Mazmur 11 (12)

Seruan minta tolong Allah melawan penindas yang berkuasa

Bapa mengutus Putra-Nya ke dunia untuk membela orang miskin (Santo Agustinus).
Tolonglah, ya Tuhan, sebab orang baik telah lenyap:

kebenaran telah pergi dari anak-anak manusia.

Dusta mereka ucapkan satu sama lain,

dengan bibir dusta, dengan hati palsu.

Semoga Tuhan menghancurkan semua bibir dusta,

lidah yang mengucapkan kata-kata muluk,

mereka yang berkata: “Lidah kami adalah kekuatan kami;

bibir kami adalah milik kami sendiri, siapa tuan kami?”

“Demi orang miskin yang tertindas dan orang yang membutuhkan yang mengerang

Aku sendiri akan bangkit,” firman Tuhan.

“Aku akan menganugerahkan kepada mereka keselamatan yang mereka dambakan.”

Firman Tuhan adalah firman tanpa campuran,

perak dari perapian, tujuh kali dimurnikan.

Engkaulah, ya Tuhan, yang akan memelihara kami

dan melindungi kami selama-lamanya dari generasi ini.

Lihatlah bagaimana orang fasik berkeliaran di setiap sisi,

sementara yang tidak berharga sangat dihargai oleh anak-anak manusia.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Terang-Mu adalah terang yang sejati, Tuhan, dan kebenaran-Mu bersinar seperti siang hari. Arahkanlah kami kepada keselamatan melalui firman-Mu yang memberi hidup. Semoga kami diselamatkan dengan selalu merangkul firman-Mu.

AntifonFirman Tuhan itu benar, seperti perak dari perapian.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) – saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan firman Allah dan suara publik Gereja.
Inilah waktu yang baik.

℟ Inilah hari keselamatan.
Bacaan Pertama

Dari Surat kepada Orang Ibrani

3:1-19

Yesus, rasul iman kita
Saudara-saudara yang kudus, yang turut serta dalam panggilan surgawi, arahkanlah pandanganmu kepada Yesus, Rasul dan Imam Besar yang kita akui dalam iman, yang setia kepada Dia yang mengangkat-Nya. Musa pun “setia dalam seluruh rumah Allah,” tetapi Yesus lebih layak dihormati daripada dia, seperti pendiri sebuah rumah lebih terhormat daripada rumah itu sendiri. Setiap rumah didirikan oleh seseorang, tetapi Allah adalah pendiri segala sesuatu. Musa “setia dalam seluruh rumah Allah” sebagai hamba yang ditugaskan untuk menyaksikan apa yang akan diucapkan; tetapi Kristus setia sebagai Putra yang ditempatkan atas rumah Allah. Kitalah rumah itu jika kita berpegang teguh pada keyakinan kita dan harapan yang kita banggakan.
Oleh karena itu, seperti yang dikatakan Roh Kudus:
“Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya,

janganlah keraskan hatimu seperti pada waktu pemberontakan

pada hari pencobaan di padang gurun,

Ketika bapa-bapamu mencobai dan menguji Aku,

dan melihat pekerjaan-Ku selama empat puluh tahun.

Karena itu Aku murka terhadap generasi itu

dan Aku berkata, ‘Hati mereka selalu sesat,

dan tidak pernah mengenal jalan-jalan-Ku.’

Maka Aku bersumpah dalam kemurkaan-Ku,

‘Mereka tidak akan pernah masuk ke dalam peristirahatan-Ku.’”
Berhati-hatilah, saudara-saudaraku, jangan sampai ada di antara kamu yang memiliki roh jahat dan tidak setia dan jatuh dari Allah yang hidup. Doronglah satu sama lain setiap hari selagi masih “hari ini,” agar tidak ada yang menjadi keras hati oleh tipu daya dosa. Kita telah menjadi rekan Kristus hanya jika kita mempertahankan sampai akhir keyakinan yang kita mulai.
Ketika Kitab Suci berkata,
“Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya,

janganlah keraskan hatimu seperti pada waktu pemberontakan,”
siapakah mereka yang memberontak ketika mereka mendengar suara itu? Bukankah semua yang dipimpin Musa keluar dari Mesir? Dengan siapa Allah murka selama empat puluh tahun? Bukankah mereka yang berdosa, yang mayatnya berjatuhan di padang gurun? Kepada siapa selain kepada yang tidak taat Ia bersumpah bahwa mereka tidak akan masuk ke dalam peristirahatan-Nya? Kita melihat, lebih lanjut, bahwa ketidakpercayaan merekalah yang menghalangi mereka masuk.

Responsorium Ibrani 3:6; Efesus 2:21

Sebagai Putra yang setia, Kristus menjaga rumah Bapa-Nya;

℟ dan kitalah rumah itu.
Melalui Dia seluruh bangunan terikat bersama, dan tumbuh menjadi bait suci yang kudus dalam Tuhan.

℟ Dan kitalah rumah itu.
Bacaan Kedua

Dari sebuah khotbah oleh Santo Leo Agung, Paus

Salib Kristus adalah sumber segala berkat, penyebab segala rahmat
Pemahaman kita, yang diterangi oleh Roh kebenaran, harus menerima dengan kemurnian dan kebebasan hati kemuliaan salib sebagaimana ia bersinar di surga dan di bumi. Ia harus melihat dengan pandangan batin makna perkataan Tuhan ketika Ia berbicara tentang dekatnya sengsara-Nya: Saatnya telah tiba bagi Anak Manusia untuk dimuliakan. Kemudian Ia berkata: Sekarang jiwa-Ku gelisah, dan apa yang harus Aku katakan? Bapa, selamatkan Aku dari saat ini. Tetapi untuk inilah Aku datang pada saat ini. Bapa, muliakanlah Putra-Mu. Ketika suara Bapa datang dari surga, berkata, Aku telah memuliakan-Nya, dan akan memuliakan-Nya lagi, Yesus menjawab kepada orang-orang di sekitar-Nya: Bukan untuk Aku suara ini berbicara, tetapi untuk kamu. Sekarang adalah penghakiman dunia, sekarang pangeran dunia ini akan diusir. Dan Aku, jika Aku diangkat dari bumi, akan menarik segala sesuatu kepada-Ku.
Betapa menakjubkan kuasa salib; betapa agung tak terlukiskan kemuliaan sengsara: di sinilah takhta penghakiman Tuhan, penghukuman dunia, keunggulan Kristus yang disalibkan.
Tuhan, Engkau menarik segala sesuatu kepada-Mu agar pengabdian semua bangsa di mana pun dapat merayakan, dalam sakramen yang sempurna dan terlihat, apa yang dilaksanakan di satu bait suci Yudea di bawah bayangan yang samar.
Sekarang ada tatanan Lewi yang lebih terhormat, martabat yang lebih besar untuk pangkat penatua, pengurapan yang lebih sakral untuk imamat, karena salib-Mu adalah sumber segala berkat, penyebab segala rahmat. Melalui salib orang beriman menerima kekuatan dari kelemahan, kemuliaan dari kehinaan, hidup dari kematian.
Berbagai kurban hewan tidak ada lagi: satu persembahan tubuh dan darah-Mu adalah pemenuhan semua persembahan kurban yang berbeda, karena Engkau adalah Anak Domba Allah yang sejati: Engkau menghapus dosa-dosa dunia. Dalam diri-Mu Engkau menyempurnakan semua misteri, sehingga, sebagaimana ada satu kurban sebagai ganti semua persembahan kurban lainnya, demikian pula ada satu kerajaan yang dikumpulkan dari semua bangsa.
Saudara-saudaraku yang terkasih, marilah kita mengakui apa yang diakui dengan begitu gembira oleh Santo Paulus, guru bangsa-bangsa: Ini adalah perkataan yang layak dipercaya, layak diterima sepenuhnya: Kristus Yesus datang ke dunia ini untuk menyelamatkan orang-orang berdosa.
Belas kasihan Allah bagi kita semakin menakjubkan karena Kristus mati, bukan untuk orang benar atau kudus tetapi untuk orang jahat dan berdosa, dan, meskipun kodrat ilahi tidak dapat disentuh oleh sengatan maut, Ia mengambil bagi diri-Nya, melalui kelahiran-Nya sebagai salah satu dari kita, sesuatu yang dapat Ia persembahkan atas nama kita.
Kuasa kematian-Nya pernah menghadapi kematian kita. Dalam perkataan nabi Hosea: Maut, Aku akan menjadi kematianmu; kubur, Aku akan menelanmu. Dengan mati Ia tunduk pada hukum dunia bawah; dengan bangkit kembali Ia menghancurkannya. Ia menghapuskan sifat kekal kematian sehingga menjadikan kematian sesuatu yang bersifat waktu, bukan kekekalan. Sebagaimana semua mati dalam Adam, demikian pula semua akan dihidupkan dalam Kristus.

Responsorium Kolose 2:14-15; Yohanes 8:25

Kristus telah membatalkan surat hutang yang memberatkan kita dengan memakukannya pada salib.

℟ Ia melucuti penguasa-penguasa dan pemerintah-pemerintah, dan menjadikan mereka tontonan umum, memimpin mereka sebagai tawanan dalam pawai kemenangan-Nya.
Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu bahwa Akulah Dia.

℟ Ia melucuti penguasa-penguasa dan pemerintah-pemerintah, dan menjadikan mereka tontonan umum, memimpin mereka sebagai tawanan dalam pawai kemenangan-Nya.

Doa Penutup

Anugerahkanlah kepada kami,

kami mohon, ya Tuhan,

ketekunan dalam menaati kehendak-Mu,

agar di zaman kami umat yang mengabdi kepada-Mu

dapat bertumbuh dalam jasa dan jumlah.

Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan meraja bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

℟ Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)

Marilah kita memuji Tuhan.

℟ Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Selasa V Prapaskah

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Kristus surya keadilan
Kini fajar Kaudatangkan
Enyahkanlah kegelapan
Tampilkanlah kehidupan.

S'moga pertobatan kami
Di masa Prapaska ini
menurunkan rahmat ampun
Atas dosa yang bertimbun.

Bila tiba hari paska
Perkenanankan para hamba
Bersorak kegembiraan
Merayakan kebangkitan.

Ya Tritunggal mahasuci
Trimalah pujian kami
Yang kami lambungkan ini
Dengan ikhlas penuh bakti. Amin.

Antifon 1Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya akan mendaki gunung Tuhan.

Mazmur 23

Milik Tuhanlah bumi dan segala isinya,*
jagat dan semua penghuninya.

Sebab Tuhan yang mendasarkan bumi atas laut,*
menegakkannya atas samudera raya.

Siapakah boleh mendaki gunung Tuhan,*
siapakah berdiri di tempatNya yang kudus?

Yang bersih tangannya dan murni hatinya,*
yang tidak bersikap curang dan tidak bersumpah palsu.

Dia yang menerima berkat Tuhan,*
dan memperoleh balas jasa dari Allah, penyelamatnya.

Orang demikianlah yang mencari Tuhan,*
yang menghadap hadirat Allah Yakub.

Tinggikanlah tiangmu, hai gapura-gapura,+
dan lebarkanlah dirimu, gerbang abadi,*
supaya masuklah Raja mulia.

Siapakah Raja mulia itu?+
Tuhan yang perkasa dan perwira,*
Tuhan yang jaya dalam peperangan.

Tinggikanlah tiangmu, hai gapura-gapura,+
dan lebarkanlah dirimu, gerbang abadi,*
supaya masuklah Raja mulia.

Siapakah Raja mulia itu?+
Tuhan semesta alam,*
Dialah Raja mulia.

Antifon 1Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya akan mendaki gunung Tuhan.

Antifon 2Pujilah Tuhan yang adil, agungkanlah raja kekal.

Tb 13,1-9

Terpujilah Allah yang hidup selama-lamanya,*
kerajaanNya tetap untuk segala abad.

Allah menyiksa dan mengasihani,+
Allah mematikan dan menghidupkan,*
tak seorangpun lolos dari kuasaNya.

Luhurkanlah Allah di hadapan bangsa-bangsa, hai umat Israel,+
sebab kita disebarkan di antara mereka,*
untuk mewartakan keagunganNya.

Luhurkanlah Dia di hadapan semua orang,+
sebab Dialah Tuhan, Dialah Allah kita,*
Dialah Bapa kita sepanjang segala abad.

Allah menyiksa kita karena kita jahat,*
namun Ia akan mengasihani kita lagi.

Dan mengumpulkan kita dari antara semua bangsa,*
tempat kita terpencar-pencar.

Jika kamu dengan segenap hati bertobat kepada Tuhan,*
Dan melakukan kebenaran;

Maka Tuhan akan berbalik kepadamu,*
dan tidak lagi menyembunyikan wajahNya.

Saksikanlah karya agung yang akan dikerjakan Tuhan bagimu,*
dan bersyukurlah dengan suara lantang.

Pujilah Tuhan yang adil,*
agungkanlah raja kekal.

Adapun aku, aku meluhurkan Tuhan di tanah pembuangan,*
mewartakan kuasaNya kepada bangsa yang berdosa ini.

Bertobatlah, kaum pendosa, dan lakukanlah yang baik di hadapan Tuhan,*
barangkali Tuhan akan berbelaskasihan kepadamu.

Aku hendak mengagungkan Allahku, raja surga,*
dan memuliakan keagunganNya dengan segenap hati.

Antifon 2Pujilah Tuhan yang adil, agungkanlah raja kekal.

Antifon 3Patutlah orang saleh memuji-muji Allah.

Mazmur 32

Bersoraklah, orang jujur, bagi Tuhan,*
patutlah orang saleh memuji-muji.

Bersyukurlah kepada Tuhan: dengan kecapi,*
bermazmurlah bagiNya dengan iringan gambus.

Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan,*
padukanlah seruanmu dengan petikan dawai.

Sebab firman Tuhan selalu benar,*
segala sesuatu dikerjakanNya dengan setia.

Tuhan mencintai keadilan dan hukum,*
bumi penuh dengan kasih setiaNya.

Oleh firman Tuhan langit dijadikan,*
dan segala bintang oleh nafas mulutNya.

Bagaikan dalam kantung, air laut dikumpulkanNya,*
dan samudera raya dalam bejana.

Hendaknya segenap bumi takut akan Tuhan,*
semua penduduk gemetar terhadapNya.

Sebab Tuhan berfirman, maka semua terjadi,*
Dia memerintahkan, maka semua ada.

Tuhan menggagalkan rencana para bangsa,*
Ia meniadakan maksud segala kaum.

Rencana Tuhan tetap selamanya,*
rencana Tuhan turun-temurun.

Berbahagialah bangsa yang Allahnya Tuhan,*
umat yang terpilih menjadi milikNya.

Dari surga Allah mengamati,*
memandang umat manusia.

Dari kediamanNya Ia menilik,*
semua penduduk bumi.

Hati setiap orang dibentukNya,*
segala tingkah laku diselamiNya.

Raja tak akan menang karena besarnya tentara,*
orang perkasa takkan selamat karena kekuatannya.

Kuda tidak berguna untuk merebut kemenangan,*
betapapun kuat dan tangkasnya.

Sebab Tuhan menjaga hambaNya yang takwa,*
yang berharap akan kasih setiaNya.

Untuk melepaskan mereka dari maut,*
dan menghidupi mereka di masa kelaparan.

Maka kita berharap akan Tuhan,*
Dialah penolong dan perisai kita.

Demi Dialah hati kita bergembira,*
pada namaNya yang kudus kita percaya.

Tunjukkanlah kiranya kasih setiaMu, ya Tuhan,*
sebab padaMulah kami berharap.

Antifon 3Patutlah orang saleh memuji-muji Allah.

Bacaan Singkat: (Yl 2,12-13)

Berbaliklah kepadaKu dengan sepenuh hatimu, dengan puasa dan ratap tangismu. Hendaknya tidak saja kausobek pakaianmu, tetapi sobeklah juga hatimu, dan berbaliklah kepada Tuhan, Allahmu, sebab Ia mahapengasih dan penyayang, lagi sabar dan kaya akan rahmat; Iapun sedih melihat kemalanganmu.

Lagu Singkat:

℣.Tuhan akan melepaskan daku dari perangkap,* Dan dari jerat musuh.℟.Tuhan.℣.Dari lawan yang memfitnah.℟.Dan dari jerat musuh.℣.Kemuliaan.℟.Tuhan.

Antifon KidungApabila kamu telah meninggikan Putera manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia.

Kidung Zakaria Luk 1,68-79

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan;*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Antifon KidungApabila kamu telah meninggikan Putera manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia.

Doa Permohonan:

Kristus telah menyerahkan diri kepada kita sebagai roti yang turun dari surga. Marilah kita memuji Dia dan berdoa kepadaNya:

℟.Kristus, roti kehidupan, kuatkanlah kami.℣.Ya Tuhan, Engkau menguatkan kami dengan perjamuan ekaristi,* semoga kami mengambil bagian sepenuhnya dalam kurban PaskaMu.℣.Semoga kami menyimpan sabdaMu dalam hati yang baik dan tulus ikhlas,* supaya kami menghasilkan buah dengan tekun dan tabah.℣.Semoga kami giat bekerja sama dengan Dikau dalam menyempurnakan dunia,* sehingga damaiMu yang diwartakan oleh Gereja lebih mudah diterima.℣.Kami telah berdosa, ya Tuhan, kami telah berdosa,* hapuskanlah kesalahan kami dan selamatkanlah kami.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Ya Tuhan, bantulah kami mngabdi Engkau dengan tekun. Semoga pada zaman kami ini umatMu berkembang dalam keutamaan dan bertambah dalam jumlah. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup ...

Ibadat Sebelum Tengah Hari

Selasa V Prapaskah

SELASA — Prapaskah — IBADAT SEBELUM TENGAH HARI (Tertia)

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Roh Kudus, datanglah kini,
satu dengan Bapa dan Putra;
sudilah Engkau bersegera,
mencurah penuh ke hati kami.

Mulut, lidah, budi, dan rasa,
serta tenaga wartakan iman;
berkobarlah kasih bagai api,
nyalanya menjangkau sesama.

Kenalkanlah kami pada Bapa,
dan pada Putra melalui-Mu;
Engkau Roh dari keduanya,
kami imani sepanjang masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Mazmur 119 (120)

Dalam kesesakanku aku berseru kepada Tuhan,*
dan Ia mendengarkan daku.

Ya Tuhan, lepaskanlah aku dari bibir pendusta,*
dan dari lidah penipu.

Tuhan pasti membalas kamu,*
Ia pasti mengganjar kamu, hai para penipu!

Dengan panah tajam dari busur tentara,*
dengan bara yang berpijar-pijar.

Celakalah aku entah aku tinggal jauh di daerah Mesekh,*
entah jauh di perkemahan Kedar!

Aku masih tinggal terlalu dekat juga,*
pada orang yang membenci perdamaian.

Kalau aku, perdamaianlah yang kubicarakan,*
sedangkan mereka hanya peperangan.

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Mazmur 120 (121)

Aku melayangkan pandangan ke Gunung,*
dari manakah dapat kuharapkan pertolongan?

Pertolonganku dari Tuhan,*
yang menjadikan langit dan bumi.

Ia takkan membiarkan kakimu tersandung,*
yang menjagamu takkan mengantuk.

Sungguh, takkan mengantuk dan tertidur,*
yang menjaga Israel.

Tuhan menjaga dan menaungi kamu,*
Yang mahatinggi adalah kekuatanmu.

Matahari takkan menyakiti kamu di waktu siang,*
maupun bulan di waktu malam.

Tuhan menjaga kamu terhadap segala kemalangan,*
Ia menjaga nyawamu.

Tuhan menjaga segala tingkah lakumu,*
sekarang dan selama-lamanya.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Mazmur 121 (122)

Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku,*
"Mari kita pergi ke rumah Tuhan".

Sekarang kami telah berdiri,*
di gerbangmu, hai Yerusalem!

Hai Yerusalem, engkau dibangun,*
sebagai kota yang rapat tersusun.

Suku bangsa berziarah kepadamu,*
suku bangsa Tuhan.

Untuk bersyukur kepada Tuhan,*
sesuai dengan peraturan Israel.

Di sanalah terdapat kursi pengadilan,*
kursi keluarga raja Daud.

Mohonkanlah damai sejahtera bagi Yerusalem,*
"Damai sejahtera bagi orang yang mencintai engkau!"

Semoga damai sejahtera turun atas wilayahmu,*
dan kemakmuran atas istanamu.

Atas nama semua saudara dan sahabatku,*
aku mengucapkan selamat kepadamu.

Demi bait Tuhan, Allah kita,*
aku memohonkan kebahagiaan bagimu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Bacaan singkat (Il 2, 17)

baiklah para imam, pelayan-pelayan Tuhan, menangis di antara balai depan dan mezbah, dan berkata: "Sayangilah, ya Tuhan, umat-Mu, dan janganlah biarkan milik-Mu sendiri menjadi cela, sehingga bangsa-bangsa menyindir kepada mereka. Mengapa orang berkata di antara bangsa: Di mana Allah mereka?"

Ayat Singkat

℣.Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah.℟.Dan perbaharuilah semangat yang teguh dalam batinku.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, pada jam ketiga Engkau dihantar ke hukuman salib demi keselamatan dunia; dengan rendah hati kami mohon kepada-Mu, agar atas kejahatan masa lampau kami senantiasa memperoleh ampun pada-Mu, dan terhadap masa depan kami tetap Kaulindungi. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Tengah Hari

Selasa V Prapaskah

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Tuhan Allah mahaluhur
Hari dan malam Kauatur
Terang gelap bergiliran
Silih ganti berurutan.

Senja hari yang mendekat
Melambangkan akhir hayat
Yang bagi umat beriman
Membuka keabadian.

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Antifon 1Berbahagialah orang yang hidup menurut sabda Tuhan.

Mazmur 118 (119),1-8

Berbahgialah mereka yang hidupnya tidak bercela,*
yang hidup menurut sabda Tuhan.

Berbahagialah yang berpegang teguh pada perintah Tuhan,*
yang mencari Tuhan dengan segenap hati.

Yang tidak melakukan kejahatan,*
tetapi selalu mengikuti bimbingan Tuhan.

Engkau telah menyampaikan titahMu,*
supaya ditepati dengan sungguh-sungguh.

Semoga tetaplah jalan hidupku,*
untuk melaksanakan ketetapanMu.

Maka aku takkan kecewa,*
sebab aku menjalankan segala perintahMu.

Aku akan memuliakan Dikau dengan hati tulus,*
dalam mempelajari hukumMu yang adil.

Aku akan berpegang teguh pada ketetapanMu,*
janganlah aku Kautinggalkan sama sekali.

Antifon 1Berbahagialah orang yang hidup menurut sabda Tuhan.

Antifon 2Hatiku bergembira, karena Engkau menyelamatkan daku, ya Tuhan.

Mazmur 12 (13)

Berapa lama lagi, ya Tuhan, Engkau melupakan daku sama sekali?*
Berapa lama lagi Kausembunyikan wajahMu dari padaku?

Berapa lama lagi hatiku harus merana,*
dan bersedih sepanjang hari?

Berapa lama lagi musuhku masih bermegah-megah melawan daku?*
Pandanglah, jawablah aku, ya Tuhan, Allahku.

Buatlah mataku bersinar, jangan sampai aku tertidur dalam maut,+
agar musuh jangan berkata: "Dia kukalahkan",*
dan lawan jangan menyoraki kemalanganku.

Tapi aku percaya akan kasih setiaMu,+
hatiku bergembira karena Engkau menyelamatkan daku,*
aku bernyanyi bagiMu karena kebaikanMu terhadapku.

Antifon 2Hatiku bergembira, karena Engkau menyelamatkan daku, ya Tuhan.

Antifon 3Allah telah membiarkan semua orang tidak taat, agar semua memperoleh kerahimanNya.

Mazmur 13 (14)

Orang dungu berpikir: "Tidak ada Allah",+
Busuk dan jijik perbuatannya,*
tidak seorangpun yang berbuat baik.

Dari surga Tuhan memandang manusia,*
apakah ada orang arif yang mencari Allah?

Tetapi semuanya tersesat, semua telah bejat,*
tak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak.

Tidak pernah sadarkah orang jahat,+
yang menelan habis umatku seperti makanan,*
orang jahat yang tidak mau mengakui Allah?

Pasti, ia akan gentar ketakutan,*
sebab Allah mendampingi orang yang jujur.

Biarlah harapan orang miskin ditertawakan,*
namun Tuhan melindunginya.

Siapakah dari Sion yang menyelamatkan Israel?+
Tuhan, Dia memulihkan nasib umatNya,*
sehingga Yakub bersorak-sorai dan Israel bersukacita.

Antifon 3Allah telah membiarkan semua orang tidak taat, agar semua memperoleh kerahimanNya.

Bacaan Singkat: (Yl 2,17)

Antifonara serambi kenisah dan mesbah hendaknya para imam, pelayan Tuhan, menangis sambil berseru: "Sayangilah umatMu, ya Tuhan, jangan sampai pusakaMu dihina dan menjadi sindiran kaum kafir."

℣.Bertobatlah dan percayalah kepada Injil.℟.Sebab kerajaan Allah sudah dekat.

Doa Penutup

Ya Tuhan, bantulah kami mngabdi Engkau dengan tekun. Semoga pada zaman kami ini umatMu berkembang dalam keutamaan dan bertambah dalam jumlah. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup ...

Ibadat Sesudah Tengah Hari

Selasa V Prapaskah

SELASA — Prapaskah — IBADAT SESUDAH TENGAH HARI (Nona)

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Allah, kekuatan yang teguh,
tak tergoyahkan tinggal dalam-Mu;
Engkau menata waktu terang siang
dalam pergantian yang berurutan.

Karuniakanlah senja yang cerah,
agar hidup tak pernah pudar,
melainkan pahala kematian kudus:
kemuliaan kekal menyongsong kami.

Kabulkanlah, ya Bapa mahakasih,
dan Putra Tunggal setara Bapa,
bersama Roh Kudus Penghibur,
yang meraja sepanjang segala masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Mazmur 125 (126)

Ketika Tuhan memulangkan tawanan Sion,*
kita seperti orang yang bermimpi.

Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa,*
dan lidah kita dengan sorak-sorai.

Bahkan bangsa-bangsa kafir mengakui,*
"Agunglah karya Tuhan bagi mereka".

Sungguh agung karya Tuhan bagi kita,*
sebab itu kita bersukacita.

Tuhan telah memulihkan nasib kita,*
seperti sungai kering berair lagi di musim hujan.

Yang menabur dengan bercucuran air mata,*
akan menuai dengan bersorak-sorai.

Ia pergi dengan menangis sambil membawa kantong benihnya,*
ia pulang sambil bernyanyi membawa berkas panenannya.

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Mazmur 126 (127)

Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah,*
sia-sialah para pembangun bekerja.

Jikalau bukan Tuhan yang menjaga kota,*
sia-sialah para pengawal berjaga.

Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi,+
pergi tidur larut malam,*
dan mencari nafkah dengan susah payah.

Tetapi Tuhan menganugerahkan kesejahteraan,*
kepada orang yang dicintaiNya.

Putera-putera sungguh anugerah Tuhan,*
dan buah kandungan sungguh ganjaranNya.

Seperti anak panah di tangan pahlawan,*
demikianlah putera yang diperanakkan pada masa muda.

Berbahagialah orang yang mengisi,*
tabung panahnya sampai penuh.

Ia tidak akan dipermalukan oleh musuh,*
tetapi akan menghalau mereka dari pintu gerbang.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Mazmur 127 (128)

Berbahagialah setiap orang yang takwa,*
yang hidup sesuai dengan bimbingan Tuhan.

Engkau akan menikmati hasil jerih payahmu,*
hidupmu akan bahagia dan sejahtera.

Isterimu subur dalam rumahmu bagaikan pokok anggur,*
anak-anakMu mengelilingi mejamu bagaikan tunas zaitun.

Demikianlah suami yang takwa akan diberkati,*
semoga Tuhan memberkati engkau dari Sion.

Semoga engkau menikmati kemakmuran Yerusalem seumur hidup,*
dan melihat anak cucumu turun-temurun.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Bacaan singkat (Is 58, 1-2ia)

Serukanlah kuat-kuat, janganlah tahan-tahan! Nyaringkanlah suaramu bagaikan sangkakala, beritahukanlah kepada umat-Ku pelanggaran mereka dan kepada kaum keturunan Yakub dosa mereka! Memang setiap hari mereka mencari Aku dan suka untuk mengenal segala jalan-Ku. Seperti bangsa yang melakukan yang benar dan yang tidak meninggalkan hukum Allahnya mereka menanyakan Aku tentang hukum-hukum yang benar, mereka suka mendekat menghadap Allah, tanyanya:

Ayat Singkat

℣.Persembahan kepada Allah ialah jiwa yang hancur.℟.Hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghantar penjahat yang bertobat dari kayu salib masuk ke dalam kerajaan-Mu; sambil mengakui dosa-dosa kami, dengan penuh kepercayaan kami mohon kepada-Mu, agar sesudah kematian Engkau membuat kami masuk dengan sukacita melalui pintu firdaus. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sore

Selasa V Prapaskah

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan I Mazmur

Ibadat Sore I Hari Raya Kabar Sukacita (Annunsiasi) (malam menjelang perayaan).

Madah

Hari kan berlalu, namun cinta Allah
Pasti dekat s'lalu tidak kan berpisah.
Cemas tidak perlu, tak usah gelisah,
Hati harus tetap tabah.

Tinggallah ya Bapa, dampingilah kami
Dalam suka duka yang kami hadapi
Agar senantiasa kami mengimani
KehadiranMu yang sakti.

T'rimalah luapan rasa syukur kami
Atas kelimpahan kebaikan hati
Yang Kauperlihatkan pada hari ini
Ya Tuhan dan Allah kami.

Terpujilah Bapa pencipta semesta
Bersama Putera penebus dunia
Yang mengutus RohNya di tengah Gereja
Untuk tinggal selamanya. Amin.

Antifon 1Ya Tuhan, semoga doaku membubung ke hadapanMu bagaikan dupa.

Mazmur 140

Ya Tuhan, aku berseru kepadaMu, datanglah segera kepadaku,*
dengarkanlah suaraku, sebab aku berseru kepadaMu.

Semoga doaku membubung ke hadapanMu bagaikan dupa,*
semoga tangan yang kutadahkan Kauterima bagaikan kurban petang.

Awasilah mulutku, ya Tuhan,*
dan jagalah pintu bibirku.

Jangan biarkan hatiku condong kepada kejahatan,*
jangan sampai aku berbuat jahat bersama orang berdosa.

Selamanya takkan aku makan semeja dengan orang jahat,*
tak pernah aku menikmati kelezatan mereka.

Biarlah Allah yang adil memukul aku,*
biarlah yang maharahim menyiksa aku.

Selamanya takkan minyak wangi melumasi rambutku untuk berpesta pora,*
tak mungkin! Sebab selamanya doaku menentang kejahatan mereka.

Biarlah pemimpin mereka jatuh ke cengkeraman Allah yang hidup,*
biarlah mereka merasakan betapa manislah keputusanNya!

Seperti orang yang dicacah belah dalam neraka,*
demikianpun aku hancur lebur di moncong maut.

Tetapi kepadaMulah mataku tertuju, ya Allah, Tuhanku,*
kepadaMulah aku mengungsi, lindungilah hidupku.

Lindungilah aku terhadap jerat yang mereka pasang,*
dan terhadap perangkap orang berdosa.

Antifon 1Ya Tuhan, semoga doaku membubung ke hadapanMu bagaikan dupa.

Antifon 2Engkaulah pelindungku, ya Tuhan, milik pusakaku dalam hidup abadi.

Mazmur 141

Dengan suara lantang aku berseru kepada Tuhan,*
dengan suara lantang aku mohon kepada Tuhan.

Aku mencurahkan keluh kesahku di hadapanNya,*
aku membentangkan sengsaraku kepadaNya.

"Bila nyawaku melenyap dari padaku,*
Engkaulah yang mengetahui jalannya ke maut.

Sepanjang jalan yang harus kutempuh,*
para musuhku memasang jerat.

Tengoklah dan saksikan sendiri,*
tak seorangpun mau mengenal aku.

Tak mungkin aku meloloskan diri,*
tak seorangpun menghiraukan daku.

Aku berseru kepadaMu, ya Tuhan,+
Engkaulah pelindungku,*
milik pusakaku dalam hidup abadi.

Perhatikanlah seruanku,*
sebab aku teramat hina.

Lepaskanlah aku dari musuh yang mengejar aku,*
karena mereka terlalu kuat bagiku.

Keluarkanlah aku dari penjara maut,*
agar aku memuji namaMu!

Semoga rombongan para suci melingkungi aku,*
sebab Engkau menyelamatkan daku.

Antifon 2Engkaulah pelindungku, ya Tuhan, milik pusakaku dalam hidup abadi.

Antifon 3Tuhan Yesus telah menghampakan diri; sebab itu Allah meninggikan Dia selama-lamanya.

Flp 2,6-11

Meskipun berwujud Allah,+
Kristus Yesus tidak mau berpegang teguh,*
pada kemuliaanNya yang setara dengan Allah.

Ia telah menghampakan diri,+
dengan mengambil keadaan hamba,*
dan menjadi sama dengan manusia.

Ia kelihatan sebagai seorang manusia dan merendahkan diri,+
karena taat sampai mati,*
sampai mati di salib.

Sebab itu Allah telah meninggikan Dia,+
dan menganugerahkan kepadaNya,*
nama yang melebihi segala nama.

Agar dalam nama Yesus,+
bertekuklah setiap lutut,*
di surga tinggi, di bumi dan di bawah bumi.

Agar setiap lidah mengakui,+
untuk kemuliaan Allah Bapa,*
Tuhanlah Yesus Kristus.

Antifon 3Tuhan Yesus telah menghampakan diri; sebab itu Allah meninggikan Dia selama-lamanya.

Bacaan Singkat (Rom 11,33-36)

Betapa dalam dan kayanya kebijaksanaan dan pengetahuan Allah; betapa tak terselami keputusanNya, betapa tak terkira jalanNya. Siapakah yang dapat memahami pikiran Tuhan, siapakah pernah menjadi penasihatNya. Atau siapakah yang memberi Allah sesuatu, sehingga berhak menuntut balasan dari padaNya? Sebab segala sesuatu berasal dari Allah, tercipta olehNya dan tertuju kepadaNya. BagiNya kemuliaan selama-lamanya.

Lagu Singkat

℣.Betapa agunglah,* Karya tanganMu, ya Tuhan.℟.Betapa.℣.KebijaksanaanMu nyata dalam alam semesta.℟.Karya tanganMu, ya Tuhan.℣.Kemuliaan.℟.Betapa.

Antifon KidungSesungguhnya aku ini hamba Tuhan; terjadilah padaku menurut perkataanmu.

Kidung Maria Luk 1,46-55

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Antifon KidungSesungguhnya aku ini hamba Tuhan; terjadilah padaku menurut perkataanmu.

Doa Permohonan

Marilah kita memuji Allah yang mahaesa, Bapa dan Putera dan Roh Kudus, dan dengan rendah hati berdoa:

℟. Dampingilah umatMu, ya Tuhan.

Tuhan yang kudus, Bapa yang mahakuasa, tegakkanlah keadilan di tanah air kami,* supaya umatMu dapat menikmati kesejahteraan dan damai. ℟.

Hantarlah semua bangsa masuk kedalam kerajaanMu,* supaya akhirnya semua manusia selamat. ℟.

Semoga suami isteri hidup dalam damaiMu, bertindak seturut kehendakMu,* dan saling mencintai seumur hidup. ℟.

Balaslah, ya Tuhan, kebaikan hati semua orang yang menolong kami,* dan anugerahilah mereka kehidupan kekal. ℟.

Kasihanilah semua orang yang meninggal akibat kebencian dan peperangan,* dan terimalah mereka dalam kebahagiaan di surga. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Ya Allah, Engkau menghendaki SabdaMu sungguh menjadi manusia dalam rahim Perawan Maria. Kami yang mengakui Penebus kami sebagai Allah dan manusia, semoga layak mengambil bagian dalam kodrat ilahiNya. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Penutup

Selasa V Prapaskah

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan I Mazmur

Doa Tobat

℣.Kasihanilah kami, ya Tuhan.℟.Sebab kami orang yang berdosa.℣.Tunjukkanlah belaskasihanMu kepada kami, ya Tuhan.℟.Dan anugerahkan keselamatan kepada kami.℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.

Madah

Kristus cahaya mulia
Kegelapan Kauenyahkan
Malam maut tak berdaya
Sudah kalah Kaulumpuhkan

Lindungilah kami Tuhan
Selama semalam ini
Kami mohon ketenangan
Dalam istirahat nanti.

Meski mata 'kan tertidur
Semoga hati berjaga
Rapi selalu teratur
Siap menyambut rajanya.

Terpujilah Kristus raja
Bersama Bapa mulia
Dan Roh kudus sumber cinta
Sepanjang segala masa. Amin.

Antifon 1Kasihanilah aku, ya Tuhan, dan dengarkanlah doaku.

Mazmur 4

Apabila aku berseru, jawablah aku, ya Allah yang adil,+
apabila aku bersusah, lapangkanlah dadaku,*
kasihanilah aku dan dengarkanlah doaku.

Hai orang-orang besar,*
masih berapa lamakah kamu menghina Allah yang mulia?
Masih berapa lamakah kamu menyembah berhala,*
dan minta nasihat mereka?

Ketahuilah, Tuhan akan mengerjakan karya agung bagi para kekasihNya,*
Tuhan akan mendengarkan daku, bila aku berseru kepadaNy.

Memang kamu gelisah, tetapi jangan lalu berdosa,*
selidikilah batinmu dan mengaduhlah di tempat tidurmu.

Persembahkanlah kurban sejati,*
dan percayalah pada Tuhan.

Banyak orang berkata,+
"Siapa yang akan menurunkan berkat?*
Hendaknya cahaya wajahMu menyinari kami, ya Tuhan".

Penuhilah hatiku dengan kebahagiaan,*
lipat gandakanlah panen gandum dan anggur.

Aku hendak membaringkan diri dan tidur,*
dalam kehadiranMu yang menenteramkan;

sebab hanya Engkaulah, ya Tuhan,*
yang membuat istirahatku aman sentosa.

Antifon 1Kasihanilah aku, ya Tuhan, dan dengarkanlah doaku.

Antifon 2Pujilah Tuhan di waktu malam.

Mazmur 133 (134)

Mari, pujilah Tuhan,
pujilah semua karya Tuhan!

Hai kamu yang bertugas dalam rumah Tuhan,*
pada waktu malam,

tadahkanlah tanganmu ke tempat suci,*
dan pujilah Tuhan!

Semoga Allah Sion memberkati engkau,*
Tuhan yang menjadikan langit dan bumi.

Antifon 2Pujilah Tuhan di waktu malam.

Bacaan singkat Ul 6,4-7

Dengarlah, hai Israel: Tuhan Allah kita hanya satu. Hendaknya engkau mengasihi Tuhan Allahmu dengan segenap hati, dengan segenap jiwa dan dengan segenap tenagamu. Semoga perkataan-perkataan yang hari ini kusampaikan kepadmu menetap dalam hatimu dan kauteruskan kepada anak-anakmu. Renungkanlah perintah ini waktu duduk di rumah atau bergegas di jalan; waktu mau tidur atau hendak bangun.

Lagu Singkat

℣.Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku.℟.Ke dalam.℣.Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar.℟.Ya Tuhan, penyelamatku.℣.Kemuliaan.℟.Ke dalam.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.
Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.
Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan, kunjungilah rumah ini dan berkatilah kami selalu. Jauhkanlah segala tipu daya musuh dari rumah ini dan utuslah malaikatMu untuk membawa damai sejahtera dan menyertai kami. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Pada malam Minggu:

Tuhan, pelindung kami, kunjungilah kami malam ini. Semoga besok pagi kami bangun dengan gembirea hati untuk merayakan kebangkitan Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa.

Penutup

℣.Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya.℟.Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam ya ratu surgawi,
salam, bunda Putra ilahi.
Darimulah hidup kami
memperoleh terang suci.
Bersukalah, ya Maria,
bunda yang paling jelita.
Hiduplah, bunda mulia,
doakanlah kami semua.

Beato Didakus Yoseph

Pengaku Iman · 1743-1801

Beato Didakus Yoseph (Diego Jose) dilahirkan pada tanggal 29 Maret tahun 1743 di Cadiz, Spanyol. Ia dibaptis dengan nama Francisco José López-Caamaño García-Pérez. Kedua orangtuanya adalah orang Kristen yang saleh. Mereka amat senang apabila melihat Diego kecil membangun sebuah altar serta menghiasinya; lalu Diego akan berlutut dan berdoa kepada Yesus, Bunda Maria dan St.Yosef.

Ketika Diego sudah cukup besar, ia belajar menjadi pelayan altar di gereja Fransiskan Kapusin dekat rumahnya. Diego belajar mencintai Misa. Ia biasa bangun pagi-pagi benar agar dapat tiba di gereja setiap pagi menunggu pintu-pintu gereja dibuka. Tak pernah sekali pun ia absen. Salah seorang dari para imam atau broeder Kapusin memberinya sebuah buku tentang kisah hidup para santo Kapusin. Diego membacanya dan membaca lagi setiap cerita dengan seksama.

Ia mulai mencintai para kudus yang miskin serta bersahaja seperti Yesus. Tibalah harinya ketika ia mohon agar dapat bergabung dalam Ordo Fransiskan Kapusin (OFMCap). Ia diterima dan pergi ke Seville, Spanyol untuk novisiat (masa percobaan sebagai latihan rohani sebelum mengucapkan kaul biara). Ia memulai hidup baru dengan nama yang baru pula, Frater Diego.

Setalah melewati tahun-tahun persiapan, Frater Diego ditahbiskan sebagai imam. Ia diutus untuk mewartakan Injil Yesus. Ia sangat senang akan tugas ini. Homili-homilinya sangatlah jelas serta penuh kasih sehingga orang senang mendengarnya. Mereka bahkan membawa teman-teman mereka untuk mendengarkan khotbahnya juga. Segera saja, gereja biasa menjadi terlalu kecil bagi orang banyak itu. Jika Pastor Diego berkhotbah, pewartaan tersebut perlu diadakan di lapangan terbuka, biasanya di alun-alun kota atau di pinggir jalan.

Pastor Diego amat senang berkhotbah tentang Tritunggal Mahakudus. Ia juga selalu siap sedia mendengarkan pengakuan dosa. Ia senang apabila umat datang untuk menerima Sakramen Rekonsiliasi. Apabila waktunya luang, ia mengunjungi penjara-penjara atau rumah-rumah sakit. Ia juga mengunjungi panti-panti jompo. Pastor Diego wafat pada tahun 1801 dan dinyatakan sebagai “beato” oleh Paus Leo XIII pada tahun 1894.

Arti nama

Berasal dari kata Latin Didacus, yang kemungkinan diambil dari bahasa Yunani διδαχη (didache) yang berarti : Mengajarkan

Santa Katarina dari Swedia

Pengaku Iman · 1331-1381

Katarina lahir di Ulfasa, Swedia pada tahun 1331. Ia adalah anak keempat Santa Brigita dari Swedia. Ketika berumur 13 tahun, ia menikah dengan Eggard van Kyren, seorang pemuda bangsawan Jerman. Meskipun demikian ia tetap tertarik dengan kehidupan membiara yang telah menjadi cita- citanya semenjak kecil.

Pada tahun 1349, setahun sebelum Eggard suaminya meninggal dunia, Katarina pergi ke Roma untuk mengunjungi ibunya Brigita yang sudah lama berada disana. Pertemuan dengan ibunya mengobarkan lagi panggilan hidup membiara yang dicita- citakannya. Tatkala suaminya meninggal, ia menggabungkan diri dalam perkumpulan yang didirikan ibunya untuk melaksanakan karya- karya cinta kasih. Tampaknya ia sungguh berbahagia dengan cara hidup ini.

Pada tahun 1373 sepeninggal ibunya, Katarina kembali ke Swedia dan berkarya di Vadstena sebagai pemimpin perkumpulan ibunya. Tahun berikutnya ia kembali lagi ke Roma. Ia berkarya disana selama lima tahun sampai waktu penggelaran ibunya sebagai Santa. Setelah itu ia kembali ke Vadstena dan berkarya disana hingga menghembuskan nafasnya pada tanggal 24 Maret 1381. Ia digelari Kudus pada tahun 1484 oleh Sri Paus Innocentius VIII (1484- 1492).

Santo Oscar Romero

Uskup dan Martir · 1917-1980

Kudus sejak kecil

Santo Óscar Arnulfo Romero y Galdámez, lahir di Ciudad, San Miguel, El Salvador pada 15 Agustus 1917. Ia adalah anak kedua dari tujuh bersaudara buah hati pasangan katolik yang saleh Santos Romero dan Guadaleupe de Jesus Galdamez. Oscar kecil dikenang telah menunjukkan ketertarikannya pada kehidupan religius. Ia selalu rajin ke gereja, rajin berdoa, dan sering berdoa berlama-lama dalam gereja setelah misa selesai. Pada usia tiga belas tahun Oscar masuk Seminari Rendah di kota San Miguel. Catatan di Seminari ini mengungkapkan bahwa ia pernah meninggalkan Seminari selama tiga bulan demi merawat ibunya yang jatuh sakit setelah melahirkan adik bungsunya (yang meninggal dunia sesaat setelah dilahirkan).

Lulus dari Seminari San Miguel, Romero melanjutkan studi ke Seminari Tinggi di San Salvador. Studi Teologinya kemudian dilanjutkan di Universitas Gregoriana Roma, di mana ia lulus dengan predikat Cum Laude pada tahun 1941. Akan tetapi Oscar tidak segera ditahbiskan menjadi imam. Ia masih harus menunggu selama setahun karena usianya lebih muda dari batas usia yang tentukan. Pentahbisannya baru digelar di kota Roma setahun kemudian tepatnya pada tanggal 4 April 1942. Tidak ada seorang pun keluarga dan kerabatnya yang bisa menghadiri misa pentahbisannya akibat Perang Dunia II. Setelah menjadi imam, Romero masih tinggal di Italia dan melanjutkan studinya hingga meraih gelar Doktor Teologi.

Pulang ke El Salvador

Pada tahun 1943, dalam usia 26 tahun, pater Oscar Romero dipanggil pulang ke El Salvador oleh uskupnya. Bersama pater Valladares, seorang imam El Salvador yang juga telah menyelesaikan studi doktoral nya di Roma, Oscar meninggalkan Eropa menuju kampung halamannya. Mereka singgah sebentar di Spanyol lalu melanjutkan perjalanan menuju Kuba. Di Havana Kuba, mereka ditangkap polisi dengan tuduhan menjadi kaki tangan pemerintah Fasis Italia. Kedua imam muda ini lalu ditahan dan di interogasi dengan ketat.

Setelah beberapa bulan dalam tahanan, pater Valladares jatuh sakit. Para imam Redemptorist lalu berupaya membantu keduanya agar dapat dirawat di rumah sakit Redemptoris milik mereka. Setelah pulih dari sakitnya, kedua imam ini tidak dikembalikan ke tahanan namun diselundupkan dengan kapal laut ke Meksiko. Dari Meksiko perjalanan dilanjutkan melalui jalan darat ke El Salvador.

Tiba di Kampung halamannya, sejumlah tugas telah menanti pater Romero. Awalnya ia ditugaskan sebagai pastor paroki di Anamorós, lalu pindah ke Paroki San Miguel, kota kelahirannya, di mana dia berkarya selama lebih dari 20 tahun. Disini ia mendirikan berbagai kelompok Serikat kerasulan dan mempelopori pendirian kelompok Alcoholics Anonymous, yang berkarya membantu para pecandu dan mantan pecandu alkohol. Ia juga mempromosikan kembali Devosi pada Santa Perawan Maria dan membangun Katedral San Miguel. Dari paroki San Miguel, Romero kemudian diangkat menjadi Rektor Seminari di San Salvador.

Pada tahun 1966, Romero dipilih menjadi Sekretaris Konferensi Para Uskup untuk El Salvador. Dia juga ditunjuk menjadi Direktur dan Editor koran Orientación, milik Keuskupan Agung. Romero segera dikenal sebagai seorang imam konservatif yang gigih membela Magisterium Tradisional Gereja Katolik.

Menjadi Uskup

Pada tahun 1970, secara mengejutkan bapa suci paus Paulus VI mengangkat Oscar Romero menjadi Uskup Auksilier (Auxiliary Bishop atau Uskup Pembantu) untuk Keuskupan Agung San Salvador. Selanjutnya pada tahun 1974, ia ditunjuk sebagai Uskup Keuskupan Santiago de María, sebuah keuskupan di wilayah pedesaan yang miskin.

Pada tanggal 23 Februari 1977, Uskup Oscar Romero diangkat menjadi Uskup Agung San Salvador. Penunjukkan ini, walau disambut gembira oleh Pemerintah El Salvador, namun mengkhawatirkan beberapa pihak terutama kaum militer sayap kanan dan para pendukung Marxis. Reputasi Uskup Romero sebagai seorang yang dekat dengan kaum miskin papa, dikhawatirkan akan berdampak negatif terhadap agenda kaum Marxis yang gencar menyebarkan ideologi mereka pada kaum buruh dan petani di El Salvador. Uskup Romero juga dibenci oleh paramiliter sayap kanan karena selalu bersuara keras menentang berbagai aksi teror, intimidasi dan pelanggaran hak-hak asasi manusia yang dilakukan aparat militer terhadap rakyat miskin.

Pada tanggal 12 Maret 1977, Rutilio Grande SJ, seorang imam Jesuit yang aktif berkarya dalam pembinaan dan pemberdayaan kaum miskin papa di San Salvador, tewas terbunuh. Kematian sahabatnya itu berdampak besar pada Uskup Romero. Beberapa hari setelah pembunuhan keji tersebut, Romero berkata : "Ketika saya melihat padre Rutilio tewas terbaring di sana, saya jadi berpikir, 'Jika mereka membunuhnya karena karya yang dilakukannya, maka saya pastinya berjalan di jalur yang sama’." Ia berupaya sekuat tenaga mendesak pemerintah untuk menyelidiki kasus pembunuhan ini, tetapi permintaannya diabaikan. Pers nasional bahkan disensor untuk tidak memberitakan peristiwa pembunuhan ini. Namun pembunuhan ini sama sekali tidak menyurutkan langkahnya. Ia bahkan semakin lantang berbicara menentang berbagai pelanggaran hak asasi manusia seperti penculikkan, penyiksaan dan pembunuhan yang marak terjadi seiring semakin tidak menentunya situasi politik di El Salvador.

Pada tahun 1979, The Revolutionary Government Junta of El Salvador (Spanyol : Junta Revolucionaria de Gobierno, JRG) mengambil alih pemerintahan di El Salvador. Kediktatoran Militer ini berkuasa di tengah-tengah meningkatnya kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia oleh kelompok Paramiliter sayap kanan pro pemerintah dan gerilyawan komunis FMLN. Eskalasi kekerasan dua kelompok yang bertikai ini kemudian meletus menjadi Perang Sipil El Salvador.

“Perang Sipil El Salvador atau Perang Saudara El Salvador (1980-1992) adalah Perang antara Front Pembebasan Nasional Farabundo Martí (FMLN) yang berhaluan Marxis dengan Pemerintah Junta Militer sayap kanan El Salvador yang didukung oleh Amerika Serikat. Sekitar 75.000 orang tewas dalam perang yang berakhir dengan Perjanjian Damai Chapultepec pada tahun 1992.”

Ditengah pertempuran dan perang Ideologi antara Pemerintah Junta Militer dan Gerilyawan Marxis FMLN, Uskup Romero memimpin Gereja Katholik El Salvador untuk tidak memihak dan tetap bersuara lantang membela umat yang menderita ditengah perang. Hal ini membuatnya semakin dibenci, baik oleh Junta Militer maupun oleh FMLN.

Perang terus berkobar, kekejaman dan teror terus berlangsung. Puluhan ribu orang tewas dalam perang ini dan jutaan lainnya menjadi pengungsi. Bapa Uskup dengan hati perih menyaksikan umatnya menjadi korban dan menderita berkepanjangan akibat perang. Ia kemudian mendanai dan mengorganisir berbagai relawan kemanusiaan untuk membantu para korban perang.

Berbagai karya kemanusiaan yang dilakukannya segera mendapat perhatian dunia internasional. Pada Februari 1980, ia diberi gelar Doktor kehormatan oleh Universitas Louvain Belgia. Dalam kata sambutannya di Université catholique de Louvain, Belgia, 2 Februari 1980; Uskup Agung Romero mengungkapkan penganiayaan yang harus dialami Gereja Katolik di El Salvador :

“Dalam waktu kurang dari tiga tahun, lebih dari lima puluh imam telah diserang, diintimidasi, ditindas. Enam orang sudah menjadi martir - mereka telah dibunuh. Beberapa telah disiksa dan yang lainnya diusir [dari El Salvador]. Para biarawati juga telah dianiaya. Stasiun radio dan lembaga pendidikan keuskupan, umat Katolik atau Kristen lainnya telah diserang, diancam, diintimidasi, bahkan dibom. Beberapa komunitas paroki telah digerebek. Jika semua ini terjadi pada orang-orang yang merupakan perwakilan Gereja yang paling nyata, Anda dapat menebak apa yang telah terjadi pada umat Kristen biasa, pada para campesinos, para katekis, para pendeta awam, dan kepada komunitas berbasis gerejani. Ada ancaman, penangkapan, siksaan, pembunuhan, penomoran dalam ratusan dan ribuan ....”

Pada kunjungannya ke Eropa kali ini ia juga bertemu dengan Paus Yohanes Paulus II yang menyatakan keprihatinannya atas apa yang terjadi di El Salvador. Kepada Bapa Suci uskup Romero menjelaskan sikapnya untuk tidak mendukung Pemerintah Junta Militer El Salvador karena meskipun Nasionalis dan anti komunis, mendukung Junta Militer sama saja dengan melegitimasi berbagai aksi teror, intimidasi, serta berbagai penculikan dan pembunuhan politik yang marak terjadi di El Salvador.

Kemartiran

Pada 23 Maret 1980 di San Salvador, Uskup Romero berkotbah dengan lantang dan memohon agar para tentara El Salvador, sebagai orang Kristiani, supaya lebih mematuhi perintah Tuhan untuk saling mengasihi, dan menghentikan aksi teror, penindasan dan pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan atas nama pemerintah. Tanggal 24 maret ia menghadiri rekoleksi yang diorganisir oleh orgnisasi Opus Dei, dan ikut dalam pertemuan bulanan para imam yang dipimpin oleh Mgr. Fernando Sáenz Lacalle.

Malam itu, Uskup Agung Romero merayakan Misa di sebuah kapel kecil di Rumah Sakit de la Divina Providencia, sebuah Rumah Sakit yang dikelola para suster Penyelenggaraan Ilahi. Ia tengah menyelesaikan khotbahnya dan melangkah dari mimbar menuju ke meja altar. Sebuah mobil merah berhenti di jalan di depan kapel dan seorang pria bersenjata turun dari kendaraan. Pria ini melangkah ke pintu kapel, dan melepaskan satu (mungkin dua) tembakan terukur yang tepat menembus jantung Uskup Agung Romero. Gembala umat ini terjungkal dihadapan altar dan tewas saat itu juga. Para pembunuhnya kemudian melarikan diri.

Uskup Oscar Romero kemudian dimakamkan pada 30 Maret 1980 di Katedral Metropolitan San Salvador (Catedral Metropolitana de San Salvador). Misa Pemakaman dihadiri oleh lebih dari 250.000 pelayat dari seluruh dunia. Seorang imam Yesuit, John Dear,SJ mengatakan, "Pemakaman Uskup Romero adalah demonstrasi terbesar dalam sejarah El Salvador, beberapa orang mengatakan dalam sejarah Amerika Latin."

Saat upacara pemakaman berlangsung, sejumlah aksi teror ditebar untuk menakut-nakuti dan mencegah umat untuk mengikuti misa penguburan. Sebuah bom molotov meledak di jalan dekat katedral dan terjadi insiden penembakkan terhadap para pelayat. Banyak orang terbunuh oleh tembakan sniper dan sebagian tewas berdesakan. Sumber resmi melaporkan ada 31 orang tewas, sementara para wartawan mencatat lebih dari 50 orang meninggal dunia. Beberapa saksi mengatakan bahwa para pelaku pelemparan bom dan penembakkan adalah anggota pasukan pemerintah yang berpakaian sebagai warga sipil. Ditengah insiden penembakkan, tubuh Uskup Agung Oscar Romero dimakamkan di lantai bawah tanah Katedral. Bahkan setelah upacara penguburan usai, orang-orang terus berbaris untuk memberi penghormatan kepada Oscar Romero, Uskup Agung dan Martir Pembela Kaum Tertindas.

Dalam misa pemakamannya, hadir Kardinal Ernesto Corripio y Ahumada, sebagai delegasi pribadi Paus Yohanes Paulus II. Kardinal memuji Romero sebagai "Seorang yang penuh kasih dan membangkitkan Damai,". Kardinal juga menyatakan : "Darahnya akan memberi buah bagi persaudaraan, cinta, dan kedamaian."

Sampai saat ini, tidak ada yang pernah dituntut atas pembunuhan Uskup Agung Oscar Romero. Juga tidak ada pihak yang mengaku bertanggung jawab. Pria bersenjata yang menembak bapa Uskup pun belum teridentifikasi. Pada 24 Maret 2010 - di ulang tahun ketiga-puluh pembunuhan Uskup Romero, Presiden EL Salvador, Mauricio Funes menyatakan permintaan maaf resmi negara atas pembunuhan Uskup Romero. Berbicara di depan keluarga besar Romero, Perwakilan Gereja Katolik, para diplomat, dan pejabat pemerintah, Presiden Funes mengatakan bahwa mereka yang terlibat dalam pembunuhan itu; "Sayangnya bertindak dengan perlindungan, kolaborasi, atau partisipasi agen negara.”.

Kanonisasi

Pada hari Selasa, 3 Februari 2015, Paus Fransiskus melaui Kardinal Angelo Amato, SDB, (Prefek Kongregasi untuk Penyebab Orang Suci) secara resmi mengesahkan Kemartiran Uskup Agung Romero. Selanjutnya pada tanggal 23 Mei 2015 di Plaza Salvador del Mundo, El Salvador, Uskup Agung Oscar Romero secara resmi di Beatifikasi. Misa beatifikasi dipimpin oleh Kardinal Angelo Amato dan dihadiri sekitar 250.000 umat Katolik.

Santo Oscar Romero dikanonisasi oleh Paus Fransiskus pada tanggal 14 Oktober 2018 di Basilika Santo Petrus Roma - Vatican.

Umat Katolik El Salvador menyebut namanya sebagai "San Romero". Gereja Katolik di Amerika Latin sering memproklamasikan Romero menjadi santo pelindung tak resmi dari benua Amerika. Di luar Gereja Katolik, Uskup Oscar Romero dihormati oleh denominasi-denominasi Kristen lainnya yang meliputi Gereja Inggris dan Komuni Anglikan. Bagi Gereja Inggris, Uskup Agung Romero merupakan salah satu dari sepuluh martir abad ke-20 yang digambarkan dalam patung-patung di atas Great West Door, Westminster Abbey, London. (qq)

Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari