Doa Katolik
Doa Hari Ini

Senin V Prapaskah

Senin, 23 Maret 2037· Ungu · Pekan Psalterium I
23 Maret 2037

Bacaan Misa

Senin V Prapaskah
Bacaan Pertama

Adalah seorang orang diam di Babel, Yoyakim namanya. Ia mengambil seorang isteri yang bernama Susana anak Hilkia. Isterinya itu amat sangat cantik dan takut akan Tuhan. Karena orang tuanya benar maka anak mereka dididik menurut Taurat Musa. Adapun Yoyakim adalah amat kaya dan dimilikinya sebuah taman yang berdekatan dengan rumahnya. Oleh karena ia paling terhormat di antara sekalian orang maka orang-orang Yahudi biasa berkumpul padanya. Nah, dalam tahun itu ada dua orang tua-tua dari antara rakyat ditunjuk menjadi hakim. Tentang mereka itulah Tuhan telah berfirman: "Kefasikan telah datang dari Babel, dari kaum tua-tua, dari para hakim yang berlagak pengemudi rakyat." Orang-orang tua-tua itu sering mengunjungi rumah Yoyakim, tempat setiap orang yang mempunyai suatu perkara datang kepada mereka. Apabila menjelang tengah hari rakyat sudah pergi masuklah Susana untuk berjalan-jalan di taman suaminya. Kedua orang tua-tua itu setiap hari mengintip Susana, apabila ia masuk dan berjalan-jalan di situ. Maka timbullah nafsu berahi kepada Susana dalam hati kedua orang tua-tua itu. Mereka lupa daratan dan membuang muka, sehingga tidak memandang Sorga dan tidak ingat kepada keputusan yang adil. Sedang mereka menunggu saat yang baik maka pergilah Susana ke taman itu seperti yang sudah-sudah. Ia hanya disertai dua orang dayang, karena cuaca panas maka ia mau mandi di taman itu. Tiada seorangpun ada di sana kecuali kedua orang tua-tua itu yang bersembunyi sambil mengintip Susana. Kata Susana kepada dayang-dayangnya: "Ambilkanlah aku minyak dan urap dan tutuplah pintu-pintu taman, maka aku dapat mandi." Segera setelah dayang-dayang itu keluar bangunlah kedua orang tua-tua itu dan bergegas-gegas menuju Susana. Berkatalah mereka: "Pintu-pintu taman sudah tertutup dan tidak ada seorangpun melihat kita. Kami sangat cinta berahi kepadamu. Berikanlah hati saja dan tidurlah bersama-sama dengan kami. Tetapi kalau engkau tidak mau, pasti kami naik saksi terhadapmu, bahwa seorang pemuda kedapatan padamu dan bahwa oleh karena itulah maka dayang-dayang itu kausuruh pergi." Bernafaslah Susana lalu berkata: "Aku terdesak sekeliling. Sebab jika hal itu kulakukan, niscaya mati menanti aku. Jika tidak kulakukan, maka aku tidak lolos dari tangan kamu. Namun demikian lebih baiklah aku jatuh ke dalam tangan kamu dengan tidak berbuat demikian, dari pada berbuat dosa di hadapan Tuhan." Lalu Susana berteriak-teriak dengan suara nyaring. Tetapi kedua orang tua-tua itupun berteriak-teriak pula melawan Susana. Yang satu lari membuka pintu taman. Demi teriak di taman itu didengar oleh orang-orang yang ada di dalam rumah, bergegas-gegas masuklah mereka lewat pintu samping untuk melihat apa yang terjadi dengan Susana. Setelah kedua orang tua-tua itu memberikan keterangan-keterangan maka amat malulah para pelayan, sebab belum pernah hal semacam itu dikatakan tentang Susana. Ketika keesokan harinya rakyat berkumpul lagi pada Yoyakim, suami Susana, datang pula kedua orang tua-tua itu penuh dengan angan-angan fasik terhadap Susana untuk membunuh dia. Di depan rakyat mereka berkata: "Suruhlah ambil Susana anak Hilkia, isteri Yoyakim!" Maka diambillah ia. Datanglah Susana dengan disertai orang tuanya. Anak-anaknya dan kaum kerabatnya. Sanak saudara dan semua yang melihat Susana menangis. Sementara kedua orang tua-tua itu berdiri di tengah-tengah rakyat dan meletakkan tangan mereka di atas kepala Susana, maka Susana sendiri menengadah ke Sorga sambil menangis, sebab hatinya tetap percaya pada Tuhan. Kemudian kata kedua orang tua-tua itu: "Sedang kami berdua saja berjalan-jalan di taman, masuklah ia bersama dengan dua sahaya, lalu pintu-pintu taman itu ditutup dan disuruhnya sahaya-sahaya itu pergi. Lalu datanglah seorang pemuda yang bersembunyi di situ kepadanya dan berbaring sertanya. Ketika kami yang ada di sudut taman melihat kefasikan itu maka berlari-larilah kami kepada mereka. Walaupun kami melihat mereka tidur bersama-sama di sana, namun kami tidak dapat menangkap pemuda itu karena ia lebih kuat dari kami. Ia membuka pintu lalu melarikan diri. Tetapi dia ini kami pegang dan kami menanyakan siapa pemuda itu. Ia tidak mau memberitahu kami. Inilah kesaksian kami." Himpunan rakyat percaya akan mereka, oleh karena mereka adalah orang tua-tua di antara rakyat dan hakim. Lalu hukuman mati dijatuhkannya kepada Susana. Maka berserulah Susana dengan suara nyaring: "Allah yang kekal yang mengetahui apa yang tersembunyi dan yang mengenal sesuatu sebelum terjadi, Engkaupun tahu pula bahwa mereka itu memberikan kesaksian palsu terhadap aku. Sungguh, aku mati meskipun tidak kulakukan sesuatupun dari apa yang mereka bohongi aku." Maka Tuhan mendengarkan suaranya. Ketika Susana dibawa keluar untuk dihabisi nyawanya, maka Allah membangkitkan roh suci dari seorang anak muda, Daniel namanya. Berserulah ia dengan suara nyaring: "Aku ini tidak bersalah terhadap darah perempuan itu!" Maka segenap rakyat berpaling kepada Daniel, katanya: "Apakah maksudnya yang kaukatakan itu?" Danielpun lalu berdiri di tengah-tengah mereka, katanya: "Demikian bodohkah kamu, hai orang Israel? Adakah kamu menghukum seorang puteri Israel tanpa pemeriksaan dan tanpa bukti? Kembalilah ke tempat pengadilan, sebab kedua orang itu memberikan kesaksian palsu terhadap perempuan ini!" Bergegas-gegas kembalilah rakyat lalu orang-orang tua itu berkata kepada Daniel: "Kemarilah, duduklah di tengah-tengah kami dan beritahulah kami. Sebab Allah telah menganugerahkan kepadamu martabat orang tua-tua." Lalu kata Daniel kepada orang-orang yang ada di situ: "Pisahkanlah mereka berdua itu jauh-jauh, maka mereka akan kuperiksa." Setelah mereka dipisahkan satu sama lain maka Daniel memanggil seorang di antara mereka dan berkata kepadanya: "Hai engkau, yang sudah beruban dalam kejahatan, sekarang engkau ditimpa dosa-dosa yang dahulu telah kauperbuat dengan menjatuhkan keputusan-keputusan yang tidak adil, dengan menghukum orang yang tidak bersalah dan melepaskan orang yang bersalah, meskipun Tuhan telah berfirman: Orang yang tak bersalah dan orang benar janganlah kaubunuh. Oleh sebab itu, jika engkau sungguh-sungguh melihat dia, katakanlah: Di bawah pohon apakah telah kaulihat mereka bercampur?" Sahut orang tua-tua itu: "Di bawah pohon mesui." Kembali Daniel berkata: "Baguslah engkau mendustai kepalamu sendiri! Sebab malaikat Allah sudah menerima firman dari Allah untuk membelah engkau!" Setelah orang itu disuruh pergi Danielpun lalu menyuruh bawa yang lain kepadanya. Kemudian berkatalah Daniel kepada orang itu: "Hai keturunan Kanaan dan bukan keturunan Yehuda, kecantikan telah menyesatkan engkau dan nafsu berahi telah membengkokkan hatimu. Kamu sudah biasa berbuat begitu dengan puteri-puteri Israel dan merekapun terpaksa menuruti kehendakmu karena takut. Tetapi puteri Yehuda ini tidak mau mendukung kefasikanmu! Oleh sebab itu, katakanlah kepadaku: Di bawah pohon apakah telah kaudapati mereka bercampur?" Sahut orang tua-tua itu: "Di bawah pohon berangan." Kembali Daniel berkata: "Baguslah engkau mendustai kepalamu sendiri. Sebab malaikat Allah sudah menunggu-nunggu dengan pedang terhunus untuk membahan engkau, supaya membinasakan kamu!" Maka berseru-serulah seluruh himpunan itu dengan suara nyaring. Mereka memuji Allah yang menyelamatkan siapa saja yang berharap kepada-Nya. Serentak mereka bangkit melawan kedua orang tua-tua itu, sebab Daniel telah membuktikan dengan mulut mereka sendiri bahwa mereka telah memberikan kesaksian palsu. Lalu mereka diperlakukan sebagaimana mereka sendiri mau mencelakakan sesamanya. Sesuai dengan Taurat Musa kedua orang itu dibunuh. Demikian pada hari itu diselamatkan darah yang tak bersalah.

Mazmur Tanggapan

TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;
Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.
Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.
Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.
Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

Bacaan Injil

tetapi Yesus pergi ke bukit Zaitun. Pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka. Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah. Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: "Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah. Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?" Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah. Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu." Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah. Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya. Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: "Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?" Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus: "Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."

Invitatorium

Senin V Prapaskah

Pembukaan

AntifonMarilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.

Mazmur 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku."

AntifonMarilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.

Ibadat Bacaan

Senin V Prapaskah

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, datanglah menolong aku.
℟.Tuhan, bersegeralah menolong aku.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Engkaulah Tuhanku dan Allahku
dan aku mengasihi-Mu.
Sendiri dan tertolak, sengsara-Nya dimulai
Ia menerima cawan kematian demi dosa-dosaku.
Oh Yesus, Oh Yesus
Maukah Engkau membiarkan aku tinggal?
Berbagi seteguk dari cawan-Mu
Berjaga bersama-Mu dan berdoa.
Dikhianati dan ditinggalkan
Diseret ke aula
Meskipun dicambuk oleh Tentara Romawi,
Dosa-dosa kami paling menyakiti-Mu.
Oh Yesus, Oh Yesus
Dibela oleh begitu sedikit orang
Begitu banyak darah dari luka-luka-Mu
Bagaimana aku bisa menghibur-Mu?
Engkaulah Tuhanku dan Allahku
dan aku mengasihi-Mu.
Mahkota duri
dipaksakan di kepala-Mu
Aku berpaling menghadapi yang bersalah
Aku melihat dosa-dosaku sebagai gantinya.
Oh Yesus, Oh Yesus
Dalam penderitaan-Mu
Dalam air mata-Mu, dalam darah-Mu
Engkau berdiri sebagai Kristus Raja.
Memeluk salib-Mu
Engkau mulai menuju Kalvari
Hancur oleh begitu banyak kejahatan
Engkau berpaling menatapku.
Oh Yesus, Oh Yesus
Apakah aku mendengar-Mu memanggil
Memintaku untuk tetap di sisi-Mu
Untuk menolong-Mu jika Engkau jatuh?
Engkaulah Tuhanku dan Allahku
dan aku mengasihi-Mu.
Engkaulah Tuhanku dan Allahku
dan aku mengasihi-Mu.
Diangkat di puncak bukit
Seolah-olah semuanya telah gagal
Demi keselamatan kami, Yesus,
Demi kami Engkau dipaku.
Oh Yesus, Oh Yesus
Aku datang untuk tinggal
Saat Engkau wafat di salib-Mu
Dengan gemetar Engkau berkata
Cintai (aku), mengapa Engkau tidak mencintai (aku)
Tolong cintai (aku)
Cintai aku, aku berseru
Mengapa Engkau tidak mencintai aku
Aku mengulurkan tangan
Tolong cintai aku
Oh betapa aku merindukan cinta-Mu.
Cintai aku, aku berseru
Mengapa Engkau tidak mencintai aku
Aku mengulurkan tangan ini kepada-Mu
Tolong cintai aku
Oh betapa aku merindukan cinta-Mu.
Cintai aku, aku berseru
Mengapa Engkau tidak mencintai aku
Aku mengulurkan tangan ini kepada-Mu
Tolong cintai aku
Oh betapa aku merindukan cinta-Mu.
Engkaulah Tuhanku dan Allahku
dan aku mengasihi-Mu.
Engkaulah Tuhanku dan Allahku
dan aku mengasihi-Mu.

Pendarasan Mazmur

Antifon 1Tunjukkanlah belas kasihan-Mu kepadaku, Tuhan, dan lindungilah aku.

Mazmur 6

Seorang yang menderita berseru kepada Allah memohon belas kasihan

Aku sangat terkejut… Bapa, selamatkanlah aku dari saat ini (Yohanes 12:27).

Tuhan, janganlah menegur aku dalam murka-Mu:
janganlah menghukum aku dalam amarah-Mu.
Kasihanilah aku, Tuhan, aku tidak berdaya;
Tuhan, sembuhkanlah aku, tubuhku remuk redam;
jiwaku remuk redam karena kesakitan.
Tetapi Engkau, ya Tuhan… berapa lama lagi?
Kembalilah, Tuhan, selamatkanlah jiwaku.
Selamatkanlah aku dalam kasih belas kasihan-Mu,
sebab dalam kematian tak seorang pun mengingat Engkau;
dari kubur, siapa yang dapat memuji Engkau?
Aku lelah karena keluh kesahku;
setiap malam aku membasahi bantal dengan air mata;
aku membasahi tempat tidurku dengan tangisan.
Mataku merana karena kesedihan;
aku telah menjadi tua dikelilingi oleh musuh-musuhku.
Pergilah dari hadapanku, semua yang berbuat jahat;
sebab Tuhan telah mendengar tangisanku.
Tuhan telah mendengar permohonanku;
Tuhan akan menerima doaku.
Semua musuhku akan mundur dalam kebingungan,
digagalkan dan tiba-tiba dipermalukan.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Tuhan Allah, Engkau mengasihi belas kasihan dan kelembutan; Engkau memberi kehidupan dan mengalahkan kematian. Pandanglah banyak luka Gereja-Mu; pulihkanlah kesehatannya oleh Putra-Mu yang bangkit, agar ia dapat menyanyikan lagu baru sebagai pujian bagi-Mu.

AntifonTunjukkanlah belas kasihan-Mu kepadaku, Tuhan, dan lindungilah aku.

Antifon 2Orang miskin tidak sendirian dalam kesusahan mereka; Allah ada di sana untuk menolong mereka.

Mazmur 9A
Syukur atas kemenangan

Engkau akan datang lagi untuk menghakimi orang hidup dan orang mati.
I
Aku akan memuji Engkau, Tuhan, dengan segenap hatiku;
aku akan menceritakan segala keajaiban-Mu.
Aku akan bersukacita dalam Engkau dan bergembira,
dan menyanyikan mazmur bagi nama-Mu, ya Yang Mahatinggi.
Lihatlah bagaimana musuh-musuhku mundur,
bagaimana mereka tersandung dan binasa di hadapan-Mu.
Engkau menegakkan keadilan perkaraku;
Engkau duduk di takhta, menghakimi dengan adil.
Engkau telah menghalau bangsa-bangsa, membinasakan orang fasik;
Engkau telah menghapus nama mereka untuk selama-lamanya.
Musuh telah dihancurkan, binasa selamanya.
Engkau mencabut kota-kota mereka: ingatan akan mereka telah lenyap.
Tetapi Tuhan duduk di takhta untuk selama-lamanya.
Ia telah mendirikan takhta-Nya untuk penghakiman;
Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan,
Ia akan menghakimi bangsa-bangsa dengan kebenaran-Nya.
Bagi yang tertindas biarlah Tuhan menjadi benteng,
benteng di masa kesusahan.
Mereka yang mengenal nama-Mu akan percaya kepada-Mu:
Engkau tidak akan pernah meninggalkan mereka yang mencari Engkau.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonOrang miskin tidak sendirian dalam kesusahan mereka; Allah ada di sana untuk menolong mereka.

Antifon 3Aku akan menjadi pewarta pujian-Mu, Tuhan, di mana umat Sion berkumpul.

II
Nyanyikanlah mazmur bagi Tuhan yang berdiam di Sion.
Wartakanlah perbuatan-Nya yang perkasa di antara bangsa-bangsa;
sebab Pembalas darah telah mengingat mereka,
tidak melupakan seruan orang miskin.
Kasihanilah aku, Tuhan, lihatlah penderitaanku,
Engkau yang menyelamatkan aku dari gerbang kematian;
agar aku dapat menceritakan segala pujian-Mu
di gerbang kota Sion
dan bersukacita dalam pertolongan keselamatan-Mu.
Bangsa-bangsa telah jatuh ke dalam lubang yang mereka buat,
kaki mereka terperangkap dalam jerat yang mereka pasang.
Tuhan telah menyatakan diri-Nya, dan memberikan penghakiman.
Orang fasik terperangkap dalam perbuatan tangan mereka sendiri.
Biarlah orang fasik turun ke antara orang mati,
semua bangsa yang melupakan Allah.
Sebab orang miskin tidak akan selalu dilupakan
pun harapan orang miskin tidak akan sia-sia.
Bangkitlah, Tuhan, jangan biarkan manusia menang!
Biarlah bangsa-bangsa dihakimi di hadapan-Mu.
Tuhan, seranglah mereka dengan teror,
biarlah bangsa-bangsa tahu bahwa mereka hanyalah manusia.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Tuhan Allah, ketika Engkau menghakimi, janganlah tuli terhadap seruan orang miskin; datangkanlah malapetaka atas kegilaan para penindas. Pandanglah luka-luka kami dan selamatkanlah kami dari gerbang kematian, agar kami selalu bersukacita dalam pertolongan-Mu dan mengucapkan pujian-Mu di gerbang Sion.

AntifonAku akan menjadi pewarta pujian-Mu, Tuhan, di mana umat Sion berkumpul.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) – saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Berpalinglah dari dosa dan setialah kepada Injil.

℟ Kerajaan Allah sudah dekat.

Bacaan

Bacaan Pertama

Dari Surat kepada Orang Ibrani

2:5-18

Yesus, pencipta keselamatan, telah menjadi seperti kita dalam segala hal
Sebab bukan kepada malaikat-malaikat Ia menundukkan dunia yang akan datang, yang kita bicarakan ini. Tetapi ada suatu tempat di mana seseorang telah memberi kesaksian demikian:
“Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya,
atau anak manusia, sehingga Engkau memperhatikannya?
Engkau telah membuatnya sedikit lebih rendah dari malaikat-malaikat;
Engkau telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat,
dan menempatkan segala sesuatu di bawah kakinya.”
Sebab dalam menundukkan segala sesuatu kepada-Nya, Allah tidak meninggalkan sesuatu pun yang tidak ditundukkan. Sekarang ini kita belum melihat segala sesuatu ditundukkan demikian, tetapi kita melihat Yesus yang karena penderitaan maut dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat: Yesus, yang untuk sementara waktu dibuat sedikit lebih rendah dari malaikat-malaikat, agar oleh kasih karunia Allah Ia merasakan maut bagi semua orang.
Memang pantaslah bahwa Allah, yang bagi-Nya dan oleh-Nya segala sesuatu ada, yang membawa banyak anak kepada kemuliaan, menyempurnakan pemimpin keselamatan mereka melalui penderitaan. Ia yang menguduskan dan mereka yang dikuduskan berasal dari satu Bapa yang sama. Oleh karena itu Ia tidak malu menyebut mereka saudara, dengan berkata:
“Aku akan memberitakan nama-Mu kepada saudara-saudaraku,
Aku akan menyanyikan pujian-Mu di tengah-tengah jemaat”;
dan,
“Aku akan menaruh kepercayaan-Ku kepada-Nya”;
dan lagi,
“Lihatlah, Aku dan anak-anak yang telah Allah berikan kepada-Ku!”
Karena anak-anak itu adalah manusia dari darah dan daging, Yesus pun turut mengambil bagian yang sama dalam hal itu, agar oleh kematian-Nya Ia dapat melumpuhkan iblis, penguasa maut, dan membebaskan mereka yang karena takut akan maut telah menjadi budak sepanjang hidup mereka. Sesungguhnya Ia tidak datang untuk menolong malaikat-malaikat, melainkan keturunan Abraham; oleh karena itu Ia harus menjadi seperti saudara-saudara-Nya dalam segala hal, agar Ia dapat menjadi Imam Besar yang berbelas kasihan dan setia di hadapan Allah demi mereka, untuk mendamaikan dosa-dosa umat. Karena Ia sendiri telah diuji melalui apa yang Ia derita, Ia mampu menolong mereka yang dicobai.

Responsorium Ibrani 2:11, 17; Barukh 3:38

Kristus yang menguduskan manusia, dan manusia yang dikuduskan, berasal dari satu keturunan. Ia harus menjadi seperti saudara-saudara-Nya dalam segala hal,

℟ agar Ia menjadi Imam Besar mereka yang berbelas kasihan dan setia.
Allah terlihat di bumi, Ia hidup di antara manusia.

℟ Agar Ia menjadi Imam Besar mereka yang berbelas kasihan dan setia.

Bacaan Kedua

Dari tafsiran Mazmur oleh Santo Yohanes Fisher, uskup dan martir

Jika ada yang berdosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa
Imam Besar kita adalah Kristus Yesus, kurban kita adalah tubuh-Nya yang berharga yang Ia kurbankan di altar salib demi keselamatan semua manusia.
Darah yang dicurahkan untuk penebusan kita bukanlah darah kambing jantan dan anak lembu (seperti dalam hukum lama) melainkan darah Anak Domba yang paling tak bersalah, Kristus Yesus Juruselamat kita.
Bait suci tempat Imam Besar kita mempersembahkan kurban bukanlah yang dibuat oleh tangan manusia melainkan dibangun oleh kuasa Allah sendiri. Sebab Ia mencurahkan darah-Nya di hadapan dunia, sebuah bait suci yang dibentuk oleh tangan Allah sendiri.
Bait suci ini, bagaimanapun, memiliki dua bagian. Yang pertama adalah bumi, yang sekarang kita huni. Yang kedua belum kita ketahui sebagai manusia.
Kristus pertama kali mempersembahkan kurban di bumi ini, ketika Ia mengalami kematian-Nya yang paling pahit. Kemudian, mengenakan jubah baru keabadian, dengan darah-Nya sendiri Ia masuk ke dalam tempat maha kudus, yaitu ke surga. Di sana Ia juga menunjukkan di hadapan takhta Bapa surgawi darah yang tak ternilai harganya yang telah Ia curahkan tujuh kali demi semua manusia yang tunduk pada dosa.
Kurban ini begitu menyenangkan dan diterima oleh Allah sehingga segera setelah Ia melihatnya, Ia harus segera mengasihani kita dan memberikan belas kasihan kepada semua yang benar-benar bertobat.
Selain itu, kurban ini abadi. Kurban ini dipersembahkan tidak hanya setiap tahun (seperti pada orang Yahudi) tetapi juga setiap hari untuk penghiburan kita, dan bahkan setiap jam dan setiap saat juga, sehingga kita memiliki alasan terkuat untuk penghiburan. Itulah sebabnya Rasul menambahkan: Ia telah memperoleh penebusan yang kekal.
Semua yang telah memulai penyesalan dan pertobatan sejati atas dosa-dosa yang telah mereka lakukan, dan bertekad kuat untuk tidak berbuat dosa lagi di masa depan tetapi untuk terus-menerus mengejar kebajikan yang telah mereka mulai sekarang, semua ini menjadi bagian dari kurban suci dan kekal ini.
Santo Yohanes menyatakannya kepada kita dengan kata-kata ini: Anak-anakku, aku menulis ini kepadamu supaya kamu jangan berbuat dosa. Tetapi jika ada yang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus yang benar. Dan Ia adalah pendamaian untuk dosa-dosa kita, dan bukan hanya untuk dosa-dosa kita, tetapi juga untuk dosa-dosa seluruh dunia.

Responsorium Roma 5:10, 8, 9

Sebab jika ketika kita masih menjadi musuh, kita didamaikan dengan Allah oleh kematian Putra-Nya,

℟ sekarang setelah kita menjadi sahabat-Nya, kita dapat lebih yakin lagi bahwa kita akan diselamatkan oleh hidup Putra-Nya.
Ketika kita masih berdosa, Kristus telah mati untuk kita.

℟ Sekarang setelah kita menjadi sahabat-Nya, kita dapat lebih yakin lagi bahwa kita akan diselamatkan oleh hidup Putra-Nya.

Doa Penutup

Ya Allah,
oleh rahmat-Mu yang ajaib
kami diperkaya dengan segala berkat,
anugerahkanlah kepada kami agar kami beralih dari cara-cara lama ke hidup baru,
agar kami disiapkan untuk kemuliaan Kerajaan surgawi.
Dengan pengantaraan Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,
yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,
Allah, sepanjang segala abad.

℟ Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)

Marilah kita memuji Tuhan.

℟ Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Senin V Prapaskah

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Kristus surya keadilan
Kini fajar Kaudatangkan
Enyahkanlah kegelapan
Tampilkanlah kehidupan.

S'moga pertobatan kami
Di masa Prapaska ini
menurunkan rahmat ampun
Atas dosa yang bertimbun.

Bila tiba hari paska
Perkenanankan para hamba
Bersorak kegembiraan
Merayakan kebangkitan.

Ya Tritunggal mahasuci
Trimalah pujian kami
Yang kami lambungkan ini
Dengan ikhlas penuh bakti. Amin.

Antifon 1KepadaMu aku berdoa, ya Tuhan; waktu pagi Engkau mendengarkan seruanku.

Mazmur 5,2-10. 12-13

Dengarkanlah kata-kataku, ya Tuhan,*
indahkanlah keluh kesahku.

Perhatikanlah permohonanku,*
ya rajaku dan Allahku.

KepadaMu aku berdoa, ya Tuhan,+
waktu pagi Engkau mendengar seruanku,*
sejak pagi aku mengharapkan belas-kasihMu.

Sebab Engkau bukan Allah yang berkenan akan kejahatan,*
orang jahat tidak boleh bertamu padaMu.

Orang berdosa tak dapat bertahan di hadapan pandanganMu,*
Engkau membenci orang yang melakukan kejahatan.

Pembohong Kaubinasakan,*
Engkau muak akan penumpah darah dan penipu.

Tetapi aku, berkat kasih setiaMu yang besar,*
akan masuk ke dalam rumahMu.

Aku sujud ke arah rumahMu yang kudus,*
penuh khidmat, ya Tuhanku.

Bimbinglah aku dengan setia, karena banyaklah lawanku,*
ratakanlah jalanMu di hadapanku.

Sungguh, tak ada yang jujur pada mulut mereka,*
batinnya penuh rencana busuk.

Tenggorokannya bagaikan kubur ternganga,*
lidah mereka licik merayu.

Tetapi orang yang berlindung padaMu akan bersukacita,*
dan bergembira selama-lamanya.

Karena lindunganMu bersukarialah,*
mereka yang mengasihi namaMu.

Sebab Engkau memberkati orang takwa, ya Tuhan,*
Engkau melingkupi mereka dengan perisai cintaMu.

Antifon 1KepadaMu aku berdoa, ya Tuhan, waktu pagi Engkau mendengarkan seruanku.

Antifon 2Kami memuji namaMu yang mulia, ya Allah.

1Taw 29,10-13

Terpujilah Engkau, ya Tuhan, selama-lamanya,*
Allah Israel, Allah leluhur kami.

Engkaulah, ya Tuhan, luhur dan perkasa,*
gemilang dan berseri semarak.

Sebab milikMulah langit dan bumi,+
bagiMulah kerajaan, ya Tuhan,*
Engkau unggul melampaui semua penguasa.

Kekayaan dan kemuliaan berasal dari padaMu,*
dan segalanya Kaukuasai.

Di tanganMulah kekuatan dan keperkasaan,*
segala yang jaya karya tanganMu.

Maka kini kami bersembah sujud, ya Allah,*
dan memuji namaMu yang mulia.

Antifon 2Kami memuji namaMu yang mulia, ya Allah.

Antifon 3Sujudlah kepada Tuhan dengan hormat dan khidmat.

Mazmur 28

Sampaikanlah kepada Tuhan, hai penghuni surga,*
sampaikanlah kepada Tuhan kemuliaan dan kekuasaan.

Sampaikanlah kepada Tuhan kemuliaan namaNya,*
sujudlah kepadaNya dengan hormat dan khidmat.

Suara Tuhan di atas langit,*
Allah yang mulia bergemuruh di angkasa raya.

Suara Tuhan penuh kekuatan,*
suara Tuhan penuh semarak.

Suara Tuhan mematahkan pohon-pohon jati,*
Menumbangkan jati raksasa.

Suara Tuhan membuat gunung melonjak-lonjak bagaikan anak lembu,*
dan bukit bagaikan anak kuda.

Suara Tuhan meledakkan mata petir,*
dan menggetarkan padang gurun.

Suara Tuhan meggoyangkan pohon,*
merontokkan dedaunan hutan.

Maka dalam rumah Tuhan,*
semua berseru; Mulia! Mulia!

Tuhan bertakhta di surga,*
bersemayam sebagai raja selama-lamanya.

Tuhan memberikan kekuatan kepada umat,*
umat diberkatiNya dengan damai sejahtera.

Antifon 3Sujudlah kepada Tuhan dengan hormat dan khidmat.

Bacaan Singkat: (Kel 19,4-6a)

Kamu sendiri telah melihat, bagaimana Aku telah mengangkat dan membawa kamu kepadaKu laksana di atas sayap rajawali. Apabila kamu sekarang sungguh-sungguh mendengarkan perkataanKu dan mau menepati perjanjianKu, maka kamu akan menjadi milikKu, yang Kupilih dari antara segala bangsa. Kamu akan merupakan bagiKu suatu kaum raja dan imam, suatu bangsa yang kudus.

Lagu Singkat:

℣.Tuhan akan melepaskan daku dari perangkap,* Dan dari jerat musuh.℟.Tuhan.℣.Dari lawan yang memfitnah.℟.Dan dari jerat musuh.℣.Kemuliaan.℟.Tuhan.

Antifon KidungBarang siapa mengikuti Aku, tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan akan memiliki terang kehidupan.

Kidung Zakaria Luk 1,68-79

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan;*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Antifon KidungBarang siapa mengikuti Aku, tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan akan memiliki terang kehidupan.

Doa Permohonan:

Terpujilah Yesus, penyelamat kita, sebab Ia telah membuka jalan keselamatan bagi kita dengan kematianNya. Marilah kita berdoa:

℟.Tuntunlah umatMu pada jalan yang lurus, ya Tuhan.℣.Allah mahapengasih, Engkau telah memberi kami hidup baru dengan pembaptisan,* semoga kami tiap-tiap hari semakin menyerupai Engkau.℣.Semoga kami pada hari ini menggembirakan hati orang miskin dengan amal bakti kami,* dan menyadari kehadiranMu dalam diri mereka.℣.Semoga kami membaktikan diri kepadaMu dengan jujur dan tulus ikhlas,* serta mencari Engkau dengan segenap hati.℣.Ampunilah dengan rela hati kesalahan kami melawan kerukunan umat,* dan bantulah kami agar tetap sehati sejiwa.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Ya Tuhan, demi cintaMu yang agung kami Kauperkaya dengan pelbagai karunia. Bantulah kami berbalik dari hidup berdosa kepada hidup baru dan menjadi layak untuk kerajaan surga. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup ...

Ibadat Sebelum Tengah Hari

Senin V Prapaskah

SENIN — Prapaskah — IBADAT SEBELUM TENGAH HARI (Tertia)

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Roh Kudus, datanglah kini,
satu dengan Bapa dan Putra;
sudilah Engkau bersegera,
mencurah penuh ke hati kami.

Mulut, lidah, budi, dan rasa,
serta tenaga wartakan iman;
berkobarlah kasih bagai api,
nyalanya menjangkau sesama.

Kenalkanlah kami pada Bapa,
dan pada Putra melalui-Mu;
Engkau Roh dari keduanya,
kami imani sepanjang masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Mazmur 119 (120)

Dalam kesesakanku aku berseru kepada Tuhan,*
dan Ia mendengarkan daku.

Ya Tuhan, lepaskanlah aku dari bibir pendusta,*
dan dari lidah penipu.

Tuhan pasti membalas kamu,*
Ia pasti mengganjar kamu, hai para penipu!

Dengan panah tajam dari busur tentara,*
dengan bara yang berpijar-pijar.

Celakalah aku entah aku tinggal jauh di daerah Mesekh,*
entah jauh di perkemahan Kedar!

Aku masih tinggal terlalu dekat juga,*
pada orang yang membenci perdamaian.

Kalau aku, perdamaianlah yang kubicarakan,*
sedangkan mereka hanya peperangan.

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Mazmur 120 (121)

Aku melayangkan pandangan ke Gunung,*
dari manakah dapat kuharapkan pertolongan?

Pertolonganku dari Tuhan,*
yang menjadikan langit dan bumi.

Ia takkan membiarkan kakimu tersandung,*
yang menjagamu takkan mengantuk.

Sungguh, takkan mengantuk dan tertidur,*
yang menjaga Israel.

Tuhan menjaga dan menaungi kamu,*
Yang mahatinggi adalah kekuatanmu.

Matahari takkan menyakiti kamu di waktu siang,*
maupun bulan di waktu malam.

Tuhan menjaga kamu terhadap segala kemalangan,*
Ia menjaga nyawamu.

Tuhan menjaga segala tingkah lakumu,*
sekarang dan selama-lamanya.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Mazmur 121 (122)

Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku,*
"Mari kita pergi ke rumah Tuhan".

Sekarang kami telah berdiri,*
di gerbangmu, hai Yerusalem!

Hai Yerusalem, engkau dibangun,*
sebagai kota yang rapat tersusun.

Suku bangsa berziarah kepadamu,*
suku bangsa Tuhan.

Untuk bersyukur kepada Tuhan,*
sesuai dengan peraturan Israel.

Di sanalah terdapat kursi pengadilan,*
kursi keluarga raja Daud.

Mohonkanlah damai sejahtera bagi Yerusalem,*
"Damai sejahtera bagi orang yang mencintai engkau!"

Semoga damai sejahtera turun atas wilayahmu,*
dan kemakmuran atas istanamu.

Atas nama semua saudara dan sahabatku,*
aku mengucapkan selamat kepadamu.

Demi bait Tuhan, Allah kita,*
aku memohonkan kebahagiaan bagimu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Bacaan singkat (Sap 11, 23-24 a)

Akan tetapi justru karena Engkau berkuasa akan segala sesuatu, maka semua orang Kaukasihani, dan dosa manusia tidak Kauperhatikan, supaya mereka bertobat. Sebab Engkau mengasihi segala yang ada, dan Engkau tidak benci kepada barang apapun yang telah Kaubuat. Sebab andaikata sesuatu Kaubenci, niscaya tidak Kauciptakan.

Ayat Singkat

℣.Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah.℟.Dan perbaharuilah semangat yang teguh dalam batinku.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, pada jam ketiga Engkau dihantar ke hukuman salib demi keselamatan dunia; dengan rendah hati kami mohon kepada-Mu, agar atas kejahatan masa lampau kami senantiasa memperoleh ampun pada-Mu, dan terhadap masa depan kami tetap Kaulindungi. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Tengah Hari

Senin V Prapaskah

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Engkau Tuhan raja mulya
Yang mengatur segalanya
Fajar pagi Kauterbitkan
Panas siang Kaukobarkan.

Padamkan api sengketa
Yang memisahkan sesama
Teguhkan s'mangat berpadu
Yang menyatukan sekutu.

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Antifon 1Sabda Tuhan menyenangkan hati dan menerangi mata.

Mazmur 18B (19B)

Sabda Tuhan sempurna,*
menyegarkan jiwa.

Peraturan Tuhan teguh,*
membuat arif orang bersahaja.

Titah Tuhan tepat,*
menyenangkan hati.

Perintah Tuhan jelas,*
menerangi mata.

Hikmat Tuhan baik,*
tetap selamanya.

Keputusan Tuhan benar,*
adil selalu.

Lebih indah dari pada emas murni,*
lebih manis dari pada madu lebah.

Aku memperhatikan hukumMu,*
maka besarlah ganjaranku.

Siapa sadar akan pelanggarannya?*
Ampunilah dosa yang tak kusadari.

Lindungilah hambaMu terhadap keangkuhan,*
jangan aku dikuasai olehnya.

Maka hidupku suci,*
bebas dari pelanggaran besar.

Semoga Engkau berkenan akan ucapan mulutku,+
dan akan renungan hatiku di hadapanMu,*
ya Tuhan, padas dan penebusku.

Antifon 1Sabda Tuhan menyenangkan hati dan menerangi mata.

Antifon 2Tuhan akan bangkit untuk merajai bangsa-bangsa dengan adil.

Mazmur 7 I

Ya Tuhan, Allahku, kepadaMu aku berlindung,*
selamatkan daku dari para pengejarku dan bebaskan daku.

Jangan sampai mereka menerkam aku seperti singa,*
dan menyeret aku, tanpa ada yang membebaskan.

Ya Tuhan, Allahku, jika aku bersalah,*
jika tanganku berbuat curang,

jika aku berbuat jahat terhadap kawan,*
atau merugikan lawan yang tak beralasan,

biarlah musuh mengejar dan menangkap aku,+
menginjak-injak hidupku ke tanah,*
melemparkan kemuliaanku ke dalam debu.

Bangkitlah, Tuhan, dalam kemurkaanMu,+
melawan amarah para penindasku;*
lindungilah aku dengan menjatuhkan hukuman.

Hendaklah bangsa-bangsa berkumpul mengelilingi Engkau,*
bertakhtalah dan rajailah mereka.

Engkaulah hakim segala bangsa,+
hakimilah aku sesuai dengan kejujuranku,*
dan menurut kesucian hatiku.

Semoga berakhirlah kejahatan orang berdosa,+
Teguhkanlah hati orang yang baik,*
ya Allah yang adil, yang menyelami lubuk hati.

Antifon 2Tuhan akan bangkit untuk merajai bangsa-bangsa dengan adil.

Antifon 3Allah hakim yang adil dan kuat, penyelamat orang yang tulus hati.

Mazmur 7 II

Perisaiku ialah Allah,*
penyelamat orang yang tulus hati.

Allah itu hakim yang adil,*
amarahNya berkobar setiap hari.

Biar penindas mengasah pedang,*
melenturkan busur dan membidik;

namun bagi diri sendirilah ia menyiapkan senjata maut,*
dan menyalakan anak panahnya.

Ia mengandung kejahatan,*
ia hamil kelaliman dan melahirkan dusta.

Ia membuat lubang dan menggalinya,*
lalu terperosok sendiri ke dalamnya.

Begitulah kelaliman kembali kepada si jahat,*
dan kekerasan menimpa dia sendiri.

Aku bersyukur kepada Tuhan karena keadilanNya,*
dan bermazmur bagi nama Tuhan yang mahatinggi.

Antifon 3Allah hakim yang adil dan kuat, penyelamat orang yang tulus hati.

Bacaan Singkat: (Yes 58,7)

Bagikanlah makananmu kepada orang lapar; terimalah orang gelandangan di rumahmu. Kalau kamu melihat orang telanjang, berilah mereka pakaian.

℣.Hendaklah kamu berbelas kasih.℟.Seperti Bapamu berbelas kasih.

Doa Penutup

Ya Tuhan, demi cintaMu yang agung kami Kauperkaya dengan pelbagai karunia. Bantulah kami berbalik dari hidup berdosa kepada hidup baru dan menjadi layak untuk kerajaan surga. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup ...

Ibadat Sesudah Tengah Hari

Senin V Prapaskah

SENIN — Prapaskah — IBADAT SESUDAH TENGAH HARI (Nona)

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Allah, kekuatan yang teguh,
tak tergoyahkan tinggal dalam-Mu;
Engkau menata waktu terang siang
dalam pergantian yang berurutan.

Karuniakanlah senja yang cerah,
agar hidup tak pernah pudar,
melainkan pahala kematian kudus:
kemuliaan kekal menyongsong kami.

Kabulkanlah, ya Bapa mahakasih,
dan Putra Tunggal setara Bapa,
bersama Roh Kudus Penghibur,
yang meraja sepanjang segala masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Mazmur 125 (126)

Ketika Tuhan memulangkan tawanan Sion,*
kita seperti orang yang bermimpi.

Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa,*
dan lidah kita dengan sorak-sorai.

Bahkan bangsa-bangsa kafir mengakui,*
"Agunglah karya Tuhan bagi mereka".

Sungguh agung karya Tuhan bagi kita,*
sebab itu kita bersukacita.

Tuhan telah memulihkan nasib kita,*
seperti sungai kering berair lagi di musim hujan.

Yang menabur dengan bercucuran air mata,*
akan menuai dengan bersorak-sorai.

Ia pergi dengan menangis sambil membawa kantong benihnya,*
ia pulang sambil bernyanyi membawa berkas panenannya.

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Mazmur 126 (127)

Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah,*
sia-sialah para pembangun bekerja.

Jikalau bukan Tuhan yang menjaga kota,*
sia-sialah para pengawal berjaga.

Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi,+
pergi tidur larut malam,*
dan mencari nafkah dengan susah payah.

Tetapi Tuhan menganugerahkan kesejahteraan,*
kepada orang yang dicintaiNya.

Putera-putera sungguh anugerah Tuhan,*
dan buah kandungan sungguh ganjaranNya.

Seperti anak panah di tangan pahlawan,*
demikianlah putera yang diperanakkan pada masa muda.

Berbahagialah orang yang mengisi,*
tabung panahnya sampai penuh.

Ia tidak akan dipermalukan oleh musuh,*
tetapi akan menghalau mereka dari pintu gerbang.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Mazmur 127 (128)

Berbahagialah setiap orang yang takwa,*
yang hidup sesuai dengan bimbingan Tuhan.

Engkau akan menikmati hasil jerih payahmu,*
hidupmu akan bahagia dan sejahtera.

Isterimu subur dalam rumahmu bagaikan pokok anggur,*
anak-anakMu mengelilingi mejamu bagaikan tunas zaitun.

Demikianlah suami yang takwa akan diberkati,*
semoga Tuhan memberkati engkau dari Sion.

Semoga engkau menikmati kemakmuran Yerusalem seumur hidup,*
dan melihat anak cucumu turun-temurun.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Bacaan singkat (Is 58, 6a. 7)

Bukan! Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk, supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri!

Ayat Singkat

℣.Persembahan kepada Allah ialah jiwa yang hancur.℟.Hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghantar penjahat yang bertobat dari kayu salib masuk ke dalam kerajaan-Mu; sambil mengakui dosa-dosa kami, dengan penuh kepercayaan kami mohon kepada-Mu, agar sesudah kematian Engkau membuat kami masuk dengan sukacita melalui pintu firdaus. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sore

Senin V Prapaskah

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Yesus Engkau menganjurkan
Supaya kami bertahan
Dalam pantang dan puasa
Agar slamat sejahtera.

Dampingilah para umat
Yang kini ingin bertobat
Ampunilah dosa kami
Yang sungguh kami sesali.

Bersihkanlah hati kami
Di masa prapaska ini
Agar pantas merayakan
Hari kebangkitan Tuhan.

Ya Tritunggal mahasuci
Trimalah pujian kami
Yang kami lambungkan ini
Dengan ikhlas penuh bakti. Amin.

Antifon 1Tuhan memperhatikan orang miskin.

Mazmur 10

Pada Tuhan aku berlindung: mengapa Engkau berkata kepadaku:*
"Terbanglah ke gunung bagaikan burung!

Sebab dari tempat yang gelap orang jahat merentangkan busur,+
memasang anak panah pada talinya,*
untuk memanah orang yang tulus hati.

Kalau hilang segala pegangan,*
apa daya orang benar?"

Tuhan ada di dalam baitNya yang kudus;*
Tuhan bertakhta di surga.

PandanganNya selalu mengamat-amati,*
sorotan mataNya menguji manusia.

Tuhan menguji orang yang benar dan yang jahat,*
Ia membenci mereka yang mencintai kelaliman.

Dengan api dan belerang dihujaniNya penjahat,*
dihanguskanNya mereka dengan angin panas.

Sebab Tuhan adil, Ia mengasihi keadilan,*
Ia memandang orang benar.

Antifon 1Tuhan memperhatikan orang miskin.

Antifon 2Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.

Mazmur 14

Tuhan, siapa boleh menumpang di kemahMu,*
siapa boleh tinggal di gunungMu yang suci?

Yaitu orang yang hidup tanpa cela dan berlaku jujur,+
yang berkata benar dalam hatinya,*
dan tidak memfitnah dengan lidahnya.

Yang tidak berbuat jahat terhadap saudaranya,*
tidak mendatangkan nista kepada sesama.

Yang menjauhi orang berdosa,*
dan memberi hormat kepada yang takwa.

Yang berpegang pada sumpah, meskipun rugi,*
tidak meminjamkan uang dengan makan riba.

Yang tak mau memungut uang suap,*
untuk merugikan orang tak bersalah.

Barang siapa berbuat demikian,*
tidak akan goyah selama-lamanya.

Antifon 2Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.

Antifon 3Allah memilih kita menjadi anakNya dengan perantaraan PuteraNya.

Ef 1,3-10

Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus,+
yang telah memberkati kita dalam Kristus,*
dengan segala berkat rohani di surga.

Sebab dalam Kristus, Allah telah memilih kita,+
sebelum menciptakan jagat raya,*
supaya kita kudus dan tak bercela di hadapanNya.

Dengan cinta, Allah telah menentukan kita menjadi puteraNya,+
dengan perantaraan Yesus Kristus,*
karena kerelaan kehendakNya.

Supaya terpujilah rahmatNya yang mulia,+
yang dianugerahkanNya kepada kita,*
dalam Putera yang dikasihiNya.

Dalam Kristus, kita telah memperoleh penebusan berkat darahNya,+
yaitu pengampunan atas segala pelanggaran kita,*
menurut kekayaan rahmatNya yang dilimpahkanNya kepada kita.

Dengan segala hikmat dan kebijaksanaan,+
Allah telah menyatakan rencana kehendakNya kepada kita,*
Sekadar kerelaan yang diikhtiarkanNya dalam Kristus sejak dahulu.

Untuk menggenapkan segala jaman,+
yaitu menyatukan segala sesuatu di surga dan di bumi,*
dalam diri Kristus sebagai kepala.

Antifon 3Allah memilih kita menjadi anakNya dengan perantaraan PuteraNya.

Bacaan Singkat: (Rom 12,1-2)

Saudara-saudara, demi kerahiman Allah aku memperingatkan kamu: persembahkanlah tubuhmu sebagai kurban yang hidup, yang suci dan berkenan pada Allah. Itulah ibadatmu yang sejati. Janganlah kamu menyesuaikan diri dengan dunia ini, melainkan berubahlah menjadi manusia berbudi baru, sehingga kamu sanggup membedakan apa yang dikehendaki Allah, apa yang baik, apa yang berkenan padaNya, dan apa yang sempurna.

Lagu Singkat:

℣.Dengarkanlah aku, ya Tuhan,* Kasihanilah aku.℟.Dengarkanlah.℣.Sembuhkanlah aku, sebab aku berdosa di hadapanMu.℟.Kasihanilah aku.℣.Kemuliaan.℟.Dengarkanlah.

Antifon KidungAkulah yang bersaksi tentang diriKu sendiri, dan juga Bapa, yang mengutus Aku bersaksi tentang Aku.

Kidung Maria Luk 1,46-55

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa;*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya:*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta;*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan;*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Antifon KidungAkulah yang bersaksi tentang diriKu sendiri, dan juga Bapa, yang mengutus Aku bersaksi tentang Aku.

Doa Permohonan:

Tuhan Yesus Kristus telah menyelamatkan umatNya dari dosa. Marilah kita mohon dengan rendah hati:

℟.Yesus, putera Daud, kasihanilah kami.℣.Ya Kristus, Engkau telah menyerahkan diri bagi Gereja untuk menguduskannya dengan pembasuhan air dan sabda kehidupan,* perbaharuilah dan sucikanlah kiranya GerejaMu dengan pertobatan.℣.Guru yang baik, tunjukkanlah kepada kaum muda-mudi jalan yang telah Kautetapkan bagi mereka masing-masing,* agar mereka berani menempuhnya dan menjadi bahagia.℣.Engkau berbelaskasihan terhadap semua orang yang menderita, dan memberi pengharapan dan kesembuhan kepada orang-orang sakit,* bukalah hati kami untuk menghibur mereka.℣.Semoga kami ingat akan martabat yang kami terima dalam pembaptisan,* sehingga kami hidup bagiMu dengan setia.℣.Berilah damai dan kemuliaan kepada orang yang telah berpulang,* dan terimalah kami kelak bersama mereka dalam kerajaanMu.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Ya Tuhan, demi cintaMu yang agung kami Kauperkaya dengan pelbagai karunia. Bantulah kami berbalik dari hidup berdosa kepada hidup baru dan menjadi layak untuk kerajaan surga. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup ...

Ibadat Penutup

Senin V Prapaskah

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Doa Tobat

℣.Tuhan Yesus Kristus, Engkau diutus menyembuhkan orang yang remuk-redam.
Tuhan, kasihanilah kami.
℟.Tuhan, kasihanilah kami.℣.Engkau datang memanggil orang yang berdosa.
Kristus, kasihanilah kami.
℟.Kristus, kasihanilah kami.℣.Engkau duduk di sisi Bapa sebagai pengantara kami.
Tuhan, kasihanilah kami.
℟.Tuhan, kasihanilah kami.℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.

Madah

Menjelang datangnya malam
Kami menghadap wajahMu
Untuk menghaturkan salam
Sambil mohon doa restu.

Sambutlah dalam tanganMu
Hidup serta segalanya
Simpanlah dalam hatiMu
Harapan kami semua.

Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Kabulkanlah doa kami
Sekarang serta selalu. Amin.

AntifonTuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.

Mazmur 85 (86)

Dengarkanlah doaku, ya Tuhan, jawablah aku,*
sebab aku miskin dan bersengsara.

Peliharalah aku, karena aku mengasihi Engkau,*
selamatkanlah hambaMu yang percaya kepadaMu.

Engkaulah Allahku, kasihanilah aku, ya Tuhanku,*
kepadaMulah aku berseru sepanjang hari.

Gembirakanlah hati hambaMu,*
sebab kepadaMulah kuarahkan hatiku, ya Tuhan.

Sebab Engkau baik hati dan suka mengampuni, ya Tuhanku,*
Engkau penuh kasih setia bagi semua orang yang berseru kepadaMu.

Ya Tuhan, dengarkanlah doaku,*
perhatikanlah suara permohonanku.

Pada hari kesesakan aku berseru kepadaMu,*
sebab Engkau pasti menjawab aku.

Tidak ada dewata yang menyamai Engkau, ya Tuhanku,*
tak ada karya yang setara dengan karyaMu.

Segala bangsa akan datang menyembah Engkau,*
dan akan memuliakan namaMu, ya Tuhanku.

Sungguh agung Engkau dan megah karyaMu,*
Engkaulah Allah, dan tiada lain.

Ajarkanlah ketetapanMu kepadaku, ya Tuhan,*
agar aku hidup setia dan takwa dengan sebulat hati.

Aku bersyukur kepadaMu dengan segenap hatiku, ya Allah, Tuhanku,*
dan memuliakan namaMu untuk selama-lamanya.

Sebab kasih setiaMu berlimpah terhadapku,*
Engkau melepaskan daku dari alam maut.

Ya Allah, orang yang angkuh telah bangkit menyerang aku,+
segerombolan orang sombong ingin mencabut nyawaku,*
mereka tidak mengindahkan Dikau.

Tetapi Engkaulah Allah, penyayang dan pengasih,+
Tuhan yang sabar, penuh kasih dan setia,*
perhatikan dan kasihanilah aku!

Curahkanlah kekuatanMu kepada hambaMu,*
dan selamatkanlah putera sahayaMu.

Nyatakanlah suatu tanda kebaikan bagiku,+
supaya musuhku melihatnya dan menjadi malu,*
semoga Engkau menolong dan menghibur aku, ya Tuhan.

AntifonTuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.

Bacaan singkat 1Tes 5,9-10

Kita ditetapkan Allah untuk memperoleh keselamatan demi Tuhan kita Yesus Kristus. Kristus telah wafat untuk kita, supaya kita tetap hidup bersatu dengan Dia, baik waktu berjaga maupun waktu tidur.

Lagu singkat

℣.Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku.℟.Ke dalam.℣.Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar.℟.Ya Tuhan, penyelamatku.℣.Kemuliaan.℟.Ke dalam.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Ya Tuhan, berilah kami istirahat yang menyegarkan badan. Semoga benih sabdaMu yang kami taburkan dalam kegiatan kami pada hari ini, Kautumbuhkan sampai berbuah masak bagi panenanMu yang abadi. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Penutup

℣.Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya.℟.Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam, Maria, penuh rahmat,
Tuhan sertamu.
Terpujilah engkau di antara wanita,
dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus.
Santa Maria, bunda Allah,
doakanlah kami yang berdosa ini,
sekarang dan waktu kami mati.

Santa Rafqa

Pertapa · 1832-1914

Santa Rafqa adalah seorang biarawati, seorang pertapa dan seorang mistikus dari Gereja Katolik Maronit di Libanon yang di kanonisasi oleh Paus Yohanes Paulus II.

Masa Kecil

Boutrossie Ar-Rayes (Boutrossie adalah bentuk feminin dari Boutros/Petrus) lahir pada tanggal 29 Juni 1832, di sebuah desa di wilayah Metn Utara Libanon. Ia adalah puteri tunggal dari pasangan Mourad Saber al-Chobouq al-Rais dan Rafqa Gemayel. Masa kecil Boutrossie berlangsung bahagia, ia dibesarkan dalam keluarga Katolik ritus Maronit yang saleh. Ia dibabtis saat berumur delapan hari, dan ketika ia sudah lancar berbicara; orang tuanya mulai mengajarkan doa-doa dasar seperti membuat tanda Salib, doa Bapa Kami, dan Salam Maria.

Ibunda Boutrossie kecil meninggal ketika ia baru berusia 7 tahun. Setelah ibunya meninggal, awalnya Boutrossie tetap tinggal bersama ayahnya, namun kesulitan ekonomi yang melanda seluruh Libanon waktu itu memaksa sang ayah untuk pergi merantau ke Damaskus. Selama sang ayah berada di Damaskus, Rafqa dititipkan sebagai pembantu rumah tangga pada keluarga Assaad Badawi, yang merupakan keluarga kaya dan terpandang di wilayah itu. Meskipun hanya seorang pembantu, namun keluarga Assaad Badawi sangat menyayangi Boutrossie. Istri Assad yang bernama Heleneh memperlakukan Boutrossie sebagai puterinya sendiri dan menyebut Boutroussie sebagai teladan kejujuran, kesalehan, dan kemurnian.

Menjadi Biarawati Mariamite.

Pada tahun 1859 ketika sedang berdoa dengan khusuk di depan ikon Bunda Maria Pembebasan; Boutroussie mendengar sebuah suara berkata kepadanya : “kamu akan menjadi biarawati”. Kejadian ini meneguhkan hati Boutroussie untuk menjalani kehidupan religius yang sejak kecil telah ia rindukan. Ia lalu memutuskan untuk menjadi seorang biarawati dan masuk Konggregasi Suster Mariamite dan mengambil nama Suster Anissa. Konggregasi Suster Mariamite adalah sebuah konggregasi Suster yang didirikan oleh para misionaris Yesuit bersama pater Youseff Gemayel yang masih merupakan kerabat dari almarhumah ibu Boutroussie.

Keluarganya tidak begitu setuju dengan keputusannya ini. Ayah dan ibu tirinya datang ke biara meminta agar ia pulang, namun ia menolak dan memilih untuk tetap menjadi seorang biarawati.

Di biara, Suster Anissa mulanya bertugas di dapur untuk mempersiapkan makanan bagi para seminaris dan menggunakan waktu luangnya untuk memperdalam bahasa Arab, kaligrafi, dan matematika. Pada tahun 1860 Suster Anissa mulai ditugaskan untuk mengajar, tugas pertamanya adalah di Deir al Kamar, dan di tempat ini pula ia menyaksikan suatu kerusuhan berdarah yang dipicu oleh serangan orang-orang Druze terhadap warga Maronit. Kerusuhan itu menewaskan sekitar 7000 orang, menghancurkan 360 desa, 560 gereja, 28 sekolah dan 42 biara. Dalam kerusuhan itu Suster Anissa sempat menyelamatkan seorang anak dengan cara yang unik, yaitu menyembunyikannya di balik jubah biarawatinya sehingga anak itu lolos dari kejaran para pembunuh.

Suster Anissa kemudian dipindahkan ke Byblos dan akhirnya ke sebuah desa bernama Maad. Kedatangan para suster Mariamite ke Maad difasilitasi oleh seorang kaya bernama Antoun Issa. Antoun Issa menghendaki agar di desanya didirikan sebuah sekolah bagi anak-anak perempuan, ia meminta agar Patriarkh Masaad bersedia memberi izin kepada para suster Mariamite untuk berkarya di desanya. Lebih jauh lagi ia menyumbangkan segala yang diperlukan untuk mendirikan sekolah, dan menyerahkan separuh rumahnya untuk dijadikan rumah para suster.

Para suster cepat diterima di Maad dan sekolah yang mereka dirikan berkembang pesat, tetapi kesulitan ekonomi lagi-lagi mendatangkan masalah bagi para suster. Kesulitan ekonomi membuat para Yesuit memutuskan untuk menggabungkan Konggregasi Mariamite dan Konggregasi Hati Kudus dari Zahle. Bagi para suster diberikan pilihan untuk : Bergabung dengan Konggregasi yang sudah digabungkan itu; atau melamar ke biara lain; atau meninggalkan kaul religius dan menjadi orang awam. Situasi kembali menjadi sulit bagi Suster Anissa.

Menjadi Pertapa Baladite

Dalam kebingungan, suster Anissa dengan kepasrahan total menyerahkan semua permasalahannya dalam doa-doanya kepada Yesus dan Bunda Maria. Dan suatu pada suatu malam ia bermimpi bertemu dengan St.Antonius Agung bersama dengan St.Georgius dan St.Simon pertapa. St.Simon yang berbicara memintanya untuk bergabung dengan para pertapa Maronite yang dikenal dengan sebutan Baladiya/Baladite (Sekarang biara ini lebih dikenal dengan sebutan : Lebanese Maronite Order ) . Kesokan harinya, dengan hati yang lapang suster Anissa masuk biara Baladite di Pertapaan St. Simon al-Qarn di Aito dan mengambil nama biara : Rafqa, sesuai dengan nama ibunya, orang pertama yang memperkenalkan Kristus dan menanamkan rasa cinta kepada Allah dalam dirinya, dan mengingatkan kita kepada Ribka atau Rebecca dari Perjanjian Lama (nama Rafqa adalah ejaan Arab untuk nama Ribka). Suster Rafqa lalu tinggal dibiara ini sampai akhir hayatnya.

Menderita Bersama Yesus

Salah satu hal yang paling menonjol dalam kehidupan rohani Rafqa adalah kerelaannya untuk menderita bersama Yesus. Kesadaran ini muncul setelah ia melihat penderitaan para saudari sebiaranya yang sedang sakit, penderitaan masyarakat di Deir al Kamar dan kemudian dengan penyakitnya sendiri. Melalui semua penderitaan ini Rafqa semakin mencintai Salib dan ingin memanggulnya bersama sang Penebus. Kerinduan ini membawa Rafqa untuk meminta penderitaan dari Tuhan, ia rindu untuk membawa tanda-tanda kesengsaraan Kristus dalam dirinya. Karena kerinduan ini akhirnya pada minggu pertama bulan Oktober 1885, Rafqa berdoa secara khusus meminta agar Yesus memberinya penyakit dan penderitaan sehingga ia dapat menemani Yesus menanggung penderitaan dan sengsara-Nya.

Doa Rafqa ini dijawab dengan cepat dan segera oleh Tuhan, tak lama setelahnya Rafqa mendapatkan rasa sakit yang luar biasa pada matanya, kedua matanya membengkak dan tampak seperti terbakar. Para rekan susternya berusaha mengobati penyakit ini dengan mengirimkan Rafqa ke sejumlah dokter, namun upaya ini tampak sia-sia. Setelah pengobatan ke dokter-dokter lokal tidak membuahkan hasil. Suatu ketika seorang imam meminta agar Rafqa dibawa kepada seorang dokter Amerika yang sedang berada di Libanon, dokter Amerika ini kemudian mengoperasi Rafqa. Operasi ini berakhir dengan kegagalan dan Rafqa kehilangan mata kanannya, sehingga para suster terpaksa membawa Rafqa ke dokter lain lagi untuk menghentikan pendarahan yang masih berlangsung akibat operasi. Dua tahun setelah operasi Rafqa mata kirinya juga menjadi buta, dan Rafqa mengalami kebutaan total. Selain buta dan tetap mengalami rasa sakit pada matanya, Rafqa juga menderita kelumpuhan dan kerap kali mengalami pendarahan dari hidungnya. Ia menjadi kurus kering dan kondisinya sangat lemah. Secara khusus ia sangat tersiksa dengan rasa sakit pada kedua bahunya, rasa sakit yang membuatnya berkali-kali berdoa “bagi kemuliaan Allah, dalam partisipasi dengan luka Yesus pada bahu-Nya”.

Meskipun sakit parah, Rafqa selalu berusaha untuk menjalankan semua kewajiban hidup membiaranya. Sejauh mungkin ia berusaha agar dapat mengikuti ibadat bersama di kapel, dan ketika ia tidak mampu maka ia mengisinya dengan berdoa sendirian di tempat tidurnya. Sekalipun ia buta dan lumpuh namun ia tetap bekerja dengan menjahit dan menyulam. Rafqa yakin bahwa Allah sengaja tidak memberikan rasa sakit pada kedua tangannya agar ia tetap dapat bekerja dengan tangan itu.

Rafqa mengalami penderitaan ini selama sekitar 20 tahun, dan kesaksian dari mereka yang pernah mengenalnya mengatakan kepada kita bahwa mereka tidak pernah melihat ia mengeluh. Dari diri Rafqa sendiri terlihat jelas bahwa ia menyadari benar bahwa penderitaannya adalah “bagi kemuliaan Allah, dengan ambil bagian dalam luka Yesus dan mahkota duri-Nya”.

Kecintaan kepada Ekaristi Kudus dan Perawan Maria

Selama hidupnya Rafqa menunjukkan betapa ia mencintai Tuhan dalam Ekaristi dan berusaha agar orang lain juga memiliki cinta kepada Yesus dalam Ekaristi. Sewaktu ia masih menjadi guru ia kerap kali mengatakan kepada para muridnya “Kalian hendaknya mengerti bahwa Yesus turun ke Altar saat imam mengucapkan Kata-kata Suci (konsekrasi), pada saat itu, tundukkanlah kepala kalian dan renungkanlah Tuhan yang tersembunyi dalam Roti dan Anggur”. Ia juga mendorong agar para muridnya kerap menerima Sakramen Tobat dan sering menyambut Komuni. Rafqa juga adalah orang yang diduga mendorong kebiasaan Penahtaan Sakramen Mahakudus di gereja St. Yohanes Markus di Byblos dan menyebarkan devosi ini di kota itu.

Rafqa menyadari benar bahwa Ekaristi adalah suatu Kurban sebagaimana orang-orang Maronite menyebut Misa dengan nama Qurbono, sebuah kata dalam bahasa Aramaik yang berarti Kurban. Maka Ekaristi adalah suatu Kurban yang dipersembahkan kepada Allah dan pada saat yang sama adalah santapan yang menguduskan jiwa kita sebagaimana dalam bahasa Arab mereka menyebutnya Quddas (Kudus). Pemahaman ini mendorong Rafqa untuk bertekun dalam menjaga kekudusan dan mempersembahkan hidupnya sebagai kurban bagi Allah.

Rafqa menunjukkan cintanya kepada Ekaristi dengan cara yang luar biasa. Pada suatu Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus antara tahun 1905-1914, ia begitu ingin mengikuti Misa di kapel sekalipun tubuhnya lumpuh dan sangat lemah. Para suster berusaha memindahkan dia ke kapel namun gagal karena Rafqa yang selain lumpuh juga sudah sangat kurus kering itu terlalu lemah untuk beranjak dari tempat tidurnya, sehingga suster pemimpin biara hanya menjanjikan bahwa sesudah Misa, imam akan mengantarkan Komuni untuknya. Namun, kemudian dengan bantuan rahmat Allah, Rafqa meminta agar Yesus membawanya ke kapel. Ia memperoleh sedikit tenaga untuk menjatuhkan dirinya ke lantai dan kemudian merangkak ke kapel. Dengan perjuangan yang luar biasa Rafqa tiba di kapel dan menyambut Komuni. Tindakan ini menunjukkan betapa besarnya cinta Rafqa kepada Yesus dalam Ekaristi dan menegaskan bahwa Ekaristi adalah sumber kekuatan dan penghiburan di tengah segala penyakit dan kelemahan tubuhnya.

Rafqa juga memiliki cinta yang besar kepada Perawan Maria, devosi kepada Perawan Maria adalah warisan yang sangat berharga yang ia terima dari ibunya. Sedari kecil Rafqa memiliki ikatan yang istimewa dengan Bunda Maria, khususnya dengan ikon Bunda Maria Pembebasan yang populer di Libanon ketika itu. Tradisi rohani orang-orang Libanon secara umum memiliki hubungan erat dengan Santa Perawan, di negara itu Bunda Maria populer dengan nama “Bunda kita dari Libanon” dan devosi kepada Maria tumbuh sangat subur dalam lingkungan ritus Maronite dan semua orang Kristen Libanon entah mereka itu Katolik (Maronite, Syriac, Chaldean, Yunani, Latin dst), Ortodoks Yunani, ataupun Ortodoks Syria (Monofisit).

Tutup Usia

Setelah melewati tahun-tahun penderitaannya dengan penuh syukur karena diberi kesempatan untuk menemani Yesus dalam sengsara-Nya; akhirnya setelah melewati penderitaan panjang Santa Rafqa meninggal pada tanggal 23 Maret 1914, bertepatan pada hari Senin Abu (permulaan masa Prapaskah menurut kalender liturgi Maronite). Biarawati suci ini meninggal sekitar 4 menit setelah menerima absolusi dan berkat terakhir.
Santa Rafqa di beatifikasi pada tanggal 17 November 1985 oleh Paus Yohanes Paulus II, dan dikanonisasi pada tanggal 10 Juni 2001 oleh Paus yang sama.

Arti nama

Rafqa adalah ejaan arab untuk nama Ribka ==> Kej 24:15
Berasal dari nama Ibrani רִבְקָה (Rivqah), yang “mungkin” berarti "jerat"

Santa Sibilina Biscossi OP

Pengaku Iman

Sibilina hidup antara tahun 1287- 1367. Ia sudah menjadi anak yatim- piatu sejak kecil. Untuk menyambung hidupnya ia kemudian bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Pada usia 12 tahun ia menjadi buta. Sibilina kemudian diterima dalam sebuah biara dan menjadi sekluse (pertapa di ruangan kecil yang dikunci selamanya) di samping gereja. Banyak orang yang minta doa dan nasehatnya.

Santo Alfonsus Toribio dari Mongroveyo

Uskup

Alfonsus Toribio dikenal sebagai seorang awam Katolik yang saleh, jujur dan bijaksana. Di Granada Spanyol, ia menjabat sebagai ketua Mahkamah Agung dan Mahaguru dibidang hukum. Kisah tentang pengangkatannya sebagai Uskup Agung kota Lima, Peru sungguh menarik. Kehidupan imamat tidak menarik hatinya selama ia giat dalam dinas kenegaraan dan kegiatan lainnya. Tetapi Tuhan mempunyai rencana khusus atas dirinya diluar kehendaknya sendiri. Sepeninggal Uskup Agung Lima pada tahun 1850, tahkta keuskupan mengalami kekosongan. Suasana kota menjadi semakin buruk tertama di kalangan angkatan bersenjata. Hal ini sungguh memalukan raja Philip yang saleh dan taat beragama. Jalan keluar untuk mengatasi masalah ini ialah memilih seorang Uskup Agung yang berwibawa, saleh, jujur, pintar dan berpengaruh di masyarakat terutama di kalangan pembesar dan angkatan bersenjata.

Orang yang cocok untuk jabatan uskup agung ini ialah Alfonsus Toribio. Semula penunjukkan atas dirinya sebagai Uskup Agung ditolaknya dengan keras mengingat statusnya sebagai seorang awam. Namun atas desakan raja dan semua rakyat, Alfonsus tergerak juga untuk menerima penunjukkan ini. Ia sadar bahwa penunjukkan itu adalah kehendak Allah. Ia lalu di tabhiskan menjadi Uskup Agung pada tahun 1581. Dari Spanyol, ia berlayar ke Peru, sebuah negeri yang bergunung- gunung di pantai lautan Pasifik. Tindakan pertama yang ditempuhnya ialah mengunjungi semua wilayah paroki dalam keuskupannya hingga ke pelosok- pelosok. Kadang- kadang ia berjalan kaki, menuruni gunung dan bukit guna menyaksikan kehidupan umatnya.

Ia melihat banyak hal selama kunjungan- kunjungannya. Orang - orang Spanyol terutama tentara- tentara dikenal berwatak bejat. Orang Indian dikenal bodoh; sedangkan imam- imamnya malas dan mempunyai banyak isteri. Hal ini menggerakkan dia untuk segera mengadakan pembaharuan total dalam keuskupannya. Terhadap orang- orang Spanyol yang bejat moralnya, ia tidak segan- segan menjatuhkan hukuman yang setimpal. Untuk orang- orang indian yang bodoh, ia berusaha mendirikan sekolah- sekolah. Untuk mendapatkan tenaga- tenaga imam bagi pelayanan umat, ia mendirikan sebuah seminari, yang dikenal sebagai seminari pertama di Amerika. Para imam dibinanya agar kembali sadar akan keluhuran panggilannya dan tugasnya sebagai pelayan umat.

Toribio dengan tekun mempelajari bahasa daerah dan adat istiadat setempat. Orang- orang Indian yang masih terbelakang mendapat perhatian yang khusus. Ia membela mereka dari segala tindak jahat orang Spanyol. Usahaya untuk memperbaharui kehidupan imam umat sangat berhasil. Ia dibantu oleh rekannya santo Fransiskus Solanus. Selama 25 tahun memimpin gereja Peru sebagai uskup Agung, Toribio berhasil menghantar kembali orang- orang Spanyol kepada tata cara hidup Kristiani. Demikian juga orang- orang Indian. Ia meninggal tahun 1606.

Santo Dismas

Pengaku Iman

Konon, Dismas adalah penyamun, yang disalibkan di sebelah kanan Yesus dan bertobat sebagaimana dikatakan Lukas: Seorang dari penjahat yang digantung itu menghujat Dia, katanya: Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkan diri Mu dan kami. Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama? Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah. Lalu ia berkata: Yesus, ingatlah aku, apabila Engkau datang sebagai Raja, kata Yesus kepadanya: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama sama dengan Aku di dalam Firdaus. (Luk23:3943).

Tentang Dismas ada sebuah legenda berkisah sebagai berikut: Ketika Maria dan Yosef bersama Kanak- kanak Yesus dalam perjalanan pengungsian ke Mesir untuk menghindari rencana pembunuhan Herodes, tiba- tiba mereka di dekati dan disapa oleh dua orang penyamun: Titus dan Dumachus. Titus biasanya dipanggil Dismas, dan Dumachus dipanggil Gestas. Dismas mengajak temannya Gestas untuk membantu Maria dan Yusuf dalam perjalanan itu. Menyaksikan kebaikan hati Dismas, Maria berkata: Tuhan akan mengangkat engkau dengan tangan kanan Nya dan memberikan pengampunan atas dosa- dosamu. Sedangkan kepada ibu Nya, Kanak- Kanak Yesus berkata meramal: Ibu, setelah Aku berusia 30 tahun, orang- orang Yahudi akan menyalibkan Aku di Yerusalem, dan dua penyamun itu akan ditinggikan juga bersama Aku: Titus disebelah kanan Ku dan Dumachus di sebelah kiri Ku. Dan setelah itu Titus akan masuk bersama Ku ke dalam Firdaus. Dismas dihormati sebagai pelindung orang- orang yang perlu bertobat secara sempurna dan santo pelindung orang yang dihukum mati.

Santo Turibius

Uskup dan Pengaku Iman · 1538-1606

Turibius dilahirkan pada tahun 1538 di Leon, Spanyol. Ia menjadi seorang professor di sebuah universitas dan kemudian menjadi seorang hakim yang terkenal. Ia adalah seorang Kristiani yang baik, terkenal sebagai seorang yang jujur dan bijak. Suatu hal luar biasa yang terjadi atasnya mengubah seluruh hidupnya.

Secara tidak diduga Professor Turibius diminta Gereja untuk menjadi Uskup Agung Lima, Peru. Ini terjadi karena Lima membutuhkan seorang uskup agung dan banyak orang dalam Gereja yakin bahwa Turibius memiliki kualitas untuk posisi itu. Turibius awalnya tentu saja sangat berkeberatan. Ia bukanlah seorang imam dan Peru terletak jauh di belahan benua Amerika Selatan. Turibius memohon dengan sangat agar ia dibebaskan dari kehormatan tersebut. Tetapi, ketika ia menyadari kondisi penduduk pribumi Peru yang amat mengenaskan, ia tak dapat menolak. Ia ingin menolong mereka dan membawa mereka kepada iman. Akhirnya, St Turibius ditahbiskan dan berangkat ke Peru.

Sebagai seorang uskup agung, St Turibius mengunjungi segenap pelosok negeri. Ia melakukan perjalanan di atas bukit-bukit bersalju dengan kaki telanjang. Ia berjalan di atas pasir pantai yang panas. Ia melihat banyak hal selama kunjungan- kunjungannya. Orang - orang Spanyol terutama tentara- tentara dikenal berwatak bejat. Orang Indian dikenal bodoh; sedangkan imam- imamnya malas dan mempunyai banyak isteri. Hal ini menggerakkan dia untuk segera mengadakan pembaharuan total dalam keuskupannya. Terhadap orang- orang Spanyol yang bejat moralnya, ia tidak segan- segan menjatuhkan hukuman yang setimpal. Untuk orang- orang indian yang bodoh, ia berusaha mendirikan sekolah- sekolah. Untuk mendapatkan tenaga- tenaga imam bagi pelayanan umat, ia mendirikan sebuah seminari, yang dikenal sebagai seminari pertama di Amerika. Para imam dibinanya agar kembali sadar akan keluhuran panggilannya dan tugasnya sebagai pelayan umat.

Turibius dengan tekun mempelajari bahasa daerah dan adat istiadat setempat. Orang- orang Indian yang masih terbelakang mendapat perhatian yang khusus. Ia membela mereka dari segala tindak jahat orang Spanyol. Ia mendirikan gereja-gereja dan rumah-rumah sakit. Ia memulai sekolah pertama di Amerika Latin untuk pendidikan calon imam. Sekolah yang demikian dinamakan seminari. Ia belajar berbagai bahasa setempat yang berbeda-beda. Ia menghendaki umat dapat mendengarkan homili pada waktu Misa dan mengaku dosa dalam bahasa ibu mereka. Ia melindungi penduduk pribumi yang kerap kali diperlakukan dengan keji oleh para penjajah.

Usahaya untuk memperbaharui kehidupan imam umat sangat berhasil. Ia dibantu oleh rekannya santo Fransiskus Solanus. Selama 25 tahun memimpin gereja Peru sebagai uskup Agung, Turibius berhasil menghantar kembali orang- orang Spanyol kepada tata cara hidup Kristiani. Demikian juga orang- orang Indian.

Santo Turibius mencintai rakyat Peru. Ia menghabiskan sepanjang sisa hidupnya sebagai seorang imam dan uskup bagi mereka. Ia wafat pada tanggal 23 Maret 1606 dalam usia enampuluh delapan tahun. St Turibius dimaklumkan sebagai santo oleh Paus Benediktus XIII pada tahun 1726

Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari