Bacaan Misa
Katakanlah perkataan ini kepada mereka: "Air mataku bercucuran siang dan malam dengan tidak berhenti-henti, sebab anak dara, puteri bangsaku, dilukai dengan luka parah, luka yang sama sekali tidak tersembuhkan. Apabila aku keluar ke padang, di sana ada orang-orang yang mati terbunuh oleh pedang! Apabila aku masuk ke dalam kota, di sana ada orang-orang sakit kelaparan! Bahkan, baik nabi maupun imam menjelajah negeri yang tidak dikenalnya." Telah Kautolakkah Yehuda sama sekali? Telah merasa muakkah Engkau terhadap Sion? Mengapakah kami Kaupukul sedemikian, hingga tidak ada kesembuhan lagi bagi kami? Kami mengharapkan damai sejahtera, tetapi tidak datang sesuatu yang baik; mengharapkan waktu kesembuhan, tetapi hanya ada kengerian! Ya TUHAN, kami mengetahui kefasikan kami dan kesalahan nenek moyang kami; sungguh, kami telah berdosa kepada-Mu. Janganlah Engkau menampik kami, oleh karena nama-Mu, dan janganlah Engkau menghinakan takhta kemuliaan-Mu! Ingatlah perjanjian-Mu dengan kami, janganlah membatalkannya! Adakah yang dapat menurunkan hujan di antara dewa kesia-siaan bangsa-bangsa itu? Atau dapatkah langit sendiri memberi hujan lebat? Bukankah hanya Engkau saja, ya TUHAN Allah kami, Pengharapan kami, yang membuat semuanya itu?
Janganlah perhitungkan kepada kami kesalahan nenek moyang kami; kiranya rahmat-Mu segera menyongsong kami, sebab sudah sangat lemah kami.
Tolonglah kami, ya Allah penyelamat kami, demi kemuliaan nama-Mu! Lepaskanlah kami dan ampunilah dosa kami oleh karena nama-Mu!
Biarlah sampai ke hadapan-Mu keluhan orang tahanan; sesuai dengan kebesaran lengan-Mu, biarkanlah hidup orang-orang yang ditentukan untuk mati dibunuh!
Maka kami ini, umat-Mu, dan kawanan domba gembalaan-Mu, akan bersyukur kepada-Mu untuk selama-lamanya, dan akan memberitakan puji-pujian untuk-Mu turun-temurun.
Maka Yesuspun meninggalkan orang banyak itu, lalu pulang. Murid-murid-Nya datang dan berkata kepada-Nya: "Jelaskanlah kepada kami perumpamaan tentang lalang di ladang itu." Ia menjawab, kata-Nya: "Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia; ladang ialah dunia. Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan dan lalang anak-anak si jahat. Musuh yang menaburkan benih lalang ialah Iblis. Waktu menuai ialah akhir zaman dan para penuai itu malaikat. Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman. Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya. Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi. Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!"
Menunggu Hujan
Pada puncak kemarau, orang desa mulai sering menatap langit. Sumur mengering, sawah retak-retak, dan langit tetap terang tanpa janji. Segala usaha manusia mentok di satu titik: tidak ada yang bisa membuat hujan. Kita hanya bisa menunggu dan meminta.
Yeremia hari ini berdiri di titik itu. Negerinya luka parah. Di padang ada yang mati oleh pedang, di kota ada yang sakit kelaparan. Air matanya bercucuran siang dan malam. Lalu dari dasar keputusasaan itu naiklah pertanyaan yang menjadi pengakuan iman: dapatkah langit sendiri memberi hujan lebat? Bukankah hanya Engkau saja, ya Tuhan, Allah kami?
Perhatikan, doa Yeremia sama sekali tidak berpura-pura. Ia mengaku dosa bangsanya tanpa ditutup-tutupi. Tetapi ia juga berani menagih: ingatlah perjanjian-Mu dengan kami, janganlah membatalkannya! Doa yang jujur memang begitu: mengaku salah sambil berpegang pada kesetiaan Allah.
Kemarin kita mendengar Kerajaan Sorga bekerja seperti ragi yang senyap. Hari ini Yesus menjelaskan perumpamaan lalang: pada akhirnya orang benar akan bercahaya seperti matahari. Musim menuai pasti tiba, seperti hujan pasti turun.
Ketika langit hidupku lama terang tanpa jawaban, masihkah aku berdoa, atau diam-diam mulai mencari dewa kesia-siaan?
Tuhan, Pengharapan kami, dalam kemarau panjang ajarilah aku tetap menengadah kepada-Mu. Amin.
Invitatorium
Pekan I Mazmur
Pembukaan
AntifonMarilah menyembah Tuhan, raja mahamulia.
Mazmur 94 (95)
AntifonMarilah menyembah Tuhan, raja mahamulia.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Ya Allah, Penolong kami di masa lalu,
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Tuhan itu adil; Ia akan membela orang miskin.
Mazmur 10
Doa syukur
Berbahagialah orang miskin; kerajaan surga adalah milik mereka (Lukas 6:20).
AntifonTuhan itu adil; Ia akan membela orang miskin.
Antifon 2Tuhan, Engkau mengetahui beban dukacitaku.
AntifonTuhan, Engkau mengetahui beban dukacitaku.
Antifon 3Firman Tuhan itu benar, seperti perak dari perapian.
Mazmur 11 (12)
Seruan minta tolong kepada Allah melawan penindas yang berkuasa
kebenaran telah pergi dari anak-anak manusia.
AntifonFirman Tuhan itu benar, seperti perak dari perapian.
BACAAN-Bacaan Pertama
Responsorium 2 Korintus 3:4, 6, 5
Responsorium Efesus 3:16, 17, 19; Kolose 2:6-7
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya akan mendaki gunung Tuhan.
Mazmur 23
Antifon 1Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya akan mendaki gunung Tuhan.
Antifon 2Pujilah Tuhan yang adil, agungkanlah raja kekal.
Tb 13,1-9
Antifon 2Pujilah Tuhan yang adil, agungkanlah raja kekal.
Antifon 3Patutlah orang saleh memuji-muji Allah.
Mazmur 32
Antifon 3Patutlah orang saleh memuji-muji Allah.
Bacaan Singkat (Rom 13,11-13)
Lagu Singkat
Antifon KidungTuhan telah mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa, seperti dijanjikanNya dengan perantaraan para nabiNya.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungTuhan telah mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa, seperti dijanjikanNya dengan perantaraan para nabiNya.
Doa Permohonan
Saudara-saudara tercinta, kita telah menerima panggilan surgawi. Sebab itu marilah kita meluhurkan Yesus, imam agung kepercayaan kita dengan berkata: ℟.
℟. Ya Tuhan, Engkaulah Allah dan penyelamat kami.
Raja yang mahakuasa, dalam pembaptisan Engkau telah mengangkat kami menjadi imam dan raja,* semoga kami tetap mempersembahkan kurban pujian kepadaMu. ℟.
Doronglah kami untuk melaksanakan perintah perintahMu,* supaya berkat kurnia Roh Kudus, kami selalu tinggal dalam Engkau, dan Engkau dalam kami. ℟.
Anugerahilah kami kebijaksanaanMu,* agar menyertai kami hari ini dan mendampingi pekerjaan kami. ℟.
Semoga hari ini kami tidak menyakiti hati siapapun juga,* tetapi menyenangkan hati setiap orang yang kami jumpai. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pekan I Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (Ier 17, 7-8)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan I Mazmur
Madah
Antifon 1Berbahagialah orang yang hidup menurut sabda Tuhan.
Mazmur 118 (119),1-8
Antifon 1Berbahagialah orang yang hidup menurut sabda Tuhan.
Antifon 2Hatiku bergembira, karena Engkau menyelamatkan daku, ya Tuhan.
Mazmur 12 (13)
Antifon 2Hatiku bergembira, karena Engkau menyelamatkan daku, ya Tuhan.
Antifon 3Allah telah membiarkan semua orang tidak taat, agar semua memperoleh kerahimanNya.
Mazmur 13 (14)
Antifon 3Allah telah membiarkan semua orang tidak taat, agar semua memperoleh kerahimanNya.
Bacaan singkat Ams 3,13-15
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pekan I Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (Iob 5, 17-18)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan I Mazmur
Madah
Antifon 1Tuhan memberikan kemenangan kepada raja yang diurapiNya.
Mazmur 19
Antifon 1Tuhan memberikan kemenangan kepada raja yang diurapiNya.
Antifon 2Kami akan bernyanyi dan bermadah atas keperkasaanMu.
Mazmur 20,2-8.14
Antifon 2Kami akan bernyanyi dan bermadah atas keperkasaanMu.
Antifon 3Tuhan, Engkau telah menganugerahi kami martabat raja dan imam di hadapan Allah kita.
Why 4,11; 5,9.10-12
Antifon 3Tuhan, Engkau telah menganugerahi kami martabat raja dan imam di hadapan Allah kita.
Antifon KidungHatiku bersukaria karena Tuhan Allah, penyelamatku.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungHatiku bersukaria karena Tuhan Allah, penyelamatku.
Doa Permohonan
℟. Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.
Tuhan, raja dan penguasa seluruh umat manusia, dampingilah para bangsa dan semua pemimpin negara,* supaya mereka sehati mencari kesejahteraan umum seturut kehendakMu. ℟.
Engkau telah diutus untuk mewartakan pembebasan bagi orang tawanan,* maka hantarlah para tawanan kepada kemerdekaan sejati anak-anak Allah. ℟.
Semoga pemuda-pemudi kami berusaha hidup tanpa cela di hadapanMu,* dan dengan rela hati mengikuti panggilanMu. ℟.
Semoga kaum muda meneladan Engkau,* dan dikuatkan oleh rahmat dan kebijaksanaanMu. ℟.
Semoga orang-orang mati Kauterima dalam kerajaanMu yang abadi,* dan kami pun Kauizinkan meraja bersama Engkau dalam kemuliaan. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Doa Tobat
dan aku mengeluh sepanjang hari.℟.Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.℣.Aku mengakui dosaku di hadapanMu, Tuhan,*
dan kesalahanku tidak kusembunyikan.℟.Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.℣.Nasib orang berdosa sengsara belaka,*
tetapi orang yang percaya kepada Tuhan dilimpahi kasih setia.℟.Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.
Madah
AntifonJanganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.
Mazmur 142 (143),1-11
AntifonJanganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.
Bacaan singkat 1Ptr 5,8-9
Lagu singkat
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Beato Yohanes Soreth
Yohanes Soreth bergabung dengan Ordo Karmel pada usia relatif muda. Setelah meraih gelar doktor dari Universitas Paris, tahun 1438, berbagai jabatan penting diembannya. Ia menjadi Prior Provinsial Ordo Karmel Perancis tahun 1440-1451. Tahun 1451, ia diangkat menjadi Prior Jenderal Ordo Karmel. Mulai saat itu ia mempersiapkan jalan untuk pembaruan yang menyeluruh dalam ordo.
Soreth dikenal sebagai tokoh pembaharu. Ia menyebarkan semangat penghayatan hidup religius. Ia unggul dalam menafsirkan regula. Tahun 1462, ia membarui dan menerbitkan Konstitusi Ordo. Dengan persetujuan dan bahkan atas inisiatifnya, sejumlah rumah yang ada mengikuti pembaruan.
Ia juga dikenal sebagai seorang tokoh besar dalam Gereja Katolik karena membaharui kehidupan dan semangat Ordo Karmel (Ordo I). Soreth juga merintis dan memajukan Ordo II (para suster Rubiah Karmel), membentuk kelompok awam yang menghidupi semangat dan karisma Ordo Karmel (Ordo III).
Situasi yang sangat mempengaruhinya dalam kehidupan membiara adalah kemerosotan semangat hidup religius pada abad XIV. Ordo Karmel tak luput dari situasi ini. Kemerosotan penghayatan semangat Karmel menyangkut pula segi kehidupannya yang hakiki. Ada tiga hal penting yang mengalami penurunan dari semangat hidup ordo, yakni hidup doa, kemiskinan, dan kehadiran dalam acara bersama. Kemerosotan ini disoroti dalam pertemuan resmi ordo.
Pada zaman Renaisans terjadi kemerosotan moral kaum religius. Kemerosotan itu menimbulkan reaksi umat untuk melakukan pembaruan Gereja di kalangan atas dan anggotanya. Ordo Karmel bernasib baik zaman itu karena Sang Prior Jenderal memiliki jiwa pembaruan.
Usaha yang dilakukan Yohanes Soreth sebagai langkah awal adalah mengakhiri skisma di Provinsi Jerman. Pada saat yang sama ia meneguhkan pendirian Biara Mors. Selain itu, dia juga melakukan kunjungan kanonik ke seluruh Eropa dan menggerakkan berlakunya peraturan baru, baik dalam provinsi-provinsi maupun dalam biara-biara.
Setiap anggota menolak kenikmatan-kenikmatan duniawi dan semua keistimewaan yang ditawarkan melalui mitigasi. Semua anggota mengikuti acara komunitas secara bersama, seperti makan bersama, Misa, dan ibadat bersama. Ia juga menekankan bahwa setiap tamu biara diterima atas izin Prior.
Ia juga berusaha setia pada bentuk hidup yang mereka aktualisasikan. Usaha-usaha Soreth bermanfaat untuk melawan reformasi dan meningkatkan mutu hidup religius. Ia mengeluarkan konstitusi baru untuk memperbaiki peraturan religius dalam Ordo Karmel. Konstitusi baru yang disusun tetap berpijak pada semangat dasar. Namun, ia mengubah beberapa bagian yang dapat memperburuk penghayatan hidup religius, terutama dalam kemiskinan.
Dengan kata lain, ia tidak membatalkan kelonggaran dalam hal pantang dan puasa yang telah beberapa puluh tahun sebelumnya diberikan oleh Takhta Suci. Malah ia berusaha dengan sekuat tenaga meningkatkan semangat doa, memperjuangkan penghayatan kemiskinan secara merata, dan menekankan kebersamaan dan persaudaraan.
Paus melihat segala usaha yang dilakukan Yohanes. Paus ingin mengangkatnya sebagai kardinal. Tetapi, Yohanes menolak kehormatan itu dengan alasan ia menganggap usaha memperbaiki ordonya lebih berguna bagi Gereja saat itu.
Arti nama
Yohanes Berasal dari nama Yunani Ιωαννης (Ioannes), yang aslinya berasal dari nama Ibrani יוֹחָנָן (Yochanan) yang berarti "YAHWEH Maha pengasih","Allah Maha Baik"
Santo Celsus
Ketika Kaisar Nero mulai menganiaya umat Tuhan, Santo Nazarius menyelamatkan diri ke Lombardi, mengunjungi Piacenza dan Milan. Ia kemudian tertangkap, dihukum cambuk dan diasingkan ke Gaul (Sekarang Perancis).
Di Gaul, Nazarius bertemu dengan Santo Celsus yang saat itu masih berusia 9 tahun. Ibunda Celsus telah meminta Nazarius untuk mengajari mereka iman Kristiani. Nazarius lalu mendidik dan membabtis Celsus serta menjadikannya rekan seperjalanan dalam mewartakan iman Kristiani di Gaul.
Bertahun-tahun Nazarius dan Celsus berkarya dan membawa banyak jiwa di Gaul menjadi umat Tuhan. Hal ini membuat otoritas Romawi murka. Keduanya ditangkap, disiksa, dan dipenjarakan. Mereka baru dibebaskan dengan syarat mereka tidak boleh berkhotbah di wilayah Gaul.
Nazarius dan Celsus lalu berkarya di wilayah sekitar Pegunungan Alpen dan membangun sebuah kapel di Embrun. Mereka melanjutkan perjalanan kerasulan mereka ke Jenewa, lalu ke Trier. Mereka tinggal cukup lama di Trier, dan membawa banyak orang ke dalam pelukan gereja.
Terdapat sebuah Legenda yang menuturkan bahwa saat berkarya di Trier, mereka pernah ditangkap dan dijatuhi hukuman mati. Mereka lalu dibawa dengan sebuah kapal ketengah laut untuk dilemparkan ke dasar laut. Saat mereka mulai tenggelam, tiba-tiba datanglah badai besar yang membuat para pelaut ketakutan. Mereka menarik kembali kedua orang kudus itu ke atas kapal dan badai pun mereda.Nazarius dan Celsus disebutkan meninggalkan Trier menuju Italia. Mereka tiba di Genoa, lalu ke Milan. Mereka tertangkap disana dan dihukum mati dengan cara dipenggal.
Arti nama
Celsus = Nama Latin yang berarti : “Tinggi”
Santo Nasarius dan Selsus
Nasarius adalah anak seorang Yahudi yang bernama Afrikanus. Ibunya, Perpetua yang sudah beragama Kristen dengan giat mendidik dia secara Kristen sejak kecilnya. Karena itu Nasarius berkembang dewasa menjadi seorang Kristen yang saleh. Oleh Paus Linus, yang menggantikan Santo Petrus Rasul, Nasarius diutus untuk mewartakan Injil di Gallia (kini: Prancis).
Selsus adalah pemuda pertama yang berhasil ditobatkan oleh Nasarius sejak ia bekerja di Galgia. Selsus menemani Nasarius dalam perjalanan-perjalanan tugasnya. Pada suatu ketika mereka ditangkap oleh penduduk kafir setempat dan dibuang ke laut. Tetapi berkat perlindungan Tuhan, mereka tidak mati tenggelam. Mereka berhasil menyelamatkan diri lalu mengembara hingga ke Milano, Italia. Di sana mereka mewartakan Injil dan membesarkan hati orang-orang Kristen yang ada disana. Di Milano mereka sekali lagi ditangkap dan dijatuhi hukuman mati karena imannya akan Yesus Kristus.
Viktor lahir di Afrika Utara dan memimpin Gereja sebagai Paus pada tahun 189. Paus Viktor adalah Paus yang secara resmi menetapkan bahwa permandian suci dalam keadaan bahaya maut dapat dilakukan dengan memakai air biasa apabila tidak ada persediaan air permandian di tempat itu. Ia mati sebagai martir pada tahun 189, sewaktu pemerintahan kaisar Septimus Severus.
Innosensius lahir di Albano, dekat kota Roma. Ia terpilih menjadi Paus dengan suara bulat pada tahun 402. Ia sungguh-sungguh sadar akan bahaya-bahaya yang mengancam Gereja dan umat pada masa itu. Tak henti-hentinya ia berdoa memohon kebijaksanaan dan kekuatan Tuhan agar mampu mengemudikan bahtera Gereja Kristus dengan selamat. Bahaya-bahaya itu terutama disebabkan oleh adanya perpindahan besar-besaran bangsa-bangsa lain ke dunia barat. Bangsa Goth menyerang kota Roma sebanyak dua kali di bawah pimpinan panglima Alarik dan berhasil menjarahi segala sesuatu yang mereka temui.
Dalam menghadapi ancaman-ancaman itu, Paus Innosensius senantiasa menguatkan hati umatnya dan meringankan beban penderitaan mereka itu. Sementara itu, Paus Innosensius menhadapi lagi masalah baru yang muncul di dalam Gereja oleh lahirnya ajaran sesat Pelagianisme yang menyangkal adanya rahmat untuk mencapai keselamatan kekal. Dua kali ia mengadakan konsili untuk menghukum ajaran sesat itu. Belum lagi selesai masalah itu terdengar berita bahwa Santo Yohanes Krosostomus dibuang dari tahkta keuskupannya sebagai tawanan oleh keluarga kaisar Konstantinopel. Innosensius tidak segan-segan mengutuk tindakan itu. Kaisar Arkadius bersama permaisurinya Eudoxia dikucilkan dari Gereja, meskipun ia tahu bahwa hal itu akan mendatangkan bahaya atas dirinya sendiri. Setelah memimpin Gereja selama 15 tahun, Innosensius meninggal dunia pada tahun 417.
Santo Viktor I
Paus Viktor I adalah Paus kita yang ke-14 dan merupakan Paus pertama yang berasal dari Afrika. Tidak banyak informasi tentang kehidupan Paus yang kudus ini sebelum ia menduduki takhtah santo Petrus ditahun 189. Ia diketahui berasal dari Provinsi Romawi di Afrika Utara, kemungkinan di Tripolitania (sekarang Tripoli - Libya).
Dalam masa kepausannya yang berlangsung selama sepuluh tahun, Paus Viktor I berjuang untuk menyeragamkan perayaan Paskah di Asia dan Afrika dengan tata ibadat Paskah Ritus Romawi yang menggunakan bahasa Latin. Ia juga menetapkan bahwa Sakramen Babtis dapat diberikan dengan air biasa apabila tidak terdapat air baptis.
Paus Viktor I juga harus berjuang mempertahankan iman Kristiani akibat merebaknya ajaran bidaah Gnotisisme dan Monarkianisme. Ia menjatuhkan hukuman ekskomunikasi terhadap Theodotus dari Bizantium (Theodotus the Leather seller) karena mengajarkan kepada para pengikutnya bahwa Yesus hanyalah seorang manusia biasa yang memiliki kekuatan supranatural akibat pembabtisan.
Catatan Santo Hieronimus menyatakan bahwa Paus Viktor I adalah orang pertama yang menulis tentang Teologi Kristen dalam bahasa Latin. Sayangnya, hanya tulisan beliau tentang pengaturan paskah yang masih bisa diketemukan.
Santo Paus Viktor I wafat sebagai martir pada tahun 199 di masa pemerintahan Kaisar Septimus Severus.
Arti nama
Viktor = Pemenang / penakluk (Latin)
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari