Bacaan Misa
Beginilah firman TUHAN kepadaku: "Pergilah membeli ikat pinggang lenan, ikatkanlah itu pada pinggangmu, tetapi jangan kaucelupkan ke dalam air!" Maka aku membeli ikat pinggang seperti yang difirmankan TUHAN, lalu mengikatkannya pada pinggangku. Sesudah itu datanglah firman TUHAN kepadaku untuk kedua kalinya, bunyinya: "Ambillah ikat pinggang yang telah kaubeli dan yang sekarang pada pinggangmu itu! Pergilah segera ke sungai Efrat untuk menyembunyikannya di sana di celah-celah bukit batu!" Maka pergilah aku, lalu menyembunyikannya di pinggir sungai Efrat seperti yang diperintahkan TUHAN kepadaku. Sesudah beberapa waktu lamanya, berfirmanlah TUHAN kepadaku: "Pergilah segera ke sungai Efrat mengambil dari sana ikat pinggang yang Kuperintahkan kausembunyikan di sana!" Maka pergilah aku ke sungai Efrat, lalu aku menggali dan mengambil ikat pinggang itu dari tempat aku menyembunyikannya, tetapi ternyata ikat pinggang itu sudah lapuk, tidak berguna untuk apapun. Lalu datanglah firman TUHAN kepadaku: "Beginilah firman TUHAN: Demikianlah Aku akan menghapuskan kecongkakbongakan Yehuda dan Yerusalem. Bangsa yang jahat ini, yang enggan mendengarkan perkataan-perkataan-Ku, yang mengikuti kedegilan hatinya dan mengikuti allah lain untuk beribadah dan sujud menyembah kepada mereka, akan menjadi seperti ikat pinggang ini yang tidak berguna untuk apapun. Sebab seperti ikat pinggang melekat pada pinggang seseorang, demikianlah tadinya segenap kaum Israel dan segenap kaum Yehuda Kulekatkan kepada-Ku, demikianlah firman TUHAN, supaya mereka itu menjadi umat, menjadi ternama, terpuji dan terhormat bagi-Ku. Tetapi mereka itu tidak mau mendengar."
Gunung batu yang memperanakkan engkau, telah kaulalaikan, dan telah kaulupakan Allah yang melahirkan engkau.
Ketika TUHAN melihat hal itu, maka Ia menolak mereka, karena Ia sakit hati oleh anak-anaknya lelaki dan perempuan.
Ia berfirman: Aku hendak menyembunyikan wajah-Ku terhadap mereka, dan melihat bagaimana kesudahan mereka, sebab mereka itu suatu angkatan yang bengkok, anak-anak yang tidak mempunyai kesetiaan.
Mereka membangkitkan cemburu-Ku dengan yang bukan Allah, mereka menimbulkan sakit hati-Ku dengan berhala mereka. Sebab itu Aku akan membangkitkan cemburu mereka dengan yang bukan umat, dan akan menyakiti hati mereka dengan bangsa yang bebal.
Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya. Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya." Dan Ia menceriterakan perumpamaan ini juga kepada mereka: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya." Semuanya itu disampaikan Yesus kepada orang banyak dalam perumpamaan, dan tanpa perumpamaan suatupun tidak disampaikan-Nya kepada mereka, supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi: "Aku mau membuka mulut-Ku mengatakan perumpamaan, Aku mau mengucapkan hal yang tersembunyi sejak dunia dijadikan."
Cara Kerja Ragi
Ibu-ibu pembuat roti tahu keajaiban ini. Ragi sesendok kecil diaduk ke dalam adonan sebaskom. Lalu adonan ditutup serbet dan didiamkan. Tidak ada suara. Tidak ada yang kelihatan bekerja. Satu jam kemudian serbet itu terangkat: adonan mengembang dua kali lipat. Diam-diam, dari dalam, semuanya berubah.
Yesus berkata, hal Kerajaan Sorga itu seumpama ragi yang diadukkan seorang perempuan ke dalam tiga sukat tepung sampai khamir seluruhnya. Juga seumpama biji sesawi, benih paling kecil yang tumbuh menjadi pohon tempat burung bersarang.
Kita sering menginginkan cara kerja yang lain: perubahan besar, cepat, dan kelihatan. Gebrakan. Padahal Allah tampaknya lebih suka cara ragi. Senyap, sabar, dari dalam.
Bacaan pertama menunjukkan sisi sebaliknya. Lewat ikat pinggang yang dibiarkan lapuk di celah batu, Tuhan memperlihatkan nasib umat yang melepaskan diri dari-Nya: tidak berguna untuk apa pun. Ragi yang dikeluarkan dari adonan tidak mengkhamirkan apa-apa.
Maka jangan remehkan yang kecil-kecil: sapaan hangat di rumah, kejujuran di tempat kerja, doa singkat yang setia. Itulah ragi yang sedang bekerja.
Hari ini, ragi apa yang bisa kuaduk diam-diam ke dalam adonan keluargaku?
Tuhan, jadikan aku ragi-Mu: kecil, tersembunyi, tetapi mengubah dari dalam. Amin.
Invitatorium
Pekan I Mazmur
Pembukaan
AntifonMarilah kita menghadap wajah Tuhan dengan lagu syukur.
Mazmur 94 (95)
AntifonMarilah kita menghadap wajah Tuhan dengan lagu syukur.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Tunjukkanlah belas kasihan-Mu kepadaku, ya Tuhan, dan jagalah aku tetap aman.
Mazmur 6
Seorang yang menderita memohon belas kasihan Allah
Aku diliputi kegelisahan…. Bapa, selamatkanlah aku dari saat ini (Yohanes 12:27).
AntifonTunjukkanlah belas kasihan-Mu kepadaku, ya Tuhan, dan jagalah aku tetap aman.
Antifon 2Orang miskin tidak sendirian dalam kesusahan mereka; Allah ada di sini untuk menolong mereka.
AntifonOrang miskin tidak sendirian dalam kesusahan mereka; Allah ada di sini untuk menolong mereka.
Antifon 3Aku akan menjadi pewarta pujian-Mu, ya Tuhan, di mana umat Sion berkumpul.
AntifonAku akan menjadi pewarta pujian-Mu, ya Tuhan, di mana umat Sion berkumpul.
Responsorium 2 Korintus 1:21-22; Ulangan 5:2, 4
Responsorium 1 Petrus 3:8, 9; Roma 12:10, 11
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1KepadaMu aku berdoa, ya Tuhan; waktu pagi Engkau mendengarkan seruanku.
Antifon 1KepadaMu aku berdoa, ya Tuhan, waktu pagi Engkau mendengarkan seruanku.
Antifon 2Kami memuji namaMu yang mulia, ya Allah.
Antifon 2Kami memuji namaMu yang mulia, ya Allah.
Antifon 3Sujudlah kepada Tuhan dengan hormat dan khidmat.
Mazmur 28
Antifon 3Sujudlah kepada Tuhan dengan hormat dan khidmat.
Bacaan Singkat (2Tes 3,10b-13)
Lagu Singkat
Antifon KidungTerpujilah Tuhan, Allah kita.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungTerpujilah Tuhan, Allah kita.
Doa Permohonan
℟. Berilah kami RohMu, ya Tuhan.
Anugerahilah kami suatu hari tanpa noda, penuh sukacita dan damai,* supaya kami nanti malam dapat memuji Engkau dengan hati gembira. ℟.
Semoga kemuliaanMu menyinari kami hari ini,* dan bimbinganMu menyuburkan usaha dan pekerjaan kami. ℟.
Tunjukkanlah seri wajahMu kepada kami,* dan lindungilah kami hari ini di jalan kebaikan dan damai. ℟.
Perhatikanlah semua orang yang menaruh harapan pada doa kami,* dan limpahilah mereka dengan kurnia rohani dan jasmani. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pekan I Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (Rom 13, 8. 10)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan I Mazmur
Madah
Antifon 1Sabda Tuhan menyenangkan hati dan menerangi mata.
Antifon 1Sabda Tuhan menyenangkan hati dan menerangi mata.
Antifon 2Tuhan akan bangkit untuk merajai bangsa-bangsa dengan adil.
Mazmur 7 I
Antifon 2Tuhan akan bangkit untuk merajai bangsa-bangsa dengan adil.
Antifon 3Allah hakim yang adil dan kuat, penyelamat orang yang tulus hati.
Mazmur 7 II
Antifon 3Allah hakim yang adil dan kuat, penyelamat orang yang tulus hati.
Bacaan singkat Yak 1,19-20.26
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pekan I Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (1 Pe 1, 17b. 18a. 19)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan I Mazmur
Madah
Antifon 1Tuhan memperhatikan orang miskin.
Mazmur 10
Antifon 1Tuhan memperhatikan orang miskin.
Antifon 2Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.
Mazmur 14
Antifon 2Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.
Antifon 3Allah memilih kita menjadi anakNya dengan perantaraan PuteraNya.
Ef 1,3-10
Antifon 3Allah memilih kita menjadi anakNya dengan perantaraan PuteraNya.
Bacaan Singkat (Kol 1,9b-11)
Antifon KidungAku mengagungkan Tuhan, sebab Allah memperhatikan daku, hambaNya yang hina ini.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungAku mengagungkan Tuhan, sebab Allah memperhatikan daku, hambaNya yang hina ini.
Doa Permohonan
℟. Peliharalah umatMu, ya Tuhan.
Selamatkanlah umatMu, ya Tuhan,* dan berkatilah milik pusakaMu. ℟.
Satukanlah semua orang kristen,* supaya dunia percaya kepada Kristus yang telah Kauutus. ℟.
Limpahkanlah rahmatMu kepada kaum kerabat dan sanak saudara kami,* supaya mereka menyerahkan diri kepada Kristus. ℟.
Tunjukkanlah cinta kasihMu kepada semua orang yang berada dalam sakrat maut,* supaya mereka melihat keselamatanMu. ℟.
Rahimilah kiranya semua orang mati,* dan satukanlah mereka dengan para kudus yang beristirahat dalam Kristus. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Doa Tobat
Tuhan, kasihanilah kami.℟.Tuhan, kasihanilah kami.℣.Engkau datang memanggil orang yang berdosa.
Kristus, kasihanilah kami.℟.Kristus, kasihanilah kami.℣.Engkau duduk di sisi Bapa sebagai pengantara kami.
Tuhan, kasihanilah kami.℟.Tuhan, kasihanilah kami.℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.
Madah
AntifonTuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.
Mazmur 85 (86)
AntifonTuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.
Bacaan singkat 1Tes 5,9-10
Lagu singkat
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santa Lilian dari Cordoba
Santa Lilian adalah isteri dari Santo Felix dari Cordoba. Karena menolak mengenakan cadar, ia dituduh murtad, ditangkap lalu dipenjarakan bersama-sama dengan suaminya Santo Felix, Santo Aurelius dan isterinya Santa Natalia.
Mereka diberi waktu empat hari untuk mengakui kesalahan dan menyangkal iman mereka, tetapi mereka menolak. Malah secara terbuka mereka mengaku sebagai orang Kristen. Karenanya mereka kemudian dipenggal. Bersama mereka dipenggal pula seorang biarawan bernama Georgius, yang giat berkotbah membela iman Kristen dalam masa penganiayaan tersebut.
Peristiwa Kemartiran ini terjadi pada tahun 852 di Cordoba, Spanyol, pada masa penganiayaan orang Kristen oleh penguasa Moor, Emir Abdurrahman II (822-852).
Arti nama
Nama Lilian berasal dari kata Latin “Lilium”, yang berarti : "bunga bakung", Sering juga dianggap sebagai bentuk pendek dari nama Elizabeth.
Santa Natalia dari Cordoba
Santa Natalia terlahir dengan nama Sabigotho. Ia adalah seorang berdarah campuran Moor-Spanyol. Ayahnya adalah seorang muslim Moor dan ibunya adalah seorang Spanyol. Ia menikah dengan Santo Aurelius dan dibabtis menjadi Kristen dengan nama Natalia.
Pada tahun 852, saat terjadi penganiayaan bagi orang-orang Kristen oleh penguasa Moor, Emir Abdurrahman II (822-852), Natalia dan suaminya Aurelius, serta sepupu Aurelius bernama Felix dan istrinya Lilian ditangkap dan dipenjarakan karena dituduh murtad dari islam.
Mereka diberi waktu empat hari untuk mengakui kesalahan dan menyangkal iman mereka, tetapi mereka menolak. Malah secara terbuka mereka mengaku sebagai orang Kristen. Karenanya mereka kemudian dipenggal. Bersama mereka dipenggal pula seorang biarawan bernama Georgius, yang giat berkotbah membela iman Kristen dalam masa penganiayaan tersebut.
Arti nama
Berasal dari kata Latin : “Natale Domini” yang berarti “Hari Kelahiran Tuhan” atau “Hari Natal”
Santo Arethas
Pemimpin umat Kristen-Arab di Najran yang dibantai bersama sekitar 4000 orang Kristen-Arab (yang namanya tidak tercatat) oleh raja Yūsuf Dhū Nuwās, pemimpin Yahudi di Yaman. Pembantaian ini terjadi pada tahun 523.
Santo Aurelius dan Santa Natalia
Orang tua suami-isteri ini beragama Islam. Karena Natalia dan temannya Liliosa, isteri Feliks, seorang yang pernah mutrad menjadi Islam tetapi kemudian berbalik kembali) tidak memakai cadar, maka mereka dituduh mutrad dari Islam. Mereka dengan berani mengakui dirinya Kristen dan oleh karena itu dibunuh bersama Georgius, seorang biarawan yang giat berkhotbah membela kebenaran agama Kristen. Mereka meninggal di Cordoba, Spanyol pada masa pemerintahan Emir Abd Ar-Rahman II pada tahun 852.
Santo Aurelius dari Cordoba
Santo Aurelius dari Cordoba dan istrinya santa Natalia dari Cordoba adalah martir Kristus pada masa pendudukan dan penganiayaan orang Kristen di Spanyol oleh bangsa Moor. Aurelius berdarah campuran. Ayahnya adalah seorang muslim Moor dan ibunya adalah seorang spanyol. Kedua orang tuanya meninggal saat ia masih anak-anak, karena itu ia dibesarkan oleh bibinya dari pihak ibu yang adalah seorang kristen yang taat. Oleh bibinya, Aurelius dengan sembunyi-sembunyi dididik secara kristen lalu dibabtis.
Setelah dewasa Aurelius menikah dengan seorang wanita yang juga berdarah campuran Moor-Spanyol seperti dirinya yang bernama Sabigotho. Sabigotho kemudian dibabtis dengan nama : Natalia.
Di bawah Hukum Syariah, semua wanita diwajibkan untuk mengenakan cadar bila berada ditempat umum. Karena Natalia dan seorang iparnya yang bernama Lilian (isteri dari Felix; yaitu sepupu Aurelius) tidak mau memakai cadar, maka mereka berempat; Aurelius dan Natalia, serta Felix dan Lilian dituduh murtad dan ditangkap.
Mereka diberi waktu empat hari untuk mengakui kesalahan dan menyangkal iman mereka, tetapi mereka menolak. Malah secara terbuka mereka mengakui iman mereka akan Yesus Kristus. Pengakuan iman yang berani ini membuat mereka semua akhirnya dipenggal. Bersama mereka dipenggal pula seorang biarawan bernama Georgius, yang giat berkotbah membela iman Kristen dalam masa penganiayaan tersebut.
Peristiwa Kemartiran ini terjadi pada tahun 852 di Cordoba, Spanyol, pada masa penganiayaan orang Kristen oleh penguasa Moor, Emir Abdurrahman II (822-852).
Arti nama
Aurelius Nama Romawi yang berasal dari kata Latin : "Aures" yang berarti : "Emas", "Berkilau seperti emas"
Santo Felix dari Cordoba
Santo Felix dari Cordoba adalah saudara sepupu Santo Aurelius. Ia dihukum penggal karena imannya pada tahun 852, bersama-sama dengan isterinya Santa Lilian, Santo Aurelius, Santa Natalia dan Santo Georgius dari Cordoba.
Peristiwa Kemartiran ini terjadi pada tahun 852 di Cordoba, Spanyol, pada masa penganiayaan orang Kristen oleh penguasa Moor, Emir Abdurrahman II (822-852).
Arti nama
Beruntung, Sukses (Latin)
Santo Georgius dari Cordoba
Georgius of Cordoba adalah seorang biarawan yang berasal dari Palestina. Ia terpanggil untuk berkarya bagi umat kristen di Spanyol yang saat itu sedang teraniaya dibawah penjajahan bangsa Moor.
Di Spanyol ia giat berkotbah membela iman Kristiani. Ketika tertangkap pada tahun 852 di Cordoba, ia ditawari pengampunan apabila bersedia menghentikan kegiatannya dan mengingkari imannya. Ia menolak. Karena itu ia lalu dipenggal bersama Santo Felix, Santa Lilian, Santo Aurelius dan Santa Natalia.
Peristiwa Kemartiran ini terjadi pada tahun 852 di Cordoba, Spanyol, pada masa penganiayaan orang Kristen oleh penguasa Moor, Emir Abdurrahman II (822-852).
Arti nama
Berasal dari nama Yunani Γεωργιος (Georgios) yang diturunkan dari kata Yunani γεωργος (georgos) yang berarti "Petani / Peladang"
Santo Panteleon
Panteleon lahir di Nikomedia, Asia Keci. Ia bekerja di sana sebagai seorang tabib. Diceritakan bahwa tingkah lakunya sangat buruk dan karena itu ia seringkali gelisah dan resah karena tinkah lakunya itu. Kegelisahan dan keresahan ini menajdi suatu pintu masuk yang baik baginya menuju cara hidup yang baru. Oleh karena seorang imam bernama Hermolaus, Panteleon diajari ajaran-ajaran iman Kristen dan akhirnya bertobat dan dipermandikan menjadi Kristen. Semenjak itu ia berjanji untuk meninggalkan cara hidupnya yang lama dan berniat menyilih dosa-dosanya dengan perbuatan-perbuatan baik.
Dengan keahlian sebagai tabib, Panteleon menolong dan merawat orang-orang sakit, terutama yang miskin tanpa menuntut bayaran. Harta miliknya bahkan dibagi-bagikan kepada mereka. Di samping itu ia rajin menyebarkan ajaran-ajaran Kristen kepada banyak orang terutama di kalangan orang-orang sakit yang dirawatnya. Banyak sekali orang yang berhasil ditobatkannya dan dihantar kepada iman yang benar. Ayahnya yang masih kafir ditobatkannya juga.
Pada masa penganiayaan orang-orang Kristen oleh Kaisar Diokletianus, Panteleon ditangkap dan disiksa hingga mati dipenggal kepalanya pada tahun 303.
Santo Selestinus I
Santo Paus Selestinus I adalah paus kita yang ke-43. Ia memimpin Gereja sejak 10 September 422 sampai hari kematiannya pada 26 Juli 432. Paus Selestinus I berasal dari kalangan bangsawan tinggi Romawi dan kemungkinan adalah kerabat dekat dari Kaisar Valentinian III (Flavius Placidius Valentinianus Augustus - Kaisar Romawi Barat 422 - 455 M).
Tidak banyak catatan yang ditemukan mengenai kehidupannya sebelum ia terpilih menjadi Paus, kecuali bahwa ayahnya bernama Priscus. Ia dikatakan pernah bekerja selama beberapa waktu di Keuskupan Milan bersama Uskup Santo Ambrosius. Namanya juga ditemukan dalam sebuah dokumen yang ditulis Santo Paus Innosensius I (paus ke-40) pada tahun 416 M, di mana ia disebut sebagai Diakon Selestinus.
Selestinus I harus mempimpin Gereja menghadapi berbagai ajaran sesat yang merebak di masa itu; Nestorianisme, Pelagianisme, Manikeanisme, Donatisme dan Novatianisme. Ia menggelar sebuah Konsili di Roma pada tahun 430, untuk memeriksa ajaran Patriark Nestorius dan Patriark Sirilus dari Alexandria yang telah saling mengutuk satu sama lain. Konsili ini memutuskan bahwa ajaran Nestorius bertentangan dengan ajaran iman yang sejati dan menjatuhkan hukuman pengucilan terhadap Nestorius. Surat keputusan Konsili ini dikeluarkan bagi para pemimpin umat saat itu : Patriark Yohanes di Antiokhia, Uskup Juvenal di Yerusalem, Uskup Rufus di Tesalonika, Uskup Flavianus di Filipi Kaisarea dan bagi Kaisar Romawi Timur di Konstantinopel.
Setahun kemudian, Paus mengutus Patriark Sirilus dari Alexandria sebagai wakilnya untuk memimpin Konsili Efesus yang digelar tahun 431 M. Konsili ini merupakan sidang resmi Gereja yang diselenggarakan oleh Kaisar Theodosius II dan melibatkan lebih dari dua ratus uskup yang ada waktu itu. Konsili Efesus menghasilkan 8 kanon keputusan yang diantaranya (Kanon 2-5) mengutuk ajaran Nestorian yang bertentangan dengan ajaran iman dan hukuman pengucilan terhadap Nestorius.
Paus Selestinus I bekerja keras melawan ajaran bidaah Pelagianisme dan bertindak tegas kepada para penganut bidaah Novatianisme. Ia melarang ibadah para Novatian dan memenjarakan uskup mereka.
Bapa suci ke-43 dikenal sebagai seorang Ortodoks yang menolak keras inovasi sekecil apapun terhadap konstitusi gereja yang telah ditetapkan para pendahulunya. Santo Agustinus dari Hippo sering menyurati beliau demi memohon petunjuk atas berbagai masalah yang dihadapinya di Afrika Utara, khususnya saat melawan ajaran sesat Donatisme. Korespondensi mereka menunjukkan bahwa Roma telah menjadi otoritas tertinggi bagi Teologi Kristen sejak abad ke-5.
Paus yang kudus ini mengutus Uskup Pelladius untuk menginjili Irlandia. Bertahun-tahun kemudian ia juga mengutus Santo Patrick untuk melanjutkan karya Pelladius di Irlandia.
Selestinus I memulihkan kembali Basilica di Santa Maria in Trastevere yang hancur saat Roma di serbu bangsa Visigoth pada 24 Agustus 410. Ia juga disebutkan telah memperbaharui berbagai bagian dari liturgi, walaupun tidak ada kepastian pada bagian yang mana. Ia tutup usia pada 6 April 432 dan dimakamkan di katakombe Santa Priscilla di Via Salaria. Pada tahun 820 M, jenazahnya dipindahkan dan semayamkan di Basilika Santa Prassede di Roma.
Arti nama
Nama Latin yang berarti : "Ilahi", "dari langit", "Surgawi"
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari