Bacaan Misa
Celakalah orang-orang yang merancang kedurjanaan dan yang merencanakan kejahatan di tempat tidurnya; yang melakukannya di waktu fajar, sebab hal itu ada dalam kekuasaannya; yang apabila menginginkan ladang-ladang, mereka merampasnya, dan rumah-rumah, mereka menyerobotnya; yang menindas orang dengan rumahnya, manusia dengan milik pusakanya! Sebab itu beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya, Aku merancang malapetaka terhadap kaum ini, dan kamu tidak dapat menghindarkan lehermu dari padanya; kamu tidak dapat lagi berjalan angkuh, sebab waktu itu adalah waktu yang mencelakakan. Pada hari itu orang akan melontarkan sindiran tentang kamu dan akan memperdengarkan suatu ratapan dan akan berkata: "Kita telah dihancurluluhkan! Bagian warisan bangsaku telah diukur dengan tali, dan tidak ada orang yang mengembalikannya, ladang-ladang kita dibagikan kepada orang-orang yang menawan kita." Sebab itu tidak akan ada bagimu orang yang melontarkan tali dengan undian di dalam jemaah TUHAN.
Mengapa Engkau berdiri jauh-jauh, ya TUHAN, dan menyembunyikan diri-Mu dalam waktu-waktu kesesakan?
Karena congkak orang fasik giat memburu orang yang tertindas; mereka terjebak dalam tipu daya yang mereka rancangkan.
Karena orang fasik memuji-muji keinginan hatinya, dan orang yang loba mengutuki dan menista TUHAN.
Kata orang fasik itu dengan batang hidungnya ke atas: "Allah tidak akan menuntut! Tidak ada Allah!", itulah seluruh pikirannya.
Mulutnya penuh dengan sumpah serapah, dengan tipu dan penindasan; di lidahnya ada kelaliman dan kejahatan.
Ia duduk menghadang di gubuk-gubuk, di tempat yang tersembunyi ia membunuh orang yang tak bersalah. Matanya mengintip orang yang lemah;
Engkau memang melihatnya, sebab Engkaulah yang melihat kesusahan dan sakit hati, supaya Engkau mengambilnya ke dalam tangan-Mu sendiri. Kepada-Mulah orang lemah menyerahkan diri; untuk anak yatim Engkau menjadi penolong.
Lalu keluarlah orang-orang Farisi itu dan bersekongkol untuk membunuh Dia. Tetapi Yesus mengetahui maksud mereka lalu menyingkir dari sana.(12-15b) Banyak orang mengikuti Yesus dan Ia menyembuhkan mereka semuanya. Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia, supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa. Ia tidak akan berbantah dan tidak akan berteriak dan orang tidak akan mendengar suara-Nya di jalan-jalan. Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang. Dan pada-Nyalah bangsa-bangsa akan berharap."
Merawat Nyala Kecil
Di desa dulu ada lampu senthir, pelita minyak bersumbu kain. Ketika nyalanya tinggal setitik, orang tidak membuangnya. Sumbunya dinaikkan sedikit. Minyaknya ditambah. Angin ditutupi dengan telapak tangan. Nyala sekecil itu dijaga baik-baik, sebab dari dialah seisi rumah mendapat terang.
Matius hari ini mengutip Yesaya untuk melukiskan Yesus: buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya. Sementara orang Farisi bersekongkol membunuh Dia, Yesus menyingkir tanpa berbantah, tanpa berteriak, sambil terus menyembuhkan.
Bacaan pertama memperlihatkan kebalikannya. Mikha mengecam orang-orang yang merancang kejahatan di tempat tidurnya: menginginkan ladang lalu merampasnya, menindas orang dengan rumahnya. Begitulah cara dunia memperlakukan yang lemah: dipatahkan sekalian, dipadamkan sekalian.
Cara Allah lain sama sekali. Yang patah dibebat, yang redup dirawat. Bukankah kita semua pernah menjadi sumbu pudar itu? Iman tinggal setitik, semangat hampir habis, doa tinggal sisa-sisa. Dan Tuhan tidak meniup kita padam. Ia justru menambah minyak.
Maka pertanyaan hari ini sederhana saja. Siapa di rumahku, di lingkunganku, yang nyalanya tinggal setitik? Aku ini tangan yang menambah minyak, atau angin yang memadamkan?
Tuhan yang lembut, jadikan aku perawat nyala-nyala kecil di sekitarku. Amin.
Invitatorium
Pekan III Mazmur
Pembukaan
AntifonMilik Tuhanlah bumi dan segala isinya; marilah kita menyembah Dia.
Mazmur 94 (95)
AntifonMilik Tuhanlah bumi dan segala isinya; marilah kita menyembah Dia.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Marilah kita memuji Tuhan atas belas kasihan-Nya dan atas karya-karya ajaib yang telah Dia lakukan bagi manusia.
Mazmur 106 (107)
Syukur atas pembebasan
Inilah pesan Allah kepada bani Israel; kabar baik tentang damai sejahtera yang diwartakan melalui Yesus Kristus (Kis. 10:36).
AntifonMarilah kita memuji Tuhan atas belas kasihan-Nya dan atas karya-karya ajaib yang telah Dia lakukan bagi manusia.
Antifon 2Manusia telah melihat karya-karya Allah, keajaiban-keajaiban yang telah Dia lakukan.
AntifonManusia telah melihat karya-karya Allah, keajaiban-keajaiban yang telah Dia lakukan.
Antifon 3Mereka yang mengasihi Tuhan akan melihat dan bersukacita; mereka akan memahami kasih setia-Nya.
AntifonMereka yang mengasihi Tuhan akan melihat dan bersukacita; mereka akan memahami kasih setia-Nya.
Responsorium (Yehezkiel 37:21, 22, 23, 24; Yohanes 10:16)
Responsorium
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Engkau dekat, ya Tuhan, dan segala perintahMu benar.
Mazmur 118,145-152
Antifon 1Engkau dekat, ya Tuhan, dan segala perintahMu benar.
Antifon 2Tuhan, semoga hikmatMu mendampingi aku dalam usahaku.
Kebij 9,1-12
Antifon 2Tuhan, semoga hikmatMu mendampingi aku dalam usahaku.
Antifon 3Kesetiaan Tuhan tetap selama-lamanya.
Mazmur 116 (117)
Antifon 3Kesetiaan Tuhan tetap selama-lamanya.
Bacaan Singkat (Flp 2,14-15)
Lagu Singkat
Antifon KidungYa Tuhan, sinarilah orang yang meringkuk dalam kegelapan maut.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungYa Tuhan, sinarilah orang yang meringkuk dalam kegelapan maut.
Doa Permohonan
℟. Indahkanlah bunda PuteraMu, dan dengarkanlah kami.
Bapa yang mahamurah, kami bersyukur kepadaMu, sebab Engkau telah memberi kami Maria sebagai bunda dan teladan,* sucikanlah hati kami berkat doanya. ℟.
Engkau mendorong Maria untuk menerima sabdaMu dan menjadi hambaMu yang setia,* berilah kami buah hasil Roh kudus berkat doanya. ℟.
Engkau telah menguatkan Maria ketika berdiri di kaki salib, dan Engkau menggembirakan dia ketika PuteraMu bangkit,* ringankanlah kesukaran kami dan teguhkanlah harapan kami berkat doanya. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pekan III Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (1 Sam 15, 22)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan III Mazmur
Madah
Antifon 1Jaminlah kesejahteraan hambaMu, ya Tuhan.
Mazmur 118 (119), 121-128
Antifon 1Jaminlah kesejahteraan hambaMu, ya Tuhan.
Antifon 2Pandanglah Tuhan, maka engkau akan berbahagia.
Mazmur 33 I
Antifon 2Pandanglah Tuhan, maka engkau akan berbahagia.
Antifon 3Tuhan itu dekat pada orang yang bertobat.
Mazmur 33 II
Antifon 3Tuhan itu dekat pada orang yang bertobat.
Bacaan singkat Gal 5,26; 6,2
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pekan III Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (Mich 6, 8)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan IV Mazmur
Madah
Antifon 1Mohonkanlah damai sejahtera bagi Yerusalem.
Mazmur 121 (122)
Antifon 1Mohonkanlah damai sejahtera bagi Yerusalem.
Antifon 2Aku menantikan Tuhan lebih dari penjaga menantikan fajar.
Mazmur 129 (130)
Antifon 2Aku menantikan Tuhan lebih dari penjaga menantikan fajar.
Antifon 3Semoga dalam nama Yesus bertekuklah setiap lutut di surga tinggi dan di bumi.
Flp 2,6-11
Antifon 3Semoga dalam nama Yesus bertekuklah setiap lutut di surga tinggi dan di bumi.
Bacaan Singkat (2Ptr 1,19-20)
Antifon KidungKumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbung-Ku, sabda Tuhan.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungMelihat orang banyak datang, Yesus mendaki lereng sebuah bukit. Setelah dia duduk, datanglah murid-muridNya. Lalu Yesus mulai berbicara.
Doa Permohonan
℟. Pandanglah dan dengarkanlah kami, ya Tuhan.
Kristus, Engkaulah saksi yang setia, Engkau telah bangkit dari alam maut, dan dalam darahMu Engkau menyucikan kami dari dosa,* semoga kami tetap mengenangkan karyaMu yang luhur. ℟.
Semoga semua orang yang Kaupanggil sebagai pewarta Injil,* melayani rahasia kerajaanMu dengan tekun dan setia. ℟.
Raja damai, semoga RohMu memenuhi hati para pemimpin bangsa-bangsa,* supaya mereka memperhatikan orang yang miskin dan papa. ℟.
Bantulah semua orang yang dipandang hina karena suku atau warna kulit, karena tingkat hidup, bahasa atau agamanya,* agar hak dan mertabat mereka diakui sepenuhnya. ℟.
Terimalah semua orang yang telah meninggal dalam cintaMu dan ikut sertakanlah mereka dalam kebahagiaan,* bersama santa perawan Maria dan semua orang kudusMu. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan I Mazmur
Doa Tobat
Madah
Antifon 1Kasihanilah aku, ya Tuhan, dan dengarkanlah doaku.
Mazmur 4
Antifon 1Kasihanilah aku, ya Tuhan, dan dengarkanlah doaku.
Antifon 2Pujilah Tuhan di waktu malam.
Mazmur 133 (134)
Antifon 2Pujilah Tuhan di waktu malam.
Bacaan singkat Ul 6,4-7
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Beato Alfonsus Tracki
Alfonsus Tracki lahir pada tanggal 2 Desember 1896 di Bleischwitz Polandia. Ia adalah putra pasangan katolik yang taat, Josef dan Martha Tracki. Alfonsus dibesarkan di sebuah desa kecil di Dataran Tinggi Silesia.
Pada usia 14 tahun Alfonsus masuk Seminari Institute of the Brothers of the Christian Schools (Latin: Fratres Scholarum Christianarum, Sebuah Konggregasi para Bruder pendidik yang didirikan oleh Santo Yohanes Baptista de la Salle), di Kota Wina Austria. Setelah menjalani masa novisiat selama dua tahun, Alfonsus mengucapkan kaul pada tanggal 16 Agustus 1913 dan menggunakan nama biara Bruder Gebhardus (lihat==>Santo Gebhardus). Ditengah kekhawatiran akan pecahnya perang besar di Eropa, Alfonsus ditugaskan menjadi seorang pengajar di Xaverian College Shkoder Albania.
Ketika Perang Dunia Pertama akhirnya meletus, Alfonsus kembali ke desa asalnya dan terpaksa menjalani Wajib Militer selama dua tahun. Setelah perang selesai, ia kembali ke Shkoder untuk melanjutkan studi Filsafat dan Teologi agar bisa menjadi seorang imam. Studinya selesai pada tahun 1925 dan ia ditahbiskan oleh Uskup Agung Shkoder, Mgr.Lazér Mjeda, pada tanggal 14 Juni 1925. Selanjutnya imam muda ini ditugaskan ke Albania Utara, dimana ia berkarya sebagai seorang pendidik di sekolah-sekolah Katolik dan pembina Olahraga bagi kaum muda.
Selanjutnya Pater Alfonsus Tracki ditugaskan sebagai pastor pembantu di Katedral Santo Stefanus Shkoder, lalu menjadi pastor paroki di Velipoja. Umat di paroki ini mengenangnya sebagai seorang pastor Paroki yang lemah lembut dan baik hati. Pastor Paroki ini berjasa besar memberantas budaya Gjakmarrja (Tradisi balas dendam berdarah antar keluarga di Albania Utara, mirip Tradisi Vendetta di Italia), dengan menawarkan solusi perdamaian Kristen bagi keluarga-keluarga yang bertikai.
Tidak ada catatan tentang Pater Alfonsus pada masa Perang Dunia Kedua. Saat perang akan berakhir, Pater Alfonsus diketahui juga terlibat dalam proses negosiasi pembebasan Albania dari pendudukan Jerman.
Rezim Komunis pro Uni Soviet berkuasa di Albania pasca Perang Dunia Kedua. Dibawah cengkeraman kaum Komunis, Gereja-gereja disegel, seminari-seminari ditutup dan biara-biara dibubarkan. Para rohaniwan-rohaniwati ditahan dengan berbagai tuduhan palsu dan dijebloskan ke dalam penjara. Banyak diantara mereka yang kemudian di eksekusi mati.Pater Alfonsus ditangkap tentara Komunis saat sedang memberikan Sakramen Minyak Suci bagi seorang Volunter Freischärler (Milisi Anti Komunis yang saat itu berjuang melawan Pemerintah Komunis Albania) yang terluka dan tengah sekarat. Ia ditahan di Penjara Shkoder sejak tanggal 13 Februari 1946, dan dijatuhi hukuman mati pada tanggal 17 Juli 1946 atas tuduhan: Melakukan pelayanan Pastoral secara ilegal.
Martir kristus ini dieksekusi pada 18 Juli 1946. Menurut para saksi mata, kata-kata terakhirnya dihadapan regu tembak adalah:
"... Saya tidak menyesali kematianku, selama saya mati bersama-sama dengan saudara-saudaraku, saya harus berkorban, sebanyak yang telah mereka korbankan, bagi kebaikanmu sendiri, dan bagi agama Kristus…"Arti nama
Alfonsus = nama Latin dari nama Jermanik: Alfons.
Alfons = "Bangsawan" atau "Siap" (Old Germanic)
Santa Simforosa bersama Putra-putranya
Pada masa pemerintahan Kaisar Hadrianus (pada abad ke-2) terjadi penganiyaan terhadap orang-orang Kristen. Di antara orang-orang itu terdapat ibu Simforosa bersama putra-putranya: Kresensius, Yulianus, Nemesius, Stakteus dan Eugenius. Ibu Simforosa lebih dahulu ditangkap dan ditenggelamkan di dalam sungai setelah dianiaya secara kejam. Beberapa hari kemudian, ketujuh putranya itupun ditangkap, lalu dianiaya dan dibunuh karena mengakui diri sebagai orang Kristen dan tidak sudi membawa korban kepada dewa-dewi kafir.
Santo Frederik dari Utrecht
Frederik lahir di Frisia, Nederland. Hari kelahirannya tidak diketahui pasti. Pendidikannya berlangsung di Utrecht hingga ia ditabhiskan menjadi imam. Sebagai imam baru, Frederik ditempatkan di Utrecht dengan tugas untum mempertobatkan orang-orang di kota itu.
Keberhasilan karyanya di Utrecht menghantarkan dia ke atas tahkta keuskupan Utrecht. Ia ditabhiskan menjadi uskup Utrecht pada tahun 825. Sebagai uskup, Frederik berusaha menata keuskupannya dengan sebaik-baiknya dan melayani kepentingan umatnya. Ia juga mengirim banyak misionaris ke wilayah utara untuk mewartakan injil di antara orang-orang kafir yang ada disana.
Usaha-usaha untuk mengkristenkan orang-orang kafir membawanya kepada kematian sebagai martir di Maastricht, Nederland pada tanggal 18 Juli 838. Ada dua alasan dikemukakan sebagai dasar pembunuhan atas diri Frederik. Alasan pertama ialah karena Frederik mencela kebrengsekan hidup moral Yudith, permaisuri kaisar Louis Debonair (814-840). Yudith tidak menerima baik celaan itu dan segera memerintahkan pembunuhan atas Frederik. Alasan lain ialah karena usaha-usaha Frederik untuk mengkristenkan penduduk Walcheren, di wilayah baratdaya Nederland, yang masih kafir dan liar, tidak diterima oleh mereka. Karena itu penduduk Walcheren berusaha mencari kesempatan untuk menghabiskan nyawa Frederik. Menurut tradisi Frederik dibunuh setelah merayakan Kurban Misa di Masstricht, Nederland.
Santo Maternus dari Milan
Santo Maternus adalah Uskup Kota Milan Italia pada ahir abad ketiga. Ia pernah tertangkap pada masa penganiayaan umat Kristen oleh kaisar Diokletianus, namun berhasil selamat dan melanjutkan pelayanannya secara sembunyi-sembunyi.
Uskup Maternus tutup usia pada tanggal 18 juli 328 dan di makamkan di Basilika Naboriana. Sembilan abad kemudian, tepatnya pada tahun 1258, relikwi Santo Maternus dipindahkan ke Gereja Santo Fransiskus Asissi. Sejak tahun 1798, relikwi uskup Milan ini disemayamkan di Basilika Santo Ambrosius di kota Milan bersama relikwi Santo Ambrosius, Santo Nabor, Santo Felix dan Santa Valeria.
Arti nama
Maternus = Ke-ibuan (Latin)
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari