Bacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Dan sekarang, saudara-saudara, aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang aku beritakan kepadamu dan yang kamu terima, dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri. Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu--kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya. Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci; bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya. Sesudah itu Ia menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus; kebanyakan dari mereka masih hidup sampai sekarang, tetapi beberapa di antaranya telah meninggal. Selanjutnya Ia menampakkan diri kepada Yakobus, kemudian kepada semua rasul. Dan yang paling akhir dari semuanya Ia menampakkan diri juga kepadaku, sama seperti kepada anak yang lahir sebelum waktunya.
Refren: Di seluruh bumi bergemalah suara mereka.
Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya;
Hari meneruskan berita itu kepada hari, dan malam menyampaikan pengetahuan itu kepada malam.
Tidak ada berita dan tidak ada kata, suara mereka tidak terdengar;
Tetapi gema mereka terpencar ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi. Ia memasang kemah di langit untuk matahari,
Alleluya, alleluya.
Akulah jalan, kebenaran dan hidup. Filipus, barangsiapa melihat Aku, ia telah melihat Bapa.
Alleluya, alleluya.
Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia." Kata Filipus kepada-Nya: "Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami." Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami. Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya. Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa; dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya."
Yang Diterima, Diteruskan
Setiap keluarga punya satu resep yang tak pernah ditulis. Bumbu opor nenek, takaran garam yang cuma diketahui lewat ujung jari. Diwariskan dari tangan ke tangan, dari dapur ke dapur. Sekali mata rantai putus, rasa itu hilang selamanya.
Paulus hari ini memakai bahasa pewarisan itu. "Yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri." Ia tidak mengarang Injil. Ia menerimanya, lalu meneruskannya. Dua kata kerja yang menjadi tulang punggung iman kita: menerima dan meneruskan.
Lalu ia menyebut daftar saksi seperti orang menyebut mata rantai: Kefas, kedua belas murid, lima ratus orang sekaligus, Yakobus, semua rasul. Dan yang paling akhir, dirinya sendiri, "seperti anak yang lahir sebelum waktunya." Paulus tahu ia mata rantai yang paling tak layak, bekas penganiaya. Tapi rahmat tidak memilih yang pantas; ia memilih yang mau meneruskan.
Menariknya, isi warisan itu bukan gagasan, melainkan peristiwa: Kristus mati, dikuburkan, dibangkitkan pada hari ketiga. Iman Kristen bukan filsafat yang bisa ditemukan sendiri di kamar dengan merenung. Ia kabar yang harus ada orang menyampaikannya kepada kita. Selalu ada tangan sebelum tangan kita.
Dalam Injil, Yesus berkata "Akulah jalan." Jalan itu pun sampai kepada kita karena ditunjukkan orang lain: orang tua yang mengajak ke gereja, guru agama, katekis di kampung, teman yang menuntun kita kembali. Kita percaya hari ini karena ada mata rantai yang tidak putus selama dua ribu tahun.
Paulus juga menyelipkan peringatan halus di awal: Injil ini menyelamatkan, "asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu, kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya." Warisan bisa disia-siakan. Resep yang dititipkan tak ada gunanya bila kertasnya disimpan di laci dan tak pernah dimasak. Iman yang diterima pun bisa mati bila hanya ditumpuk sebagai pengetahuan, tidak dihidupi dan tidak diteruskan.
Pertanyaan yang tinggal: apakah rantai itu berhenti di kita, atau berlanjut? Resep opor pun hilang bila satu generasi malas memasak. Iman juga. Yang kita terima cuma-cuma wajib kita teruskan cuma-cuma. Kepada anak, kepada tetangga, kepada siapa saja yang belum mendengar bahwa kubur itu kosong.
Kepada siapa iman ini dipercayakan lewat kita, dan sudahkah kita mulai meneruskannya?
Tuhan, aku menerima iman ini dari tangan yang tak kukenal semua namanya. Jadikanlah aku mata rantai yang tidak putus. Amin.
Invitatorium
Pembukaan
AntifonTuhan sungguh bangkit, alleluya.
Mazmur 94 (95)
AntifonTuhan sungguh bangkit, alleluya.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Alleluya, batu telah digulingkan dari pintu kubur, alleluya.
Mazmur 1
Ada dua jalan yang dapat ditempuh manusia
yang tidak mengikuti nasihat orang fasik;
AntifonAlleluya, batu telah digulingkan dari pintu kubur, alleluya.
Antifon 2Alleluya, perempuan, siapakah yang Engkau cari? Mengapa Engkau mencari yang hidup di antara orang mati? alleluya.
Mazmur 2
Mesias, raja dan penakluk
Para penguasa bumi bersatu untuk menggulingkan Yesus, Putra-Mu yang diurapi (Kisah Para Rasul 4:27).
AntifonAlleluya, perempuan, siapakah yang Engkau cari? Mengapa Engkau mencari yang hidup di antara orang mati? alleluya.
Antifon 3Alleluya, jangan menangis, Maria; Tuhan telah bangkit dari antara orang mati, alleluya.
Mazmur 3
Aku aman dalam penjagaan Tuhan
Betapa banyak yang bangkit melawan aku!
AntifonAlleluya, jangan menangis, Maria; Tuhan telah bangkit dari antara orang mati, alleluya.
Responsorium Wahyu 14:2; 19:6; 12:10; 19:5
Responsorium
Te Deum
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Barang siapa haus, akan menerima air kehidupan dengan cuma-cuma, alleluya.
Mazmur 62
Antifon 1Barang siapa haus, akan menerima air kehidupan dengan cuma-cuma, alleluya.
Antifon 2Hai lautan dan mata air, bersujudlah kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi, alleluya.
Dan 3,57-88.56
Kidung ini tidak ditutup dengan 'Kemuliaan'.
Antifon 2Hai lautan dan mata air, bersujudlah kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi, alleluya.
Antifon 3Hendaknya orang takwa bersuka ria atas kejayaan Tuhan, alleluya.
Mazmur 149
Antifon 3Hendaknya orang takwa bersuka ria atas kejayaan Tuhan, alleluya.
Bacaan singkat: Kis 10,40-43
Antifon KidungSetiap orang akan menghasilkan banyak buah, kalau ia tinggal dalam Aku dan Aku dalam dia, alleluya.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungSetiap orang akan menghasilkan banyak buah, kalau ia tinggal dalam Aku dan Aku dalam dia, alleluya.
Doa Permohonan
℟. Kristus, kehidupan kami, selamatkanlah kami.
Ya Kristus, cahaya yang cemerlang dalam kegelapan, raja kehidupan dan pemberi kesucian kepada semua insan,* semoga kami menjalani hari ini demi kemuliaanMu. ℟.
Tuhan, Engkau telah menempuh jalan penderitaan dan salib,* semoga kami menderita dan mati bersama Engkau, supaya dibangkitkan pula bersama Engkau. ℟.
Putera Bapa, guru dan saudara kami, Engkau telah mengangkat kami menjadi raja dan imam bagi Allah,* semoga kami dengan gembira hati menyampaikan kurban pujian kepadaMu. ℟.
Raja yang mulia, kami menantikan hari penampakanMu yang megah,* agar dapat memandang wajahMu dan menjadi serupa dengan Dikau. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (Cf. 1 Cor 15, 3 b-5)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setiaNya, alleluya.
Mazmur 117 (118)
Antifon 1Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setiaNya, alleluya.
Antifon 2Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, alleluya.
Antifon 2Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, alleluya.
Antifon 3Syukur kepadaMu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku, alleluya.
Antifon 3Syukur kepadaMu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku, alleluya.
Bacaan Singkat: (Ef 2,4-6)
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (Rom 6, 4)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Madah
Antifon 1Tuhan bangkit dan duduk di sebelah kanan Allah, alleluya.
Antifon 1Tuhan bangkit dan duduk di sebelah kanan Allah, alleluya.
Antifon 2Allah telah merebut kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam kerajaan PuteraNya yang terkasih, alleluya.
Mazmur 113
Antifon 2Allah telah merebut kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam kerajaan PuteraNya yang terkasih, alleluya.
Antifon 3Alleluya, Tuhan kita sudah menjadi raja. Marilah kita bersorak-sorai dan memuliakan Dia, alleluya.
Why 19,1-7
Antifon 3Alleluya, Tuhan kita sudah menjadi raja. Marilah kita bersorak-sorai dan memuliakan Dia, alleluya.
Bacaan singkat: Ibr 10,12-14
Antifon KidungTuhan bersabda: Perintah baru Kuberikan kepadamu, yaitu supaya kamu saling mencintai, sebagaimana Aku telah mencintai kamu, alleluya.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungTuhan bersabda: Perintah baru Kuberikan kepadamu, yaitu supaya kamu saling mencintai, sebagaimana Aku telah mencintai kamu, alleluya.
Doa Permohonan
℟. Raja pemenang, dengarkanlah kami.
Kristus, cahaya dan keselamatan segala bangsa,* curahkanlah api Roh kudus atas kami yang mewartakan kebangkitanMu. ℟.
Semoga umat Israel menyadari bahwa pengharapannya terpenuhi dalam Engkau, ya Kristus,* dan seluruh bumi mengenal kemuliaanMu. ℟.
Semoga kami bersatu dengan para kudusMu,* dan bersama mereka kelak dapat melepaskan lelah, dan beristirahat dari segala jerih payah. ℟.
Engkau telah mengalahkan musuhMu, yakni kematian, maka kalahkanlah musuhMu dalam diri kami juga,* agar kami dapat hidup bagiMu, pemenang yang takkan mati lagi. ℟.
Engkau taat sampai mati, dan bertakhta di sebelah kanan Bapa,* perkenankanlah saudara-saudaraMu masuk ke dalam kerajaanMu yang mulia. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Doa Tobat
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
Madah
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Mazmur 90 (91)
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Bacaan singkat Why 22,4-5
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Beata Marie Leonie Paradis
Elodie Paradis dilahirkan di desa L'Acadie di Quebec, Canada pada tanggal 12 Mei 1840. Orangtuanya miskin, namun mereka adalah orang-orang Katolik yang saleh. Mereka mencintai gadis kecil mereka.
Ketika Elodie berusia sembilan tahun, orangtuanya memutuskan untuk mengirimkannya ke sebuah sekolah asrama. Mereka menginginkan puteri mereka mendapatkan pendidikan yang baik. Suster-suster Notre Dame dengan hangat menyambut murid baru mereka. Elodi senang tinggal di asrama, meski ia dan keluarganya sungguh saling merindukan satu sama lain.
Bapak Paradis bekerja keras mengusahakan penggilingan. Tetapi masa-masa itu sungguh sulit dan penggilingan tidak memberikan hasil yang cukup untuk menopang hidup isteri dan anak-anaknya. Ia mendengar kabar-kabar yang menjanjikan mengenai penambangan emas di California. Pak Paradis begitu putus asa dengan usahanya hingga ia memutuskan untuk pergi mengadu nasib kesana.
Di California, ia tidak mendapatkan kekayaan seperti yang ia harapkan. Sebab itu ia kembali ke L'Acadie, dan sungguh tergoncang hatinya mendapati puterinya telah masuk biara. Elodie menggabungkan diri dalam Kongregasi Salib Suci pada tanggal 21 Februari 1854. Ayahnya segera menyusul ke biara. Ia memohon dengan sangat kepada puterinya untuk pulang ke rumah, tetapi puterinya memilih untuk tinggal. Pada akhirnya, ayahnya dapat menerima. Elodie mengucapkan kaulnya pada tahun 1857.
Elodie yang mengambil nama biara Marie-Leonie mengajar di sekolah-sekolah di berbagai kota. Ia berdoa dan melewakan hari-harinya dengan penuh sukacita. Sementara hari-hari berlalu, Sr Marie-Leonie dibimbing oleh Yesus untuk memulai sebuah ordo religius baru dalam Gereja. Suster-suster Kecil dari Keluarga Kudus dimulai pada tahun 1880. Para suster yang penuh kasih ini membaktikan diri pada pelayanan bagi para klerus. Suster-suster Kecil dari Keluarga Kudus sekarang telah memiliki enampuluh tujuh biara yang tersebar di Canada, Amerika Serikat, Roma dan Honduras.
Moeder Marie-Leonie terus berkarya hingga jam-jam terakhir hidupnya. Ia senantiasa rapuh dan kerap jatuh sakit. Namun demikian ia tidak pernah berhenti melayani umat Allah. Ia menuliskan koreksi-koreksi terakhir pada halaman-halaman buku peraturan hidup membiara untuk konggregasi yang didirikannya. Ia telah mengirimkannya ke percetakan. Buku tersebut akan memberikan bimbingan yang diperlukan para susternya.
Hari itu hari Jumat, 3 Mei 1912, ketika Moeder Marie-Leonie mengatakan bahwa ia amat lelah. Ia berbaring untuk beristirahat lalu pergi untuk selama-lamanya.
Santo Alexander I
Alexander I adalah Paus kita yang ke-6. Menurut Liber Pontificalis (Buku biografi para Paus yang diterbitkan pada akhir abad ke-9), Alexander I adalah warga kota Roma yang hidup pada masa pemerintahan Kaisar Trajan (Caesar Nerva Traianus Divi Nervae filius Augustus, Kaisar Romawi pada tahun 98 - 117 M). Banyak tradisi yang menyatakan bahwa Alexander I wafat sebagai seorang martir. Meski tidak terdapat bukti sejarah yang bisa mendukung kesimpulan tersebut; namun ada sebuah catatan dalam Missale Romanum (buku liturgis yang berisi naskah-naskah beserta rubrik-rubrik yang dipergunakan dalam perayaan Misa) yang menyebut paus Alexander sebagai Martir.
Paus Alexander I menaruh perhatian besar pada Liturgi Gereja. Beberapa sumber mengatakan bahwa kata-kata dalam Liturgi Ekaristi "Qui pride quam pateretur" (Yang sehari sebelum Ia menderita) adalah tambahan dari Paus Alexander I. Kata-kata ini membuka bagian dari perayaan Ekaristi, yang menceritakan perbuatan dan ucapan Yesus sewaktu Ia mengadakan Ekaristi Kudus pada perjamuan terakhir.
Beliau juga memerintahkan agar anggur yang dipakai dalam perayaan Ekaristi dicampur sedikit dengan air sebagai lambang darah dan air yang keluar dari lambung Yesus saat ditikam tombak di atas Salib. Ia juga mengesahkan praktek pemberkatan rumah dengan air suci.
Eusebius dari Kaisarea, dalam buku Ecclesiastical History, menyatakan bahwa Paus Alexander menjabat sebagai uskup Roma (Paus) selama sepuluh tahun dan wafat pada tahun ketiga dari masa pemerintahan Kaisar Hadrian (Publius Aelius Hadrianus Augustus; kaisar Romawi sejak tahun 117 - 138).(qq)
Arti nama
Nama Latin yang berasal dari nama Yunani Αλεξανδρος (Alexandros), yang berarti "Sang Pembela, Sang Penolong "
Diturunkan dari kata Yunani : αλεξω (alexo) = "membela, menolong" dan ανηρ (aner) = "Orang, Lelaki" (genitive ανδρος).
Santo Filipus dan Yakobus Muda
Filipus Rasul yang berasal berasal dari Betsaida di Galiliea adalah seorang murid Yohanes Pembaptis. Ketika Yohanes memperkenalkan Yesus sebagai Anak Domba Allah, Filipus ada di situ. Penginjil Yohanes mengatakan bahwa Yesus memanggil Filipus sebagai menjadi murid-Nya sehari setelah Ia memanggil Petrus dan Andreas (Yoh1:35-51). Meskipun tidak banyak bercerita tentang dia sesudah kenaikan Yesus, diketahui bahwa Filipus mewartakan Injil di Frigia, sebuah kota tua di Asia Kecil. Klemens daru Aleksandria mengatakan bahwa Filipus menderita penganiayaan hebat dan disalibkan dengan kepala di bawah, sebagaimana dialami Petrus di Roma pada masa pemerintahan Kaisar Domitianus (81-96).
Injil Matius, Markus dan Lukas memasukkan Filipus dalam daftar para rasul sebagai orang nomor lima setelah Petrus, Andreas, Yakobus dan Yohanes. Wataknya yang spontan tanpa ragu-ragu terlihat jelas dalam lukisan Injil Santo Yohanes. Ia tanpa ragu-ragu mengikuti Yesus tatkala menerima seruan panggilan Yesus. Keyakinannya tentang kedudukan Yesus sebagai Mesias yang dinantikan Israel dinyatakan jelas kepada Nathanael: “Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam Kitab Taurat dan para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazareth.” Pada peristiwa perbanyakan roti untuk 5000 orang, Filipus dengan spontan menjawab Yesus: “Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapatkan sepotong kecil saja”.(Yoh6:7)
Sebuah cerita yang berhubungang dengan kehidupan Filipus sesudah kenaikan Yesus disajikan oleh Eusebius dan penulis Kristen Purba lainnya. Mereka mengatakan bahwa Filipus mewartakan Injil di Frigia dan meninggal di Hierapolis, Asia Kecil. Jenazahnya dimakamkan pula di Hierapolis. Kemudian, relikuinya dikirim ke Roma, sejak tahun 561 disemayankan di Basilik Rasul-Rasul. Polycrates, Uskup Efesus, dalam sebuah suratnya kepada Paus Viktor II (1055-1057), menyebutkan bahwa dua orang anak Filipus hidup di Hierapolis, sedangkan yang lainnya di Efesus. Papias, Uskup Hierapolis mengenal baik anak-anak Filipus. Dari mereka, ia mengatahui bahwa Filipus pernah menghidupkan kembali seorang anak lelaki yang telah meninggal.
Tentang Yakobus ia dikatakan bahwa ia termasuk salah seorang rasul Yesus. ia disebut Yakobus muda untuk membedakan dia dari Yakobus Tua yang terlebih dahulu menjadi Rasul. Ia dikenal sebagai anak Alfeus dan saudara sepupu Yesus. Ibunya Maria termasuk bilangan wanita-wanita yang senantiasa melayani Yesus. Maria inilah yang mendampingi Bunda Maria sampai puncak Golgota, bahkan juga pada saat Yesus dimakamkan. Sebelum menjadi murid Yesus, ia bekerja sebagai petani untuk menghidupi keluarganya.
Dalam kitab suci, ia baru dikenal setelah Yakobus Tua dibunuh oleh Raja Herodes. Ketika para rasul terpencar untuk mewartakan peristiwa kebangkitan Tuhan, dan Petrus mengungsi keluar dari Yerusalem, Yakobus ini tetap tinggal di Yerusalem. Ia kemudian menjadi Uskup Yerusalem yang pertama. Di Yerusalem, orang-orang Yahudi sungguh menghormati dia. Dia diberi julukan oleh orang-orang Yahudi sebagai “Yang Adil” karena mengetahui segala hukum Yahudi dan dia sendiri tetap patuh pada Hukum Taurat Musa. Meskipun demikian, sebagai Rasul dan Uskup, dia sangat menjunjung tinggi segala hukum Kristiani dan tidak berkeberatan kalau orang-orang Kristen bukan Yahudi dibebaskan dari tuntutan hukum Taurat., terutama kewajiban sunat. Hal ini terjadi pada Konsili pertama di Yerusalem, dimana dia juga tampil berbicara dengan penuh wibawa dan kebijaksanaan. Santo Paulus menyebut Yakobus sebagai Sokoguru Gereja sejajar dengan santo Petrus dan Yohanes (Gal2:9). Dalam masa kepemimpinannya sebagai Uskup Yerusalem, ia berhasil mempertobatkan banyak orang Yahudi di Palestina. Ketika diadakan konsili di Yerusalem pada tahun 49, ia berdebat dengan Paulus tentang seberapa jauh orang-orang Kristen yang bukan keturunan Yahudi harus menghormati beberapa pokok hukum Taurat. K
arena ulah beberapa teman Yakobus timbullah keonaran di Antiokia melawan Paulus. Namun kedua rasul ini bersahabat karib: ketika Paulus tiba di Yerusalem, Yakobus-lah yang menasehatkan agar Paulus pergi ke Bait Allah untuk mentahirkan diri dan memberi persembahan. Paulus menuruti nasehat Yakobus. Tetapi ia ditangkap dan diseret ke hadapan pengadilan. Paulus sebagai warga negara Romawi minta diadili langsung oleh kaisar sendiri. Maka ia dikirim ke Roma. Demikian Paulus, Rasul bangsa kafir itu sampai di Roma berkat ‘perantaraan’ Yakobus. Tetapi sebaliknya Yakobus dicurigai oleh orang-orang Yahudi karena mereka tidak mendapat kesempatan untuk membalas Paulus. Karena itu beberapa tahun kemudian Yakobus ditangkap, dilemparkan dari menara Bait Allah lalu dirajam hingga mati pada tahun 62. Menurut sejarahwa Hegesippus, Rasul Yakobus menghayati suatu cara hidup yang amat keras, antara lain: tidak makan daging dan minum anggur. Ia juga tidak memakai alas kaki dan pakaiannya hanya selembar saja. Banyak waktunya digunakan untuk berdoa sambil berlutut sehingga kulit lututnya menjadi sangat tebal dan keras. Surat-suratnya yang lebih menonjolkan perwujudan cinta kasih kepada sesama, terutama yang miskin dan melarat, dimasukkan dalam kanon kitab Suci
Santo Yakobus Rasul
Yakobus adalah putera Alfeus dan saudara sepupu Yesus. Ia disebut juga “Yakobus Muda,” karena ia lebih muda dari seorang rasul lainnya yang juga bernama Yakobus.
Setelah Yesus naik ke surga; Yakobus ditunjuk sebagai pemimpin Jemaat di Yerusalem (Uskup pertama Yerusalem). Sementara para rasul yang lain mulai menyebar dan berkarya di tempat-tempat yang jauh, Yakobus tetap tinggal dan menggembalakan jemaat Kristen Perdana di Yerusalem. Umat sangat menghormatinya dan memberinya julukan “Yakobus si Adil,” dan “Yakobus yang Kudus.”
Pada Konsili Pertama di Yerusalem (Kis 15 ) Yakobus mendukung Petrus, Paulus dan Barnabas yang menghendaki agar orang bukan Yahudi yang bertobat tidak harus mematuhi semua hukum agama Yahudi. (Kis 15:13-21).
Yakobus adalah seorang pria yang jujur dan adil. Ia dikenal karena kehidupan doanya yang kudus. Dia dilaporkan telah menghabiskan begitu banyak waktu untuk berlutut dan berdoa hingga lututnya menjadi tebal, dan tampak seperti kulit unta. Ia juga lemah lembut dan pemaaf. Terus-menerus ia memohon kepada Tuhan untuk mengampuni mereka yang menganiaya para pengikut Kristus. Bahkan ketika para penganiaya umat Kristen menjatuhkan hukuman mati atasnya, Yakobus memohonkan ampun bagi mereka kepada Tuhan.
Menurut tradisi, St.Yakobus Rasul wafat sebagai martir pada tahun 62.
Arti nama
Berasal dari bahasa Latin : Iacomus; yang diturunkan dari bahasa Yunani Ιακωβος (Iakobos). Asli nya berasal dari nama Ibrani יַעֲקֹב (Ya'aqov) yang berarti : Pemegang Tumit / Pengganti (Kej 25:26)
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari