Bacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Dan Filipus pergi ke suatu kota di Samaria dan memberitakan Mesias kepada orang-orang di situ. Ketika orang banyak itu mendengar pemberitaan Filipus dan melihat tanda-tanda yang diadakannya, mereka semua dengan bulat hati menerima apa yang diberitakannya itu. Sebab dari banyak orang yang kerasukan roh jahat keluarlah roh-roh itu sambil berseru dengan suara keras, dan banyak juga orang lumpuh dan orang timpang yang disembuhkan. Maka sangatlah besar sukacita dalam kota itu. Ketika rasul-rasul di Yerusalem mendengar, bahwa tanah Samaria telah menerima firman Allah, mereka mengutus Petrus dan Yohanes ke situ. Setibanya di situ kedua rasul itu berdoa, supaya orang-orang Samaria itu beroleh Roh Kudus. Sebab Roh Kudus belum turun di atas seorangpun di antara mereka, karena mereka hanya dibaptis dalam nama Tuhan Yesus. Kemudian keduanya menumpangkan tangan di atas mereka, lalu mereka menerima Roh Kudus.
Untuk pemimpin biduan. Nyanyian Mazmur. Bersorak-sorailah bagi Allah, hai seluruh bumi,
mazmurkanlah kemuliaan nama-Nya, muliakanlah Dia dengan puji-pujian!
Katakanlah kepada Allah: "Betapa dahsyatnya segala pekerjaan-Mu; oleh sebab kekuatan-Mu yang besar musuh-Mu tunduk menjilat kepada-Mu.
Seluruh bumi sujud menyembah kepada-Mu, dan bermazmur bagi-Mu, memazmurkan nama-Mu." Sela
Pergilah dan lihatlah pekerjaan-pekerjaan Allah; Ia dahsyat dalam perbuatan-Nya terhadap manusia:
Ia mengubah laut menjadi tanah kering, dan orang-orang itu berjalan kaki menyeberangi sungai. Oleh sebab itu kita bersukacita karena Dia,
yang memerintah dengan perkasa untuk selama-lamanya, yang mata-Nya mengawasi bangsa-bangsa. Pemberontak-pemberontak tidak dapat meninggikan diri. Sela
Marilah, dengarlah, hai kamu sekalian yang takut akan Allah, aku hendak menceritakan apa yang dilakukan-Nya terhadap diriku.
Terpujilah Allah, yang tidak menolak doaku dan tidak menjauhkan kasih setia-Nya dari padaku.
Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat, dan dengan hati nurani yang murni, supaya mereka, yang memfitnah kamu karena hidupmu yang saleh dalam Kristus, menjadi malu karena fitnahan mereka itu. Sebab lebih baik menderita karena berbuat baik, jika hal itu dikehendaki Allah, dari pada menderita karena berbuat jahat. Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh,
"Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu. Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu. Tinggal sesaat lagi dan dunia tidak akan melihat Aku lagi, tetapi kamu melihat Aku, sebab Aku hidup dan kamupun akan hidup. Pada waktu itulah kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya."
Ditanya, Bukan Berdebat
Ada tetangga yang bertanya bukan untuk berdebat, melainkan karena penasaran. "Kok kamu masih setia ke gereja tiap minggu? Apa untungnya?" Pertanyaan seperti itu bukan serangan. Ia sebuah pintu.
Petrus menulis untuk saat-saat seperti ini. "Siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu." Kita diminta siap menjelaskan iman. Tapi perhatikan syaratnya, yang sering kita lewatkan: "dengan lemah lembut dan hormat."
Betapa mudah kita lupa bagian kedua itu. Kita bisa benar tetapi galak, menang berdebat tetapi kalah menyentuh hati. Petrus tahu, orang tidak tertarik pada iman karena kalah adu argumen. Mereka tertarik karena melihat pengharapan yang tenang pada orang yang hidupnya tidak gampang.
Dan pengharapan itu bukan hasil pintar sendiri. Dalam Injil, Yesus menjanjikan "Penolong yang lain", Roh Kebenaran, yang akan menyertai selama-lamanya. Kata Yunani untuk Penolong itu Parakletos, harfiahnya "yang dipanggil untuk mendampingi", seperti seorang pembela yang berdiri di sisi kita. Kita tidak bersaksi sendirian; ada yang mendampingi dari dalam.
Maka menjawab pertanyaan tetangga tadi tidak perlu jadi ceramah teologi. Cukup jujur: aku berharap karena aku percaya kubur Yesus kosong, dan harapan itu membuatku sanggup bertahan. Selebihnya, biar hidup kita yang menjelaskan. Kesaksian yang paling meyakinkan sering bukan yang paling fasih, melainkan yang paling cocok antara kata dan laku.
Di Samaria, orang percaya bukan pertama-tama karena argumen Filipus, melainkan karena melihat sukacita yang nyata: "sangatlah besar sukacita dalam kota itu." Sukacita menular lebih cepat daripada dalil.
Dan perhatikan, di Samaria pun iman tidak berhenti pada Filipus seorang. Para rasul mengutus Petrus dan Yohanes supaya orang-orang itu menerima Roh Kudus melalui penumpangan tangan. Iman selalu dirawat dalam kebersamaan, bukan sendiri-sendiri. Pengharapan yang kita bela di hadapan tetangga pun bukan hasil renungan pribadi di kamar, melainkan warisan seluruh Gereja yang menopang kita dari belakang.
Bulan Mei ini, saat kita banyak menghormati Bunda Maria, ada baiknya belajar dari caranya menjawab: sedikit kata, banyak percaya. "Terjadilah padaku menurut perkataanmu."
Kalau ada yang bertanya soal harapan kita, apa jawaban jujur yang siap kita berikan, dan dengan nada apa?
Tuhan, berilah aku Roh-Mu untuk bersaksi dengan lembut, dan hidup yang membuat orang bertanya. Amin.
Invitatorium
Pembukaan
AntifonTuhan sungguh bangkit, alleluya.
Mazmur 94 (95)
AntifonTuhan sungguh bangkit, alleluya.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Alleluya, batu telah digulingkan dari pintu kubur, alleluya.
Mazmur 103 (104)
Madah kepada Allah Sang Pencipta
Berada dalam Kristus berarti menjadi ciptaan yang sama sekali baru. Segala yang lama telah berlalu, kini semuanya dijadikan baru (2 Korintus 5:17).
AntifonAlleluya, batu telah digulingkan dari pintu kubur, alleluya.
Antifon 2Alleluya, perempuan, siapa yang Engkau cari? Mengapa Engkau mencari yang hidup di antara orang mati? alleluya.
AntifonAlleluya, perempuan, siapa yang Engkau cari? Mengapa Engkau mencari yang hidup di antara orang mati? alleluya.
Antifon 3Alleluya, jangan menangis, Maria: Tuhan telah bangkit dari antara orang mati, alleluya.
AntifonAlleluya, jangan menangis, Maria: Tuhan telah bangkit dari antara orang mati, alleluya.
Responsorium 1 Yohanes 1:2; 5:20
Responsorium Roma 5:11; Kolose 1:19-20
Te Deum
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Pada hari inilah Tuhan bertindak, alleluya.
Mazmur 117 (118)
Antifon 1Pada hari inilah Tuhan bertindak, alleluya.
Antifon 2Terpujilah Engkau di bentangan langit, kepadaMulah pujian selama segala abad, ya Allah kami, alleluya.
Dan 3,52-57
(Kemuliaan tidak diucapkan)
Antifon 2Terpujilah Engkau di bentangan langit, kepadaMulah pujian selama segala abad, ya Allah kami, alleluya.
Antifon 3Bersembahsujudlah di hadapan Allah yang duduk di atas takhta, dan berkatalah: Amin, alleluya.
Mazmur 150
Antifon 3Bersembahsujudlah di hadapan Allah yang duduk di atas takhta, dan berkatalah: Amin, alleluya.
Bacaan singkat: Kis 10,40-43
Antifon KidungSeperti Bapa mengasihi Aku, demikian pula Aku mengasihi kamu. Tinggallah dalam kasihKu, alleluya.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungSeperti Bapa mengasihi Aku, demikian pula Aku mengasihi kamu. Tinggallah dalam kasihKu, alleluya.
Doa Permohonan
℟. Kristus, kehidupan kami, selamatkanlah kami.
Ya Kristus, cahaya yang cemerlang dalam kegelapan, raja kehidupan dan pemberi kesucian kepada semua insan,* semoga kami menjalani hari ini demi kemuliaanMu. ℟.
Tuhan, Engkau telah menempuh jalan penderitaan dan salib,* semoga kami menderita dan mati bersama Engkau, supaya dibangkitkan pula bersama Engkau. ℟.
Putera Bapa, guru dan saudara kami, Engkau telah mengangkat kami menjadi raja dan imam bagi Allah,* semoga kami dengan gembira hati menyampaikan kurban pujian kepadaMu. ℟.
Raja yang mulia, kami menantikan hari penampakanMu yang megah,* agar dapat memandang wajahMu dan menjadi serupa dengan Dikau. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (Cf. 1 Cor 15, 3 b-5)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Tuhan membaringkan daku di padang rumput yang hijau, alleluya.
Mazmur 22 (23)
Antifon 1Tuhan membaringkan daku di padang rumput yang hijau, alleluya.
Antifon 2Di Israel nama Tuhan termasyhur, alleluya.
Mazmur 75 (76)
Antifon 2Di Israel nama Tuhan termasyhur, alleluya.
Antifon 3Bumi takut dan tertegun, pada waktu Allah bangkit untuk mengadili, alleluya.
Antifon 3Bumi takut dan tertegun, pada waktu Allah bangkit untuk mengadili, alleluya.
Bacaan Singkat: (Ef 2,4-6)
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (Rom 6, 4)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Madah
Antifon 1Allah membangkitkan Kristus dari alam maut dan mendudukkanNya di sebelah kananNya, alleluya.
Antifon 1Allah membangkitkan Kristus dari alam maut dan mendudukkanNya di sebelah kananNya, alleluya.
Antifon 2Kami telah berpaling dari berhala-berhala kepada Allah yang hidup, alleluya.
Antifon 2Kami telah berpaling dari berhala-berhala kepada Allah yang hidup, alleluya.
Antifon 3Alleluya. Pokok keselamatan, kemuliaan dan kekuasaan, ialah Allah kita, alleluya.
Antifon 3Alleluya. Pokok keselamatan, kemuliaan dan kekuasaan, ialah Allah kita, alleluya.
Bacaan singkat: Ibr 10,12-14
Antifon KidungJika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti sabdaKu. BapaKu akan mengasihi dia dan Kami akan datang keppadanya untuk tinggal bersama dia, alleluya.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungJika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti sabdaKu. BapaKu akan mengasihi dia dan Kami akan datang keppadanya untuk tinggal bersama dia, alleluya.
Doa Permohonan
℟. Raja pemenang, dengarkanlah kami.
Kristus, cahaya dan keselamatan segala bangsa,* curahkanlah api Roh kudus atas kami yang mewartakan kebangkitanMu. ℟.
Semoga umat Israel menyadari bahwa pengharapannya terpenuhi dalam Engkau, ya Kristus,* dan seluruh bumi mengenal kemuliaanMu. ℟.
Semoga kami bersatu dengan para kudusMu,* dan bersama mereka kelak dapat melepaskan lelah, dan beristirahat dari segala jerih payah. ℟.
Engkau telah mengalahkan musuhMu, yakni kematian, maka kalahkanlah musuhMu dalam diri kami juga,* agar kami dapat hidup bagiMu, pemenang yang takkan mati lagi. ℟.
Engkau taat sampai mati, dan bertakhta di sebelah kanan Bapa,* perkenankanlah saudara-saudaraMu masuk ke dalam kerajaanMu yang mulia. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Doa Tobat
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
Madah
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Mazmur 90 (91)
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Bacaan singkat Why 22,4-5
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo Antonius
Antonius lahir di Florence, Italia pada tahun 1389. Ia bertubuh kecil dan pendek namun berjiwa besar. Ia mempunyai minat yang besar terhadap hal-hal rohani. Biasanya ia di panggil Antonio karena kondisi tubuhnya yang kecil dan pendek itu.
Ketika berumur 15 tahun, ia mengajukan permohonan untuk masuk biara Dominikan di Fiesola. Pemimpin biara, Joanes Dominci, mencari-cari alasan untuk menolak permohonan Antonius karena meragukan kondisi tubuhnya. Kepadanya diberikan sebuah buku tebal untuk dipelajari. “Hafalkan dahulu seluruh isi buku ini. Setelah itu barulah engkau diterima di dalam biara ini!” kata pemimpin biara itu.
Suruhan ini terasa berat sekali bahkan mustahil. Tetapi berkat usaha-usahanya yang tekun selama setahun penuh, ia dapat menguasai seluruh isi buku itu. Lalu ia kembali ke biara untuk melaporkan hasil belajarnya. Disana ia diuji oleh sang pemimpin biara. Sang pemimpin terheran-heran karena semua pertanyaan yang diajukan dapat dengan mudah dijawabnya. Menyaksikan kepintarannya, pemimpin biara itu tidak mempunyai jalan lain lagi untuk menolaknya menjadi anggota baru biara Dominikan.
Antonius bergembira karena ia berhasil dalam ujian dan diterima sebagai anggota biara Dominikan. Di dalam biara itu, ia menunjukkan sifat-sifat yang baik: taat, rajin berdoa dan bermatiraga serta senang membantu siapa saja yang membutuhkan bantuannya. Kepandaian dan cara hidupnya yang baik membuat dia berkembang menjadi seorang biarawan Dominikan yang saleh. Semua orang senang dengan dia karena cara hidupnya yang sungguh mencerminkan ciri khas biara Dominikan.
Kemudian ia diserahi tugas mendirikan biara santo Markus di Florence sekaligus menjadi pemimpinnya. Melihat kesucian hidupnya, kebijaksanaan dan kerendahan hatinya, banyak orang datang meminta bimbingan rohani padanya. Ia dijuluki ‘Sang Penasehat’ oleh rekan-rekannya. Selain dikenal sebagai penasehat ulung, ia juga dikenal sebagai penulis buku-buku keagamaan dan buku sejarah. Dalam konsili di Florence, ia diikutsertakan dalam kedudukan sebagai ahli teologi.
Pada tahun 1446 ia menjadi Uskup Agung di Florence. Dalam tugas kegembalaannya, ia lebih menaruh perhatian kepada pelayanan kaum fakir miskin dan pengemis. Ia membantu siapa saja yang datang kepadanya. Kalaupun ia kehabisan uang, ia akan memberikan apa saja yang dimilikinya: sepatu, pakaian, atau perabot-perabot rumah yang bisa ditukar dengan uang. Keledai miliknya banyak kali dijual kepada para hartawan untuk mendapatkan uang bagi orang-orang miskin yang selalu datang kepadanya. Pada suatu ketika dalam perjalanan ke Roma, ia berjumpa dengan seorang pengemis yang kedinginan. Mantel yang sedang dikenakannya diberikan kepada pengemis itu. Lalu diperbatasan kota, seorang asing yang tidak dikenalnya memberikan sehelai mantel baru kepadanya.
Setelah lama mengabdikan diri kepada Tuhan, Antonius meninggal dunia pada tahun 1459. Sebelum menghembuskan nafasnya, ia berkata: “Mengabdi Tuhan adalah meraja”.
Santo Gordianus dan Epimakus
Gordianus adalah seorang hakim Romawi pada masa pemerintahan kaisar Yulianus. Murtad karena imannya, ia dibunuh pada tahun 362 dan dimakamkan di Via Latina, di kubah Santo Epimakus. Epimakus-yang hidup seratus tahun sebelum Gordianus-juga karena imannya akan Kristus dibakar hidup-hidup di Aleksandria, Mesir. Relikiunya dibawa ke Roma. Oleh karena makam kedua martir itu terletak pada tempat yang sama, maka pesta
Santo Yohanes dari Ávila
Santo Yohanes dari Ávila dikenal juga sebagai Santo Yohanes Almodóvar, San Juan de Ávila, San Juan de Ávila Jijón dan Saint John of Aldomóvar. Ia lahir pada tanggal 6 Januari 1499 di Almodóvar del Campo, di Provinsi Ciudad Real Andalusia (sekarang wilayah Spanyol). Kedua orang tuanya terkenal sebagai orang Katolik yang saleh; meskipun ayahnya, Alfonso de Ávila, adalah seorang "Marrano" atau "Converso" Yahudi. Demikian juga ibunya yang bernama Catalina Xixón (atau Gijón).
Converso (Feminim = Cenversa) adalah terminologi yang digunakan di Andalusia (wilayah semenanjung Iberia yang saat ini menjadi negara Spanyol dan Portugis) pada abad ke-14 sampai abad ke-15 untuk menyebut seseorang, atau sekelompok orang, berserta keturunannya, dan berasal dari dua kelompok etnis, yaitu Moor dan Yahudi, yang dibabtis menjadi Katolik setelah Reqonquista. Terdapat dua jenis Converso yaitu : “Morisco” atau “Mourisco” (Portugis) yaitu para Converso yang berasal dari etnis Moor (yang beragama Islam) dan “Marrano” atau Converso yang berasal dari etnis Yahudi (penganut Judaisme). Perpindahan keyakinan secara masal ini terjadi akibat tekanan politik dari pemerintah dan Euforia pasca Reqonquista (Penaklukan kembali Andalusia dari tangan bangsa Moor) setelah takluknya Sultan Abu Abdullah Muhammad XII (Sultan Granada dan penguasa muslim terakhir di Andalusia), ditangan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella pada tanggal 25 November 1491.Pada tahun 1513, Yohanes dikirim ke Universitas Salamanca untuk belajar ilmu hukum. Namun ia mengundurkan diri pada tahun 1517 dan kembali ke Almodóvar Ciudad Real sebelum mendapatkan gelar sarjana. Ia menghabiskan tiga tahun berikutnya dengan aktif dalam kegiatan rohani dan mulai berjuang menggapai kesucian dengan mempraktekkan kehidupan doa yang ketat dan penuh disiplin. Kehidupan doa-nya membuat terkesan seorang rahib Fransiskan yang sedang dalam perjalanan melewati Almodóvar. Sang rahib kemudian menyarankan Yohanes untuk belajar Filsafat dan Teologi, agar bisa ditahbiskan menjadi imam. Yohanes patuh pada rahib tersebut dan melanjutkan studinya ke Universitas Alcalá de Henares. Ia beruntung dapat belajar Filsafat dan Teologi dibawah bimbingan pater Domingo de Soto, OP, seorang biarawan Dominikan yang saleh.
Kedua orang tuanya meninggal dunia ketika Yohanes masih menjadi mahasiswa di Alcalá. Setelah ia ditahbiskan pada musim semi tahun 1526, misa pertamanya dirayakan di gereja didekat pemakaman kedua orangtuanya. Imam muda Yohanes kemudian menjual semua harta warisannya lalu membagi-bagikan hasilnya kepada para fakir miskin. Setelah itu ia mulai mempersiapkan dirinya untuk menjadi misionaris ke tanah misi di Mexico.
Ia berangkat ke kota pelabuhan Seville sambil menanti Jadwal keberangkatan ke Mexico pada bulan Januari 1527. Rencananya ia akan berangkat bersama Julián Garcés,OP, seorang biarawan Dominikan yang telah ditunjuk menjadi Uskup Tlaxcala Mexico yang pertama. Selama menunggu di Seville, kesalehan hidup, kemampuannya dalam katekese, dan kepiawaiannya dalam berkhotbah, menarik perhatian Hernando de Contreras, pastor paroki setempat. Contreras kemudian memperkenalkan Yohanes kepada Uskup Agung Seville dan Inkuisitor Agung, Alonso Manrique de Lara. Bapa Uskup dapat melihat dalam diri imam muda Yohanes, kesucian dan keteguhan yang dibutuhkan untuk membangkitkan kembali iman umat di Andalusia. Setelah berulang kali dibujuk, Yohanes akhirnya berhasil diyakinkan untuk membatalkan perjalanannya ke Amerika dan berkarya di Andalusia.
Di Seville, Yohanes tinggal di paroki bersama pater Hernando de Contreras. Disini ia mulai menulis Audi, filia (Dengar, Putri), sebuah karya yang terus ia kembangkan dan perbaiki hingga saat kematiannya. Selama sembilan tahun berkarya di Andalusia, Yohanes dikenal umat sebagai seorang imam yang baik hati terhadap para orang miskin namun tegas terhadap para bangsawan yang angkuh. Khotbah perdananya pada tanggal 22 Juli 1529, begitu fenomenal dan segera membuatnya terkenal. Umat akan memadati gereja bila ia mempersembahkan misa kudus, dan rela berdiri berdesak-desakkan demi mendengarkan khotbah-khotbahnya.
Namun seruan kerasnya akan reformasi iman dan kecamannya terhadap prilaku para bangsawan Andalusia yang materialistik, membuatnya diadukan ke kantor Inkuisisi di Seville pada tahun 1531. Ia lalu dipenjarakan selama musim panas tahun 1532 dengan tuduhan telah melebih-lebihkan pengajaran tentang bahaya “harta kekayaan”. Ia juga dituduh telah menyatakan bahwa “gerbang surga tertutup bagi orang kaya”. Tuduhan-tuduhan tersebut mampu ia patahkan dalam sidang Inkuisisi. Ia kemudian dinyatakan tidak bersalah dan dibebaskan pada tahun 1533.
Keluar dari penjara, Yohanes pindah ke Keuskupan Córdoba diawal tahun 1534. Kota ini kemudian menjadi basis karya kerasulannya di seluruh Andalusia. Bersama para muridnya ia berkeliling dan berkhotbah. Ia mendirikan sekolah-sekolah dan perguruan tinggi di kota-kota di sekitarnya seperti di Granada, Baeza, Montilla dan Zafra. Pada masa inilah ia menerima gelar Master of Sacred Theology, kemungkinan di Granada pada tahun 1538.
Karya istimewa dari Santo Yohanes dari Ávila adalah Universitas Baeza, yang ia didirikan pada tahun 1538 berdasarkan bulla kepausan dari Paus Paulus III. Ia ditunjuk menjadi rektor pertama Universitas tersebut. Universitas ini dikemudian hari menjadi sebuah model bagi seminari-seminari dan sekolah-sekolah Serikat Jesus di Andalusia.
Yohanes senantiasa tinggal bersama sekitar 20 orang murid-muridnya. Ia telah berencana untuk membangun sebuah konggregasi religius untuk imam-imam apostolik. Namun berdirinya Serikat Jesus di Montmarte Perancis pada tahun 1534, dan pesatnya perkembangan Serikat ini membuat Yohanes mengurungkan rencananya. Ditahun-tahun terakhir hidupnya, Yohanes mulai mengarahkan murid-muridnya untuk bergabung dengan Serikat Jesus. Diketahui ada sekitar 30 orang murid Yohanes dari Ávila yang kemudian menjadi biarawan Serikat Jesus.
Santo Yohanes dari Ávila tutup usia pada tanggal 10 Mei 1569 di kota Montilla, Córdoba. Ia dimakamkan di kota itu, di dalam Gereja Inkarnasi di Córdoba Spanyol. Kekudusannya di akui Gereja saat ia di Beatifikasi pada tanggal 12 November 1893 oleh Paus Leo XIII. Seabad kemudian ia dikanonisasi oleh Paus Paulus VI pada tanggal 31 Mei 1970.
Menjelang Proses Kanonisasinya di tahun 1970, kumpulan tulisan Santo Yohanes dari Ávila diterbitkan menjadi sebuah buku. Buku ini terdiri atas Audi filia, 82 kumpulan khotbah, beberapa komentar alkitab, 257 surat (sejak tahun 1538 hingga wafatnya), dan pembahasan mengenai reformasi. Dalam buku ini diketahui bahwa Yohanes banyak menulis surat kepada pejabat-pejabat gereja yang berkonsultasi dengannya, seperti Pedro Guerrero, Uskup Agung Granada, dan dua Uskup Agung Valencia yang di kemudian hari juga dikanonisasi, yaitu Santo Juan de Ribera dan Santo Thomas of Villanova. Ia juga menulis surat kepada Santo Ignatius de Loyola, Santo Yohanes de Deo dan Santa Teresa dari Ávila.
Pada tanggal 7 Oktober 2012, Paus Benediktus XVI mengumumkan Santo Yohanes dari Ávila dan Santa Hildegardis dari Bingen sebagai dua Doktor Gereja yang baru. Di hadapan puluhan ribu umat di Lapangan Basilika Santo Petrus, bapa suci dalam homilinya mengatakan :
"Santo Yohanes dari Avila adalah seorang yang sangat ahli mengenai Alkitab, dianugerahi semangat misi yang berapi-api. Ia tahu bagaimana memahami dengan cara yang unik, misteri penebusan Kristus bagi manusia. Seorang hamba Tuhan, yang menyatukan kehidupan doa dengan karya kerasulan. Ia mengabdikan dirinya untuk mewartakan dan untuk lebih sering menerima sakramen, memusatkan komitmennya dalam meningkatkan pembentukan calon imam, kaum klerus dan awam, sebagai buah reformasi Gereja.”(qq)
Arti nama
Yohanes Berasal dari nama Yunani Ιωαννης (Ioannes), yang aslinya berasal dari nama Ibraniיוֹחָנָן (Yochanan) yang berarti "YAHWEH Maha pengasih", "Allah Maha Baik"
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari