Doa Katolik
Hari Raya

Hari Minggu Paskah VI

Minggu, 10 Mei 2026· Putih
10 Mei 2026

Bacaan Misa

Hari Minggu Paskah VI

Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.

Bacaan Pertama

Dan Filipus pergi ke suatu kota di Samaria dan memberitakan Mesias kepada orang-orang di situ. Ketika orang banyak itu mendengar pemberitaan Filipus dan melihat tanda-tanda yang diadakannya, mereka semua dengan bulat hati menerima apa yang diberitakannya itu. Sebab dari banyak orang yang kerasukan roh jahat keluarlah roh-roh itu sambil berseru dengan suara keras, dan banyak juga orang lumpuh dan orang timpang yang disembuhkan. Maka sangatlah besar sukacita dalam kota itu. Ketika rasul-rasul di Yerusalem mendengar, bahwa tanah Samaria telah menerima firman Allah, mereka mengutus Petrus dan Yohanes ke situ. Setibanya di situ kedua rasul itu berdoa, supaya orang-orang Samaria itu beroleh Roh Kudus. Sebab Roh Kudus belum turun di atas seorangpun di antara mereka, karena mereka hanya dibaptis dalam nama Tuhan Yesus. Kemudian keduanya menumpangkan tangan di atas mereka, lalu mereka menerima Roh Kudus.

Mazmur Tanggapan

Untuk pemimpin biduan. Nyanyian Mazmur. Bersorak-sorailah bagi Allah, hai seluruh bumi,
mazmurkanlah kemuliaan nama-Nya, muliakanlah Dia dengan puji-pujian!
Katakanlah kepada Allah: "Betapa dahsyatnya segala pekerjaan-Mu; oleh sebab kekuatan-Mu yang besar musuh-Mu tunduk menjilat kepada-Mu.
Seluruh bumi sujud menyembah kepada-Mu, dan bermazmur bagi-Mu, memazmurkan nama-Mu." Sela
Pergilah dan lihatlah pekerjaan-pekerjaan Allah; Ia dahsyat dalam perbuatan-Nya terhadap manusia:
Ia mengubah laut menjadi tanah kering, dan orang-orang itu berjalan kaki menyeberangi sungai. Oleh sebab itu kita bersukacita karena Dia,
yang memerintah dengan perkasa untuk selama-lamanya, yang mata-Nya mengawasi bangsa-bangsa. Pemberontak-pemberontak tidak dapat meninggikan diri. Sela
Marilah, dengarlah, hai kamu sekalian yang takut akan Allah, aku hendak menceritakan apa yang dilakukan-Nya terhadap diriku.
Terpujilah Allah, yang tidak menolak doaku dan tidak menjauhkan kasih setia-Nya dari padaku.

Bacaan Kedua

Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat, dan dengan hati nurani yang murni, supaya mereka, yang memfitnah kamu karena hidupmu yang saleh dalam Kristus, menjadi malu karena fitnahan mereka itu. Sebab lebih baik menderita karena berbuat baik, jika hal itu dikehendaki Allah, dari pada menderita karena berbuat jahat. Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh,

Bacaan Injil

"Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu. Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu. Tinggal sesaat lagi dan dunia tidak akan melihat Aku lagi, tetapi kamu melihat Aku, sebab Aku hidup dan kamupun akan hidup. Pada waktu itulah kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya."

Ditanya, Bukan Berdebat

Renungan · 2 menit baca

Ada tetangga yang bertanya bukan untuk berdebat, melainkan karena penasaran. "Kok kamu masih setia ke gereja tiap minggu? Apa untungnya?" Pertanyaan seperti itu bukan serangan. Ia sebuah pintu.

Petrus menulis untuk saat-saat seperti ini. "Siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu." Kita diminta siap menjelaskan iman. Tapi perhatikan syaratnya, yang sering kita lewatkan: "dengan lemah lembut dan hormat."

Betapa mudah kita lupa bagian kedua itu. Kita bisa benar tetapi galak, menang berdebat tetapi kalah menyentuh hati. Petrus tahu, orang tidak tertarik pada iman karena kalah adu argumen. Mereka tertarik karena melihat pengharapan yang tenang pada orang yang hidupnya tidak gampang.

Dan pengharapan itu bukan hasil pintar sendiri. Dalam Injil, Yesus menjanjikan "Penolong yang lain", Roh Kebenaran, yang akan menyertai selama-lamanya. Kata Yunani untuk Penolong itu Parakletos, harfiahnya "yang dipanggil untuk mendampingi", seperti seorang pembela yang berdiri di sisi kita. Kita tidak bersaksi sendirian; ada yang mendampingi dari dalam.

Maka menjawab pertanyaan tetangga tadi tidak perlu jadi ceramah teologi. Cukup jujur: aku berharap karena aku percaya kubur Yesus kosong, dan harapan itu membuatku sanggup bertahan. Selebihnya, biar hidup kita yang menjelaskan. Kesaksian yang paling meyakinkan sering bukan yang paling fasih, melainkan yang paling cocok antara kata dan laku.

Di Samaria, orang percaya bukan pertama-tama karena argumen Filipus, melainkan karena melihat sukacita yang nyata: "sangatlah besar sukacita dalam kota itu." Sukacita menular lebih cepat daripada dalil.

Dan perhatikan, di Samaria pun iman tidak berhenti pada Filipus seorang. Para rasul mengutus Petrus dan Yohanes supaya orang-orang itu menerima Roh Kudus melalui penumpangan tangan. Iman selalu dirawat dalam kebersamaan, bukan sendiri-sendiri. Pengharapan yang kita bela di hadapan tetangga pun bukan hasil renungan pribadi di kamar, melainkan warisan seluruh Gereja yang menopang kita dari belakang.

Bulan Mei ini, saat kita banyak menghormati Bunda Maria, ada baiknya belajar dari caranya menjawab: sedikit kata, banyak percaya. "Terjadilah padaku menurut perkataanmu."

Kalau ada yang bertanya soal harapan kita, apa jawaban jujur yang siap kita berikan, dan dengan nada apa?

Tuhan, berilah aku Roh-Mu untuk bersaksi dengan lembut, dan hidup yang membuat orang bertanya. Amin.

Invitatorium

Hari Minggu Paskah VI

Pembukaan

AntifonTuhan sungguh bangkit, alleluya.

Mazmur 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku."

AntifonTuhan sungguh bangkit, alleluya.

Ibadat Bacaan

Hari Minggu Paskah VI

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, datanglah menolong aku.
℟.Tuhan, bersegeralah menolong aku.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Pada perjamuan Anak Domba, kami bernyanyi,

Puji Raja kami yang jaya,

Yang telah membasuh kami dalam arus

Yang mengalir dari lambung-Nya yang tertikam.
Kami memuji Dia, yang cinta ilahi-Nya

Memberi darah suci-Nya sebagai anggur,

Memberi tubuh-Nya sebagai santapan,

Kristus kurban, Kristus imam.
Di mana darah Paskah dicurahkan,

Malaikat maut menyarungkan pedangnya;

Laskar Israel yang jaya melangkah

Melalui gelombang yang menenggelamkan musuh.
Kami memuji sekarang, yang darah-Nya dicurahkan,

Kurban Paskah, roti Paskah;

Dengan ketulusan dan cinta

Kami makan manna dari atas.
Kurban Perkasa dari surga,

Kuasa neraka yang ganas di bawah-Mu tergeletak;

Engkau telah menang dalam pertarungan,

Engkau telah membawa kami hidup dan terang;
Kini maut tak lagi menakutkan,

Kini kubur tak lagi membelenggu;

Engkau telah membuka Firdaus,

Dan di dalam-Mu para kudus-Mu akan bangkit.
Kemenangan Paskah, sukacita Paskah,

Dosa sendirilah yang dapat menghancurkan ini;

Dari kuasa dosa, bebaskanlah

Jiwa-jiwa yang lahir baru, ya Tuhan, di dalam-Mu.
Madah kemuliaan dan pujian,

Tuhan yang bangkit, kepada-Mu kami naikkan;

Bapa Suci, pujian kepada-Mu,

bersama Roh, selamanya.

Pendarasan Mazmur

Antifon 1Alleluya, batu telah digulingkan dari pintu kubur, alleluya.

Mazmur 103 (104)

Madah kepada Allah Sang Pencipta

Berada dalam Kristus berarti menjadi ciptaan yang sama sekali baru. Segala yang lama telah berlalu, kini semuanya dijadikan baru (2 Korintus 5:17).

I
Pujilah Tuhan, hai jiwaku!

Tuhan Allah, betapa agung Engkau,

berpakaian keagungan dan kemuliaan,

terbungkus terang seperti jubah!
Engkau membentangkan langit seperti tenda.

Di atas hujan Engkau membangun kediaman-Mu.

Engkau menjadikan awan kereta-Mu,

dan berjalan di atas sayap angin;

Engkau menjadikan angin utusan-Mu

dan api yang menyala-nyala hamba-Mu.
Engkau mendirikan bumi di atas dasarnya,

agar teguh dari zaman ke zaman.

Engkau membungkusnya dengan samudra seperti jubah:

air berdiri lebih tinggi dari gunung-gunung.
Atas ancaman-Mu mereka melarikan diri;

atas suara guntur-Mu mereka lari.

Mereka naik di atas gunung-gunung dan mengalir turun

ke tempat yang telah Engkau tentukan.

Engkau menetapkan batas yang tidak boleh mereka lewati

agar tidak kembali menutupi bumi.
Engkau membuat mata air memancar di lembah-lembah:

mereka mengalir di antara bukit-bukit.

Mereka memberi minum semua binatang di padang;

keledai-keledai liar memuaskan dahaga mereka.

Di tepi-tepinya berdiam burung-burung di langit;

dari dahan-dahan mereka menyanyikan lagu mereka.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonAlleluya, batu telah digulingkan dari pintu kubur, alleluya.

Antifon 2Alleluya, perempuan, siapa yang Engkau cari? Mengapa Engkau mencari yang hidup di antara orang mati? alleluya.

II
Dari kediaman-Mu Engkau menyirami bukit-bukit;

bumi minum sepuasnya dari anugerah-Mu.

Engkau menumbuhkan rumput untuk ternak

dan tanaman untuk kebutuhan manusia,
agar ia dapat menghasilkan roti dari bumi

dan anggur untuk menyukakan hati manusia;

minyak, untuk membuatnya gembira

dan roti untuk menguatkan hati manusia.
Pohon-pohon Tuhan minum sepuasnya,

pohon-pohon aras yang ditanam-Nya di Libanon;

di sana burung-burung membangun sarang mereka:

di puncak pohon bangau memiliki rumahnya.

Kambing-kambing menemukan rumah di gunung-gunung

dan kelinci-kelinci bersembunyi di bebatuan.
Engkau membuat bulan untuk menandai bulan-bulan;

matahari tahu waktu terbenamnya.

Ketika Engkau menyebarkan kegelapan, itu adalah malam

dan semua binatang hutan merayap keluar.

Singa-singa muda mengaum mencari mangsa mereka

dan meminta makanan mereka dari Allah.
Saat matahari terbit mereka menyelinap pergi

dan pergi beristirahat di sarang mereka.

Manusia pergi bekerja,

untuk bekerja sampai malam tiba.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonAlleluya, perempuan, siapa yang Engkau cari? Mengapa Engkau mencari yang hidup di antara orang mati? alleluya.

Antifon 3Alleluya, jangan menangis, Maria: Tuhan telah bangkit dari antara orang mati, alleluya.

III
Betapa banyak karya-Mu, ya Tuhan!

Dalam hikmat Engkau telah membuat semuanya.

Bumi penuh dengan kekayaan-Mu.
Di sana ada laut, luas dan lebar,

dengan gerombolan yang bergerak tak terhitung,

makhluk hidup besar dan kecil.

Kapal-kapal bergerak di sana

dan monster-monster yang Engkau buat untuk bermain.
Semua ini memandang kepada-Mu

untuk memberi mereka makanan pada musimnya.

Engkau memberikannya, mereka mengumpulkannya:

Engkau membuka tangan-Mu, mereka kenyang.
Engkau menyembunyikan wajah-Mu, mereka terkejut;

Engkau mengambil kembali roh-Mu, mereka mati,

kembali ke debu dari mana mereka berasal.

Engkau mengutus roh-Mu, mereka diciptakan;

dan Engkau memperbarui wajah bumi.
Semoga kemuliaan Tuhan kekal selamanya!

Semoga Tuhan bersukacita dalam karya-karya-Nya!

Dia memandang bumi dan bumi gemetar;

gunung-gunung mengeluarkan asap saat sentuhan-Nya.
Aku akan bernyanyi bagi Tuhan sepanjang hidupku,

membuat musik bagi Allahku selama aku hidup.

Semoga pikiran-pikiranku menyenangkan-Nya.

Aku menemukan sukacitaku dalam Tuhan.

Biarlah orang-orang berdosa lenyap dari bumi

dan orang-orang fasik tidak ada lagi.
Pujilah Tuhan, hai jiwaku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Bapa, sebagaimana Engkau membuat mata air di lembah-lembah untuk membentuk aliran di antara gunung-gunung, demikian pula Engkau membuat aliran rahmat yang hidup mengalir dari para rasul, agar ajaran mereka membawa keselamatan bagi semua bangsa. Semoga kami memiliki pengetahuan praktis tentang ajaran mereka, taat pada perintah-perintah mereka, memperoleh pengampunan dosa melalui doa-doa mereka, dan akhirnya menerima upah kebahagiaan abadi.

AntifonAlleluya, jangan menangis, Maria: Tuhan telah bangkit dari antara orang mati, alleluya.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) Sebuah momen untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Seluruh tubuhku bersukacita, alleluya.

Dengan segenap kekuatanku aku akan memuji Allahku, alleluya.
Bacaan Pertama

Dari permulaan surat pertama Rasul Yohanes

1:1-10

Sabda kehidupan dan terang Allah
Inilah yang kami wartakan kepadamu:

apa yang ada sejak semula,

apa yang telah kami dengar,

apa yang telah kami lihat dengan mata kami,

apa yang telah kami pandang

dan tangan kami sentuh—

kami berbicara tentang sabda kehidupan.

(Hidup ini menjadi nyata;

kami telah melihat dan menyaksikannya,

dan kami mewartakan kepadamu hidup yang kekal

yang ada pada Bapa

dan menjadi nyata bagi kami.)

Apa yang telah kami lihat dan dengar

kami wartakan kepadamu

agar kamu juga bersekutu dengan kami.

Persekutuan kami ini adalah dengan Bapa

dan dengan Putra-Nya, Yesus Kristus.

Sesungguhnya, tujuan kami menulis ini kepadamu

adalah agar sukacita kami menjadi penuh.
Maka, inilah pesan

yang telah kami dengar dari Dia

dan kami sampaikan kepadamu:

bahwa Allah adalah terang;

di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan.

Jika kita berkata, “Kami bersekutu dengan Dia,”

sementara terus berjalan dalam kegelapan,

kita adalah pendusta dan tidak bertindak dalam kebenaran.

Tetapi jika kita berjalan dalam terang, seperti Dia ada dalam terang,

kita bersekutu satu sama lain,

dan darah Putra-Nya Yesus membersihkan kita dari segala dosa.
Jika kita berkata, “Kami bebas dari kesalahan dosa,”

kita menipu diri sendiri; kebenaran tidak ditemukan dalam diri kita.

Tetapi jika kita mengakui dosa-dosa kita,

Dia yang adil dapat dipercaya

untuk mengampuni dosa-dosa kita

dan membersihkan kita dari setiap kesalahan.

Jika kita berkata, “Kami tidak pernah berdosa,”

kita menjadikan Dia pendusta

dan sabda-Nya tidak menemukan tempat dalam diri kita.

Responsorium 1 Yohanes 1:2; 5:20

Hidup ini menjadi nyata; kami telah melihatnya dan kami mewartakan kepadamu hidup yang kekal

yang ada pada Bapa dan telah tampak kepada kami, alleluya.
Kami tahu bahwa Putra Allah telah datang dan memberi kami pengertian, agar kami mengenal Allah yang benar, karena kami ada dalam Putra-Nya, Yesus Kristus. Dialah Allah yang benar dan hidup yang kekal.

Yang ada pada Bapa dan telah tampak kepada kami, alleluya.
Bacaan Kedua

Dari tafsiran surat kedua kepada jemaat Korintus oleh Santo Sirilus dari Aleksandria, uskup

Allah telah mendamaikan kita dengan diri-Nya melalui Kristus dan memberi kita pelayanan pendamaian
Mereka yang memiliki harapan yang pasti, dijamin oleh Roh, bahwa mereka akan bangkit kembali, menggenggam apa yang ada di masa depan seolah-olah sudah ada. Mereka berkata: Penampilan luar tidak akan lagi menjadi standar kita dalam menilai orang lain. Hidup kita semua dikendalikan oleh Roh sekarang, dan tidak terbatas pada dunia fisik ini yang tunduk pada kerusakan. Terang Sang Putra Tunggal telah bersinar atas kita, dan kita telah diubah menjadi Sabda, sumber segala kehidupan. Ketika dosa masih menguasai kita, ikatan kematian mencengkeram kita dengan kuat, tetapi sekarang setelah kebenaran Kristus menemukan tempat di hati kita, kita telah membebaskan diri dari kondisi kita yang sebelumnya yang dapat rusak.
Ini berarti bahwa tidak seorang pun dari kita hidup dalam daging lagi, setidaknya sejauh hidup dalam daging berarti tunduk pada kelemahan daging, yang meliputi kerusakan. Dahulu kita menganggap Kristus berada dalam daging, tetapi kita tidak lagi melakukannya, kata Santo Paulus. Dengan ini ia bermaksud bahwa Sabda menjadi daging dan diam di antara kita; ia menderita kematian dalam daging untuk memberi hidup kepada semua orang. Dalam daging inilah kita mengenal Dia sebelumnya, tetapi kita tidak lagi melakukannya. Meskipun ia tetap dalam daging, karena ia hidup kembali pada hari ketiga dan sekarang bersama Bapa-Nya di surga, kita tahu bahwa ia telah melewati kehidupan daging; karena setelah mati sekali, ia tidak akan pernah mati lagi, kematian tidak memiliki kuasa atasnya lagi. Kematiannya adalah kematian bagi dosa, yang ia mati sekali untuk selamanya; hidupnya adalah hidup bersama Allah.
Karena Kristus dengan cara ini telah menjadi sumber kehidupan bagi kita, kita yang mengikuti jejak-Nya tidak boleh menganggap diri kita hidup dalam daging lagi, tetapi telah melewatinya. Perkataan Santo Paulus benar sekali bahwa ketika seseorang berada dalam Kristus, ia menjadi pribadi yang sama sekali berbeda: kehidupan lamanya telah berakhir dan kehidupan baru telah dimulai. Kita telah dibenarkan oleh iman kita kepada Kristus dan kuasa kutukan telah dipatahkan. Kebangkitan Kristus demi kita telah mengakhiri kedaulatan kematian. Kita telah mengenal Allah yang benar dan menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran, melalui Putra, perantara kita, yang menurunkan berkat Bapa ke atas dunia.
Maka Santo Paulus menunjukkan wawasan yang mendalam ketika ia berkata: Ini semua adalah perbuatan Allah: Dialah yang telah mendamaikan kita dengan diri-Nya melalui Kristus. Sebab misteri inkarnasi dan pembaharuan yang dicapainya tidak mungkin terjadi tanpa kehendak Bapa. Melalui Kristus kita telah memperoleh akses kepada Bapa, karena seperti yang dikatakan Kristus sendiri, tidak seorang pun datang kepada Bapa kecuali melalui Dia. Ini semua adalah perbuatan Allah, kalau begitu. Dialah yang telah mendamaikan kita dengan diri-Nya melalui Kristus, dan yang telah memberi kita pelayanan pendamaian.

Responsorium Roma 5:11; Kolose 1:19-20

Kami bersukacita dalam Allah melalui Tuhan kita Yesus Kristus,

melalui Dia kami telah memperoleh pendamaian kami, alleluya.
Allah berkenan bahwa segala kesempurnaan berdiam dalam Kristus, dan melalui Dia Allah memilih untuk mendamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya.

Melalui Dia kami telah memperoleh pendamaian kami, alleluya.

Te Deum

Engkaulah Allah: kami memuji-Mu;

Engkaulah Tuhan: kami mengagungkan-Mu;

Engkaulah Bapa yang kekal:

Segala ciptaan menyembah-Mu.
Kepada-Mu semua malaikat, semua kuasa surga,

Kerubim dan Serafim, bernyanyi dalam pujian tak berkesudahan:

Kudus, kudus, kudus, Tuhan, Allah mahakuasa,

langit dan bumi penuh kemuliaan-Mu.
Persekutuan mulia para rasul memuji-Mu.

Persekutuan luhur para nabi memuji-Mu.

Pasukan martir berjubah putih memuji-Mu.
Di seluruh dunia Gereja kudus mengagungkan-Mu:

Bapa, yang keagungan-Nya tak terbatas,

Putra-Mu yang sejati dan tunggal, layak disembah,

dan Roh Kudus, pembela dan pembimbing.
Engkau, Kristus, adalah Raja kemuliaan,

Putra Bapa yang kekal.
Ketika Engkau menjadi manusia untuk membebaskan kami

Engkau tidak menolak rahim Perawan.
Engkau mengalahkan sengat maut,

dan membuka kerajaan surga bagi semua orang percaya.
Engkau duduk di sisi kanan Allah dalam kemuliaan.

Kami percaya bahwa Engkau akan datang, dan menjadi hakim kami.
Datanglah, Tuhan, dan tolonglah umat-Mu,

yang telah Engkau tebus dengan darah-Mu sendiri,

dan bawalah kami bersama para kudus-Mu

ke kemuliaan abadi.
Selamatkanlah umat-Mu, Tuhan, dan berkatilah warisan-Mu.

Pimpin dan teguhkanlah mereka sekarang dan selalu.
Hari demi hari kami memuji-Mu.

Kami memuji nama-Mu selamanya.
Jagalah kami hari ini, Tuhan, dari segala dosa.

Kasihanilah kami, Tuhan, kasihanilah.
Tuhan, tunjukkanlah kepada kami cinta dan belas kasihan-Mu,

karena kami telah menaruh kepercayaan kami pada-Mu.
Pada-Mu, Tuhan, harapan kami:

Dan kami tidak akan pernah berharap sia-sia.

Doa Penutup

Anugerahilah,

Allah yang mahakuasa,

agar kami dapat merayakan

dengan bakti yang tulus hari-hari sukacita ini,

yang kami rayakan untuk menghormati Tuhan yang bangkit,

dan agar, apa yang kami hidupkan kembali dalam ingatan,

selalu kami pegang teguh dalam perbuatan kami.

Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Hari Minggu Paskah VI

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

AntifonTuhan sungguh bangkit, Alleluya.

Mazmur 94 (95)

Marilah kami bernyanyi bagi Tuhan,

bersorak-sorai bagi penyelamat kami.

Menghadap wajah-Nya dengan lagu syukur,

menghormati-Nya dengan pujian.

Tuhanlah Allah Yang Agung,

merajai segala dewa.

Dasar bumi terletak di tangan-Nya,

puncak gunungpun milik-Nya.

Milik-Nyalah laut, Dia membuatnya,

daratanpun buatan tangan-Nya.

Mari bersujud dan menyembah,

berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kami.

Dialah Allah kami, kami umat-Nya,

Dialah gembala kami, kami kawanan-Nya.

Hari ini dengarkanlah suara-Nya:

“Jangan bertegar hati seperti di Meriba,

seperti di Masa, di padang gurun;

ketika leluhurmu mencobai Aku,

walau menyaksikan karya-Ku Yang Agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;

maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,

mereka tidak mengerti maksud bimbingan-Ku.

Sebab Aku bersumpah dalam murka-Ku:

Mereka takkan beristirahat bersama Aku.”

AntifonTuhan sungguh bangkit, Alleluya.

Madah

Fajar menyingsinglah sudah

Langit menggemakan madah

Bumi bersorak-sorailah

Neraka mengaduh kalah.

Kala raja nan perkasa

Menggempur markas neraka

Menggilas kuasa maut

Dengan gagah tanpa takut.

Meskipun tertutup batu

Dijaga banyak serdadu

Namun pemenang yang luhur

Bangkit mulia dari kubur.

Mulialah Engkau ya Tuhan

Yang bangkit tak terkalahkan

Serta Bapa dan Roh Suci

Mulialah kekal abadi.

Amin.

Atau

Hai Yerusalem surgawi

Nyanyikanlah lagu puji

Penuh sukacita murni

Merayakan Paska suci.

Kristus sebagai pahlawan

Mengalahkan kegelapan

Merebut mangsa neraka

Agar bebas dan berjaya.

Para umat yang ditebus

Berarak bersama Kristus

Gembira menuju Bapa

Untuk hidup selamanya.

Mulialah Engkau, ya Tuhan

Yang bangkit tak terkalahkan

Serta Bapa dan Roh Suci

Mulialah kekal abadi.

Amin.

Antifon 1Pada hari inilah Tuhan bertindak, Alleluya.

Mazmur 117 (118)

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,*

kekal abadi kasih setia-Nya.

Hendaklah Israel berkata:*

kekal abadi kasih setia-Nya.

Hendaklah kaum Harun berkata:*

kekal abadi kasih setia-Nya.

Hendaklah orang yang takwa berkata:*

kekal abadi kasih setia-Nya.

Dalam kesesakan aku berseru kepada Tuhan,*

Ia menjawab dan melegakan daku.

Tuhan di pihakku, aku tidak takut.*

Apa yang dapat dilakukan manusia terhadapku?

Tuhan di pihakku, Ia penolongku.*

Aku melihat pembenciku tersipu-sipu.

Lebih baik berlindung pada Tuhan,*

dari pada percaya kepada manusia.

Lebih baik berlindung pada Tuhan,*

dari pada percaya kepada bangsawan.

Segala bangsa mengepung aku,*

tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Mereka mengepung aku rapat-rapat,*

tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Mereka mengepung aku seperti lebah,+

seperti nyala api yang menjilat-jilat,*

tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Aku didesak-desak sampai terjatuh,*

tetapi Tuhan menolong aku.

Tuhanlah kekuatan dan pelindungku,*

Dialah kemenanganku

Suara gembira dan sorak-sorai,*

terdengar di perkeMahan para pemenang.

“Tuhan bertindak dengan tangan kuat,*

tangan Tuhan Mahakuasa.”

Aku tidak akan mati, aku tetap hidup,*

untuk mewartakan karya-karya Tuhan.

Tuhan sering menyiksa aku,*

namun tidak menyerahkan daku kepada maut.

Bukalah bagiku gerbang kemenangan,*

supaya aku masuk dan bersyukur kepada Tuhan.

Inilah pintu gerbang Tuhan,*

para pemenang masuk ke dalamnya.

Syukur kepada-Mu, sebab Engkau memenangkan daku,*

dan menjadi penyelamatku.

Batu yang dibuang oleh para pembangun,*

telah menjadi batu sendi.

Karya Tuhanlah itu,*

sangat mengagumkan kami.

Pada hari inilah Tuhan bertindak,*

mari kami rayakan dengan gembira.

Ya Tuhan, berilah kami keselamatan!*

Ya Tuhan, berilah kami kesejahteraan!

Terberkatilah yang datang demi nama Tuhan;+

kami memberkati Engkau dari dalam rumah Tuhan,*

Tuhanlah Allah, Dia menerangi kami.

Beraraklah dengan membawa ranting berdaun,*

hiasilah tanduk-tanduk mesbah.

Allahkulah Engkau, Engkau kupuji,*

Allahku, Engkau kuagungkan.

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,*

kekal abadi kasih setia-Nya.

Antifon 1Pada hari inilah Tuhan bertindak, Alleluya.

Antifon 2Terpujilah Engkau di bentangan langit, kepada-Mulah pujian selama segala abad, ya Allah kami, Alleluya.

T.Dan 3 : 52-57, 56

Terpujilah Engkau, Tuhan, Allah leluhur kami,*

kepada-Mulah pujian selama segala abad.

Terpujilah nama-Mu Yang Mulia dan Kudus,*

kepada-Mulah pujian selama segala abad.

Terpujilah Engkau dalam bait-Mu Yang Mulia dan Kudus,*

kepada-Mulah pujian selama segala abad.

Terpujilah Engkau di atas takhta kerajaan-Mu,*

kepada-Mulah pujian selama segala abad.

Terpujilah Engkau yang mendugai samudera raya,+

dan bersemayam di atas singgasana,*

kepada-Mulah pujian selama segala abad.

Terpujiah Engkau di bentangan langit,*

kepada-Mulah pujian selama segala abad.

Pujilah Tuhan, hai segala karya Allah,*

kepada-Nyalah pujian selama segala abad.

Pujilah Bapa dan Putera dan Roh Kudus,*

kepada-Nyalah pujian selama segala abad.

(Kemuliaan tidak diucapkan)

Antifon 2Terpujilah Engkau di bentangan langit, kepada-Mulah pujian selama segala abad, ya Allah kami, Alleluya.

Antifon 3Bersembahsujudlah di hadapan Allah yang duduk di atas takhta, dan berkatalah: Amin, Alleluya.

Mazmur 150

Pujilah Tuhan di tempat-Nya yang kudus,*

pujilah Dia di angkasa-Nya yang gemilang.

Pujilah Dia karena karya-Nya Yang Agung,*

pujilah Dia karena kemuliaan-Nya yang besar.

Pujilah Dia dengan bunyi sangkakala,*

pujilah Dia dengan kecapi dan celempung.

Pujilah Dia dengan rebana dan tari-tarian,*

pujilah Dia dengan gitar dan seruling.

Pujilah Dia dengan ceracap yang berdenting,+

Pujilah Dia dengan ceracap gemercing,*

segala yang bernafas, pujilah Tuhan.

Antifon 3Bersembahsujudlah di hadapan Allah yang duduk di atas takhta, dan berkatalah: Amin, Alleluya.

Bacaan singkat Kis 10:40-43

Allah telah membangkitkan Yesus pada hari yang ketiga, dan dengan kuasa Allah, Yesus menampakkan diri, bukan kepada seluruh bangsa, tetapi kepada saksi-saksi, yang sebelumnya telah ditunjuk oleh Allah. Kamilah saksi-saksi itu, kami yang telah makan dan minum bersama-sama dengan Dia, setelah Ia bangkit dari alam maut. Kepada kami ditugaskan oleh Allah mewartakan kepada seluruh bangsa dan memberi kesaksian bahwa Yesuslah yang ditentukan Allah menjadi hakim atas orang yang hidup dan yang mati. Tentang Dialah semua nabi memberi kesaksian, bahwa barang siapa percaya kepada-Nya akan mendapat pengampunan dosa demi nama-Nya.

Lagu singkat

℣.Kristus, Putera Allah yang hidup, kasihanilah kami,* Alleluya, Alleluya.
℟.Kristus…
℣.Engkau bangkit dari alam maut.
℟.Alleluya, Alleluya.
℣.Kemuliaan…
℟.Kristus…

Antifon KidungSeperti Bapa mengasihi Aku, demikian pula Aku mengasihi Engkau. Tinggallah dalam kasih-Ku, Alleluya.

Kidung Zakaria Luk 1 : 68-79

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*

sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umat-Nya.

Ia mengangkat bagi kami seorang penyelamat yang gagah perkasa,*

putera Daud, hamba-Nya.

Seperti dijanjikan-Nya dari sediakala,*

dengan perantaraan para nabi-Nya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kami dari musuh-musuh kami,*

dan dari tangan semua lawan yang membenci kami.

Untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada leluhur kami,*

dan mengindahkan perjanjian-Nya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kami,*

akan membebaskan kami dari tangan musuh.

Agar kami dapat mengabdi kepada-Nya tanpa takut,*

dan berlaku kudus dan jujur di hadapan-Nya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi,*

sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalan-Nya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umat-Nya,*

berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kami penuh rahmat dan belaskasihan;*

Ia mengunjungi kami laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*

dan membimbing kami ke jalan damai sejahtera.

Antifon KidungSeperti Bapa mengasihi Aku, demikian pula Aku mengasihi Engkau. Tinggallah dalam kasih-Ku, Alleluya.

Doa Permohonan

Kristus, sumber kehidupan, telah dibangkitkan oleh Allah. Kristus juga akan membangkitkan kami dengan kekuatan-Nya. Marilah kami berdoa:

℟. Kristus, kehidupan kami, selamatkanlah kami.

Ya Kristus, cahaya yang cemerlang dalam kegelapan, raja kehidupan dan pemberi kesucian kepada semua insan,* ℟.

semoga kami menjalani hari ini demi kemuliaan-Mu.

Tuhan, Engkau telah menempuh jalan penderitaan dan salib,* ℟.

semoga kami menderita dan mati bersama Engkau, supaya dibangkitkan pula bersama Engkau.

Putera Bapa, guru dan saudara kami, Engkau telah mengangkat kami menjadi raja dan imam bagi Allah,* ℟.

semoga kami dengan gembira hati menyampaikan kurban pujian kepada-Mu.

Raja Yang Mulia, kami menantikan hari penampakan-Mu yang megah,* ℟.

agar dapat memandang wajah-Mu dan menjadi serupa dengan Dikau.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Allah Yang Mahakuasa, hari-hari raya Paska ini kami meriahkan dengan hati gembira untuk menghormati Kristus yang telah bangkit.

Semoga kami mewujudkan misteri Paska dalam kehidupan sehari-hari.

Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup …

Ibadat Sebelum Tengah Hari

Hari Minggu Paskah VI

MINGGU — Masa Paskah — IBADAT SEBELUM TENGAH HARI (Tertia)

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Roh Kudus, datanglah kini,
satu dengan Bapa dan Putra;
sudilah Engkau bersegera,
mencurah penuh ke hati kami.

Mulut, lidah, budi, dan rasa,
serta tenaga wartakan iman;
berkobarlah kasih bagai api,
nyalanya menjangkau sesama.

Kenalkanlah kami pada Bapa,
dan pada Putra melalui-Mu;
Engkau Roh dari keduanya,
kami imani sepanjang masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Mazmur 119 (120)

Dalam kesesakanku aku berseru kepada Tuhan,*
dan Ia mendengarkan daku.

Ya Tuhan, lepaskanlah aku dari bibir pendusta,*
dan dari lidah penipu.

Tuhan pasti membalas kamu,*
Ia pasti mengganjar kamu, hai para penipu!

Dengan panah tajam dari busur tentara,*
dengan bara yang berpijar-pijar.

Celakalah aku entah aku tinggal jauh di daerah Mesekh,*
entah jauh di perkemahan Kedar!

Aku masih tinggal terlalu dekat juga,*
pada orang yang membenci perdamaian.

Kalau aku, perdamaianlah yang kubicarakan,*
sedangkan mereka hanya peperangan.

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Mazmur 120 (121)

Aku melayangkan pandangan ke Gunung,*
dari manakah dapat kuharapkan pertolongan?

Pertolonganku dari Tuhan,*
yang menjadikan langit dan bumi.

Ia takkan membiarkan kakimu tersandung,*
yang menjagamu takkan mengantuk.

Sungguh, takkan mengantuk dan tertidur,*
yang menjaga Israel.

Tuhan menjaga dan menaungi kamu,*
Yang mahatinggi adalah kekuatanmu.

Matahari takkan menyakiti kamu di waktu siang,*
maupun bulan di waktu malam.

Tuhan menjaga kamu terhadap segala kemalangan,*
Ia menjaga nyawamu.

Tuhan menjaga segala tingkah lakumu,*
sekarang dan selama-lamanya.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Mazmur 121 (122)

Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku,*
"Mari kita pergi ke rumah Tuhan".

Sekarang kami telah berdiri,*
di gerbangmu, hai Yerusalem!

Hai Yerusalem, engkau dibangun,*
sebagai kota yang rapat tersusun.

Suku bangsa berziarah kepadamu,*
suku bangsa Tuhan.

Untuk bersyukur kepada Tuhan,*
sesuai dengan peraturan Israel.

Di sanalah terdapat kursi pengadilan,*
kursi keluarga raja Daud.

Mohonkanlah damai sejahtera bagi Yerusalem,*
"Damai sejahtera bagi orang yang mencintai engkau!"

Semoga damai sejahtera turun atas wilayahmu,*
dan kemakmuran atas istanamu.

Atas nama semua saudara dan sahabatku,*
aku mengucapkan selamat kepadamu.

Demi bait Tuhan, Allah kita,*
aku memohonkan kebahagiaan bagimu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Bacaan singkat (Cf. 1 Cor 15, 3 b-5)

Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci,

Ayat Singkat

℣.Inilah hari yang dijadikan Tuhan, alleluya.℟.Marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya, alleluya.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, pada jam ketiga Engkau dihantar ke hukuman salib demi keselamatan dunia; dengan rendah hati kami mohon kepada-Mu, agar atas kejahatan masa lampau kami senantiasa memperoleh ampun pada-Mu, dan terhadap masa depan kami tetap Kaulindungi. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Tengah Hari

Hari Minggu Paskah VI

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Roh Kudus sumber cinta

Serta Bapa dan Putera

Datanglah di tengah kami

Membawa hidup Ilahi

Gerakkanlah hati kami

Agar giat penuh bakti

Menyanyikan lagu puji

Mengamalkan cinta suci

Kabulkanlah doa kami

Ya Allah Bapa surgawi

Bersama Putera dan Roh-Mu

Sekarang serta selalu.

Amin.

Antifon 1Tuhan membaringkan daku di padang rumput yang hijau, Alleluya.

Mazmur 22 (23)

Tuhanlah gembalaku, aku takkan berkekurangan,*

Ia membaringkan daku di padang rumput yang hijau.

Ia membimbing aku ke air yang tenang,*

dan menyegarkan daku.

Ia menuntun aku di jalan yang lurus,*

demi nama-Nya yang kudus.

Sekalipun berjalan dalam lembah yang kelam,*

aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku.

Tongkat kegembalaan-Mu,*

itulah yang menghibur aku.

Engkau menyediakan hidangan bagiku,*

di hadapan segala lawanku.

Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak,*

pialaku penuh melimpah.

Kerelaan dan kemurahan-Mu mengiringi aku,*

seumur hidup.

aku akan diam di dalam rumah Tuhan,*

sepanjang masa.

Antifon 1Tuhan membaringkan daku di padang rumput yang hijau, Alleluya.

Antifon 2Di Israel nama Tuhan termasyhur, Alleluya.

Mazmur 75 (76)

Allah terkenal di Yehuda,*

di Israel nama-Nya termasyhur.

Kemah-Nya berada di Salem,*

dan di Sion kediaman-Nya.

Dihancurkan-Nya panah yang berkilat,*

perisai dan pedang dan perlengkapan perang.

Cemerlang Engkau dan mulia,*

lebih megah dari gunung abadi.

Orang gagah berani Kaujarahi,+

mereka terlelap dalam tidurnya,*

orang yang perkasa lenyap kekuatannya.

Ya Allah Yakub,*

hardik-Mu melumpuhkan kereta maupun kuda.

Antifon 2Di Israel nama Tuhan termasyhur, Alleluya.

Antifon 3Bumi takut dan tertegun, pada waktu Allah bangkit untuk mengadili, Alleluya.

Dahsyat Engkau, siapakah dapat bertahan di hadapan-Mu,*

terhadap hebatnya amarah-Mu.

Dari langit Kauperdengarkan keputusan-Mu,*

bumi takut dan tertegun.

pada waktu Allah bangkit untuk mengadili,*

dan menyelamatkan orang tertindas seluruh negeri.

Keberangan manusia bahkan menjadi pujian-Mu,*

dan amarahnya menambah keluhuran-Mu.

Bernadarlah dan penuhilah janjimu kepada Tuhan Allahmu,*

hendaknya para hamba Tuhan menyampaikan persembahan kepada Yang dahsyat.

Ia mematahkan semangat para penguasa,*

menakutkan para raja bumi.

Antifon 3Bumi takut dan tertegun, pada waktu Allah bangkit untuk mengadili, Alleluya.

Bacaan Singkat (Ef 2:4-6)

Demi cinta-Nya yang amat besar, Allah telah mengasihi kami dengan kerahiman-Nya yang melimpah. Kita yang sudah mati karena dosa telah dihidupkan Allah bersama Kristus dan telah diselamatkan demi rahmat Kristus. Bersama Kristus Yesus pula kami dibangkitkan dan bersama Dia kami ditahtakan dalam surga.

℣.Jika kami sudah mati bersama Kristus, Alleluya.
℟.Kita akan hidup bersama Kristus pula, Alleluya.

Doa Penutup

Allah Yang Mahakuasa, hari-hari raya Paska ini kami meriahkan dengan hati gembira untuk menghormati Kristus yang telah bangkit.

Semoga kami mewujudkan misteri Paska dalam kehidupan sehari-hari.

Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup …

Ibadat Sesudah Tengah Hari

Hari Minggu Paskah VI

MINGGU — Masa Paskah — IBADAT SESUDAH TENGAH HARI (Nona)

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Allah, kekuatan yang teguh,
tak tergoyahkan tinggal dalam-Mu;
Engkau menata waktu terang siang
dalam pergantian yang berurutan.

Karuniakanlah senja yang cerah,
agar hidup tak pernah pudar,
melainkan pahala kematian kudus:
kemuliaan kekal menyongsong kami.

Kabulkanlah, ya Bapa mahakasih,
dan Putra Tunggal setara Bapa,
bersama Roh Kudus Penghibur,
yang meraja sepanjang segala masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Mazmur 125 (126)

Ketika Tuhan memulangkan tawanan Sion,*
kita seperti orang yang bermimpi.

Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa,*
dan lidah kita dengan sorak-sorai.

Bahkan bangsa-bangsa kafir mengakui,*
"Agunglah karya Tuhan bagi mereka".

Sungguh agung karya Tuhan bagi kita,*
sebab itu kita bersukacita.

Tuhan telah memulihkan nasib kita,*
seperti sungai kering berair lagi di musim hujan.

Yang menabur dengan bercucuran air mata,*
akan menuai dengan bersorak-sorai.

Ia pergi dengan menangis sambil membawa kantong benihnya,*
ia pulang sambil bernyanyi membawa berkas panenannya.

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Mazmur 126 (127)

Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah,*
sia-sialah para pembangun bekerja.

Jikalau bukan Tuhan yang menjaga kota,*
sia-sialah para pengawal berjaga.

Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi,+
pergi tidur larut malam,*
dan mencari nafkah dengan susah payah.

Tetapi Tuhan menganugerahkan kesejahteraan,*
kepada orang yang dicintaiNya.

Putera-putera sungguh anugerah Tuhan,*
dan buah kandungan sungguh ganjaranNya.

Seperti anak panah di tangan pahlawan,*
demikianlah putera yang diperanakkan pada masa muda.

Berbahagialah orang yang mengisi,*
tabung panahnya sampai penuh.

Ia tidak akan dipermalukan oleh musuh,*
tetapi akan menghalau mereka dari pintu gerbang.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Mazmur 127 (128)

Berbahagialah setiap orang yang takwa,*
yang hidup sesuai dengan bimbingan Tuhan.

Engkau akan menikmati hasil jerih payahmu,*
hidupmu akan bahagia dan sejahtera.

Isterimu subur dalam rumahmu bagaikan pokok anggur,*
anak-anakMu mengelilingi mejamu bagaikan tunas zaitun.

Demikianlah suami yang takwa akan diberkati,*
semoga Tuhan memberkati engkau dari Sion.

Semoga engkau menikmati kemakmuran Yerusalem seumur hidup,*
dan melihat anak cucumu turun-temurun.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Bacaan singkat (Rom 6, 4)

Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

Ayat Singkat

℣.Inilah hari yang dijadikan Tuhan, alleluya.℟.Marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya, alleluya.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghantar penjahat yang bertobat dari kayu salib masuk ke dalam kerajaan-Mu; sambil mengakui dosa-dosa kami, dengan penuh kepercayaan kami mohon kepada-Mu, agar sesudah kematian Engkau membuat kami masuk dengan sukacita melalui pintu firdaus. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sore

Hari Minggu Paskah VI

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan I Mazmur

Madah

Mari kami bergembira

Merayakan hari Paska

Sambil bernyanyi memuji

Dengan hati tulus murni.

Kristus sudah disalibkan

Dan tubuh-Nya dikurbankan

Darah-Nya yang kami trima

Sungguh menghidupkan kami.

Kristus bangkit dari kubur

Maut kalah hancur lebur

Musuh takluk terbelenggu

Firdaus membukakan pintu.

Terpujilah Kristus Tuhan

Kaukalahkan kematian

Engkau dibangkitkan Bapa

Dengan kekuatan Roh-Nya.

Amin.

Atau

Yesus Kristus Paska kami

Dikurbankan bagai domba

Tubuh-Nya dipersembahkan

Murni tanpa kesalahan.

O, sungguh kurban mulia

Yang menghancurkan neraka

Membebaskan yang tertawan

Dari jerat kematian.

Semoga Yesus menjadi

Paska kesukaan kami

Himpunkan kami umatmu

Di dalam dunia baru.

Terpujilah Kristus Tuhan

Kaukalahkan kematian

Engkau dibangkitkan Bapa

Dengan kekuatan Roh-Nya.

Amin.

Antifon 1Barang siapa berlaku benar datang kepada cahaya, Alleluya.

Mazmur 118 (119):105-112

Firman-Mu adalah pelita bagi langkahku,*

dan cahaya bagi jalanku.

Aku telah bersumpah dan akan bertekun,*

untuk memelihara ketetapan-Mu yang adil.

Aku sangat tertindas, ya Tuhan,*

hidupkan aku sesuai dengan firman-Mu.

Berkenanlah menerima pujian, persembahan mulutku,*

ajarkanlah ketetapan-Mu kepadaku, ya Tuhan.

Hidupku selalu terancam bahaya,*

tetapi aku tidak lupa akan hukum-Mu.

Orang berdosa memasang jerat terhadapku,*

tetapi aku tidak menyimpang dari titah-Mu.

Kesaksian-Mu menjadi milik pusakaku selama-lamanya,*

dan merupakan kegirangan hatiku.

Hatiku bersedia melaksanakan kehendak-Mu,*

sekarang dan selama-lamanya.

Antifon 1Barang siapa berlaku benar datang kepada cahaya, Alleluya.

Antifon 2Setelah dilepaskan dari jerat maut, Tuhan bangkit, Alleluya.

Mazmur 15 (16)

Jagalah aku, ya Allah, sebab aku berlindung kepadamu,+

Aku mengakui: Engkaulah Tuhanku,*

tiada kebahagiaan bagiku selain Dikau.

Orang-orang saleh di negeri ini,*

kumuliakan dan kujunjung tinggi.

Tetapi orang yang mengikuti dewa-dewa,*

menjatuhkan dirinya dalam jurang malapetaka.

Aku tidak ikut mempersembahkan kurban kepada dewa-dewa,*

bahkan bibirku takkan menyebut namanya.

Tuhan, Engkaulah milik pusaka dan warisanku,*

dalam tangan-Mulah nasibku.

Tanah permai akan menjadi bagianku,*

milik pusakaku menyenangkan hatiku.

Aku memuji Tuhan yang selalu menasihati aku,*

bahkan waktu malampun Ia berbicara dalam hatiku.

Aku selalu ingat akan Tuhan,*

aku tidak goyah, karena Ia ada di sampingku.

Sebab hatiku bergembira, dan jiwaku bersorak,*

dan tubuhku beristirahat dengan tenteram.

Aku tak akan Kauserahkan kepada alam maut,*

dan kekasih-Mu takkan Kaubiarkan turun ke liang kubur.

Engkau akan menunjukkan kepadaku jalan kehidupan.+

Di hadapan-Mu terdapat sukacita berlimpah,*

pada-Mulah kebahagiaan selama-lamanya.

Antifon 2Setelah dilepaskan dari jerat maut, Tuhan bangkit, Alleluya.

Antifon 3Bukankah Almasih harus menderita semuanya untuk mencapai kemuliaan-Nya? Alleluya.

Flp 2:6-11

Meskipun berwujud Allah,+

Kristus Yesus tidak mau berpegang teguh,*

pada kemuliaan-Nya yang setara dengan Allah.

Ia telah menghampakan diri,+

dengan mengambil keadaan hamba,*

dan menjadi sama dengan manusia.

Ia kelihatan sebagai seorang manusia dan merendahkan diri,+

karena taat sampai mati,*

sampai mati di salib.

Sebab Allah telah meninggikan Dia,+

dan menganugerahkan kepada-Nya,*

nama yang melebihi segala nama.

Agar dalam nama Yesus,+

bertekuklah setiap lutut,*

di surga tinggi, di bumi dan di bawah bumi.

Agar setiap lidah mengakui,+

untuk kemuliaan Allah Bapa:*

Tuhanlah Yesus Kristus.

Antifon 3Bukankah Almasih harus menderita semuanya untuk mencapai kemuliaan-Nya? Alleluya.

Bacaan singkat 1Ptr 2:9-10

Kamulah orang pilihan, kaum imam dan raja, bangsa yang kudus, umat milik Allah sendiri. Kamu harus memaklumkan kebajikan Allah. Ia telah memanggil kami ke luar dari kegelapan untuk masuk ke dalam cahaya-Nya yang menakjubkan. Kamu yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya. Kamu yang dahulu tidak dikasihani, tetapi yang sekarang telah beroleh belaskasihan.

Lagu singkat

℣.Tuhan sungguh telah bangkit,* Alleluya, Alleluya.
℟.Tuhan…
℣.Dan memperlihatkan diri kepada Simon.
℟.Alleluya, Alleluya.
℣.Kemuliaan…
℟.Tuhan…

Antifon KidungAku akan mohon kepada Bapa, maka Ia akan memberi Engkau Penolong yang lain, untuk mendampingi Engkau selalu, Alleluya.

Kidung Maria Luk 1 : 46-55

Aku mengagungkan Tuhan,*

hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*

hamba-Nya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*

oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang Mahakuasa;*

kuduslah nama-Nya.

Kasih sayang-Nya turun-temurun,*

kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tangan-Nya:*

dicerai-beraikan-Nya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkan-Nya dari takhta;*

yang hina dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan;*

orang kaya diusir-Nya pergi dengan tangan kosong

Menurut janji-Nya kepada leluhur kami,*

Allah telah menolong Israel, hamba-Nya.

Demi kasih sayang-Nya kepada Abraham serta keturunannya,*

untuk selama-lamanya.

Antifon KidungAku akan mohon kepada Bapa, maka Ia akan memberi Engkau Penolong yang lain, untuk mendampingi Engkau selalu, Alleluya.

Doa Permohonan

Kristus telah menghancurkan kematian dengan kebangkamin-Nya dari alam maut, dan telah memperbaharui kehidupan. Marilah kami mohon kepada-Nya:

℟. Kristus, sumber kehidupan, dengarkanlah kami.

Engkaulah batu yang dibuang oleh para tukang bangunan, tetapi yang dipilih menjadi batu sendi,* ℟.

semoga kami sebagai batu yang hidup Kaupergunakan dalam membangun Gereja-Mu.

Engkaulah saksi Allah yang setia dan benar, manusia pertama yang bangkit dari mati,* ℟.

semoga Gereja-Mu tetap memberi kesaksian tentang Engkau.

Engkaulah pengantin tunggal Gereja yang lahir dari lambung-Mu,* ℟.

semoga kami menjadi saksi pernikahan yang luhur itu.

Engkaulah awal dan akhir, Engkau telah mati dan hidup kembali,* ℟.

semoga orang yang telah dibaptis tetap setia sampai mati, sehingga layak menerima mahkota kemuliaan.

Engkaulah cahaya yang menyinari kota suci Allah, Yerusalem surgawi,* ℟.

terangilah arwah kaum kerabat kami, agar mereka dapat memerintah bersama Engkau tanpa akhir.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Allah Yang Mahakuasa, hari-hari raya Paska ini kami meriahkan dengan hati gembira untuk menghormati Kristus yang telah bangkit.

Semoga kami mewujudkan misteri Paska dalam kehidupan sehari-hari.

Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup …

Ibadat Penutup

Hari Minggu Paskah VI

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan II Mazmur

Doa Tobat

℟.Saya mengaku kepada Allah yang mahakuasa
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kiat ke hidup yang kekal.℟.Amin.

Madah

Kristus cahaya mulia
Kegelapan Kauenyahkan
Malam maut tak berdaya
Sudah kalah Kaulumpuhkan

Lindungilah kami Tuhan
Selama semalam ini
Kami mohon ketenangan
Dalam istirahat nanti.

Meski mata 'kan tertidur
Semoga hati berjaga
Rapi selalu teratur
Siap menyambut rajanya.

Terpujilah Kristus raja
Bersama Bapa mulia
Dan Roh kudus sumber cinta
Sepanjang segala masa. Amin.

AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.

Mazmur 90 (91)

Hendaklah orang yang berlindung pada Allah yang mahatinggi,*
menikmati malam yang aman dalam naungan Tuhan.

Hendaklah ia berdoa: "Ya Tuhan, Engkaulah pelindung dan pengungsianku,*
ya Allah, padaMulah aku percaya"

Hanya Tuhanlah yang akan melepaskan dikau dari perangkap,*
melindungi engkau terhadap wabah yang berkecamuk

Ia akan menudungi engkau dengan kepakNya,+
dan di bawah sayapNya engkau akan berlindung,*
lenganNya akan menjadi perisai dan jebang bagimu.

Engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam,*
akan panah yang mengancam di waktu siang;

Akan wabah yang menular dalam kegelapan,*
akan bencana yang mengamuk di siang hari.

Walaupun seribu orang rebah di sebelah kirimu,+
dan sepuluh ribu di sebelah kananmu,*
namun engkau takkan kejangkitan.

Engkau akan menyaksikan kehancuran musuh,*
dan pembalasan terhadap orang-orang jahat.

Jika engkau memilih Tuhan menjadi pelindungmu,*
dan Allah mahatinggi menjadi penopangmu;

Maka engkau takkan ditimpa malapetaka,*
dan kemahmu takkan diserang wabah;

Sebab Allah akan mengutus malaikatNya,*
untuk menjaga engkau ke manapun engkau pergi.

Mereka akan menatang engkau dengan tangan mereka,*
jangan sampai kakimu tersandung pada batu.

Singa dan harimau akan kaulangkahi,*
ular dan naga akan kauinjak-injak.

Sebab Allah bersabda: "Mengingat bahwa ia berpaut padaKu,*
maka Aku akan menyelamatkannya;

Aku akan menjadi pelindungnya, jika ia mengakui Aku,*
jika ia berseru kepadaKu, Aku akan menjawabnya.

Aku akan tetap besertanya dan membebaskan dia dari kesesakan,*
dan Aku akan memuliakannya.

Aku akan memuaskan dia dengan usia lanjut,*
dan memperkenankan dia menikmati keselamatanKu".

AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.

Bacaan singkat Why 22,4-5

Para hamba Allah akan memandang wajah Allah, dan nama Allah tertera pada dahi mereka. Malam takkan ada lagi, cahaya lampu atau sinar matahari takkan mereka perlukan lagi. Sebab Tuhan Allah menerangi mereka, dan mereka akan meraja selama-lamanya.

Lagu Singkat

℣.Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* ya Tuhan, penyelamatku.℟.Ke dalam.℣.Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar.℟.Ya Tuhan, penyelamatku.℣.Kemuliaan.℟.Ke dalam.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan, kunjungilah rumah ini dan berkatilah kami selalu. Jauhkanlah segala tipu daya musuh dari rumah ini dan utuslah malaikatMu untuk membawa damai sejahtera dan menyertai kami. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Hari Minggu malam:

Tuhan, pelindung kami, pada hari ini kami telah merayakan wafat dan kebangkitan Kristus. Dengarkanlah kiranya ucapan bibir kami, dan jauhkanlah segala mara bahaya. Semoga kami tidur dengan nyenyak dan aman sentosa dalam damaiMu, sehingga kami dapat bangun lagi dengan gembira hati untuk memuji Engkau. Demi Kristus, pengantara kami.

Penutup

℣.Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya.℟.Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam, ya ratu, bunda yang berbelas-kasih, hidup, hiburan dan harapan kami. Kami semua memanjatkan permohonan, kami amat susah, mengeluh, mengesah dalam lembah duka ini. Ya ibunda, ya pelindung kami, limpahkanlah kasih sayangmu yang besar kepada kami. Dan Yesus, puteramu yang terpuji itu, s'moga kautunjukkan kepada kami. O ratu, o ibu, o Maria, bunda Kristus.

Santo Antonius

Uskup dan Pengaku Iman

Antonius lahir di Florence, Italia pada tahun 1389. Ia bertubuh kecil dan pendek namun berjiwa besar. Ia mempunyai minat yang besar terhadap hal-hal rohani. Biasanya ia di panggil Antonio karena kondisi tubuhnya yang kecil dan pendek itu.

Ketika berumur 15 tahun, ia mengajukan permohonan untuk masuk biara Dominikan di Fiesola. Pemimpin biara, Joanes Dominci, mencari-cari alasan untuk menolak permohonan Antonius karena meragukan kondisi tubuhnya. Kepadanya diberikan sebuah buku tebal untuk dipelajari. “Hafalkan dahulu seluruh isi buku ini. Setelah itu barulah engkau diterima di dalam biara ini!” kata pemimpin biara itu.

Suruhan ini terasa berat sekali bahkan mustahil. Tetapi berkat usaha-usahanya yang tekun selama setahun penuh, ia dapat menguasai seluruh isi buku itu. Lalu ia kembali ke biara untuk melaporkan hasil belajarnya. Disana ia diuji oleh sang pemimpin biara. Sang pemimpin terheran-heran karena semua pertanyaan yang diajukan dapat dengan mudah dijawabnya. Menyaksikan kepintarannya, pemimpin biara itu tidak mempunyai jalan lain lagi untuk menolaknya menjadi anggota baru biara Dominikan.

Antonius bergembira karena ia berhasil dalam ujian dan diterima sebagai anggota biara Dominikan. Di dalam biara itu, ia menunjukkan sifat-sifat yang baik: taat, rajin berdoa dan bermatiraga serta senang membantu siapa saja yang membutuhkan bantuannya. Kepandaian dan cara hidupnya yang baik membuat dia berkembang menjadi seorang biarawan Dominikan yang saleh. Semua orang senang dengan dia karena cara hidupnya yang sungguh mencerminkan ciri khas biara Dominikan.

Kemudian ia diserahi tugas mendirikan biara santo Markus di Florence sekaligus menjadi pemimpinnya. Melihat kesucian hidupnya, kebijaksanaan dan kerendahan hatinya, banyak orang datang meminta bimbingan rohani padanya. Ia dijuluki ‘Sang Penasehat’ oleh rekan-rekannya. Selain dikenal sebagai penasehat ulung, ia juga dikenal sebagai penulis buku-buku keagamaan dan buku sejarah. Dalam konsili di Florence, ia diikutsertakan dalam kedudukan sebagai ahli teologi.

Pada tahun 1446 ia menjadi Uskup Agung di Florence. Dalam tugas kegembalaannya, ia lebih menaruh perhatian kepada pelayanan kaum fakir miskin dan pengemis. Ia membantu siapa saja yang datang kepadanya. Kalaupun ia kehabisan uang, ia akan memberikan apa saja yang dimilikinya: sepatu, pakaian, atau perabot-perabot rumah yang bisa ditukar dengan uang. Keledai miliknya banyak kali dijual kepada para hartawan untuk mendapatkan uang bagi orang-orang miskin yang selalu datang kepadanya. Pada suatu ketika dalam perjalanan ke Roma, ia berjumpa dengan seorang pengemis yang kedinginan. Mantel yang sedang dikenakannya diberikan kepada pengemis itu. Lalu diperbatasan kota, seorang asing yang tidak dikenalnya memberikan sehelai mantel baru kepadanya.

Setelah lama mengabdikan diri kepada Tuhan, Antonius meninggal dunia pada tahun 1459. Sebelum menghembuskan nafasnya, ia berkata: “Mengabdi Tuhan adalah meraja”.

Santo Gordianus dan Epimakus

Martir

Gordianus adalah seorang hakim Romawi pada masa pemerintahan kaisar Yulianus. Murtad karena imannya, ia dibunuh pada tahun 362 dan dimakamkan di Via Latina, di kubah Santo Epimakus. Epimakus-yang hidup seratus tahun sebelum Gordianus-juga karena imannya akan Kristus dibakar hidup-hidup di Aleksandria, Mesir. Relikiunya dibawa ke Roma. Oleh karena makam kedua martir itu terletak pada tempat yang sama, maka pesta

Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari