Doa Katolik
Hari Raya

Hari Raya Tritunggal Mahakudus

Minggu, 31 Mei 2026· Putih
31 Mei 2026

Bacaan Misa

Hari Raya Tritunggal Mahakudus

Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.

Bacaan Pertama

Bersorak-sorailah, hai puteri Sion, bertempik-soraklah, hai Israel! Bersukacitalah dan beria-rialah dengan segenap hati, hai puteri Yerusalem! TUHAN telah menyingkirkan hukuman yang jatuh atasmu, telah menebas binasa musuhmu. Raja Israel, yakni TUHAN, ada di antaramu; engkau tidak akan takut kepada malapetaka lagi. Pada hari itu akan dikatakan kepada Yerusalem: "Janganlah takut, hai Sion! Janganlah tanganmu menjadi lemah lesu. TUHAN Allahmu ada di antaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai, seperti pada hari pertemuan raya." "Aku akan mengangkat malapetaka dari padamu, sehingga oleh karenanya engkau tidak lagi menanggung cela.

Mazmur Tanggapan

Sungguh, Allah itu keselamatanku; aku percaya dengan tidak gementar, sebab TUHAN ALLAH itu kekuatanku dan mazmurku, Ia telah menjadi keselamatanku."
Maka kamu akan menimba air dengan kegirangan dari mata air keselamatan.
Pada waktu itu kamu akan berkata: "Bersyukurlah kepada TUHAN, panggillah nama-Nya, beritahukanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa, masyhurkanlah, bahwa nama-Nya tinggi luhur!
Bermazmurlah bagi TUHAN, sebab perbuatan-Nya mulia; baiklah hal ini diketahui di seluruh bumi!
Berserulah dan bersorak-sorailah, hai penduduk Sion, sebab Yang Mahakudus, Allah Israel, agung di tengah-tengahmu!"

Bacaan Injil

Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda. Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring: "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana." Lalu kata Maria: "Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus. Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia. Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah; Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa; Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya." Dan Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya.

Allah yang Datang Menghampiri

Renungan · 2 menit baca

Hari Raya Tritunggal Mahakudus gampang terasa seperti soal matematika yang membingungkan. Tiga tapi satu, satu tapi tiga. Kita cenderung memperlakukannya sebagai teka-teki untuk dipecahkan, lalu menyerah. Padahal Tritunggal bukan rumus, melainkan kabar tentang siapa Allah itu: Ia relasi, Ia kasih yang mengalir, dan Ia selalu bergerak menghampiri.

Zefanya melukiskan Allah yang sama sekali tidak jauh: "TUHAN Allahmu ada di antaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bergirang karena engkau dengan sukacita." Allah bukan penonton yang berjarak di langit. Ia berada di tengah, dan bahkan bersukacita atas umat-Nya. Coba bayangkan: Allah yang gembira karena kita.

Dan dalam Injil, "berada di tengah" itu mengambil bentuk yang nyata. Maria, yang baru mengandung Yesus, bergegas ke pegunungan mengunjungi Elisabet. Begitu salamnya terdengar, anak dalam rahim Elisabet melonjak, dan ia dipenuhi Roh Kudus. Lihat betapa penuhnya ruangan kecil itu: Bapa yang mengutus, Putra dalam rahim Maria, Roh yang memenuhi Elisabet. Tritunggal hadir bukan dalam diagram, melainkan dalam sebuah kunjungan antara dua perempuan yang sedang mengandung.

Inilah cara Allah bekerja. Ia datang menghampiri, lalu mendorong kita untuk saling menghampiri. Maria tidak menyimpan Yesus untuk dirinya sendiri. Ia membawa-Nya menyeberangi bukit, kepada saudarinya yang juga membutuhkan. Kehadiran Allah selalu bergerak keluar, tidak pernah mengurung diri.

Maria lalu menyanyikan Magnificat: "Jiwaku memuliakan Tuhan." Nyanyian itu jawaban atas Allah yang lebih dulu bersukacita atas dia, persis seperti nubuat Zefanya. Sukacita bersambut sukacita. Begitulah relasi Tritunggal meluber ke dalam hidup manusia.

Zefanya pun menulis kalimat penghiburan itu bukan di masa aman, melainkan sesudah berbicara panjang tentang hukuman. Justru kepada umat yang babak belur oleh dosanya sendiri, Allah berkata, "Janganlah takut... Aku ada di antaramu." Begitulah selalu cara Sang Tritunggal mendekat: bukan menunggu kita pantas lebih dulu, melainkan menghampiri saat kita masih penuh cela.

Maka merayakan Tritunggal bukan berarti memahami misteri sampai tuntas. Ia berarti membiarkan diri dihampiri oleh Allah yang adalah kasih, lalu bergegas menghampiri sesama, seperti Maria. Di bulan Mei yang kita persembahkan bagi Bunda ini, ia menjadi contoh paling jelas: orang yang penuh Allah selalu berjalan keluar menuju orang lain.

Siapa yang perlu kita hampiri hari ini, membawa serta kehadiran Allah yang tinggal di dalam kita?

Allah Bapa, Putra, dan Roh Kudus, Engkau kasih yang selalu menghampiri. Penuhilah aku, lalu utuslah aku bergegas menghampiri sesama. Amin.

Invitatorium

Hari Raya Tritunggal Mahakudus

Pekan I Mazmur

Pembukaan

AntifonMarilah kita bernyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi penyelamat kita, alleluya.

Mazmur 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonMarilah kita bernyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi penyelamat kita, alleluya.

Ibadat Bacaan

Hari Raya Tritunggal Mahakudus

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, datanglah menolongku.
℟.Tuhan, bersegeralah menolongku.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Salam Maria, penuh rahmat,
Tuhan sertamu,
terpujilah Engkau di antara wanita,
dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus.
Santa Maria, Bunda Allah,
doakanlah kami yang berdosa ini,
sekarang dan waktu kami mati.

Pendarasan Mazmur

Antifon 1Maria menerima berkat dari Tuhan dan kasih setia dari Allah, penyelamatnya, alleluya.

Mazmur 23 (24)

Tuhan masuk ke bait-Nya

Kristus membukakan surga bagi kita dalam kemanusiaan yang Ia kenakan (Santo Ireneus).
Milik Tuhanlah bumi serta isinya,

dunia dan semua yang mendiaminya.

Sebab Dialah yang mendasarkannya di atas lautan,

dan menegakkannya di atas sungai-sungai.
Siapakah yang boleh naik ke gunung Tuhan?

Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?

Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya,

yang tidak menyerahkan diri kepada kesia-siaan,

dan tidak bersumpah palsu.
Dialah yang akan menerima berkat dari Tuhan,

dan keadilan dari Allah, penyelamatnya.

Itulah angkatan orang-orang yang mencari Dia,

yang mencari wajah Allah Yakub.
Angkatlah kepalamu, hai gerbang-gerbang,

dan terangkatlah, hai pintu-pintu abadi,

supaya masuk Raja Kemuliaan!
Siapakah Raja Kemuliaan itu?

Tuhan yang perkasa dan gagah perkasa,

Tuhan yang gagah perkasa dalam peperangan.
Angkatlah kepalamu, hai gerbang-gerbang,

dan terangkatlah, hai pintu-pintu abadi,

supaya masuk Raja Kemuliaan!
Siapakah Dia, Raja Kemuliaan itu?

Dia, Tuhan semesta alam,

Dialah Raja Kemuliaan.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonMaria menerima berkat dari Tuhan dan kasih setia dari Allah, penyelamatnya, alleluya.

Antifon 2Yang Mahatinggi telah menjadikan tempat kediaman-Nya bait yang kudus, alleluya.

Mazmur 45 (46)

Allah, perlindungan dan kekuatan kita

Ia akan disebut Imanuel, yang berarti: Allah beserta kita (Matius 1:23).

Allah adalah bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan,

penolong yang selalu siap sedia dalam kesesakan.

Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi bergoncang,

sekalipun gunung-gunung runtuh ke dalam laut,

sekalipun airnya bergelora dan berbusa,

sekalipun gunung-gunung diguncangkan oleh gelombangnya.
Tuhan semesta alam menyertai kita;

Allah Yakub adalah benteng kita.
Sungai-sungai yang airnya menggembirakan kota Allah,

tempat kediaman Yang Mahatinggi yang kudus.

Allah ada di dalamnya, kota itu tidak akan goyah;

Allah akan menolongnya pada waktu fajar menyingsing.

Bangsa-bangsa bergolak, kerajaan-kerajaan goyah:

Ia mengangkat suara-Nya, bumi pun lenyap.
Tuhan semesta alam menyertai kita;

Allah Yakub adalah benteng kita.
Marilah, lihatlah perbuatan-perbuatan Tuhan,

perbuatan-perbuatan dahsyat yang telah Ia lakukan di bumi.

Ia menghentikan peperangan di seluruh bumi;

busur Ia patahkan, tombak Ia hancurkan.

Perisai-perisai Ia bakar dengan api.

“Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah,

Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!”
Tuhan semesta alam menyertai kita;

Allah Yakub adalah benteng kita.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonYang Mahatinggi telah menjadikan tempat kediaman-Nya bait yang kudus, alleluya.

Antifon 3Hal-hal yang mulia dikatakan tentang Dikau, ya Perawan Maria, alleluya.

Mazmur 86 (87)

Yerusalem adalah ibu kita semua

Yerusalem surgawi adalah wanita yang merdeka; ia adalah ibu kita (Galatia 4:26).

Di gunung yang kuduslah kota-Nya,

yang dikasihi Tuhan.

Tuhan lebih menyukai gerbang-gerbang Sion

daripada semua tempat kediaman Yakub.

Hal-hal yang mulia dikatakan tentang Dikau,

ya kota Allah!
“Babel dan Mesir akan Kuhitung

di antara mereka yang mengenal Aku;

Filistia, Tirus, Etiopia,

mereka ini akan menjadi anak-anaknya

dan Sion akan disebut ‘Ibu’

sebab semua akan menjadi anak-anaknya.”
Dialah, Tuhan Yang Mahatinggi,

yang memberikan tempatnya masing-masing.

Dalam daftar bangsa-bangsa Ia menulis:

“Mereka ini adalah anak-anaknya,”

dan sambil menari mereka akan bernyanyi:

“Di dalam Dikau semua menemukan rumahnya.”
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonHal-hal yang mulia dikatakan tentang Dikau, ya Perawan Maria, alleluya.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) – saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita gema penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Berbahagialah mereka yang mendengarkan sabda Allah, alleluya.

Dan menyimpannya dalam hati mereka, alleluya.
Bacaan Pertama

Dari Kidung Agung

2:8-14; 8:6-7

Kedatangan sang kekasih
Dengarlah! Kekasihku – ia datang

melompat-lompat di atas gunung,

meloncat-loncat di atas bukit.

Kekasihku seperti kijang

atau anak rusa.

Lihatlah, ia berdiri di balik tembok kita,

mengintip dari jendela,

mengintai dari kisi-kisi.
Kekasihku berbicara; ia berkata kepadaku,

“Bangunlah, kekasihku, yang cantik jelita,

dan datanglah!

“Sebab lihatlah, musim dingin telah berlalu,

hujan telah reda dan pergi.

Bunga-bunga bermunculan di bumi,

waktu untuk memangkas kebun anggur telah tiba,

dan suara burung merpati terdengar di tanah kita.

Pohon ara mengeluarkan buahnya,

dan kebun anggur, yang sedang mekar, menyebarkan keharuman.

Bangunlah, kekasihku, yang cantik jelita,

dan datanglah!
“Wahai merpatiku di celah-celah batu,

di tempat-tempat tersembunyi di tebing,

Biarkan aku melihatmu,

biarkan aku mendengar suaramu,

Sebab suaramu merdu,

dan engkau cantik jelita.”
Taruhlah aku sebagai meterai pada hatimu,

sebagai meterai pada lenganmu;

Sebab cinta itu sekuat maut,

kegairahan itu sekeras dunia orang mati;

nyalanya adalah nyala api yang membara.

Air yang dalam tidak dapat memadamkan cinta,

sungai-sungai tidak dapat menghanyutkannya.

Sekiranya seseorang memberikan segala miliknya untuk membeli cinta,

ia akan dicemooh habis-habisan.

Responsorium Lukas 1:41b-43, 44

Elisabet dipenuhi Roh Kudus dan berseru: Diberkatilah engkau di antara wanita, dan diberkatilah buah rahimmu.

Dan siapakah aku ini sehingga ibu Tuhanku datang kepadaku? Alleluya.
Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai ke telingaku, anak dalam rahimku melonjak kegirangan.

Dan siapakah aku ini sehingga ibu Tuhanku datang kepadaku? Alleluya.
Bacaan Kedua

Dari homili Santo Beda Venerabilis, imam

Maria mewartakan kebesaran Tuhan yang berkarya dalam dirinya
Jiwaku memuliakan Tuhan, dan rohku bersukacita dalam Allah, penyelamatku. Dengan perkataan ini Maria pertama-tama mengakui karunia-karunia istimewa yang telah diberikan kepadanya. Kemudian ia mengingat kembali rahmat-rahmat universal Allah, yang dianugerahkan tanpa henti kepada umat manusia.
Ketika seseorang mengabdikan seluruh pikirannya untuk memuji dan melayani Tuhan, ia mewartakan kebesaran Allah. Ketaatannya pada perintah-perintah Allah, lebih jauh lagi, menunjukkan bahwa ia selalu mengingat kuasa dan kebesaran Allah. Rohnya bersukacita dalam Allah, penyelamatnya, dan bersukacita hanya dengan mengingat penciptanya yang memberinya harapan akan keselamatan abadi.
Perkataan ini seringkali berlaku untuk semua ciptaan Allah, tetapi terutama untuk Bunda Allah. Hanya dia yang dipilih, dan dia membara dengan kasih rohani untuk Putra yang dengan sukacita ia kandung. Di atas semua orang kudus lainnya, hanya dia yang benar-benar dapat bersukacita dalam Yesus, penyelamatnya, karena dia tahu bahwa Dia yang adalah sumber keselamatan abadi akan lahir pada waktunya dalam tubuhnya, dalam satu pribadi baik putranya sendiri maupun Tuhannya.
Sebab Yang Mahakuasa telah melakukan hal-hal besar bagiku, dan kuduslah nama-Nya. Maria tidak mengaitkan apa pun dengan jasa-jasanya sendiri. Dia mengaitkan semua kebesarannya dengan karunia Dia yang esensinya adalah kuasa dan yang sifatnya adalah kebesaran, karena Dia memenuhi dengan kebesaran dan kekuatan orang-orang kecil dan lemah yang percaya kepada-Nya.
Dia melakukan hal yang benar dengan menambahkan: dan kuduslah nama-Nya, untuk memperingatkan mereka yang mendengar, dan memang semua yang akan menerima perkataan-Nya, bahwa mereka harus percaya dan menyerukan nama-Nya. Sebab mereka juga dapat berbagi dalam kekudusan abadi dan keselamatan sejati sesuai dengan perkataan nabi: dan akan terjadi, bahwa setiap orang yang menyerukan nama Tuhan akan diselamatkan. Inilah nama yang ia sebutkan sebelumnya: dan rohku bersukacita dalam Allah, penyelamatku.
Oleh karena itu, merupakan kebiasaan yang sangat baik dan bermanfaat dari Gereja kudus bahwa kita harus menyanyikan madah Maria pada waktu doa sore. Dengan merenungkan inkarnasi, devosi kita dinyalakan, dan dengan mengingat teladan Bunda Allah, kita didorong untuk menjalani kehidupan yang bajik. Kebajikan-kebajikan semacam itu paling baik dicapai di malam hari. Kita lelah setelah pekerjaan sehari-hari dan letih oleh gangguan-gangguan kita. Waktu istirahat sudah dekat, dan pikiran kita siap untuk kontemplasi.

Responsorium Lukas 1:45, 46; Mazmur 66:16

Berbahagialah engkau yang telah percaya, karena janji Tuhan akan digenapi padamu. Dan Maria berkata:

Jiwaku memuliakan Tuhan, alleluya.
Datanglah, dan dengarkanlah, dan aku akan menceritakan apa yang telah Allah lakukan bagiku.

Jiwaku memuliakan Tuhan, alleluya.

Te Deum

Engkaulah Allah: kami memuji Dikau;

Engkaulah Tuhan: kami memuliakan Dikau;

Engkaulah Bapa yang kekal:

Seluruh ciptaan menyembah Dikau.
Kepada-Mu semua malaikat, semua kekuatan surga,

Kerubim dan Serafim, bernyanyi dalam pujian tak berkesudahan:

Kudus, kudus, kudus, Tuhan, Allah semesta alam,

langit dan bumi penuh kemuliaan-Mu.
Paduan para rasul yang mulia memuji Dikau.

Persekutuan para nabi yang luhur memuji Dikau.

Pasukan para martir berjubah putih memuji Dikau.
Di seluruh dunia Gereja kudus memuliakan Dikau:

Bapa, yang keagungan-Nya tak terbatas,

Putra-Mu yang sejati dan tunggal, layak disembah,

dan Roh Kudus, pembela dan pembimbing.
Engkau, Kristus, adalah Raja kemuliaan,

Putra Bapa yang kekal.
Ketika Engkau menjadi manusia untuk membebaskan kami,

Engkau tidak menolak rahim Perawan.
Engkau mengalahkan sengat maut,

dan membuka kerajaan surga bagi semua orang percaya.
Engkau duduk di sisi kanan Allah dalam kemuliaan.

Kami percaya bahwa Engkau akan datang, dan menjadi hakim kami.
Datanglah, ya Tuhan, dan tolonglah umat-Mu,

yang telah Engkau tebus dengan harga darah-Mu sendiri,

dan bawalah kami bersama para kudus-Mu

ke kemuliaan abadi.
Selamatkanlah umat-Mu, ya Tuhan, dan berkatilah warisan-Mu.

Pimpin dan tegakkanlah mereka sekarang dan selalu.
Setiap hari kami memuji Dikau.

Kami memuji nama-Mu selama-lamanya.
Jagalah kami hari ini, ya Tuhan, dari segala dosa.

Kasihanilah kami, ya Tuhan, kasihanilah.
Tuhan, tunjukkanlah kasih dan belas kasihan-Mu kepada kami,

karena kami telah menaruh kepercayaan kami pada-Mu.
Pada-Mu, ya Tuhan, harapan kami:

Dan kami tidak akan pernah berharap sia-sia.

Doa Penutup

Allah yang Mahakuasa dan kekal,

yang, ketika Santa Perawan Maria

mengandung Putra-Mu dalam rahimnya,

mengilhaminya untuk mengunjungi Elisabet,

kami mohon, berilah kami,

agar, setia pada dorongan Roh,

kami dapat memuliakan kebesaran-Mu bersama Perawan Maria setiap saat.

Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama-Mu dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Hari Raya Tritunggal Mahakudus

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pekan II Mazmur

Pembukaan

AntifonDatanglah, hai umat Allah, marilah kami menyembah Tuhan, Alleluya.

Mazmur 94 (95)

Marilah kami bernyanyi bagi Tuhan,

bersorak-sorai bagi penyelamat kami.

Menghadap wajah-Nya dengan lagu syukur,

menghormati-Nya dengan pujian.
Tuhanlah Allah Yang Agung,

merajai segala dewa.

Dasar bumi terletak di tangan-Nya,

puncak gunungpun milik-Nya.

Milik-Nyalah laut, Dia membuatnya,

daratanpun buatan tangan-Nya.
Mari bersujud dan menyembah,

berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kami.

Dialah Allah kami, kami umat-Nya,

Dialah gembala kami, kami kawanan-Nya.
Hari ini dengarkanlah suara-Nya:

“Jangan bertegar hati seperti di Meriba,

seperti di Masa, di padang gurun;

ketika leluhurmu mencobai Aku,

walau menyaksikan karya -Ku yang agung.
Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;

maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,

mereka tidak mengerti maksud bimbingan-Ku.

Sebab Aku bersumpah dalam murka-Ku:

Mereka takkan beristirahat bersama Aku”.
Kemuliaan kepada Bapa…

Seperti pada…

AntifonDatanglah, hai umat Allah, marilah kami menyembah Tuhan, Alleluya.

Madah

Allah hidup dan meraja

Alleluya, Alleluya

Maut sudah dikalahkan

Hidup sudah dilimpahkan.

Alleluya, Alleluya

Terpujilah Kristus Tuhan.
Hari ini hari Tuhan

Alleluya, Alleluya

Hari penuh kesukaan

Hari raya kebangkamin

Alleluya, Alleluya

Terpujilah Kristus Tuhan.
Mari kami bergembira

Alleluya, Alleluya

Bersyukur sambil memuji,

Bermadah sambil bernyanyi

Alleluya, Alleluya

Terpujilah Kristus Tuhan.

Antifon 1Terberkatilah yang datang demi nama Tuhan. Alleluya.

Mazmur 117 (118)

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,*

kekal abadi kasih setia-Nya.
Hendaklah Israel berkata,*

kekal abadi kasih setia-Nya.
Hendaklah kaum Harun berkata,*

kekal abadi kasih setia-Nya.
Hendaklah orang yang takwa berkata,*

kekal abadi kasih setia-Nya.
Dalam kesesakan aku berseru kepada Tuhan,*

Ia menjawab dan melegakan daku.
Tuhan di pihakku, aku tidak takut,*

Apa yang dapat dilakukan manusia terhadapku?
Tuhan di pihakku, Ia penolongku.*

Aku melihat pembenciku tersipu-sipu.
Lebih baik berlindung pada Tuhan,*

dari pada percaya kepada manusia.
Lebih baik berlindung pada Tuhan,*

dari pada percaya kepada bangsawan.
Segala bangsa mengepung aku,*

tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.
Mereka mengepung aku rapat-rapat,*

tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.
Mereka mengepung aku seperti lebah,+

seperti nyala api yang menjilat-jilat,*

tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.
Aku didesak-desak sampai terjatuh,*

tetapi Tuhan menolong aku.
Tuhanlah kekuatan dan pelindungku,*

Dialah kemenanganku
Suara gembira dan sorak-sorai,*

terdengar di perkemahan para pemenang.
“Tuhan bertindak dengan tangan kuat,*

tangan Tuhan mahakuasa”.
Aku tidak akan mati, aku tetap hidup,*

untuk mewartakan karya-karya Tuhan.
Tuhan sering menyiksa aku,*

namun tidak menyerahkan daku kepada maut.
Bukalah bagiku gerbang kemenangan,*

supaya aku masuk dan bersyukur kepada Tuhan.
Inilah pintu gerbang Tuhan,*

para pemenang masuk ke dalamnya.
Syukur kepada-Mu, sebab Engkau memenangkan daku,*

dan menjadi penyelamatku.
Batu yang dibuang oleh para pembangun,*

telah menjadi batu sendi.
Karya Tuhanlah itu,*

sangat mengagumkan kami.
Pada hari inilah Tuhan bertindak,*

mari kami rayakan dengan gembira.
Ya Tuhan, berilah kami keselamatan!*

Ya Tuhan, berilah kami kesejahteraan!
Terberkatilah yang datang demi nama Tuhan,+

kami memberkati Engkau dari dalam rumah Tuhan,*

Tuhanlah Allah, Dia menerangi kami.
Beraraklah dengan membawa ranting berdaun,*

hiasilah tanduk-tanduk mezbah.
Allahkulah Engkau, Engkau kupuji,*

Allahku, Engkau kuagungkan.
Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,*

kekal abadi kasih setia-Nya.

Antifon 1Terberkatilah yang datang demi nama Tuhan. Alleluya.

Antifon 2Marilah kami memuji Allah kami. Alleluya.

Dan 3,52-57
Terpujilah Engkau, Tuhan, Allah leluhur kami,*

kepada-Mulah pujian selama segala abad.
Terpujilah nama-Mu yang mulia dan kudus,*

kepada-Mulah pujian selama segala abad.
Terpujilah Engkau dalam bait-Mu yang mulia dan kudus,*

kepada-Mulah pujian selama segala abad.
Terpujilah Engkau di atas takhta kerajaan-Mu,*

kepada-Mulah pujian selama segala abad.
Terpujilah Engkau yang mendugai samudera raya,+

dan bersemayam di atas singgasana,*

kepada-Mulah pujian selama segala abad.
Terpujiah Engkau di bentangan langit,*

kepada-Mulah pujian selama segala abad.
Pujilah Tuhan, hai segala karya Allah,*

kepada-Nyalah pujian selama segala abad.
Pujilah Bapa dan Putera dan Roh kudus,*

kepada-Nyalah pujian selama segala abad.
(Kemuliaan tidak diucapkan)

Antifon 2Marilah kami memuji Allah kami. Alleluya.

Antifon 3Pujilah Tuhan karena kemuliaan-Nya yang besar. Alleluya.

Mazmur 150

Pujilah Tuhan di tempat-Nya yang kudus,*

pujilah Dia di angkasa-Nya yang gemilang.
Pujilah Dia karena karya-Nya yang agung,*

pujilah Dia karena kemuliaan-Nya yang besar.
Pujilah Dia dengan bunyi sangkakala,*

pujilah Dia dengan kecapi dan celempung.
Pujilah Dia dengan rebana dan tari-tarian,*

pujilah Dia dengan gitar dan seruling.
Pujilah Dia dengan ceracap yang berdenting,+

Pujilah Dia dengan ceracap gemercing,*

segala yang bernafas, pujilah Tuhan.

Antifon 3Pujilah Tuhan karena kemuliaan-Nya yang besar. Alleluya.

Bacaan Singkat (Yeh 36,25-27)

Aku akan mereciki Engkau dengan air suci, maka sucilah Engkau dari segala kenajisan, dan Engkau akan Kulepaskan dari semua berhalamu. Kamu akan Kuberi hati yang baru, dan semangat baru Kutempatkan dalam batinmu. Hati yang membatu akan Kuambil dari batinmu, dan Engkau akan Kuberi hati yang lembut, dan Aku membuat Engkau berlaku menurut ketetapan-Ku; hukum-Ku akan Engkau tepati dan Engkau laksanakan.
Lagu Singkat

℣.Kami akan memuji Engkau, ya Allah,* Dan meyerukan nama-Mu.
℟.Kami.
℣.Kami akan mewartakan karya-Mu Yang Agung.
℟.Dan menyerukan nama-Mu.
℣.Kemuliaan.
℟.Kami.

Antifon Kidung(Mi II): Para murid datang dan melihat tempat Yesus tinggal. Hari mereka tinggal bersama Yesus.

Kidung Zakaria Luk 1,68-79

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*

sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umat-Nya.
Ia mengangkat bagi kami seorang penyelamat yang gagah perkasa,*

putera Daud, hamba-Nya.
Seperti dijanjikan-Nya dari sediakala,*

dengan perantaraan para nabi-Nya yang kudus.
Untuk menyelamatkan kami dari musuh-musuh kami,*

dan dari tangan semua lawan yang membenci kami.
Untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada leluhur kami,*

dan mengindahkan perjanjian-Nya yang kudus.
Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kami,*

akan membebaskan kami dari tangan musuh.
Agar kami dapat mengabdi kepada-Nya tanpa takut,*

dan berlaku kudus dan jujur di hadapan-Nya seumur hidup.
Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*

sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalan-Nya.
Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umat-Nya,*

berkat pengampunan dosa mereka.
Sebab Allah kami penuh rahmat dan belaskasihan,*

Ia mengunjungi kami laksana fajar cemerlang.
Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*

dan membimbing kami ke jalan damai sejahtera.

Antifon KidungPara murid datang dan melihat tempat Yesus tinggal. Hari mereka tinggal bersama Yesus.

Doa Permohonan

Penyelamat kami telah turun ke dunia untuk hidup di tengah kami. Marilah kami mengucap syukur kepada-Nya dan berkata:

℟. Engkaulah cahaya dan sukacita kami, ya raja mahamulia.

Tuhan Kristus, fajar cemerlang, buah sulung kebangkamin,* semoga kami mengikuti Engkau dalam cahaya kehidupan. ℟.

Tunjukkanlah kepada kami kebaikan-Mu yang tertera dalam setiap makhluk,* supaya kami melihat kemuliaan-Mu di mana-mana. ℟.

Janganlah membiarkan kami dikalahkan oleh kejahatan,* tetapi tolonglah kami mengalahkan kejahatan dengan kebaikan. ℟.

Ketika Engkau dibaptis di sungai Yordan, Engkau diurapi oleh Roh kudus,* semoga kami hari ini bertindak atas dorongan Roh kudus juga. ℟.

Bapa Kami

Doa Penutup (Mi II)
Allah yang kekal dan kuasa, Engkau mengatur langit dan bumi. Dengarkanlah dengan rela permohonan umat-Mu. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang segala masa.

Amin.

Ibadat Tengah Hari

Hari Raya Tritunggal Mahakudus

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan II Mazmur

Madah

Ya Roh Kudus sumber cinta

Serta Bapa dan Putera

Datanglah di tengah kami

Membawa hidup Illahi
Gerakkanlah hati kami

Agar giat penuh bakti

Menyanyikan lagu puji

Mengamalkan cinta suci
Kabulkanlah doa kami

Ya Allah Bapa surgawi

Bersama Putera dan Roh-Mu

Sekarang serta selalu. Amin.

Antifon 1Tuhan membaringkan daku di padang rumput yang hijau, Alleluya.

Mazmur 22 (23)

Tuhanlah gembalaku, aku takkan berkekurangan,*

Ia membaringkan daku di padang rumput yang hijau.
Ia membimbing aku ke air yang tenang,*

dan menyegarkan daku.
Ia menuntun aku di jalan yang lurus,*

demi nama-Nya yang kudus.
Sekalipun berjalan dalam lembah yang kelam,*

aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku.
Tongkat kegembalaan-Mu,*

itulah yang menghibur aku.
Engkau menyediakan hidangan bagiku,*

di hadapan segala lawanku.
Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak,*

pialaku penuh melimpah.
Kerelaan dan kemurahan-Mu mengiringi aku,*

seumur hidup.
aku akan diam di dalam rumah Tuhan,*

sepanjang masa.

Antifon 1Tuhan membaringkan daku di padang rumput yang hijau, Alleluya.

Antifon 2Di Israel nama Tuhan termasyhur, Alleluya.

Mazmur 75 (76)

Allah terkenal di Yehuda,*

di Israel nama-Nya termasyhur.
Kemah-Nya berada di Salem,*

dan di Sion kediaman-Nya.
Dihancurkan-Nya panah yang berkilat,*

perisai dan pedang dan perlengkapan perang.
Cemerlang Engkau dan mulia,*

lebih megah dari gunung abadi.
Orang gagah berani Kaujarahi,+

mereka terlelap dalam tidurnya,*

orang yang perkasa lenyap kekuatannya.
Ya Allah Yakub,*

hardik-Mu melumpuhkan kereta maupun kuda.

Antifon 2Di Israel nama Tuhan termasyhur, Alleluya.

Antifon 3Bumi takut dan tertegun, pada waktu Allah bangkit untuk mengadili, Alleluya.

Dahsyat Engkau, siapakah dapat bertahan di hadapan-Mu,*

terhadap hebatnya amarah-Mu.
Dari langit Kauperdengarkan keputusan-Mu,*

bumi takut dan tertegun.
pada waktu Allah bangkit untuk mengadili,*

dan menyelamatkan orang tertindas seluruh negeri.
Keberangan manusia bahkan menjadi pujian-Mu,*

dan amarahnya menambah keluhuran-Mu.
Bernadarlah dan penuhilah janjimu kepada Tuhan Allahmu,*

hendaknya para hamba Tuhan menyampaikan persembahan kepada Yang dahsyat.
Ia mematahkan semangat para penguasa,*

menakutkan para raja bumi.

Antifon 3Bumi takut dan tertegun, pada waktu Allah bangkit untuk mengadili, Alleluya.

Bacaan singkat Rom 8,26

Roh kudus datang membantu kami yang lemah ini. Sebab sesungguhnya kami tidak tahu, bagaimana kami harus berdoa. Maka Roh kudus sendiri berdoa untuk kami dengan keluhan yang tak terucapkan.

℣.Ya Tuhan, hendaknya seruanku sampai ke hadapan-Mu.
℟.Berilah aku pengertian seturut firman-Mu.
Doa Penutup (Mi II)
Allah yang kekal dan kuasa, Engkau mengatur langit dan bumi. Dengarkanlah dengan rela permohonan umat-Mu. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang segala masa.

Amin.

Ibadat Sore

Hari Raya Tritunggal Mahakudus

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan I Mazmur

Madah

Pencipta cahaya mulya
Yang mengatur matahari
Pada awal masa purba
Kauciptakan langit bumi.

Pagi petang Kauhubungkan
Kauberi julukan hari
Senja sudah Kaudatangkan
T'rimalah pujian kami.

Kami sesal akan dosa
Ingin bersih dari noda
Agar dapat masuk surga
Mencapai pahala mulya.

Kabulkanlah doa kami
Ya Bapa yang baik hati
Bersama Putra dan rohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Antifon 1Tuhan meluaskan kekuasaanNya dari Sion, Tuhan meraja selama-lamanya. Alleluya.

Mazmur 109,1-5.7

Tuhan berfirman kepada baginda: "Duduklah di sisi kananKu,*
sampai musuh musuhmu Kujadikan tumpuan kakimu".

Tuhan meluaskan kekuasaan baginda dari kediamanNya di Sion,*
"Berkuasalah atas para musuh.

Engkau berkuasa sejak kelahiranmu, di atas gunung yang suci,*
sejak engkau terkandung, sejak fajar masa mudamu".

Tuhan telah bersumpah dan tidak menyesal,*
"Engkaulah imam seperti Melkisedek, untuk selama-lamanya".

Tuhan mendampingi baginda,*
pada hari kemurkaanNya raja-raja dihancurkanNya.

Tuhan menyertai baginda dalam segala usaha,*
agar baginda berlangkah maju dengan gagah perkasa.

Antifon 1Tuhan meluaskan kekuasaanNya dari Sion, Tuhan meraja selama-lamanya. Alleluya.

Antifon 2Bumi bergetar di hadapan Tuhan. Alleluya.

Mazmur 113

Ketika Israel keluar dari Mesir,*
keluarga Yakub dari bangsa asing,

Maka Yehuda menjadi wilayah Tuhan,*
Israel daerah kekuasaanNya.

Laut melihat, lalu menyingkir,*
sungai Yordan berbalik ke hulu.

Gunung melompat bagaikan kijang,*
dan bukit laksana anakdomba.

Ada apa, hai laut, sehingga menyingkir,*
hai Yordan, sehingga berbalik ke hulu?

Hai gunung, mengapa melompat bagaikan kijang,*
hai bukit, mengapa laksana anakdomba?

Gemetarlah, hai bumi, di hadapan Tuhan,*
di hadirat Allah Yakub.

Ia mengubah wadas menjadi danau,*
dan batu menjadi mata air.

Antifon 2Bumi bergetar di hadapan Tuhan. Alleluya.

Antifon 3Tuhan, Allah kita yang mahakuasa, sudah menjadi raja. Alleluya.

Why 19,1-7

Alleluya.
Pokok keselamatan, kemuliaan dan kekuasaan ialah Allah kita,*
karena benar dan adillah segala keputusanNya.
Alleluya.

Alleluya.
Pujilah Allah kita, hai sekalian hambaNya,*
semua yang takwa, baik kecil maupun besar.
Alleluya.

Alleluya.
Sebab Tuhan, Allah kita yang mahakuasa,*
sudah menjadi raja.
Alleluya.

Alleluya.
Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai,*
marilah kita memuliakan Tuhan.
Alleluya.

Alleluya.
Hari pernikahan Anakdomba telah tiba,*
dan mempelaiNya sudah siap berhias.
Alleluya.

Antifon 3Tuhan, Allah kita yang mahakuasa, sudah menjadi raja. Alleluya.

Bacaan singkat 2Kor 1,3-4

Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas-kasihan dan Allah sumber segala penghiburan. Ia menghibur kita dalam segala penderitaan, sehingga kita sanggup menghibur semua orang yang ditimpa bermacam-macam penderitaan, dengan penghiburan yang kita terima sendiri dari Allah.

Lagu Singkat

℣.Terpujilah Engkau, ya Tuhan,* Di angkasa raya.℟.Terpujilah.℣.KepadaMulah pujian selama segala abad.℟.Dia angkasa raya.℣.Kemuliaan.℟.Terpujilah.

Antifon Kidung(Mi V): Guru, semalam-malaman kami bekerja keras dan tidak menangkap seekorpun. Tetapi atas perintahMu, aku akan menebarkan jala.

Kidung Maria Luk 1,46-55

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Antifon KidungGuru, semalam-malaman kami bekerja keras dan tidak menangkap seekorpun. Tetapi atas perintahMu, aku akan menebarkan jala.

Doa Permohonan

Kristuslah kepala kita, dan kita anggota-anggotaNya. Marilah kita menyembah Dia dan dengan gembira berseru:

℟. Datanglah kerajaanMu, ya Tuhan.

Ya Penyelamat kami, teguhkanlah umat pilihanMu, agar lebih jelas melambangkan kesatuan umat manusia,* dan menjadi tanda pembawa selamat yang lebih nyata bagi semua bangsa. ℟.

Dampingilah selalu para uskup bersama bapa suci,* dan anugerahilah mereka kesatuan, cinta kasih dan damai. ℟.

Satukanlah seluruh umat Kristen dalam diriMu sebagai kepala,* supaya kami dalam kehidupan sehari-hari memberi kesaksian tentang kerajaanMu. ℟.

Berikanlah perdamaian kepada dunia,* supaya keamanan dan kesejahteraan berkembang di mana-mana. ℟.

Bangkitkanlah semua orang mati pada hari kiamat,* dan ikutsertakanlah kami dalam kebahagiaan mereka. ℟.

Bapa Kami

Doa Penutup (Mi V)

Tuhan, hanya padaMulah kami berharap. Kami mohon, lindungilah umatMu selalu dengan cinta kasihMu. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Penutup

Hari Raya Tritunggal Mahakudus

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan II Mazmur

Doa Tobat

℟.Saya mengaku kepada Allah yang mahakuasa
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kiat ke hidup yang kekal.℟.Amin.

Madah

Kristus cahaya mulia
Kegelapan Kauenyahkan
Malam maut tak berdaya
Sudah kalah Kaulumpuhkan

Lindungilah kami Tuhan
Selama semalam ini
Kami mohon ketenangan
Dalam istirahat nanti.

Meski mata 'kan tertidur
Semoga hati berjaga
Rapi selalu teratur
Siap menyambut rajanya.

Terpujilah Kristus raja
Bersama Bapa mulia
Dan Roh kudus sumber cinta
Sepanjang segala masa. Amin.

AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.

Mazmur 90 (91)

Hendaklah orang yang berlindung pada Allah yang mahatinggi,*
menikmati malam yang aman dalam naungan Tuhan.

Hendaklah ia berdoa: "Ya Tuhan, Engkaulah pelindung dan pengungsianku,*
ya Allah, padaMulah aku percaya"

Hanya Tuhanlah yang akan melepaskan dikau dari perangkap,*
melindungi engkau terhadap wabah yang berkecamuk

Ia akan menudungi engkau dengan kepakNya,+
dan di bawah sayapNya engkau akan berlindung,*
lenganNya akan menjadi perisai dan jebang bagimu.

Engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam,*
akan panah yang mengancam di waktu siang;

Akan wabah yang menular dalam kegelapan,*
akan bencana yang mengamuk di siang hari.

Walaupun seribu orang rebah di sebelah kirimu,+
dan sepuluh ribu di sebelah kananmu,*
namun engkau takkan kejangkitan.

Engkau akan menyaksikan kehancuran musuh,*
dan pembalasan terhadap orang-orang jahat.

Jika engkau memilih Tuhan menjadi pelindungmu,*
dan Allah mahatinggi menjadi penopangmu;

Maka engkau takkan ditimpa malapetaka,*
dan kemahmu takkan diserang wabah;

Sebab Allah akan mengutus malaikatNya,*
untuk menjaga engkau ke manapun engkau pergi.

Mereka akan menatang engkau dengan tangan mereka,*
jangan sampai kakimu tersandung pada batu.

Singa dan harimau akan kaulangkahi,*
ular dan naga akan kauinjak-injak.

Sebab Allah bersabda: "Mengingat bahwa ia berpaut padaKu,*
maka Aku akan menyelamatkannya;

Aku akan menjadi pelindungnya, jika ia mengakui Aku,*
jika ia berseru kepadaKu, Aku akan menjawabnya.

Aku akan tetap besertanya dan membebaskan dia dari kesesakan,*
dan Aku akan memuliakannya.

Aku akan memuaskan dia dengan usia lanjut,*
dan memperkenankan dia menikmati keselamatanKu".

AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.

Bacaan singkat Why 22,4-5

Para hamba Allah akan memandang wajah Allah, dan nama Allah tertera pada dahi mereka. Malam takkan ada lagi, cahaya lampu atau sinar matahari takkan mereka perlukan lagi. Sebab Tuhan Allah menerangi mereka, dan mereka akan meraja selama-lamanya.

Lagu Singkat

℣.Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* ya Tuhan, penyelamatku.℟.Ke dalam.℣.Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar.℟.Ya Tuhan, penyelamatku.℣.Kemuliaan.℟.Ke dalam.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan, kunjungilah rumah ini dan berkatilah kami selalu. Jauhkanlah segala tipu daya musuh dari rumah ini dan utuslah malaikatMu untuk membawa damai sejahtera dan menyertai kami. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Hari Minggu malam:

Tuhan, pelindung kami, pada hari ini kami telah merayakan wafat dan kebangkitan Kristus. Dengarkanlah kiranya ucapan bibir kami, dan jauhkanlah segala mara bahaya. Semoga kami tidur dengan nyenyak dan aman sentosa dalam damaiMu, sehingga kami dapat bangun lagi dengan gembira hati untuk memuji Engkau. Demi Kristus, pengantara kami.

Penutup

℣.Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya.℟.Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam, ya ratu, bunda yang berbelas-kasih, hidup, hiburan dan harapan kami. Kami semua memanjatkan permohonan, kami amat susah, mengeluh, mengesah dalam lembah duka ini. Ya ibunda, ya pelindung kami, limpahkanlah kasih sayangmu yang besar kepada kami. Dan Yesus, puteramu yang terpuji itu, s'moga kautunjukkan kepada kami. O ratu, o ibu, o Maria, bunda Kristus.

Santa Perawan Maria Mengunjungi Elisabet

Pesta · Ditetapkan bagi Gereja universal 1389

Pesta ini merayakan kunjungan Santa Perawan Maria kepada saudarinya Elisabet, seperti dikisahkan dalam Injil Lukas. Sesudah menerima kabar dari malaikat bahwa ia akan mengandung Sang Penyelamat, dan bahwa Elisabet yang sudah lanjut usia pun sedang mengandung, Maria segera berangkat ke pegunungan Yudea untuk melayani.

Perjumpaan itu penuh sukacita. Ketika Maria memberi salam, bayi dalam rahim Elisabet, yaitu Yohanes Pembaptis, melonjak kegirangan, dan Elisabet yang dipenuhi Roh Kudus berseru, Diberkatilah engkau di antara semua perempuan (Lukas 1:42). Maria menanggapinya dengan madah Magnificat, nyanyian pujian yang mengagungkan Allah karena berpihak kepada mereka yang rendah dan lapar akan keadilan.

Perayaan ini pertama kali dijalankan oleh para Fransiskan pada tahun 1263 atas anjuran Santo Bonaventura. Kemudian Paus Urbanus VI menetapkannya bagi seluruh Gereja pada tahun 1389, dengan harapan agar melalui perantaraan Maria, perpecahan besar yang saat itu melanda Gereja Barat dapat dipulihkan.

Sesudah pembaruan liturgi Konsili Vatikan II, pestanya ditempatkan pada 31 Mei, di penghujung bulan yang khusus didedikasikan bagi Maria. Letaknya pun bermakna, di antara Hari Raya Kabar Sukacita dan Kelahiran Yohanes Pembaptis. Bagi umat hari ini, pesta ini mengajarkan bahwa membawa Kristus kepada sesama selalu terwujud dalam pelayanan yang nyata dan penuh kasih.

Ditetapkan: bagi Gereja universal oleh Paus Urbanus VI tahun 1389; tanggal 31 Mei ditetapkan dalam pembaruan kalender Konsili Vatikan II.

Santa Perawan Maria mengunjungi Elisabeth

Ketika malaekat Gabriel membawa khabar gembira kepada Maria, ia menyampaikan juga kepada Maria peristiwa ilahi perkandungan Elisabeth. Malaikat Gabriel mengatakan bahwa Elisabeth sedang mengandung seorang anak laki-laki pada usia tuanya. Bayi laki-laki itu adalah Yohanes Pemandi, yang akan menjadi perintis jalan bagi Yesus, Juru Selamat yang dijanjikan oleh Allah.

Maria segera bergegas ke pegunungan Yudea, ke kota Karem, tempat tinggal Elisabeth dan Zakarias. Maria berangkat kesana untuk melayani Elisabeth. Sebagaimana kata Injil,pertemuan itu merupakan suatu peristiwa kegembiraan baik bagi Elisabeth maupun anak yang dikandungnya. Dari mulut Elisabeth

Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari