Bacaan Misa
Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.
Pujilah TUHAN, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa!
Sebab kasih-Nya hebat atas kita, dan kesetiaan TUHAN untuk selama-lamanya. Haleluya!
Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ. Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: "Kami telah melihat Tuhan!" Tetapi Tomas berkata kepada mereka: "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya." Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!" Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah." Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!" Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."
Invitatorium
Pekan I Mazmur
Pembukaan
AntifonMarilah kita menghadap wajah Tuhan dengan lagu syukur.
Mazmur 94 (95)
AntifonMarilah kita menghadap wajah Tuhan dengan lagu syukur.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Iman Para Bapa! Iman dan doa
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Simon Petrus, jika engkau mengasihi Aku, gembalakanlah domba-domba-Ku.
AntifonSimon Petrus, jika engkau mengasihi Aku, gembalakanlah domba-domba-Ku.
Antifon 2Bagiku hidup adalah Kristus, dan mati adalah keuntungan; aku harus bermegah dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus.
Mazmur 63 (64)
Doa memohon pertolongan melawan musuh
jagalah hidupku dari ketakutan akan musuh.
AntifonBagiku hidup adalah Kristus, dan mati adalah keuntungan; aku harus bermegah dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus.
Antifon 3Tuhan, jika itu Engkau, perintahkanlah aku berjalan di atas air.
Mazmur 96 (97)
Kemuliaan Tuhan dalam ketetapan-ketetapan-Nya bagi dunia
biarlah semua pesisir bersukacita.
AntifonTuhan, jika itu Engkau, perintahkanlah aku berjalan di atas air.
Responsorium Matius 16:18-19
Responsorium
Te Deum
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1KepadaMu aku berdoa, ya Tuhan; waktu pagi Engkau mendengarkan seruanku.
Antifon 1KepadaMu aku berdoa, ya Tuhan, waktu pagi Engkau mendengarkan seruanku.
Antifon 2Kami memuji namaMu yang mulia, ya Allah.
Antifon 2Kami memuji namaMu yang mulia, ya Allah.
Antifon 3Sujudlah kepada Tuhan dengan hormat dan khidmat.
Mazmur 28
Antifon 3Sujudlah kepada Tuhan dengan hormat dan khidmat.
Bacaan Singkat (2Tes 3,10b-13)
Lagu Singkat
Antifon KidungTerpujilah Tuhan, Allah kita.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungTerpujilah Tuhan, Allah kita.
Doa Permohonan
℟. Berilah kami RohMu, ya Tuhan.
Anugerahilah kami suatu hari tanpa noda, penuh sukacita dan damai,* supaya kami nanti malam dapat memuji Engkau dengan hati gembira. ℟.
Semoga kemuliaanMu menyinari kami hari ini,* dan bimbinganMu menyuburkan usaha dan pekerjaan kami. ℟.
Tunjukkanlah seri wajahMu kepada kami,* dan lindungilah kami hari ini di jalan kebaikan dan damai. ℟.
Perhatikanlah semua orang yang menaruh harapan pada doa kami,* dan limpahilah mereka dengan kurnia rohani dan jasmani. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pekan I Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (Rom 13, 8. 10)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan I Mazmur
Madah
Antifon 1Sabda Tuhan menyenangkan hati dan menerangi mata.
Antifon 1Sabda Tuhan menyenangkan hati dan menerangi mata.
Antifon 2Tuhan akan bangkit untuk merajai bangsa-bangsa dengan adil.
Mazmur 7 I
Antifon 2Tuhan akan bangkit untuk merajai bangsa-bangsa dengan adil.
Antifon 3Allah hakim yang adil dan kuat, penyelamat orang yang tulus hati.
Mazmur 7 II
Antifon 3Allah hakim yang adil dan kuat, penyelamat orang yang tulus hati.
Bacaan singkat Yak 1,19-20.26
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pekan I Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (1 Pe 1, 17b. 18a. 19)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan I Mazmur
Madah
Antifon 1Tuhan memperhatikan orang miskin.
Mazmur 10
Antifon 1Tuhan memperhatikan orang miskin.
Antifon 2Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.
Mazmur 14
Antifon 2Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.
Antifon 3Allah memilih kita menjadi anakNya dengan perantaraan PuteraNya.
Ef 1,3-10
Antifon 3Allah memilih kita menjadi anakNya dengan perantaraan PuteraNya.
Bacaan Singkat (Kol 1,9b-11)
Antifon KidungAku mengagungkan Tuhan, sebab Allah memperhatikan daku, hambaNya yang hina ini.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungAku mengagungkan Tuhan, sebab Allah memperhatikan daku, hambaNya yang hina ini.
Doa Permohonan
℟. Peliharalah umatMu, ya Tuhan.
Selamatkanlah umatMu, ya Tuhan,* dan berkatilah milik pusakaMu. ℟.
Satukanlah semua orang kristen,* supaya dunia percaya kepada Kristus yang telah Kauutus. ℟.
Limpahkanlah rahmatMu kepada kaum kerabat dan sanak saudara kami,* supaya mereka menyerahkan diri kepada Kristus. ℟.
Tunjukkanlah cinta kasihMu kepada semua orang yang berada dalam sakrat maut,* supaya mereka melihat keselamatanMu. ℟.
Rahimilah kiranya semua orang mati,* dan satukanlah mereka dengan para kudus yang beristirahat dalam Kristus. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Doa Tobat
Tuhan, kasihanilah kami.℟.Tuhan, kasihanilah kami.℣.Engkau datang memanggil orang yang berdosa.
Kristus, kasihanilah kami.℟.Kristus, kasihanilah kami.℣.Engkau duduk di sisi Bapa sebagai pengantara kami.
Tuhan, kasihanilah kami.℟.Tuhan, kasihanilah kami.℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.
Madah
AntifonTuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.
Mazmur 85 (86)
AntifonTuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.
Bacaan singkat 1Tes 5,9-10
Lagu singkat
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santa Giacinta Marescotti
Giacinta lahir di Vignarello, Italia pada tahun 1585 dari sebuah keluarga bangsawan. Ia dididik di biara suster-suster Fransiskan. Seorang kakaknya sudah menjadi suster di biara itu. Semasa kecilnyaGiacinta dikenal sebagai anak yang baik namun ia kemudian bertingkah laku jelek ketika adik bungsunya lebih cepat menikah (dengan Marquis Cassizuchi). Dia tersinggung karena merasa dilangkahi oleh adik-adiknya. Sifat baiknya merosot, sebaliknya ia menjadi seorang pendendam di dalam keluarganya. Ia memutuskan masuk biara sekedar iseng-iseng. Ia masuk Ordo Ketiga Santo Fransiskus di Viterbo dengan mengambil nama Giacinta. Sekalipun sudah menjadi seorang suster, namun ia tidak melepaskan cara hidup foyanya dengan harta keluarganya; selama 10 tahun ia benar-benar menjadi batu sandungan bagi rekan-rekannya yang lain.
Pada suatu hari ia jatuh sakit keras. Seorang imam Fransiskan datang mendengarkan pengakuannya dan memberikan peringatan keras tentang cara hidupnya yang tidak sesuai dengan semangat ordonya. Ia bertobat, namun jatuh lagi ke dalam cara hidup seperti sedia kala. Tuhan mencobainya lagi dengan sakit lebih berat. Semenjak itu ia mulai tekun berdoa, bermatiraga dan merobah tingkah laku hidupnya. Lama kelamaan ia berubah menjadi seorang suster yang saleh dan menjadi pembimbing rohani rekan-rekannya. Nasehat-nasehatnya sangat praktis berdasarkan pengalaman rohaninya sendiri. Ia menekankan pentingnya mengahayati kerendahan hati, menghilangkan sifat-sifat cinta diri, kesabaran memikul salib penderitaan sehari-hari. Cinta dan perhatiannya sangat besar, bukan saja terhadap rekan-rekan susternya tetapi juga terhadap komunitas biara suster lainnya. Ia turut serta mendirikan dua biara di Viterbo yang mengabdikan diri pada bidang pelayanan orang-orang sakit, orang-orang jompo, dan miskin di Viterbo. Ia sendiri mencari dana dengan minta-minta. Giacinta wafat pada tanggal 30 Januari 1640 pada usia 55 tahun. Ia dinyatakan sebagai ‘santa’ pada tahun 1807.
Santo Bertrandus
Bertrandus adalah seorang imam abad ke enam. Ia lahir pada tahun 553. Keluarganya tergolong kaya raya. Ia dikenal sebagai seorang imam yang pemurah: ia menghadiahkan beberapa bidang tanah warisannya kepada Gereja dan kepada orang-orang miskin.
Ia ditabhiskan imam di Paris dan kemudian dipilih menjadi pemimpin sebuah sekolah. Pada tahun 587, ia dipilih menjadi uskup di Le Mans, sebuah kota kecil yang dihuni orang-orang Perancis.
Ketika pertentangan politik antara kaum Neustria (Perancis Barat) dan kaum Austrasia (Perancis Timur) terjadi, Bertrandus diusir dari takhta keuskupannya selama beberapa tahun. Kemudian raja Clotaire II dari kelompok Neustria memanggilnya kembali untuk memimpin keuskupan.
Dari tuan-tuan tanah yang kaya, Bertrandus menerima sejumlah besar tanah untuk kepentingan Gereja. Tanah-tanah itu dimanfaatkannya untuk membangun gereja dan biara, dan sebuah rumah penginapan untuk para peziarah. Bertrandus meninggal dunia pada tahun 625, pada usia 70 tahun.
Santo Theobaldus
Theobaldus lahir pada tahun 1017 di Provins, Prancis, dari sebuah keluarga bangsawan. Semasa mudanya, ia banyak membaca buku-buku tentang kehidupan Santo Yohanes Pemandi dan riwayat hidup orang-orang kudus lainnya. Bacaan-bacaan ini menimbulkan dalam hatinya benih panggilan Allah untuk menjalani hidup seperti orang-orang kudus itu. Ia sungguh mengagumi cara hidup dan perjuangan para kudus untuk meraih kesempurnaan hidup Kristiani.
Terdorong hasrat besar untuk meniru cara hidup para kudus itu,ia meninggalkan rumah mereka pada tahun 1054 tanpa sepengetahuan orang-tuanya. Ia pergi ke Luxemburg. Disana ia bekerja sepanjang hari di hutan Petingen sebagai pembakar arang bagi tetangga-tetangganya yang bekerja sebagai tukang besi. Sementara itu, ia terus menjalani hidup tapa dan doa secara diam-diam.
Ketika semua orang tahu akan kesucian hidup Theobaldus, banyak orang datang untuk menjadi muridnya. Ia lalu mengasingkan diri ke Salanigo untuk menjalani hidup tapa. Teteapi ia diikuti oleh orang-orang yang tertarik untuk mendapat bimbingannya. Ia kemudian ditabhiskan menjadi imam agar lebih pantas menjalankan tugas-tugas misioner.
Pada tanggal 30 Juni 1066, Theobaldus meninggal dunia karena terserang penyakit yang berbahaya. Ia digelari ‘kudus’ oleh Paus Alexander II pada tahun 1073.
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari