Bacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Karena dengki setan, maka maut masuk ke dunia.
Allah tidak menciptakan maut, dan Ia pun tidak bergembira kalau makhluk yang hidup musnah binasa. Sebaliknya Ia menciptakan segala sesuatu supaya ada; dan supaya makhluk-makhluk jagad menemukan keselamatan. Racun yang membinasakan tidak ditemukan di antara mereka, dan dunia orang mati tidak merajai bumi. Maka, kesucian mesti baka. Sebab Allah telah menciptakan manusia untuk kebakaan, dan menjadikannya gambar hakikat-Nya sendiri. Tetapi karena dengki setan, maka maut masuk ke dunia, dan yang menjadi milik setan mencari maut itu.
Refren: Tuhan telah membebaskan dan menyelamatkan daku.
Aku akan memuji Engkau, ya Tuhan, sebab Engkau telah menarik aku ke atas, dan tidak membiarkan musuh-musuhku bersukacita atas diriku. Engkau mengangkat aku dari dunia orang mati, Engkau menghidupkan daku di antara mereka yang turun ke liang kubur.
Nyanyikanlah mazmur bagi Tuhan, hai orang-orang yang dikasihi oleh-Nya, dan persembahkanlah syukur kepada nama-Nya yang kudus! Sebab hanya sesaat Ia murka, tetapi seumur hidup Ia murah hati; sepanjang malam ada tangisan, menjelang pagi terdengar sorak-sorai.
Dengarlah,Tuhan, dan kasihanilah aku, Tuhan, jadilah Penolongku! Aku yang meratap telah Kau ubah menjadi orang yang menari-nari, Tuhan, Allahku, untuk selama-lamanya aku mau menyanyikan syukur bagi-Mu.
Hendaklah kelebihanmu mencukupkan kekurangan saudara-saudara yang lain.
Saudara-saudara, hendaknya kamu kaya dalam pelayanan kasih, sebagaimana kamu kaya dalam segala sesuatu: dalam iman, dalam perkataan, dalam pengetahuan, dalam kesungguhan untuk membantu, dan dalam kasihmu terhadap kami. Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, yakni sekalipun: kaya, Ia telah menjadi miskin karena kamu, supaya karena kemiskinan-Nya, kamu menjadi kaya. Sebab kamu dibebani bukan supaya orang lain mendapat keringanan, tetapi supaya ada keseimbangan. Maka, hendaklah sekarang ini kelebihanmu mencukupkan kekurangan orang-orang kudus, agar kelebihan mereka kelak mencukupkan kekuranganmu, supaya ada keseimbangan. Seperti ada tertulis: orang yang mengumpulkan banyak tidak kelebihan, dan orang yang mengumpulkan sedikit tidak kekurangan.
Hai anak, Aku berkata kepadamu: Bangunlah.
Sekali peristiwa, setelah Yesus menyeberang dengan perahu, datanglah orang banyak berbondong-bondong, lalu mengerumuni Dia. Ketika itu Yesus masih berada di tepi danau. Maka, datanglah seorang kepala rumah ibadat yang bernama Yairus. Ketika melihat Yesus, tersungkurlah Yairus di depan kaki-Nya. Dengan sangat ia memohon kepada-Nya, “Anakku perempuan sedang sakit, hampir mati. Datanglah kiranya, dan letakkanlah tangan-Mu di atasnya, supaya ia selamat dan tetap hidup. “Lalu pergilah Yesus dengan orang itu. Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia dan berdesak-desakan di dekat-Nya. Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan. Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sampai habislah semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya, malah sebaliknya keadaannya makin memburuk. Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus. Maka, di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya. Sebab katanya “Asalkan kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.” Sungguh, seketika itu juga berhentilah pendarahannya, dan ia merasa badannya sudah sembuh dari penyakit itu. Pada ketika itu juga Yesus mengetahui bahwa ada tenaga yang keluar dari diri-Nya. Maka, Ia berpaling di tengah orang banyak itu dan bertanya, “Siapa yang menjamah jubah-Ku?” Murid-murid menjawab, “Engkau melihat sendiri bagaimana orang-orang ini berdesak-desakan di dekat-Mu! Bagaimana mungkin Engkau bertanya: Siapa yang menjamah Aku!” Lalu Yesus memandang sekelilingnya untuk melihat siapa yang telah melakukan hal itu. Maka, perempuan tadi menjadi takut dan gemetar sejak ia mengetahui apa yang telah terjadi atas dirinya. Maka, ia tampil dan tersungkur di depan Yesus. Dengan tulus ia memberitahukan segala sesuatu kepada Yesus. Maka, kata Yesus kepada perempuan itu, “Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!” Ketika Yesus masih berbicara, datanglah orang dari keluarga kepala rumah ibadat itu, dan berkata, “Anakmu sudah mati! Apa perlunya lagi engkau menyusahkan Guru?” Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka, dan berkata kepada kepala rumah ibadat, “Jangan takut, percayalah saja!” Lalu Yesus tidak memperbolehkan seorang pun ikut serta, kecuali Petrus, Yakobus, dan Yohanes, saudara Yakobus. Dan tibalah mereka di rumah kepala rumah ibadat, dan di sana Yesus melihat orang-orang ribut, menangis dan meratap dengan suara nyaring. Sesudah masuk, Yesus berkata kepada orang-orang itu, “Mengapa kamu ribut dan menangis? Anak itu tidak mati, tetapi tidur!” Tetapi mereka menertawakan Dia. Maka, Yesus menyuruh semua orang itu keluar. Lalu Ia membawa ayah dan ibu anak itu, dan mereka yang bersama-sama dengan Yesus masuk ke dalam kamar anak itu. Lalu Yesus memegang tangan anak itu, seraya berkata, “Talita kum,” yang berarti, “Hai anak, Aku berkata kepadamu: Bangunlah!” Seketika itu juga anak itu bangkit berdiri dan berjalan, sebab umurnya sudah dua belas tahun. Semua orang yang hadir sangat takjub. Dengan sangat Yesus berpesan kepada mereka, supaya jangan seorang pun mengetahui hal itu. Lalu Yesus menyuruh mereka memberi anak itu makan.
Berbahagialah orang yang mendengarkan Sabda Tuhan, dan tekun melaksanakannya.
Invitatorium
Pembukaan
AntifonMarilah menyembah Tuhan, raja para rasul.
Mazmur 94 (95)
AntifonMarilah menyembah Tuhan, raja para rasul.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Siapakah yang boleh mendaki gunung Tuhan, atau berdiri di tempat-Nya yang kudus?
Mazmur 23 (24)
Masuknya Tuhan ke dalam bait-Nya
dunia dan semua penduduknya.
AntifonSiapakah yang boleh mendaki gunung Tuhan, atau berdiri di tempat-Nya yang kudus?
AntifonSiapakah yang boleh mendaki gunung Tuhan, atau berdiri di tempat-Nya yang kudus?
AntifonSiapakah yang boleh mendaki gunung Tuhan, atau berdiri di tempat-Nya yang kudus?
AntifonSiapakah yang boleh mendaki gunung Tuhan, atau berdiri di tempat-Nya yang kudus?
AntifonSiapakah yang boleh mendaki gunung Tuhan, atau berdiri di tempat-Nya yang kudus?
AntifonSiapakah yang boleh mendaki gunung Tuhan, atau berdiri di tempat-Nya yang kudus?
AntifonSiapakah yang boleh mendaki gunung Tuhan, atau berdiri di tempat-Nya yang kudus?
AntifonSiapakah yang boleh mendaki gunung Tuhan, atau berdiri di tempat-Nya yang kudus?
Antifon 2Berkatilah Allah kita, hai bangsa-bangsa di dunia; Ia telah memberi kita hidup, alleluya.
Mazmur 65 (66)
Madah Ekaristi
Nyanyikanlah kemuliaan nama-Nya.
AntifonBerkatilah Allah kita, hai bangsa-bangsa di dunia; Ia telah memberi kita hidup, alleluya.
AntifonBerkatilah Allah kita, hai bangsa-bangsa di dunia; Ia telah memberi kita hidup, alleluya.
AntifonBerkatilah Allah kita, hai bangsa-bangsa di dunia; Ia telah memberi kita hidup, alleluya.
AntifonBerkatilah Allah kita, hai bangsa-bangsa di dunia; Ia telah memberi kita hidup, alleluya.
AntifonBerkatilah Allah kita, hai bangsa-bangsa di dunia; Ia telah memberi kita hidup, alleluya.
AntifonBerkatilah Allah kita, hai bangsa-bangsa di dunia; Ia telah memberi kita hidup, alleluya.
AntifonBerkatilah Allah kita, hai bangsa-bangsa di dunia; Ia telah memberi kita hidup, alleluya.
AntifonBerkatilah Allah kita, hai bangsa-bangsa di dunia; Ia telah memberi kita hidup, alleluya.
Antifon 3Dengarkanlah aku, hai kamu sekalian yang menghormati Allah, biarlah aku menceritakan kepadamu betapa besar hal-hal yang telah Ia lakukan bagiku, alleluya.
AntifonDengarkanlah aku, hai kamu sekalian yang menghormati Allah, biarlah aku menceritakan kepadamu betapa besar hal-hal yang telah Ia lakukan bagiku, alleluya.
AntifonDengarkanlah aku, hai kamu sekalian yang menghormati Allah, biarlah aku menceritakan kepadamu betapa besar hal-hal yang telah Ia lakukan bagiku, alleluya.
AntifonDengarkanlah aku, hai kamu sekalian yang menghormati Allah, biarlah aku menceritakan kepadamu betapa besar hal-hal yang telah Ia lakukan bagiku, alleluya.
AntifonDengarkanlah aku, hai kamu sekalian yang menghormati Allah, biarlah aku menceritakan kepadamu betapa besar hal-hal yang telah Ia lakukan bagiku, alleluya.
AntifonDengarkanlah aku, hai kamu sekalian yang menghormati Allah, biarlah aku menceritakan kepadamu betapa besar hal-hal yang telah Ia lakukan bagiku, alleluya.
AntifonDengarkanlah aku, hai kamu sekalian yang menghormati Allah, biarlah aku menceritakan kepadamu betapa besar hal-hal yang telah Ia lakukan bagiku, alleluya.
Responsorium Mazmur 89:20, 22, 21
Responsorium
Te Deum
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur dari hari Minggu I, hlm 390
Antifon 1Inilah perintahKu, supaya kamu saling mencintai seperti Aku sudah mencintai kamu, (M.P. Alleluya)
Mazmur 62
Antifon 1Inilah perintahKu, supaya kamu saling mencintai seperti Aku sudah mencintai kamu, (M.P. Alleluya)
Antifon 2Tidak ada cinta yang lebih besar dari pada cinta seorang yang menyerahkan nyawa untuk sahabatnya, (M.P. Alleluya)
Dan 3,57-88.56
Kidung ini tidak ditutup dengan 'Kemuliaan'.
Antifon 2Tidak ada cinta yang lebih besar dari pada cinta seorang yang menyerahkan nyawa untuk sahabatnya, (M.P. Alleluya)
Antifon 3Kamu sungguh sahabatKu, jikalau kamu melaksanakan yang Kuperintahkan kepadamu, (M.P. Alleluya)
Mazmur 149
Antifon 3Kamu sungguh sahabatKu, jikalau kamu melaksanakan yang Kuperintahkan kepadamu, (M.P. Alleluya)
Bacaan Singkat (Ef 2,19-20)
Lagu Singkat
Antifon KidungSimon Petrus berkata: Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? SabdaMu adalah sabda hidup yang kekal; kami percaya dan tahu bahwa Engkaulah Kristus, Putera Allah, alleluya.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungSimon Petrus berkata: Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? SabdaMu adalah sabda hidup yang kekal; kami percaya dan tahu bahwa Engkaulah Kristus, Putera Allah, alleluya.
Doa Permohonan
℟. KepadaMu paduan para rasul bersyukur, ya Tuhan.
Terpujilah Engkau, ya Tuhan, sebab para rasul telah menyampaikan kepada kami perjamuan tubuh dan darah Kristus,* yang memuaskan dan menyegarkan kami. ℟.
Terpujilah Engkau karena para rasul telah menyediakan bagi kami santapan sabda,* yang menerangi dan menggembirakan kami. ℟.
Terpujilah Engkau karena Gereja kudus telah Kaudirikan atas para rasul,* dan kami kaupersatukan menjadi satu umat. ℟.
Terpujilah Engkau sebab Engkau telah mempercayakan kepada para rasul pembaptisan dan pengampunan dosa,* yang menyucikan kami dari segala kejahatan. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pekan I Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (1 Io 4, 16)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan I Mazmur
Madah
Antifon 1Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setiaNya, alleluya.
Mazmur 117 (118)
Antifon 1Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setiaNya, alleluya.
Antifon 2Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, alleluya.
Antifon 2Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, alleluya.
Antifon 3Syukur kepadaMu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku, alleluya.
Antifon 3Syukur kepadaMu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku, alleluya.
Bacaan singkat Kis 3,12a.14
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pekan I Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (Gal 6, 9-10)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Kamulah yang tinggal besertaKu dalam cobaanKu, (M.P. Alleluya).
Antifon 1Kamulah yang tinggal besertaKu dalam cobaanKu, (M.P. Alleluya).
Antifon 2Aku berada di tengahmu sebagai pelayan, (M.P. Alleluya).
Mazmur 125 (126)
Antifon 2Aku berada di tengahmu sebagai pelayan, (M.P. Alleluya).
Antifon 3Kamu tidak lagi Kusebut hamba, melainkan sahabat, sebab segala yang Kudengar dari BapaKu telah Kunyatakan kepadamu, (M.P. Alleluya).
Kidung Ef 1,3-10
Antifon 3Kamu tidak lagi Kusebut hamba, melainkan sahabat, sebab segala yang Kudengar dari BapaKu telah Kunyatakan kepadamu, (M.P. Alleluya).
Bacaan Singkat (Ef 4,11-13)
Lagu Singkat
Antifon KidungPetrus, sang rasul, dan Paulus, pengajar para bangsa: merekalah yang mengajarkan kepada kami hukumMu, ya Tuhan.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungPetrus, sang rasul, dan Paulus, pengajar para bangsa: merekalah yang mengajarkan kepada kami hukumMu, ya Tuhan.
Doa Permohonan
℟. Ingatlah akan GerejaMu, ya Tuhan.
Ya Bapa, Kristus yang bangkit dari alam maut, menyatakan diri pertama-tama kepada para rasul,* semoga kami memberi kesaksian tentang Dia sampai ke ujung bumi. ℟.
Engkau telah mengutus PuteraMu ke dunia untuk mewartakan kabar gembira kepada orang papa,* semoga kami mewartakan Injil dengan ikhlas dan berani. ℟.
Engkau mengutus PuteraMu untuk menaburkan benih sabdaMu,* semoga sabdaMu membawa hasil yang menggembirakan hati. ℟.
Engkau mengutus PuteraMu untuk memperdamaikan dunia dengan Dikau dalam darahNya,* semoga semua orang hidup dalam damai dengan Dikau dan dengan sesamanya. ℟.
Engkau mentakhtakan PuteraMu di sisi kananMu dalam kemuliaan surgawi,* semoga orang beriman yang telah meninggal Kauterima dalam kerajaanMu. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Doa Tobat
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
Madah
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Mazmur 90 (91)
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Bacaan singkat Why 22,4-5
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo Petrus dan Paulus
Sejak semula Gereja menghormati kedua rasul, Petrus dan Paulus, secara bersama-sama. Kedua rasul ini dianggap sebagai Sokoguru gereja.
Simon anak Yunus dan saudara Andreas, lahir di Betsaida, Galilea, sebuah kampung di tepi danau Genesaret. Seperti ayahnya, Simon adalah seorang nelayan yang ulet, bertabiat jujur, dan rajin. Ia tidak berpendidikan tinggi tetapi cukup terampil dalam pekerjaannya sebagai seorang nelayan. Kepribadiannya sangat menarik perhatian Yesus; karena itu Yesus berkenan menjadikannya seorang muridNya, bahkan mengangkatnya sebagai pemimpin para rasul dan pemimpin Gereja yang pertama.
Pada mulanya, Simon bersama Andreas saudaranya, menjadi murid Yohanes Pemandi. Oleh Andreas, Simon diperkenalkan kepada Yesus, Sang Mesias yang dinanti-nantikan oleh seluruh bangsa Israel. “Kami telah menemukan Mesias, yaitu Kristus”, kata Andreas kepada Simon. Pada saat itu, Yesus berkata kepada Simon, “Engkau anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas (artinya: Petrus).(Yoh1:41-42) Kefas artinya wadas atau batu karang. Sejak saat itu, dia lebih dikenal dengan nama Petrus.
Petrus secara resmi berkeputusan mengikuti Yesus, Sang Mesias dengan meninggalkan segala-galanya, ketika ia menyaksikan mukzijat penangkapan ikan secara ajaib oleh Yesus. Kata Yesus kepada Petrus: “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.” Petrus berkata kepada Yesus: “Guru, sepanjang malam kami bekerja keras, dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.” Dengan kepercayaan itu, Petrus menyaksikan kuasa Yesus, Sang Mesias.” Dan di depan Yesus yang penuh kuasa Ilahi itu Petrus bersujud: “Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa”. Kepada Petrus yang rendah hati itu, Yesus berkata: “Jangan takut, mulai sekarang engkau akan menjala manusia”. Setelah penyerahan diri ini, Petrus diperkenankan menyaksikan berbagai peristiwa dan akhirnya dipercayakan tugas menjadi pemimpin para rasul dan gembala kaum beriman.
Di samping kisah-kisah yang menampilkan pribadi Petrus sebagai orang kepercayaan Yesus, terdapat juga kisah Injil yang menampilkan pribadi Petrus sebagai seorang yang masih dangkal imannya dan belum memahami benar kehendak Allah atas diri Yesus. Dalam Mat16:21-28 dikisahkan tentang pemberitahuan Yesus tentang penderitaanNya, dan Petrus serta merta berkata: “Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau”. “Enyalah iblis. Engkau suatu batu sandungan bagiKu, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia”, demikian teguran Yesus kepada Petrus. Ia juga menyangkal Yesus ketika Yesus ditangkap dan diadili. Mat26:30-35; 69-75).
Sesudah kebangkitan Yesus, Petrus diangkat menjadi pemimpin keduabelas rasul dan gembala kaum beriman di Yerusalem. Petrus juga yang menerima orang kafir pertama ke dalam Gereja, dan memimpin konsili pertama di Yerusalem.
Paulus (Saulus) dilahirkan di Tarsus, Asia Kecil dari keluarga Yahudi yang berkewarganegaraan Romawi. Ia seorang terdidik dan belajar di Yerusalem pada Gamaliel, dari kelompok Farisi. Sebagai seorang Farisi yang fanatik, Saulus tiada henti mengejar dan memenjarakan murid-murid Yesus.
Dalam perjalanan ke Damsyik, Yesus menangkapnya dan menjadikan dia seorang rasul untuk bangsa-bangsa kafir. Ia dipermandikan oleh Ananias. Ia menjelajahi seluruh daerah Laut Tengah untuk mewartakan Injil kepada bangsa-bangsa kafir. Perjalanan misinya senantiasa diwarnai dengan berbagai kesulitan dan pertentangan dengan kaum kafir. Di Yerusalem ia ditangkap oleh bangsa Yahudi, lalu dipenjarakan dan di bawa ke Roma, sebab ia naik banding kepada kaisar. Akhirnya ia dibebaskan. Tak lama kemudian, dia ditangkap lagi dan akhirnya menemui ajalnya sebagai martir di Roma pada tahun 67.
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari