Bacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
“Kemuliaan Tuhan terbit atasmu.”
Beginilah kata nabi kepada Yerusalem: Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan Tuhan terbit atasmu. Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang Tuhan terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu. Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja menyongsong cahaya yang terbit bagimu. Angkatlah mukamu dan lihatlah ke sekeliling! Mereka semua datang berhimpun kepadamu; anak-anakmu laki-laki datang dari jauh, dan anak-anakmu perempuan digendong. Melihat itu, engkau akan heran dan berseri-seri, engkau akan tercengang dan berbesar hati sebab kelimpahan dari seberang laut akan beralih kepadamu, dan kekayaan bangsa-bangsa akan datang kepadamu. Sejumlah besar unta akan menutupi daerahmu, unta-unta muda dari Midian dan Efa. Mereka semua akan datang dari Syeba, akan membawa emas dan kemenyan, serta memberitakan perbuatan mashur Tuhan.
Refren: Segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang datang dari Allah kita
Ya Allah berikanlah hukum-Mu kepada Raja dan keadilan-Mu kepada putera raja! Kiranya ia mengadili umat-Mu dengan keadilan dan menghakimi orang-orang-Mu yang tertindas dengan hukum.
Kiranya keadilan berkembang dalam zamannya dan damai sejahtera berlimpah, sampai tidak ada lagi bulan! Kiranya ia memerintah dari laut ke laut, dari Sungai Efrat sampai ke ujung bumi.
Kiranya raja-raja dari Tarsis dan pulau-pulau membawa persembahan-persembahan. Kiranya raja-raja dari Syeba dan Seba menyampaikan upeti. Kiranya semua raja sujud menyembah kepada-Nya, dan segala bangsa menjadi hamba-Nya!
Sebab ia akan melepaskan orang miskin yang berteriak minta tolong, ia akan membebaskan orang tertindas, dan orang yang tidak punya penolong; ia akan sayang kepada orang kemah dan orang miskin, ia akan menyelamatkan nyawa orang papa.
“Rahasia Kristus kini telah diwahyukan dan para bangsa menjadi pewaris perjanjian.”
Saudara-saudara, kamu telah mendengar tentang tugas penyelenggaraan kasih karunia Allah yang telah dipercayakan kepadaku demi kamu, yakni bagaimana rahasianya telah dinyatakan kepadaku melalui wahyu. Pada zaman angkatan-angkatan dahulu rahasia itu tidak diberitakan kepada umat manusia, tetapi sekarang dinyatakan dalam Roh kepada para rasul dan nabi-Nya yang kudus. Berkat pewartaan Injil, orang-orang bukan Yahudi pun turut menjadi ahli waris, menjadi anggota-anggota tubuh serta peserta dalam janji yang diberikan Kristus Yesus.
Alleluya, alleluya.
Kami telah melihat bintang Tuhan, terbit di ufuk timur, dan kami datang menyembah.
Alleluya, alleluya.
“Kami datang dari timur untuk menyembah Sang Raja.”
Pada zaman pemerintahan raja Herodes, sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea, datanglah orang-orang majus dari timur ke Yerusalem. Mereka bertanya-tanya, “Di manakah Raja Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di ufuk timur dan kami datang untuk menyembah Dia.” Mendengar hal itu, terkejutlah Raja Herodes beserta seluruh Yerusalem. Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan. Mereka berkata kepadanya, “Di Betlehem di tanah Yudea, karena beginilah ada tertulis dalam kitab nabi: Dan engkau, Betlehem di tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda karena daripadamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel.” Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu, dan dengan teliti bertanya kepada mereka kapan bintang itu nampak. Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya, “Pergilah, dan selidikilah dengan saksama hal-ikhwal Anak itu! Dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku, supaya aku pun datang menyembah Dia.” Setelah mendengar kata-kata Raja Herodes, berangkatlah para majus itu. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat di mana Anak itu berada. Melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka. Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu, dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya. Lalu mereka sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya, dan mempersembahkan persembahan kepada Anak itu, yaitu emas, kemenyan dan mur. Kemudian, karena diperingatkan dalam mimpi supaya jangan kembali kepada Herodes, mereka pun pulang ke negerinya lewat jalan lain.
Pulang Lewat Jalan Lain
Waktu listrik padam semalam suntuk di kampung, ada satu hiburan yang tidak bisa dibeli: langit. Bintang-bintang yang biasanya kalah oleh lampu jalan tiba-tiba bermunculan, ribuan jumlahnya. Kita duduk di tikar, menengadah, dan merasa kecil dengan cara yang menyenangkan. Ternyata bintang-bintang itu selalu di sana. Kitanya saja yang terlalu terang untuk bisa melihat.
Hari ini pesta Epifani. Kata itu turunan bahasa Yunani epiphaneia, artinya penampakan. Allah menampakkan diri, bukan hanya kepada Israel, tetapi kepada segala bangsa. Yang menarik, tanda-Nya dipasang di tempat yang hanya terlihat oleh mereka yang mau menengadah: sebuah bintang.
Para majus dari Timur itu orang asing. Bukan umat pilihan, tidak hafal Kitab Suci. Modal mereka cuma kebiasaan menatap langit dan kaki yang mau berangkat. Sementara di Yerusalem, para ahli Taurat menjawab pertanyaan Herodes dengan tepat: Mesias lahir di Betlehem, lengkap dengan kutipan nabinya. Tepat, tetapi tidak beranjak. Betlehem hanya beberapa jam berjalan kaki dari Yerusalem. Tidak seorang pun dari mereka ikut.
Ini ironi yang layak kita pandangi lama-lama. Yang punya kitab tidak berangkat. Yang hanya punya bintang justru sampai. Berapa banyak dari kita hafal ayat tetapi tidak pernah menempuh jalannya? Pengetahuan iman memang baru menjadi iman ketika ia menggerakkan kaki. Herodes lebih parah lagi: ia mendengar kabar sukacita itu dan justru terkejut, sebab bagi penguasa yang takut kehilangan, kabar baik pun terdengar sebagai ancaman.
Yesaya sudah lama bernubuat: "Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu." Paulus menyebutnya rahasia yang kini dibuka: orang-orang bukan Yahudi turut menjadi ahli waris. Kabar baik itu memang tidak pernah dirancang untuk disimpan satu bangsa. Ia seperti terang. Dan sifat terang adalah menyebar. Epifani adalah pesta misioner: Allah bagi semua orang, tanpa loket khusus.
Perhatikan pula akhir kisahnya. Setelah sujud menyembah dan mempersembahkan emas, kemenyan, serta mur, para majus "pulang ke negerinya melalui jalan lain". Alasan praktisnya menghindari Herodes. Tetapi ada makna yang lebih dalam: orang yang sungguh berjumpa dengan Kristus tidak pernah pulang lewat jalan yang sama. Ada arah yang berubah. Ada kebiasaan lama yang tertinggal di Betlehem.
Tahun masih baru. Bintang masih terbit. Pertanyaannya sederhana: sesudah perjumpaan dengan Dia, adakah jalan lama yang berani kita tinggalkan?
Tuhan, terangi mataku untuk melihat bintang-Mu, dan kuatkan kakiku untuk pulang lewat jalan yang baru. Amin.
Invitatorium
Pembukaan
AntifonKristus menampakkan diri, marilah kita menyembah Dia.
Mazmur 94 (95)
AntifonKristus menampakkan diri, marilah kita menyembah Dia.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Dari Tarsis dan dari pulau-pulau, raja-raja datang mempersembahkan hadiah kepada Tuhan Raja kita.
Mazmur 71 (72)
AntifonDari Tarsis dan dari pulau-pulau, raja-raja datang mempersembahkan hadiah kepada Tuhan Raja kita.
Antifon 2Sembahlah Tuhan di pelataran-Nya yang kudus, alleluya.
Mazmur 95 (96)
AntifonSembahlah Tuhan di pelataran-Nya yang kudus, alleluya.
Antifon 3Sembahlah Tuhan, hai semua malaikat-Nya, alleluya.
Mazmur 96 (97)
AntifonSembahlah Tuhan, hai semua malaikat-Nya, alleluya.
Bacaan
Bacaan Pertama
Responsorium Yesaya 60:1, 3
Bacaan Kedua
Responsorium
Te Deum
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur dari hari Minggu I, hlm 390
Antifon 1Akar Isai sudah bertunas, bintang Yakub sudah terbit, santa perawan sudah melahirkan penyelamat. Marilah kita memuji Allah kita.
Mazmur 62
Antifon 1Akar Isai sudah bertunas, bintang Yakub sudah terbit, santa perawan sudah melahirkan penyelamat. Marilah kita memuji Allah kita.
Antifon 2Maria telah melahirkan penyelamat bagi kita. Yohanes melihat Dia dan berseru: Inilah Anak domba Allah yang menghapus dosa dunia, alleluya.
Dan 3,57-88.56
Kidung ini tidak ditutup dengan 'Kemuliaan'.
Antifon 2Maria telah melahirkan penyelamat bagi kita. Yohanes melihat Dia dan berseru: Inilah Anak domba Allah yang menghapus dosa dunia, alleluya.
Antifon 3Santa perawan melahirkan raja yang kekal abadi. Ia bersukacita sebagai ibu namun tetap perawan.
Mazmur 149
Antifon 3Santa perawan melahirkan raja yang kekal abadi. Ia bersukacita sebagai ibu namun tetap perawan.
Bacaan Singkat (Mik 5:3-5a)
Lagu Singkat
Antifon KidungHari ini diwartakan misteri yang mengagumkan. Hari ini segala sesuatu dibaharui. Allah menjadi manusia. Ia tetap Allah, namun juga manusia sejati.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungHari ini diwartakan misteri yang mengagumkan. Hari ini segala sesuatu dibaharui. Allah menjadi manusia. Ia tetap Allah, namun juga manusia sejati.
Doa Permohonan
℟. Putera Maria, kasihanilah kami.
Kristus yang lahir dari perawan Maria, Engkaulah raja perkasa dan pangeran perdamaian,* ciptakanlah kiranya perdamaian di seluruh muka bumi. ℟.
Raja dan Allah kami, dengan kedatanganMu Engkau memperhatikan dan menghormati kami,* semoga kami seumur hidup menghormati Engkau dalam iman dan memperhatikan sabdaMu dalam perbuatan kami. ℟.
Engkau telah menjadi serupa dengan kami,* semoga kami juga semakin menyerupai Engkau. ℟.
Engkau telah menjadi warga dunia,* terimalah kami sebagai warga surga bersama Engkau. ℟.
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (Is 11, 1-3 a)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setiaNya, alleluya.
Mazmur 117 (118)
Antifon 1Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setiaNya, alleluya.
Antifon 2Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, alleluya.
Antifon 2Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, alleluya.
Antifon 3Syukur kepadaMu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku, alleluya.
Antifon 3Syukur kepadaMu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku, alleluya.
Bacaan singkat Zak 9,9
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (Is 49, 6)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Antifon 1Tuhan penyelamat kita, yang sudah lahir sebelum segala zaman, hari ini menampakkan diri kepada dunia.
Mazmur 134 (135) - I
Antifon 1Tuhan penyelamat kita, yang sudah lahir sebelum segala zaman, hari ini menampakkan diri kepada dunia.
Antifon 2Tuhan Allah kita sungguh agung melebihi segala dewata.
Mazmur 134 (135) - II
Antifon 2Tuhan Allah kita sungguh agung melebihi segala dewata.
Antifon 3Bintang bercahaya bagaikan nyala api, menjadi tanda Allah, raja para raja. Para sarjana melihatnya dan menyerahkan persembahan kepada Kristus, raja agung.
Kidung 1Tim 3,16
Antifon 3Bintang bercahaya bagaikan nyala api, menjadi tanda Allah, raja para raja. Para sarjana melihatnya dan menyerahkan persembahan kepada Kristus, raja agung.
Bacaan Singkat (Tit 3:4-5)
Antifon KidungHari ini kita merayakan tiga peristiwa suci. Hari ini para sarjana dibimbing ke palungan. Hari ini air diubah menjadi anggur pada pesta perkawinan. Hari ini Kristus berkenan dibaptis oleh Yohanes di sungai Yordan untuk menyelamatkan kita, alleluya.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungHari ini kita merayakan tiga peristiwa suci. Hari ini para sarjana dibimbing ke palungan. Hari ini air diubah menjadi anggur pada pesta perkawinan. Hari ini Kristus berkenan dibaptis oleh Yohanes di sungai Yordan untuk menyelamatkan kita, alleluya.
Doa Permohonan
℟. Selamatkanlah kami yang papa ini, ya Tuhan.
Raja para bangsa, Engkau memanggil para sarjana untuk menyembah Engkau atas nama bangsa-bangsa,* kurniakanlah semangat bakti dan pengabdian kepada kami. ℟.
Raja mahamulia, Engkau memerintah umatMu dengan adil,* limpahkanlah damai sejahtera kepada umat manusia. ℟.
Raja abadi, Engkau berkuasa sepanjang masa,* resapkanlah sabdaMu ke dalam hati kami. ℟.
Raja adil, Engkau membebaskan si miskin yang tidak mempunyai penolong,* bermurahhatilah terhadap orang yang papa dan melarat. ℟.
Tuhan, namaMu terpuji sepanjang masa,* sempurnakanlah karya keselamatanMu dalam arwah saudara-saudara kami. ℟.
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Doa Tobat
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
Madah
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Mazmur 90 (91)
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Bacaan singkat Why 22,4-5
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Pesta Nama Yesus Yang Tersuci
Yesus yang berarti "PEnyelamat". Nama ini diberitahukan kepada Maria oleh malaikat Gabriel: "Jangan takut hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki - laki dan hendaklah engkau menamai Dia, Yesus"(Luk1:30-31). Juga kepada Yusuf, suami Maria, Malaikat Gabriel berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang ada di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki - laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dia-lah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka" (Mat1:20-21).
Sudah selayaknya pada pesta Nama Yesus ini, kita menunjukkan hormat dan bakti kita, karena dalam nama Yesus itulah, kita diselamatkan dari kutukan dosa. Nama Yesus memiliki kekuatan Ilahi. Atas nama dan dengan nama Yesus, para Rasul membuat mukzijat sambil mewartakan Injil dengan penuh semangat dan keberanian. Dengan Nama Yesus, Petrus dan Yohanes menyembuhkan orang lumpuh di pintu gerbang Kenisah. Santo Paulus sendiri mengagungkan nama Tersuci Yesus dengan berkata: ".....Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama diatas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuklah segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: 'Yesus Kristus adalah Tuhan', bagi kemuliaan Allah Bapa!" (Fil2:9-11).
Dikemudian hari banyak orang Kudus mengikuti jejak santo Paulus untuk memajukan devosi kepada Nama Yesus. Mereka itu antara lain: St. Bernardinus, St. Yohanes Kapistrano, dan Santo Ignatius dari Loyola.
Santa Genoveva
Santa Genoveva dilahirkan sekitar tahun 422 di Nanterre, sebuah desa kecil, empat mil jauhnya dari Paris. Ketika masih sangat muda, ia rindu untuk membaktikan hidupnya kepada Yesus.
Setelah kedua orangtuanya meninggal dunia, Genoveva tinggal bersama neneknya. Ia menghabiskan waktunya dengan berdoa setiap hari. Ia menjadi sangat akrab dengan Yesus dan ingin membagikan kebaikan-Nya kepada orang-orang lain juga. Genoveva adalah seorang gadis yang lemah lembut dan murah hati. Dengan caranya sendiri, ia melakukan hal-hal yang mendatangkan kebaikan bagi sesama.
Penduduk Paris bersiap-siap hendak melarikan diri dari suatu balatentara ganas yang datang untuk menyerang mereka. Genoveva tampil. Ia membangkitkan semangat warga kota agar mengandalkan Tuhan. Ia mengatakan bahwa jika mereka melakukan matiraga, maka mereka akan dibebaskan. Orang-orang percaya dan melakukan apa yang dikatakannya, dan balatentara Hun yang ganas sekonyong-konyong berbalik kembali. Mereka tidak menyerang kota sama sekali.
St.Genoveva mengamalkan belas kasihan dan ketaatan pada kehendak Allah setiap hari sepanjang hidupnya, bukan hanya pada waktu kesesakan. Tak pernah ia menyerah dalam melakukan sebanyak mungkin kebajikan. Kesetiaan kepada Yesus dan keberanian adalah karunia-karunia istimewa yang menjadi kesaksian hidup yang ditinggalkan Genoveva bagi kita.
Salah satu cara terbaik yang dapat kita lakukan bagi negara kita adalah berdoa bagi para pemimpin negara. Kita mohon pada Tuhan untuk membimbing mereka demi kebaikan kita semua.
St. Genoveva memberikan teladan kesetiaan dan keberanian dalam mengandalkan Tuhan, teristimewa dalam masa-masa sulit di negaranya. Berdoa bagi para pemimpin negara merupakan salah satu cara yang dapat kita lakukan bagi negara kita, memohon Tuhan agar membimbing mereka dalam membuat keputusan-keputusan yang tepat bagi kebaikan semua orang.
Arti nama
Genevieve = Pohon Juniper (Perancis), Gelombang Putih, Roh Putih (Wales)
Santo Anterus
Anterus berasal dari Yunani. Ia terpilih menjadi Paus dan memimpin gereja sampai saat kematiannya pada tanggal 3 Januari 236. Ia ditangkap dan dianiaya hingga mati karena diketahui mencatat semua kegiatan para martir lainnya dan memasukkan catatan itu ke dalam arsip kePausan. Ia dikuburkan di ruang bawah pekuburan Santo Kalistus, Roma yang diperuntukkan khusus untuk para Paus. Kuburannya ditemukan kembali pada tahun 1854.
Santo Fulgensius
Sebagai seorang warga negara yang baik, Fulgensius rela mengabdikan dirinya bagi kepentingan bangsa dan tanah airnya. Ia menjadi seorang pengawal pemerintah di kota Kartago pada dinas perpajakan. Pekerjaan ini menjemukan dan kerap menimbulkan pergolakan batin yang luar biasa.
Dalam keadaan ini, ketentraman batin merupakan suatu kebutuhan yang mendesak. Buku komentar Mazmur - mazmur dari St. Agustinus sungguh membantu Fulgensius dalam usanya memperoleh kedamaian batin. Buku komentar ini jugalah yang membimbing Fulgensius ke gerbang hidup membiara sebagai seorang rahib yang saleh dan setia.
Kedamaian batinnya di dalam biara ini tiba - tiba digoncangkan oleh serangan kaum Arian. Seorang imam Arian menyuruh orang - orang Numidia menyiksa dan menyesah Fulgensius. Uskup Arius, yang kuatir akan pembalasan Fulgensius, mengusulkan agar imam itu juga disiksa. Tetapi Fulgensius, yang mengetahui rencana Uskup Arius itu, mengatakan: "Kita orang Kristen tidak boleh membalas dendam kepada siapa saja yang memperlakukan kita semena - mena. Biarlah Tuhan yang bertindak atas orang itu. Tuhan lebih mengetahui cara yang tepat untuk membetulkan apa yang salah pada hamba - hamba-Nya. Oleh karena itu, biarkanlah Tuhan yang bertindak atas orang itu. Jikalau saya menyakiti imam itu, tentu saja saya akan kehilangan pahala yang disediakan Tuhan bagiku. Selain itu, tentu saja hal itu akan menjadi batu sandungan bagi umatku."
Karena tantangan - tantangan yang dihadapinya di Mesir, ia pergi ke Roma. Ketika terjadi penganiayaan terhadap orang - orang Kristen di Roma, ia kembali lagi ke Afrika. Disana ia diangkat menjadi Uskup kota Ruspua.
Rupanya sudah nasibnya bahwa dimanapun dia berada kesulitan dan tantangan selalu mendampinginya. Kaum bidaah Arian terus saja mengejarnya. Bersama dengan Uskup Ortodoks, ia di buang ke pulau Sardinia. Di tempat itu, ia menulis banyak buku pembelaan iman.
Setelah Arius - pengajar aliran sesat itu - meninggal dunia pada tahun 336, ia kembali ke keuskupannya dan menjalankan tugas seperti biasa. Pada hari - hari terakhir hidupnya, ia menyepi seorang diri di sebuah pulau hingga wafatnya pada tahun 533.
Santo Kuriakose Elias Chavara
Santo Kuriakose Elias Chavara adalah seorang kudus dari Gereja Katholik Siro-Malabar yang dikanonisasi oleh Paus Fransiskus pada tanggal 23 November 2014. Ia adalah santo kedua dari Gereja tersebut setelah Santa Alfonsa Muttathupadathu yang dikanonisasi oleh Paus Benediktus XVI tanggal 12 Oktober 2008.
Gereja Katolik Siro-Malabar atau Gereja Suriah Malabar adalah salah satu Gereja Katolik Ritus Timur yang berada dalam persekutuan penuh dengan Gereja Katholik Roma. Umat Siro-Malabar disebut juga sebagai umat “Nasrani Mar Thoma” yang berarti umat “Kristen Thomas” karena menurut tradisi, gereja ini didirikan oleh Rasul Thomas di abad pertama.
Kuriakose Elias Chavara lahir di Kainakary, Kerala, India Selatan, pada tahun 1805. Ia adalah putra pasangan katolik yang saleh, Iko Chavara dan Mariam Thoppil. Chavara kecil dididik penuh disiplin dalam tradisi Gereja Katolik Siro-Malabar.
Setelah menamatkan Sekolah Dasar di Kalari, Elias Chavara memutuskan untuk masuk Seminari menengah di Pallipuram. Di Seminari, Elias Chavara ternyata unggul dalam mata pelajaran linguistik. Ia dengan cepat menguasai beberapa bahasa, seperti Askara, Siria, dan Sansekerta. Kemampuan ini membuat ia populer sebagai siswa yang cerdas dan disukai oleh para gurunya. Ia juga mudah bergaul dengan siapapun, termasuk Pater Thomas Palackal, Rektor Seminari. Berkat Pater Palackal, elias Chavara memutuskan untuk menjadi seorang biarawan Ordo Karmel.
Usai menamatkan studinya, pada tanggal 29 November 1829 Elias Chavara ditahbiskan menjadi seorang imam oleh Mgr Maurelius Stabilini di Arthunkal.
Pater Elias Chavara kemudian bergabung dengan dua imam lainnya, Pater Thomas Palackal Malpan, mantan rektor di seminarinya dulu, dan Thomas Porukara Kathanar yang tengah berupaya untuk mendirikan sebuah Konggregasi baru di India yang berdasarkan pada tradisi biara Karmel. Pada tanggal 11 Mei 1831, sebuah terekat religius baru berdiri di Mannanam dan diberi nama : Konggregasi Karmelit Maria Imaculata (CMI). Ini merupakan Kongregasi religius pertama yang didirikan di India dan para anggotanya dikenal sebagai para “Abdi Maria Imaculata”.
Kehadiran CMI membuat Gereja Katolik Siro-Malabar mengalami perkembangan pesat. Berbagai karya muncul dari CMI, mulai pendirian seminari pertama di Mannanam pada 1833. Percetakan Deepika yang adalah Majalah Katolik pertama Siro-Malabar muncul pada 1844. Tak berapa lama, berdiri Sekolah Katolik pertama berbahasa Sansekerta di Kerala tahun 1846, dan percetakan Katolik pertama di Kerala pada 1846.
Pada 8 Desember 1855, Elias Chavara mengikrarkan kaul sebagai anggota CMI bersama 10 orang rekan Karmelit nya. Ia mengambil nama biara Kuriakose Elias dari Keluarga Kudus. Nama ini ia dedikasikan kepada Nabi Elia dan juga ingin mewarisi semangat Keluarga Kudus. Ia juga terpilih menjadi Superior Jendral CMI pada 1856.
Santo Kuriakose Elias Chavara juga terkenal akan upayanya merestorasi liturgi Gereja Siro-Malabar, khususnya penggunaan bahasa Malalayam (bahasa pribumi India Selatan) kedalam liturgi. Kesuksesannya membuat Vikariat Apostolik Wilayah Verapolly India, Mgr.Bernardo (Giuseppe) Baccinelli OCD mengangkatnya sebagai Vikaris Jendral (Vikjen) Gereja Katolik Siro-Malabar pada tahun 1861. Kala menjabat sebagai Vikjen, Pater Chavara harus berjuang mempertahankan persatuan dan keutuhan umat Gereja Katolik Siro-Malabar dari pengaruh bidaah Thomas Rochos, seorang Kristen Nestorian yang tidak mengakui Primat Tahta Suci Roma.
Pada tanggal 13 Februari 1866, Pater Chavara melengkapi CMI dengan pelayanan bagi kaum wanita India. Ia mendirikan Konggregasi Suster Bunda Karmel (CMC); kongregasi suster pertama yang didirikan di India.
Pada akhir hidupnya, Pater Chavara banyak menyumbangkan ide lewat tulisan. Satu tulisan yang terkenal hingga kini adalah Testament of a Loving Father. Selain itu, ada juga beberapa tulisan hasil meditasinya, seperti Atmanutapam (Penyesalan Jiwa), Parvam (Nyanyian Jiwa). Dalam bidang sastra, ia menghasilkan karya yang secara publik diakui kualitasnya, seperti Dhyanasallapangal (Meditasi Bersama), Dhyanakuripukal (Tempat Meditasi/Retret).
Kuriakose Elias Chavara tutup usia dengan tenang di Biara Koonammavu, Kochi, India pada tanggal 3 Januari 1871 dalam usia 65 tahun. Jenasahnya disemayamkan di Gereja St Philominas Koonammavu, dan baru dipindahkan ke Gereja St.Joseph Mannanam pada tahun 1889.
Pada tanggal 7 April 1984, hampir satu abad setelah hari kematiannya, Bapa Suci Yohanes Paulus II menggelari pater Kuriakose Elias Chavara sebagai Venerabilis. Dua tahun kemudian tahta Suci mengesahkan mujizat kesembuhan Joseph Mathew Pennaparambil, seorang anak berusia enam tahun yang lahir dengan kelainan pada kakinya. Kaki Joseph menjadi normal secara ajaib pada bulan April 1960 berkat doa melalui perantaraan pater Elias Chavara. Mujizat ini melengkapi syarat dari proses beatifikasi. Pada tanggal 8 Februari 1986, Paus Yohanes Paulus II memimpin misa Beatifikasi Pater Chavara di kota Kottayam, Kerala, India.
Santo Kuriakose Elias Chavara kemudian dikanonisasi oleh Paus Fransiskus pada tanggal 23 November 2014. Upacara Kanonisasi ini dapat dilaksanakan setelah Vatikan mengesahkan sebuah mukjizat penyembuhan yang terjadi di tahun 2007 pada Maria Rose Kottarathil yang matanya juling. Mata Maria secara ajaib menjadi normal setelah berdoa melalui perantaraan Santo Kuriakose Elias Chavara.
Arti nama
Nama Kuriakose diturunkan dari nama Aramaic ܩܘܪܝܩܘܣ (Quriaqos) atau dari versi Yunani Κυριακος (Kyriakos), yang berarti "Berasal dari Tuhan"
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari