Bacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Ayo, hai semua orang yang haus, marilah dan minumlah air, dan hai orang yang tidak mempunyai uang, marilah! Terimalah gandum tanpa uang pembeli dan makanlah, juga anggur dan susu tanpa bayaran! Mengapakah kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti, dan upah jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan? Dengarkanlah Aku maka kamu akan memakan yang baik dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat. Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup! Aku hendak mengikat perjanjian abadi dengan kamu, menurut kasih setia yang teguh yang Kujanjikan kepada Daud. Sesungguhnya, Aku telah menetapkan dia menjadi saksi bagi bangsa-bangsa, menjadi seorang raja dan pemerintah bagi suku-suku bangsa; sesungguhnya, engkau akan memanggil bangsa yang tidak kaukenal, dan bangsa yang tidak mengenal engkau akan berlari kepadamu, oleh karena TUHAN, Allahmu, dan karena Yang Mahakudus, Allah Israel, yang mengagungkan engkau. Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat! Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali kepada TUHAN, maka Dia akan mengasihaninya, dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya. Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu. Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.
Sungguh, Allah itu keselamatanku; aku percaya dengan tidak gementar, sebab TUHAN ALLAH itu kekuatanku dan mazmurku, Ia telah menjadi keselamatanku."
Maka kamu akan menimba air dengan kegirangan dari mata air keselamatan.
Pada waktu itu kamu akan berkata: "Bersyukurlah kepada TUHAN, panggillah nama-Nya, beritahukanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa, masyhurkanlah, bahwa nama-Nya tinggi luhur!
Bermazmurlah bagi TUHAN, sebab perbuatan-Nya mulia; baiklah hal ini diketahui di seluruh bumi!
Berserulah dan bersorak-sorailah, hai penduduk Sion, sebab Yang Mahakudus, Allah Israel, agung di tengah-tengahmu!"
Setiap orang yang percaya, bahwa Yesus adalah Kristus, lahir dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi Dia yang melahirkan, mengasihi juga Dia yang lahir dari pada-Nya. Inilah tandanya, bahwa kita mengasihi anak-anak Allah, yaitu apabila kita mengasihi Allah serta melakukan perintah-perintah-Nya. Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat, sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita. Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah? Inilah Dia yang telah datang dengan air dan darah, yaitu Yesus Kristus, bukan saja dengan air, tetapi dengan air dan dengan darah. Dan Rohlah yang memberi kesaksian, karena Roh adalah kebenaran. Sebab ada tiga yang memberi kesaksian (di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu. Dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi): Roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu. Kita menerima kesaksian manusia, tetapi kesaksian Allah lebih kuat. Sebab demikianlah kesaksian yang diberikan Allah tentang Anak-Nya.
Inilah yang diberitakannya: "Sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa dari padaku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak. Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus." Pada waktu itu datanglah Yesus dari Nazaret di tanah Galilea, dan Ia dibaptis di sungai Yordan oleh Yohanes. Pada saat Ia keluar dari air, Ia melihat langit terkoyak, dan Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya. Lalu terdengarlah suara dari sorga: "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan."
Langit yang Terkoyak
Hujan pertama setelah kemarau panjang selalu punya upacara sendiri. Petani keluar rumah menengadah, anak-anak berlarian, dan tanah kering mengeluarkan bau khas yang tidak bisa ditiru pabrik parfum mana pun. Air turun, dan segalanya mulai hidup lagi.
Yesaya memakai gambar itu untuk firman Allah: "Seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, demikianlah firman-Ku." Firman tidak pernah turun sia-sia. Ia selalu mengerjakan sesuatu, seperti hujan yang tidak pernah gagal membasahi.
Bacaan pertama bahkan dibuka dengan undangan yang aneh untuk pasar mana pun: "Hai orang yang tidak mempunyai uang, marilah! Terimalah gandum tanpa uang pembeli." Rahmat memang satu-satunya barang yang hanya bisa diterima, tidak bisa dibeli.
Hari ini masa Natal ditutup dengan peristiwa di sungai Yordan. Markus melukiskannya dengan kata yang keras: ketika Yesus keluar dari air, langit "terkoyak". Bukan sekadar terbuka, seperti pintu yang bisa ditutup kembali. Terkoyak, seperti kain yang robek dan tidak bisa dirapatkan lagi. Sejak saat itu langit dan bumi tidak lagi terpisah rapi. Allah sudah turun tangan, dan Ia tidak berniat menarik tangan-Nya kembali.
Lalu terdengar suara: "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan." Perhatikan waktunya. Yesus belum berkhotbah sekali pun. Belum menyembuhkan siapa-siapa, belum membuat satu mukjizat. Kasih Bapa diucapkan sebelum semua karya. Identitas datang lebih dulu daripada prestasi.
Ini kabar yang sangat kita perlukan. Dunia membiasakan kita pada urutan sebaliknya: berprestasilah dulu, baru engkau berharga. Di sungai Yordan urutannya dibalik: engkau dikasihi dulu, maka engkau sanggup berkarya. Surat Yohanes hari ini menyebut iman semacam itu sebagai kemenangan yang mengalahkan dunia.
Kita pun sudah dibaptis. Entah sebagai bayi yang menangis atau orang dewasa yang gemetar, atas kita pernah diucapkan kalimat yang sama: anak yang dikasihi. Sayang, kalimat itu sering tenggelam oleh suara-suara lain: engkau kurang, engkau gagal, engkau terlambat.
Besok kita masuk Masa Biasa. Hari-hari kerja, jalanan macet, cucian menumpuk. Bekal terbaik untuk memasukinya bukan resolusi baru, melainkan satu kalimat dari langit yang terkoyak itu. Kalimat itu masih berlaku. Ia tidak pernah dicabut. Dan cukup satu kalimat itu untuk membuat hari-hari biasa tidak pernah lagi sungguh biasa.
Bapa, di tengah segala suara yang menilai aku, biarlah suara-Mu yang paling nyaring kudengar: anak-Ku yang Kukasihi. Amin.
Invitatorium
Pekan III Mazmur
Pembukaan
AntifonKristus menampakkan diri, marilah kita menyembah Dia.
Mazmur 94 (95)
AntifonKristus menampakkan diri, marilah kita menyembah Dia.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
O datanglah, O datanglah, Imanuel
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Suara Tuhan, Allah yang mahamulia, bergema di atas air.
Mazmur 28 (29)
persembahkanlah kepada Tuhan kemuliaan dan kekuatan;
persembahkanlah kepada Tuhan kemuliaan nama-Nya.
AntifonSuara Tuhan, Allah yang mahamulia, bergema di atas air.
AntifonSuara Tuhan, Allah yang mahamulia, bergema di atas air.
AntifonSuara Tuhan, Allah yang mahamulia, bergema di atas air.
AntifonSuara Tuhan, Allah yang mahamulia, bergema di atas air.
AntifonSuara Tuhan, Allah yang mahamulia, bergema di atas air.
AntifonSuara Tuhan, Allah yang mahamulia, bergema di atas air.
AntifonSuara Tuhan, Allah yang mahamulia, bergema di atas air.
AntifonSuara Tuhan, Allah yang mahamulia, bergema di atas air.
Antifon 2Biarlah seluruh bumi menyembah Dikau, Tuhan, dan biarlah bersukacita; karena terang baru telah terbit bagi segala zaman.
Mazmur 65 (66)
O nyanyikanlah kemuliaan nama-Nya.
O persembahkanlah kepada-Nya pujian yang mulia.
AntifonBiarlah seluruh bumi menyembah Dikau, Tuhan, dan biarlah bersukacita; karena terang baru telah terbit bagi segala zaman.
AntifonBiarlah seluruh bumi menyembah Dikau, Tuhan, dan biarlah bersukacita; karena terang baru telah terbit bagi segala zaman.
AntifonBiarlah seluruh bumi menyembah Dikau, Tuhan, dan biarlah bersukacita; karena terang baru telah terbit bagi segala zaman.
AntifonBiarlah seluruh bumi menyembah Dikau, Tuhan, dan biarlah bersukacita; karena terang baru telah terbit bagi segala zaman.
AntifonBiarlah seluruh bumi menyembah Dikau, Tuhan, dan biarlah bersukacita; karena terang baru telah terbit bagi segala zaman.
AntifonBiarlah seluruh bumi menyembah Dikau, Tuhan, dan biarlah bersukacita; karena terang baru telah terbit bagi segala zaman.
AntifonBiarlah seluruh bumi menyembah Dikau, Tuhan, dan biarlah bersukacita; karena terang baru telah terbit bagi segala zaman.
AntifonBiarlah seluruh bumi menyembah Dikau, Tuhan, dan biarlah bersukacita; karena terang baru telah terbit bagi segala zaman.
Antifon 3Terpujilah Allah, karena Ia menghendaki agar jiwaku hidup; Ia telah menuntun aku ke tempat perlindungan.
AntifonTerpujilah Allah, karena Ia menghendaki agar jiwaku hidup; Ia telah menuntun aku ke tempat perlindungan.
AntifonTerpujilah Allah, karena Ia menghendaki agar jiwaku hidup; Ia telah menuntun aku ke tempat perlindungan.
AntifonTerpujilah Allah, karena Ia menghendaki agar jiwaku hidup; Ia telah menuntun aku ke tempat perlindungan.
AntifonTerpujilah Allah, karena Ia menghendaki agar jiwaku hidup; Ia telah menuntun aku ke tempat perlindungan.
AntifonTerpujilah Allah, karena Ia menghendaki agar jiwaku hidup; Ia telah menuntun aku ke tempat perlindungan.
AntifonTerpujilah Allah, karena Ia menghendaki agar jiwaku hidup; Ia telah menuntun aku ke tempat perlindungan.
Responsorium Matius 3:16, 17; Lukas 3:22
Responsorium
Te Deum
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Tuhan kita agung, melebihi angkasa raya. Alleluya.
Mazmur 92 (93)
Antifon 1Tuhan kita agung, melebihi angkasa raya. Alleluya.
Antifon 2Tuhan, kepadaMulah pujian selama segala abad.
Dan 3,57-88.56
Kidung ini tidak ditutup dengan 'Kemuliaan'.
Antifon 2Tuhan, kepadaMulah pujian selama segala abad.
Antifon 3Pujilah Tuhan dari surga.
Mazmur 148
Antifon 3Pujilah Tuhan dari surga.
Bacaan Singkat (Yeh 37,12b-14)
Lagu Singkat
Antifon Kidung(Mi XXXI): Hendaklah engkau mengasihi Tuhan AllahMu dengan segenap budi dan dengan segenap tenaga. Hendaklah engkau mengasihi sesamamu seperti dirimu sendiri. Tidak ada perintah lain yang lebih besar dari ini.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungHendaklah engkau mengasihi Tuhan AllahMu dengan segenap budi dan dengan segenap tenaga. Hendaklah engkau mengasihi sesamamu seperti dirimu sendiri. Tidak ada perintah lain yang lebih besar dari ini.
Doa Permohonan
โ. Terangilah umatMu, ya Tuhan.
Terpujilah Engkau, ya Allah, cahaya kami,* sebab Engkau telah membimbing kami sampai kepada hari baru ini. โ.
Engkau telah menerangi dunia dengan kebangkitan PuteraMu,* maka curahkanlah cahayaMu ke dalam hati setiap manusia. โ.
Engkau telah menyinari murid-murid Kristus dengan cahaya Roh kudus,* maka utuslah kiranya RohMu kepada umat yang setia kepadaMu. โ.
Ya cahaya para bangsa, perhatikanlah orang yang masih tinggal dalam kegelapan,* dan bukalah kiranya hati mereka supaya mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar. โ.
Bapa Kami
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (Is 11, 1-3 a)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan III Mazmur
Madah
Antifon 1Dalam kesesakan aku berseru kepada Tuhan, Ia menjawab aku, alleluya.
Mazmur 117 (118)
Antifon 1Dalam kesesakan aku berseru kepada Tuhan, Ia menjawab aku, alleluya.
Antifon 2Tuhan bertindak dengan tangan Kuat, alleluya.
Antifon 2Tuhan bertindak dengan tangan Kuat, alleluya.
Antifon 3Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita, alleluya.
Antifon 3Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita, alleluya.
Bacaan singkat 2Tim 1,9
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (Is 49, 6)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan III Mazmur
Madah
Antifon 1Tuhan berfiman kepada baginda: Duduklah di sini kananKu, alleluya.
Antifon 1Tuhan berfiman kepada baginda: Duduklah di sini kananKu, alleluya.
Antifon 2Perbuatan Allah yang agung pantas dikenang, Ia pengasih dan penyayang, alleluya.
Mazmur 110 (111)
Antifon 2Perbuatan Allah yang agung pantas dikenang, Ia pengasih dan penyayang, alleluya.
Antifon 3Tuhan, Allah kita yang mahakuasa, sudah menjadi raja. Alleluya.
Why 19,1-7
Antifon 3Tuhan, Allah kita yang mahakuasa, sudah menjadi raja. Alleluya.
Bacaan singkat 1Ptr 1,3-5
Antifon Kidung(Mi XXXI): Putera manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungPutera manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.
Doa Permohonan
โ. Lanjutkanlah karya cinta kasihMu, ya Tuhan.
Syukur padaMu, ya Allah, sebab kekuasaanMu Kauwahyukan dalam alam semesta,* dan bimbinganMu Kaunyatakan dalam peredaran zaman. โ.
Demi PuteraMu, pewarta damai dan pemenang di salib,* bebaskanlah kami dari ketakutan yang tak berasalan dan dari rasa putus asa. โ.
Bantulah semua orang yang mencari keadilan dan mencintai kejujuran,* sehingga mereka berusaha membangun dunia dalam damai sejati. โ.
Lindungilah orang yang tertindas, bebaskanlah orang yang tertawan, hiburkanlah oran yang berduka, puaskanlah orang yang lapar, kuatkanlah orang yang lemah,* dan tunjukkanlah kemenangan salib dalam setiap orang yang menderita. โ.
Engkau memuliakan dan membangkitkan PuteraMu setelah Ia wafat dan dimakamkan,* maka terimalah orang mati ke dalam kehidupan bersama Kristus. โ.
Bapa Kami
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Doa Tobat
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
Madah
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Mazmur 90 (91)
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Bacaan singkat Why 22,4-5
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo Agatho
Kisah masa kecil Agatho tidak banyak diketahui. Demikian pula tanggal dan tempat kelahirannya. Dari nenek moyangnya yang berasal dari Yunani, Agatho dikenal sebagai pemuda berdarah Yunani. Ketika menanjak dewasa, ia menjadi rahib disebuah biara di Palermo, Sisilia. Di biara ini, ia kemudian diangkat menjadi pemimpin biara karena kesalehan hidup dan kepandaiannya.
Pada tanggal 27 Juni 678, ia terpilih menjadi Paus. Ia memimpin Gereja sampai hari kematiannya pada tahun 681 di Roma. Pada masa kepemimpinannya, Agatho memberi perhatian khusus pada kehidupan biara - biara, terutama biara Wearmouth, Northumbria, Inggris yang terkenal sebagai pusat ilmu pengetahuan dan kesenian Inggris pada zaman pertengahan. Biara inipun dikenal luas sebagai tempat tinggal Santo Bede (673-675).
Konsili besar Konstantinopel yang diadakan pada tanggal 7 November 680 berlangsung pada masa kePausan Agatho. Konsisili ini diadakan untuk mengutuk ajaran Monothelisme yang mengajarkan bahwa Kristus hanya mempunyai satu kodrat Ilahi, meskipun Ia memiliki dua kodrat: Ilahi sekaligus duniawi. Sebelum Konsili ini berakhir, Agatho meninggal karena serangan wabah yang melanda kota Roma. Ia dikuburkan di basilik Santo Petrus pada tanggal 10 Januari 681.
Santo Gregorius X
Gregorius X, nama kePausan dari Teobaldo Visconti, lahir di Piacenza, Italia pada tahun 1210. Ia terpilih sebagai Paus menggantikan Paus Klemens IV(1265-1268), tatkala ia sedang berada di Tanah Suci dalam suatu perjalanan misi yang penting.
Sebelum menjadi Paus, Teobaldo Visconti menjabat sebagai pembantu Kardinal Yakopo Pecoraria dari Palestina dan pernah menjadi utusan Paus Gregorius X dalam suatu misi ke Perancis dan Inggris. Sepeninggal Kardinal Pecoraria, Teobaldo Visconti belajar di Paris. Kemudian pada tahun 1265, atas rekomendasi Paus Klemens IV, ia menemui Kardinal Ottoboni Fieschi - yang kemudian menjadi Paus Adrianus V pada tahun 1726 - dalam suatu misi ke Inggris. Minatnya sangat besar untuk berziarah ke Tanah Suci mendorong ia pergi ke Acre, Palestina. Disini, dibawah bimbingan Pangeran Edward dari Inggris, Teobaldo Visconti menjadi salah seorang anggota kelompok pejuang pembebasan Tanah Suci dari kekuasaan kaum Muslimin.
Setelah kematian Paus Klemens IV pada tahun 1268, Tahkta Suci di Roma mengalami kekosongan pemimpinan selama tiga tahun. Hal ini disebabkan oleh perpecahan di dalam tubuh Kolegium para Kardinal dalam dua block, yaitu block Perancis dan block Italia, sehingga mereka tidak mampu menyodorkan satu calon yang memenangkan mayoritas suara. Akhirnya enam orang Kardinal, yang dipilih dari 15 Kardinal bertemu di Viterbo, sebuah dusun di Roma Utara, untuk melakukan pemilihan Paus yang baru. Pilihan mereka jatuh pada Teobaldo Visconti, yang sedang berada di tanah Suci, pada bulan September 1271. Setelah menerima berita pengangkatannya menjadi Paus, Visconti meninggalkan Palestina menuju Viterbo pada bulan Februari 1272. Lalu pada tanggal 19 Maret 1272, ia dinobatkan menjadi Paus yang bernama Gregorius X.
Selama masa kepemimpinannya, Gregorius memusatkan perhatian pada usaha - usaha pembangunan kembali kekaisaran Romawi Suci, pembaharuan Gereja, persatuan kembali Gereja - Gereja Yunani dan Roma, serta pembebasan Yerusalem dari pengusaan orang - orang Muslimin. Bagi dia, Gereja dan negara harus menjalankan tugasnya masing - masing tetapi harus tetap bekerja sama. Ia menilai ketidakadaan pemerintahan yang kuat di Jerman semenjak kematian Kaisar Conrad IV pada tahun 1254 sebagai sesuatu yang membahayakan kekaisaran dan gereja. Karena itu, sepeninggal Kaisar Richard Cornwell pada tahun 1272, Gregorius mendesak pangeran - pangeran Jerman untuk segera memilih seorang Kaisar yang baru. Gregorius sendiri mengancam akan menunjuk dan mengangkat dirinya sebagai Kaisar kalau para pangeran itu gagal menunjuk seorang kaisar yang baru yang disegani seluruh rakyat. Akhirnya pada tahun 1273, mereka memilih Rudolf, seorang pangeran dari dinasti Hapsburgs, seorang pangeran yang diterima oleh seluruh rakyat Jerman.
Gregorius menyetujui pengangkatan atas diri Rudolf dan segera mengadakan pertemuan pribadi dengannya pada bulan Oktober 1273 di Lausanne, Swiss. Pada kesempatan pertemuan dengan Paus Gregorius X, Rudolf menyatakan ikrarnya untuk mempersembahkan seluruh dirinya bagi kemuliaan Tuhan dan kejayaan Gereja. Restu Sri Paus itu segera menghasilkan pengakuan universal pengakuan Universal atas hak Rudolf untuk menduduki tahta kekaisaran Romawi Suci.
Konsili akbar di Lyons, Perancis yang diadakan oleh Gregorius X pada tahun 1274 merupakan suatu prestasi besar dalam kepemimpinan Gregorius X. Lebih dari 1500 prelatus gereja, duta - duta besar dari Kerajaan Perancis dan Inggris, dari Bynzantium dan dari Khan-Tartar, berkumpul dalam konsili itu. Untuk keberhasilan cita - citanya membebaskan tanah Suci Yerusalem dari penguasaan Kaum Muslimin, Gregorius X mengumpulkan dana dari Perancis dan Inggris. Sepersepuluh dari hasil pengumpulan derma itu dikhususkan untuk pembangunan Gereja sedangkan sisa - sisanya untuk membiayai usaha pembebasan kota Suci Yerusalem.
Germanus, Patriarkh Konstantinopel yang datang bersama sejumlah besar utusan dari Bynzantium menyatakan kesediaannya untuk bersatu kembali dengan Gereja Roma. Hal ini sangat didukung oleh Micheal VIII, kaisar Bynzantium di Konstantinopel. Kesediaan ini sekaligus mengungkapkan kerelaan menerima doktrin Gereja Katolik dan pengakuan terhadap kekuasaan Paus di Roma sebagai pengganti Petrus. Gregorius X yang percaya penuh pada ketulusan hati delegasi Konstantinopel, dengan gembira menerima mereka kembali dalam pangkuan Gereja Katolik. Dalam misa Agung penutupan Konsili Lyons di Gereja Santo Yohanes, semua peserta bersama - sama mendoakan Credo, Pengakuan Iman seturut rumusan Gereja Katolik. Bagian Credo "Yang berasal dari Bapa dan Putera (qui a Patre filioque procedit) yang tidak diakui oleh Gereja Yunani, diulangi tiga kali oleh delegasi Yunani.
Sesudah Konsili ini berakhir, Gregorius berangkat ke Lausenne, Milan, Florence dan Arezzo, sampai ia meninggal dunia pada tahun 1276. Namanya ditambahkan pada daftar para martir Roma oleh Paus Benediktus XIV(1740-1758) dengan tanggal 10 Januari sebagai hari pestanya.
Santo Petrus Orseola
Petrus lahir di pada tahun 928 di Venesia. Ia dikenal sebagai komandan angkatan laut yang berhasil menghancurkan para pembajak Laut dan menjadi kepala Negara (= Doge) Republik Venesia. Ia berhasil menerbitkan kembali pemerintah Republik yang dikacaukan oleh pendahulunya. Katanya, pendahulu terbunuh dalam suatu huru hara atas hasutan Petrus. Setelah membangun kembali rumah sakit dan Katedral, ia diam - diam meninggalkan anak - istri serta jabatannya dan menjadi rahib. Ia bertapa di Spanyol bersama dengan Santo Romualdus. Petrus Orseola meninggal dunia pada tahun 987.
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari