Bacaan Misa
"Pada hari ini TUHAN, Allahmu, memerintahkan engkau melakukan ketetapan dan peraturan ini; lakukanlah semuanya itu dengan setia, dengan segenap hatimu dan segenap jiwamu. Engkau telah menerima janji dari pada TUHAN pada hari ini, bahwa Ia akan menjadi Allahmu, dan engkaupun akan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan berpegang pada ketetapan, perintah serta peraturan-Nya, dan mendengarkan suara-Nya. Dan TUHAN telah menerima janji dari padamu pada hari ini, bahwa engkau akan menjadi umat kesayangan-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepadamu, dan bahwa engkau akan berpegang pada segala perintah-Nya, dan Iapun akan mengangkat engkau di atas segala bangsa yang telah dijadikan-Nya, untuk menjadi terpuji, ternama dan terhormat. Maka engkau akan menjadi umat yang kudus bagi TUHAN, Allahmu, seperti yang dijanjikan-Nya."
Berbahagialah orang-orang yang hidupnya tidak bercela, yang hidup menurut Taurat TUHAN.
Berbahagialah orang-orang yang memegang peringatan-peringatan-Nya, yang mencari Dia dengan segenap hati,
Engkau sendiri telah menyampaikan titah-titah-Mu, supaya dipegang dengan sungguh-sungguh.
Sekiranya hidupku tentu untuk berpegang pada ketetapan-Mu!
Aku akan bersyukur kepada-Mu dengan hati jujur, apabila aku belajar hukum-hukum-Mu yang adil.
Aku akan berpegang pada ketetapan-ketetapan-Mu, janganlah tinggalkan aku sama sekali.
Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar. Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allahpun berbuat demikian? Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna."
Matahari di Halaman Musuh
Kemarin kita mendengar Yesus menyuruh berdamai dengan saudara sebelum membawa persembahan. Hari ini Ia melangkah lebih jauh lagi, ke wilayah yang paling berat: "Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu."
Mengasihi saudara masih masuk akal. Tetapi musuh? Orang yang melukai kita, yang menjatuhkan kita di tempat kerja, yang mengkhianati kepercayaan kita? Alasan Yesus sederhana dan tak terbantahkan: Bapamu menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik, menurunkan hujan bagi yang benar dan yang tidak benar.
Perhatikanlah pagi hari. Matahari tidak memeriksa dahulu siapa penghuni rumah sebelum menyinari halamannya. Ia terbit untuk semua, tanpa syarat, tanpa daftar hitam. Begitulah kasih Allah bekerja setiap hari di depan mata kita, dan kita jarang menyadarinya.
Mengasihi orang yang mengasihi kita, kata Yesus, pemungut cukai pun sanggup. Ukuran anak-anak Bapa memang lain: sempurna seperti Bapa yang sempurna. Bukan sempurna tanpa cacat, melainkan sempurna dalam kasih yang tidak pilih-pilih.
Musa berpesan bahwa Israel adalah umat kesayangan Allah. Menjadi kesayangan bukan untuk berpuas diri, melainkan untuk memancarkan watak Sang Empunya.
Adakah satu nama yang paling sulit kita doakan? Mulailah justru dari nama itu hari ini.
Tuhan, terbitkanlah matahari-Mu dalam hatiku, supaya aku sanggup mendoakan orang yang paling sukar kukasihi. Amin.
Invitatorium
Pekan I Mazmur
Pembukaan
AntifonMarilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.
Mazmur 94 (95)
AntifonMarilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Nyanyikanlah pujian bagi Tuhan; ingatlah keajaiban yang telah Ia lakukan.
Mazmur 104 (105)
Tuhan setia pada janji-janji-Nya
ceritakanlah segala karya-Nya yang ajaib!
AntifonNyanyikanlah pujian bagi Tuhan; ingatlah keajaiban yang telah Ia lakukan.
Antifon 2Tuhan tidak meninggalkan orang baik yang dijual sebagai budak, tetapi membebaskannya dari kuasa orang-orang berdosa.
AntifonTuhan tidak meninggalkan orang baik yang dijual sebagai budak, tetapi membebaskannya dari kuasa orang-orang berdosa.
Antifon 3Tuhan setia pada janji-Nya yang kudus; Ia memimpin umat-Nya menuju kebebasan dan sukacita.
AntifonTuhan setia pada janji-Nya yang kudus; Ia memimpin umat-Nya menuju kebebasan dan sukacita.
Responsorium Lukas 2:22, 23, 24
Responsorium 1 Korintus 15:55-56, 57; Ratapan 3:25
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Pagi-pagi buta aku bangun dan mohon pertolonganMu.
Mazmur 118,145-152
Antifon 1Pagi-pagi buta aku bangun dan mohon pertolonganMu.
Antifon 2Tuhan kekuatan dan sumber penyelamatanku, Dialah Allahku, Dia hendak kupuji.
Kel 15,1-4;8-13;17-18
Antifon 2Tuhan kekuatan dan sumber penyelamatanku, Dialah Allahku, Dia hendak kupuji.
Antifon 3Pujilah Tuhan, hai segala bangsa.
Mazmur 116 (117)
Antifon 3Pujilah Tuhan, hai segala bangsa.
Bacaan Singkat: (Yes 1,16-18)
Antifon KidungDoakanlah mereka yang menganiaya kamu, supaya kamu menjadi anak Bapamu di surga.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungDoakanlah mereka yang menganiaya kamu, supaya kamu menjadi anak Bapamu di surga.
Doa Permohonan:
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (Apc 3, 19-20)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan I Mazmur
Madah
Antifon 1Bimbinglah aku, ya Tuhan, pada jalan perintahMu.
Mazmur 118,33-40
Antifon 1Bimbinglah aku, ya Tuhan, pada jalan perintahMu.
Antifon 2Orang yang mencari Tuhan, takkan kekurangan suatupun.
Mazmur 33 I
Antifon 2Orang yang mencari Tuhan, takkan kekurangan suatupun.
Antifon 3Perjuangkanlah damai sejahtera.
Mazmur 33 II
Antifon 3Perjuangkanlah damai sejahtera.
Bacaan Singkat: (Why 3,19-20)
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (Gal 6, 7 b-8)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Madah
Antifon 1Yesus mengajak Petrus, Yakobus dan Yohanes, saudaranya, dan bersama-sama mereka mendaki sebuah gunung yang tinggi. Di depan mata mereka berubahlah rupa Yesus.
Mazmur 118 (119), 105-112
Antifon 1Yesus mengajak Petrus, Yakobus dan Yohanes, saudaranya, dan bersama-sama mereka mendaki sebuah gunung yang tinggi. Di depan mata mereka berubahlah rupa Yesus.
Antifon 2WajahNya bersinar laksana matahari, pakaianNya menjadi putih seperti kapas.
Mazmur 15 (16)
Antifon 2WajahNya bersinar laksana matahari, pakaianNya menjadi putih seperti kapas.
Antifon 3Musa dan Elias berbicara dengan Yesus tentang maksud perjalananNya ke Yerusalem.
Flp 2,6-11
Antifon 3Musa dan Elias berbicara dengan Yesus tentang maksud perjalananNya ke Yerusalem.
Bacaan Singkat: (2Kor 6,1-4a)
Antifon KidungTerdengarlah suara dari awan: Inilah Putera kesayanganKu yang Kucintai. Dengarkanlah Dia.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungTerdengarlah suara dari awan: Inilah Putera kesayanganKu yang Kucintai. Dengarkanlah Dia.
Doa Permohonan:
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan I Mazmur
Doa Tobat
Madah
Antifon 1Kasihanilah aku, ya Tuhan, dan dengarkanlah doaku.
Mazmur 4
Antifon 1Kasihanilah aku, ya Tuhan, dan dengarkanlah doaku.
Antifon 2Pujilah Tuhan di waktu malam.
Mazmur 133 (134)
Antifon 2Pujilah Tuhan di waktu malam.
Bacaan singkat Ul 6,4-7
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santa Irene
Irene adalah seorang puteri berkebangsaan Romawi yang hidup pada permulaan abad ke-4. Ia menikah dengan Kastullus dan dikarunia beberapa anak. Pada masa pemerintahan Kaisar Maksimianus, Kastullus dibunuh karena mengijinkan pertemuan umat Kristen dirumahnya. Irene sendiri bersama kedua orang anaknya ditangkap dan ditawan. Kedua anaknya meninggal di penjara karena wabah Malaria.
Ketika Maxentius berhasil merebut kekuasaan dari ayahnya, Irene di bebaskan. Tetapi Maxentius dibenci karena tindakannya yang sewenang wenang dan tidak adil. Irene terus saja ditimpa ketidakadilan. Ketika Valeria, gadis keponakan Irene, dipinang oleh putera bendaharawan Negara, seorang pemboros dan pemabuk, Irene dengan tegas menolak lamaran tersebut. Ibu Valeria telah meninggal dunia sebagai korban kebenaran sedang ayahnya ditawan karena imannya. Karenanya, Irene bertindak sebagai pengasuh dan pembela Valeria dan menolak bahkan mengusir dengan tegas pesuruh yang datang melamar Valeria.
Karena penolakan ini, Irene diseret ke hadapan pengadilan kota untuk diadili. Disini dengan berani Irene menjawab setiap pertanyaan hakim. Dia bahkan menantang hakim dengan berkata: Mengapa saya dihadapkan kesini? Belum cukupkah penghinaan terhadap keluargaku? Kami ditangkap dan ditahan. Ibu Valeria di bunuh, juga ayahnya. Semuanya karena nafsu dan dendam. Dan sekarang apakah Valeria lagi yang akan disiksa karena menolak keinginan pemboros dan pemabuk itu? Tidak! Selama aku masih hidup, sekali kali hal ini tidak akan terjadi. Bendaharawan itu mengenal baik siapa Irene. Ia tahu bahwa Irene adalah isteri Kastullus yang telah dihukum mati, dan ibu Kandidus, perwira militer Kaisar Konstatinus yang bermusuhan dengan Kaisar Romawi. Sebab itu tanpa pikir panjang ia menyuruh mengikat Irene dan menyeretnya ke dalam penjara.
Sementara itu, rakyat tidak tahan lagi dengan pemerintahan Maxentius yang sewenang wenang itu. Rakyat mulai menyusun rencana untuk menggulingkan dia. Diam diam mereka mengutus beberapa orang untuk meminta bantuan kepada Kaisar Konstantianus yang adil dan bijaksana. Kaisar Konstantianus menyambut permohonan itu dan segera melancarkan serangan untuk menggulingkan Maxentius. Maxentius lari dan menenggelamkan diri ke sungai Tiber. Semua tawanan dibebaskan, termasuk Irene. Ia bebas dari rencana pembunuhan ngeri atas dirinya pada hari pelantikan Maxentius sebagai Kaisar. Kandidus, anak Irene yang ikut dalam serangan melawan Maxentius, kembali bersama ibunya ke rumah. Selanjutnya Irene mengabdikan diri pada kepentingan orang orang yang mengalami penderitaan.
Santo Petrus Damianus
Orangtua Petrus meninggal selagi ia masih kecil. Kakaknya yang sulung memikul tanggung jawab untuk membesarkan Petrus. Meskipun demikian, Petrus tidak menikmati suatu hidup yang baik dan membahagiakan di rumah kakaknya itu. Dia diperlakukan secara kejam. Menyaksikan keadaan Petrus, seorang saudaranya yang sudah menjadi imam, mengirim dia untuk belajar di Parma.
Di sekolah ini Petrus mengalami perkembangan yang sangat baik. Tingkah lakunya disenangi oleh banyak orang. Ia meraih prestasi yang luar biasa dalam semua mata pelajaran. Di antara kawan kawannya, Petrus dikenal sebagai anak yang suka menolong kawan kawannya yang mengalami kesusahan dan berbagai kesulitan. Ia memberikan uang kepada mereka meskipun tunjangan hidupnya sendiri tidak memadai. Setelah menjalani suatu sejarah hidup yang kelam dan panjang, ia akhirnya di tabhiskan menjadi Imam. Tekadnya menjadi imam ialah tidak mau mengabdi Tuhan setengah setengah. Karena itu ia mengambil keputusan untuk meninggalkan segala galanya, lalu menjadi rahib di pertapaan Fonte Avellana.
Kebijaksanaan, kepintaran dan kerendahan hatinya membuat dia disenangi oleh semua rahib di pertapaan itu. Akhirnya ia diangkat menjadi pemimpin pertapaan itu. Dalam kedudukannya sebagai pemimpin, pertapaannya mengalami perubahan perubahan yang menggembirakan. Ia juga sering diminta untuk membantu membereskan masalah masalah yang menimpa kehidupan biara baira lain. Ia pun diangkat menjadi penasehat pribadi untuk tujuh orang Paus. Karena semua prestasinya itu, Petrus Damianus akhirnya di pilih menjadi Uskup dan Kardinal di Ostia oleh Sri Paus Stephanus IX (1057 1058). Jabatan mulia ini kemudian diletakkan kembali karena ia lebih suka hidup menyendiri di biara pertapaan di Fonte Avellana.
Sungguhpun Petrus dikenal luas sebagai seorang Intelektual, namun ia tetap menampilkan dirinya setara dengan kawan kawannya. Ia dengan senang hati mengerjakan tugas tugas dari biaranya, mengikuti aturan aturan yang berlaku, menyelesaikan pekerjaan pekerjaan tangan seperti membuat sendok dari kayu, memperbaiki keranjang dll.
Pada tahun 1072, Petrus Damianus meninggal dunia. Tulisan tulisannya tentang berbagai soal iman sangat bermutu dan menjadi warisan Gereja yang bernilai tinggi. oleh gereja, Petrus Damianus di hormati sebagai Pujangga Gereja.
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari