Bacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Kalau orang fasik bertobat dari kefasikan yang dilakukannya, ia akan menyelamatkan jiwanya.
Beginilah Firman Tuhan Allah, “Kamu berkata: Tindakan Tuhan tidak tepat! Dengarlah dulu, hai kaum Israel! Apakah Tindakan-Ku yang tidak tepat, ataukah tindakanmu yang tidak tepat? Kalau orang benar berbalik dari kebenarannya dan melakukan kecurangan sehingga ia mati, ia harus mati karena kecurangan yang dilakukannya. Sebaliknya, kalau orang fasik bertobat dari kefasikan yang dilakukannya dan ia melakukan keadilan serta kebenaran, ia akan menyelamatkan nyawanya. Ia Insaf dan bertobat dari segala durhaka yang dibuatnya, maka ia pasti hidup, ia tidak akan mati.”
Refren: Perlihatkanlah kepada kami kasih setia-Mu, ya Tuhan.
Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya Tuhan. Tunjukkanlah Lorong-lorong-Mu kepadaku. Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan daku. Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari.
Ingatlah segala Rahmat dan kasih setia-Mu, ya Tuhan, sebab semuanya itu sudah ada sejak purbakala. Dosa-dosaku pada waktu muda, dan pelanggaran-pelanggaranku janganlah Kauingat, tetapi ingatlah kepadaku sesuai dengan kasih setia-Mu, oleh karena kebaikan-Mu, ya Tuhan.
Tuhan itu baik dan benar; sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat. Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang bersahaja.
Dalam hidupmu bersama hendaknya kamu bersikap seperti Kristus Yesus.
Saudara-saudara, dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada Persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan. Maka, sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: Hendaknya kamu sehati sepikir dalam satu kasih, satu jiwa dan satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau pujian yang sia-sia. Sebaliknya dengan rendah hati anggaplah orang lain lebih utama daripada dirimu sendiri. Janganlah masing-masing hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, melainkan kepentingan orang lain juga. Dalam hidupmu bersama hendaklah kamu bersikap seperti Kristus Yesus. Walaupun dalam rupa Allah, Ia tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan. Sebaliknya Ia telah mengosongkan diri dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan menganugerahi-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lututlah segala yang ada di langit, yang ada di tas dan di bawah bumi, dan bagi kemuliaan Allah Bapa segala lidah mengaku: Yesus Kristus adalah Tuhan.
Alleluya, alleluya.
Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku, Sabda Tuhan, Aku mengenal mereka, dan mereka mengikuti Aku.
Alleluya, alleluya.
Pemungut-pemungut cukai dan para pelacur akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah.
Sekali peristiwa Yesus berkata kepada imam-imam kepala dan tua-tua Bangsa Yahudi, “Bagaimana pendapatmu? Ada orang mempunyai dua anak laki-laki. Ia pergi kepada yang sulung dan berkata, ‘Anakku, pergilah bekerja di kebun anggur hari ini’ Jawab anak itu, ‘Baik, Bapa.’ Tetapi, ia tidak pergi. Lalu orang itu pergi kepada anak yang kedua dan berkata demikian juga. Dan anak itu menjawab, “tidak mau!’ Tetapi, kemudian ia menyesal lalu pergi juga. Siapakah di antara kedua anak itu yang melakukan kehendak ayahnya?” Jawab mereka, “Yang terakhir!” Maka berkatalah Yesus kepada mereka, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan para pelacur akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah. Sebab Yohanes datang untuk menunjukkan jalan kebenaran kepadamu, dan kamu tidak percaya kepadanya. Tetapi pemungut-pemungut cukai dan para pelacur percaya kepadanya. Dan meskipun melihatnya, kamu tetap tidak menyesal dan kamu tidak juga percaya kepadanya.
Iya yang Ditunda
Setiap rumah dengan anak kecil mengenal percakapan ini. Nak, mandi dulu. Iya, Ma. Tiga puluh menit kemudian anak itu masih di tempat yang sama, dan iya tadi menguap entah ke mana. Kita tersenyum, sebab jujur saja, kepada Allah kita pun sering begitu. Iya kita rajin, berangkat kita jarang.
Perumpamaan Yesus hari ini pendek dan tajam. Seorang bapak menyuruh dua anaknya bekerja di kebun anggur. Anak pertama menjawab manis, baik bapa, tetapi tidak pergi. Anak kedua menjawab kasar, aku tidak mau, tetapi kemudian menyesal lalu pergi juga. Siapakah yang melakukan kehendak ayahnya? Semua pendengar tahu jawabannya: yang terakhir. Kata-kata manis kalah oleh kaki yang melangkah.
Lalu Yesus mengejutkan para pendengar saleh-Nya: pemungut cukai dan perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah. Bukan karena dosa mereka bagus, melainkan karena ketika kebenaran datang lewat Yohanes, mereka percaya dan berbalik. Sedangkan yang rajin berkata iya di bibir tidak pernah sungguh berangkat ke kebun.
Yehezkiel meneguhkan arah yang sama. Kalau orang fasik bertobat, ia akan hidup; kalau orang benar berbalik kepada kecurangan, ia akan mati. Allah tidak menilai label awal kita. Ia menilai arah akhir kita. Ini kabar baik yang melegakan: masa lalu tidak memenjarakan siapa pun. Pintu kebun anggur terbuka, bahkan bagi yang kemarin berkata tidak.
Minggu lalu kita mendengar Paulus berkata, bagiku hidup adalah Kristus. Hari ini, dalam madah Filipi yang agung, ia memperlihatkan wajah ketaatan yang sempurna. Kristus, walaupun dalam rupa Allah, telah mengosongkan diri-Nya, mengambil rupa seorang hamba, dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Para ahli menyebutnya kenosis, pengosongan diri. Iya yang diucapkan Yesus bukan iya basa-basi. Iya itu berjalan terus, dari Nazaret sampai Kalvari.
Di antara dua anak dalam perumpamaan itu, sesungguhnya ada Anak yang ketiga: Dia yang berkata iya kepada Bapa dan pergi sampai tuntas. Bagi kita yang gemar menunda, Dia bukan hanya teladan, melainkan juga kekuatan.
Maka pertanyaan hari Minggu ini sederhana dan pribadi: iya mana yang sudah lama kita ucapkan kepada Tuhan, tetapi belum juga kita berangkatkan? Berdamai dengan saudara? Kembali mengaku dosa? Pelayanan yang dahulu kita janjikan?
Bapa, terlalu banyak iya-ku yang berhenti di bibir. Oleh ketaatan Putera-Mu, gerakkanlah kakiku menuju kebun anggur-Mu hari ini. Amin.
Invitatorium
Pekan II Mazmur
Pembukaan
AntifonDatanglah, hai umat Allah, marilah kita menyembah Tuhan, alleluya.
Mazmur 94 (95)
AntifonDatanglah, hai umat Allah, marilah kita menyembah Tuhan, alleluya.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pada hari ini, hari pertama,
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Tuhan, Allah kami, dalam kemegahan dan keagungan Engkau berpakaian, terbungkus cahaya seperti jubah, alleluya.
Mazmur 103 (104)
Madah kepada Allah Sang Pencipta
Berada dalam Kristus berarti menjadi ciptaan yang sama sekali baru. Segala yang lama telah berlalu, kini semuanya dijadikan baru (2 Korintus 5:17).
AntifonTuhan, Allah kami, dalam kemegahan dan keagungan Engkau berpakaian, terbungkus cahaya seperti jubah, alleluya.
AntifonTuhan, Allah kami, dalam kemegahan dan keagungan Engkau berpakaian, terbungkus cahaya seperti jubah, alleluya.
AntifonTuhan, Allah kami, dalam kemegahan dan keagungan Engkau berpakaian, terbungkus cahaya seperti jubah, alleluya.
AntifonTuhan, Allah kami, dalam kemegahan dan keagungan Engkau berpakaian, terbungkus cahaya seperti jubah, alleluya.
AntifonTuhan, Allah kami, dalam kemegahan dan keagungan Engkau berpakaian, terbungkus cahaya seperti jubah, alleluya.
AntifonTuhan, Allah kami, dalam kemegahan dan keagungan Engkau berpakaian, terbungkus cahaya seperti jubah, alleluya.
Antifon 2Tuhan telah mengeluarkan roti dari bumi, dan anggur untuk menghangatkan hati manusia, alleluya.
AntifonTuhan telah mengeluarkan roti dari bumi, dan anggur untuk menghangatkan hati manusia, alleluya.
AntifonTuhan telah mengeluarkan roti dari bumi, dan anggur untuk menghangatkan hati manusia, alleluya.
AntifonTuhan telah mengeluarkan roti dari bumi, dan anggur untuk menghangatkan hati manusia, alleluya.
AntifonTuhan telah mengeluarkan roti dari bumi, dan anggur untuk menghangatkan hati manusia, alleluya.
AntifonTuhan telah mengeluarkan roti dari bumi, dan anggur untuk menghangatkan hati manusia, alleluya.
Antifon 3Tuhan memandang segala yang telah dibuat-Nya dan melihat bahwa itu sangat baik, alleluya.
AntifonTuhan memandang segala yang telah dibuat-Nya dan melihat bahwa itu sangat baik, alleluya.
AntifonTuhan memandang segala yang telah dibuat-Nya dan melihat bahwa itu sangat baik, alleluya.
AntifonTuhan memandang segala yang telah dibuat-Nya dan melihat bahwa itu sangat baik, alleluya.
AntifonTuhan memandang segala yang telah dibuat-Nya dan melihat bahwa itu sangat baik, alleluya.
AntifonTuhan memandang segala yang telah dibuat-Nya dan melihat bahwa itu sangat baik, alleluya.
AntifonTuhan memandang segala yang telah dibuat-Nya dan melihat bahwa itu sangat baik, alleluya.
AntifonTuhan memandang segala yang telah dibuat-Nya dan melihat bahwa itu sangat baik, alleluya.
AntifonTuhan memandang segala yang telah dibuat-Nya dan melihat bahwa itu sangat baik, alleluya.
Responsorium Yehezkiel 24:24; Yoel 2:13
Responsorium 1 Korintus 9:22-23
Te Deum
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Terberkatilah yang datang demi nama Tuhan. Alleluya.
Mazmur 117 (118)
Antifon 1Terberkatilah yang datang demi nama Tuhan. Alleluya.
Antifon 2Marilah kita memuji Allah kita. Alleluya.
Dan 3,52-57
(Kemuliaan tidak diucapkan)
Antifon 2Marilah kita memuji Allah kita. Alleluya.
Antifon 3Pujilah Tuhan karena kemuliaanNya yang besar. Alleluya.
Mazmur 150
Antifon 3Pujilah Tuhan karena kemuliaanNya yang besar. Alleluya.
Bacaan Singkat (Yeh 36,25-27)
Lagu Singkat
Antifon KidungSesungguhnya Aku berkata kepadamu: Pemungut cukai dan perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah, sebab mereka percaya.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungPara murid datang dan melihat tempat Yesus tinggal. Hari itu mereka tinggal bersama Yesus.
Doa Permohonan
℟. Engkaulah cahaya dan sukacita kami, ya raja mahamulia.
Tuhan Kristus, fajar cemerlang, buah sulung kebangkitan,* semoga kami mengikuti Engkau dalam cahaya kehidupan. ℟.
Tunjukkanlah kepada kami kebaikanMu yang tertera dalam setiap makhluk,* supaya kami melihat kemuliaanMu di mana-mana. ℟.
Janganlah membiarkan kami dikalahkan oleh kejahatan,* tetapi tolonglah kami mengalahkan kejahatan dengan kebaikan. ℟.
Ketika Engkau dibaptis di sungai Yordan, Engkau diurapi oleh Roh kudus,* semoga kami hari ini bertindak atas dorongan Roh kudus itu juga. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pekan II Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (Rom 5, 1-2. 5)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Madah
Antifon 1Tuhan membaringkan daku di padang rumput yang hijau, alleluya.
Mazmur 22 (23)
Antifon 1Tuhan membaringkan daku di padang rumput yang hijau, alleluya.
Antifon 2Di Israel nama Tuhan termasyhur, alleluya.
Mazmur 75 (76)
Antifon 2Di Israel nama Tuhan termasyhur, alleluya.
Antifon 3Bumi takut dan tertegun, pada waktu Allah bangkit untuk mengadili, alleluya.
Antifon 3Bumi takut dan tertegun, pada waktu Allah bangkit untuk mengadili, alleluya.
Bacaan singkat Rom 8,26
Doa Penutup
Madah
Antifon 1Kristus Tuhan adalah imam seperti Melkisedek untuk selama-lamanya, alleluya.
Antifon 1Kristus Tuhan adalah imam seperti Melkisedek untuk selama-lamanya, alleluya.
Antifon 2Allah kita ada di surga, Ia melakukan semua yang dikehendakiNya, alleluya.
Antifon 2Allah kita ada di surga, Ia melakukan semua yang dikehendakiNya, alleluya.
Antifon 3Pujilah Allah kita, hai kamu para hambaNya, baik kecil mupun besar. Alleluya.
Antifon 3Pujilah Allah kita, hai kamu para hambaNya, baik kecil mupun besar. Alleluya.
Bacaan singkat 2Tes 2,13-14
Antifon Kidung(Mi II): Ada perkawinan di Kana Galilea. Yesus dan Maria ibuNya hadir juga.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungAda perkawinan di Kana Galilea. Yesus dan Maria ibuNya hadir juga.
Doa Permohonan
℟. Ingatlah akan umatMu, ya Tuhan.
Pada senja hari ini kami mohon kepadaMu, ya Kristus, matahari sejati,* lindungilah seluruh umat manusia dan sinarilah dengan terang cahayaMu. ℟.
Peliharalah perjanjian yang Kauteguhkan dengan darahMu,* dan kuduskanlah GerejaMu supaya tetap suci dan tak bercela. ℟.
Bimbinglah orang yang sedang bepergian, dan hantarlah mereka pada jalan yang aman sentosa,* agar mereka sampai ke tempat tujuannya dengan selamat. ℟.
Sambutlah, ya Tuhan, arwah-arwah para hambaMu,* hapuskanlah dosa mereka dan terimalah mereka dalam kemuliaan abadi. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pekan II Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (2 Cor 1, 21-22)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Madah
Antifon 1Kristus Tuhan adalah imam seperti Melkisedek untuk selama-lamanya, alleluya.
Antifon 1Kristus Tuhan adalah imam seperti Melkisedek untuk selama-lamanya, alleluya.
Antifon 2Allah kita ada di surga, Ia melakukan semua yang dikehendakiNya, alleluya.
Antifon 2Allah kita ada di surga, Ia melakukan semua yang dikehendakiNya, alleluya.
Antifon 3Pujilah Allah kita, hai kamu para hambaNya, baik kecil mupun besar. Alleluya.
Antifon 3Pujilah Allah kita, hai kamu para hambaNya, baik kecil mupun besar. Alleluya.
Bacaan singkat 2Tes 2,13-14
Antifon KidungBukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, akan masuk ke dalam Kerajaan Surga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga, dialah yang akan masuk ke dalam Kerajaan Surga.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungAda perkawinan di Kana Galilea. Yesus dan Maria ibuNya hadir juga.
Doa Permohonan
℟. Ingatlah akan umatMu, ya Tuhan.
Pada senja hari ini kami mohon kepadaMu, ya Kristus, matahari sejati,* lindungilah seluruh umat manusia dan sinarilah dengan terang cahayaMu. ℟.
Peliharalah perjanjian yang Kauteguhkan dengan darahMu,* dan kuduskanlah GerejaMu supaya tetap suci dan tak bercela. ℟.
Bimbinglah orang yang sedang bepergian, dan hantarlah mereka pada jalan yang aman sentosa,* agar mereka sampai ke tempat tujuannya dengan selamat. ℟.
Sambutlah, ya Tuhan, arwah-arwah para hambaMu,* hapuskanlah dosa mereka dan terimalah mereka dalam kemuliaan abadi. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Doa Tobat
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
Madah
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Mazmur 90 (91)
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Bacaan singkat Why 22,4-5
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Beata Delphina
Beata Delphina (Delphine of Glandèves) adalah puteri tunggal Pangeran William dari Glandeves di Perancis Selatan. Dia kehilangan kedua orang tuanya ketika baru berumur 7 tahun. Anak yatim piatu kecil ini kemudian dibesarkan dalam sebuah biara susteran Fransiskan.
Delphina telah mengucapkan kaul kemurnian dan mempersembahkan diri seutuhnya kepada Allah, ketika Raja Charles II memilihnya menjadi pasangan hidup Pangeran Elzearius dari Sabran. Dalam kebingungan ia mencari perlindungan pada Bunda Maria, tempat dia telah mempercayakan diri sepenuhnya. Bunda kita pun kemudian menampakkan diri dan menenangkannya dari ketakutan. Delphina lalu menyetujui perkawinan itu yang kemudian dirayakan dengan kemeriahan besar di hadapan sang raja dan Uskup Agung dari Aix. Kemurnian dan ketulusan suci dari sang isteri itu memenuhi Elzearius dengan cinta yang sedemikian besar sehingga dia membuat nazar untuk berlaku sebagai pelindung keperawanannya dan sepanjang hidupnya kaul ini dipenuhinya dengan setia. Pasangan suami isteri ini hidup kudus laksana sepasang malaikat; yang satu mendorong yang lain untuk semakin hidup dalam cinta mereka kepada Tuhan. Bersama-sama mereka menjadi anggota Ordo Ketiga Fransiskan.
Seperti suaminya, Delphina juga sangat peduli kepada para orang miskin dan memperlakukan mereka dengan penuh hormat. Para pelayannya, yang harus dia pertahankan karena status bangsawannya, diajarinya dalam kesalehan dan takut pada Allah. Ia memperhatikan dan mengasihi mereka seolah-olah mereka adalah anak-anaknya sendiri. Mereka pun lalu mencintai dan menghormati puteri Delphina bagaikan seorang ibu, kendati ia masih sangat muda.
Ketika mendengar kabar kematian suaminya di Paris, Delphina pun menangisinya dengan getir. Kendati demikian dalam kepasrahan ia pun berdoa : “ Ya Tuhanku dan Allahku, kehendak suci-Mulah yang hendaknya terjadi!” Didorong oleh roh Tuhan untuk bergerak ke kesempurnaan yang semakin agung, dengan segera dia melepaskan semua harta benda duniawinya dan menambahkan pada kaul keperawanannya sebuah kaul kemiskinan yang suci.
Kemasyhuran hidup suci dari Delphina mendorong Ratu Eleonora dari Sisilia mengangkatnya menjadi kepala urusan rumah tangga di istanya. Delphina segera mengubah istana itu dan menjadikannya bagaikan sebuah tempat peziarahan suci.
Beata Delphina tutup usia pada tahun 1358 dalam usia 74 tahun. Ia dimakamkan di samping makam suaminya di kota di Perancis Selatan. Pada tahun 1694 ia dibeatifikasi oleh paus Innocentius XII.
Arti nama
Delphina adalah bentuk feminin dari nama Latin Delphinus, yang berarti "Dari Delphi" atau "orang Delphi".
Delphi adalah sebuah kota Yunani kuno, yang namanya mungkin diturunkan dari kata bahasa Yunani δελφυς (delphys) yang berarti : "Rahim".
Santo Elzéarius
Santo Elzearius Sabran (Elzéar of Sabran) dilahirkan pada tahun 1285 di Kastil Saint-Jean-de-Robians, dekat Cabrières-d'Aigues di Provence, Perancis Selatan. Ayahnya adalah Duke of Sabran di Perancis Selatan dan pangeran dari Ariano di kerajaan Napoli. Ibunya adalah seorang wanita katolik yang saleh dan terkenal akan kemurahan-hatinya kepada para orang miskin. Sejak kecil Elzearius sudah nampak saleh, lembut dan sederhana. Dia ramah terhadap setiap orang dan sangat peduli kepada orang miskin.
Ketika beranjak dewasa, Elzearius menyanggupi permintaan Raja Charles II dari Napoli untuk menikahi Puteri Delphine of Glandèves. Pada malam pernikahan mereka, puteri Delphine mengatakan pada suaminya bahwa dia telah mengucapkan kaul dihadapan Tuhan untuk menjaga kemurnian dan hidup selibat. Elzéarius yang sebelumnya ingin mempersembahkan hidupnya bagi Tuhan dengan menjadi biarawan, menghormati kaul isterinya dan bersama-sama pasangan suami isteri ini hidup dalam kemurnian bagaikan sepasang malaikat. Mereka juga bergabung menjadi anggota Ordo Ketiga Fransiskan.
Ketika ayahnya meninggal dunia, Elzearius, yang waktu itu telah berusia 23 tahun, mewarisi kedudukan ayahnya sebagai seorang penguasa. Elzearius tidak hanya memperhatikan kesejahteraan duniawi rakyatnya, namun juga kesejahteraan rohani mereka. Ia dengan cermat berusaha agar hukum Allah dan hukum Gereja dapat dilaksanakan dalam wilayah pemerintahannya. Orang-orang miskin memperoleh perhatian khusus dari dirinya. Setiap hari dua belas orang dari para fakir miskin mendapat giliran untuk makan malam bersama dia dan para bangsawan. Dalam tingkah lakunya tenang dan penuh penguasaan diri. Luka hati pribadi tidak terdapat dalam dirinya. Bila seseorang berkata buruk perihal dirinya, dia tidak akan mempedulikannya. Biasanya ia akan berkata : “Hal-hal yang lebih buruk telah dikatakan orang kepada Kristus.”
Ketika Elzearius mengunjungi Italia dalam kedudukannya sebagai Pangeran dari Ariano, didapatinya para bangsawan bawahan di Italia tidak semua bersedia menerima kekuasaan Perancis. Hal itu berlangsung selama beberapa tahun. Ia disarankan untuk bertindak keras terhadap para pembangkang itu, namun dia tidak menyetujuinya. Dalam kurun waktu empat tahun dia berhasil memenangkan hati para bangsawan dan rakyat Italia berkat kelemah-lembutan dan kesalehan hidupnya. Rakyat Italia segera jatuh hati kepada Elzearius, seorang awam Fransiskan yang saleh, yang selalu mengawali harinya dengan ibadat pagi sebagaimana yang dilakukan oleh para Imam, dan memberi pelayanan dengan merawat orang sakit dengan penuh kasih kasih dan rasa hormat, seolah-olah dia sedang melakukan pelayanan itu kepada Kristus sendiri.
Tuhan menganugerahkan kepadanya berbagai anugerah mukjizat. Tercatat dia pernah menyembuhkan beberapa orang yang sakit kusta. Dengan doanya dia juga memulihkan kesehatan anak babtisnya, putera seorang pangeran dari Grimoard. Pada kesempatan itu, Elzearius bernubuat bahwa anak babtisnya itu kelak akan menjadi pemimpin gereja. Dan begitulah yang terjadi, anak babtisnya yang bernama Guillaume de Grimoard dikemudian hari terpilih menjadi Paus Urbanus V.
Pada tahun 1323 Elzearius diutus ke istana Paris untuk mengurusi masalah negara. Ia jatuh sakit di Paris dan segera menyadari bahwa waktu hidupnya didunia sudah tidak lama lagi. Dengan kejernihan yang sama yang dia hayati selama hidupnya, dia memperisapkan diri menghadapi kematian. Elzearius Sabran tutup usia pada tanggal 27 September 1323, sesaat setelah ia menerima sakramen pengakuan dosa dan sakramen minyak suci.
Ia dinyatakan kudus oleh Paus Urbanus V pada tahun 1369 setelah dilakukan penyelidikan atas berbagai mukjizat yang dilaporkan terjadi pada umat yang berziarah di makamnya.
Santo Vinsensius a Paulo
Vinsensius a Paulo terkenal sebagai rasul cintakasih bagi kaum miskin dan penghibur orang-orang sakit. Pendiri Kongregasi Misi dan Kongregasi Puteri-puteri Cintakasih ini lahir di Pouy, Gascony, Prancis pada tanggal 24 April 1581. Ayahnya Jean de Paul dan ibunya Bertrande de Moras dikenal sebagai petani miskin di Pouy dengan enam orang anak. Meskipun demikian, mereka orang beriman dan saleh hidupnya. Mereka mendidik anak-anaknya dalam kerja dan hidup doa sehingga semuanya berkembang dewasa menjadi orang beriman yang saleh dan disenangi banyak orang.
Vinsens dikenal cerdas, namun tidak bisa bersekolah karena ketidak mampuan orangtuanya membiayai sekolah. Untunglah Tuan Comet, seorang dermawan, bersedia menyekolahkan dia. Pada umur 15 tahun, Vinsens mengikuti panggilan nuraninya untuk menjadi imam. Ia masuk Seminari. Orangtuanya bingung dengan cita-citanya itu. Tetapi akhirnya mereka pun meluluskan permintaannya. Mula-mula Vinsens belajar di sebuah kolese Fransiskan di kota Dax, lalu melanjutkan pendidikannya di Universitas Toulouse. Karena kecerdasannya, ia dapat menyelesaikan studinya dalam waktu yang singkat. Pada tahun 1600, ketika berusia 20 tahun, ia ditahbiskan menjadi imam, sambil melanjutkan studi hingga meraih gelar Sarjana Teologi di Universitas Toulouse pada tahun 1604.
Pada tahun 1605, dalam perjalanan pulang seusai studinya, kapal yang ditumpanginya disergap bajak-bajak laut dari Turki di Laut Tengah. Vinsens ditangkap dan digiring ke pasar budak Tunisia. Di sana dia dibeli oleh seorang saudagar dari Afrika Utara. Selama dua tahun, Vinsens mengalami banyak penderitaan karena perlakuan kasar majikannya. Namun dia dengan sabar dan rendah hati menanggung semuanya itu. Teladan hidupnya akhirnya berhasil mematahkan kekerasan hati tuannya sehingga dia tidak disiksa dengan pekerjaan-pekerjaan berat. Pada tahun 1607, Vinsens berhasil meloloskan diri dari cengkeraman tuannya dan lari ke Roma. Di Roma ia belajar lagi Teologi selama dua tahun sebelum kembali ke Prancis.
Di Prancis, ia bekerja di paroki Clichy di pinggiran kota Paris. Di bawah bimbingan Pater Pierre de Berulle, seorang teolog terkenal yang kemudian menjadi Kardinal, ia menjadi seorang imam yang disukai umat. Atas permintaan Pater de Berulle, ia menjadi pengajar pribadi putera tertua Philippe Gondi, seorang bangsawan terkemuka dari Prancis. Dalam keluarga bangsawan ini Vinsens mulai mencurahkan seluruh kemampuannya. Ia tidak hanya mengajar tetapi juga memberikan bimbingan rohani kepada para petani yang bekerja, di perkebunan-perkebunan keluarga Gondi di Champagne dan Picardy. Kepada mereka, Vinsens mengajarkan kebajikan-kebajikan iman Kristen dan mendorong mereka untuk selalu menerima sakramen terutama Komuni Kudus serta kembali kepada praktek iman Kristen yang benar dalam hidup sehari-hari.
Pada tahun 1617, Vinsens diangkat sebagai pastor paroki ChatillonLes-Dombes. Paroki ini tergolong sulit dan berat karena sarat dengan masalah kemerosotan moral dan praktek kekafiran. Vinsens ternyata orang hebat. Ia berhasil mempertobatkan umat paroki itu hanya dalam waktu satu tahun. Kesalehan hidupnya dan caranya melayani umat sanggup mematahkan kedegilan hati umat. Di paroki itulah, Vinsens mulai merintis pendirian tarekat Persaudaraan Cintakasih. Ia berhasil menarik 20 orang wanita yang dengan sukarela mengunjungi orang-orang sakit dan para fakir miskin di seluruh wilayah paroki.
Menyaksikan prestasi Vinsens, Jean Francois de Gondi, Uskup Agung Paris dan saudara kandung Philippe Gondi, meminta Vinsens mendirikan sebuah tarekat misioner untuk mewartakan Injil dan melayani sakramen-sakramen di seluruh wilayah keuskupannya. Tarekat misioner ini kemudian dikenal luas dengan nama 'Kongregasi Imam untuk Karya Misi' atau Kongregasi Misi. Imam-imam dalam kongregasi ini lazim juga disebut 'Imam-imam Lazaris'. Pada mulanya mereka bermarkas di Kolese des Bos-Enfants, yang dipercayakan kepada Vinsens oleh Uskup Agung Jean Francois de Gondi.
Masalah besar yang dihadapi Vinsens ialah kurangnya persiapan imam-imam diosesan Prancis untuk tugas-tugas pastoral. Untuk mengatasinya, Vinsens mulai melancarkan program pembinaan rohani khusus untuk para calon imam yang akan ditahbiskan. Untuk itu, ia memindahkan pusat karyanya ke biara Santo Lazarus di Paris atas dukungan kepala biara itu. Di biara itu, Vinsens memprakarsai pertemuan mingguan untuk imam-imam diosesan, dan kegiatan pemeliharaan anak-anak yatim-piatu dan para fakir miskin. Melalui pertemuan mingguan itu, ia berhasil mendidik sejumlah orang saleh dari Prancis, seperti Jacques Benigne Bossuet dan Jean Jacques Olier, pendiri Serikat Santo Sulpice.
Bagi para miskin dan orang sakit, ia mendirikan banyak Yayasan Persaudaraan Cintakasih, yang telah dimulainya di paroki Chatillon-LesDombes. Louise de Marillac, janda Antoine Le Gras yang kemudian digelari kudus, ditugaskan untuk mengurus yayasan-yayasan itu. Orangorang kaya dimintanya menyumbangkan sejumlah kekayaannya bagi orang-orang miskin. Beberapa wanita di bawah pimpinan Louise de Marillac dibimbingnya untuk menangani karya itu. Kelompok kecil ini terus bertambah jumlahnya dan akhirnya menjadi satu kongregasi tersendiri, Kongregasi Suster Puteri-puteri Cintakasih. Kelompok suster ini merupakan kelompok religius terbesar dalam Gereja dewasa ini. Semangat dua kongregasi religius yang didirikannya diilhami oleh pandangannya tentang cinta kepada Tuhan yang bersifat praktis: "Cintailah Tuhan dengan kedua tanganmu sampai kecapaian dan dengan butir-butir peluh yang mengucur dari wajahmu!" Vinsensius a Paulo meninggal dunia di Paris pada tanggal 27 September 1660. Oleh Paus Klemens XII, ia digelari 'kudus' pada tahun 1737, dan oleh Paus Leo XIII diangkat sebagai pelindung semua karya dan perkumpulan cintakasih.
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari