Doa Katolik
Hari Raya

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga

Minggu, 16 Agustus 2026· Putih · Pekan Psalterium IV
16 Agustus 2026

Bacaan Misa

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga

Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.

Bacaan Pertama
Kitab Wahyu 11:19a; 12:1-6a.10ab

“Seorang perempuan berselubungkan matahari dengan bulan di bawah kakinya.”

Aku, Yohanes, melihat Bait Suci Allah yang di surga, dan kelihatanlah tabut perjanjian-Nya di dalam Bait Suci itu. Lalu tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya, dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya. Ia sedang mengandung. Dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan, ia berteriak kesakitan. Maka tampaklah suatu tanda lain di langit: Seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota. Ekornya menyapu sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkannya. Dan perempuan itu melahirkan seorang Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi. Tetapi tiba-tiba Anak itu direnggut dan dibawa lari kepada Allah dan ke hadapan tahta-Nya. Lalu perempuan itu lari ke padang gurun, di mana Allah telah menyediakan suatu tempat baginya. Kemudian aku mendengar suara yang nyaring di surga, “Sekarang telah tiba keselamatan, kuasa dan pemerintahan Allah kita! Sekarang telah tiba kekuasaan Dia yang diurapi Allah! Sebab para pendakwa yang siang malam mendakwa saudara-saudara kita di hadapan Allah, telah dilemparkan ke bawah!”

Mazmur Tanggapan (PS 861)

Refren: Di sebelah kananmu berdiri permaisuri, berpakaian emas dari Ofir.

(Mzm. 45:10-12.16; Ul.:10d)

Dengarlah, hai puteri, lihatlah dan sendengkanlah telingamu, Lupakanlah bangsamu dan seisi rumah ayahmu! Biarlah raja menjadi bergairah karena keelokanmu, sebab dialah tuanmu! Sujudlah kepadanya.

Di antara mereka yang disayangi terdapat puteri-puteri raja, di sebelah kananmu berdiri permaisuri berpakaian emas dari ofir.

Dengan sukacita dan sorak-sorai mereka dibawa, mereka masuk ke dalam istana raja.

Bacaan Kedua
Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Korintus 15:20-26

“Kristus sebagai buah sulung, sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya.”

Saudara-saudara, Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia. Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya. Kemudian tibalah kesudahan, yaitu bilamana Kristus menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan. Karena Kristus harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya. Musuh terakhir, yang Ia binasakan ialah maut.

Bait Pengantar Injil (PS 953)
do=f, 2/2

Alleluya, alleluya.

Maria diangkat ke surga, para malaikat bergembira.

Alleluya, alleluya.

Bacaan Injil

“Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan meninggikan orang-orang yang rendah.”

Beberapa waktu sesudah kedatangan malaikat Gabriel, bergegaslah Maria ke pegunungan menuju sebuah kota di wilayah Yehuda. Ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. Ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya, dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring; “Diberkatilah engkau di antara semua wanita, dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. Sungguh, berbahagialah dia yang telah percaya, sebab Firman Tuhan yang dikatakan kepadanya akan terlaksana.” Lalu kata Maria, “Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memerhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku, dan nama-Nya adalah Kudus. Rahmat-Nya turun temurun atas orang yang takut akan Dia. Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya, dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya, dan meninggikan orang-orang yang rendah; Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa; Ia menolong Israel hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya.” Kira-kira tiga bulan lamanya, Maria tinggal bersama dengan Elisabet, lalu pulang ke rumahnya.

Rumah Tanpa Pagar

Renungan · 2 menit baca

Di kampung-kampung lama, banyak rumah tidak berpagar. Halaman satu keluarga menyambung ke halaman tetangga. Anak-anak lewat, penjual keliling mampir, orang asing bisa menumpang berteduh. Rumah zaman sekarang lain: pagarnya makin tinggi, gerbangnya berlapis. Aman, memang. Tapi diam-diam kita kehilangan sesuatu.

Bacaan-bacaan hari ini bicara tentang rumah Allah dan pagarnya. Yesaya menyampaikan firman yang pada zamannya terdengar radikal: orang-orang asing yang menggabungkan diri kepada Tuhan akan dibawa ke gunung-Nya yang kudus, sebab rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa. Segala bangsa. Bukan hanya satu umat, satu suku, satu golongan.

Injil memperlihatkan betapa sulitnya gagasan itu diterima, bahkan oleh murid-murid. Seorang perempuan Kanaan, orang luar tulen, berteriak memohon kesembuhan anaknya. Murid-murid minta ia diusir. Jawaban Yesus mula-mula pun terdengar seperti pagar: Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. Tetapi perempuan itu tidak pergi. Ia menyembah dan berkata: anjing pun makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya. Iman itu menembus pagar. 'Hai ibu, besar imanmu.' Anaknya sembuh seketika. Remah dari meja Allah ternyata lebih dari cukup bagi orang yang percaya.

Paulus dalam bacaan kedua merumuskan misterinya: Allah mengurung semua orang dalam ketidaktaatan, supaya Ia dapat menunjukkan kemurahan-Nya atas mereka semua. Atas mereka semua. Tidak ada bangsa yang terlalu asing, tidak ada masa lalu yang terlalu kotor bagi kemurahan-Nya.

Hari ini Gereja di Indonesia merayakan Santa Perawan Maria diangkat ke surga. Apa hubungannya dengan semua ini? Maria adalah manusia pertama yang tiba utuh di rumah doa segala bangsa itu, jiwa dan raganya. Ia bukti bahwa undangan Allah bukan basa-basi. Pintu itu sungguh terbuka, dan sudah ada dari antara kita yang masuk.

Maka pertanyaannya berbalik kepada kita, yang sudah duduk nyaman di dalam rumah: seberapa tinggi pagar yang kita bangun? Kepada siapa kita memasang tulisan tak kasatmata: bukan untuk orang seperti kamu? Orang yang berbeda suku, berbeda pandangan, berbeda masa lalu? Padahal kita sendiri dulu orang asing yang dipungut kemurahan-Nya. Kita masuk bukan lewat pintu jasa, melainkan lewat pintu belas kasih.

Rumah doa bagi segala bangsa mestinya dimulai dari hati yang tidak berpagar bagi sesama.

Tuhan, Engkau membuka pintu-Mu bagi segala bangsa dan mengangkat Maria sebagai buah sulungnya. Robohkanlah pagar-pagar dalam hatiku. Amin.

Invitatorium

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga

Pembukaan

AntifonMarilah kita menyembah Kristus, putera Maria.

Atau:
Marilah kita bergembira dalam Tuhan pada pesta santa perawan Maria.

Mazmur 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karyaKu yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonMarilah kita menyembah Kristus, putera Maria.

Atau:
Marilah kita bergembira dalam Tuhan pada pesta santa perawan Maria.

Ibadat Bacaan

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, datanglah menolongku.
℟.Tuhan, bersegeralah menolongku.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Salam Maria, penuh rahmat,
Tuhan sertamu,
terpujilah Engkau di antara wanita,
dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus.
Santa Maria, Bunda Allah,
doakanlah kami yang berdosa ini,
sekarang dan waktu kami mati.

Pendarasan Mazmur

Antifon 1Bangkitlah, ya Perawan Ratu, Engkau layak dipuji selama-lamanya; ambillah tempat-Mu di kediaman mulia Raja abadi.

Mazmur 23 (24)

Tuhan masuk ke dalam bait-Nya

Kristus membukakan surga bagi kita dalam kemanusiaan yang Ia kenakan (St. Ireneus).
Milik Tuhanlah bumi serta isinya,

dunia dan semua penduduknya.

Sebab Dialah yang mendasarkannya di atas lautan,

dan menegakkannya di atas sungai-sungai.
Siapakah yang boleh naik ke gunung Tuhan?

Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?

Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya,

yang tidak menyerahkan diri kepada kesia-siaan,

dan tidak bersumpah palsu.
Dialah yang akan menerima berkat dari Tuhan

dan keadilan dari Allah yang menyelamatkannya.

Itulah angkatan orang-orang yang mencari Dia,

yang mencari wajah Allah Yakub.
Angkatlah kepalamu, hai gerbang-gerbang,

dan terangkatlah, hai pintu-pintu abadi,

supaya masuk Raja kemuliaan!
Siapakah Raja kemuliaan itu?

Tuhan, yang perkasa dan gagah perkasa,

Tuhan, yang gagah perkasa dalam peperangan.
Angkatlah kepalamu, hai gerbang-gerbang,

dan terangkatlah, hai pintu-pintu abadi,

supaya masuk Raja kemuliaan!
Siapakah Dia, Raja kemuliaan itu?

Dia, Tuhan semesta alam,

Dialah Raja kemuliaan.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonBangkitlah, ya Perawan Ratu, Engkau layak dipuji selama-lamanya; ambillah tempat-Mu di kediaman mulia Raja abadi.

Antifon 2Tuhan telah memilihnya, kekasih-Nya sejak semula. Ia telah membawanya untuk tinggal bersama-Nya.

Mazmur 45 (46)

Allah, perlindungan dan kekuatan kita

Ia akan disebut Imanuel, yang berarti: Allah beserta kita (Matius 1:23).

Allah adalah bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan,

penolong yang selalu siap sedia dalam kesesakan,

maka kita tidak akan takut, sekalipun bumi bergoncang,

sekalipun gunung-gunung jatuh ke dalam dasar laut;

biarpun airnya bergelora dan berbusa,

biarpun gunung-gunung berguncang karena geloranya.
Tuhan semesta alam menyertai kita:

Allah Yakub adalah benteng kita.
Sungai-sungai yang alirannya menyukakan kota Allah,

tempat kudus kediaman Yang Mahatinggi.

Allah ada di dalamnya, kota itu tidak akan goyah;

Allah akan menolongnya pada waktu fajar menyingsing.

Bangsa-bangsa bergolak, kerajaan-kerajaan berguncang:

Ia mengangkat suara-Nya, bumi pun lenyap.
Tuhan semesta alam menyertai kita:

Allah Yakub adalah benteng kita.
Mari, lihatlah perbuatan-perbuatan Tuhan,

perbuatan-perbuatan dahsyat yang telah Ia lakukan di bumi.

Ia menghentikan peperangan sampai ke ujung bumi;

busur dipatahkan-Nya, tombak dipotong-Nya.

Ia membakar perisai-perisai dengan api.

“Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah,

Mahatinggi di antara bangsa-bangsa, Mahatinggi di bumi!”
Tuhan semesta alam menyertai kita:

Allah Yakub adalah benteng kita.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonTuhan telah memilihnya, kekasih-Nya sejak semula. Ia telah membawanya untuk tinggal bersama-Nya.

Antifon 3Hal-hal mulia dikatakan tentang Dikau, ya Perawan Maria.

Mazmur 86 (87)

Yerusalem adalah ibu kita semua

Yerusalem surgawi adalah wanita merdeka; dialah ibu kita (Galatia 4:26).

Di gunung yang kuduslah kota-Nya,

yang dikasihi Tuhan.

Tuhan lebih menyukai pintu-pintu gerbang Sion

daripada segala kediaman Yakub.

Tentang Dikau dikatakan hal-hal mulia,

ya kota Allah!
“Babel dan Mesir akan Kuhitung

di antara mereka yang mengenal Aku;

Filistia, Tirus, Etiopia,

mereka ini akan menjadi anak-anaknya

dan Sion akan disebut “Ibu”

sebab semua akan menjadi anak-anaknya.”
Dialah, Tuhan Yang Mahatinggi,

yang memberikan tempat bagi setiap orang.

Dalam daftar bangsa-bangsa Ia menulis:

“Mereka ini adalah anak-anaknya,”

dan sambil menari mereka akan bernyanyi:

“Dalam Dikau semua menemukan rumahnya.”
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonHal-hal mulia dikatakan tentang Dikau, ya Perawan Maria.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) – saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita gema penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Berbahagialah Engkau, Maria, karena Engkau percaya.

℟ Sabda Tuhan kepadamu telah digenapi.
Bacaan Pertama

Dari surat Rasul Paulus kepada jemaat di Efesus

1:16-2:10

Dalam Kristus Yesus Allah telah memberikan kita tempat di surga
Aku tidak pernah berhenti mengucap syukur kepada Allah karena kamu dan menyebut kamu dalam doaku. Semoga Allah Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang mulia, menganugerahkan kepadamu roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan jelas. Semoga Ia menerangi mata hatimu, agar kamu mengetahui betapa besarnya pengharapan yang kepada-Nya Ia telah memanggil kamu, betapa kayanya kemuliaan warisan-Nya bagi para kudus, dan betapa hebatnya kuasa-Nya bagi kita yang percaya. Itu seperti kekuatan yang Ia tunjukkan dalam membangkitkan Kristus dari antara orang mati dan mendudukkan-Nya di sebelah kanan-Nya di surga, jauh di atas setiap pemerintah, penguasa, kekuatan, dan kekuasaan, dan setiap nama yang dapat disebut, bukan hanya dalam zaman ini, tetapi juga dalam zaman yang akan datang.
Segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan telah menjadikan Dia, yang ditinggikan demikian, kepala Gereja, yang adalah tubuh-Nya: kepenuhan Dia yang memenuhi semua dalam segala hal.
Kamu dahulu mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu, ketika kamu mengikuti jalan dunia ini dan penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka. Dahulu kita semua termasuk di antara mereka; kita hidup menurut hawa nafsu daging, mengikuti setiap keinginan dan pikiran, dan oleh karena itu secara kodrat kita pantas menerima murka Allah seperti yang lain.
Tetapi Allah, yang kaya akan belas kasihan, karena kasih-Nya yang besar kepada kita, telah menghidupkan kita bersama Kristus, ketika kita masih mati dalam dosa. Oleh rahmat ini kamu diselamatkan. Bersama dan dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita dan memberikan kita tempat di surga, agar pada zaman yang akan datang Ia dapat menunjukkan kekayaan besar rahmat-Nya, yang dinyatakan oleh kebaikan-Nya kepada kita dalam Kristus Yesus.
Aku ulangi, oleh rahmat-Nya kamu diselamatkan melalui iman. Ini bukan perbuatanmu sendiri, ini adalah karunia Allah; juga bukan upah atas apa pun yang telah kamu capai, jadi jangan ada yang membanggakan diri. Kita adalah buatan tangan-Nya, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan perbuatan baik yang telah dipersiapkan Allah sebelumnya bagi kita.

Responsorium

Betapa indahnya dan cantiknya Engkau, ya Perawan Maria. Engkau telah meninggalkan dunia ini untuk bersatu dengan Kristus.

℟ Dihiasi dengan kuasa surgawi Engkau bersinar seperti matahari di antara para kudus.
Para malaikat bersukacita, dan para malaikat agung menyanyikan pujian-Mu, ya Perawan Maria.

℟ Dihiasi dengan kuasa surgawi Engkau bersinar seperti matahari di antara para kudus.
Bacaan Kedua

Dari konstitusi apostolik Munificentissimus Deus oleh Paus Pius XII

Tubuh-Mu kudus dan unggul dalam kemuliaan
Dalam homili dan khotbah mereka pada pesta ini, para Bapa Suci dan para doktor besar berbicara tentang pengangkatan Bunda Allah sebagai sesuatu yang sudah dikenal dan diterima oleh umat beriman. Mereka memberikan kejelasan yang lebih besar dalam khotbah mereka dan menggunakan argumen yang lebih mendalam dalam menguraikan sifat dan maknanya. Di atas segalanya, mereka lebih jelas menyoroti fakta bahwa apa yang diperingati dalam pesta ini bukan hanya ketiadaan total kerusakan dari tubuh Bunda Maria yang telah meninggal, tetapi juga kemenangan-Nya atas kematian dan pemuliaan-Nya di surga, mengikuti pola yang ditetapkan oleh Putra tunggal-Nya, Yesus Kristus.
Demikianlah Santo Yohanes Damaskus, yang terkemuka sebagai pengkhotbah besar kebenaran tradisi ini, berbicara dengan kefasihan yang kuat ketika ia menghubungkan pengangkatan tubuh Bunda Allah yang penuh kasih dengan karunia-karunia dan hak-hak istimewa-Nya yang lain: “Perlu bahwa Dia yang telah menjaga keperawanan-Nya tetap utuh dalam melahirkan anak juga memiliki tubuh-Nya yang bebas dari segala kerusakan setelah kematian. Perlu bahwa Dia yang telah menggendong Sang Pencipta sebagai seorang anak di dada-Nya harus tinggal di kemah-kemah Allah. Perlu bahwa mempelai yang diperistri oleh Bapa harus membuat rumah-Nya di kamar-kamar pengantin surga. Perlu bahwa Dia, yang telah memandang Putra-Nya yang disalibkan dan ditusuk hatinya oleh pedang kesedihan yang telah Dia hindari dalam melahirkan-Nya, harus memandang-Nya duduk bersama Bapa. Perlu bahwa Bunda Allah harus berbagi kepemilikan Putra-Nya, dan dihormati oleh setiap makhluk sebagai Bunda dan hamba Allah.”
Santo Germanus dari Konstantinopel menganggap bahwa sesuai tidak hanya dengan keibuan ilahi-Nya tetapi juga dengan kekudusan unik tubuh keperawanan-Nya bahwa tubuh itu tidak rusak dan diangkat ke surga: “Dalam kata-kata Kitab Suci, Engkau tampak dalam keindahan. Tubuh keperawanan-Mu sepenuhnya kudus, sepenuhnya murni, sepenuhnya rumah Allah, sehingga karena alasan ini juga tubuh itu selanjutnya asing bagi pembusukan: tubuh yang diubah, karena tubuh manusia, menjadi kehidupan keabadian yang unggul, tetapi tetap tubuh yang hidup, unggul dalam kemuliaan, tubuh yang tidak tercemar dan berbagi dalam kesempurnaan hidup.”
Penulis awal lainnya menyatakan: “Oleh karena itu, sebagai Bunda Kristus yang paling mulia, Allah dan Juruselamat kita, pemberi kehidupan dan keabadian, Ia dihidupkan oleh-Nya untuk berbagi keabadian tubuh yang kekal bersama Dia yang membangkitkan-Nya dari kubur dan mengangkat-Nya kepada diri-Nya sendiri dengan cara yang hanya dapat Ia ceritakan.”
Semua penalaran dan pertimbangan para Bapa Suci ini bersandar pada Kitab Suci sebagai dasar utama mereka. Kitab Suci menggambarkan Bunda Allah yang penuh kasih, hampir di depan mata kita, sebagai yang paling intim bersatu dengan Putra ilahi-Nya dan selalu berbagi dalam takdir-Nya.
Di atas segalanya, perlu dicatat bahwa sejak abad kedua para Bapa Suci menyajikan Perawan Maria sebagai Hawa yang baru, paling erat terkait dengan Adam yang baru, meskipun tunduk kepada-Nya dalam perjuangan melawan musuh dari dunia bawah. Perjuangan ini, seperti yang tersirat dalam janji pertama seorang penebus, akan berakhir dengan kemenangan sempurna atas dosa dan kematian, selalu terkait bersama dalam tulisan-tulisan Rasul bangsa-bangsa lain. Oleh karena itu, sama seperti kebangkitan Kristus yang mulia adalah bagian penting dari kemenangan ini dan piala terakhirnya, demikian pula perjuangan yang dibagikan oleh Perawan Terberkati dan Putra-Nya akan berakhir dengan pemuliaan tubuh keperawanan-Nya. Seperti yang dikatakan Rasul yang sama: Apabila tubuh yang dapat binasa ini telah mengenakan keabadian, maka akan digenapi firman Kitab Suci: Maut telah ditelan dalam kemenangan.
Maka, Bunda Allah yang agung, secara misterius bersatu sejak kekekalan dengan Yesus Kristus dalam satu dan keputusan predestinasi yang sama, tak bernoda dalam konsepsi-Nya, seorang perawan yang tak tercemar dalam keibuan ilahi-Nya, pendamping sepenuh hati dari Penebus ilahi yang memenangkan kemenangan penuh atas dosa dan konsekuensinya, akhirnya memperoleh mahkota tertinggi dari hak-hak istimewa-Nya—untuk dilindungi dari kerusakan kubur, dan, seperti Putra-Nya, ketika kematian telah dikalahkan, untuk diangkat tubuh dan jiwa ke kemuliaan surga yang luhur, di sana untuk duduk dalam kemuliaan di sebelah kanan Putra-Nya, Raja abadi segala abad.

Responsorium

Inilah hari yang mulia, di mana Bunda Perawan Allah diangkat ke surga; marilah kita menyanyikan kata-kata ini sebagai pujian-Nya:

℟ Terpujilah Engkau di antara wanita, dan terpujilah buah tubuhmu.
Berbahagialah Engkau, Perawan Maria yang kudus, dan paling layak dipuji, dari rahim-Mu Kristus Matahari Kebenaran telah terbit.

℟ Terpujilah Engkau di antara wanita, dan terpujilah buah tubuhmu.

Te Deum

Engkau Allah: kami memuji-Mu;

Engkau Tuhan: kami mengagungkan-Mu;

Engkau Bapa yang kekal:

Seluruh ciptaan menyembah-Mu.
Kepada-Mu semua malaikat, semua kekuatan surga,

Kerubim dan Serafim, bernyanyi dalam pujian tak berkesudahan:

Kudus, kudus, kudus, Tuhan, Allah semesta alam,

langit dan bumi penuh kemuliaan-Mu.
Para rasul yang mulia memuji-Mu.

Persekutuan para nabi yang luhur memuji-Mu.

Pasukan para martir berjubah putih memuji-Mu.
Di seluruh dunia Gereja kudus mengagungkan-Mu:

Bapa, yang keagungan-Nya tak terbatas,

Putra-Mu yang sejati dan tunggal, layak disembah,

dan Roh Kudus, pembela dan pembimbing.
Engkau, Kristus, adalah Raja kemuliaan,

Putra Bapa yang kekal.
Ketika Engkau menjadi manusia untuk membebaskan kami

Engkau tidak menolak rahim Perawan.
Engkau mengalahkan sengat maut,

dan membuka kerajaan surga bagi semua orang yang percaya.
Engkau duduk di sebelah kanan Allah dalam kemuliaan.

Kami percaya bahwa Engkau akan datang, dan menjadi hakim kami.
Datanglah, ya Tuhan, dan tolonglah umat-Mu,

yang telah Engkau tebus dengan harga darah-Mu sendiri,

dan bawalah kami bersama para kudus-Mu

ke kemuliaan abadi.
Selamatkanlah umat-Mu, ya Tuhan, dan berkatilah warisan-Mu.

℟ Pimpin dan teguhkanlah mereka sekarang dan selalu.
Setiap hari kami memuji-Mu.

℟ Kami memuji nama-Mu selama-lamanya.
Jagalah kami hari ini, ya Tuhan, dari segala dosa.

℟ Kasihanilah kami, ya Tuhan, kasihanilah.
Tuhan, tunjukkanlah kasih dan belas kasihan-Mu kepada kami,

℟ karena kami telah menaruh kepercayaan kami kepada-Mu.
Dalam Dikau, ya Tuhan, adalah harapan kami:

℟ Dan kami tidak akan pernah berharap dengan sia-sia.

Doa Penutup

Ya Allah, yang,

memandang kerendahan hati Santa Perawan Maria,

mengangkat-Nya ke rahmat ini,

bahwa Putra Tunggal-Mu lahir dari-Nya menurut daging

dan bahwa Ia dimahkotai hari ini dengan kemuliaan yang melampaui,

berikanlah melalui doa-doa-Nya,

agar, diselamatkan oleh misteri penebusan-Mu,

kami layak diangkat oleh-Mu ke tempat yang tinggi.

Melalui Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama-Mu dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

℟ Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)

Marilah kita memuji Tuhan.

℟ Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

O ratu kami yang mulya
Luhur tiada taranya
Engkau merangkul memangku
Tuhan Allah penciptamu.

Pintu yang ditutup Hawa
Dibuka putera bunda
Engkaupun turut berjasa
Membukakan gerbang surga.

Kami anggap tugas luhur
Untuk mengucapkan syukur
Dengan menyanyikan madah
Atas anugerah Allah.

Dimuliakanlah Bapa
Bersama Putra dan RohNya
Yang melimpahkan kurnia
Kepada bunda Maria. Amin.

Pendarasan Mazmur dari hari Minggu I, hlm 390

Antifon 1Berbahagialah engkau, santa Maria, sebab dari padamulah datang penyelamat dunia. Maka engkau bergembira dan mulia di hadirat Tuhan. Doakanlah kami pada Puteramu, (M.P. Alleluya)

Mazmur 62

Ya Allah, Engkaulah Allahku,*
aku mencari Engkau.

Hatiku haus dan rindu akan Dikau,*
seperti tanah kering dan tandus merindukan air.

Demikian aku ingin memandang Engkau di tempat kediamanMu,*
untuk merasakan kekuatan dan kemuliaanMu.

Sebab kasih setiaMu lebih baik dari pada hidup,*
bibirku memegahkan Dikau

Aku akan memuji Engkau seumur hidupku,*
menadahkan tangan kepadaMu.

Hatiku Kaukenyangkan dengan santapan lezat,*
mulutku memuji Engkau sambil bersyukur.

Di tempat tidurku aku memuji Engkau,*
aku merenungkan Dikau sepanjang malam.

Sebab Engkau yang menolong aku,*
di bawah naungan sayapMu aku bersorak.

Jiwaku melekat padaMu,*
tangan kananMu menopang aku.

Antifon 1Berbahagialah engkau, santa Maria, sebab dari padamulah datang penyelamat dunia. Maka engkau bergembira dan mulia di hadirat Tuhan. Doakanlah kami pada Puteramu, (M.P. Alleluya)

Antifon 2Santa Maria, engkaulah kebanggaan Yerusalem, sukacita Israel dan kehormatan umat Allah, (M.P. Alleluya)

Dan 3,57-88.56

Pujilah Tuhan, segala karya Tuhan,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, semua malaikat Tuhan,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan seluruh isi surga,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, segala air di atas langit,*
angkasa raya Tuhan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, matahari dan bulan,*
segala bintang di langit, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, hujan dan embun,*
angin dan taufan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, api dan panas-terik,*
hawa sejuk dan dingin, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, kabut dan gerimis,*
halilintar dan awan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, siang dan malam,*
terang dan gelap, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, seluruh bumi,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, gunung dan bukit,*
segala yang tumbuh di bumi, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, segala mata air,*
lautan dan sungai, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, segala yang hidup di dalam air,*
unggas di udara, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, binatang buas dan jinak,*
semua manusia, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, umat Israel,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, para Imam,*
semua pelayanNya, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, orang yang takwa,*
semua yang suci dan rendah hati, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, Ananya, Azarya dan Misael,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Marilah kita memuji Bapa, Putera dan Roh kudus,*
memuji dan meluhurkan Dia selama-lamanya.

Kidung ini tidak ditutup dengan 'Kemuliaan'.

Antifon 2Santa Maria, engkaulah kebanggaan Yerusalem, sukacita Israel dan kehormatan umat Allah, (M.P. Alleluya)

Antifon 3Perawan Maria, bersukacitalah, sebab engkau diperkenankan melahirkan Kristus penyelamat kita, (M.P. Alleluya)

Mazmur 149

Nyanyikanlah bagi Tuhan lagu baru,*
pujilah Dia dalam himpunan umatNya.

Hendaknya Israel bergembira atas Penciptanya,*
dan warga Sion bersuka-cita atas Rajanya.

Hendaknya mereka memuji namaNya dengan tari-tarian,*
bermazmur bagiNya dengan rebana dan kecapi.

Sebab Tuhan berkenan kepada umatNya,*
memahkotai yang hina-dina dengan keselamatan.

Hendaknya orang takwa bersukaria atas kejayaannya,*
bersorak-sorai dengan gembira.

Hendaknya mereka memuji Tuhan dengan suara lantang,*
sambil memegang pedang yang tajam.

Begitu hendaklah mereka membalas kejahatan para bangsa,*
dan menjatuhkan hukuman kepada mereka;

Membelenggu para rajanya,*
dan mengikat pemukanya dengan rantai besi.

Dengan demikian terlaksana keputusan Allah,*
tugas terhormat bagi umatNya.

Antifon 3Perawan Maria, bersukacitalah, sebab engkau diperkenankan melahirkan Kristus penyelamat kita, (M.P. Alleluya)

Bacaan Singkat (lh. Yes 61,10)

Aku bersuka ria dalam Tuhan, dan jiwaku bersorak-sorai dalam Allah. Aku dikenakan dandanan keselamatan dan diselubungi dengan pakaian kejujuran, bagaikan mempelai berhiaskan ratna mutu manikam.

Lagu Singkat

℣.Tuhan memilih Maria,* Dan mencintai dia.℟.Tuhan.℣.Tuhan menerima Maria ke dalam kemuliaan.℟.Dan mencintai dia.℣.Kemuliaan.℟.Tuhan.

Antifon KidungElok dan jelitalah puteri Yerusalem, yang naik bagaikan fajar merekah.

Kidung Zakaria Luk 1,68-79

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Antifon KidungElok dan jelitalah puteri Yerusalem, yang naik bagaikan fajar merekah.

Doa Permohonan

Penyelamat kita telah sudi lahir dari perawan Maria. Marilah kita menyembah Kristus dan berkata:

℟. Semoga bundaMu mendoakan kami, ya Tuhan.

Kristus, matahari sejati, perawan Maria telah mendahului Engkau seperti fajar mendahului siang,* semoga kami hidup dalam cahaya kedatanganMu. ℟.

Sabda kekal, Engkau telah memilih Maria menjadi bundaMu yang tak bernoda,* bebaskanlah kami dari noda dosa. ℟.

Penyelamat kami, pada saat penderitaan dan wafatMu, bundaMu berdiri di kaki salib,* semoga berkat doanya, kami mengambil bagian dalam penderitaanMu dengan gembira hati. ℟.

Yesus yang mahamurah, ketika terpaku pada salib, Engkau menyerahkan Maria kepada Yohanes sebagai bundanya,* semoga kami hidup selaku putera Maria yang sejati. ℟.

Atau:
Penyelamat kita telah sudi lahir dari perawan Maria. Marilah kita menyembah Kristus dan berkata:

℟. Semoga bundaMu mendoakan kami, ya Tuhan.

Penyelamat dunia, berkat kekuatan penebusanMu, Engkau telah melindungi bundaMu terhadap noda dosa,* lindungilah kamipun terhadap dosa. ℟.

Penebus kami, Engkau menjadikan santa Maria tempat kediaman Roh kudus,* penuhilah kami juga dengan RohMu. ℟.

Sabda kekal, Engkau telah mengajar bundaMu memilih bagian yang terbaik,* semoga kami meneladan dia dan tekun mendengarkan sabdaMu. ℟.

Raja para raja, Engkau telah mengangkat bundaMu ke surga dengan jiwa raganya,* semoga hati kami tetap terarah kepadaMu. ℟.

Penguasa surga dan dunia, Engkau mentakhtakan Maria menjadi ratu yang mulia,* semoga kamipun Kauizinkan masuk ke dalam kemuliaan abadi. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Allah yang mahakuasa dan kekal, yang, diajar oleh Roh Kudus, kami berani memanggil Bapa kami, sempurnakanlah, kami mohon, dalam hati kami roh adopsi sebagai putra dan putri-Mu, agar kami layak memasuki warisan yang telah Engkau janjikan. Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala abad. — Amin.

Ibadat Sebelum Tengah Hari

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga

Pekan IV Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Roh Kudus, datanglah kini,
satu dengan Bapa dan Putra;
sudilah Engkau bersegera,
mencurah penuh ke hati kami.

Mulut, lidah, budi, dan rasa,
serta tenaga wartakan iman;
berkobarlah kasih bagai api,
nyalanya menjangkau sesama.

Kenalkanlah kami pada Bapa,
dan pada Putra melalui-Mu;
Engkau Roh dari keduanya,
kami imani sepanjang masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Mazmur 119 (120)

Dalam kesesakanku aku berseru kepada Tuhan,*
dan Ia mendengarkan daku.

Ya Tuhan, lepaskanlah aku dari bibir pendusta,*
dan dari lidah penipu.

Tuhan pasti membalas kamu,*
Ia pasti mengganjar kamu, hai para penipu!

Dengan panah tajam dari busur tentara,*
dengan bara yang berpijar-pijar.

Celakalah aku entah aku tinggal jauh di daerah Mesekh,*
entah jauh di perkemahan Kedar!

Aku masih tinggal terlalu dekat juga,*
pada orang yang membenci perdamaian.

Kalau aku, perdamaianlah yang kubicarakan,*
sedangkan mereka hanya peperangan.

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Mazmur 120 (121)

Aku melayangkan pandangan ke Gunung,*
dari manakah dapat kuharapkan pertolongan?

Pertolonganku dari Tuhan,*
yang menjadikan langit dan bumi.

Ia takkan membiarkan kakimu tersandung,*
yang menjagamu takkan mengantuk.

Sungguh, takkan mengantuk dan tertidur,*
yang menjaga Israel.

Tuhan menjaga dan menaungi kamu,*
Yang mahatinggi adalah kekuatanmu.

Matahari takkan menyakiti kamu di waktu siang,*
maupun bulan di waktu malam.

Tuhan menjaga kamu terhadap segala kemalangan,*
Ia menjaga nyawamu.

Tuhan menjaga segala tingkah lakumu,*
sekarang dan selama-lamanya.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Mazmur 121 (122)

Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku,*
"Mari kita pergi ke rumah Tuhan".

Sekarang kami telah berdiri,*
di gerbangmu, hai Yerusalem!

Hai Yerusalem, engkau dibangun,*
sebagai kota yang rapat tersusun.

Suku bangsa berziarah kepadamu,*
suku bangsa Tuhan.

Untuk bersyukur kepada Tuhan,*
sesuai dengan peraturan Israel.

Di sanalah terdapat kursi pengadilan,*
kursi keluarga raja Daud.

Mohonkanlah damai sejahtera bagi Yerusalem,*
"Damai sejahtera bagi orang yang mencintai engkau!"

Semoga damai sejahtera turun atas wilayahmu,*
dan kemakmuran atas istanamu.

Atas nama semua saudara dan sahabatku,*
aku mengucapkan selamat kepadamu.

Demi bait Tuhan, Allah kita,*
aku memohonkan kebahagiaan bagimu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Bacaan singkat (1 Cor 6, 19-20)

Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, --dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

Ayat Singkat

℣.Jiwaku merindu, bahkan hancur, akan pelataran Tuhan.℟.Hatiku dan dagingku bersorak-sorai kepada Allah yang hidup.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, pada jam ketiga Engkau dihantar ke hukuman salib demi keselamatan dunia; dengan rendah hati kami mohon kepada-Mu, agar atas kejahatan masa lampau kami senantiasa memperoleh ampun pada-Mu, dan terhadap masa depan kami tetap Kaulindungi. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Tengah Hari

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan IV Mazmur

Madah

Ya Roh kudus sumber cinta
Serta Bapa dan Putera
Datanglah di tengah kami
Membawa hidup Ilahi

Gerakkanlah hati kami
Agar giat penuh bakti
Menyanyikan lagu puji
Mengamalkan cinta suci

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putera dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Antifon 1Barang siapa makan dari roti ini, akan hidup untuk selama-lamanya, alleluya.

Mazmur 22 (23)

Tuhanlah gembalaku, aku takkan berkekurangan,*
Ia membaringkan daku di padang rumput yang hijau.

Ia membimbing aku ke air yang tenang,*
dan menyegarkan daku.

Ia menuntun aku di jalan yang lurus,*
demi namaNya yang kudus.

Sekalipun berjalan dalam lembah yang kelam,*
aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku.

Tongkat kegembalaanMu,*
itulah yang menghibur aku.

Engkau menyediakan hidangan bagiku,*
di hadapan segala lawanku.

Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak,*
pialaku penuh melimpah.

Kerelaan dan kemurahanMu mengiringi aku,*
seumur hidup.

aku akan diam di dalam rumah Tuhan,*
sepanjang masa.

Antifon 1Barang siapa makan dari roti ini, akan hidup untuk selama-lamanya, alleluya.

Antifon 2Tuhan akan datang untuk dimuliakan dan dikagumi oleh umatNya yang kudus, alleluya.

Mazmur 75 (76)

Allah terkenal di Yehuda,*
di Israel namaNya termasyhur.

KemahNya berada di Salem,*
dan di Sion kediamanNya.

DihancurkanNya panah yang berkilat,*
perisai dan pedang dan perlengkapan perang.

Cemerlang Engkau dan mulia,*
lebih megah dari gunung abadi.

Orang gagah berani Kaujarahi,+
mereka terlelap dalam tidurnya,*
orang yang perkasa lenyap kekuatannya.

Ya Allah Yakub,*
hardikMu melumpuhkan kereta maupun kuda.

Antifon 2Tuhan akan datang untuk dimuliakan dan dikagumi oleh umatNya yang kudus, alleluya.

Antifon 3Bernadarlah dan bawalah persembahan untuk Tuhan AllahMu, alleluya.

Dahsyat Engkau, siapakah dapat bertahan di hadapanMu,*
terhadap hebatnya amarahMu.

Dari langit Kauperdengarkan keputusanMu,*
bumi takut dan tertegun.

pada waktu Allah bangkit untuk mengadili,*
dan menyelamatkan orang tertindas seluruh negeri.

Keberangan manusia bahkan menjadi pujianMu,*
dan amarahnya menambah keluhuranMu.

Bernadarlah dan penuhilah janjimu kepada Tuhan Allahmu,*
hendaknya para hamba Tuhan menyampaikan persembahan kepada Yang dahsyat.

Ia mematahkan semangat para penguasa,*
menakutkan para raja bumi.

Antifon 3Bernadarlah dan bawalah persembahan untuk Tuhan AllahMu, alleluya.

Bacaan singkat Zak 9,9

Bersorak-sorailah sekuat tenagamu, hai puteri Sion!
Gemakanlah suaramu, hai puteri Yerusalem! Lihatlah, rajamu datang kepadamu. Ia jujur dan jaya.

℣.Berbahagialah rahim perawan Maria.℟.Yang telah mengandung Putera Bapa.

Doa Penutup

Allah yang mahakuasa dan kekal, yang, diajar oleh Roh Kudus, kami berani memanggil Bapa kami, sempurnakanlah, kami mohon, dalam hati kami roh adopsi sebagai putra dan putri-Mu, agar kami layak memasuki warisan yang telah Engkau janjikan. Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala abad. — Amin.

Ibadat Sesudah Tengah Hari

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga

Pekan IV Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Allah, kekuatan yang teguh,
tak tergoyahkan tinggal dalam-Mu;
Engkau menata waktu terang siang
dalam pergantian yang berurutan.

Karuniakanlah senja yang cerah,
agar hidup tak pernah pudar,
melainkan pahala kematian kudus:
kemuliaan kekal menyongsong kami.

Kabulkanlah, ya Bapa mahakasih,
dan Putra Tunggal setara Bapa,
bersama Roh Kudus Penghibur,
yang meraja sepanjang segala masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Mazmur 125 (126)

Ketika Tuhan memulangkan tawanan Sion,*
kita seperti orang yang bermimpi.

Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa,*
dan lidah kita dengan sorak-sorai.

Bahkan bangsa-bangsa kafir mengakui,*
"Agunglah karya Tuhan bagi mereka".

Sungguh agung karya Tuhan bagi kita,*
sebab itu kita bersukacita.

Tuhan telah memulihkan nasib kita,*
seperti sungai kering berair lagi di musim hujan.

Yang menabur dengan bercucuran air mata,*
akan menuai dengan bersorak-sorai.

Ia pergi dengan menangis sambil membawa kantong benihnya,*
ia pulang sambil bernyanyi membawa berkas panenannya.

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Mazmur 126 (127)

Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah,*
sia-sialah para pembangun bekerja.

Jikalau bukan Tuhan yang menjaga kota,*
sia-sialah para pengawal berjaga.

Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi,+
pergi tidur larut malam,*
dan mencari nafkah dengan susah payah.

Tetapi Tuhan menganugerahkan kesejahteraan,*
kepada orang yang dicintaiNya.

Putera-putera sungguh anugerah Tuhan,*
dan buah kandungan sungguh ganjaranNya.

Seperti anak panah di tangan pahlawan,*
demikianlah putera yang diperanakkan pada masa muda.

Berbahagialah orang yang mengisi,*
tabung panahnya sampai penuh.

Ia tidak akan dipermalukan oleh musuh,*
tetapi akan menghalau mereka dari pintu gerbang.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Mazmur 127 (128)

Berbahagialah setiap orang yang takwa,*
yang hidup sesuai dengan bimbingan Tuhan.

Engkau akan menikmati hasil jerih payahmu,*
hidupmu akan bahagia dan sejahtera.

Isterimu subur dalam rumahmu bagaikan pokok anggur,*
anak-anakMu mengelilingi mejamu bagaikan tunas zaitun.

Demikianlah suami yang takwa akan diberkati,*
semoga Tuhan memberkati engkau dari Sion.

Semoga engkau menikmati kemakmuran Yerusalem seumur hidup,*
dan melihat anak cucumu turun-temurun.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Bacaan singkat (Ct 8, 6b-7a)

--Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api Tuhan!

Ayat Singkat

℣.Aku mengasihi Engkau, ya Tuhan, kekuatanku.℟.Perisaiku dan tanduk keselamatanku.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghantar penjahat yang bertobat dari kayu salib masuk ke dalam kerajaan-Mu; sambil mengakui dosa-dosa kami, dengan penuh kepercayaan kami mohon kepada-Mu, agar sesudah kematian Engkau membuat kami masuk dengan sukacita melalui pintu firdaus. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sore

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Salam bintang laut
Bunda Yesus Kristus
Sebab engkau ikut
Membantu penebus.

Tolonglah yang papa
Bimbinglah yang buta
Hiburlah yang duka
Sembuhkan yang luka.

Kami mohon iman
Mohon pengharapan
Supaya bertahan
Dalam cinta Tuhan.

Terpujilah Bapa
Bersama Putera
Serta RohNya pula
Selama-lamanya. Amin.

Pendarasan Mazmur dari lingkaran empat pekan

Antifon 1Salam Maria, penuh rahmat; Tuhan sertamu, (M.P. Alleluya)

Mazmur 121 (122)

Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku,*
"Mari kita pergi ke rumah Tuhan".

Sekarang kami telah berdiri,*
di gerbangmu, hai Yerusalem!

Hai Yerusalem, engkau dibangun,*
sebagai kota yang rapat tersusun.

Suku bangsa berziarah kepadamu,*
suku bangsa Tuhan.

Untuk bersyukur kepada Tuhan,*
sesuai dengan peraturan Israel.

Di sanalah terdapat kursi pengadilan,*
kursi keluarga raja Daud.

Mohonkanlah damai sejahtera bagi Yerusalem,*
"Damai sejahtera bagi orang yang mencintai engkau!"

Semoga damai sejahtera turun atas wilayahmu,*
dan kemakmuran atas istanamu.

Atas nama semua saudara dan sahabatku,*
aku mengucapkan selamat kepadamu.

Demi bait Tuhan, Allah kita,*
aku memohonkan kebahagiaan bagimu.

Antifon 1Salam Maria, penuh rahmat; Tuhan sertamu, (M.P. Alleluya)

Antifon 2Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanMu, (M.P. Alleluya).

Mazmur 126 (127)

Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah,*
sia-sialah para pembangun bekerja.

Jikalau bukan Tuhan yang menjaga kota,*
sia-sialah para pengawal berjaga.

Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi,+
pergi tidur larut malam,*
dan mencari nafkah dengan susah payah.

Tetapi Tuhan menganugerahkan kesejahteraan,*
kepada orang yang dicintaiNya.

Putera-putera sungguh anugerah Tuhan,*
dan buah kandungan sungguh ganjaranNya.

Seperti anak panah di tangan pahlawan,*
demikianlah putera yang diperanakkan pada masa muda.

Berbahagialah orang yang mengisi,*
tabung panahnya sampai penuh.

Ia tidak akan dipermalukan oleh musuh,*
tetapi akan menghalau mereka dari pintu gerbang.

Antifon 2Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanMu, (M.P. Alleluya).

Antifon 3Terpujilah Engkau diantara wanita dan terpujilah buah tubuhmu, (M.P. Alleluya).

Ef 1,3-10

Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus,+
yang telah memberkati kita dalam Kristus,*
dengan segala berkat rohani di surga.

Sebab dalam Kristus, Allah telah memilih kita,+
sebelum menciptakan jagat raya,*
supaya kita kudus dan tak bercela di hadapanNya.

Dengan cinta, Allah telah menentukan kita menjadi puteraNya,+
dengan perantaraan Yesus Kristus,*
karena kerelaan kehendakNya.

Supaya terpujilah rahmatNya yang mulia,+
yang dianugerahkanNya kepada kita,*
dalam Putera yang dikasihiNya.

Dalam Kristus, kita telah memperoleh penebusan berkat darahNya,+
yaitu pengampunan atas segala pelanggaran kita,*
menurut kekayaan rahmatNya yang dilimpahkanNya kepada kita.

Dengan segala hikmat dan kebijaksanaan,+
Allah telah menyatakan rencana kehendakNya kepada kita,*
Sekadar kerelaan yang diikhtiarkanNya dalam Kristus sejak dahulu.

Untuk menggenapkan segala jaman,+
yaitu menyatukan segala sesuatu di surga dan di bumi,*
dalam diri Kristus sebagai kepala.

Antifon 3Terpujilah Engkau diantara wanita dan terpujilah buah tubuhmu, (M.P. Alleluya).

Bacaan Singkat (Gal 4,4-5)

Ketika sudah sampai saat yang ditetapkan Allah, Ia mengutus PuteraNya. PuteraNya itu dilahirkan dari seorang wanita dan hidup di bawah hukum Taurat, supaya mereka semua yang tunduk pada hukum itu, dibebaskan olehNya dan diangkat menjadi anak Allah.

Lagu Singkat

℣.Salam Maria, penuh rahmat,* Tuhan sertamu.℟.Salam.℣.Terpujilah engkau di antara wanita, dan terpujilah buah tubuhmu.℟.Tuhan sertamu.℣.Kemuliaan.℟.Salam.

Antifon KidungHari ini Perawan Maria naik ke surga; bersukacitalah, sebab ia meraja bersama Kristus selama-lamanya.

Kidung Maria Luk 1,46-55

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Antifon KidungHari ini Perawan Maria naik ke surga; bersukacitalah, sebab ia meraja bersama Kristus selama-lamanya.

Doa Permohonan

Marilah kita memuji Allah, Bapa yang mahakuasa, dan bersuka ria di hadapanNya. Sebab Ia telah merahmati santa Maria yang disebut bahagia oleh semua bangsa. Maka hendaklah kita berdoa dengan rendah hati:

℟. Terimalah doa Maria dan kasihanilah kami.

Engkau telah mengangkat Maria menjadi bunda yang bermurah hati,* semoga semua orang yang ditimpa mara bahaya mengalami cintanya. ℟.

Engkau menghendaki Maria sebagai ibu keluarga di rumah Yesus dan Yusuf,* semoga berkat doanya semua ibu memupuk cinta kasih dalam rumah tangganya. ℟.

Engkau menguatkan Maria, ketika ia berdiri di kaki salib, dan menggembirakan hatinya dengan kebangkitan PuteraMu,*hiburkanlah orang yang bersusah dan kuatkanlah harapan mereka. ℟.

Engkau membuka hati Maria untuk mendengarkan sabdaMu dan menyerahkan dirinya kepadaMu sebagai hamba yang setia,* semoga berkat doanya, kami menjadi hamba dan murid PuteraMu. ℟.

Engkau telah memahkotai Maria di surga,* semoga semua arwah bersuka ria di dalam kerajaanMu bersama para kudus. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Allah yang mahakuasa dan kekal, yang, diajar oleh Roh Kudus, kami berani memanggil Bapa kami, sempurnakanlah, kami mohon, dalam hati kami roh adopsi sebagai putra dan putri-Mu, agar kami layak memasuki warisan yang telah Engkau janjikan. Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala abad. — Amin.

Ibadat Penutup

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan II Mazmur

Doa Tobat

℟.Saya mengaku kepada Allah yang mahakuasa
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kiat ke hidup yang kekal.℟.Amin.

Madah

Kristus cahaya mulia
Kegelapan Kauenyahkan
Malam maut tak berdaya
Sudah kalah Kaulumpuhkan

Lindungilah kami Tuhan
Selama semalam ini
Kami mohon ketenangan
Dalam istirahat nanti.

Meski mata 'kan tertidur
Semoga hati berjaga
Rapi selalu teratur
Siap menyambut rajanya.

Terpujilah Kristus raja
Bersama Bapa mulia
Dan Roh kudus sumber cinta
Sepanjang segala masa. Amin.

AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.

Mazmur 90 (91)

Hendaklah orang yang berlindung pada Allah yang mahatinggi,*
menikmati malam yang aman dalam naungan Tuhan.

Hendaklah ia berdoa: "Ya Tuhan, Engkaulah pelindung dan pengungsianku,*
ya Allah, padaMulah aku percaya"

Hanya Tuhanlah yang akan melepaskan dikau dari perangkap,*
melindungi engkau terhadap wabah yang berkecamuk

Ia akan menudungi engkau dengan kepakNya,+
dan di bawah sayapNya engkau akan berlindung,*
lenganNya akan menjadi perisai dan jebang bagimu.

Engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam,*
akan panah yang mengancam di waktu siang;

Akan wabah yang menular dalam kegelapan,*
akan bencana yang mengamuk di siang hari.

Walaupun seribu orang rebah di sebelah kirimu,+
dan sepuluh ribu di sebelah kananmu,*
namun engkau takkan kejangkitan.

Engkau akan menyaksikan kehancuran musuh,*
dan pembalasan terhadap orang-orang jahat.

Jika engkau memilih Tuhan menjadi pelindungmu,*
dan Allah mahatinggi menjadi penopangmu;

Maka engkau takkan ditimpa malapetaka,*
dan kemahmu takkan diserang wabah;

Sebab Allah akan mengutus malaikatNya,*
untuk menjaga engkau ke manapun engkau pergi.

Mereka akan menatang engkau dengan tangan mereka,*
jangan sampai kakimu tersandung pada batu.

Singa dan harimau akan kaulangkahi,*
ular dan naga akan kauinjak-injak.

Sebab Allah bersabda: "Mengingat bahwa ia berpaut padaKu,*
maka Aku akan menyelamatkannya;

Aku akan menjadi pelindungnya, jika ia mengakui Aku,*
jika ia berseru kepadaKu, Aku akan menjawabnya.

Aku akan tetap besertanya dan membebaskan dia dari kesesakan,*
dan Aku akan memuliakannya.

Aku akan memuaskan dia dengan usia lanjut,*
dan memperkenankan dia menikmati keselamatanKu".

AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.

Bacaan singkat Why 22,4-5

Para hamba Allah akan memandang wajah Allah, dan nama Allah tertera pada dahi mereka. Malam takkan ada lagi, cahaya lampu atau sinar matahari takkan mereka perlukan lagi. Sebab Tuhan Allah menerangi mereka, dan mereka akan meraja selama-lamanya.

Lagu Singkat

℣.Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* ya Tuhan, penyelamatku.℟.Ke dalam.℣.Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar.℟.Ya Tuhan, penyelamatku.℣.Kemuliaan.℟.Ke dalam.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan, kunjungilah rumah ini dan berkatilah kami selalu. Jauhkanlah segala tipu daya musuh dari rumah ini dan utuslah malaikatMu untuk membawa damai sejahtera dan menyertai kami. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Hari Minggu malam:

Tuhan, pelindung kami, pada hari ini kami telah merayakan wafat dan kebangkitan Kristus. Dengarkanlah kiranya ucapan bibir kami, dan jauhkanlah segala mara bahaya. Semoga kami tidur dengan nyenyak dan aman sentosa dalam damaiMu, sehingga kami dapat bangun lagi dengan gembira hati untuk memuji Engkau. Demi Kristus, pengantara kami.

Penutup

℣.Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya.℟.Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam, ya ratu, bunda yang berbelas-kasih, hidup, hiburan dan harapan kami. Kami semua memanjatkan permohonan, kami amat susah, mengeluh, mengesah dalam lembah duka ini. Ya ibunda, ya pelindung kami, limpahkanlah kasih sayangmu yang besar kepada kami. Dan Yesus, puteramu yang terpuji itu, s'moga kautunjukkan kepada kami. O ratu, o ibu, o Maria, bunda Kristus.

Santo Benediktus Yoseph Labre

Pengaku Iman

Benediktus Yoseph Labre, putera tertua dari limabelas bersaudara, lahir di Ammettes, Flanders, Prancis pada tanggal 26 Maret 1748. Ayah dan ibunya Yohanes Baptista Labre dan Anne Babre Grandsire adalah petani sederhana di desa Ammettes. Pendidikan keras ayahnya membuat Benediktus bertumbuh menjadi seorang pekerja keras, cermat, cekatan dan beriman.

Satu-satunya cita-cita yang membakar hatinya ialah menjadi abdi Allah sebagai imam atau biarawan. Pada umur 12 tahun, ia mulai menjalani pendidikan imamatnya di bawah bimbingan pamannya, Pater Francois Labre. Empat tahun kemudian, ia diterima di biara pertapaan Kartusian di Montreul-sur-Mer. Aturan hidup di biara ini terkenal keras. Di biara ini Benediktus hanya bertahan 1 bulan lamanya karena gangguan kesehatan. Tak lama kemudian ia mengajukan permohonan ke sebuah biara di La Trappe, tetapi permohonannya ditolak karena ia masih muda. Benediktus kemudian di terima di sebuah biara Trapist di Sept-Fonts. Enam bulan kemudian dia terpaksa meninggalkan biara itu karena gangguan kesehatannya.

Sejak itu Benediktus mulai sadar bahwa panggilannya untuk menjadi Abdi Allah harus ditempuhnya dengan tetap menjadi seorang awam sebagaimana Yesus dan para Rasul. Karena itu ia berkeputusan untuk menjadi peziarah. Antara tahun 1770 dan 1777, ia menjelajahi semua kota besar di Eropa Barat sepertil: Jerman, Prancis, Spanyol dan Italia. Akhirnya ia menetap di Roma. Di sana Benediktus menjadi pengemis yang hidup dari belaskasihan orang lain. Ia rajin mengunjungi gereja-gereja untuk berdoa dan merayakan Ekaristi. Pada awal masa Puasa pada tahun 1783, ia jatuh sakit lalu meninggal pada hari Jumat Agung tanggal 7 April 1783.

Benediktus Yoseph Labre dikagumi banyak orang karena kesalehannya, tetapi sekaligus diejek dan diolok-olok oleh orang-orang yang mengenalnya. Keramahan dan kerendahan hatinya, cinta dan kesalehannya mengilhami banyak orang di kota Roma. Semasa hidupnya yang diliputi kesengsaraan itu, ia dikaruniai banyak penglihatan ajaib. Satu abad setelah kematiannya, Benediktus dinyatakan kudus oleh Paus Leo XIII (1878-1903).

Santo Stefanus dari Hungaria

Raja · 969-1038

St.Stefanus dilahirkan sekitar tahun 969 di Hungaria. Nama yang diberikan kepadanya adalah Vaik. Ketika ia menjadi seorang Kristen pada usia sepuluh tahun, ia diberi nama Stefanus. Pada saat yang sama, ayahnya, Pangeran Hungaria, dan juga banyak kaum bangsawan lainnya menjadi Kristen.

Namun demikian, ketika Stefanus menjadi raja, di negerinya itu masih banyak orang kafir. Sebagian penduduknya masih suka kekerasan dan kekejian. Jadi, Stefanus memutuskan untuk membangun Gereja yang kokoh di Hungaria. Usahanya itu diberkati Tuhan. Rahasia keberhasilan St. Stefanus dalam membimbing rakyatnya secara gemilang kepada iman Kristiani adalah devosinya kepada Bunda Maria. Ia mempercayakan seluruh kerajaannya dalam perlindungan Bunda Maria dan ia membangun sebuah gereja yang amat indah untuk menghormati Bunda Allah (Gereja itu sekarang dikenal dengan nama Basilika St.Stefanus Budapest Hungaria).

Paus Sylvester II mengirimkan sebuah mahkota raja yang indah bagi Stefanus. Pusaka ini kemudian dikenal sebagai Mahkota St. Stefanus. Dalam masa Perang Dunia II, tentara Amerika merampas mahkota tersebut, tetapi akhirnya diserahkan kembali pada Hungaria pada tahun 1978.

Stefanus seorang pemimpin yang tegas serta gagah berani. Ia menerapkan hukum yang adil. Namun demikian, ia juga lemah lembut serta penuh belas kasihan kepada mereka yang miskin. Sebisa-bisanya ia menghindari peperangan. Ia suka memberi bingkisan uang kepada para pengemis tanpa memberitahukan kepada mereka siapa dia sebenarnya. Suatu ketika ia sedang menyamar dan membagi-bagikan bingkisan, sekelompok pengemis dengan brutal menyerang serta memukulnya. Mereka menarik-narik rambutnya, jenggotnya serta merampok kantong uangnya. Tak pernah terbayangkan oleh mereka bahwa mereka sedang mempermainkan raja mereka. Dan mereka tidak pernah tahu akan hal itu.

Raja menerima segala penghinaan itu dengan diam-diam dan dengan rendah hati. Sekuat tenaga ia mengarahkan pikirannya pada Bunda Maria dan berdoa: “Lihatlah, Ratu Surgawi, bagaimana umatmu memperlakukan dia yang engkau jadikan raja. Jika mereka musuh-musuh iman, aku tahu apa yang harus aku lakukan terhadap mereka. Tetapi, karena mereka adalah kesayangan Putera-mu, aku menerima ini semua dengan sukacita. Aku mengucap syukur karenanya.”

Kejadian ini tidak membuatnya berhenti untuk menyamar sebagai rakyat biasa dan membagi-bagikan bingkisan. Malahan Raja Stefanus berjanji untuk berderma lebih banyak lagi bagi para pengemis. Stefanus menjadi raja Hungaria selama empat puluh dua tahun. Ia wafat pada tanggal 15 Agustus 1038. St. Stefanus dinyatakan kudus oleh Paus St. Gregorius VII pada tahun 1083.

Arti nama

Stefanus Berasal dari kata Yunani Στεφανος (Stephanos) yang berarti : "Mahkota"

Santo Stefenus

Raja Hungaria

Stefanus lahir pada tahun 969. Ketika itu agama Kristen baru mulai menanamkan pengaruhnya di Hungaria. Ayahnya, raja Hungaria dan ibunya sendiri belum menjadi Kristen. Pada umur 10 tahun, Stefanus baru dipermandikan bersama kedua orangtuanya. Ketika ayahnya meninggal dunia, ia menggantikannya sebagai raja Hungaria. Stefanus yang masih muda ini-didukung oleh permaisurinya Santa Gisela-ternyata tampil sangat bijaksana dan tegas dalam memimpin rakyatnya. Ia disenangi rakyatnya karena selalu memperhatikan kepentingan mereka. Setelah kedudukan dan kuasanya tidak lagi dirongrong oleh para lawannya, ia mulai memusatkan perhatian pada kemajuan Gereja dan pewartaan Injil di seluruh wilayah kerajaan. Upacara-upacara kekafiran perlahan-lahan diganti upacara-upacara iman Kristiani. Hari minggu diumumkan sebagai hari yang khusus untuk Tuhan. Orang tidak boleh bekerja.

Untuk mendukung usahanya itu, ia berusaha mendirikan banyak gereja dan biara yang kelak menjadi pusat kebudayaan Hungaria. Ia mengutus beberapa pembantu dekatnya kepada Sri Paus Silvester II (999-1003) untuk meminta tenaga-tenaga imam dan memohon agar kiranya Sri Paus mengurapinya menjadi Raja Hungaria. Sri Paus dengan senang hati mengabulkan dua permohonan itu.

Pembentukan Kerajaan Hungaria sebagai suatu Kerjaan Kristen yang berdaulat dan merdeka merupakan jasa terbesar dari Stefanus. Seluruh negeri dipersembahkan kepada perlindungan Santa Perawan Maria. Stefanus sendiri terus memohon kepada Tuhan umur yang panjang dan jangan dulu mati sebelum seluruh negerinya dikristenkan. Penghormatannya kepada Santa Perawan Maria diabadikan dengan mendirikan sebuah gereja yang luas dan indah, gereja Santa Perawan Maria.

Puteranya, Santo Emerikus, dididiknya dengan sungguh-sungguh mengikuti tata cara Kristiani karena ia berharap bahwa kelak ia dapat menggantikannya sebagai raja. Namun sayang, maut terlalu cepat datang menjemput dia. Emerikus mati dalam suatu kecelakaan tak terduga ketika sedang berburu. Kematian Emerikus menimbulkan penderitaan batin yang luar biasa bagi Stefanus. Hilanglah segala harapannya akan Emerikus sebagai penggantinya. Diantara kaum kerabatnya timbullah percekcokan tentang siapa yang pantas menggantikannya kelak bila dia meninggal. Sehubungan dengan itu, Stefanus mendesak para pembantunya agar mereka tetap adil dan jujur serta taat kepada undang-undang kerajaan dan kepada Sri Paus di Roma. Raja yang suci ini meninggal dunia pada tanggal 15 Agustus 1038. Bersama puteranya Emerikus, Stefanus dihormati Gereja sebagai orang Kudus.

Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari