Doa Katolik
Hari Raya

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga

Sabtu, 15 Agustus 2026· Putih
15 Agustus 2026

Bacaan Misa

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga

Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.

Bacaan Pertama

Maka terbukalah Bait Suci Allah yang di sorga, dan kelihatanlah tabut perjanjian-Nya di dalam Bait Suci itu dan terjadilah kilat dan deru guruh dan gempa bumi dan hujan es lebat. Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya. Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan. Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota. Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya. Maka ia melahirkan seorang Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi; tiba-tiba Anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya. Perempuan itu lari ke padang gurun, di mana telah disediakan suatu tempat baginya oleh Allah, supaya ia dipelihara di situ seribu dua ratus enam puluh hari lamanya. Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata: "Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita.

Mazmur Tanggapan

(45-11) Dengarlah, hai puteri, lihatlah, dan sendengkanlah telingamu, lupakanlah bangsamu dan seisi rumah ayahmu!
(45-12) Biarlah raja menjadi gairah karena keelokanmu, sebab dialah tuanmu! Sujudlah kepadanya!
(45-13) Puteri Tirus datang dengan pemberian-pemberian; orang-orang kaya di antara rakyat akan mengambil muka kepadamu.
(45-17) Para bapa leluhurmu hendaknya diganti oleh anak-anakmu nanti; engkau akan mengangkat mereka menjadi pembesar di seluruh bumi.

Bacaan Kedua

Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia. Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya. Kemudian tiba kesudahannya, yaitu bilamana Ia menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan. Karena Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya. Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut. Sebab segala sesuatu telah ditaklukkan-Nya di bawah kaki-Nya. Tetapi kalau dikatakan, bahwa "segala sesuatu telah ditaklukkan", maka teranglah, bahwa Ia sendiri yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah kaki Kristus itu tidak termasuk di dalamnya.

Bacaan Injil

Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda. Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring: "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana." Lalu kata Maria: "Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus. Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia. Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah; Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa; Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya." Dan Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya.

Lagu Ibu dari Nazaret

Renungan · 1 menit baca

Ibu-ibu zaman dulu suka menyanyi kecil sambil bekerja. Sambil mencuci, sambil menumbuk, sambil menimang. Lagu-lagu itu tidak pernah masuk dapur rekaman, tapi justru dari situ anak-anak pertama kali belajar tentang hidup.

Injil hari ini merekam nyanyian seorang ibu muda dari kampung. Maria, yang sedang mengandung, bergegas ke pegunungan menolong Elisabet. Dua perempuan sederhana bertemu, dan lahirlah lagu yang dinyanyikan Gereja setiap sore sampai hari ini: Jiwaku memuliakan Tuhan.

Dengarkan liriknya baik-baik. Ini bukan lagu nina bobo. Ini lagu pembalikan: yang congkak dicerai-beraikan, yang berkuasa diturunkan dari takhta, yang rendah ditinggikan, yang lapar dikenyangkan, yang kaya disuruh pergi dengan tangan hampa. Berani sekali. Dan dari mulut siapa? Dari gadis desa yang tidak diperhitungkan siapa pun.

Kitab Wahyu melukis perempuan berselubungkan matahari berhadapan dengan naga merah yang besar. Kelihatannya tidak seimbang. Tapi sejarah keselamatan memang begitu: naga selalu kalah oleh mereka yang percaya bahwa janji Tuhan pasti terlaksana.

Elisabet merumuskan rahasia Maria dalam satu kalimat: berbahagialah ia yang telah percaya.

Lagu apa yang mengalun dalam hati kita hari-hari ini: keluhan yang diulang-ulang, atau pujian yang percaya?

Tuhan, ajarilah aku menyanyikan lagu Maria: percaya bahwa perkataan-Mu pasti terlaksana. Amin.

Invitatorium

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga

Pekan III Mazmur

Pembukaan

AntifonMilik Tuhanlah bumi dan segala isinya; marilah kita menyembah Dia.

Mazmur 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonMilik Tuhanlah bumi dan segala isinya; marilah kita menyembah Dia.

Ibadat Bacaan

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, datanglah menolongku.
℟.Tuhan, bersegeralah menolongku.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Salam Maria, penuh rahmat,
Tuhan sertamu,
terpujilah Engkau di antara wanita,
dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus.
Santa Maria, Bunda Allah,
doakanlah kami yang berdosa ini,
sekarang dan waktu kami mati.

Pendarasan Mazmur

Antifon 1Bangkitlah, ya Perawan Ratu, Engkau layak dipuji selama-lamanya; ambillah tempat-Mu di kediaman mulia Raja abadi.

Mazmur 23 (24)

Tuhan masuk ke dalam bait-Nya

Kristus membukakan surga bagi kita dalam kemanusiaan yang Ia kenakan (St. Ireneus).
Milik Tuhanlah bumi serta isinya,

dunia dan semua penduduknya.

Sebab Dialah yang mendasarkannya di atas lautan,

dan menegakkannya di atas sungai-sungai.
Siapakah yang boleh naik ke gunung Tuhan?

Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?

Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya,

yang tidak menyerahkan diri kepada kesia-siaan,

dan tidak bersumpah palsu.
Dialah yang akan menerima berkat dari Tuhan

dan keadilan dari Allah yang menyelamatkannya.

Itulah angkatan orang-orang yang mencari Dia,

yang mencari wajah Allah Yakub.
Angkatlah kepalamu, hai gerbang-gerbang,

dan terangkatlah, hai pintu-pintu abadi,

supaya masuk Raja kemuliaan!
Siapakah Raja kemuliaan itu?

Tuhan, yang perkasa dan gagah perkasa,

Tuhan, yang gagah perkasa dalam peperangan.
Angkatlah kepalamu, hai gerbang-gerbang,

dan terangkatlah, hai pintu-pintu abadi,

supaya masuk Raja kemuliaan!
Siapakah Dia, Raja kemuliaan itu?

Dia, Tuhan semesta alam,

Dialah Raja kemuliaan.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonBangkitlah, ya Perawan Ratu, Engkau layak dipuji selama-lamanya; ambillah tempat-Mu di kediaman mulia Raja abadi.

Antifon 2Tuhan telah memilihnya, kekasih-Nya sejak semula. Ia telah membawanya untuk tinggal bersama-Nya.

Mazmur 45 (46)

Allah, perlindungan dan kekuatan kita

Ia akan disebut Imanuel, yang berarti: Allah beserta kita (Matius 1:23).

Allah adalah bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan,

penolong yang selalu siap sedia dalam kesesakan,

maka kita tidak akan takut, sekalipun bumi bergoncang,

sekalipun gunung-gunung jatuh ke dalam dasar laut;

biarpun airnya bergelora dan berbusa,

biarpun gunung-gunung berguncang karena geloranya.
Tuhan semesta alam menyertai kita:

Allah Yakub adalah benteng kita.
Sungai-sungai yang alirannya menyukakan kota Allah,

tempat kudus kediaman Yang Mahatinggi.

Allah ada di dalamnya, kota itu tidak akan goyah;

Allah akan menolongnya pada waktu fajar menyingsing.

Bangsa-bangsa bergolak, kerajaan-kerajaan berguncang:

Ia mengangkat suara-Nya, bumi pun lenyap.
Tuhan semesta alam menyertai kita:

Allah Yakub adalah benteng kita.
Mari, lihatlah perbuatan-perbuatan Tuhan,

perbuatan-perbuatan dahsyat yang telah Ia lakukan di bumi.

Ia menghentikan peperangan sampai ke ujung bumi;

busur dipatahkan-Nya, tombak dipotong-Nya.

Ia membakar perisai-perisai dengan api.

“Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah,

Mahatinggi di antara bangsa-bangsa, Mahatinggi di bumi!”
Tuhan semesta alam menyertai kita:

Allah Yakub adalah benteng kita.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonTuhan telah memilihnya, kekasih-Nya sejak semula. Ia telah membawanya untuk tinggal bersama-Nya.

Antifon 3Hal-hal mulia dikatakan tentang Dikau, ya Perawan Maria.

Mazmur 86 (87)

Yerusalem adalah ibu kita semua

Yerusalem surgawi adalah wanita merdeka; dialah ibu kita (Galatia 4:26).

Di gunung yang kuduslah kota-Nya,

yang dikasihi Tuhan.

Tuhan lebih menyukai pintu-pintu gerbang Sion

daripada segala kediaman Yakub.

Tentang Dikau dikatakan hal-hal mulia,

ya kota Allah!
“Babel dan Mesir akan Kuhitung

di antara mereka yang mengenal Aku;

Filistia, Tirus, Etiopia,

mereka ini akan menjadi anak-anaknya

dan Sion akan disebut “Ibu”

sebab semua akan menjadi anak-anaknya.”
Dialah, Tuhan Yang Mahatinggi,

yang memberikan tempat bagi setiap orang.

Dalam daftar bangsa-bangsa Ia menulis:

“Mereka ini adalah anak-anaknya,”

dan sambil menari mereka akan bernyanyi:

“Dalam Dikau semua menemukan rumahnya.”
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonHal-hal mulia dikatakan tentang Dikau, ya Perawan Maria.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) – saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita gema penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Berbahagialah Engkau, Maria, karena Engkau percaya.

Sabda Tuhan kepadamu telah digenapi.
Bacaan Pertama

Dari surat Rasul Paulus kepada jemaat di Efesus

1:16-2:10

Dalam Kristus Yesus Allah telah memberikan kita tempat di surga
Aku tidak pernah berhenti mengucap syukur kepada Allah karena kamu dan menyebut kamu dalam doaku. Semoga Allah Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang mulia, menganugerahkan kepadamu roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan jelas. Semoga Ia menerangi mata hatimu, agar kamu mengetahui betapa besarnya pengharapan yang kepada-Nya Ia telah memanggil kamu, betapa kayanya kemuliaan warisan-Nya bagi para kudus, dan betapa hebatnya kuasa-Nya bagi kita yang percaya. Itu seperti kekuatan yang Ia tunjukkan dalam membangkitkan Kristus dari antara orang mati dan mendudukkan-Nya di sebelah kanan-Nya di surga, jauh di atas setiap pemerintah, penguasa, kekuatan, dan kekuasaan, dan setiap nama yang dapat disebut, bukan hanya dalam zaman ini, tetapi juga dalam zaman yang akan datang.
Segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan telah menjadikan Dia, yang ditinggikan demikian, kepala Gereja, yang adalah tubuh-Nya: kepenuhan Dia yang memenuhi semua dalam segala hal.
Kamu dahulu mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu, ketika kamu mengikuti jalan dunia ini dan penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka. Dahulu kita semua termasuk di antara mereka; kita hidup menurut hawa nafsu daging, mengikuti setiap keinginan dan pikiran, dan oleh karena itu secara kodrat kita pantas menerima murka Allah seperti yang lain.
Tetapi Allah, yang kaya akan belas kasihan, karena kasih-Nya yang besar kepada kita, telah menghidupkan kita bersama Kristus, ketika kita masih mati dalam dosa. Oleh rahmat ini kamu diselamatkan. Bersama dan dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita dan memberikan kita tempat di surga, agar pada zaman yang akan datang Ia dapat menunjukkan kekayaan besar rahmat-Nya, yang dinyatakan oleh kebaikan-Nya kepada kita dalam Kristus Yesus.
Aku ulangi, oleh rahmat-Nya kamu diselamatkan melalui iman. Ini bukan perbuatanmu sendiri, ini adalah karunia Allah; juga bukan upah atas apa pun yang telah kamu capai, jadi jangan ada yang membanggakan diri. Kita adalah buatan tangan-Nya, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan perbuatan baik yang telah dipersiapkan Allah sebelumnya bagi kita.

Responsorium

Betapa indahnya dan cantiknya Engkau, ya Perawan Maria. Engkau telah meninggalkan dunia ini untuk bersatu dengan Kristus.

Dihiasi dengan kuasa surgawi Engkau bersinar seperti matahari di antara para kudus.
Para malaikat bersukacita, dan para malaikat agung menyanyikan pujian-Mu, ya Perawan Maria.

Dihiasi dengan kuasa surgawi Engkau bersinar seperti matahari di antara para kudus.
Bacaan Kedua

Dari konstitusi apostolik Munificentissimus Deus oleh Paus Pius XII

Tubuh-Mu kudus dan unggul dalam kemuliaan
Dalam homili dan khotbah mereka pada pesta ini, para Bapa Suci dan para doktor besar berbicara tentang pengangkatan Bunda Allah sebagai sesuatu yang sudah dikenal dan diterima oleh umat beriman. Mereka memberikan kejelasan yang lebih besar dalam khotbah mereka dan menggunakan argumen yang lebih mendalam dalam menguraikan sifat dan maknanya. Di atas segalanya, mereka lebih jelas menyoroti fakta bahwa apa yang diperingati dalam pesta ini bukan hanya ketiadaan total kerusakan dari tubuh Bunda Maria yang telah meninggal, tetapi juga kemenangan-Nya atas kematian dan pemuliaan-Nya di surga, mengikuti pola yang ditetapkan oleh Putra tunggal-Nya, Yesus Kristus.
Demikianlah Santo Yohanes Damaskus, yang terkemuka sebagai pengkhotbah besar kebenaran tradisi ini, berbicara dengan kefasihan yang kuat ketika ia menghubungkan pengangkatan tubuh Bunda Allah yang penuh kasih dengan karunia-karunia dan hak-hak istimewa-Nya yang lain: “Perlu bahwa Dia yang telah menjaga keperawanan-Nya tetap utuh dalam melahirkan anak juga memiliki tubuh-Nya yang bebas dari segala kerusakan setelah kematian. Perlu bahwa Dia yang telah menggendong Sang Pencipta sebagai seorang anak di dada-Nya harus tinggal di kemah-kemah Allah. Perlu bahwa mempelai yang diperistri oleh Bapa harus membuat rumah-Nya di kamar-kamar pengantin surga. Perlu bahwa Dia, yang telah memandang Putra-Nya yang disalibkan dan ditusuk hatinya oleh pedang kesedihan yang telah Dia hindari dalam melahirkan-Nya, harus memandang-Nya duduk bersama Bapa. Perlu bahwa Bunda Allah harus berbagi kepemilikan Putra-Nya, dan dihormati oleh setiap makhluk sebagai Bunda dan hamba Allah.”
Santo Germanus dari Konstantinopel menganggap bahwa sesuai tidak hanya dengan keibuan ilahi-Nya tetapi juga dengan kekudusan unik tubuh keperawanan-Nya bahwa tubuh itu tidak rusak dan diangkat ke surga: “Dalam kata-kata Kitab Suci, Engkau tampak dalam keindahan. Tubuh keperawanan-Mu sepenuhnya kudus, sepenuhnya murni, sepenuhnya rumah Allah, sehingga karena alasan ini juga tubuh itu selanjutnya asing bagi pembusukan: tubuh yang diubah, karena tubuh manusia, menjadi kehidupan keabadian yang unggul, tetapi tetap tubuh yang hidup, unggul dalam kemuliaan, tubuh yang tidak tercemar dan berbagi dalam kesempurnaan hidup.”
Penulis awal lainnya menyatakan: “Oleh karena itu, sebagai Bunda Kristus yang paling mulia, Allah dan Juruselamat kita, pemberi kehidupan dan keabadian, Ia dihidupkan oleh-Nya untuk berbagi keabadian tubuh yang kekal bersama Dia yang membangkitkan-Nya dari kubur dan mengangkat-Nya kepada diri-Nya sendiri dengan cara yang hanya dapat Ia ceritakan.”
Semua penalaran dan pertimbangan para Bapa Suci ini bersandar pada Kitab Suci sebagai dasar utama mereka. Kitab Suci menggambarkan Bunda Allah yang penuh kasih, hampir di depan mata kita, sebagai yang paling intim bersatu dengan Putra ilahi-Nya dan selalu berbagi dalam takdir-Nya.
Di atas segalanya, perlu dicatat bahwa sejak abad kedua para Bapa Suci menyajikan Perawan Maria sebagai Hawa yang baru, paling erat terkait dengan Adam yang baru, meskipun tunduk kepada-Nya dalam perjuangan melawan musuh dari dunia bawah. Perjuangan ini, seperti yang tersirat dalam janji pertama seorang penebus, akan berakhir dengan kemenangan sempurna atas dosa dan kematian, selalu terkait bersama dalam tulisan-tulisan Rasul bangsa-bangsa lain. Oleh karena itu, sama seperti kebangkitan Kristus yang mulia adalah bagian penting dari kemenangan ini dan piala terakhirnya, demikian pula perjuangan yang dibagikan oleh Perawan Terberkati dan Putra-Nya akan berakhir dengan pemuliaan tubuh keperawanan-Nya. Seperti yang dikatakan Rasul yang sama: Apabila tubuh yang dapat binasa ini telah mengenakan keabadian, maka akan digenapi firman Kitab Suci: Maut telah ditelan dalam kemenangan.
Maka, Bunda Allah yang agung, secara misterius bersatu sejak kekekalan dengan Yesus Kristus dalam satu dan keputusan predestinasi yang sama, tak bernoda dalam konsepsi-Nya, seorang perawan yang tak tercemar dalam keibuan ilahi-Nya, pendamping sepenuh hati dari Penebus ilahi yang memenangkan kemenangan penuh atas dosa dan konsekuensinya, akhirnya memperoleh mahkota tertinggi dari hak-hak istimewa-Nya—untuk dilindungi dari kerusakan kubur, dan, seperti Putra-Nya, ketika kematian telah dikalahkan, untuk diangkat tubuh dan jiwa ke kemuliaan surga yang luhur, di sana untuk duduk dalam kemuliaan di sebelah kanan Putra-Nya, Raja abadi segala abad.

Responsorium

Inilah hari yang mulia, di mana Bunda Perawan Allah diangkat ke surga; marilah kita menyanyikan kata-kata ini sebagai pujian-Nya:

Terpujilah Engkau di antara wanita, dan terpujilah buah tubuhmu.
Berbahagialah Engkau, Perawan Maria yang kudus, dan paling layak dipuji, dari rahim-Mu Kristus Matahari Kebenaran telah terbit.

Terpujilah Engkau di antara wanita, dan terpujilah buah tubuhmu.

Te Deum

Engkau Allah: kami memuji-Mu;

Engkau Tuhan: kami mengagungkan-Mu;

Engkau Bapa yang kekal:

Seluruh ciptaan menyembah-Mu.
Kepada-Mu semua malaikat, semua kekuatan surga,

Kerubim dan Serafim, bernyanyi dalam pujian tak berkesudahan:

Kudus, kudus, kudus, Tuhan, Allah semesta alam,

langit dan bumi penuh kemuliaan-Mu.
Para rasul yang mulia memuji-Mu.

Persekutuan para nabi yang luhur memuji-Mu.

Pasukan para martir berjubah putih memuji-Mu.
Di seluruh dunia Gereja kudus mengagungkan-Mu:

Bapa, yang keagungan-Nya tak terbatas,

Putra-Mu yang sejati dan tunggal, layak disembah,

dan Roh Kudus, pembela dan pembimbing.
Engkau, Kristus, adalah Raja kemuliaan,

Putra Bapa yang kekal.
Ketika Engkau menjadi manusia untuk membebaskan kami

Engkau tidak menolak rahim Perawan.
Engkau mengalahkan sengat maut,

dan membuka kerajaan surga bagi semua orang yang percaya.
Engkau duduk di sebelah kanan Allah dalam kemuliaan.

Kami percaya bahwa Engkau akan datang, dan menjadi hakim kami.
Datanglah, ya Tuhan, dan tolonglah umat-Mu,

yang telah Engkau tebus dengan harga darah-Mu sendiri,

dan bawalah kami bersama para kudus-Mu

ke kemuliaan abadi.
Selamatkanlah umat-Mu, ya Tuhan, dan berkatilah warisan-Mu.

Pimpin dan teguhkanlah mereka sekarang dan selalu.
Setiap hari kami memuji-Mu.

Kami memuji nama-Mu selama-lamanya.
Jagalah kami hari ini, ya Tuhan, dari segala dosa.

Kasihanilah kami, ya Tuhan, kasihanilah.
Tuhan, tunjukkanlah kasih dan belas kasihan-Mu kepada kami,

karena kami telah menaruh kepercayaan kami kepada-Mu.
Dalam Dikau, ya Tuhan, adalah harapan kami:

Dan kami tidak akan pernah berharap dengan sia-sia.

Doa Penutup

Ya Allah, yang,

memandang kerendahan hati Santa Perawan Maria,

mengangkat-Nya ke rahmat ini,

bahwa Putra Tunggal-Mu lahir dari-Nya menurut daging

dan bahwa Ia dimahkotai hari ini dengan kemuliaan yang melampaui,

berikanlah melalui doa-doa-Nya,

agar, diselamatkan oleh misteri penebusan-Mu,

kami layak diangkat oleh-Mu ke tempat yang tinggi.

Melalui Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama-Mu dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pekan I Mazmur

Pembukaan

AntifonMarilah kami bernyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi penyelamat kami, Alleluya.

Mazmur 94 (95)

Marilah kami bernyanyi bagi Tuhan,

bersorak-sorai bagi penyelamat kami.

Menghadap wajah-Nya dengan lagu syukur,

menghormati-Nya dengan pujian.
Tuhanlah Allah yang agung,

merajai segala dewa.

Dasar bumi terletak di tangan-Nya,

puncak gunungpun milik-Nya.

Milik-Nyalah laut, Dia membuatnya,

daratanpun buatan tangan-Nya.
Mari bersujud dan menyembah,

berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kami.

Dialah Allah kami, kami umat-Nya,

Dialah gembala kami, kami kawanan-Nya.
Hari ini dengarkanlah suara-Nya:

“Jangan bertegar hati seperti di Meriba,

seperti di Masa, di padang gurun;

ketika leluhurmu mencobai Aku,

walau menyaksikan karya -Ku yang agung.
Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;

maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,

mereka tidak mengerti maksud bimbingan-Ku.

Sebab Aku bersumpah dalam murka-Ku:

Mereka takkan beristirahat bersama Aku”.
Kemuliaan kepada Bapa…

Seperti pada…

AntifonMarilah kami bernyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi penyelamat kami, Alleluya .

Madah

Allah hidup dan meraja

Alleluya, Alleluya

Maut sudah dikalahkan

Hidup sudah dilimpahkan.

Alleluya, Alleluya

Terpujilah Kristus Tuhan.
Hari ini hari Tuhan

Alleluya, Alleluya

Hari penuh kesukaan

Hari raya kebangkamin

Alleluya, Alleluya

Terpujilah Kristus Tuhan.
Mari kami bergembira

Alleluya, Alleluya

Bersyukur sambil memuji,

Bermadah sambil bernyanyi

Alleluya, Alleluya

Terpujilah Kristus Tuhan. Amin.

Antifon 1Ya Allah, aku mencari Engkau untuk merasakan kekuatan-Mu. Alleluya.

Mazmur 62

Ya Allah, Engkaulah Allahku,*

aku mencari Engkau.
Hatiku haus dan rindu akan Dikau,*

seperti tanah kering dan tandus merindukan air.
Demikian aku ingin memandang Engkau di tempat kediaman-Mu,*

untuk merasakan kekuatan dan kemuliaan-Mu.
Sebab kasih setia-Mu lebih baik dari pada hidup,*

bibirku memegahkan Dikau
Aku akan memuji Engkau seumur hidupku,*

menadahkan tangan kepada-Mu.
Hatiku Kaukenyangkan dengan santapan lezat,*

mulutku memuji Engkau sambil bersyukur.
Di tempat tidurku aku memuji Engkau,*

aku merenungkan Dikau sepanjang malam.
Sebab Engkau yang menolong aku,*

di bawah naungan sayap-Mu aku bersorak.
Jiwaku melekat pada-Mu,*

tangan kanan-Mu menopang aku.

Antifon 1Ya Allah, aku mencari Engkau untuk merasakan kekuatan-Mu. Alleluya.

Antifon 2Tiga pemuda dalam tanur api serentak berseru: Terpujilah Allah. Alleluya.

Dan 3,57-88.56
Pujilah Tuhan, segala karya Tuhan,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.
Pujilah Tuhan, semua malaikat Tuhan,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.
Pujilah Tuhan seluruh isi surga,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.
Pujilah Tuhan, segala air di atas langit,*

angkasa raya Tuhan, luhurkanlah Dia.
Pujilah Tuhan, matahari dan bulan,*

segala bintang di langit, luhurkanlah Dia.
Pujilah Tuhan, hujan dan embun,*

angin dan taufan, luhurkanlah Dia.
Pujilah Tuhan, api dan panas-terik,*

hawa sejuk dan dingin, luhurkanlah Dia.
Pujilah Tuhan, kabut dan gerimis,*

halilintar dan awan, luhurkanlah Dia.
Pujilah Tuhan, siang dan malam,*

terang dan gelap, luhurkanlah Dia.
Pujilah Tuhan, seluruh bumi,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.
Pujilah Tuhan, gunung dan bukit,*

segala yang tumbuh di bumi, luhurkanlah Dia.
Pujilah Tuhan, segala mata air,*

lautan dan sungai, luhurkanlah Dia.
Pujilah Tuhan, segala yang hidup di dalam air,*

unggas di udara, luhurkanlah Dia.
Pujilah Tuhan, binatang buas dan jinak,*

semua manusia, luhurkanlah Dia.
Pujilah Tuhan, umat Israel,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.
Pujilah Tuhan, para Imam,*

semua pelayan-Nya, luhurkanlah Dia.
Pujilah Tuhan, orang yang takwa,*

semua yang suci dan rendah hati, luhurkanlah Dia.
Pujilah Tuhan, Ananya, Azarya dan Misael,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.
Marilah kami memuji Bapa, Putera dan Roh kudus,*

memuji dan meluhurkan Dia selama-lamanya.
(Kidung ini tidak ditutup dengan 'Kemuliaan')

Antifon 2Tiga pemuda dalam tanur api serentak berseru: Terpujilah Allah. Alleluya.

Antifon 3Para warga Sion bersukaria atas Rajanya. Alleluya.

Mazmur 149

Nyanyikanlah bagi Tuhan lagu baru,*

pujilah Dia dalam himpunan umat-Nya.
Hendaknya Israel bergembira atas Penciptanya,*

dan warga Sion bersuka-cita atas Rajanya.
Hendaknya mereka memuji nama-Nya dengan tari-tarian,*

bermazmur bagi-Nya dengan rebana dan kecapi.
Sebab Tuhan berkenan kepada umat-Nya,*

memahkotai yang hina-dina dengan keselamatan.
Hendaknya orang takwa bersukaria atas kejayaannya,*

bersorak-sorai dengan gembira.
Hendaknya mereka memuji Tuhan dengan suara lantang,*

sambil memegang pedang yang tajam.
Begitu hendaklah mereka membalas kejahatan para bangsa,*

dan menjatuhkan hukuman kepada mereka;
Membelenggu para rajanya,*

dan mengikat pemukanya dengan rantai besi.
Dengan demikian terlaksana keputusan Allah,*

tugas terhormat bagi umat-Nya.

Antifon 3Para warga Sion bersukacita atas Rajanya. Alleluya.

Bacaan Singkat (Mengapa 7,10.12)

Selamat bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba. Pujian dan kemuliaan, hikmat dan syukur, hormat, kekuasaan dan kekuatan bagi Allah kami sepanjang segala masa. Amin.
Lagu Singkat

℣.Kristus, Putera Allah, yang hidup,* Kasihanilah kami.
℟.Kristus.
℣.Engkau yang duduk di sisi kanan Bapa.
℟.Kasihanilah kami.
℣.Kemuliaan.
℟.Kristus.

Antifon Kidung(Mi V): Pagi-pagi buta sebelum fajar menyingsing, Yesus bangun dari tidur dan pergi ke suatu tempat yang sunyi. Di sana Ia berdoa.

Kidung Zakaria Luk 1,68-79

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*

sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umat-Nya.
Ia mengangkat bagi kami seorang penyelamat yang gagah perkasa,*

putera Daud, hamba-Nya.
Seperti dijanjikan-Nya dari sediakala,*

dengan perantaraan para nabi-Nya yang kudus.
Untuk menyelamatkan kami dari musuh-musuh kami,*

dan dari tangan semua lawan yang membenci kami.
Untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada leluhur kami,*

dan mengindahkan perjanjian-Nya yang kudus.
Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kami,*

akan membebaskan kami dari tangan musuh.
Agar kami dapat mengabdi kepada-Nya tanpa takut,*

dan berlaku kudus dan jujur di hadapan-Nya seumur hidup.
Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*

sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalan-Nya.
Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umat-Nya,*

berkat pengampunan dosa mereka.
Sebab Allah kami penuh rahmat dan belaskasihan,*

Ia mengunjungi kami laksana fajar cemerlang.
Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*

dan membimbing kami ke jalan damai sejahtera.

Antifon KidungPagi-pagi buta sebelum fajar menyingsing, Yesus bangun dari tidur dan pergi ke suatu tempat yang sunyi. Di sana Ia berdoa.

Doa Permohonan

Kristus Tuhan, fajar dan matahari kami, menerangi setiap insan dan takkan terbenam. Marilah kami memuji Dia dan berkata:

℟. Ya Tuhan, Engkaulah kehidupan dan keselamatan kami.

Pencipta bintang-bintang, permulaan hari ini kami terima penuh syukur dari tangan-Mu,* sambil mengenangkan kebangkamin-Mu. ℟.

Semoga roh-Mu mengajar kami bertindak seturut keinginan hati-Mu,* dan semoga kebijaksanaan-Mu tetap membimbing kami. ℟.

Semoga kami pada hari Minggu ini berhimpun sebagai umat-Mu,* untuk menyambut santapan sabda dan tubuh-Mu. ℟.

Kami mengucap syukur kepada-Mu,* atas kurnia-Mu yang tak terbilang banyaknya. ℟.

Bapa Kami

Doa Penutup (Mi V)
Tuhan, hanya pada-Mulah kami berharap. Kami mohon, lindungilah umat-Mu selalu dengan cinta kasih-Mu. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang segala masa.

Amin.

Ibadat Tengah Hari

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan I Mazmur

Madah

Ya Roh kudus sumber cinta

Serta Bapa dan Putera

Datanglah di tengah kami

Membawa hidup Ilahi
Gerakkanlah hati kami

Agar giat penuh bakti

Menyanyikan lagu puji

Mengamalkan cinta suci
Kabulkanlah doa kami

Ya Allah Bapa surgawi

Bersama Putera dan Roh-Mu

Sekarang serta selalu. Amin.

Antifon 1Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setia-Nya, Alleluya.

Mazmur 117 (118)

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,*

kekal abadi kasih setia-Nya.
Hendaklah Israel berkata,*

kekal abadi kasih setia-Nya.
Hendaklah kaum Harun berkata,*

kekal abadi kasih setia-Nya.
Hendaklah orang yang takwa berkata,*

kekal abadi kasih setia-Nya.
Dalam kesesakan aku berseru kepada Tuhan,*

Ia menjawab dan melegakan daku.
Tuhan di pihakku, aku tidak takut,*

Apa yang dapat dilakukan manusia terhadapku?
Tuhan di pihakku, Ia penolongku.*

Aku melihat pembenciku tersipu-sipu.
Lebih baik berlindung pada Tuhan,*

dari pada percaya kepada manusia.
Lebih baik berlindung pada Tuhan,*

dari pada percaya kepada bangsawan.

Antifon 1Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setia-Nya, Alleluya.

Antifon 2Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, Alleluya.

Segala bangsa mengepung aku,*

tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.
Mereka mengepung aku rapat-rapat,*

tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.
Mereka mengepung aku seperti lebah,+

seperti nyala api yang menjilat-jilat,*

tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.
Aku didesak-desak sampai terjatuh,*

tetapi Tuhan menolong aku.
Tuhanlah kekuatan dan pelindungku,*

Dialah kemenanganku
Suara gembira dan sorak-sorai,*

terdengar di perkemahan para pemenang.
“Tuhan bertindak dengan tangan kuat,*

tangan Tuhan Maha Kuasa”.
Aku tidak akan mati, aku tetap hidup,*

untuk mewartakan karya-karya Tuhan.
Tuhan sering menyiksa aku,*

namun tidak menyerahkan daku kepada maut.

Antifon 2Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, Alleluya.

Antifon 3Syukur kepada-Mu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku, Alleluya.

Bukalah bagiku gerbang kemenangan,*

supaya aku masuk dan bersyukur kepada Tuhan.
Inilah pintu gerbang Tuhan,*

para pemenang masuk ke dalamnya.
Syukur kepada-Mu, sebab Engkau memenangkan daku,*

dan menjadi penyelamatku.
Batu yang dibuang oleh para pembangun,*

telah menjadi batu sendi.
Karya Tuhanlah itu,*

sangat mengagumkan kami.
Pada hari inilah Tuhan bertindak,*

mari kami rayakan dengan gembira.
Ya Tuhan, berilah kami keselamatan!*

Ya Tuhan, berilah kami kesejahteraan!
Terberkatilah yang datang demi nama Tuhan,+

kami memberkati Engkau dari dalam rumah Tuhan,*

Tuhanlah Allah, Dia menerangi kami.
Beraraklah dengan membawa ranting berdaun,*

hiasilah tanduk-tanduk mesbah.
Allahkulah Engkau, Engkau kupuji,*

Allahku, Engkau kuagungkan.
Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,*

kekal abadi kasih setia-Nya.

Antifon 3Syukur kepada-Mu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku, Alleluya.

Bacaan singkat Gal 6,9-10

Janganlah kami jemu berbuat baik, karena pada waktunya kami akan menuai, asal saja kami tidak lengah. Sebab itu, selama masih sempat, marilah kami berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada saudara-saudara seiman.

℣.Aku berseru dengan segenap hati, ya Tuhan, jawablah aku.
℟.Ketetapan-Mu hendak kupegang.
Doa Penutup (Mi V)
Tuhan, hanya pada-Mulah kami berharap. Kami mohon, lindungilah umat-Mu selalu dengan cinta kasih-Mu. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang segala masa.

Amin.

Ibadat Sore

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan I Mazmur

Madah

Hari kan berlalu, namun cinta Allah

Pasti dekat s’lalu tidak kan berpisah.

Cemas tidak perlu, tak usah gelisah,

Hati harus tetap tabah.
Tinggallah ya Bapa, dampingilah kami

Dalam suka duka yang kami hadapi

Agar senantiasa kami mengimani

Kehadiran-Mu yang sakti.
T’rimalah luapan rasa syukur kami

Atas kelimpahan kebaikan hati

Yang Kauperlihatkan pada hari ini

Ya Tuhan dan Allah kami.
Terpujilah Bapa pencipta semesta

Bersama Putera penebus dunia

Yang mengutus Roh-Nya di tengah Gereja

Untuk tinggal selamanya. Amin.

Antifon 1Ya Tuhan, semoga doaku membubung ke hadapan-Mu bagaikan dupa.

Mazmur 140

Ya Tuhan, aku berseru kepada-Mu, datanglah segera kepadaku,*

dengarkanlah suaraku, sebab aku berseru kepada-Mu.
Semoga doaku membubung ke hadapan-Mu bagaikan dupa,*

semoga tangan yang kutadahkan Kauterima bagaikan kurban petang.
Awasilah mulutku, ya Tuhan,*

dan jagalah pintu bibirku.
Jangan biarkan hatiku condong kepada kejahatan,*

jangan sampai aku berbuat jahat bersama orang berdosa.
Selamanya takkan aku makan semeja dengan orang jahat,*

tak pernah aku menikmati kelezatan mereka.
Biarlah Allah yang adil memukul aku,*

biarlah yang maharahim menyiksa aku.
Selamanya takkan minyak wangi melumasi rambutku untuk berpesta pora,*

tak perkasa! Sebab selamanya doaku menentang kejahatan mereka.
Biarlah pemimpin mereka jatuh ke cengkeraman Allah yang hidup,*

biarlah mereka merasakan betapa manislah keputusan-Nya!
Seperti orang yang dicacah belah dalam neraka,*

demikianpun aku hancur lebur di moncong maut.
Tetapi kepada-Mulah mataku tertuju, ya Allah, Tuhanku,*

kepada-Mulah aku mengungsi, lindungilah hidupku.
Lindungilah aku terhadap jerat yang mereka pasang,*

dan terhadap perangkap orang berdosa.

Antifon 1Ya Tuhan, semoga doaku membubung ke hadapan-Mu bagaikan dupa.

Antifon 2Engkaulah pelindungku, ya Tuhan, milik pusakaku dalam hidup abadi.

Mazmur 141

Dengan suara lantang aku berseru kepada Tuhan,*

dengan suara lantang aku mohon kepada Tuhan.
Aku mencurahkan keluh kesahku di hadapan-Nya,*

aku membentangkan sengsaraku kepada-Nya.
“Bila nyawaku melenyap dari padaku,*

Engkaulah yang menmendapatahui jalannya ke maut.
Sepanjang jalan yang harus kutempuh,*

para musuhku memasang jerat.
Tengoklah dan saksikan sendiri,*

tak seorangpun mau mengenal aku.
Tak perkasa aku meloloskan diri,*

tak seorangpun menghiraukan daku.
Aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan,+

Engkaulah pelindungku,*

milik pusakaku dalam hidup abadi.
Perhatikanlah seruanku,*

sebab aku teramat hina.
Lepaskanlah aku dari musuh yang mengejar aku,*

karena mereka terlalu kuat bagiku.
Keluarkanlah aku dari penjara maut,*

agar aku memuji nama-Mu!
Semoga rombongan para suci melingkungi aku,*

sebab Engkau menyelamatkan daku.

Antifon 2Engkaulah pelindungku, ya Tuhan, milik pusakaku dalam hidup abadi.

Antifon 3Tuhan Yesus telah menghampakan diri; sebab Allah meninggikan Dia selama-lamanya.

Flp 2,6-11
Meskipun berwujud Allah,+

Kristus Yesus tidak mau berpegang teguh,*

pada kemuliaan-Nya yang setara dengan Allah.
Ia telah menghampakan diri,+

dengan mengambil keadaan hamba,*

dan menjadi sama dengan manusia.
Ia kelihatan sebagai seorang manusia dan merendahkan diri,+

karena taat sampai mati,*

sampai mati di salib.
Sebab Allah telah meninggikan Dia,+

dan menganugerahkan kepada-Nya,*

nama yang melebihi segala nama.
Agar dalam nama Yesus,+

bertekuklah setiap lutut,*

di surga tinggi, di bumi dan di bawah bumi.
Agar setiap lidah mengakui,+

untuk kemuliaan Allah Bapa,*

Tuhanlah Yesus Kristus.

Antifon 3Tuhan Yesus telah menghampakan diri; sebab Allah meninggikan Dia selama-lamanya.

Bacaan Singkat (Rom 11,33-36)
Betapa dalam dan kayanya kebijaksanaan dan penmendapatahuan Allah; betapa tak terselami keputusan-Nya, betapa tak terkira jalan-Nya. Siapakah yang dapat memahami pikiran Tuhan, siapakah pernah menjadi penasihat-Nya. Atau siapakah yang memberi Allah sesuatu, sehingga berhak menuntut balasan dari pada-Nya? Sebab segala sesuatu berasal dari Allah, tercipta oleh-Nya dan tertuju kepada-Nya. Bagi-Nya kemuliaan selama-lamanya.
Lagu Singkat

℣.Betapa agunglah,* Karya tangan-Mu, ya Tuhan.
℟.Betapa.
℣.Kebijaksanaan-Mu nyata dalam alam semesta.
℟.Karya tangan-Mu, ya Tuhan.
℣.Kemuliaan.
℟.Betapa.

Antifon Kidung(Mi V): Kamu ini cahaya dunia. Cahayamu harus bersinar di depan orang, agar mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuji Bapa di surga.

Kidung Maria Luk 1,46-55

Aku mengagungkan Tuhan,*

hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.
Sebab Ia memperhatikan daku,*

hamba-Nya yang hina ini.
Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*

oleh sekalian bangsa.
Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang Maha Kuasa,*

kuduslah nama-Nya.
Kasih sayang-Nya turun-temurun,*

kepada orang yang takwa.
Perkasalah perbuatan tangan-Nya,*

dicerai-beraikan-Nya orang yang angkuh hatinya
Orang yang berkuasa diturunkan-Nya dari takhta,*

yang hina-dina diangkatnya.
Orang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan,*

orang kaya diusir-Nya pergi dengan tangan kosong
Menurut janji-Nya kepada leluhur kami,*

Allah telah menolong Israel, hamba-Nya.
Demi kasih sayang-Nya kepada Abraham serta keturunannya,*

untuk selama-lamanya.

Antifon KidungKamu ini cahaya dunia. Cahayamu harus bersinar di depan orang, agar mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuji Bapa di surga.

Doa Permohonan

Marilah kami memuji Allah yang mahaesa, Bapa dan Putera dan Roh -Kudus, dan dengan rendah hati berdoa:

℟. Dampingilah umat-Mu, ya Tuhan.

Tuhan yang kudus, Bapa yang Maha Kuasa, tegakkanlah keadilan di tanah air kami,* supaya umat-Mu dapat menikmati kesejahteraan dan damai. ℟.

Hantarlah semua bangsa masuk kedalam kerajaan-Mu,* supaya akhirnya semua manusia selamat. ℟.

Semoga suami isteri hidup dalam damai-Mu, bertindak seturut kehendak-Mu,* dan saling mencintai seumur hidup. ℟.

Balaslah, ya Tuhan, kebaikan hati semua orang yang menolong kami,* dan anugerahilah mereka kehidupan kekal. ℟.

Kasihanilah semua orang yang meninggal akibat kebencian dan peperangan,* dan terimalah mereka dalam kebahagiaan di surga. ℟.

Bapa Kami

Doa Penutup (Mi V)
Tuhan, hanya pada-Mulah kami berharap. Kami mohon, lindungilah umat-Mu selalu dengan cinta kasih-Mu. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang segala masa.

Amin.

Ibadat Penutup

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan I Mazmur

Doa Tobat

℣.Kasihanilah kami, ya Tuhan.℟.Sebab kami orang yang berdosa.℣.Tunjukkanlah belaskasihanMu kepada kami, ya Tuhan.℟.Dan anugerahkan keselamatan kepada kami.℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.

Madah

Kristus cahaya mulia
Kegelapan Kauenyahkan
Malam maut tak berdaya
Sudah kalah Kaulumpuhkan

Lindungilah kami Tuhan
Selama semalam ini
Kami mohon ketenangan
Dalam istirahat nanti.

Meski mata 'kan tertidur
Semoga hati berjaga
Rapi selalu teratur
Siap menyambut rajanya.

Terpujilah Kristus raja
Bersama Bapa mulia
Dan Roh kudus sumber cinta
Sepanjang segala masa. Amin.

Antifon 1Kasihanilah aku, ya Tuhan, dan dengarkanlah doaku.

Mazmur 4

Apabila aku berseru, jawablah aku, ya Allah yang adil,+
apabila aku bersusah, lapangkanlah dadaku,*
kasihanilah aku dan dengarkanlah doaku.

Hai orang-orang besar,*
masih berapa lamakah kamu menghina Allah yang mulia?
Masih berapa lamakah kamu menyembah berhala,*
dan minta nasihat mereka?

Ketahuilah, Tuhan akan mengerjakan karya agung bagi para kekasihNya,*
Tuhan akan mendengarkan daku, bila aku berseru kepadaNy.

Memang kamu gelisah, tetapi jangan lalu berdosa,*
selidikilah batinmu dan mengaduhlah di tempat tidurmu.

Persembahkanlah kurban sejati,*
dan percayalah pada Tuhan.

Banyak orang berkata,+
"Siapa yang akan menurunkan berkat?*
Hendaknya cahaya wajahMu menyinari kami, ya Tuhan".

Penuhilah hatiku dengan kebahagiaan,*
lipat gandakanlah panen gandum dan anggur.

Aku hendak membaringkan diri dan tidur,*
dalam kehadiranMu yang menenteramkan;

sebab hanya Engkaulah, ya Tuhan,*
yang membuat istirahatku aman sentosa.

Antifon 1Kasihanilah aku, ya Tuhan, dan dengarkanlah doaku.

Antifon 2Pujilah Tuhan di waktu malam.

Mazmur 133 (134)

Mari, pujilah Tuhan,
pujilah semua karya Tuhan!

Hai kamu yang bertugas dalam rumah Tuhan,*
pada waktu malam,

tadahkanlah tanganmu ke tempat suci,*
dan pujilah Tuhan!

Semoga Allah Sion memberkati engkau,*
Tuhan yang menjadikan langit dan bumi.

Antifon 2Pujilah Tuhan di waktu malam.

Bacaan singkat Ul 6,4-7

Dengarlah, hai Israel: Tuhan Allah kita hanya satu. Hendaknya engkau mengasihi Tuhan Allahmu dengan segenap hati, dengan segenap jiwa dan dengan segenap tenagamu. Semoga perkataan-perkataan yang hari ini kusampaikan kepadmu menetap dalam hatimu dan kauteruskan kepada anak-anakmu. Renungkanlah perintah ini waktu duduk di rumah atau bergegas di jalan; waktu mau tidur atau hendak bangun.

Lagu Singkat

℣.Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku.℟.Ke dalam.℣.Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar.℟.Ya Tuhan, penyelamatku.℣.Kemuliaan.℟.Ke dalam.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.
Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.
Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan, kunjungilah rumah ini dan berkatilah kami selalu. Jauhkanlah segala tipu daya musuh dari rumah ini dan utuslah malaikatMu untuk membawa damai sejahtera dan menyertai kami. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Pada malam Minggu:

Tuhan, pelindung kami, kunjungilah kami malam ini. Semoga besok pagi kami bangun dengan gembirea hati untuk merayakan kebangkitan Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa.

Penutup

℣.Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya.℟.Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam ya ratu surgawi,
salam, bunda Putra ilahi.
Darimulah hidup kami
memperoleh terang suci.
Bersukalah, ya Maria,
bunda yang paling jelita.
Hiduplah, bunda mulia,
doakanlah kami semua.

Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga

Hari Raya · Didogmakan 1950

Hari Raya ini merayakan kebenaran iman bahwa Santa Perawan Maria, pada akhir hidupnya di dunia, diangkat ke dalam kemuliaan surgawi dengan tubuh dan jiwanya. Maria, yang sejak awal dikandung tanpa noda dosa dan menjadi Bunda Allah, tidak dibiarkan mengalami kebinasaan tubuh di dalam kubur, melainkan disatukan sepenuhnya dengan Putranya yang mulia.

Meski peristiwa ini tidak diceritakan langsung dalam Kitab Suci, iman akan pengangkatan Maria berakar pada tradisi kuno Gereja dan pada keseluruhan misteri keselamatan. Sebagai buah pertama penebusan Kristus, Maria menikmati lebih dahulu apa yang dijanjikan kepada semua orang beriman. Kidung Wahyu tentang perempuan yang berselubungkan matahari (Wahyu 12:1) sering dibaca sebagai gambaran kemuliaannya.

Keyakinan ini sudah dirayakan Gereja Timur maupun Barat sejak berabad-abad lamanya sebagai pesta yang agung. Menjelang pertengahan abad kedua puluh, banyak uskup dan umat mendesak agar kebenaran ini dinyatakan secara resmi. Paus Pius XII lebih dulu meminta pendapat seluruh uskup sedunia, dan lebih dari seribu uskup menyatakan persetujuan.

Maka pada 1 November 1950, melalui konstitusi apostolik Munificentissimus Deus, Paus Pius XII memaklumkan sebagai dogma iman bahwa Maria diangkat ke surga dengan tubuh dan jiwanya. Ini adalah satu-satunya pernyataan ex cathedra sejak dogma infalibilitas dirumuskan. Bagi umat hari ini, Hari Raya ini adalah tanda pengharapan pasti bahwa mereka pun dipanggil kepada kemuliaan tubuh dan jiwa bersama Allah.

Ditetapkan: didogmakan oleh Paus Pius XII pada 1 November 1950 melalui konstitusi apostolik Munificentissimus Deus.

Santo Tarsisius

Martir

Tarsisius dihormati Gereja sebagai pelindung para akolit dan pelayan Misa. Menurut tradisi abad ketiga, yang didasarkan pada sebuah syair dari Paus Santo Damascus (366-384), Tarsisius adalah seorang martir yang mati di tangan orang-orang kafir karena ia menolak menyerahkan Tubuh Kristus kepada anjing-anjing penindas itu. Sedangkan menurut tradisi abad keenam, Tarsisius dikenal sebagai seorang akolit muda yang ditugaskan membawa Komuni Kudus kepada orang-orang Kristen yang dipenjarakan selama masa penganiayaan yang dilancarkan oleh Kaisar Valerianus (253-260). Penghormatan dan kebaktian kepada Sakramen MahaKudus didasarkan pada kesaksian iman Tarsisius. Tarsisius dikuburkan di pekuburan Santo Kallistus di Roma.

Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari