Doa Katolik
Peringatan 4 Maret

Beato Gjon Shllaku

Martir · 1907-1946
Nama lain
Kollë Shllaku, Nikollë Shllaku, Salah seorang dari 38 Martir Albania
Lahir
27 Juli 1907
Kota asal
Shkodrë, Albania
Wafat
Martir · Ditembak mati Rezim Komunis Albania pada 4 Maret 1946 di Shkodrë, Albania
Beatifikasi
5 November 2016 oleh Paus Fransiskus. · Misa beatifikasi digelar di Kathedral Shkodër, Albania yang dipimpin oleh Kardinal Angelo Amato
Semua santo-santa
Beato Gjon Shllaku adalah seorang imam Fransiskan dan seorang Intelektual terkemuka Albania yang ditembak mati pada tahun 1946 oleh rezim Komunis Albania.

Nikollë Shllaku lahir di Shkoder Albania pada 27 Juli 1907, putera dari pasangan katolik yang penuh devosi, Loros Shllaku dan Marë Ashtës. Sejak kecil ia disekolahkan disekolah Katolik yang dikelola oleh para biarawan Fransiskan. Tamat dari sekolah menengah, Nikollë memutuskan untuk masuk novisiat Fransiskan pada tanggal 4 Oktober 1922. Ia mengucapkan kaul kekal pada tanggal 13 September 1928 dan menggunakan nama biara Gjon (Yohanes).

Frater Gjon lalu dikirim ke Belanda untuk belajar Filsafat dan Teologi agar bisa ditahbiskan menjadi imam. Tiga tahun kemudian, tepatnya pada 15 Maret 1931, Frater Gjon Shllaku ditahbiskan menjadi seorang imam Fransiskan. Tugas pertama yang diberikan Ordo Fransiskan kepadanya adalah melanjutkan studi. Ia berangkat ke Belgia untuk belajar sejarah sampai meraih gelar doktor di Universitas Louvain, lalu pindah ke Paris dan meraih gelar doktor Filsafat di Universitas Sorbonne Paris, Perancis pada tahun 1937.

Pater Gjon kembali ke Albania dan menjadi seorang pendidik. Ia mengajar filsafat dan bahasa Perancis di sejumlah Sekolah Menengah dan Universitas, serta menjadi pembimbing spiritual bagi murid-muridnya. Ia dikenal sebagai seorang anti fasis yang terbuka, dan terpaksa melarikan diri ke Yugoslavia ketika Benitto Mussolini menyerang Kerajaan Albania.

Invasi Italia ke Albania berlangsung pada 7 April - 12 April 1939. Kampanye militer ini terjadi akibat kebijakan ekspansionis pemimpin Fasis Italia saat itu : Benito Mussolini. Kerajaan Albania ditaklukan Italia dalam 5 hari. Raja Albania, raja Zog I, berhasil melarikan diri dan hidup di pengasingan. Albania menjadi wilayah protektorat Italia sampai dicaplok Jerman pada tahun 1943.

Pater Gjon Shllaku, OFM kembali ke Albania seusai perang dunia kedua. Ia berkarya mendirikan pusat pelayanan bagi para korban perang dunia kedua dan mendistribusikan bahan pangan dan obat-obatan. Ia juga terus berbicara menentang bahaya Fasisme dan Komunisme.

Saat Rezim Komunis berkuasa di Albania, pater Gjon Shllaku ditangkap pada bulan Desember 1945 saat sedang mengajar. Ia ditahan selama beberapa bulan dalam penjara dan mengalami berbagai penyiksaan yang mengerikan sebelum di bawa ke pengadilan. Pada tanggal 22 Februari 1946 pengadilan Albania menjatuhkan hukuman mati kepada delapan orang Katolik atas tuduhan palsu; menjadi mata-mata Vatican. Mereka adalah :

  • Gjon Shllaku,OFM (Imam Fransiskan, Cendikiawan Albania)
  • Daniel Dajani, SJ (Imam Jesuit)
  • Giovanni Fausti,SJ, (Imam Jesuit)
  • Mark Cuni (Seminaris)
  • Gjergj Bici (Frater Jesuit)
  • Gjelosh Lulashi (Umat awam)
  • Qerim Sadiku (Umat awam)
  • Gjon Vata (Umat awam)

Martir-martir Albania

Delapan Martir ini ditembak mati ditempat pembuangan sampah, di belakang pemakaman Katolik dekat kota Shkodra pada tanggal 4 Maret 1946 tepat jam 6:00 pagi hari. Saat ditemukan, jenasah para pahlawan ini tampak terbaring dengan saling berpegangan tangan.

Enam orang dari 8 martir ini; Gjon Shllaku OFM, Giovanni Fausti SJ, Daniel Dajani SJ, Mark Cuni, Gjelosh Lulashi dan Qerim Sadiku, dibeatifikasi bersama para Martir Albania oleh Paus Fransiskus pada tanggal 5 November 2016. Pestanya dirayakan pada tanggal 4 Maret sesuai hari kemartirannya; dan pada hari pesta bersama Para Martir Albania pada tanggal 5 November. (qq)

Misa Beatifikasi Para Martir Albania 5 November 2016

Arti nama

Gjon : Ejaan Albania untuk nama ==> Yohanes

Kollё : Bentuk Pendek dari Nikollё = Ejaan Albania untuk Nama ==> Nikolaus

Lihat di Doa Hari Ini (4 Maret)