Bacaan Misa
Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya. Dan janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah. Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu. Maka Allah damai sejahtera, yang oleh darah perjanjian yang kekal telah membawa kembali dari antara orang mati Gembala Agung segala domba, yaitu Yesus, Tuhan kita, kiranya memperlengkapi kamu dengan segala yang baik untuk melakukan kehendak-Nya, dan mengerjakan di dalam kita apa yang berkenan kepada-Nya, oleh Yesus Kristus. Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! Amin.
TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;
Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.
Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.
Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.
Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.
Kemudian rasul-rasul itu kembali berkumpul dengan Yesus dan memberitahukan kepada-Nya semua yang mereka kerjakan dan ajarkan. Lalu Ia berkata kepada mereka: "Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!" Sebab memang begitu banyaknya orang yang datang dan yang pergi, sehingga makanpun mereka tidak sempat. Maka berangkatlah mereka untuk mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. Tetapi pada waktu mereka bertolak banyak orang melihat mereka dan mengetahui tujuan mereka. Dengan mengambil jalan darat segeralah datang orang dari semua kota ke tempat itu sehingga mendahului mereka. Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.
Invitatorium
Pekan I Mazmur
Pembukaan
AntifonMarilah menyembah Kristus, raja para gembala umat.
Mazmur 94 (95)
AntifonMarilah menyembah Kristus, raja para gembala umat.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Bangkitlah, Tuhan, dan datanglah menolong aku.
AntifonBangkitlah, Tuhan, dan datanglah menolong aku.
Antifon 2Tuhan yang mahakuasa, berdirilah di sisiku dan belalah aku.
AntifonTuhan yang mahakuasa, berdirilah di sisiku dan belalah aku.
Antifon 3Lidahku akan berbicara tentang kebaikan-Mu sepanjang hari.
AntifonLidahku akan berbicara tentang kebaikan-Mu sepanjang hari.
Responsorium Galatia 5:18, 22, 23-25
Responsorium Mazmur 89:20, 21-22; Yeremia 3:15
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur dari hari Minggu I, hlm 390
Antifon 1Pagi-pagi buta aku bangun dan mohon pertolonganMu.
Mazmur 118,145-152
Antifon 1Pagi-pagi buta aku bangun dan mohon pertolonganMu.
Antifon 2Tuhan kekuatan dan sumber penyelamatanku, Dialah Allahku, Dia hendak kupuji.
Kel 15,1-4;8-13;17-18
Antifon 2Tuhan kekuatan dan sumber penyelamatanku, Dialah Allahku, Dia hendak kupuji.
Antifon 3Pujilah Tuhan, hai segala bangsa.
Mazmur 116 (117)
Antifon 3Pujilah Tuhan, hai segala bangsa.
Bacaan Singkat (Ibr 13,7-9a)
Lagu Singkat
Antifon KidungBukan kamu sendiri yang berbicara, melainkan Roh kuduslah yang berbicara dalam dirimu.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungBukan kamu sendiri yang berbicara, melainkan Roh kuduslah yang berbicara dalam dirimu.
Doa Permohonan
℟. Gembalakanlah umatMu, ya Tuhan.
Kristus, Engkau menunjukkan belaskasihan dan cintaMu melalui gembala-gembala umatMu,* janganlah berhenti berbelaskasih terhadap kami melalui usaha mereka. ℟.
Kristus, Engkau melanjutkan tugas penggembalaan umat dalam diri wakil-wakilMu,* semoga Engkau sendiri memimpin kami dengan perantaraan mereka. ℟.
Kristus, Engkau merawat jiwa raga kami dengan perantaraan para kudus yang memimpin umatMu,* semoga Engkau selalu menghidupkan dan menguduskan kami. ℟.
Kristus, Engkau mendidik kawananMu dengan kebijaksaan dan cinta kasih para kudusMu,* teguhkanlah kami selalu dalam kesucian berkat usaha para gembala kami. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pekan I Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (1 Reg 8, 60-61)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan I Mazmur
Madah
Antifon 1Bimbinglah aku, ya Tuhan, pada jalan perintahMu.
Mazmur 118,33-40
Antifon 1Bimbinglah aku, ya Tuhan, pada jalan perintahMu.
Antifon 2Orang yang mencari Tuhan, takkan kekurangan suatupun.
Mazmur 33 I
Antifon 2Orang yang mencari Tuhan, takkan kekurangan suatupun.
Antifon 3Perjuangkanlah damai sejahtera.
Mazmur 33 II
Antifon 3Perjuangkanlah damai sejahtera.
Bacaan singkat 1Tim 4,16
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pekan I Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (Sap 7, 27a; 8, 1)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Madah
Antifon 1FirmanMu pelita bagi langkahku, ya Tuhan, alleluya.
Mazmur 118 (119), 105-112
Antifon 1FirmanMu pelita bagi langkahku, ya Tuhan, alleluya.
Antifon 2Di hadapanMu terdapat sukacita berlimpah, ya Tuhan, alleluya.
Mazmur 15 (16)
Antifon 2Di hadapanMu terdapat sukacita berlimpah, ya Tuhan, alleluya.
Antifon 3Semoga dalam nama Yesus bertekuklah setiap lutut di surga tinggi dan di bumi, alleluya.
Flp 2,6-11
Antifon 3Semoga dalam nama Yesus bertekuklah setiap lutut di surga tinggi dan di bumi, alleluya.
Bacaan Singkat (Kol 1,3-6a)
Antifon Kidung(Mi II): Dialah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia, alleluya.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungDialah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia, alleluya.
Doa Permohonan
℟. PadaMulah kami berharap, ya Tuhan.
Bapa yang mahamurah, kami berdoa kepadaMu bagi paus kami... dan uskup kami...* lindungilah dan kuduskanlah mereka dengan kekuatanMu. ℟.
Semoga orang-orang sakit menyatukan penderitaan mereka dengan penderitaan Kristus,* dan diikutsertakan juga dalam kebahagiaan PuteraMu. ℟.
Perhatikanlah kiranya para tunawisma,* agar mereka berhasil memperoleh perumahan yang pantas. ℟.
Tumbuhkanlah dan kembangkanlah kiranya hasil tanah,* supaya semua orang mendapat rezeki secukupnya. ℟.
Bermurahhatilah, ya Tuhan, terhadap orang-orang yang telah berpulang,* dan kurniakanlah kepada mereka tempat kediaman di surga. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan I Mazmur
Doa Tobat
Madah
Antifon 1Kasihanilah aku, ya Tuhan, dan dengarkanlah doaku.
Mazmur 4
Antifon 1Kasihanilah aku, ya Tuhan, dan dengarkanlah doaku.
Antifon 2Pujilah Tuhan di waktu malam.
Mazmur 133 (134)
Antifon 2Pujilah Tuhan di waktu malam.
Bacaan singkat Ul 6,4-7
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Beato Yohanes dari Aldomovar
Kepribadian Yohanes eorang bekas budak belian sangat dikagumi oleh Santa Theresia dari Avila. Kepadanya Santa Theresia dari Avila mengungkapkan: Yan belajarlah rajin-rajin. Sekali kelak engkau akan mengikuti jejakku. Kata-kata ramalan itu diturutinya dengan patuh. Sejak itu imamat dan belajar menjadi cita-cita dan program hidupnya. Yan kecil kemudian menjadi sangat pandai. Ia meneladani Santa Theresia dari Avila dalam doa dan tapa. Kepada kawan-kawannya ia berkata: Apabila tapa dan matiraga itu menyakitkan, maka itulah tanda bahwa tapa dan matiraga itu sesuatu yang menyehatkan. Akhirnya terjadilah atas dirinya apa yang diramalkan oleh Theresia dari Avila: Ia menjadi pembaharu disiplin hidup para rahib dalam ordonya, Ordo Tritunggal MahaKudus.
Semasa studinya, ia mengalami banyak sekali cobaan. Namun semuanya itu tidak berhasil menggagalkan cita-citanya. Setelah menyelesaikan studinya, ia menjadi rahib yang terkenal dalam ordo Tritunggal MahaKudus. Kepandaiannya dan ilmunya yang tinggi tidak menjerumuskan dia ke dalam keangkuhan melaiankan sebaliknya membuat dia semakin rendah hati. Ia terkenal sebagai pencinta orang-orang miskin dan sederhana. Cintanya kepada orang-orang itu terbukti ketika wabah pes merajalela pada tahun 1590. Tanpa mempedulikan segala kemungkinan bahaya atas dirinya, ia merawat orang-orang yang tertimpa penyakit yang berbahaya itu. Kesehatan badannya yang kurang baik tidak dihiraukannya. Selain itu, sambil tetap menjalankan kerasulannya di Andalusia, ia berusaha sekuat tenaga untuk memulihkan tata tertib hidup dalam tarekatnya. Banyak kepahitan yang harus ditelannya karena usaha pembaharuan ini: ia difitnah oleh rekan-rekannya setarekat dan dilaporkan kepada Sri Paus. Namun ia tidak mundur dari usahanya yang luhur itu. Santo Fransiskus dari Sales, Santo Kamilus serta beberapa orang suci lainnya mendampingi dia dengan hiburan dan dukungan moril.
Akhirnya Yohanes yang rendah hati dan sabar itu keluar sebagai pemenang yang jaya. Hati rekan-rekannya yang keras membatu lambat laun dilembutkannya. Usaha pembaharuan ini diterima semua rekannya. Sepotong doanya yang terkenal dan selalu didengungkannya adalah: Ya Tuhan, bila aku masih Kau butuhkan untuk melaksanakan pekerjaan-Mu yang agung itu, aku tak menolaknya. Jadilah padaku menurut kehendak Mu. Yohanes meninggal dunia pada tahun 1613.
S. Sirilus dan Metodius
Sirilus dan Metodius adalah dua bersaudara yang lahir di Tesalonika, Yunani, sekitar tahun 826 dan 827, dari keluarga seorang perwira Bizantium. Keduanya terpelajar, dan Sirilus, yang semula bernama Konstantinus, dikenal karena kepandaiannya sehingga dijuluki sang Filsuf, sementara Metodius kelak diangkat menjadi uskup.
Pada tahun 862, Pangeran Rastislav dari Moravia Raya meminta kaisar mengirim misionaris yang dapat mengajar bangsanya dalam bahasa mereka sendiri. Kedua bersaudara itu diutus. Untuk menerjemahkan Kitab Suci dan liturgi ke dalam bahasa Slavia, mereka menyusun abjad Glagolitik, abjad pertama yang menuliskan bahasa Slavia Gerejawi Kuno. Dari karya inilah kemudian berkembang aksara Kiril, yang hingga kini dipakai banyak bangsa Slavia.
Pekerjaan mereka merintis liturgi dalam bahasa setempat sempat ditentang, tetapi akhirnya direstui Paus di Roma. Sirilus wafat di Roma pada tahun 869 setelah menjadi biarawan, sedangkan Metodius meneruskan misi sebagai uskup dan wafat tahun 885. Karena pengaruh besar mereka atas kebudayaan seluruh bangsa Slavia, Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1980 menetapkan keduanya sebagai pelindung Eropa bersama Santo Benediktus.
Pelindung: Eropa dan bangsa-bangsa Slavia.
Santo Maro
Maro dikenal sebagai pertapa. Ia mendirikan beberapa biara pertapaan di Cyrrhus (dekat Kilis, Turki), Syria. Sebagai seorang pertapa, Maro lebih suka menggunakan waktunya untuk berdoa dan menyendiri dalam kesunyian. Meskipun demikian, ia juga dengan senang hati menerima semua orang yang datang kepadanya untuk mendapatkan bimbingan Rohani.
Bimbingannya sangat menghibur. Kepada orang-orang yang datang meminta bimbingan, Maro selalu memberi banyak keterangan tentang cara hidup membiara, mendorong mereka untuk menjalani hidup membiara agar hidup lebih dekat dengan Allah. Para rahib yang dipimpinnnya mendapat peneguhan iman yang sungguh berharga. Ketika Maro meningga dunia, ia dikuburkan dekat sebuah sumber air di Orontes, tak jauh dari Apamea, Syria. Sebuah gereja dan biara, yaitu biara Bait Marun, didirikan disana untuk menghormati Maro. Kaum Maronit, orang Katolik dari dunia Timur yang sekarang lebih banyak berdiam di Lebanon, menghormati Santo Maro sebagai Patriakh mereka.
Santo Valentinus
Daftar para martir Roma menetapkan dua orang Santo Valentinus. Valentinus pertama adalah seorang imam yang disiksa dan dianiaya pada tahun 269 pada masa penganiayaan umat-umat Kristen Roma oleh Kaisar Klaudius (268-270). Valentinus ini dimakamkan di jalan Flaminia. Di jalan ini dibangunlah sebuah basilik pada tahun 350 untuk menghormati dia.
Valentinus kedua adalah seorang Uskup dari Terni, sebuah dusun kecil di bagian Utara kota Roma. Beliau juga mengalami nasib yang sama. Ia disiksa dan dianiaya hingga mati pada masa penganiayaan umat Kristen Roma oleh kaisar Klaudius pada tahun 269.
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari