Bacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Inilah aku, utuslah aku!
Dalam tahun wafatnya Raja Uzia, aku, Yesaya, melihat Tuhan duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang, dan ujung jubah-Nya memenuhi Bait Suci. Para Serafim berdiri di sebelah atas-Nya, masing-masing mempunyai enam sayap. Mereka berseru seorang kepada yang lain, “Kudus, kudus, kuduslah Tuhan semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!” Maka bergoyanglah alas ambang pintu disebabkan oleh suara orang yang berseru itu, dan rumah itu pun penuhlah dengan asap. Lalu aku berkata, “Celakalah aku! Aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis-bibir, dan aku tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis-bibir, namun mataku telah melihat Sang Raja, Tuhan semesta alam.” Tetapi seorang dari para Serafim itu terbang mendapatkan aku. Di tangannya, ada bara api, yang diambilnya dengan sepit dari atas mezbah. Ia menyentuhkan bara api itu pada mulutku serta berkata, “Lihat, bara ini telah menyentuh bibirmu, maka kesalahanmu telah dihapus dan dosamu telah diampuni.” Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata, “Siapakah yang akan Kuutus? Dan siapakah yang akan pergi atas nama-Ku?” Maka aku menjawab, “Inilah aku, utuslah aku!”
Refren: Nama Tuhan hendak kuwartakan di tengah umat kumuliakan.
Aku hendak bersyukur kepada-Mu dengan segenap hati, di hadapan para dewata aku akan bermazmur bagi-Mu. Aku hendak bersujud ke arah bait-Mu yang kudus dan memuji nama-Mu.
Aku hendak memuji nama-Mu karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu; sebab Kaubuat nama dan janji-Mu melebihi segala sesuatu. Pada hari aku berseru, Engkau pun menjawab aku, Engkau menambahkan kekuatan dalam jiwaku.
Semua raja di bumi akan bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan sebab mereka mendengar janji dari mulut-Mu; mereka akan menyanyi tentang jalan-jalan Tuhan sebab besarlah kemuliaan Tuhan.
Engkau mengulurkan tangan kanan-Mu dan menyelamatkan daku. Tuhan akan menyelesaikan segalanya bagiku! Ya Tuhan, kasih setia-Mu kekal abadi, janganlah Kautinggalkan perbuatan tangan-Mu!
Begitulah kami mengajar, dan begitu pulalah kamu mengimani.
Saudara-saudara, aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang sudah kuwartakan kepadamu dan sudah kamu terima, dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri. Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu berpegang teguh padanya, sebagaimana kuwartakan kepadamu; kecuali kalau kamu sia-sia saja menjadi percaya. Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri ialah bahwa Kristus telah wafat karena dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci; bahwa Yesus telah dimakamkan dan pada hari yang ketiga telah dibangkitkan sesuai dengan Kitab Suci; bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas, dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya. Sesudah itu, Ia menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus; kebanyakan dari mereka masih hidup sampai sekarang, tetapi beberapa di antaranya sudah meninggal dunia. Selanjutnya Yesus menampakkan diri kepada Yakobus, lalu kepada semua rasul. Dan yang paling akhir, Ia menampakkan diri juga kepadaku, seperti kepada anak yang lahir sebelum waktunya. Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul, dan tak layak disebut rasul, sebab aku telah menganiaya Jemaat Allah. Tetapi berkat kasih karunia Allah aku menjadi sebagaimana aku sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidaklah sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras daripada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku. Sebab itu, entah aku entah mereka, begitulah kami mengajar dan begitu pulalah kamu mengimani.
Alleluya. U Alleluya.
Mereka meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikuti Yesus.
Sekali peristiwa, Yesus berdiri di pantai Danau Genesaret. Banyak orang mengerumuni Dia hendak mendengarkan Firman Allah. Yesus melihat dua buah perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jala. Yesus naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahu itu sedikit jauh dari pantai. Lalu Yesus duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu.
Setelah selesai berbicara, Yesus berkata kepada Simon, “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.” Simon menjawab, “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa. Tetapi karena perintah-Mu, aku akan menebarkan jala juga.” Dan setelah melakukannya, mereka menangkap ikan dalam jumlah besar sehingga jala mereka mulai koyak. Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-teman di perahu yang lain supaya mereka datang membantu. Maka, mereka itu datang, lalu mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam. Melihat hal itu, Simon Petrus tersungkur di depan Yesus dan berkata, “Tuhan, tinggalkanlah aku, karena aku ini orang berdosa.” Sebab Simon dan teman-temannya takjub karena banyaknya ikan yang mereka tangkap. Demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Yesus lalu berkata kepada Simon, “Jangan takut! Mulai sekarang engkau akan menjala manusia.” Sesudah menghela perahu-perahunya ke darat, mereka pun meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Yesus.
Invitatorium
Pekan I Mazmur
Pembukaan
AntifonMarilah kita bernyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi penyelamat kita, alleluya.
Mazmur 94 (95)
AntifonMarilah kita bernyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi penyelamat kita, alleluya.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Lihatlah bagaimana salib Tuhan dinyatakan sebagai pohon kehidupan.
Mazmur 1
Ada dua jalan yang dapat ditempuh manusia
yang tidak mengikuti nasihat orang fasik;
AntifonLihatlah bagaimana salib Tuhan dinyatakan sebagai pohon kehidupan.
AntifonLihatlah bagaimana salib Tuhan dinyatakan sebagai pohon kehidupan.
AntifonLihatlah bagaimana salib Tuhan dinyatakan sebagai pohon kehidupan.
AntifonLihatlah bagaimana salib Tuhan dinyatakan sebagai pohon kehidupan.
Antifon 2Inilah Raja pilihan-Ku yang akan memerintah di Gunung Sion.
Mazmur 2
Mesias, raja dan penakluk
Para penguasa bumi bersatu untuk menggulingkan Yesus, Putra-Mu yang diurapi (Kisah Para Rasul 4:27).
AntifonInilah Raja pilihan-Ku yang akan memerintah di Gunung Sion.
AntifonInilah Raja pilihan-Ku yang akan memerintah di Gunung Sion.
AntifonInilah Raja pilihan-Ku yang akan memerintah di Gunung Sion.
AntifonInilah Raja pilihan-Ku yang akan memerintah di Gunung Sion.
AntifonInilah Raja pilihan-Ku yang akan memerintah di Gunung Sion.
AntifonInilah Raja pilihan-Ku yang akan memerintah di Gunung Sion.
Antifon 3Tuhan, Engkaulah pelindungku; Engkau telah mengangkatku dalam kemuliaan.
Mazmur 3
Aku aman dalam penjagaan Tuhan
Betapa banyak yang bangkit melawan aku!
AntifonTuhan, Engkaulah pelindungku; Engkau telah mengangkatku dalam kemuliaan.
AntifonTuhan, Engkaulah pelindungku; Engkau telah mengangkatku dalam kemuliaan.
AntifonTuhan, Engkaulah pelindungku; Engkau telah mengangkatku dalam kemuliaan.
AntifonTuhan, Engkaulah pelindungku; Engkau telah mengangkatku dalam kemuliaan.
Bacaan
Bacaan Pertama
Responsorium Galatia 1:3-4, 10
Bacaan Kedua
Responsorium Galatia 3:24-25, 23
Te Deum
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Ya Allah, aku mencari Engkau untuk merasakan kekuatanMu. Alleluya.
Mazmur 62
Antifon 1Ya Allah, aku mencari Engkau untuk merasakan kekuatanMu. Alleluya.
Antifon 2Tiga pemuda dalam tanur api serentak berseru: Terpujilah Allah. Alleluya.
Dan 3,57-88.56
Kidung ini tidak ditutup dengan 'Kemuliaan'.
Antifon 2Tiga pemuda dalam tanur api serentak berseru: Terpujilah Allah. Alleluya.
Antifon 3Para warga Sion bersukaria atas Rajanya. Alleluya.
Mazmur 149
Antifon 3Para warga Sion bersukacita atas Rajanya. Alleluya.
Bacaan Singkat (Why 7,10.12)
Lagu Singkat
Antifon Kidung(Mi V): Pagi-pagi buta sebelum fajar menyingsing, Yesus bangun dari tidur dan pergi ke suatu tempat yang sunyi. Di sana Ia berdoa.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungPagi-pagi buta sebelum fajar menyingsing, Yesus bangun dari tidur dan pergi ke suatu tempat yang sunyi. Di sana Ia berdoa.
Doa Permohonan
℟. Ya Tuhan, Engkaulah kehidupan dan keselamatan kami.
Pencipta bintang-bintang, permulaan hari ini kami terima penuh syukur dari tanganMu,* sambil mengenangkan kebangkitanMu. ℟.
Semoga rohMu mengajar kami bertindak seturut keinginan hatiMu,* dan semoga kebijaksanaanMu tetap membimbing kami. ℟.
Semoga kami pada hari Minggu ini berhimpun sebagai umatMu,* untuk menyambut santapan sabda dan tubuhMu. ℟.
Kami mengucap syukur kepadaMu,* atas kurniaMu yang tak terbilang banyaknya. ℟.
Bapa Kami
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pekan I Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (1 Io 4, 16)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan I Mazmur
Madah
Antifon 1Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setiaNya, alleluya.
Mazmur 117 (118)
Antifon 1Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setiaNya, alleluya.
Antifon 2Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, alleluya.
Antifon 2Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, alleluya.
Antifon 3Syukur kepadaMu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku, alleluya.
Antifon 3Syukur kepadaMu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku, alleluya.
Bacaan singkat Gal 6,9-10
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pekan I Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (Gal 6, 9-10)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan I Mazmur
Madah
Antifon 1Tuhan meluaskan kekuasaanNya dari Sion, Tuhan meraja selama-lamanya. Alleluya.
Antifon 1Tuhan meluaskan kekuasaanNya dari Sion, Tuhan meraja selama-lamanya. Alleluya.
Antifon 2Bumi bergetar di hadapan Tuhan. Alleluya.
Mazmur 113
Antifon 2Bumi bergetar di hadapan Tuhan. Alleluya.
Antifon 3Tuhan, Allah kita yang mahakuasa, sudah menjadi raja. Alleluya.
Why 19,1-7
Antifon 3Tuhan, Allah kita yang mahakuasa, sudah menjadi raja. Alleluya.
Bacaan singkat 2Kor 1,3-4
Antifon Kidung(Mi V): Guru, semalam-malaman kami bekerja keras dan tidak menangkap seekorpun. Tetapi atas perintahMu, aku akan menebarkan jala.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungGuru, semalam-malaman kami bekerja keras dan tidak menangkap seekorpun. Tetapi atas perintahMu, aku akan menebarkan jala.
Doa Permohonan
℟. Datanglah kerajaanMu, ya Tuhan.
Ya Penyelamat kami, teguhkanlah umat pilihanMu, agar lebih jelas melambangkan kesatuan umat manusia,* dan menjadi tanda pembawa selamat yang lebih nyata bagi semua bangsa. ℟.
Dampingilah selalu para uskup bersama bapa suci,* dan anugerahilah mereka kesatuan, cinta kasih dan damai. ℟.
Satukanlah seluruh umat Kristen dalam diriMu sebagai kepala,* supaya kami dalam kehidupan sehari-hari memberi kesaksian tentang kerajaanMu. ℟.
Berikanlah perdamaian kepada dunia,* supaya keamanan dan kesejahteraan berkembang di mana-mana. ℟.
Bangkitkanlah semua orang mati pada hari kiamat,* dan ikutsertakanlah kami dalam kebahagiaan mereka. ℟.
Bapa Kami
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Doa Tobat
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
Madah
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Mazmur 90 (91)
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Bacaan singkat Why 22,4-5
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo Hieronimus Emilianus
Hieronimus Emilianus dikenal sebagai seorang panglima perang di Kastelnuovo. Ketika Kastelnuovo jatuh ke tangan musuh, Hieronimus ditangkap dan dipenjarakan di dalam sebuah sel bawah tanah yang dingin dan kotor.
Kondisi tempat itu sangat menyiksa. Namun justru di dalam sel itulah Hieronimus menemukan suatu cahaya kehidupan yang baru yang mendekatkan dia kepada Allah. Kesulitan dan kesengsaraan yang sedemikian hebat di dalam sel itu membawa dia kepada suatu doa yang tulus kepada Bunda Maria: Bunda Maria, lindungilah aku anakmu! Aku berjanji akan memperbaiki hidupku dan menyerahkan diriku seutuhnya kepadamu. Hieronimus bertobat.
Doa singkat yang tulus itu terkabulkan. Tak lama kemudian ia dapat meloloskan diri dari penjara itu dan melarikan diri. Tatkala kedamaian telah kembali meliputi seluruh kota, Hieronimus diangkat sebagai Wali kota Kastelnuovo pada tahun 1511. Tujuh tahun kemudian ia ditabhiskan menjadi imam.
Sesuai dengan janjinya kepada Bunda Maria ketika berada di penjara, Hieronimus membaktikan seluruh hidupnya kepada kepentingan Gereja dan usaha-usaha karitatif seperti memelihara anak-anak yatim piatu, menampung anak-anak gelandangan dan lain-lain. Dari Venesia, ia pergi ke Padua dan Verona. Selanjutnya ia menjelajahi seluruh Italia Utara untuk mendirikan panti-panti asuhan bagi anak-anak miskin dan terlantar.
Anak-anak itu diberi pendidikan yang baik sesuai dengan bakat-bakatnya. Ada yang menempuh pendidikan jurusan teknik, dan adapula yang memasuki sekolah umum. Dalam melaksanakan karya besarnya itu, Hieronimus dibantu oleh empat orang pemuda. Bersama mereka, Hieronimus mulai membentuk tarekatnya, yang disebut Tarekat Imam Imam Regulir dari Somaska. Spiritualisme dan aturan-aturan khusus diciptakan agar ada suatu ciri khas bagi tarekatnya itu. Ia mendirikan kolese kolese dan sebuah seminari Menengah untuk mendidik calon-calon imam, Tuhan senantiasa memberkati karya Hieronimus dengan berkat yang melimpah. Hieronimus meninggal dengan tenang pada tahun 1537.
Santo Yohanes dari Matha
Putra manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang. (Mat20:28). Kebenaran sabda Yesus ini dapat dilihat dalam kesaksian hidup pribadi Yohanes dari Matha. Sebagian besar masa hidupnya diabdikan secara total kepada Allah dan sesama.
Yohanes lahir pada abad keduabelas di Portugis Selatan. Semenjak kecil, Yohanes sudah menampilkan benih-benih kesalehan hidup. Ketika usianya menanjak dewasa ia memutuskan untuk mengikuti pendidikan calon imam agar lebih penuh mengabdikan diri kepada Tuhan. Ia sungguh berjuang agar pantas menajadi seorang imam Allah. Tuhan menyertai dia hingga ia meraih mahkota Imamat.
Setelah menjadi Imam, Yohanes bersama rekannya Santo Feliks de Valois bertapa di suatu tempat yang sunyi di daerah pegunungan selama tiga tahun. Kemudian mereka berdua berangkat ke Roma untuk memulai suatu karya bagi orang-orang Kristen yang dikuasai oleh kaum Sarasin. Dengan restu dan bantuan dari Paus Innocentius III (1198-1216) mereka mendirikan Ordo Tritunggal MahaKudus yang masih aktif hingga sekarang.
Semula mereka berdua bermaksud membebaskan orang-orang Kristen itu dari perbudakan kaum Sarasin. Tetapi kemudian niat mereka diganti dengan usaha-usaha di bidang pendidikan, perawatan kesehatan dan karya amal lainnya bagi orang-orang Kristen itu. Doa dan tapa mereka disertai usaha-usaha yang keras membuahkan hasil yang benar.
Motto karya dan hidup mereka termuat dalam semboyan ini: “Bila sesama membutuhkan bantuan kita, kita seyogiayanya mempergunakan waktu dan tenaga kita untuk membantu mereka sedapat dapatnya. Setelah lama mengabdikan diri dalam berbagai karya cinta kasih, Yohanes meninggal dunia pada tahun 1213.
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari