Bacaan Misa
Dalam pergumulan kamu melawan dosa kamu belum sampai mencucurkan darah. Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: "Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya; karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak." Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya? Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya. Sebab itu kuatkanlah tangan yang lemah dan lutut yang goyah; dan luruskanlah jalan bagi kakimu, sehingga yang pincang jangan terpelecok, tetapi menjadi sembuh. Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan. Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.
Dari Daud. Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku!
Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!
Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia.
Sebab Dia sendiri tahu apa kita, Dia ingat, bahwa kita ini debu.
Tetapi kasih setia TUHAN dari selama-lamanya sampai selama-lamanya atas orang-orang yang takut akan Dia, dan keadilan-Nya bagi anak cucu,
bagi orang-orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan yang ingat untuk melakukan titah-Nya.
Kemudian Yesus berangkat dari situ dan tiba di tempat asal-Nya, sedang murid-murid-Nya mengikuti Dia. Pada hari Sabat Ia mulai mengajar di rumah ibadat dan jemaat yang besar takjub ketika mendengar Dia dan mereka berkata: "Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang demikian bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya? Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?" Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka: "Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya." Ia tidak dapat mengadakan satu mujizatpun di sana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka. Ia merasa heran atas ketidakpercayaan mereka.(6-6b) Lalu Yesus berjalan keliling dari desa ke desa sambil mengajar.
Invitatorium
Pekan IV Mazmur
Pembukaan
AntifonPujilah Allah, hai seluruh bumi, sembahlah Tuhan dengan sukacita.
Mazmur 94 (95)
AntifonPujilah Allah, hai seluruh bumi, sembahlah Tuhan dengan sukacita.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Pujilah Tuhan, hai jiwaku; jangan pernah lupakan segala yang telah Ia lakukan bagimu.
Mazmur 102 (103)
Pujian atas belas kasihan Allah yang lembut
Dalam belas kasihan Allah kita yang lembut, fajar dari tempat tinggi akan menyinari kita (lihat Lukas 1:78).
AntifonPujilah Tuhan, hai jiwaku; jangan pernah lupakan segala yang telah Ia lakukan bagimu.
Antifon 2Seperti seorang bapa berlemah lembut kepada anak-anaknya, demikianlah Tuhan kepada mereka yang menghormati Dia.
AntifonSeperti seorang bapa berlemah lembut kepada anak-anaknya, demikianlah Tuhan kepada mereka yang menghormati Dia.
Antifon 3Pujilah Tuhan, hai segala karya-Nya!
AntifonPujilah Tuhan, hai segala karya-Nya.
Responsorium 1 Tesalonika 5:9; Kolose 1:13
Responsorium Lihat Tobit 4:19; 14:8, 9
Doa Penutup
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Hatiku siap sedia, ya Allah, hatiku siap sedia.
Mazmur 107 (108)
Antifon 1Hatiku siap sedia, ya Allah, hatiku siap sedia.
Antifon 2Tuhan mengenakan padaku dandanan keselamatan dan pakaian kebenaran.
Yes 61,10-62,5
Antifon 2Tuhan mengenakan padaku dandanan keselamatan dan pakaian kebenaran.
Antifon 3Aku hendak memuliakan Allahku seumur hidup.
Mazmur 145 (146)
Antifon 3Aku hendak memuliakan Allahku seumur hidup.
Bacaan Singkat (Ul 4,39-40a)
Lagu Singkat
Antifon KidungHendaklah kita mengabdi Tuhan seumur hidup.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungHendaklah kita mengabdi Tuhan seumur hidup.
Doa Permohonan
℟. Kabulanlah doa kami, ya raja yang mulia dan abadi.
Terpujilah Engkau, sumber dan tujuan iman kami,* sebab Engkau telah memanggil kami dari kegelapan untuk memasuki cahayaMu yang menakjubkan. ℟.
Engkau telah membuka mata orang buta dan telinga orang tuli,* maka tolonglah kami yang kurang percaya. ℟.
Tuhan, semoga kami tetap tinggal dalam cintaMu,* dan tidak pernah terpisah satu sama lain. ℟.
Semoga kami bertahan dalam cobaan, bersabar dalam kemalangan,* dan bersyukur dalam kemujuran. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pekan IV Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (1 Cor 10, 24. 31)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan IV Mazmur
Madah
Antifon 1Aku berseru kepadaMu, ya Tuhan, aku berharap akan firmanMu.
Mazmur 118 (119),145-152
Antifon 1Aku berseru kepadaMu, ya Tuhan, aku berharap akan firmanMu.
Antifon 2Tuhan tahu bahwa pikiran manusia sia-sia belaka.
Mazmur 93 (94) I
Antifon 2Tuhan tahu bahwa pikiran manusia sia-sia belaka.
Antifon 3Tuhan menjadi pembelaku yang perkasa, dan Allahku menjadi pelindungku.
Mazmur 93 (94) II
Antifon 3Tuhan menjadi pembelaku yang perkasa, dan Allahku menjadi pelindungku.
Bacaan singkat Kol 3,23-24
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pekan IV Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (Col 3, 23-24)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan IV Mazmur
Madah
Antifon 1Terlalu ajaiblah bagiku pengetahuanMu, ya Tuhan.
Antifon 1Terlalu ajaiblah bagiku pengetahuanMu, ya Tuhan.
Antifon 2Aku, Tuhan, menyelidiki isi hati dan menguji sanubari. Aku menganugerahi setiap orang sesuai dengan hidupnya.
Mazmur 138 (139) - II
Antifon 2Aku, Tuhan, menyelidiki isi hati dan menguji sanubari. Aku menganugerahi setiap orang sesuai dengan hidupnya.
Antifon 3Dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu, dan segala sesuatu ada dalam Dia.
Kol 1,12-20
Antifon 3Dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu, dan segala sesuatu ada dalam Dia.
Bacaan Singkat (1Yoh 2,3-6)
Antifon KidungUlurkanlah tanganMu yang perkasa, ya Tuhan; cerai-beraikanlah orang yang angkuh dan angkatlah yang hina-dina.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungUlurkanlah tanganMu yang perkasa, ya Tuhan; cerai-beraikanlah orang yang angkuh dan angkatlah yang hina-dina.
Doa Permohonan
℟. Gembirakanlah orang yang berharap kepadaMu, ya Tuhan.
Tuhan, Engkau telah mengutus PuteraMu bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya,* semoga kematian Kristus menghasilkan buah berlimpah dalam diri kami. ℟.
Engkau menetapkan para imam menjadi hamba Kristus dan pembagi rahmatMu,* semoga mereka setia, bijaksana dan penuh cinta kasih. ℟.
Engkau memanggil orang yang Kaucintai untuk hidup membiara demi kerajaan surga,* semoga mereka mengikuti PuteraMu dalam kesetiaan sempurna. ℟.
Engkau telah menciptakan manusia sebagai pria dan wanita,* peliharalah kiranya semua keluarga dalam cinta sejati. ℟.
Engkau telah menghapus dosa manusia berkat kurban Kristus,* maka ampunilah dosa semua orang yang telah meninggal. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Doa Tobat
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.
Madah
Antifon 1Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.
Mazmur 30 (31),1-6
Antifon 1Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.
Antifon 2Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Mazmur 129 (130)
Antifon 2Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Bacaan singkat Ef 4,26-27
Lagu singkat
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santa Katarina Dei Ricci
Katarina lahir di Florence, Italia pada tanggal 23 April 1322. Ia dipermandikan dengan nama Aleksandrina Dei Ricci. Semenjak kecil, ia sudah menunjukkan minta besar terhadap hal-hal kerohanian seperti berdoa dan kewajiban agama lainnya. Cita-citanya hanya satu, yakni menjadi seorang biarawati. Ketika berusia 13 tahun, ia menjadi anggota Ordo ketiga Santo Dominikus di desa Prato dengan nama baru: Katarina Dei Ricci. Di dalam ordo ini, Katarina mengalami perkembangan hidup rohani yang sangat mendalam. Ia mengalami banyak penglihatan Ilahi. Pada masa puasa 1542, ia mengalami penglihatan ajaib yang menggambarkan Kristus yang disalibkan. Penglihatan itu sungguh mengharukan hatinya hingga menyebabkan ia sakit selama 3 minggu. Ia sembuh kembali ketika mengalami penglihatan kedua pada malam Paskah tentang Yesus yang bangkit dan menampakkan diri kepada Maria Magdalena.
Penglihat-penglihatannya yang dialaminya setiap hari Jumat berlangsung terus selama 12 tahun. Kecuali itu, Katarina pun dianugerahi lima lukaYesus pada kedua tangan dan kakinya serta lambungnya. Stigmata itu menjadi tanda Ilahi yang terus menggerakkan dia untuk selalu merenungkan makna penderitaan Yesus bagi keselamatan umat manusia. Renungan-renungan ini menjadikan dia seorang pencinta dan pendoa bagi jiwa-jiwa di api penyucian. Meskipun kehidupan Katarina diliputi berbagai peristiwa ajaib dan pengalaman rohani, ia selalu menampilkan diri sebagai seorang suster yang rendah hati dan penuh kasih sayang kepada sesamanya di dalam biara. Ia meninggal dunia pada tanggal 2 Februari 1590 di Prato, dekat Florence.
Santa Yoana Valois
Yoana Valois, puteri raja Louis XI (1461 - 1483) lahir pada tahun 1464. Ketika menanjak remaja, ia dipaksa ayahnya menikah dengan seorang pangeran dari Orleans. Ketika suaminya naik Tahta menggantikan ayahnya raja Louis XI pada tahun 1498, Yoana meminta agar perkawinan mereka di batalkan saja. Alasannya adalah bahwa perkawinan ini hasil paksaan ayahnya bukan keputusan kehendaknya pribadi. Sri Paus pun mengabulkan permohonan Yoana.
Setelah itu, Yoana tinggal di Bourges. Disana pada tahun 1501 ia mendirikan Ordo Annonciades, sebuah ordo kontemplatif bagi penghormatan abadi kepada Bunda Maria. Istananya kemudian diubahnya menjadi biara induk untuk ordonya. Sebagai seorang biarawati, Yoana dikenal sebagai seorang yang sabar, baik hati dan saleh. Ia ditetapkan Kudus oleh Sri Paus Pius XII (1939 - 1958) pada tahun 1950.
Santo Isodorus dari Mesir
Semenjak masa mudanya, Isodorus menjalani suatu cara hidup tapa yang keras di gurun pasir Mesir. Dimata rekan-rekannya, ia dikenal sebagai pertapa yang saleh dan ramah kepada siapa saja yang datang kepadanya meminta bimbingannya. Ia rajin berdoa dan bekerja. Doa-doa Mazmur senantiasa didengungkan sepanjang ia bekerja. Apabila rekan-rekannya menyuruh dia beristirahat, ia menjawab: Hidup Yesus penuh dengan kerja keras dan doa. Karena itupun kita hendaknya berbuat yang sama seperti Yesus. Sekalipun saya dibunuh, dibakar dan abu jenazahku di tebarkan di udara, semuanya itu belumlah cukup sebagai balasan kepada Yesus, Guruku.
Suatu ketika, tatkala ia kembali dari kunjungannya kepada Uskup Theofilus di kota Aleksandria, rekan-rekannya menanyai dia tentang segala sesuatu yang dilihatnya di kota. Pertanyaan itu dijawabnya dengan mengatakan: Saya tidak melihat apa-apa selain Uskup Theofilus. Maksudnya dengan jawaban ini ialah untuk menyadarkan rekan-rekannya akan pentingnya hal pengendalian diri bagi seorang pertapa di tengah-tengah kegermelapan dunia dan berbagai kesenangan duniawi, agar tidak mengganggu persatuannya dengan Kristus. Ia meninggal dunia pada tahun 390.
Santo Yohanes de Britto
Yohanes de Britto adalah anak seorang perwira tinggi. Ketika masih kanak-kanak, ia bersahabat baik dengan Don Pedro, yang kemudian menjadi Raja Portugal. Ketika menanjak remaja, ia tidak suka bergaul dengan kawan-kawannya yang lebih tertarik pada gaya hidup istana yang serba germelap. Suatu ketika ia jatuh sakit, tetapi segera sembuh lagi berkat doa ibunya lewat perantaraan Santo Fransiskus Xaverius. Ia bercita – cita menjadi misionaris seperti Santo Fransiskus Xaverius.
Pada hari raya natal tahun 1662, ia masuk novisiat Serikat Yesus di Lisabon. Di hadapan kanak-kanak Yesus yang terbaring di kandang Natal biaranya, ia berdoa dan memohon kiranya ia diutus ke Jepang sebagai misionaris. Pada waktu itu, Jepang sudah menjadi sebuah wilayah misi di Asia. Tetapi Tuhan mempunyai suatu rencana lain atas dirinya. Oleh pimpinannya, ia ditempatkan sebagai misionaris di India, sebuah wilayah misi yang sangat sulit. Ketika mendengar berita itu, ibunya segera menghubungi Duta Sri Paus dan pembesar lainnya untuk membatalkan kembali keputusan atas diri anaknya. Bagi dia, penempatan itu sangat berbahaya bagi anaknya.
Tetapi Yohanes dengan tenang menjelaskan segala sesuatu kepada ibunya, Tuhanlah yang memanggil aku. Aku tak mampu berbuat sesuatu selain menerima keputusan itu dengan iman sambil menyerahkan diri pada kebaikan Allah. Tidak mendengarkan panggilan Tuhan sama saja dengan membangkitkan amarah Tuhan atas kita. Dalam nama Tuhan, aku bersedia berangkat ke India untuk mewartakan Injil Kristus, demikian katanya kepada ibunya. Karena keteguhan imannya akan rencana Allah, ia sanggup mengatasi semua rintangan yang menghadang. Ibunya sendiri akhirnya merelakan dia pergi ke India, demi Injil Yesus Kristus. Wilayah misi India masa itu sangat rawan. Yohanes dengan penuh semangat berkarya demi penyebaran Injil Kristus selama 20 tahun di tengah-tengah aneka rintangan dan hadangan, penderitaan dan kekurangan. Keberhasilannya mempertobatkan orang-orang India membawa dia kepada kematian yang mengerikan. Ia ditangkap, dianiaya dan dipenjarakan, kemudian mati di penggal kepalanya pada tanggal 4 Februari 1693.
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari