Bacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Janda itu membuat sepotong roti bundar kecil dan memberikannya kepada Elia.
Sekali peristiwa, Nabi Elia bersiap-siap, lalu pergi ke Sarfat. Ketika ia tiba di dekat gerbang kota itu, tampaklah seorang janda sedang mengumpulkan kayu api. Elia berseru kepada perempuan itu, “Cobalah, ambilkan aku sedikit air dalam kendi untuk kuminum!” Ketika perempuan itu pergi mengambil air, Elia berseru lagi, “Cobalah ambil juga bagiku sepotong roti!” Perempuan itu menjawab, “Demi Tuhan, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikit pun kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, sebentar lagi aku pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah memakannya, maka kami akan mati.” Tetapi Elia berkata kepadanya, “Jangan takut, pulanglah dan buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku; kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu. Sebab beginilah Firman Tuhan, Allah Israel: Tepung dalam tempayan itu takkan habis, dan minyak dalam buli-buli itu pun takkan berkurang sampai tiba waktunya Tuhan menurunkan hujan ke atas muka bumi.” Maka pergilah perempuan itu, berbuat seperti yang dikatakan oleh Elia. Maka, Elia, perempuan itu dan anaknya mendapat makanan beberapa waktu lamanya. Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang sesuai dengan Firman Tuhan yang diucapkan-Nya dengan pengantaraan Elia.
Refren: Pujilah Tuhan, hai Umat Allah, pujilah Tuhan, hai Umat Allah!
Dialah yang menegakkan keadilan bagi orang yang diperas, dan memberikan roti kepada orang-orang yang lapar. Tuhan membebaskan orang-orang yang terkurung.
Tuhan membuka mata orang buta, Tuhan menegakkan orang yang tertunduk, Tuhan mengasihi orang-orang benar, Tuhan menjaga orang-orang asing.
Anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya. Tuhan itu Raja untuk selama-lamanya, Allahmu, ya Sion, turun-temurun!
Kristus hanya satu kali saja mengurbankan diri-Nya untuk me-nanggung dosa banyak orang.
Saudara-saudara, Kristus telah masuk ke dalam tempat kudus bukan yang buatan tangan manusia, yang hanya merupakan gambaran dari tempat kudus yang sejati, tetapi ke dalam surga sendiri untuk menghadap hadirat Allah demi kepentingan kita. Ia pun tidak berulang-ulang masuk untuk mempersembahkan diri-Nya sendiri sebagaimana Imam Agung setiap tahun masuk ke dalam tempat kudus mempersembahkan darah yang bukan darahnya sendiri. Sebab kalau demikian, Kristus harus berulang-ulang menderita sejak dunia ini dijadikan. Tetapi sekarang ternyata, pada zaman akhir ini, Ia hanya satu kali menyatakan diri untuk menghapus dosa lewat kurban-Nya. Seperti manusia ditetapkan Allah untuk mati hanya satu kali, dan sesudah itu dihakimi, demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengurbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu, Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka yang menantikan Dia.
Berbahagialah yang hidup miskin terdorong oleh Roh Kudus sebab bagi merekalah Kerajaan Allah.
Janda miskin itu telah memberi lebih banyak daripada semua orang lain.
Pada suatu hari, dalam pengajaran-Nya, Yesus berkata kepada orang banyak, “Waspadalah terhadap ahli-ahli Taurat! Mereka suka berjalan-jalan memakai jubah panjang dan suka menerima penghormatan di pasar. Mereka suka menduduki tempat-tempat terdepan dalam rumah ibadat dan tempat terhormat dalam perjamuan. Mereka mencaplok rumah janda-janda sambil mengelabui orang-orang dengan doa yang panjang-panjang. Mereka pasti akan menerima hukuman yang lebih berat.”
Pada suatu kali, sambil duduk berhadapan dengan peti persembahan, Yesus memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar. Lalu datanglah seorang janda miskin. Ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit. Maka, Yesus memanggil para murid-Nya dan berkata kepada mereka, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin itu memberi lebih banyak daripada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan itu. Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda itu memberi dari kekurangannya semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya.”
Invitatorium
Pembukaan
AntifonMarilah kita menyembah Kristus, pengantin Gereja.
Mazmur 94 (95)
AntifonMarilah kita menyembah Kristus, pengantin Gereja.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Hari demi hari aku akan memuji Engkau, Tuhan, alleluya.
Mazmur 144 (145)
Pujian atas keagungan Allah
Tuhan, Engkaulah Yang Adil, yang ada dan yang akan ada (Wahyu 16:5).
AntifonHari demi hari aku akan memuji Engkau, Tuhan, alleluya.
AntifonHari demi hari aku akan memuji Engkau, Tuhan, alleluya.
AntifonHari demi hari aku akan memuji Engkau, Tuhan, alleluya.
AntifonHari demi hari aku akan memuji Engkau, Tuhan, alleluya.
AntifonHari demi hari aku akan memuji Engkau, Tuhan, alleluya.
AntifonHari demi hari aku akan memuji Engkau, Tuhan, alleluya.
Antifon 2Kerajaan-Mu, Tuhan, adalah kerajaan yang kekal, alleluya.
AntifonKerajaan-Mu, Tuhan, adalah kerajaan yang kekal, alleluya.
AntifonKerajaan-Mu, Tuhan, adalah kerajaan yang kekal, alleluya.
Antifon 3Tuhan setia dalam segala firman-Nya dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya, alleluya.
AntifonTuhan setia dalam segala firman-Nya dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya, alleluya.
AntifonTuhan setia dalam segala firman-Nya dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya, alleluya.
AntifonTuhan setia dalam segala firman-Nya dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya, alleluya.
AntifonTuhan setia dalam segala firman-Nya dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya, alleluya.
AntifonTuhan setia dalam segala firman-Nya dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya, alleluya.
AntifonTuhan setia dalam segala firman-Nya dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya, alleluya.
Responsorium 2 Makabe 7:33; Ibrani 12:11
Responsorium (Lihat 1 Tawarikh 29:11-12; 2 Makabe 1:24)
Te Deum
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur dari hari Minggu I, hlm 390
Antifon 1Rumahku akan disebut rumah sembahyang, (M.P. Alleluya)
Mazmur 62
Antifon 1Rumahku akan disebut rumah sembahyang, (M.P. Alleluya)
Antifon 2Terpujilah Engkau, ya Tuhan, di rumahMu yang suci, (M.P. Alleluya)
Dan 3,57-88.56
Kidung ini tidak ditutup dengan 'Kemuliaan'.
Antifon 2Terpujilah Engkau, ya Tuhan, di rumahMu yang suci, (M.P. Alleluya)
Antifon 3Pujilah Tuhan dalam himpunan para kudusNya, (M.P. Alleluya)
Mazmur 149
Antifon 3Pujilah Tuhan dalam himpunan para kudusNya, (M.P. Alleluya)
Bacaan Singkat (Yes 56,7)
Lagu Singkat
Antifon KidungHai Zakheus, cepatlah turun, sebab hari ini Aku akan tinggal di rumahmu. Lalu Zakheus segera turun dan dengan hati gembira menjamu Yesus dalam rumahnya. Rumah ini sungguh diberkati Tuhan.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungHai Zakheus, cepatlah turun, sebab hari ini Aku akan tinggal di rumahmu. Lalu Zakheus segera turun dan dengan hati gembira menjamu Yesus dalam rumahnya. Rumah ini sungguh diberkati Tuhan.
Doa Permohonan
℟. Inilah rumah Allah dan pintu surga.
Ya Bapa, peliharalah, lindungilah dan tumbuhkanlah pokok anggurMu,* supaya ia merambat ke seluruh dunia. ℟.
Gembala abadi, bimbinglah dan berkatilah kawananMu,* supaya domba-dombaMu disatupadukan di bawah pimpinan PuteraMu. ℟.
Penabur yang mahakuasa, taburkanlah benih sabda di ladangMu,* supaya menghasilkan buah seratus kali lipat bagi panenan abadi. ℟.
Pembangun yang bijaksana, kuduskanlah rumahMu seisinya,* supaya kota surgawi, Yerusalem baru, tampak mulia laksana mempelai. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pekan IV Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (1 Cor 6, 19-20)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan IV Mazmur
Madah
Antifon 1Barang siapa makan dari roti ini, akan hidup untuk selama-lamanya, alleluya.
Mazmur 22 (23)
Antifon 1Barang siapa makan dari roti ini, akan hidup untuk selama-lamanya, alleluya.
Antifon 2Tuhan akan datang untuk dimuliakan dan dikagumi oleh umatNya yang kudus, alleluya.
Mazmur 75 (76)
Antifon 2Tuhan akan datang untuk dimuliakan dan dikagumi oleh umatNya yang kudus, alleluya.
Antifon 3Bernadarlah dan bawalah persembahan untuk Tuhan AllahMu, alleluya.
Antifon 3Bernadarlah dan bawalah persembahan untuk Tuhan AllahMu, alleluya.
Bacaan singkat 1Kor 3,16-17
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pekan IV Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (Ct 8, 6b-7a)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Kediaman Allah yang maha tinggi tidak akan goncang, sebab Allah tinggal di dalamnya, (M.P. Alleluya)
Mazmur 45
Antifon 1Kediaman Allah yang maha tinggi tidak akan goncang, sebab Allah tinggal di dalamnya, (M.P. Alleluya)
Antifon 2Mari kita pergi ke rumah Tuhan dengan hati gembira, (M.P. Alleluya)
Mazmur 121 (122)
Antifon 2Mari kita pergi ke rumah Tuhan dengan hati gembira, (M.P. Alleluya)
Antifon 3Pujilah Allah kita, hai sekalian hambaNya yang kudus, alleluya.
Why 19,1-7
Antifon 3Pujilah Allah kita, hai sekalian hambaNya yang kudus, alleluya.
Bacaan Singkat (Why 21,2-3.22.27)
Antifon KidungTuhan telah menyucikan tempat kediamanNya. Inilah rumah Allah, di sini orang menyerukan nama Tuhan. Tentang rumah ini Tuhan telah bersabda: Aku akan tinggal di dalamnya.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungTuhan telah menyucikan tempat kediamanNya. Inilah rumah Allah, di sini orang menyerukan nama Tuhan. Tentang rumah ini Tuhan telah bersabda: Aku akan tinggal di dalamnya.
Doa Permohonan
℟. Ingatlah GerejaMu, ya Tuhan.
Tuhan Yesus, Engkau mendirikan rumahMu di atas wadas yang teguh,* kuatkanlah kepercayaan GerejaMu, dan teguhkanlah imannya. ℟.
Tuhan Yesus, dari lambungMu telah mengalir darah dan air,* perbaharuilah GerejaMu dengan sakramen-sakramen perjanjian yang baru dan kekal. ℟.
Tuhan Yesus, Engkau hadir di tengah-tengah kami yang berhimpun demi namaMu,* kabulkanlah doa seluruh GerejaMu. ℟.
Tuhan Yesus, bersama Bapa Engkau menyediakan tempat bagi setiap orang yang mencintai Engkau,* sempurnakanlah cinta kasih GerejaMu. ℟.
Tuhan Yesus, tak seorangpun yang datang kepadaMu, Kaubuang ke luar,* terimalah semua orang mati dalam rumah Bapa. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Doa Tobat
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
Madah
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Mazmur 90 (91)
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Bacaan singkat Why 22,4-5
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Pesta Pemberkatan Gereja Basilik Lateran
Hari ini kita merayakan pesta pemberkatan Gereja Basilik Lateran. Basilik agung ini didirikan oleh kaisar Konstantinus Agung, putera Santa Helena, pada tahun 324. Dalam konteks sejarah Gereja Kristen, basilik ini merupakan basilik agung yang pertama, yang melambangkan kemerdekaan dan perdamaian di dalam Gereja setelah tiga-abad lebih berada di dalam kancah penghambatan dan penganiayaan kaisar-kaisar Romawi yang kafir. Pemberkatannya yang kita peringati pada hari ini merupakan peringatan akan kemerdekaan dan perdamaian itu.
Memang semenjak zaman para rasul, sudah ada tempat-tempat berkumpul untuk merayakan Ekaristi serta mendengarkan Firman Tuhan. Namun karena ketenteraman Gereja selalu diselingi dengan aksi-aksi pengejaran dan penganiayaam terhadap orang Kristen, maka gereja-gereja pada waktu itu hanyalah berupa sebuah ruangan di dalam rumah-rumah tinggal orang Kristen. Selama berkobarnya penganiayaan, upacara-upacara keagamaan biasanya dirayakan di katekombe-katekombe, yaitu kuburan bawah tanah di luar kota.
Ketika Kaisar Konstantinus bertobat dan mengumumkan edik Milano Dada tahun 303, ia memusatkan perhatiannya pada pembangunan gereja-gereja yang indah. Ibunya Santa Helena menjadi salah seorang pendorong dan pembantu dalam usaha mendirikan gereja-gereja itu. Gereja pertama yang dibangun ialah Basilik Agung Penebus Mahakudus di Lateran. Letaknya di atas bukit Goelius dan tergabung dengan istana kekaisaran, Lateran. Gereja ini diberkati dengan suatu upacara agung dan meriah oleh Sri Paus Silvester I (314-335) pada tahun 324. Karena basilik itu merupakan gereja katedral untuk Uskup Roma yang sekaligus menjabat sebagai Paus, maka basilik itu pun disebut 'induk semua gereja', baik di Roma maupun di seluruh dunia. Karena itu juga basilik Lateran merupakan gereja paroki bagi seluruh umat Katolik sedunia. Basilik itu sekarang disebut Gereja Santo Yohanes Lateran.
Mula-mula pesta ini hanya dirayakan di Roma, namun lama kelamaan menjadi pesta bagi seluruh gereja. Dalam pesta ini, selain kita mengenang dan memperingati kemerdekaan dan perdamaian yang dialami Gereja, kita juga mau mengungkapkan cinta kasih dan kesatuan kita dengan Uskup Roma, yang sekaligus menjabat sebagai Paus, pemersatu seluruh Gereja dalam cinta kasih Kristus.
Gereja, tempat kita berkumpul merupakan tanda dan lambang Gereja, Umat Allah. Gereja yang sebenarnya tidak dibangun dari kayu dan batu yang mati, melainkan dari batu yang hidup. Kitalah batu hidup yang membentuk rumah Allah itu, kediaman Roh Kudus yang indah berseri karena hidup suci. Apakah kita dalam hidup sehari-hari ikut membangun Gereja yang hidup itu?
Santo Teodorus Tiro
Teodorus Tiro-yang juga dikenal dengan nama 'Teodoros Amasea' adalah prajurit Romawi yang beragama Kristen. Bersama rekan-rekannya yang ada di dalam divisi Tyronum, ia ditugaskan untuk menjaga keamanan di wilayah Pontus, Asia Kecil sekitar Laut Hitam. Menurut legenda, sementara ia berada dalam kedudukan sebagai seorang prajurit `tiro' (= yang direkrut), ia dipaksa untuk turut serta. di dalam upacara korban kepada dewa-dewa kafir Romawi; namun karena imannya ia dengan tegas menolak untuk turut serta di dalam praktek kekafiran itu. Ia tetap berpegang teguh pada imannya dan hanya Ingin menyembah Kristus sebagai satu-satunya Tuhan yang patut disembah oleh manusia. Oleh karena itu ia ditangkap, disiksa secara bengis oleh pasukan kafir lainnya. Akhirnya pada tahun 306, ia dibakar hidup-hidup hingga mati.
Di kaki bukit Palatium, Roma, didirikan sebuah gereja untuk menghormati dia sebagai martir Kristus yang berani mati karena mempertahankan imannya. Makamnya sendiri terdapat di Euchaita, Asia Kecil. Kemungkinan ia dan Teodorus Stratelates, yang juga disebut Teodoros dari Heraclea adalah orang yang sama.
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari