Bacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Karunia Roh Kudus dicurahkan ke atas bangsa-bangsa lain juga.
Sekali peristiwa, ketika sampai di kota Kaisarea, Petrus masuk ke rumah Kornelius. Kornelius menyambutnya, dan sambil tersungkur di dekat kaki Petrus, ia menyembahnya. Tetapi, Petrus menegakkan dia dan berkata, “Bangunlah, aku hanya manusia saja.” Lalu mulailah Petrus berbicara, katanya, “Sesungguhnya aku telah mengerti bahwa Allah tidak membeda-bedakan orang. Setiap orang dari bangsa mana pun yang takut akan Allah dan mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya.” Ketika Petrus sedang berbicara, turunlah Roh Kudus ke atas semua orang yang mendengarkan pemberitaan itu. Dan, semua orang beriman dari golongan bersunat yang waktu itu menyertai Petrus tercengang-cengang karena melihat bahwa karunia Roh Kudus dicurahkan keatas bangsa-bangsa lain juga. Sebab mereka mendengar orang-orang itu berkata-kata dalam bahasa roh dan memuliakan Allah. Lalu Petrus bertanya, ”Bolehkah mencegah orang-orang ini dibaptis dengan air, sedangkan mereka telah menerima Roh Kudus sama seperti kita?” Maka, Petrus menyuruh mereka dibaptis dalam nama Yesus Kristus. Kemudian, orang-orang itu meminta kepada Petrus supaya ia tinggal beberapa hari lagi bersama-sama mereka.
Refren: Segala ujung bumi melihat keselamatan yang datang dari Allah kita.
Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan sebab Ia telah melakukan karya-karya yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus.
Tuhan telah memperkenalkan keselamatan yang datang daripada-Nya, Ia telah menyatakan keadilan-Nya di hadapan para bangsa. Ia ingat akan kasih dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel.
Segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang datang dari Allah kita. Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi, bergembiralah dan bermazmurlah.
Allah adalah kasih.
Saudara-saudaraku yang terkasih, marilah kita saling mengasihi sebab kasih itu berasal dari Allah, dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah sebab Allah adalah kasih. Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dunia supaya kita hidup oleh-Nya. Inilah kasih itu: bukan kita yang telah mengasihi Allah tetapi Allahlah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai silih dosa-dosa kita.
Siapa yang mengasihi Aku akan menuruti Firman-Ku; Bapa-Ku akan mengasihi dia, dan Kami akan datang kepada-Nya.
Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.
Dalam amanat perpisahan-Nya, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikian juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal dalam kasih-Nya. Semuanya itu Kukatakan kepadamu supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu, dan sukacitamu menjadi penuh. Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi seperti Aku telah mengasihi kamu. Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. Aku tidak lagi menyebut kamu hamba sebab hamba tidak tahu apa yang diperbuat oleh tuannya. Tetapi, Aku menyebut kamu sahabat karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku. Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan, Aku telah menetapkan kamu supaya kamu pergi dan menghasilkan buah, dan buahmu itu tetap supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku diberikan-Nya kepadamu. Inilah perintah-Ku kepadamu: kasihilah seorang akan yang lain.”
Berbahagialah orang yang mendengarkan Sabda Tuhan, dan tekun melaksanakannya.
Invitatorium
Pembukaan
AntifonTuhan sungguh bangkit, alleluya.
Mazmur 94 (95)
AntifonTuhan sungguh bangkit, alleluya.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Alleluya, batu telah digulingkan dari pintu kubur, alleluya.
Mazmur 103 (104)
Madah kepada Allah Sang Pencipta
Berada dalam Kristus berarti menjadi ciptaan yang sama sekali baru. Segala yang lama telah berlalu, kini semuanya dijadikan baru (2 Korintus 5:17).
AntifonAlleluya, batu telah digulingkan dari pintu kubur, alleluya.
Antifon 2Alleluya, perempuan, siapa yang Engkau cari? Mengapa Engkau mencari yang hidup di antara orang mati? alleluya.
AntifonAlleluya, perempuan, siapa yang Engkau cari? Mengapa Engkau mencari yang hidup di antara orang mati? alleluya.
Antifon 3Alleluya, jangan menangis, Maria: Tuhan telah bangkit dari antara orang mati, alleluya.
AntifonAlleluya, jangan menangis, Maria: Tuhan telah bangkit dari antara orang mati, alleluya.
Responsorium 1 Yohanes 1:2; 5:20
Responsorium Roma 5:11; Kolose 1:19-20
Te Deum
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Pada hari inilah Tuhan bertindak, alleluya.
Mazmur 117 (118)
Antifon 1Pada hari inilah Tuhan bertindak, alleluya.
Antifon 2Terpujilah Engkau di bentangan langit, kepadaMulah pujian selama segala abad, ya Allah kami, alleluya.
Dan 3,52-57
(Kemuliaan tidak diucapkan)
Antifon 2Terpujilah Engkau di bentangan langit, kepadaMulah pujian selama segala abad, ya Allah kami, alleluya.
Antifon 3Bersembahsujudlah di hadapan Allah yang duduk di atas takhta, dan berkatalah: Amin, alleluya.
Mazmur 150
Antifon 3Bersembahsujudlah di hadapan Allah yang duduk di atas takhta, dan berkatalah: Amin, alleluya.
Bacaan singkat: Kis 10,40-43
Antifon KidungSeperti Bapa mengasihi Aku, demikian pula Aku mengasihi kamu. Tinggallah dalam kasihKu, alleluya.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungSeperti Bapa mengasihi Aku, demikian pula Aku mengasihi kamu. Tinggallah dalam kasihKu, alleluya.
Doa Permohonan
℟. Kristus, kehidupan kami, selamatkanlah kami.
Ya Kristus, cahaya yang cemerlang dalam kegelapan, raja kehidupan dan pemberi kesucian kepada semua insan,* semoga kami menjalani hari ini demi kemuliaanMu. ℟.
Tuhan, Engkau telah menempuh jalan penderitaan dan salib,* semoga kami menderita dan mati bersama Engkau, supaya dibangkitkan pula bersama Engkau. ℟.
Putera Bapa, guru dan saudara kami, Engkau telah mengangkat kami menjadi raja dan imam bagi Allah,* semoga kami dengan gembira hati menyampaikan kurban pujian kepadaMu. ℟.
Raja yang mulia, kami menantikan hari penampakanMu yang megah,* agar dapat memandang wajahMu dan menjadi serupa dengan Dikau. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (Cf. 1 Cor 15, 3 b-5)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Tuhan membaringkan daku di padang rumput yang hijau, alleluya.
Mazmur 22 (23)
Antifon 1Tuhan membaringkan daku di padang rumput yang hijau, alleluya.
Antifon 2Di Israel nama Tuhan termasyhur, alleluya.
Mazmur 75 (76)
Antifon 2Di Israel nama Tuhan termasyhur, alleluya.
Antifon 3Bumi takut dan tertegun, pada waktu Allah bangkit untuk mengadili, alleluya.
Antifon 3Bumi takut dan tertegun, pada waktu Allah bangkit untuk mengadili, alleluya.
Bacaan Singkat: (Ef 2,4-6)
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (Rom 6, 4)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Madah
Antifon 1Allah membangkitkan Kristus dari alam maut dan mendudukkanNya di sebelah kananNya, alleluya.
Antifon 1Allah membangkitkan Kristus dari alam maut dan mendudukkanNya di sebelah kananNya, alleluya.
Antifon 2Kami telah berpaling dari berhala-berhala kepada Allah yang hidup, alleluya.
Antifon 2Kami telah berpaling dari berhala-berhala kepada Allah yang hidup, alleluya.
Antifon 3Alleluya. Pokok keselamatan, kemuliaan dan kekuasaan, ialah Allah kita, alleluya.
Antifon 3Alleluya. Pokok keselamatan, kemuliaan dan kekuasaan, ialah Allah kita, alleluya.
Bacaan singkat: Ibr 10,12-14
Antifon KidungJika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti sabdaKu. BapaKu akan mengasihi dia dan Kami akan datang keppadanya untuk tinggal bersama dia, alleluya.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungJika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti sabdaKu. BapaKu akan mengasihi dia dan Kami akan datang keppadanya untuk tinggal bersama dia, alleluya.
Doa Permohonan
℟. Raja pemenang, dengarkanlah kami.
Kristus, cahaya dan keselamatan segala bangsa,* curahkanlah api Roh kudus atas kami yang mewartakan kebangkitanMu. ℟.
Semoga umat Israel menyadari bahwa pengharapannya terpenuhi dalam Engkau, ya Kristus,* dan seluruh bumi mengenal kemuliaanMu. ℟.
Semoga kami bersatu dengan para kudusMu,* dan bersama mereka kelak dapat melepaskan lelah, dan beristirahat dari segala jerih payah. ℟.
Engkau telah mengalahkan musuhMu, yakni kematian, maka kalahkanlah musuhMu dalam diri kami juga,* agar kami dapat hidup bagiMu, pemenang yang takkan mati lagi. ℟.
Engkau taat sampai mati, dan bertakhta di sebelah kanan Bapa,* perkenankanlah saudara-saudaraMu masuk ke dalam kerajaanMu yang mulia. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Doa Tobat
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
Madah
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Mazmur 90 (91)
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Bacaan singkat Why 22,4-5
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo Feliks OFMCap
Feliks adalah seorang Bruder dari Ordo saudara-saudara Dina Kapusin. Ia dijuluki Bruder Deo Gratias, karena selalu mengucapkan ‘Syukur kepada Allah’ atas segala perlakuan yang diterimanya dari orang lain. Hidupnya sangat sederhana, banyak berdoa dan selalu sopan sehingga ia disenangi rakyat kecil.
Santo Venantius
Menurut cerita, Santo Venantius adalah seorang pemuda yang disiksa karena imannya akan Kristus. Peristiwa ini terjadi kira-kira pada pertengahan abad ketiga. Dikatakan, Venantius dianiaya dan dipenggal kepalanya. Cerita mengenai dirinya beredar di kalangan orang-orang Kristen dalam hubungannya dengan Santo Venantius yang lain, Uskup dari Salona di Dalmatia, yang disiksa pada masa yang sama.
Santo Yohanes I
Yohanes lahir di Tuscany, kira-kira pada tahun 470. Sebelum diangkat sebagai Paus di Roma menggantikan Paus Hormisdas (514-523) pada tanggal 13 Agustus 523, ia melayani umat Roma sebagai diakon agung. Sebagai Paus, ia adalah Uskup Dioses Roma ke-53. Masa kePausaannya yang singkat itu (523-526) diisinya dengan berbagai tindakan untuk membela kebenaran agama di hadapan para penganut Arianisme. Di kalangan umat, ia dikenal sebagai Paus yang ramah. Dengan Theodorikus, Raja Ostrogotik di Italia, ia menjalin hubungan baik tetapi segera berubah menjadi permusuhan karena dia tidak membela kepentingan Theodorikus yang Arian itu.
Permusuhan itu berawal dari keberhasilan Paus Hormisdas mengakhiri skisma antara Gereja Barat dengan Gereja Timur berkat kerjasama yang baik dengan kaisar Yustinus I pada tahun 519. Perbaikan hubungan ini membawa serta sejumlah hukum baru yang tidak menguntungkan bagi Thedorikus bersama pengikut-pengikutnya yang menganut ajaran sesat Arianisme. Untuk memperbaiki posisi mereka, Theodorikus yang bersahabat baik dengan Yohanes itu mendesak Paus Yohanes untuk memimpin sebuah delegasi menghadap kaisar. Misi ini tidaklah tercapai seluruhnya seperti yang diinginkan Theodorikus. Dalam kunjungan ke Konstantinopel Paus Yohanes bersama delegasinya diterima dengan senang hati oleh Yustinus, Patriakh Timur bersama umatnya. Bahkan disana Yohanes diperkenankan merayakan Paskah.
Selama beberapa waktu, Theodorikus menaruh curiga besar pada Yohanes tentang segala hal yang dibicarakan di Konstantinopel. Ia mencurigai bahwa Yohanes telah mengadakan persekongkolan untuk mengembalikan lagi kuasa kaisar Byzantium di Italia. Keberhasilan Paus Yohanes dalam kunjungannya ke Konstantinopel dilihatnya sebagai suatu tanda perlawanan terhadap dirinya. Oleh karena itu, sekembalinya delegasi itu ke Ravenna, Paus Yohanes ditangkap dan dipenjarakan di Ravenna. Ia disiksa hingga mati. Jenazah Yohanes di bawa ke Roma untuk dimakamkan di Basilik Santo Petrus.
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari