Doa Katolik
Hari Raya

Hari Raya Tritunggal Mahakudus

Minggu, 20 Mei 2035· Putih · Pekan Psalterium III
20 Mei 2035

Bacaan Misa

Hari Raya Tritunggal Mahakudus

Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.

Bacaan Pertama

Tuhan, Tuhan Allah, Engkaulah pengasih dan murah hati.

Pada waktu itu Musa bangun pagi-pagi, dan naiklah ia ke atas Gunung Sinai, seperti yang diperintahkan Tuhan kepadanya, dan membawa kedua loh batu di tangannya. Maka, turunlah Tuhan dalam awan, lalu berdiri di sana dekat Musa, dan Musa pun menyerukan nama Tuhan. Berjalanlah Tuhan lewat di depan Musa sambil berseru, “Tuhan adalah Allah yang penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia-Nya!” Segera Musa berlutut ke tanah, lalu sujud menyembah lalu berkata, “Jikalau aku telah mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, ya Tuhan, berjalanlah kiranya Tuhan di tengah-tengah kami. Sekalipun bangsa ini bangsa yang tegar tengkuk, tetapi ampunilah kesalahan dan dosa kami. Ambillah kami menjadi milik-Mu.”

Mazmur Tanggapan
Mzm

Refren: Puji jiwaku, nama Tuhan, jangan lupa pengasih Yahwe.

Terpujilah engkau, Tuhan, Allah leluhur kami. Kepada-Mulah pujian selama segala abad. Terpujilah nama-Mu yang mulia dan kudus. Kepada-Mulah pujian selama segala abad.

Terpujilah Engkau dalam bait-Mu yang mulia dan kudus. Kepada-Mulah pujian segala abad. Terpujilah Engkau di atas takhta Kerajaan-Mu. Kepada-Mulah pujian selama segala abad.

Terpujilah Engkau yang mendugai samudera raya. Kepada-Mulah pujian selama segala abad. Terpujilah engkau di bentangan langit. Kepada-Mulah pujian selama segala abad.

Bacaan Kedua

Umat Allah dipersatukan oleh tiga macam ikatan. Ikatan itu ialah cinta kasih Bapa sebagai sumbernya, rahmat yang diperoleh Putra karena misteri Paskah-Nya, dan persatuan cinta kasih Roh Kudus.

Kasih karunia Yesus Kristus, cinta kasih Allah dan persekutuan Roh Kudus.

Saudara-saudaraku, bersukacitalah, usahakanlah dirimu supaya sempurna. Terimalah segala nasihatku! Hendaklah kamu sehati sepikir, dan hiduplah dalam damai sejahtera. Maka, Allah, sumber kasih dan damai sejahtera, akan menyertai kamu! Berilah salam seorang kepada yang lain dengan cium yang kudus. Salam dari semua orang kudus kepada kamu. Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, kasih Allah dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian.

Bait Pengantar Injil
lih. Wahyu 1:8

Alleluya U: Alleluya

Bacaan Injil

Allah mengutus Anak-Nya untuk menyelamatkan dunia.

Dalam percakapan-Nya dengan Nikodemus, Yesus berkata, “Begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya. Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; tetapi barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam Anak tunggal Allah. Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan daripada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.

Invitatorium

Hari Raya Tritunggal Mahakudus

Pembukaan

AntifonMarilah kita bernyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi penyelamat kita, alleluya.

Mazmur 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonMarilah kita bernyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi penyelamat kita, alleluya.

Ibadat Bacaan

Hari Raya Tritunggal Mahakudus

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, datanglah menolong aku.
℟.Tuhan, bersegeralah menolong aku.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Pada hari ini, hari pertama,

Nama Allah Bapa kita puji;

Yang, Tuhan dan sumber ciptaan,

Membawa dunia dari kegelapan.
Pada hari ini Putra yang kekal

Mengalahkan maut dengan kemenangan-Nya;

Pada hari ini Roh Kudus datang

Dengan karunia api yang hidup.
Bapa, yang membentuk manusia

Serupa Allah dalam rencana kasih-Mu,

Penuhilah kami dengan kasih ilahi itu,

Dan sesuaikan kehendak kami dengan kehendak-Mu.
Sabda yang menjadi daging, salam bagi-Mu!

Engkau telah membebaskan kami dari dosa,

Dan bersama-Mu kami mati dan bangkit

Kepada Allah dalam kurban.
Roh Kudus, Engkau menganugerahkan

Karunia kasih kepada setiap hati;

Berilah kami terang dan rahmat, kami mohon,

Penuhilah hati kami pada hari suci ini.
Allah, Tritunggal Mahakudus,

Semoga kehendak-Mu yang kudus terlaksana;

Dalam sabda-Mu jiwa kami bebas.

Dan kami beristirahat pada hari ini bersama-Mu.

Pendarasan Mazmur

Antifon 1Tuhan, Allah kami, dalam kemegahan dan keagungan Engkau berpakaian, terbungkus cahaya seperti jubah, alleluya.

Mazmur 103 (104)

Nyanyian pujian bagi Allah Sang Pencipta

Berada dalam Kristus berarti menjadi ciptaan yang sama sekali baru. Segala yang lama telah berlalu, kini semuanya dijadikan baru (2 Korintus 5:17).

I
Pujilah Tuhan, hai jiwaku!

Tuhan Allah, betapa agung Engkau,

berpakaian keagungan dan kemuliaan,

terbungkus cahaya seperti jubah!

AntifonTuhan, Allah kami, dalam kemegahan dan keagungan Engkau berpakaian, terbungkus cahaya seperti jubah, alleluya.

Engkau membentangkan langit seperti tenda.

Di atas hujan Engkau membangun kediaman-Mu.

Engkau menjadikan awan kereta-Mu,

dan berjalan di atas sayap angin;

Engkau menjadikan angin utusan-Mu

dan api yang menyala-nyala hamba-Mu.

AntifonTuhan, Allah kami, dalam kemegahan dan keagungan Engkau berpakaian, terbungkus cahaya seperti jubah, alleluya.

Engkau mendirikan bumi di atas dasarnya,

agar teguh dari zaman ke zaman.

Engkau membungkusnya dengan samudra seperti jubah:

air berdiri lebih tinggi dari gunung-gunung.

AntifonTuhan, Allah kami, dalam kemegahan dan keagungan Engkau berpakaian, terbungkus cahaya seperti jubah, alleluya.

Atas ancaman-Mu mereka melarikan diri;

atas suara guntur-Mu mereka lari.

Mereka naik melampaui gunung-gunung dan mengalir turun

ke tempat yang telah Engkau tetapkan.

Engkau menetapkan batas yang tidak boleh mereka lewati

agar mereka tidak kembali menutupi bumi.

AntifonTuhan, Allah kami, dalam kemegahan dan keagungan Engkau berpakaian, terbungkus cahaya seperti jubah, alleluya.

Engkau membuat mata air memancar di lembah-lembah:

mereka mengalir di antara bukit-bukit.

Mereka memberi minum semua binatang di padang;

keledai liar memuaskan dahaga mereka.

Di tepi-tepinya berdiam burung-burung surga;

dari dahan-dahan mereka menyanyikan lagu mereka.

AntifonTuhan, Allah kami, dalam kemegahan dan keagungan Engkau berpakaian, terbungkus cahaya seperti jubah, alleluya.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonTuhan, Allah kami, dalam kemegahan dan keagungan Engkau berpakaian, terbungkus cahaya seperti jubah, alleluya.

Antifon 2Tuhan telah mengeluarkan roti dari bumi, dan anggur untuk menghangatkan hati manusia, alleluya.

II
Dari kediaman-Mu Engkau menyirami bukit-bukit;

bumi minum sepuasnya dari karunia-Mu.

Engkau menumbuhkan rumput untuk ternak

dan tanaman untuk memenuhi kebutuhan manusia,
agar ia dapat mengeluarkan roti dari bumi

dan anggur untuk menyukakan hati manusia;

minyak, untuk membuatnya gembira

dan roti untuk menguatkan hati manusia.

AntifonTuhan telah mengeluarkan roti dari bumi, dan anggur untuk menghangatkan hati manusia, alleluya.

Pohon-pohon Tuhan minum sepuasnya,

pohon-pohon aras yang ditanam-Nya di Libanon;

di sana burung-burung membangun sarang mereka:

di puncak pohon bangau memiliki rumahnya.

Kambing-kambing menemukan rumah di gunung-gunung

dan kelinci bersembunyi di bebatuan.

AntifonTuhan telah mengeluarkan roti dari bumi, dan anggur untuk menghangatkan hati manusia, alleluya.

Engkau membuat bulan untuk menandai bulan-bulan;

matahari tahu waktu terbenamnya.

Ketika Engkau menyebarkan kegelapan, itu adalah malam

dan semua binatang hutan merayap keluar.

Singa-singa muda mengaum mencari mangsa mereka

dan meminta makanan mereka dari Allah.

AntifonTuhan telah mengeluarkan roti dari bumi, dan anggur untuk menghangatkan hati manusia, alleluya.

Saat matahari terbit mereka menyelinap pergi

dan pergi beristirahat di sarang mereka.

Manusia pergi bekerja,

bekerja sampai senja tiba.

AntifonTuhan telah mengeluarkan roti dari bumi, dan anggur untuk menghangatkan hati manusia, alleluya.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonTuhan telah mengeluarkan roti dari bumi, dan anggur untuk menghangatkan hati manusia, alleluya.

Antifon 3Tuhan memandang segala yang telah dibuat-Nya dan melihat bahwa itu sangat baik, alleluya.

III
Betapa banyak karya-Mu, ya Tuhan!

Dalam hikmat Engkau telah membuat semuanya.

Bumi penuh dengan kekayaan-Mu.

AntifonTuhan memandang segala yang telah dibuat-Nya dan melihat bahwa itu sangat baik, alleluya.

Ada laut, luas dan lebar,

dengan gerombolan yang bergerak tak terhitung,

makhluk hidup besar dan kecil.

Kapal-kapal bergerak di sana

dan monster-monster yang Engkau buat untuk bermain.

AntifonTuhan memandang segala yang telah dibuat-Nya dan melihat bahwa itu sangat baik, alleluya.

Semua ini memandang kepada-Mu

untuk memberi mereka makanan pada waktunya.

Engkau memberikannya, mereka mengumpulkannya:

Engkau membuka tangan-Mu, mereka kenyang.

AntifonTuhan memandang segala yang telah dibuat-Nya dan melihat bahwa itu sangat baik, alleluya.

Engkau menyembunyikan wajah-Mu, mereka terkejut;

Engkau mengambil kembali roh-Mu, mereka mati,

kembali ke debu dari mana mereka berasal.

Engkau mengirimkan roh-Mu, mereka diciptakan;

dan Engkau memperbarui wajah bumi.

AntifonTuhan memandang segala yang telah dibuat-Nya dan melihat bahwa itu sangat baik, alleluya.

Semoga kemuliaan Tuhan kekal selamanya!

Semoga Tuhan bersukacita dalam karya-karya-Nya!

Ia memandang bumi dan bumi gemetar;

gunung-gunung mengeluarkan asap saat sentuhan-Nya.

AntifonTuhan memandang segala yang telah dibuat-Nya dan melihat bahwa itu sangat baik, alleluya.

Aku akan bernyanyi bagi Tuhan sepanjang hidupku,

membuat musik bagi Allahku selama aku hidup.

Semoga pikiran-pikiranku menyenangkan bagi-Nya.

Aku menemukan sukacitaku dalam Tuhan.

Biarlah orang-orang berdosa lenyap dari bumi

dan orang-orang fasik tidak ada lagi.

AntifonTuhan memandang segala yang telah dibuat-Nya dan melihat bahwa itu sangat baik, alleluya.

Pujilah Tuhan, hai jiwaku.

AntifonTuhan memandang segala yang telah dibuat-Nya dan melihat bahwa itu sangat baik, alleluya.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Bapa, sebagaimana Engkau membuat mata air di lembah-lembah untuk membentuk aliran di antara gunung-gunung, demikian pula Engkau membuat aliran rahmat yang hidup mengalir dari para rasul agar ajaran mereka membawa keselamatan bagi semua bangsa. Semoga kami memiliki pengetahuan praktis tentang ajaran mereka, taat pada perintah mereka, memperoleh pengampunan dosa melalui doa-doa mereka dan akhirnya menerima upah kebahagiaan abadi.

AntifonTuhan memandang segala yang telah dibuat-Nya dan melihat bahwa itu sangat baik, alleluya.

Hening Kudus (ditandai dengan lonceng)

Sesaat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Berbahagialah mata-Mu, karena melihat karya-karya Allah.

Dan telinga-Mu, karena mendengar sabda-Nya.
Bacaan Pertama

Permulaan Kitab Amsal

1:1-7, 20-33

Nasihat untuk memilih hikmat
Amsal Salomo, anak Daud,

raja Israel:

Agar manusia menghargai hikmat dan disiplin,

agar memahami perkataan-perkataan yang cerdas;

Agar menerima pelatihan dalam perilaku bijaksana,

dalam apa yang benar, adil, dan jujur;

Agar kecerdikan diberikan kepada orang yang sederhana,

kepada pemuda pengetahuan dan kebijaksanaan.

Orang bijak dengan mendengarkannya akan maju dalam pembelajaran,

orang cerdas akan memperoleh bimbingan yang baik,

Agar ia memahami amsal dan perumpamaan,

perkataan orang bijak dan teka-teki mereka.
Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan;

hikmat dan didikan dicemooh orang bodoh.
Hikmat berseru nyaring di jalan,

di lapangan terbuka ia mengangkat suaranya;

Di jalan-jalan yang ramai ia berseru,

di gerbang kota ia mengucapkan perkataannya:

“Berapa lama, hai orang-orang sederhana, kamu akan mencintai kesia-siaan,

berapa lama kamu akan berpaling dari teguran-Ku?

Lihatlah! Aku akan mencurahkan roh-Ku kepadamu,

Aku akan memperkenalkan perkataan-Ku kepadamu.
“Karena Aku memanggil dan kamu menolak,

Aku mengulurkan tangan-Ku dan tidak ada yang memperhatikan;

Karena kamu meremehkan semua nasihat-Ku,

dan teguran-Ku kamu abaikan —

Aku, pada giliranku, akan menertawakan kehancuranmu;

Aku akan mengejek ketika teror menimpamu;

Ketika teror datang kepadamu seperti badai,

dan kehancuranmu mendekat seperti angin puyuh;

ketika kesusahan dan penderitaan menimpamu.
“Maka mereka memanggil Aku, tetapi Aku tidak menjawab;

mereka mencari Aku, tetapi tidak menemukan Aku;

Karena mereka membenci pengetahuan,

dan tidak memilih takut akan Tuhan;

Mereka mengabaikan nasihat-Ku,

mereka menolak semua teguran-Ku;

Dan dalam kesombongan mereka, mereka lebih memilih kesombongan,

dan seperti orang bodoh mereka membenci pengetahuan:
“Sekarang mereka harus memakan buah dari jalan mereka sendiri,

dan dengan rencana mereka sendiri mereka akan kenyang.

Karena kehendak diri orang sederhana membunuh mereka,

kesombongan orang bodoh menghancurkan mereka.

Tetapi orang yang menaati Aku berdiam dalam keamanan,

dalam damai, tanpa takut akan bahaya.”

Responsorium (Roma 12:16; 1 Korintus 3:18-19; 1:23, 24)

Jangan pernah membiarkan diri-Mu berpuas diri; jika Engkau membanggakan hikmat duniawi-Mu, Engkau harus melupakan semuanya sebelum Engkau benar-benar bijaksana;

hikmat duniawi adalah kebodohan di mata Allah.
Kami memberitakan Kristus yang disalibkan, dan Ia adalah kuasa Allah dan hikmat Allah.

Hikmat duniawi adalah kebodohan di mata Allah.
Bacaan Kedua

Dari tafsiran Diatessaron oleh Santo Efrem, diakon

Sabda Allah adalah mata air kehidupan yang tak habis-habisnya
Tuhan, siapa yang dapat memahami bahkan satu dari sabda-Mu? Kita kehilangan lebih banyak daripada yang kita pahami, seperti mereka yang minum dari mata air yang hidup. Sebab sabda Allah menawarkan berbagai segi sesuai dengan kapasitas pendengar, dan Tuhan telah menggambarkan pesan-Nya dalam banyak warna, sehingga siapa pun yang memandangnya dapat melihat di dalamnya apa yang cocok baginya. Di dalamnya Ia telah mengubur harta karun yang berlipat ganda, sehingga setiap kita dapat menjadi kaya dalam mencarinya.
Sabda Allah adalah pohon kehidupan yang menawarkan kita buah yang diberkati dari setiap cabangnya. Itu seperti batu karang yang dipukul terbuka di padang gurun, dari mana semua ditawarkan minuman rohani. Seperti yang dikatakan Rasul: Mereka makan makanan rohani dan mereka minum minuman rohani.
Maka, kapan pun seseorang menemukan sebagian dari harta karun itu, ia tidak boleh berpikir bahwa ia telah menghabiskan sabda Allah. Sebaliknya ia harus merasa bahwa inilah semua yang dapat ia temukan dari kekayaan yang terkandung di dalamnya. Ia juga tidak boleh mengatakan bahwa sabda itu lemah dan mandul atau meremehkannya hanya karena bagian ini adalah semua yang kebetulan ia temukan. Tetapi justru karena ia tidak dapat menangkap semuanya, ia harus bersyukur atas kekayaannya.
Bersukacitalah karena Engkau kewalahan, dan janganlah bersedih karena Ia telah mengalahkan Engkau. Orang yang haus bahagia ketika ia minum, dan ia tidak tertekan karena ia tidak dapat menghabiskan mata air itu. Jadi biarlah mata air ini memuaskan dahaga-Mu, dan bukan dahaga-Mu yang menghabiskan mata air itu. Sebab jika Engkau dapat memuaskan dahaga-Mu tanpa menghabiskan mata air itu, maka ketika Engkau haus lagi Engkau dapat minum darinya sekali lagi; tetapi jika ketika dahaga-Mu terpuaskan mata air itu juga mengering, maka kemenangan-Mu akan berubah menjadi kerugian-Mu sendiri.
Bersyukurlah atas apa yang telah Engkau terima, dan janganlah bersedih sama sekali bahwa kelimpahan seperti itu masih tersisa. Apa yang telah Engkau terima dan capai adalah bagian-Mu saat ini, sedangkan apa yang tersisa akan menjadi warisan-Mu. Sebab apa yang tidak dapat Engkau ambil pada satu waktu karena kelemahan-Mu, Engkau akan dapat memahaminya pada waktu lain jika Engkau hanya bertekun. Jadi janganlah dengan bodoh mencoba menghabiskan dalam satu tegukan apa yang tidak dapat dikonsumsi sekaligus, dan janganlah berhenti karena kecil hati dari apa yang akan dapat Engkau serap seiring berjalannya waktu.

Responsorium 1 Petrus 1:25; Barukh 4:1

Sabda Tuhan kekal selamanya.

Sabda yang sama ini, Injil, telah diberitakan kepadamu.
Inilah kitab perintah-perintah Allah, hukum yang kekal; semua yang mematuhinya akan hidup.

Sabda yang sama ini, Injil, telah diberitakan kepadamu.

Te Deum

Engkau Allah: kami memuji-Mu;

Engkau Tuhan: kami mengagungkan-Mu;

Engkau Bapa yang kekal:

Seluruh ciptaan menyembah-Mu.
Kepada-Mu semua malaikat, semua kekuatan surga,

Kerubim dan Serafim, bernyanyi dalam pujian tak berkesudahan:

Kudus, kudus, kudus, Tuhan, Allah kuasa dan kekuatan,

surga dan bumi penuh dengan kemuliaan-Mu.
Persekutuan para rasul yang mulia memuji-Mu.

Persekutuan para nabi yang luhur memuji-Mu.

Pasukan martir berjubah putih memuji-Mu.
Di seluruh dunia Gereja kudus mengagungkan-Mu:

Bapa, kemuliaan-Mu tak terbatas,

Putra-Mu yang benar dan tunggal, layak disembah,

dan Roh Kudus, pembela dan pembimbing.
Engkau, Kristus, adalah Raja kemuliaan,

Putra Bapa yang kekal.
Ketika Engkau menjadi manusia untuk membebaskan kami

Engkau tidak menolak rahim Perawan.
Engkau mengalahkan sengat maut,

dan membuka kerajaan surga bagi semua orang percaya.
Engkau duduk di sisi kanan Allah dalam kemuliaan.

Kami percaya bahwa Engkau akan datang, dan menjadi hakim kami.
Datanglah, Tuhan, dan tolonglah umat-Mu,

yang telah Engkau tebus dengan harga darah-Mu sendiri,

dan bawalah kami bersama para kudus-Mu

ke kemuliaan abadi.
Selamatkan umat-Mu, Tuhan, dan berkatilah warisan-Mu.

Pimpin dan tegakkan mereka sekarang dan selalu.
Hari demi hari kami memuji-Mu.

Kami memuji nama-Mu selamanya.
Jagalah kami hari ini, Tuhan, dari segala dosa.

Kasihanilah kami, Tuhan, kasihanilah kami.
Tuhan, tunjukkanlah kasih dan belas kasihan-Mu kepada kami,

karena kami telah menaruh kepercayaan kami kepada-Mu.
Dalam Engkau, Tuhan, adalah harapan kami:

Dan kami tidak akan pernah berharap dengan sia-sia.

Doa Penutup

Ya Allah,

yang mengajar kami bahwa Engkau berdiam

dalam hati yang adil dan benar,

anugerahkanlah agar kami dibentuk

oleh rahmat-Mu sehingga menjadi kediaman yang menyenangkan bagi-Mu.

Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Hari Raya Tritunggal Mahakudus

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Allah hidup dan meraja
Alleluya, alleluya
Maut sudah dikalahkan
Hidup sudah dilimpahkan.
Alleluya, alleluya
Terpujilah Kristus Tuhan.

Hari ini hari Tuhan
Alleluya, alleluya
Hari penuh kesukaan
Hari raya kebangkitan
Alleluya, alleluya
Terpujilah Kristus Tuhan.

Mari kita bergembira
Alleluya, alleluya
Bersyukur sambil memuji,
Bermadah sambil bernyanyi
Alleluya, alleluya
Terpujilah Kristus Tuhan. Amin.

Antifon 1Ya Allah, aku mencari Engkau untuk merasakan kekuatanMu. Alleluya.

Mazmur 62

Ya Allah, Engkaulah Allahku,*
aku mencari Engkau.

Hatiku haus dan rindu akan Dikau,*
seperti tanah kering dan tandus merindukan air.

Demikian aku ingin memandang Engkau di tempat kediamanMu,*
untuk merasakan kekuatan dan kemuliaanMu.

Sebab kasih setiaMu lebih baik dari pada hidup,*
bibirku memegahkan Dikau

Aku akan memuji Engkau seumur hidupku,*
menadahkan tangan kepadaMu.

Hatiku Kaukenyangkan dengan santapan lezat,*
mulutku memuji Engkau sambil bersyukur.

Di tempat tidurku aku memuji Engkau,*
aku merenungkan Dikau sepanjang malam.

Sebab Engkau yang menolong aku,*
di bawah naungan sayapMu aku bersorak.

Jiwaku melekat padaMu,*
tangan kananMu menopang aku.

Antifon 1Ya Allah, aku mencari Engkau untuk merasakan kekuatanMu. Alleluya.

Antifon 2Tiga pemuda dalam tanur api serentak berseru: Terpujilah Allah. Alleluya.

Dan 3,57-88.56

Pujilah Tuhan, segala karya Tuhan,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, semua malaikat Tuhan,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan seluruh isi surga,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, segala air di atas langit,*
angkasa raya Tuhan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, matahari dan bulan,*
segala bintang di langit, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, hujan dan embun,*
angin dan taufan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, api dan panas-terik,*
hawa sejuk dan dingin, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, kabut dan gerimis,*
halilintar dan awan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, siang dan malam,*
terang dan gelap, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, seluruh bumi,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, gunung dan bukit,*
segala yang tumbuh di bumi, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, segala mata air,*
lautan dan sungai, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, segala yang hidup di dalam air,*
unggas di udara, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, binatang buas dan jinak,*
semua manusia, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, umat Israel,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, para Imam,*
semua pelayanNya, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, orang yang takwa,*
semua yang suci dan rendah hati, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, Ananya, Azarya dan Misael,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Marilah kita memuji Bapa, Putera dan Roh kudus,*
memuji dan meluhurkan Dia selama-lamanya.

Kidung ini tidak ditutup dengan 'Kemuliaan'.

Antifon 2Tiga pemuda dalam tanur api serentak berseru: Terpujilah Allah. Alleluya.

Antifon 3Para warga Sion bersukaria atas Rajanya. Alleluya.

Mazmur 149

Nyanyikanlah bagi Tuhan lagu baru,*
pujilah Dia dalam himpunan umatNya.

Hendaknya Israel bergembira atas Penciptanya,*
dan warga Sion bersuka-cita atas Rajanya.

Hendaknya mereka memuji namaNya dengan tari-tarian,*
bermazmur bagiNya dengan rebana dan kecapi.

Sebab Tuhan berkenan kepada umatNya,*
memahkotai yang hina-dina dengan keselamatan.

Hendaknya orang takwa bersukaria atas kejayaannya,*
bersorak-sorai dengan gembira.

Hendaknya mereka memuji Tuhan dengan suara lantang,*
sambil memegang pedang yang tajam.

Begitu hendaklah mereka membalas kejahatan para bangsa,*
dan menjatuhkan hukuman kepada mereka;

Membelenggu para rajanya,*
dan mengikat pemukanya dengan rantai besi.

Dengan demikian terlaksana keputusan Allah,*
tugas terhormat bagi umatNya.

Antifon 3Para warga Sion bersukacita atas Rajanya. Alleluya.

Bacaan Singkat (Roma 11,33-36)

O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya! Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya? Atau siapakah yang pernah memberikan sesuatu kepada-Nya, sehingga Ia harus menggantikannya? Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!

Antifon KidungTerpujilah Tritunggal yang kudus dan tak terbagi, pencipta dan penata segala sesuatu, sekarang, selalu, dan sepanjang segala masa.

Kidung Zakaria Luk 1,68-79

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Antifon KidungTerpujilah Tritunggal yang kudus dan tak terbagi, pencipta dan penata segala sesuatu, sekarang, selalu, dan sepanjang segala masa.

Doa Permohonan

Kristus Tuhan, fajar dan matahari kita, menerangi setiap insan dan takkan terbenam. Marilah kita memuji Dia dan berkata:

℟. Ya Tuhan, Engkaulah kehidupan dan keselamatan kami.

Pencipta bintang-bintang, permulaan hari ini kami terima penuh syukur dari tanganMu,* sambil mengenangkan kebangkitanMu. ℟.

Semoga rohMu mengajar kami bertindak seturut keinginan hatiMu,* dan semoga kebijaksanaanMu tetap membimbing kami. ℟.

Semoga kami pada hari Minggu ini berhimpun sebagai umatMu,* untuk menyambut santapan sabda dan tubuhMu. ℟.

Kami mengucap syukur kepadaMu,* atas kurniaMu yang tak terbilang banyaknya. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Allah Bapa, dengan mengutus SabdaMu, yakni kebenaran, dan Roh pengudusanMu ke dalam dunia, Engkau menyatakan misteriMu yang mengagumkan kepada umat manusia. Anugerahkanlah kepada kami, dalam pengakuan iman yang benar, mengenal kemuliaan Tritunggal yang kekal dan menyembah Ketunggalan dalam keagungan kuasaNya. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sebelum Tengah Hari

Hari Raya Tritunggal Mahakudus

Pekan III Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Roh Kudus, datanglah kini,
satu dengan Bapa dan Putra;
sudilah Engkau bersegera,
mencurah penuh ke hati kami.

Mulut, lidah, budi, dan rasa,
serta tenaga wartakan iman;
berkobarlah kasih bagai api,
nyalanya menjangkau sesama.

Kenalkanlah kami pada Bapa,
dan pada Putra melalui-Mu;
Engkau Roh dari keduanya,
kami imani sepanjang masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Mazmur 119 (120)

Dalam kesesakanku aku berseru kepada Tuhan,*
dan Ia mendengarkan daku.

Ya Tuhan, lepaskanlah aku dari bibir pendusta,*
dan dari lidah penipu.

Tuhan pasti membalas kamu,*
Ia pasti mengganjar kamu, hai para penipu!

Dengan panah tajam dari busur tentara,*
dengan bara yang berpijar-pijar.

Celakalah aku entah aku tinggal jauh di daerah Mesekh,*
entah jauh di perkemahan Kedar!

Aku masih tinggal terlalu dekat juga,*
pada orang yang membenci perdamaian.

Kalau aku, perdamaianlah yang kubicarakan,*
sedangkan mereka hanya peperangan.

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Mazmur 120 (121)

Aku melayangkan pandangan ke Gunung,*
dari manakah dapat kuharapkan pertolongan?

Pertolonganku dari Tuhan,*
yang menjadikan langit dan bumi.

Ia takkan membiarkan kakimu tersandung,*
yang menjagamu takkan mengantuk.

Sungguh, takkan mengantuk dan tertidur,*
yang menjaga Israel.

Tuhan menjaga dan menaungi kamu,*
Yang mahatinggi adalah kekuatanmu.

Matahari takkan menyakiti kamu di waktu siang,*
maupun bulan di waktu malam.

Tuhan menjaga kamu terhadap segala kemalangan,*
Ia menjaga nyawamu.

Tuhan menjaga segala tingkah lakumu,*
sekarang dan selama-lamanya.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Mazmur 121 (122)

Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku,*
"Mari kita pergi ke rumah Tuhan".

Sekarang kami telah berdiri,*
di gerbangmu, hai Yerusalem!

Hai Yerusalem, engkau dibangun,*
sebagai kota yang rapat tersusun.

Suku bangsa berziarah kepadamu,*
suku bangsa Tuhan.

Untuk bersyukur kepada Tuhan,*
sesuai dengan peraturan Israel.

Di sanalah terdapat kursi pengadilan,*
kursi keluarga raja Daud.

Mohonkanlah damai sejahtera bagi Yerusalem,*
"Damai sejahtera bagi orang yang mencintai engkau!"

Semoga damai sejahtera turun atas wilayahmu,*
dan kemakmuran atas istanamu.

Atas nama semua saudara dan sahabatku,*
aku mengucapkan selamat kepadamu.

Demi bait Tuhan, Allah kita,*
aku memohonkan kebahagiaan bagimu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Bacaan singkat (Rom 8, 15-16)

Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!" Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.

Ayat Singkat

℣.Pada-Mu, ya Tuhan, ada sumber hayat.℟.Dan dalam terang-Mu kami melihat terang.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, pada jam ketiga Engkau dihantar ke hukuman salib demi keselamatan dunia; dengan rendah hati kami mohon kepada-Mu, agar atas kejahatan masa lampau kami senantiasa memperoleh ampun pada-Mu, dan terhadap masa depan kami tetap Kaulindungi. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Tengah Hari

Hari Raya Tritunggal Mahakudus

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan III Mazmur

Madah

Ya Roh kudus sumber cinta
Serta Bapa dan Putera
Datanglah di tengah kami
Membawa hidup Ilahi

Gerakkanlah hati kami
Agar giat penuh bakti
Menyanyikan lagu puji
Mengamalkan cinta suci

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putera dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Antifon 1Dalam kesesakan aku berseru kepada Tuhan, Ia menjawab aku, alleluya.

Mazmur 117 (118)

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Hendaklah Israel berkata,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Hendaklah kaum Harun berkata,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Hendaklah orang yang takwa berkata,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Dalam kesesakan aku berseru kepada Tuhan,*
Ia menjawab dan melegakan daku.

Tuhan di pihakku, aku tidak takut,*
Apa yang dapat dilakukan manusia terhadapku?

Tuhan di pihakku, Ia penolongku.*
Aku melihat pembenciku tersipu-sipu.

Lebih baik berlindung pada Tuhan,*
dari pada percaya kepada manusia.

Lebih baik berlindung pada Tuhan,*
dari pada percaya kepada bangsawan.

Antifon 1Dalam kesesakan aku berseru kepada Tuhan, Ia menjawab aku, alleluya.

Antifon 2Tuhan bertindak dengan tangan Kuat, alleluya.

Segala bangsa mengepung aku,*
tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Mereka mengepung aku rapat-rapat,*
tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Mereka mengepung aku seperti lebah,+
seperti nyala api yang menjilat-jilat,*
tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Aku didesak-desak sampai terjatuh,*
tetapi Tuhan menolong aku.

Tuhanlah kekuatan dan pelindungku,*
Dialah kemenanganku

Suara gembira dan sorak-sorai,*
terdengar di perkemahan para pemenang.

"Tuhan bertindak dengan tangan kuat,*
tangan Tuhan mahakuasa".

Aku tidak akan mati, aku tetap hidup,*
untuk mewartakan karya-karya Tuhan.

Tuhan sering menyiksa aku,*
namun tidak menyerahkan daku kepada maut.

Antifon 2Tuhan bertindak dengan tangan Kuat, alleluya.

Antifon 3Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita, alleluya.

Bukalah bagiku gerbang kemenangan,*
supaya aku masuk dan bersyukur kepada Tuhan.

Inilah pintu gerbang Tuhan,*
para pemenang masuk ke dalamnya.

Syukur kepadaMu, sebab Engkau memenangkan daku,*
dan menjadi penyelamatku.

Batu yang dibuang oleh para pembangun,*
telah menjadi batu sendi.

Karya Tuhanlah itu,*
sangat mengagumkan kita.

Pada hari inilah Tuhan bertindak,*
mari kita rayakan dengan gembira.

Ya Tuhan, berilah kami keselamatan!*
Ya Tuhan, berilah kami kesejahteraan!

Terberkatilah yang datang demi nama Tuhan,+
kami memberkati kamu dari dalam rumah Tuhan,*
Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita.

Beraraklah dengan membawa ranting berdaun,*
hiasilah tanduk-tanduk mesbah.

Allahkulah Engkau, Engkau kupuji,*
Allahku, Engkau kuagungkan.

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Antifon 3Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita, alleluya.

Bacaan singkat 2Tim 1,9

Allah telah menyelamatkan kita dan memanggil kita masuk umatNya. Allah berbuat begitu, bukanlah karena jasa kita, melainkan karena rahmat dan rencanaNya. Dan rencana Allah itu sudah ditetapkan bagi kita sebelum awal zaman dalam Kristus Yesus.

℣.Pujilah Tuhan hai hatiku.℟.Dialah yang meluputkan hidupmu dari kematian.

Doa Penutup

Allah Bapa, dengan mengutus SabdaMu, yakni kebenaran, dan Roh pengudusanMu ke dalam dunia, Engkau menyatakan misteriMu yang mengagumkan kepada umat manusia. Anugerahkanlah kepada kami, dalam pengakuan iman yang benar, mengenal kemuliaan Tritunggal yang kekal dan menyembah Ketunggalan dalam keagungan kuasaNya. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sesudah Tengah Hari

Hari Raya Tritunggal Mahakudus

Pekan III Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Allah, kekuatan yang teguh,
tak tergoyahkan tinggal dalam-Mu;
Engkau menata waktu terang siang
dalam pergantian yang berurutan.

Karuniakanlah senja yang cerah,
agar hidup tak pernah pudar,
melainkan pahala kematian kudus:
kemuliaan kekal menyongsong kami.

Kabulkanlah, ya Bapa mahakasih,
dan Putra Tunggal setara Bapa,
bersama Roh Kudus Penghibur,
yang meraja sepanjang segala masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Mazmur 125 (126)

Ketika Tuhan memulangkan tawanan Sion,*
kita seperti orang yang bermimpi.

Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa,*
dan lidah kita dengan sorak-sorai.

Bahkan bangsa-bangsa kafir mengakui,*
"Agunglah karya Tuhan bagi mereka".

Sungguh agung karya Tuhan bagi kita,*
sebab itu kita bersukacita.

Tuhan telah memulihkan nasib kita,*
seperti sungai kering berair lagi di musim hujan.

Yang menabur dengan bercucuran air mata,*
akan menuai dengan bersorak-sorai.

Ia pergi dengan menangis sambil membawa kantong benihnya,*
ia pulang sambil bernyanyi membawa berkas panenannya.

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Mazmur 126 (127)

Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah,*
sia-sialah para pembangun bekerja.

Jikalau bukan Tuhan yang menjaga kota,*
sia-sialah para pengawal berjaga.

Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi,+
pergi tidur larut malam,*
dan mencari nafkah dengan susah payah.

Tetapi Tuhan menganugerahkan kesejahteraan,*
kepada orang yang dicintaiNya.

Putera-putera sungguh anugerah Tuhan,*
dan buah kandungan sungguh ganjaranNya.

Seperti anak panah di tangan pahlawan,*
demikianlah putera yang diperanakkan pada masa muda.

Berbahagialah orang yang mengisi,*
tabung panahnya sampai penuh.

Ia tidak akan dipermalukan oleh musuh,*
tetapi akan menghalau mereka dari pintu gerbang.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Mazmur 127 (128)

Berbahagialah setiap orang yang takwa,*
yang hidup sesuai dengan bimbingan Tuhan.

Engkau akan menikmati hasil jerih payahmu,*
hidupmu akan bahagia dan sejahtera.

Isterimu subur dalam rumahmu bagaikan pokok anggur,*
anak-anakMu mengelilingi mejamu bagaikan tunas zaitun.

Demikianlah suami yang takwa akan diberkati,*
semoga Tuhan memberkati engkau dari Sion.

Semoga engkau menikmati kemakmuran Yerusalem seumur hidup,*
dan melihat anak cucumu turun-temurun.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Bacaan singkat (2 Tim 1, 9)

Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman

Ayat Singkat

℣.Tuhan menuntun mereka dengan aman, sehingga tidak gentar.℟.Dan membawa mereka ke tanah-Nya yang kudus.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghantar penjahat yang bertobat dari kayu salib masuk ke dalam kerajaan-Mu; sambil mengakui dosa-dosa kami, dengan penuh kepercayaan kami mohon kepada-Mu, agar sesudah kematian Engkau membuat kami masuk dengan sukacita melalui pintu firdaus. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sore

Hari Raya Tritunggal Mahakudus

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Pencipta cahaya mulya
Yang mengatur matahari
Pada awal masa purba
Kauciptakan langit bumi.

Pagi petang Kauhubungkan
Kauberi julukan hari
Senja sudah Kaudatangkan
T'rimalah pujian kami.

Kami sesal akan dosa
Ingin bersih dari noda
Agar dapat masuk surga
Mencapai pahala mulya.

Kabulkanlah doa kami
Ya Bapa yang baik hati
Bersama Putra dan rohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Antifon 1Tuhan meluaskan kekuasaanNya dari Sion, Tuhan meraja selama-lamanya. Alleluya.

Mazmur 109,1-5.7

Tuhan berfirman kepada baginda: "Duduklah di sisi kananKu,*
sampai musuh musuhmu Kujadikan tumpuan kakimu".

Tuhan meluaskan kekuasaan baginda dari kediamanNya di Sion,*
"Berkuasalah atas para musuh.

Engkau berkuasa sejak kelahiranmu, di atas gunung yang suci,*
sejak engkau terkandung, sejak fajar masa mudamu".

Tuhan telah bersumpah dan tidak menyesal,*
"Engkaulah imam seperti Melkisedek, untuk selama-lamanya".

Tuhan mendampingi baginda,*
pada hari kemurkaanNya raja-raja dihancurkanNya.

Tuhan menyertai baginda dalam segala usaha,*
agar baginda berlangkah maju dengan gagah perkasa.

Antifon 1Tuhan meluaskan kekuasaanNya dari Sion, Tuhan meraja selama-lamanya. Alleluya.

Antifon 2Bumi bergetar di hadapan Tuhan. Alleluya.

Mazmur 113

Ketika Israel keluar dari Mesir,*
keluarga Yakub dari bangsa asing,

Maka Yehuda menjadi wilayah Tuhan,*
Israel daerah kekuasaanNya.

Laut melihat, lalu menyingkir,*
sungai Yordan berbalik ke hulu.

Gunung melompat bagaikan kijang,*
dan bukit laksana anakdomba.

Ada apa, hai laut, sehingga menyingkir,*
hai Yordan, sehingga berbalik ke hulu?

Hai gunung, mengapa melompat bagaikan kijang,*
hai bukit, mengapa laksana anakdomba?

Gemetarlah, hai bumi, di hadapan Tuhan,*
di hadirat Allah Yakub.

Ia mengubah wadas menjadi danau,*
dan batu menjadi mata air.

Antifon 2Bumi bergetar di hadapan Tuhan. Alleluya.

Antifon 3Tuhan, Allah kita yang mahakuasa, sudah menjadi raja. Alleluya.

Why 19,1-7

Alleluya.
Pokok keselamatan, kemuliaan dan kekuasaan ialah Allah kita,*
karena benar dan adillah segala keputusanNya.
Alleluya.

Alleluya.
Pujilah Allah kita, hai sekalian hambaNya,*
semua yang takwa, baik kecil maupun besar.
Alleluya.

Alleluya.
Sebab Tuhan, Allah kita yang mahakuasa,*
sudah menjadi raja.
Alleluya.

Alleluya.
Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai,*
marilah kita memuliakan Tuhan.
Alleluya.

Alleluya.
Hari pernikahan Anakdomba telah tiba,*
dan mempelaiNya sudah siap berhias.
Alleluya.

Antifon 3Tuhan, Allah kita yang mahakuasa, sudah menjadi raja. Alleluya.

Bacaan singkat 2Kor 1,3-4

Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas-kasihan dan Allah sumber segala penghiburan. Ia menghibur kita dalam segala penderitaan, sehingga kita sanggup menghibur semua orang yang ditimpa bermacam-macam penderitaan, dengan penghiburan yang kita terima sendiri dari Allah.

Lagu Singkat

℣.Terpujilah Engkau, ya Tuhan,* Di angkasa raya.℟.Terpujilah.℣.KepadaMulah pujian selama segala abad.℟.Dia angkasa raya.℣.Kemuliaan.℟.Terpujilah.

Antifon KidungDengan segenap hati dan bibir kami mengakui, memuji, dan memuliakan Dikau: Allah Bapa yang tak dilahirkan, Putera yang tunggal, Roh Kudus Penghibur; Tritunggal yang kudus dan tak terbagi, bagiMu kemuliaan selama-lamanya.

Kidung Maria Luk 1,46-55

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Antifon KidungDengan segenap hati dan bibir kami mengakui, memuji, dan memuliakan Dikau: Allah Bapa yang tak dilahirkan, Putera yang tunggal, Roh Kudus Penghibur; Tritunggal yang kudus dan tak terbagi, bagiMu kemuliaan selama-lamanya.

Doa Permohonan

Kristuslah kepala kita, dan kita anggota-anggotaNya. Marilah kita menyembah Dia dan dengan gembira berseru:

℟. Datanglah kerajaanMu, ya Tuhan.

Ya Penyelamat kami, teguhkanlah umat pilihanMu, agar lebih jelas melambangkan kesatuan umat manusia,* dan menjadi tanda pembawa selamat yang lebih nyata bagi semua bangsa. ℟.

Dampingilah selalu para uskup bersama bapa suci,* dan anugerahilah mereka kesatuan, cinta kasih dan damai. ℟.

Satukanlah seluruh umat Kristen dalam diriMu sebagai kepala,* supaya kami dalam kehidupan sehari-hari memberi kesaksian tentang kerajaanMu. ℟.

Berikanlah perdamaian kepada dunia,* supaya keamanan dan kesejahteraan berkembang di mana-mana. ℟.

Bangkitkanlah semua orang mati pada hari kiamat,* dan ikutsertakanlah kami dalam kebahagiaan mereka. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Allah Bapa, dengan mengutus SabdaMu, yakni kebenaran, dan Roh pengudusanMu ke dalam dunia, Engkau menyatakan misteriMu yang mengagumkan kepada umat manusia. Anugerahkanlah kepada kami, dalam pengakuan iman yang benar, mengenal kemuliaan Tritunggal yang kekal dan menyembah Ketunggalan dalam keagungan kuasaNya. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Penutup

Hari Raya Tritunggal Mahakudus

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan II Mazmur

Doa Tobat

℟.Saya mengaku kepada Allah yang mahakuasa
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kiat ke hidup yang kekal.℟.Amin.

Madah

Kristus cahaya mulia
Kegelapan Kauenyahkan
Malam maut tak berdaya
Sudah kalah Kaulumpuhkan

Lindungilah kami Tuhan
Selama semalam ini
Kami mohon ketenangan
Dalam istirahat nanti.

Meski mata 'kan tertidur
Semoga hati berjaga
Rapi selalu teratur
Siap menyambut rajanya.

Terpujilah Kristus raja
Bersama Bapa mulia
Dan Roh kudus sumber cinta
Sepanjang segala masa. Amin.

AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.

Mazmur 90 (91)

Hendaklah orang yang berlindung pada Allah yang mahatinggi,*
menikmati malam yang aman dalam naungan Tuhan.

Hendaklah ia berdoa: "Ya Tuhan, Engkaulah pelindung dan pengungsianku,*
ya Allah, padaMulah aku percaya"

Hanya Tuhanlah yang akan melepaskan dikau dari perangkap,*
melindungi engkau terhadap wabah yang berkecamuk

Ia akan menudungi engkau dengan kepakNya,+
dan di bawah sayapNya engkau akan berlindung,*
lenganNya akan menjadi perisai dan jebang bagimu.

Engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam,*
akan panah yang mengancam di waktu siang;

Akan wabah yang menular dalam kegelapan,*
akan bencana yang mengamuk di siang hari.

Walaupun seribu orang rebah di sebelah kirimu,+
dan sepuluh ribu di sebelah kananmu,*
namun engkau takkan kejangkitan.

Engkau akan menyaksikan kehancuran musuh,*
dan pembalasan terhadap orang-orang jahat.

Jika engkau memilih Tuhan menjadi pelindungmu,*
dan Allah mahatinggi menjadi penopangmu;

Maka engkau takkan ditimpa malapetaka,*
dan kemahmu takkan diserang wabah;

Sebab Allah akan mengutus malaikatNya,*
untuk menjaga engkau ke manapun engkau pergi.

Mereka akan menatang engkau dengan tangan mereka,*
jangan sampai kakimu tersandung pada batu.

Singa dan harimau akan kaulangkahi,*
ular dan naga akan kauinjak-injak.

Sebab Allah bersabda: "Mengingat bahwa ia berpaut padaKu,*
maka Aku akan menyelamatkannya;

Aku akan menjadi pelindungnya, jika ia mengakui Aku,*
jika ia berseru kepadaKu, Aku akan menjawabnya.

Aku akan tetap besertanya dan membebaskan dia dari kesesakan,*
dan Aku akan memuliakannya.

Aku akan memuaskan dia dengan usia lanjut,*
dan memperkenankan dia menikmati keselamatanKu".

AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.

Bacaan singkat Why 22,4-5

Para hamba Allah akan memandang wajah Allah, dan nama Allah tertera pada dahi mereka. Malam takkan ada lagi, cahaya lampu atau sinar matahari takkan mereka perlukan lagi. Sebab Tuhan Allah menerangi mereka, dan mereka akan meraja selama-lamanya.

Lagu Singkat

℣.Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* ya Tuhan, penyelamatku.℟.Ke dalam.℣.Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar.℟.Ya Tuhan, penyelamatku.℣.Kemuliaan.℟.Ke dalam.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan, kunjungilah rumah ini dan berkatilah kami selalu. Jauhkanlah segala tipu daya musuh dari rumah ini dan utuslah malaikatMu untuk membawa damai sejahtera dan menyertai kami. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Hari Minggu malam:

Tuhan, pelindung kami, pada hari ini kami telah merayakan wafat dan kebangkitan Kristus. Dengarkanlah kiranya ucapan bibir kami, dan jauhkanlah segala mara bahaya. Semoga kami tidur dengan nyenyak dan aman sentosa dalam damaiMu, sehingga kami dapat bangun lagi dengan gembira hati untuk memuji Engkau. Demi Kristus, pengantara kami.

Penutup

℣.Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya.℟.Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam, ya ratu, bunda yang berbelas-kasih, hidup, hiburan dan harapan kami. Kami semua memanjatkan permohonan, kami amat susah, mengeluh, mengesah dalam lembah duka ini. Ya ibunda, ya pelindung kami, limpahkanlah kasih sayangmu yang besar kepada kami. Dan Yesus, puteramu yang terpuji itu, s'moga kautunjukkan kepada kami. O ratu, o ibu, o Maria, bunda Kristus.

Santo Bernardius dari Siena

Pengaku Iman

Kesalehan hidup Bernardius dari Siena di luar dugaan telah dikenal oleh Santo Vinsensius Ferreri. Gelar “Kudus” yang diberi oleh Gereja kepada Bernardius telah dikatakan secara jelas oleh Vinsensius Ferreri dalam kesempatan khotbahnya di Siena. Dalam khotbahnya di Siena, Vinsensius Ferreri secara tiba-tiba mengatakan kepada para pendengarnya: “Saudara-saudara, diantara kalian yang sekarang hadir disini terdapat seorang saudara kita yang nanti akan menjadi pengkhotbah besar dan akan dihormati Gereja sebagai “Orang Kudus”. Dialah Bernardius yang ada diantara kalian.”

Bernardius lahir di Massa, Siena, Italia, pada tanggal 8 September 1380. Semenjak kecilnya ia sudah hidup sebagai yatim. Ia dibesarkan oleh tantenya. Keluarganya tergolong keluarga berada. Tetapi cita-cita luhur yang berkobar dalam dirinya untuk mengabdikan diri kepada Tuhan membuat dia tidak menaruh harapan pada kekayaan itu. Ia menaruh perhatian besar pada nasib orang-orang miskin. Sekali peristiwa, bibinya mengusir seorang miskin yang datang meminta bantuan. Menyaksikan perbuatan bibinya itu, Bernardius mogok makan sepanjang hari, karena ia terus memikirkan pengemis malang yang kosong perut itu.

Bernardius kemudian belajar Hukum Gereja dan Hukum Negara. Setelah menyelesaikan studinya pada tahun 1397, ia masuk persekutuan Bunda Maria, yang berpusat di rumah sakit terkenal Santa Maria della Scala di Siena. Tiga tahun kemudian, ketika Bernardus menjabat sebagai direktur rumah sakit itu, wabah epidemi melanda kota Siena. Ia tanpa lelah berusaha menyelamatkan jiwa-jiwa yang terserang epidemi itu. Sementara itu, panggilan suci untuk menjadi seorang imam biarawan pun terus bergejolak dalam dirinya. Maka pada tahun 1402, ia masuk tarekat saudara-saudara Dina Fransiskus, dan ditabhiskan menjadi imam dua tahun kemudian. Setelah menjadi imam, dikatakan bahwa selama 12 tahun ia tidak menampakkan diri di depan umum. Kemungkinan ia memanfaatkan tahun-tahun itu untuk bertapa dalam kesunyian di Capriola, Italia. Setelah itu barulah pada tahun 1417, ia memulai karya misionernya di Milan dan menjelajahi seluruh Italia. Mulanya ia sedikit terhalang oleh suaranya yang halus sehingga khotbah-khotbahnya terasa kurang berhasil. Tetapi atas bantuan Santa Perawan Maria, rintangan itu dapat lenyap. Semenjak itu ia mulai dikenal luas sebagai seorang pengkhotbah ulung selama 38 tahun. Dalam khotbah-khotbahnya ia mengdesak penghapusan riba dan perdamaian antara kubu politik Guelph dan Ghibelline serta mendorong umat untuk melakukan devosi kepada Nama Yesus yang Tersuci.

Senjatanya yang paling utama untuk menentang setiap perbuatan kekafiran umat dan ketidakpedulian umat akan Hukum-hukum Allah, ialah Nama Yesus yang Tersuci. Diatas nama Yesus itulah, Bernardius memulai karyanya dan membangun hidupnya. Karena dituduh menyebarkan ajaran-ajaran sesat seperti menganjurkan devosi kepada Nama Yesus yang Tersuci, maka ia dipanggil ke Roma pada tahun 1427. Disana untuk beberapa waktu, ia dilarang berkhotbah oleh Paus Martinus V (1417-1431). Tetapi karena tuduhan-tuduhan itu tidak benar, maka ia diijinkan berkhotbah kembali. Oleh Sri Paus ia ditawarkan menjadi Uskup Siena. Tawaran ini ditolaknya dengan tegas karena ia lebih suka berkhotbah dimana-mana untuk membaharui hati umat beriman.

Dikemudian hari devosinya kepada Nama Yesus yang Tersuci direstui oleh Gereja dan dirayakan secara khusus dalam Liturgi Gereja. Setelah berkarya selama bertahun-tahun, ia meninggal dunia pada tanggal 20 Mei 1444 di Aquila, Italia. Karena karya pewartaannya sangat berhasil, ia dijuluki “Rasul Italia”.

Santo Ivo

Uskup

Ivo lahir di Beauvais pada tahun 1040. Ia belajar Teologi di biara Bec dan dikenal sebagai orang pandai. Ia kemudian bekerja di Nestle, Picardy, Perancis Utara, lalu berpindah ke biara Santo Quentin. Di biara ini, Ivo mengajar Teologi, Hukum Gereja dan Kitab Suci. Kemudian ia diangkat sebagai pemimpin tertinggi selama 14 tahun lamanya. Sebagai pemimpin tertinggi biara, Ivo berusaha meningkatkan disiplin hidup dan kegiatan belajar untuk para biarawan, serta berusaha membaharui banyak aturan yang lama.

Karena kesalehan hidupnya, kepandaian serta kepribadiannya yang menarik, Ivo diajukan oleh umat dan segenap imam pada tahun 1091 untuk menggantikan Goffrey sebagai Uskup Chartres. Setelah didesak oleh Paus Urbanus II (1088-1099), Ivo menerima jabatan itu dan ditabhiskan menjadi Uskup Chartres.

Dalam kepemimpinannya sebagai Uskup Chartres, Ivo dengan tegas menentang raja Philip I yang menceraikan istrinya Bertha dan mengawini Bertrada, istri Fulk, seorang hakim dari Anjou. Oleh raja Philip I, Ivo ditangkap dan dipenjarakan. Seluruh kekayaan dan penghasilannya disita oleh Philip. Tetapi atas desakan Paus Urbanus II dan seluruh umat, Ivo dilepaskan kembali dan menjalankan tugasnya seperti biasa. Selanjutnya, Ivo juga tetap setia kepada raja Philip I dan berusaha mendamaikan raja dengan Tahkta Suci pada kesempatan Konsili Beaugency pada tahun 1104. Ivo meninggal dunia pada tahun 1116.

Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari