Bacaan Misa
Mereka membawa keduanya dan menghadapkan mereka kepada Mahkamah Agama. Imam Besar mulai menanyai mereka, katanya: "Dengan keras kami melarang kamu mengajar dalam Nama itu. Namun ternyata, kamu telah memenuhi Yerusalem dengan ajaranmu dan kamu hendak menanggungkan darah Orang itu kepada kami." Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya: "Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia. Allah nenek moyang kita telah membangkitkan Yesus, yang kamu gantungkan pada kayu salib dan kamu bunuh. Dialah yang telah ditinggikan oleh Allah sendiri dengan tangan kanan-Nya menjadi Pemimpin dan Juruselamat, supaya Israel dapat bertobat dan menerima pengampunan dosa. Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu itu, kami dan Roh Kudus, yang dikaruniakan Allah kepada semua orang yang mentaati Dia." Mendengar perkataan itu sangatlah tertusuk hati mereka dan mereka bermaksud membunuh rasul-rasul itu.
(34-3) Karena TUHAN jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita.
(34-10) Takutlah akan TUHAN, hai orang-orang-Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia!
(34-18) Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka TUHAN mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya.
(34-19) TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.
(34-20) Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu;
(34-21) Ia melindungi segala tulangnya, tidak satupun yang patah.
Siapa yang datang dari atas adalah di atas semuanya; siapa yang berasal dari bumi, termasuk pada bumi dan berkata-kata dalam bahasa bumi. Siapa yang datang dari sorga adalah di atas semuanya. Ia memberi kesaksian tentang apa yang dilihat-Nya dan yang didengar-Nya, tetapi tak seorangpun yang menerima kesaksian-Nya itu. Siapa yang menerima kesaksian-Nya itu, ia mengaku, bahwa Allah adalah benar. Sebab siapa yang diutus Allah, Dialah yang menyampaikan firman Allah, karena Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas. Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya. Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya."
Invitatorium
Pekan II Mazmur
Pembukaan
AntifonTuhan sungguh bangkit, alleluya.
Mazmur 94 (95)
AntifonTuhan sungguh bangkit, alleluya.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Terang kemuliaan Bapa,
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Tuhan, Engkaulah penyelamat kami; kami akan memuji-Mu selama-lamanya, alleluya.
Mazmur 43 (44)
Kemalangan umat Allah
Kita mengalahkan segala hal ini melalui Dia yang mengasihi kita (Roma 8:37).
AntifonTuhan, Engkaulah penyelamat kami; kami akan memuji-Mu selama-lamanya, alleluya.
Antifon 2Ampunilah kami, ya Tuhan; janganlah Engkau menghina umat-Mu sendiri, alleluya.
AntifonAmpunilah kami, ya Tuhan; janganlah Engkau menghina umat-Mu sendiri, alleluya.
Antifon 3Bangkitlah, ya Tuhan, dan selamatkanlah kami, karena Engkau berbelas kasihan, alleluya.
AntifonBangkitlah, ya Tuhan, dan selamatkanlah kami, karena Engkau berbelas kasihan, alleluya.
Responsorium Wahyu 3:20; 2:7
Responsorium Lukas 22:19; Yohanes 6:59
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Aku ini pokok anggur, dan kamu ranting-rantingnya, alleluya.
Mazmur 79 (80)
Antifon 1Aku ini pokok anggur, dan kamu ranting-rantingnya, alleluya.
Antifon 2Dengan suka ria kamu akan menimba air dari sumber keselamatan, alleluya.
Yes 12,1-6
Antifon 2Dengan suka ria kamu akan menimba air dari sumber keselamatan, alleluya.
Antifon 3Tuhan menguatkan kita dengan sari gandum, alleluya.
Mazmur 80 (81)
Antifon 3Tuhan menguatkan kita dengan sari gandum, alleluya.
Bacaan singkat: Rom 8,10-11
Antifon KidungBapa mengasihi Putera dan menyerahkan segala sesuatu kepadaNya, alleluya.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungBapa mengasihi Putera dan menyerahkan segala sesuatu kepadaNya, alleluya.
Doa Permohonan
℟. Tinggallah beserta kami, ya Tuhan.
Ya Tuhan Yesus, Engkau mencapai kemenangan atas dosa dan kematian,* tinggallah di tengah-tengah kami, Engkau yang hidup sepanjang segala abad. ℟.
Datanglah kepada kami dengan kekuatanMu yang tak terkalahkan,* dan perlihatkanlah kebaikan Allah kepada kami. ℟.
Satukanlah dunia yang tercerai-berai dan penuh perselisihan,* sebab hanya Engkaulah sanggup memperbaharui dan memperdamaikan umat manusia. ℟.
Teguhkanlah kami dalam iman akan kemenangan akhir,* dan kuatkanlah kami dalam pengharapan akan kedatanganMu. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (1 Cor 12, 13)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Madah
Antifon 1HukumMu sangat berharga melebihi ribuan keping perak dan emas, alleluya.
Mazmur 118 (119),65-72
Antifon 1HukumMu sangat berharga melebihi ribuan keping perak dan emas, alleluya.
Antifon 2Pada Allah aku percaya dan tidak takut, apa yang dapat dilakukan manusia terhadapku? Alleluya.
Mazmur 55 (56),2-7b.9-14
Antifon 2Pada Allah aku percaya dan tidak takut, apa yang dapat dilakukan manusia terhadapku? Alleluya.
Antifon 3Besarlah kasihMu, ya Tuhan, setinggi langit, alleluya.
Mazmur 56 (57)
Antifon 3Besarlah kasihMu, ya Tuhan, setinggi langit, alleluya.
Bacaan singkat: Tit 3,5b-7
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (Cf. Col 1, 12-14)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Madah
Antifon 1Kristus diangkat Allah, menjadi hakim atas orang hidup dan mati, alleluya.
Mazmur 71 (72) - I
Antifon 1Kristus diangkat Allah, menjadi hakim atas orang hidup dan mati, alleluya.
Antifon 2Semoga segala bangsa saling memberkati demi nama Yesus, alleluya.
Mazmur 71 (72) - II
Antifon 2Semoga segala bangsa saling memberkati demi nama Yesus, alleluya.
Antifon 3Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya, alleluya.
Why 11,17-18;12,10-12
Antifon 3Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya, alleluya.
Bacaan singkat: 1Ptr 3,18.22
Antifon KidungBarang siapa percaya kepada Putera, memiliki hidup kekal, alleluya.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungBarang siapa percaya kepada Putera, memiliki hidup kekal, alleluya.
Doa Permohonan
℟. Pemenang atas maut, dengarkanlah kami.
Ingatlah, ya Kristus, akan GerejaMu yang Kaudasarkan atas para rasul dan Kauluaskan ke seluruh dunia,* dan berkatilah semua orang yang percaya kepadaMu. ℟.
Engkau menyembuhkan jiwa dan raga kami,* kunjungilah kami dan selamatkanlah kami dalam belaskasihanMu. ℟.
Hiburkan dan teguhkanlah orang-orang sakit,* sembuhkanlah mereka dari penyakit dan ringankanlah penderitaan mereka. ℟.
Bantulah orang-orang yang terdesak dan tertindas,* tolonglah orang yang miskin dan terlantar. ℟.
Dengan salib dan kebangkitanMu Engkau membuka jalan menuju hidup abadi bagi semua orang,* bukalah jalan menunju kerajaanMu bagi saudara-saudara kami yang telah meninggal. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Doa Tobat
Madah
AntifonTubuhku beristirahat dengan tenteram.
Mazmur 15 (16)
AntifonTubuhku beristirahat dengan tenteram.
Bacaan singkat 1Tes 5,23
Lagu singkat
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santa Yuliana dari Kornillon
Hari raya Tubuh Darah Kristus (Corpus Christi)-yang sama dengan hari raya Sakramen MahaKudus-masuk dalam lingkaran penanggalan atas wahyu Tuhan kepada Santa Yuliana dari Kornillon. Prosesnya sangat rumit dan lama serta meminta pengorbanan yang tidak kecil dari suster Yuliana sendiri. Penglihatan ajaib yang dialaminya membawa dia kepada penderitaan yang lama hingga hari raya itu direstui oleh pemimpin tertinggi Gereja dan dirayakan oleh seluruh Gereja. Pesta ini dirayakan pada mingu biasa setelah masa Paskah, tepatnya pada hari minggu biasa sesudah hari raya Tritunggal MahaKudus.
Yuliana lahir di Liege, Belgia pada tahun 1192. Pada umur 5 tahun, ia sudah menjadi anak yatim piatu. Maka ia dititipkan di sebuah biara di Mount Cornillon. Pada tahun 1200 terdapat di gunung ini dua buah biara santo Agustinus: yang satu untuk kaum pria dan yang satu untuk wanita. Disana terdapat beberapa buah rumah, ada usaha perkebunan dan peternakan sapi. Dibeberapa rumah para biarawan / wati itu merawat banyak orang sakit lepra. Untuk menghindari bahaya ketularan penyakit lepra, maka Yulianus bersama adiknya Agnes dipisahkan disebuah rumah pertanian yang tidak jauh dari rumah induk. Disitu mereka diasuh oleh Sr. Sapiensia. Tugas mereka adalah belajar, membersihkan rumah, memelihara bunga-bunga dan menjaga sapi. Kedua kakak-beradik ini selalu ikut serta dalam doa, perayaan Ekaristi dan upacara-upacara lainnya. Yuliana menaruh hormat yang tinggi kepada Sakramen MahaKudus yang diterimanya setiap kali mengkuti perayaan Ekaristi. Ia juga suka sekali membaca buku-buku karya Santo Agustinus, Santo Bernardus, dan lain-lainnya di perpustakaan.
Pada usia 16 tahun, Yuliana mengalami suatu penglihatan ajaib. Ia melihat bulan purnama yang aneh sekali; pinggirannya tercabik. Ia ragu-ragu memastikan arti penglihatan itu, apakah itu suatu godaan dari roh jahat atau pewahyuan Tuhan. Ia berdoa memohon agar Yesus menerangkan kepadanya arti penglihatan itu. Dua tahun kemudian Yesus menampakkan diri kepadanya dan menerangkan arti penglihatan itu: bahwasannya bulan itu adalah lingkaran tahun Liturgis Gereja dengan berbagai hari raya. Sedangkan cabikan pada pinggiran bulan purnama itu menandakan bahwa lingkaran tahun liturgi gereja belum sempurna oleh karena tidak adanya hari raya khusus untuk menghormati sakramen MahaKudus. Yuliana di minta oleh Yesus untuk menyampaikan kepada pemimpin Gereja agar segera menetapkan suatu hari khusus untuk menghormati Sakramen MahaKudus. Dengan takut-takut, Yuliana berkata: "Ah Tuhan! Jangan aku yang Kautugaskan untuk menyampaikan hal itu. Serahkan saja tugas ini kepada seorang imam yang saleh dan terpelajar!". Tetapi Yesus menjawab: "Kaulah orang yang kuanggap layak untuk tugas luhur ini. Justru orang lemah namun berbakti kepada-Ku layak untuk menjalankan tugas ini!".
Hari dan tahun berjalan terus hingga Yuliana menjadi suster di biara St. Agustinus Mount Carnillon. Karena kedudukannya masih rendah, ia tidak berani membuka rahasia penampakan itu dan pesan Tuhan Yesus. Barulah ketika ia terpilih menjadi prior pad atahun 1225, ia mulai membuka rahasia penampakan dan pesan Tuhan itu. Mula-mula ia mengutarakan pesan Tuhan itu kepada Eva, seorang pertapa wanita yang saleh dan pintar. Eva selanjutnya berbicara dengan para imam, antara lain dengan Hugo, Propinsial Ordo Dominikan, Uskup J. Pantelleon dan para ahli dibidang liturgi dan teologi. Sementara itu, Yuliana terus berdoa agar semua orang dapat menerima baik pesan Tuhan yang disampaikan kepadanya. Pada dasarnya pemimpin Gereja setempat dan para ahli itu tidak menolak memasukkan Pesta Sakramen MahaKudus dalam liturgi gereja. Hasil pertama diperolehnya pada tahun 1246 yaitu tatkala hari raya Corpus Christi itu disetujui dan diresmikan oleh Uskup J. Pantellon .
Namun sejak itulah Yuliana mengalami banyak penderitaan. Banyak orang termasuk imam-imam mencap Yuliana sebagai orang yang kerasukan setan. Dan banyak dakwaan dan kritik lain terhadapnya yang menuduh dia memanfaatkan kedudukannya sebagai pemimpin biara untuk ambisi pribadi mempromosikan penemuannya tentang hari raya Sakramen MahaKudus itu. Ia dipecat dari kedudukannya sebagai pemimpin biara dan diusir dari biara itu. Ia lalu pergi bergabung dengan Eva di pertapaannya. Akhirnya setelah mengalami begitu banyak penderitaan fisik dan batin, Yuliana meninggal pada tanggal 5 April 1258.
Sepeninggal Yuliana, Eva wanita pertapa itu melanjutkan perjuanggannya, didukung oleh Uskup J. Pantalleon. Delapan tahun kemudian Hugo, Propinsial Dominikan yang mengenal baik Yuliana, terpilih menjadi Paus di Roma dengan nama Paus Urbanus IV (1261-1264). Taklama kemudian pada tahun 1264 Paus Urbanus IV menetapkan hari raya Tubuh dan Darah Kristus sebagai pesta gereja. Kemudian Paus Klemens V (1305-1314) mengesahkannya pada tahun 1312.
Santo Vinsensius Ferreri
Santo Vinsensius Ferreri dikenal sebagai pembuat mukjizat, wartawan hari kiamat dan pentobat orang-orang berdosa. Ia lahir pada tanggal 23 Januari 1350 di Valensia, Spanyol. Ferreri adalah seorang anak yang dikaruniai rahmat istimewa. Pada usia 14 tahun, ia telah menyelesaikan pendidikan awalnya dalam bidang filsafat di Valensia. Pada usia 17 tahun, Ferreri di terima dalam ordo Dominikan dan dikirim ke Barcelona, Spanyol pada tahun berikutnya. Setelah beberapa lama ia mengajar filsafat di Lerdia, Spanyol, ia kembali ke Barcelona pada tahun 1373.
Setelah lama belajar di Toulouse, Prancis, kepribadian dan cara hidup Ferreri menarik hati kardinal Pedro de Luna (yang kemudian menjadi Paus Benediktus XIII pada tahun 1394-1423 di Avignon) ketika terjadi skisma besar di kalangan Gereja Barat. Pada tahun 1379, Luna mengangkat Ferreri sebagai pembantunya untuk menangani persoalan kePausan di Avignon. Ketika kardinal Luna dipilih menjadi Paus, Ferreri menjadi penasehat dan bapa pengakuan pribadi Paus di Avignon. Ia menolak penunjukkan atas dirinya menjadi seorang kardinal dan pemimpin beberapa kantor Gereja karena ia lebih suka berkarya sebagai seorang misionaris di antara umat. Kira-kira pada tahun 1398, ia diserang demam yang membahayakan. Ketika itu, ia mengalami penampakan Yesus bersama Santo Dominikus dan Fransiskus Asisi. Dalam penglihatan itu, Yesus memerintahkan dia untuk mewartakan Injil di antara bangsa-bangsa. Setelah penampakan itu, Ferreri kembali dan bersiap diri untuk menjalankan perintah Yesus.
Selama 20 tahun, Ferreri mengelilingi Spanyol, Italia, Jerman dan Switzerland untuk mewartakan Injil bagi pertobatan orang-orang berdosa. Khotbahnya selalu dilaksanakan di luar gereja karena ruangan Katedral tidak bisa menampung jumlah umat yang hadir. Tuhan menganugerahi kepadanya kemampuan berbahasa sehingga khotbahnya dapat dimengerti oleh para pendengarnya yang berbahasa latin, bahkan oleh petani sederhana sekalipun.
Sekali peristiwa, dalam khotbahnya ia meramalkan bahwa Benediktus dari Siena, seorang hadirin yang turut mendengar khotbahnya ketika itu, kelak akan dihormati oleh gereja sebagai Santo. Juga kepada Alphonso Borja, Ferreri mengatakan bahwa ia akan menggelarkan Santo kepada Ferreri ketika ia menjabat sebagai Paus. Ramalan-remalannya kemudian terpenuhi ketika ia meninggal.
Proses penyelidikan terhadap Ferreri dilakukan. Setelah 873 mukjizat diperiksa dan dinyatakan benar, maka panitia penyelidik menghentikan pekerjaannya. Mukzijat terbesar adalah cara hidupnya yang keras penuh dengan doa, matiraga dan tapa, tetapi tetap bersemangat dalam melaksanakan tugasnya sebagai pewarta. Vincentius Ferreri meninggal di Vannes, Inggris, pada tanggal 5 April 1419.
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari