Bacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Ciptaan pertama dan dosa asal.
Ketika Tuhan Allah menjadikan langit dan bumi, Ia membentuk manusia dari debu tanah dan menghembuskan napas hidup ke dalam hidungnya. Demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. Selanjutnya, Tuhan Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur, di situlah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu. Lalu, Tuhan Allah menumbuhkan berbagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; di tengah-tengah taman itu Ia menumbuhkan pohon kehidupan, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh Tuhan Allah, ular adalah binatang yang paling cerdik. Ular itu berkata kepada perempuan yang telah diciptakan Tuhan, “Tentulah Allah berfirman: Semua pohon di taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?” Sahut perempuan itu kepada ular, “Buah pohon-pohon dalam taman ini boleh kami makan. Tetapi, tentang buah pohon yang ada di tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan atau kamu raba buah itu, nanti kamu mati.” Tetapi, ular itu berkata kepada perempuan itu, “Sekali-kali kamu tidak akan mati! Tetapi, Allah mengetahui bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.” Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan, dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Maka, ia mengambil dari buahnya, lalu dimakan, dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia; dan suaminya itu memakannya. Maka, terbukalah mata mereka berdua, dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu, mereka menyemat daun pohon ara untuk membuat cawat.
Refren: Kasihanilah, ya Tuhan Kaulah pengampun yang
Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, menurut besarnya rahmat-Mu hapuskanlah pelanggaranku. Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku dan tahirkanlah aku dari dosaku.
Sebab aku sadar akan pelanggaranku, dosaku selalu terbayang di hadapanku. terhadap Engkau sendirilah aku berdosa yang jahat dalm pandangan-Mu kulakukan.
Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah, dan baharuilah semangat yang teguh dalam batiku. Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku.
Berilah aku sukacita karena keselamatan-Mu dan teguhkanlah roh yang rela dalam diriku. Ya Tuhan, bukalah bibirku, supaya mulutku mewartakan puji-pujian kepada-Mu.
Mazmur Tanggapan – Mzm. 51:3-4.5-6a.12-13.14-17; Ul:3a
Ulangan: Kasihanilah, ya Tuhan, Kaulah pengampun yang Rahim, dan belas kasih-Mu tak terhingga.
Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu menurut besarnya rahmat-Mu hapuskanlah pelanggaranku. Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku.
Sebab, aku sadar akan pelanggaranku, dosaku selalu terbayang di hadapanku. Terhadap Engkau sendiri aku berdosa, yang jahat dalam pandangan-Mu kulakukan.
Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah, dan baruilah semangat yang teguh dalam batinku. Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu dan janganlah mengambil Roh-Mu yang kudus daripadaku.
Berilah aku sukacita karena keselamatan-Mu dan teguhkanlah roh yang rela dalam diriku. Ya Tuhan, bukalah bibirku supaya mulutku mewartakan pujian kepada-Mu.
Dimana pelanggaran bertambah banyak, disana karunia menjadi berlimpah-limpah.
Saudara-saudara, dosa telah masuk ke dunia lantaran satu orang, dan karena dosa itu, masuklah juga maut. Demikianlah maut telah menjalar kepada semua orang karena semua orang telah berbuat dosa. Sebab, sebelum Hukum Taurat ada, di dunia ini telah ada dosa. Tetapi, dosa itu tidak diperhitungkan kalau tidak ada Hukum Taurat. Sungguh pun demikian dari zaman Adam sampai kepada zaman Musa, maut telah berkuasa juga atas mereka yang tidak berbuat dosa dengan cara yang sama seperti yang telah dibuat oleh Adam, yang adalah gambaran dari Dia yang akan datang. Tetapi, karunia Allah tidak sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang itu, semua orang telah jatuh dalam kuasa maut, jauh lebih besarlah kasih karunia dan anugerah Allah, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang lantara satu orang, yaitu Yesus Kristus. Kasih karunia Allah jauh lebih besar daripada dosa satu orang. Sebab, penghakiman atas satu pelanggaran itu telah mengakibatkan penghukuman, sedangkan pemberian kasih karunia atas banyak pelanggaran telah mengakibatkan pembenaran. Jadi, jika oleh dosa satu orang maut telah berkuasa, lebih benarlah yang terjadi atas mereka yang telah menerima limpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran; mereka akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang, yatu Yesus Kristus. Sebab itu, seperti oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang beroleh pembenaran untuk hidup. Jadi seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar.
Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
Yesus berpuasa selama empat puluh hari, dan dicobai Iblis.
Sekali peristiwa, Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun supaya dicobai Iblis. Setelah berpuasa selama empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus. Lalu, datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya, “Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti.” Tetapi, Yesus menjawab, “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap Firman yang keluar dari mulut Allah.” Kemudian, Iblis membawa Yesus ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah. Lalu, Iblis berkata kepada-Nya, “Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah sebab ada tertulis: Mengenai Engkau ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya, dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya supaya kaki-Mu jangan terantuk pada batu.” Yesus menjawab kepadanya, “Ada tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!” Lalu, Iblis membawa Yesus ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya. Iblis berkata kepada-Nya, “Semua itu akan kuberikan kepada-Mu jika Engkau sujud menyembah aku.” Maka, berkatalah Yesus kepadanya, “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau harus berbakti!” Lalu, Iblis meninggalkan Yesus, dan lihatlah malaikat-malaikat melayani Dia.
Invitatorium
Pekan I Mazmur
Pembukaan
AntifonMarilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.
Mazmur 94 (95)
AntifonMarilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Iman para Bapa! iman dan doa
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Petrus berkata: Allah telah membangkitkan dan memuliakan Yesus ini, yang kamu salibkan.
AntifonPetrus berkata: Allah telah membangkitkan dan memuliakan Yesus ini, yang kamu salibkan.
Antifon 2Tuhan telah mengutus malaikat-Nya untuk membebaskan aku dari kuasa Herodes.
Mazmur 63 (64)
Doa memohon pertolongan melawan musuh
jagalah hidupku dari ketakutan akan musuh.
AntifonTuhan telah mengutus malaikat-Nya untuk membebaskan aku dari kuasa Herodes.
Antifon 3Tiba-tiba awan terang menaungi mereka, dan suara Bapa terdengar: Inilah Putra-Ku yang terkasih.
Mazmur 96 (97)
Kemuliaan Tuhan dalam ketetapan-ketetapan-Nya bagi dunia
biarlah semua pesisir bersukacita.
AntifonTiba-tiba awan terang menaungi mereka, dan suara Bapa terdengar: Inilah Putra-Ku yang terkasih.
Responsorium Lukas 22:32; Matius 16:17b
Responsorium
Te Deum
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Aku akan memuji Engkau seumur hidupku, ya Tuhan, dan menadahkan tangan kepadaMu.
Mazmur 62
Antifon 1Aku akan memuji Engkau seumur hidupku, ya Tuhan, dan menadahkan tangan kepadaMu.
Antifon 2Pujilah dan luhurkanlah Tuhan selama-lamanya.
Dan 3,57-88.56
Kidung ini tidak ditutup dengan 'Kemuliaan'.
Antifon 2Pujilah dan luhurkanlah Tuhan selama-lamanya.
Antifon 3Tuhan berkenan kepada umatNya, Ia memahkotai yang hina-dina dengan keselamatan.
Mazmur 149
Antifon 3Tuhan berkenan kepada umatNya, Ia memahkotai yang hina-dina dengan keselamatan.
Bacaan Singkat: (Lh. Neh 8,9.10)
Antifon KidungYesus dibawa oleh Roh kudus ke padang gurun untuk digodai setan. Setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, Ia merasa lapar.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungYesus dibawa oleh Roh kudus ke padang gurun untuk digodai setan. Setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, Ia merasa lapar.
Doa Permohonan:
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (1 Thess 4, 1. 7)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan I Mazmur
Madah
Antifon 1Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setiaNya.
Mazmur 117 (118)
Antifon 1Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setiaNya.
Antifon 2Tuhanlah kekuatan dan pujaanku.
Antifon 2Tuhanlah kekuatan dan pujaanku.
Antifon 3Syukur kepadaMu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku.
Antifon 3Syukur kepadaMu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku.
Bacaan Singkat: (1Tes 4,1.7)
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (Dt 4, 29-31)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan I Mazmur
Madah
Antifon 1Ya Tuhan, terimalah kami, yang dengan rendah hati menyesali dosa, dan sudilah kiranya menerima persembahan kami ini.
Antifon 1Ya Tuhan, terimalah kami, yang dengan rendah hati menyesali dosa, dan sudilah kiranya menerima persembahan kami ini.
Antifon 2Apabila kamu berseru, niscaya Tuhan akan menjawab. Kalau kamu memanggilNya, Ia akan menyahut: Aku hadir di sini.
Mazmur 113
Antifon 2Apabila kamu berseru, niscaya Tuhan akan menjawab. Kalau kamu memanggilNya, Ia akan menyahut: Aku hadir di sini.
Antifon 3Kristus sudah mati karena dosa kita, yang tak bersalah bagi orang-orang yang bersalah, untuk menghantar kita kepada Allah. Kristus telah menderita kematian di dunia ini, tetapi Allah sudah menghidupkanNya di dalam Roh.
1Petr 2,21-24
Antifon 3Kristus sudah mati karena dosa kita, yang tak bersalah bagi orang-orang yang bersalah, untuk menghantar kita kepada Allah. Kristus telah menderita kematian di dunia ini, tetapi Allah sudah menghidupkanNya di dalam Roh.
Bacaan Singkat: (1Kor 9,24-25)
Antifon KidungJagalah kami, penyelamat kekal, jangan sampai kami terjerat oleh penggoda yang licik, sebab Engkaulah yang menjadi penolong kami.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungJagalah kami, penyelamat kekal, jangan sampai kami terjerat oleh penggoda yang licik, sebab Engkaulah yang menjadi penolong kami.
Doa Permohonan:
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Doa Tobat
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
Madah
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Mazmur 90 (91)
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Bacaan singkat Why 22,4-5
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santa Perawan Maria dari Lourdes
Merupakan perayaan peristiwa Maria menampakkan diri kepada Bernadetha Soubirous di gua Misabielle, Lourdes, Perancis pada tanggal 11 Februari 1858. Kiranya perayaan ini semakin mempertebal iman kepercayaan kita kepada Bunda Maria dan semakin menyemangati kita untuk turut serta di dalam karya penyelamatan Kristus. Untuk itu baiklah kalau kita menyimak kembali makna peristiwa itu dengan mengikuti kisah terjadinya peristiwa iman itu.
Bernadetha Soubirous adalah seorang gadis desa yang sederhana, miskin dan buta huruf. Ketika ia sedang menggembalakan domba-dombanya, tiba-tiba ia melihat seorang wanita cantik berdiri di mulut gua itu. Wanita itu tersenyum manis dan tampak sangat ramah kepadanya. Dalam keheranan dan ketakutannya, Bernadetha pun merasakan kegembiraan yang sangat mendalam. Tak lama kemudian wanita itu menghilang dari pandangannya. Bernadetha pun pulang ke rumah dengan gembira bercampur rasa takut.
Pada tanggal 25 Februari, wanita cantik itu menampakkan diri lagi kepada Bernadetha. Kali ini wanita itu menyuruhnya minum dan membasuk mukanya. Tetapi darimanakah ia mendapatkan air untuk minum dan membasuh mukanya? Ia sendiri pun tidak membawa air dari rumah. Sumber-sumber airpun tak ada di bukit yang kering dan berbatu-batu itu. Lalu wanita itu menyuruhnya menggali tanah di depan gua itu. Bernadetha pun mengikuti saja suruhan wanita tak dikenal itu. Belum seberapa dalam lubang galian itu, mengalirlah air dari lubang itu. Dengan air itu Bernadetha membasuh mukanya dan minum. Tak lama kemudian wanita itu menghilang dari pandangannya.
Pada tanggal 25 Maret, Bernadetha kembali lagi ke gua Masabielle. Disana ia menyaksikan lagi penampakan wanita cantik itu. Kali ini Bernadetha memberanikan diri untuk menanyakan nama wanita cantik itu. Siapakah Engkau? tanya Bernadetha. Jawab wanita itu, Akulah yang dikandung tanpa noda dosa asal. Maria menampakkan diri kepada Bernadetha sebanyak 18 kali. Kepada Bernadetha, Bunda Maria berpesan agar semua orang Kristen berdoa untuk orang-orang berdosa agar mereka bertobat dari cara hidupnya yang sesat itu. Bunda Maria meminta agar di tempat itu didirikan sebuah biara dan diadakan ziarah.
Atas perintah Uskup Lourdes, kejadian ini diselidiki dengan seksama. Akhirnya pada tahun 1862 peristiwa penampakan itu dinyatakan benar dan sah. Pada tahun 1864 sebuah patung Maria ditempatkan di gua itu, dan pada tahun 1876 dibangunkan disitu sebuah gereja yang megah. Setiap tahun lebih dari satu juta orang berziarah ke Lourdes. Banyak orang sakit yang berziarah ke sana menjadi sembuh secara ajaib. Demikian pun setiap peziarah yang mengunjungi Lourdes sungguh merasakan suatu kedamaian jiwa dan kebahagiaan batin. Sebuah biro penyelidikan didirikan untuk meneliti penyembuhan-penyembuhan yang terjadi atas orang-orang sakit yang berkunjung ke sana. Semoga hari raya penampakan Bunda Maria di Lourdes ini mendorong kita untuk menghormati Bunda Maria dengan lebih tulus sebagai Bunda yang senantiasa menghendaki keselamatan kita.
Santo Gregorius II
Gregorius lahir di Roma pada tahun 669 dan meninggal dunia pada tanggal 10 Januari 731. Ia dikenal sebagai seorang Paus abad ke delapan yang mendukung sekaligus melawan kuasa negara, serta gigih mempertahankan hak-hak Paus. Sebelum menjadi Paus, ia bertugas sebagai bendaharawan Tahkta Suci dan kemudian ditempatkan sebagai kepala perpustakaan kePausan. Ia adalah pustakawan pertama dari Tahkta Suci. Masa kePausannya berlangsung dari tahun 715 sampain tahun 731.
Sebagai Paus, Gregorius melakukan banyak hal untuk memajukan misi gereja. Pada tahun 719, ia mengutus Bonafisius Winfrid, seorang pertapa dari Saxon yang kemudian menjadi santo untuk mempertobatkan suku-suku German yang masih kafir. Bonifasius memperoleh sukses besar dalam misinya itu. Pada tahun 722 Paus Gregorius mentabhiskan dia menjadi Uskup untuk memimpin umat Jerman yang dipertobatkannya. Kepadanya Gregorius memberikan sepucuk surat rekomendasi untuk diserahkan kepada Charles Martel, seorang raja berkebangsaan Prancis yang beragama Kristen dan menjadi penguasa atas suku-suku Jerman. Atas permohonan Paus, Charles melindungi Bonifisius dalam karyanya mempertobatkan suku-suku Jerman itu.
Meskipun ada banyak keberhasilan dalam kepemimpinannya sebagai Paus, Gregorius pun tidak luput dari berbagai tantangan. Kekuatan kaum Lombardia bangkit lagi dan menguasai Hongaria, Autria hingga Italia Utara. Persahabatan baik antara Paus Gregorius dengan Liutprand, raja Lombardia tergoncang bahkan terputus ketika Liutprand memulai propagandanya untuk menguasai Italia. Nafsu kuasa Liutprand semakin menjadi ketika kaum Lombardia menguasai kota Cumae, bagian wilayah kekuasaan Adipati Napoli. Paus Gregorius tidak berdaya untuk mengusir mereka keluar dari sana. Akhirnya Yohanes dari Napoli bangkit melawan Liutprand dan berhasil menghalau kaum Lombardia dari Cumae. Kepahlawanan Yohanes dihargai Paus Gregorius dengan pujian dan pemberian berupa emas.
Sekali lagi pada tahun 725, orang-orang Lombardia berusaha menguasai Italia karena melihat gejala menurunnya kewibawaan penguasa-penguasa di bagian barat kekiasaran Romawi. Mereka mengincar tanah – tanah kekaisaran di Italia Utara meliputi Ravenna sebagai ibukota propinsi-propinsi di bagian barat kekaisaran. Mereka berhasil menguasai kota Ravenna. Tetapi kemudian dengan pertolongan orang-orang Venesia, Paus bersama Kaisar berhasil mengusir orang-orang Lombardia itu dari kota Ravenna.
Bersamaan dengan peristiwa penyerangan Lombardia itu, Paus Gregoriusdi hadapkan pada masalah serangan terhadap Gereja dari kekaisaran Konstantinopel dalam hal penghormatan gambar-gambar kudus di dalam gereja. Perlawanan ini telah dimulai sejak awal abad kedelapan oleh hasutan orang-orang kafilah dari Damaskus. Kafilah ini dalam tahun 722 mengeluarkan suatu peraturan yang melarang penghormatan gambar-gambar kudus di dalam gereja-gereja yang berada di wilayah-wilayah kekuasaan Islam. Oleh larangan ini, gambar-gambar kudus dalam gereja-gereja itu dirusakkan baik oleh orang-orang Islam maupun orang-orang Kristen itu sendiri.
Gerakan pengrusakan gambar-gambar kudus ini didukung oleh Kaisar Bynzantium, Leo III, dengan dekrit yang dikeluarkannya pada tahun 726. Dekrit ini berhasil dengan gemilang. Tetapi Paus Gregorius sangat gigih menentang dekrit ini. Sebagai reaksi terhadap dekrit Kiasar Leo III itu, Paus Gregorius mengeluarkan suatu intruksi yang menentang dekrit itu. Kaisar Leo III mulai menyusun suatu rencana pembunuhan atas diri Paus Gregorius. Tetapi rencana ini gagal karena sebagian besar orang Italia mendukung Paus dan melancarkan perlawanan terhadap kekaisaran Konstantinopel. Sebagai tindakan lanjut dari pertentangan ini, Paus melalui sepucuk surat kepada Leo III menerangkan posisi Gereja dan tradisinya dalam hal penghormatan kepada gambar-gambar kudus. Ia pun mendesak Kaisar Leo III agar segera mencabut kembali dekrit itu sambil menegaskan agar kaisar tidak mencampuri urusan-urusan intern Gereja. Masala gereja adalah urusan pejabat-pejabat Gereja, bukan kaisar. Kaisar sebaiknya memusatkan perhatiannya pada urusan-urusan kenegaraannya.
Leo III, yang merasa mempunyai kuasa atas wilayah kekuasaannya, menolak mengikuti keinginan-keinginan Paus. Karena itu, Paus sekali lagi menegaskan pandangan-pandangannya dan dengan tegas melarang kaisar mencampuri urusan-urusan Gereja. Surat yang dikirimkan kepada Leo itu ditutupnya dengan sebuah untaian doa bagi pertobatan kiasar Leo III.
Sementara masalah ini belum tuntas penyelesaiannya, tahun berikutnya (728), Eutychius, wakil kaisar di Italia, yang pernah didukung oleh Paus dalam perlawanannya terhadap serangan kaum Lombardia, berusaha mempersatukan orang Roma dengan kaum Lombardia untuk melawan Paus. Usaha Eutychius sia-sia karena orang Roma bangkit melawan dia dan membela Paus. Hal ini semakin memperbesar kuasa Paus sebagai pemimpin Gereja, semakin menunjukkan bahwa Pauslah pemimpin kota yang sebenarnya.
Dalam mempertahankan kepemimpinannya dan iman yang benar, Paus Gregorius senantiasa berhasil membebaskan Gereja dan iman dari semua rongrongan. Satu hal yang patut dicatat adalah bahwa Paus Gregorius tetap menunjukkan hormat dan pengakuannya pada kekaisaran Konstantinopel, karena ia menganggap bahwa kekaisaran itu adalah sah. Ia melawan kaum Lombardia yang berusaha melemahkan kekaisaran, tetapi ia juga melawan kakaisaran jika kekaisaran melawan dan melanggar hak-hak gereja. Gereja sungguh merasa kehilangan Gregorius ketika ia menutup matanya pada tanggal 10 Januari 731. Gregorius telah berhasil meletakkan dasar-dasar pijak yang kokoh bagi gereja. Setelah masa kePausannya, kuasa Paus didunia barat semakin kuat, sementara kekuasaan imperial di Timur melorot dengan deras.
Santo Saturninus
Satu sumber informasi terpercaya mengenai martir santo Saturninus ialah suatu tulisan batu nisan yang digoreskan oleh Sri Paus Damasus I (366 -384) di atas makam sang martir. Menurut tulisan batu nisan itu, Saturninus adalah seorang imam dari Kartago yang datang ke Roma. Ia diyakini mengalami penderitaan yang hebat pada masa penganiyaan orang-orang kristen di kala Maximianus berkuasa dan meninggal pada tahun 309. Jenazahnya dimakamkan di pemakaman Thraso di jalan Salaria, satu jalan kuno Romawi.
Di jalan itu, didirikan sebuah Basilik untuk menghormati dia. Basilik ini kemudian di bumi hanguskan oleh api pada abad ke enam dan diperbaiki kembali oleh Paus Adrianus I (772 -795) dan Sri Paus Gregorius IV (827 -844).
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari