Bacaan Misa
Namun kepala pasukan itu ingin mengetahui dengan teliti apa yang dituduhkan orang-orang Yahudi kepada Paulus. Karena itu pada keesokan harinya ia menyuruh mengambil Paulus dari penjara dan memerintahkan, supaya imam-imam kepala dan seluruh Mahkamah Agama berkumpul. Lalu ia membawa Paulus dari markas dan menghadapkannya kepada mereka. Dan karena ia tahu, bahwa sebagian dari mereka itu termasuk golongan orang Saduki dan sebagian termasuk golongan orang Farisi, ia berseru dalam Mahkamah Agama itu, katanya: "Hai saudara-saudaraku, aku adalah orang Farisi, keturunan orang Farisi; aku dihadapkan ke Mahkamah ini, karena aku mengharap akan kebangkitan orang mati." Ketika ia berkata demikian, timbullah perpecahan antara orang-orang Farisi dan orang-orang Saduki dan terbagi-bagilah orang banyak itu. Sebab orang-orang Saduki mengatakan, bahwa tidak ada kebangkitan dan tidak ada malaikat atau roh, tetapi orang-orang Farisi mengakui kedua-duanya. Maka terjadilah keributan besar. Beberapa ahli Taurat dari golongan Farisi tampil ke depan dan membantah dengan keras, katanya: "Kami sama sekali tidak menemukan sesuatu yang salah pada orang ini! Barangkali ada roh atau malaikat yang telah berbicara kepadanya." Maka terjadilah perpecahan besar, sehingga kepala pasukan takut, kalau-kalau mereka akan mengoyak-ngoyak Paulus. Karena itu ia memerintahkan pasukan untuk turun ke bawah dan mengambil Paulus dari tengah-tengah mereka dan membawanya ke markas. Pada malam berikutnya Tuhan datang berdiri di sisinya dan berkata kepadanya: "Kuatkanlah hatimu, sebab sebagaimana engkau dengan berani telah bersaksi tentang Aku di Yerusalem, demikian jugalah hendaknya engkau pergi bersaksi di Roma."
Miktam. Dari Daud. Jagalah aku, ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung.
Aku berkata kepada TUHAN: "Engkaulah Tuhanku, tidak ada yang baik bagiku selain Engkau!"
Ya TUHAN, Engkaulah bagian warisanku dan pialaku, Engkau sendirilah yang meneguhkan bagian yang diundikan kepadaku.
Aku memuji TUHAN, yang telah memberi nasihat kepadaku, ya, pada waktu malam hati nuraniku mengajari aku.
Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.
Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram;
sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan.
Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.
Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku. Ya Bapa, Aku mau supaya, di manapun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan. Ya Bapa yang adil, memang dunia tidak mengenal Engkau, tetapi Aku mengenal Engkau, dan mereka ini tahu, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku; dan Aku telah memberitahukan nama-Mu kepada mereka dan Aku akan memberitahukannya, supaya kasih yang Engkau berikan kepada-Ku ada di dalam mereka dan Aku di dalam mereka."
Invitatorium
Pembukaan
AntifonMarilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang menjanjikan Roh kudus, alleluya.
Mazmur 94 (95)
AntifonMarilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang menjanjikan Roh kudus, alleluya.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Aku Tuhan yang membawa terang melalui awan
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Pandanglah kami, ya Tuhan, dan lihatlah betapa kami dihina, alleluya.
Mazmur 88 (89):39-53
Ratapan atas kejatuhan dinasti Daud
Ia telah membangkitkan bagi kita seorang Juruselamat yang perkasa, dari keturunan Daud, hamba-Nya (Lukas 1:69).
AntifonPandanglah kami, ya Tuhan, dan lihatlah betapa kami dihina, alleluya.
Antifon 2Akulah akar dan keturunan Daud; Akulah bintang pagi, alleluya.
AntifonAkulah akar dan keturunan Daud; Akulah bintang pagi, alleluya.
Antifon 3Tahun-tahun kami layu seperti rumput, tetapi Engkau, Tuhan Allah, kekal, alleluya.
Mazmur 89 (90)
Semoga kami hidup dalam cahaya Allah
Tidak ada waktu bagi Allah: seribu tahun, satu hari: semuanya sama (2 Petrus 3:8).
AntifonTahun-tahun kami layu seperti rumput, tetapi Engkau, Tuhan Allah, kekal, alleluya.
Responsorium 1 Yohanes 5:20; Yohanes 1:18
Responsorium Yohanes 16:7, 13-14
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Semua orang yang pernah menderita demi Sion akan bernyanyi dan menari-nari, alleluya.
Mazmur 86 (87)
Antifon 1Semua orang yang pernah menderita demi Sion akan bernyanyi dan menari-nari, alleluya.
Antifon 2Seperti seorang gembala, Tuhan mengumpulkan kawananNya dan membopong anak domba dalam pelukan tanganNya, alleluya.
Yes 40,10-17
Antifon 2Seperti seorang gembala, Tuhan mengumpulkan kawananNya dan membopong anak domba dalam pelukan tanganNya, alleluya.
Antifon 3Luhurlah Tuhan di Sion, Tuhan agung mengatasi segala bangsa, alleluya.
Mazmur 98 (99)
Antifon 3Luhurlah Tuhan di Sion, Tuhan agung mengatasi segala bangsa, alleluya.
Bacaan singkat: Rom 8,10-11
Antifon KidungPergilah ke seluruh dunia dan ajarilah semua bangsa menjadi penganutKu. Baptislah mereka demi nama Bapa, Putera dan Roh kudus, alleluya.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungPergilah ke seluruh dunia dan ajarilah semua bangsa menjadi penganutKu. Baptislah mereka demi nama Bapa, Putera dan Roh kudus, alleluya.
Doa Permohonan
℟. Tinggallah beserta kami, ya Tuhan.
Ya Tuhan Yesus, Engkau mencapai kemenangan atas dosa dan kematian,* tinggallah di tengah-tengah kami, Engkau yang hidup sepanjang segala abad. ℟.
Datanglah kepada kami dengan kekuatanMu yang tak terkalahkan,* dan perlihatkanlah kebaikan Allah kepada kami. ℟.
Satukanlah dunia yang tercerai-berai dan penuh perselisihan,* sebab hanya Engkaulah sanggup memperbaharui dan memperdamaikan umat manusia. ℟.
Teguhkanlah kami dalam iman akan kemenangan akhir,* dan kuatkanlah kami dalam pengharapan akan kedatanganMu. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (1 Cor 12, 13)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Topanglah aku, ya Tuhan, sesuai dengan janjiMu, supaya aku hidup, alleluya.
Mazmur 118 (119),113-120
Antifon 1Topanglah aku, ya Tuhan, sesuai dengan janjiMu, supaya aku hidup, alleluya.
Antifon 2Tolonglah kami, ya Allah penyelamat kami, dan hapuskanlah dosa kami, alleluya.
Mazmur 78 (79)1-5.8-11.13
Antifon 2Tolonglah kami, ya Allah penyelamat kami, dan hapuskanlah dosa kami, alleluya.
Antifon 3Ya Allah semesta alam, pandanglah dari surga dan indahkanlah kebun anggurMu, alleluya.
Mazmur 79 (80)
Antifon 3Ya Allah semesta alam, pandanglah dari surga dan indahkanlah kebun anggurMu, alleluya.
Bacaan singkat: Tit 3,5b-7
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (Cf. Col 1, 12-14)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Tuhan Allah telah menganugerahkan kepadaNya takhta Daud, bapa leluhurNya, alleluya.
Mazmur 131 (132) I
Antifon 1Tuhan Allah telah menganugerahkan kepadaNya takhta Daud, bapa leluhurNya, alleluya.
Antifon 2Yesus Kristus sendirilah yang kuasa, Dialah raja dan penguasa para penguasa, alleluya.
Mazmur 131 (132) II
Antifon 2Yesus Kristus sendirilah yang kuasa, Dialah raja dan penguasa para penguasa, alleluya.
Antifon 3Siapa seperti Engkau di antara dewata, ya Tuhan, siapa seperti Engkau termasyhur dan kudus? Alleluya.
Why 11,17-18;12,10-12
Antifon 3Siapa seperti Engkau di antara dewata, ya Tuhan, siapa seperti Engkau termasyhur dan kudus? Alleluya.
Bacaan singkat: 1Ptr 3,18.22
Antifon KidungApabila Roh kebenaran datang, Ia akan mengajar kamu segala kebenaran. Ia akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang akan datang, alleluya.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungApabila Roh kebenaran datang, Ia akan mengajar kamu segala kebenaran. Ia akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang akan datang, alleluya.
Doa Permohonan
℟. Pemenang atas maut, dengarkanlah kami.
Ingatlah, ya Kristus, akan GerejaMu yang Kaudasarkan atas para rasul dan Kauluaskan ke seluruh dunia,* dan berkatilah semua orang yang percaya kepadaMu. ℟.
Engkau menyembuhkan jiwa dan raga kami,* kunjungilah kami dan selamatkanlah kami dalam belaskasihanMu. ℟.
Hiburkan dan teguhkanlah orang-orang sakit,* sembuhkanlah mereka dari penyakit dan ringankanlah penderitaan mereka. ℟.
Bantulah orang-orang yang terdesak dan tertindas,* tolonglah orang yang miskin dan terlantar. ℟.
Dengan salib dan kebangkitanMu Engkau membuka jalan menuju hidup abadi bagi semua orang,* bukalah jalan menunju kerajaanMu bagi saudara-saudara kami yang telah meninggal. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Doa Tobat
Madah
AntifonTubuhku beristirahat dengan tenteram.
Mazmur 15 (16)
AntifonTubuhku beristirahat dengan tenteram.
Bacaan singkat 1Tes 5,23
Lagu singkat
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santa Magdalena Sofia Barat
Magdalena Sofia Barat (Madeleine Sophiebarat) lahir di Joigny, Burgundy, Perancis pada tanggal 12 Desember 1779. Di bawah bimbingan seorang kakaknya yang sudah menjadi imam, Magdalena dididik secara ketat dengan disiplin dan latihan-latihan matiraga. Pendidikan ini terasa sangat berat untuk seorang wanita yang masih muda belia. Namun itulah yang kiranya menjadi persiapan baik bagi Magdalena menuju keberhasilannya di masa depan.
Pada waktu itu, Varin, Pastor Paroki setempat memulai pembangunan sebuah perkumpulan yang mengabdikan diri secara khusus kepada karya pendidikan bagi para putri-putri. Perkumpulan ini menjadi bagian dari Serikat Yesus, dan dipersembahkan kepada perlindungan Hati Yesus yang MahaKudus. Ketika perkumpulan ini mulai berjalan, Magdalena bersama tiga orang kawannya mendaftarkan diri sebagai anggota pertama. Pada tahun berikutnya,keempat putri ini memulai kehidupannya di dalam perkumpulan itu sebagai postulan.
Setelah mendapat pendidikan intensif, Magdalena di utus ke kota Amiens untuk mengajar di sebuah sekolah yang ada disana. Tugasnya sebagai guru dijalankannya dengan sangat baik. Dalam waktu singkat, ia mendirikan sebuah biara di kota itu. Ia sendiri menjadi pemimpin biara itu, meskipun usianya tergolong masih sangat muda sekali, yaitu 23 tahun. Kepribadiannya yang menarik, kesalehan dan kebijaksanaannya membuat dia mampu membina biara ini dengan sukses. Magdalena memang seorang pemimpin yang penuh semangat dalam karya pengabdiannya. Pada usia 26 tahun, ia mengumpulkan dan membina sekelompok guru yang bercita-cita membangun kembali Pendidikan Katolik bagi putri-putri, yang sudah tidak berjalan karena revolusi Prancis.
Dalam waktu singkat kelompok guru baru yang tergabung di dalam Kongregasi Suster Hati Kudus (Sacre Coeur) ini menyebar ke seluruh Prancis untuk menjalankan misinya di bidang pendidikan bagi putri-putri. Magdalena sebagai pemimpin mendampingi suster-susternya dengan bijaksana dan penuh keberanian. Ia membimbing mereka sebagai pemimpin selama 63 tahun dengan hasil yang sangat memuaskan. Banyak sekolah dibukanya di banyak tempat. Di antara sekolah-sekolah itu, ada satu sekolah yang dikhususkan untuk menampung anak-anak dari biara Visitasi yang ada di Grenonle. Dari antaranya terdapat orang-orang seperti: Bl. Philippine Duchesne yang kemudian menyebarkan biara itu ke Amerika pada tahun 1818.
Kongregasi Hati Kudus ini kemudian mendapat pengakuan dan pengesahan dari Sri Paus Leo XII (1878-1903) pada tahun 1826. Pada tahun 1830, novisiatnya di Piters ditutup karena revolusi yang terjadi di negeri itu. Sebagai gantinya Magdalena mendirikan sebuah novisiat di Swiss.
Dalam kepemimpinannya, Magdalena senantiasa menyemangati para susternya untuk mencari kemuliaan Tuhan Yesus dengan bekerja keras menyucikan jiwa-jiwa. Semboyannya ialah: “Memikul penderitaan untuk diri sendiri dan tidak membuat orang lain menderita”. Kebaktiannya yang mendalam kepada Hati Yesus yang MahaKudus membuat hatinya sendiri tetap tenang sampai hari kematiannya di Paris pada tanggal 21 Mei 1865. Sampai wafatnya, ia telah mendirikan lebih dari 100 biara dan sekolah di 12 negara.
Santa Maria Magdalena de Pazzi
Maria Magdalena lahir di Florence pada tanggal 2 April 1566. Maria adalah anak tunggal dari sebuah keluarga terkemuka di kota yang makmur dan indah itu. Semasa mudanya, tingkahlakunya menampakkan suatu keistimewaan. Ia berbudi halus dan memiliki pikiran yang tajam.
Pada umur 10 tahun, pada pesta Khabar Malaikat ia menerima komuni pertama dan oleh bapa pengakuannya ia diperbolehkan menerima Komuni Suci setiap hari. Hal ini merupakan sesuatu yang luar biasa. Ia selalu memberitahukan orangtuanya apabila ingin mengikuti perayaan Misa Kudus. Kebiasaannya ini lama kelamaan melahirkan dalam dirinya keinginan untuk mempersembahkan diri seutuhnya hanya kepada Yesus. Ia ingin hidup demi Yesus saja.
Keputusan ini sungguh mengecewakan orangtuanya. Karena dengan demikian keluarga bangsawan itu tidak akan mempunyai keturunan. Meskipun demikian kedua orangtuanya patuh pada kehendak Allah. Mereka yakin bahwa Tuhan mempunyai rencana yang baik pada mereka. Pada tahun 1582 Magdalena masuk biara Karmel “Maria Ratu para Malaikat”.
Mangdalena sengaja memilih biara ini karena ia tahu bahwa di sana ia dapat menerima Komuni Suci setiap hari. Di dalam biara itu, Magdalena dengan sepenuh hati menaati semua peraturan biara dan menaati pemimpin biara. Ia memiliki keyakinan bahwa tak satupun peraturan dari tarekatnya tidak dikehendaki oleh Roh Kudus. Ia tidak suka mengecualikan dirinya dalam menjalankan tapa dan pantang, kecuali hal itu diperintahkan oleh Tuhan. Ia sering mengalami penglihatan ajaib dimana Yesus mengajarinya tentang kediaman Ilahi dalam hatinya demi menguatkan dia apabila dia ditimpa percobaan.
Suatu waktu datanglah berbagai cobaan dan sengsara menimpa dirinya. Selama lima tahun ia menanggung banyak penderitaan karena ditimpa berbagai macam jenis penyakit, siksaan batin yang berat dan lain-lainnya. Saat-saat itu, Magdalena benar-benar merasakan apa yang pernah dialami Yesus di atas Salib ketika Allah Bapa seolah-olah meninggalkan Dia. Tetapi Magdalena tetap dengan tabah menjalani dan menanggung semuanya itu. Semboyannya ialah: “Bukan kematian, melainkan penderitaan”. Memulihkan dosa-dosa, baik dosa pribadi maupun dosa-dosa seluruh umat manusia adalah cita-citanya yang utama. Sambil turut menanggung derita bersama Kristus, Magdalena ingin mengenakan pemulihan Penebus kepada manusia.
Ia tetap seorang suster yang rendah hati meskipun ia dianugerahi banyak karunia luar biasa. Pada pesta Pentakosta tahun 1590, malam gelap yang penuh penderitaan itu habis dan ia dipilih menjadi pemimpin novisiat hingga dua kali sampai dia diangkat menjadi pemimpin biara. Pada tahun 1607, Magdalena meninggal dunia setelah menderita penyakit yang berbahaya.
Santa Perawan Maria Bunda Gereja
Peringatan ini merayakan Maria sebagai Bunda Gereja, yaitu ibu rohani seluruh umat beriman. Dalam kalender universal, perayaan ini jatuh pada hari Senin sesudah Hari Raya Pentakosta, hari kelahiran Gereja, untuk menegaskan hubungan erat antara turunnya Roh Kudus dan kehadiran Maria di tengah para murid.
Dasar peringatan ini terletak pada wasiat Tuhan di salib. Ketika Yesus berkata kepada murid yang dikasihi-Nya, Inilah ibumu (Yohanes 19:27), Ia mempercayakan keibuan Maria kepada seluruh umat yang diwakili murid itu. Kisah Para Rasul juga mencatat Maria berdoa bersama para rasul menantikan Roh Kudus (Kisah Para Rasul 1:14), sehingga Ia hadir pada saat Gereja lahir.
Gelar Bunda Gereja memiliki akar yang dalam. Pada 21 November 1964, di akhir sidang ketiga Konsili Vatikan II, Santo Paulus VI dengan resmi memaklumkan Maria sebagai Bunda Gereja. Devosi ini kemudian dianjurkan pula oleh Santo Yohanes Paulus II.
Akhirnya, Paus Fransiskus menghendaki agar seluruh Gereja merayakannya setiap tahun. Ia berharap peringatan ini memupuk semangat keibuan dalam Gereja serta kesalehan Maria yang sejati. Bagi umat hari ini, peringatan ini mengingatkan bahwa mereka tidak berjalan sebagai yatim piatu, melainkan dibimbing oleh seorang Bunda yang menyertai perjalanan iman Gereja.
Ditetapkan: oleh Paus Fransiskus melalui dekret 11 Februari 2018, menjadikannya peringatan wajib dalam kalender universal.
Santo Beda
Beda, yang bergelar “Venerabilis” lahir di Inggris kira-kira pada tahun 672. Pada usia 7 tahun, ia masuk biara Benediktin di Wearmouth, Inggris Utara di bawah pemimpin Abbas Benediktus Biscop. Kemudian, dari sana ia dipindahkan ke biara Santo Paulus di Jarrow sambil mengadakan kunjungan-kunjungan singkat ke Lindisfarne dan York.
Kesucian, kepandaian dan kehalusan budinya membuat banyak orang tertarik kepadanya, dan rela menjadi muridnya. Hidupnya dipusatkan pada Ofisi Suci, studi, mengajar dan menulis. Dalam bidang studi, mengajar dan menulis, ia jauh lebih unggul daripada rekan-rekannya yang lain. Berbagai pokok iman ditulisnya dan dipelajari di biara-biara. Pengaruhnya terasa sekali dalam sekolah-sekolah biara pada abad pertengahan. Buku-bukunya di pakai sebagai buku standart bagi pendidikan di biara-biara. Ia menulis berbagai buku ilmu pengetahuan antara lain: Fisika, sebuah buku tentang Waktu/Tarikh. Ia mempopulerkan ide penanggalan peristiwa-peristiwa sebelum dan sesudah Masehi, meskipun beliau bukanlah pencetusnya.
Karyanya yang terbesar ialah komentar-komentar tentang Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Beliau sendiri menganggapnya sebagai sumbangan yang terbesar bagi Gereja. Pendekatannya terhadap Kitab Suci umumnya bersifat allegoris, walaupun ketika itu ia menempatkan tafsiran allegoris dan liteter secara sejajar. Karyanya di warnai oleh ortodoksinya dalam teologi dan dalam penggunaan bahasa latinnya yang klasik. Dalam penggunaan sumber-sumber untuk buku-bukunya, ia menambahkan komentar-komentarnya dan penelitiannya sendiri, sehingga karya-karya teologisnya tidak semata-mata merupakan kompilasi tetapi merupakan ungkapan pikiran dan kepribadiannya.
Santo Beda dikenal sebagai pintu masuk dalam sejarah Gereja Inggris. Ia adalah kebanggaan orang Katolik Angosakson dan satu-satunya Sarjana Gereja yang berkebangsaan Inggris. Karya-karyanya yang cermelang tentang Ilmu Pengetahuan dan tentang Kitab Suci membuat dia digelar sebagai Pujangga Gereja. Ia meninggal dunia pada tahun 735.
Santo Gregorius VII
Saat terakhir kehidupan Gregorius di jalani di tempat pengasingan. Ia meninggal dunia di Salerno, Sisilia pada tanggal 25 Mei 1085. Ia seorang pencinta keadilan dan perdamaian. Hal ini dapat disimak dari kata-katanya yang terakhir sebelum ajalnya: “Aku telah mencintai keadilan dan perdamaian dan membenci kelaliman. Karena itu aku meninggal di pengasingan.”
“Mencintai keadilan dan perdamaian dan berjuang untuk menegakkannya demi kebaikan Gereja” adalah warna dasar seluruh kehidupan Gregorius. Hildebrand nama kecil Gregorius VII, lahir di Toskania, Italia Tengah pada tahun 1020 dari sebuah keluarga sederhana. Setelah menjadi rahib di sebuah biara Ordo Benediktin di luar negeri, ia dikirim belajar di biara Santa Maria di Roma. Karena kemampuan dan prestasinya sungguh luar biasa, ia dipindahkan ke Schola Cantorum, sebuah sekolah ternama di Roma. Di sini ia dibimbing oleh Yohanes Gratian, seorang imam yang menjadi Paus pada tahun 1045, dengan nama ‘Gregorius VI’. Oleh Gregorius VI, Heldebrand diangkat menjadi Sekretaris Pribadi. Tetapi kemudian dalam Konsili Sutri pada tahun 1046 yang diprakarsai oleh kaisar Jerman Henry III, Gregorius VI (1045-1046)-pengganti Paus Benediktus IX-dipaksa meletakkan jabatannya sebagai Paus karena dituduh melakukan praktek Simonia (= membeli jabatan Paus dengan uang). Sebagai gantinya, Konsili memilih Klemens II (1046-1047).
Setelah pemecatannya, Gregorius VI meninggalkan kota Roma dan mengungsi ke pegunungan Alpen ditemani oleh Hildebrand. Dari tempat pengungsian itu, Hildebrand pergi ke Jerman. Disana ia menjalin hubungan erat dengan Uskup Bruno dari Toul. Bersama Uskup Bruno, ia ikut membaharui kehidupan Gereja. Tatkala Uskup Bruno terpilih menjadi Paus (Paus Leo IX, 1049-1054), Hildebrand menemaninya ke Roma. Disana ia ditabhiskan menjadi Diakon Agung, suatu jabatan penting yang bertugas mengurus hubungan Tahkta Suci dengan negara-negara lain. Selain itu, ia dipercayakan jabatan sebagai pengawas keuangan kePausan. Sebagai rekan kerja terdekat Paus Leo IX, Hildebrand turut aktif melaksanakan berbagai program pembaharuan hidup menggereja.
Situasi Gereja pada masa itu sangat memprihatinkan. Berbagai kebiasaan buruk merajalela di kalangan raja-raja dan kaisar. Mereka tanpa segan-segan turut campur tangan dalam urusan-urusan yang sebenarnya menjadi urusan intern Gereja. Sering terjadi praktek pelantikan Imam dan Uskup dilakukan oleh raja atau kaisar, hanya karena dipandang dapat memberikan keuntungan kepada kerajaan atau kekaisaran. Jabatan Imam dan Uskup bahkan Paus dapat dibeli dengan uang. Soal kelayakan pribadi tidak diperhitungkan sama sekali. Kecuali itu, imam-imam pun tidak menghayati imamatnya dengan baik. Karya pembaharuan Gereja digalakkan untuk melenyapkan berbagai praktek itu.
Keberhasilan awal dari usaha Hildebrand diperolehnya di biara Santo Paulus di Roma. Dengan pengaruhnya yang besar ia berhasil mengembalikan citra kehidupan imamat di antara kaum imam-imam yang hidup di dalam biara itu. Umat di Roma mulai bangkit lagi dengan semangat baru untuk menghayati imannya secara sungguh-sungguh. Oleh karena itu, ketika Leo IX meninggal dunia, orang-orang Roma dengan suara bulat memilihnya menjadi pengganti Leo IX. Tetapi Hildebrand yang ketika itu sedang bertugas di Prancis segera meminta agar umat memilih saja orang lain. Ia sendiri pun berjuang untuk mengangkat Gebhard, Uskup kota Eichstadt sebagai pengganti Leo IX. Pada tahun 1055, Gebhard menjadi Paus dengan nama Viktor II (1055-1057). Sepeninggal Viktor II (1057), Frederick dari Monte Casino diangkat menjadi Paus dengan nama Stefanus IX (1057-1058). Setahun kemudian ia meninggal dunia dan diganti oleh Uskup Gerhard dari Florence dengan nama Nikolas II (1059-1061).
Pada masa kepemimpinan Paus Nikolas II terjadi dua peristiwa penting. Pertama, terbitnya dekrit pembaharuan aturan pemilihan Paus baru. Pemilihan ini sepenuhnya berada dalam tangan para Kardinal, tanpa campur tangan kaisar. Kedua, penandatanganan naskah perjanjian dengan bangsa Normandia yang menguasai Italia Selatan. Kedua peristiwa ini terjadi atas prakarsa Hildebrand, yang menjabat sebagai Diakon Agung. Peraturan baru mengenai pemilihan Paus mulai di terapkan Hildebrand ada waktu pemilihan Paus Aleksander II (1061-1073).
Sepeninggal Aleksander II, peraturan baru itu seolah tidak berlaku. Umat secara spontan dan suara bulat memilih Hildebrand sebagai Paus, mengingat kesalehan hidupnya dan berbagai prestasinya dalam menangani urusan-urusan Gereja. Karena berpegang teguh pada aturan pemilihan yang baru, Hildebrand bersikeras menolak keinginan umat itu. Namun akhirnya ia menerimanya juga karena ketulusan hati umat. Ia menduduki Tahkta Santo Petrus dengan nama Gregorius VII (1073-1085).
Semenjak ia merestui keinginan umat untuk menjadi Paus, berbagai tugas yang berat yang menuntut penyelesaian segera bermunculan secara beruntun. Program yang telah dijalankannya selama 25 tahun terus dijalankan. Ia berjuang keras memberantas berbagai praktek buruk di kalangan awam (kaisar dan raja-raja) dan kalangan pejabat Gereja. Praktek memperjual belikan jabatan imam dan Uskup juga diberantasnya. Ia mengadakan sinode-sinode untuk membicarakan masalah-masalah itu sekaligus untuk mencarikan jalan keluarnya. Ia menegaskan kepada para Uskup agar tidak lagi membiarkan Gereja Kristus dipermainkan oleh orang awam yang tidak bertanggungjawab. Ketegasannya dan pelbagai usaha pembaharuannya mendapat perlawanan keras dari kaum awam, terutama kaisar. Di Spanyol, Prancis, terutama di Jerman di bawah kaisar Hendrik IV, para imam dan kaum awam dengan keras menentang kebijaksanaan Paus Gregorius VII. Meskipun demikian Gregorius tak tergoncangkan pendiriannya. Sebaliknya ia mengutus pembantu-pembantunya ke seluruh Eropa dengan kuasa penuh untuk memecat semua imam yang hidup tidak sesuai dengan imamatnya. Demikian juga semua orang yang menjadi imam dengan cara ‘simonia’.
Ia menerbitkan sebuah dekrit yang dengan keras melarang kaum awam, termasuk raja-raja dan kaisar untuk terlibat dalam hal pengangkatan pejabat-pejabatan Gereja. Ia mengekskomunikasikan semua imam yang menduduki jabatan suci dengan cara yang tidak benar dan sah menurut aturan Gereja. Bahkan ia memecat beberapa Uskup Saxon dan menggantinya dengan orang-orang pilihannya sendiri. Sebagai reaksi, kaisar Hendrik IV menabhiskan diakon Teolbaldo sebagai Uskup Agung Milan, Italia Utara. Gregorius menentangnya dengan tindakan ekskomunikasi.
Pada misa Natal 1075, Gregorius ditangkap dan dipenjarakan. Tetapi ia segera dibebaskan oleh umat Roma yang mencintainya. Hendrik segera mengadakan pertemuan dengan uskup-uskup Jerman di Worms pada tahun 1076. Mereka menuduh Gregorius melakukan berbagai tindakan kriminal dan dengan tegas menyatakan bahwa pengangkatannya sebagai Paus adalah tidak sah. Lebih lanjut mereka mendesak agar Gregorius segera turun Tahkta Santo Petrus.
Melihat bahwa Hendrik IV telah diekskomunikasikan oleh Gregorius, sejumlah besar Pangeran Jerman membelot dan bangkit melawan Hendrik. Mereka berkumpul di Tribur dan memberhentikan Hendrik sebagai kaisar Jerman. Menyaksikan peristiwa kacau ini, Hendrik segera mengambil tindakan berani yakni meminta pengampunan Paus. Dengan sejumlah kecil pengikutnya, ia berangkat menuju istana Kanossa, tampat peristirahatan Gregorius. Selama tiga hari, Hendrik berdiri di halaman istana Kanossa, sebagai seorang peniten yang mau bertobat. Mengingat kedudukannya sebagai seorang gembala umat yang berkewajiban mengampuni setiap umatnya yang bertobat, Gregorius akhirnya rela mengampuni Hendrik dan menarik kembali keputusan ekskomunikasinya setelah Hendrik berjanji untuk menaati aturan-aturan yang ditetapkan Paus dan Hukum Gereja.
Pengampunan ini membebaskan dia dari dosanya sekaligus ancaman para pangeran. Ia kembali ke Jerman untuk memulihkan kembali kedudukannya sebagai kaisar. Meski demikian, para pangeran tidak mengakuinya lagi. Mereka mengangkat Rudolf, seorang pangeran dari Swadia untuk menduduki tahkta kekaisaran. Perang segera berkobar. Rudolf terbunuh dalam perang itu. Dengan demikian Hendrik kembali berkuasa.
Ia lalu kembali kepada perbuatannya, yakni mengangkat kaum awam untuk menduduki jabatan-jabatan Gereja. Ia mengancam Gregorius dengan mengangkat Guibertus, Uskup Agung Ravenna yang telah diekskomunikasikan Gregorius sebagai Paus tandingan, dengan nama Klemens III (1080-1100). Dan oleh Klemens III, Hendrik di nobatkan sebagai kaisar di Basilik Santo Petrus pada tanggal 31 Maret 1084.
Situasi ini tidak berakhir. Pangeran Robertus Guiscard, seorang sahabat Gregorius dari suku Normandia di Italia Selatan, berangkat ke Roma dengan kekuatan besar untuk memaksa Hendrik turun dari tahktanya. Dia berhasil mengalahkan Hendrik. Takhta KePausan kembali dipulihkan. Tetapi karena orang-orang Roma tidak suka kepada orang-orang Normandia, maka berkobarlah pertempuran hebat. Menghadapi kekacauan ini, Gregorius mengasingkan diri ke Salerno, Italia Selatan. Disana ia mengampuni kembali orang-orang yang telah diekskomunikasikannya, kecuali Hendirk IV dan Guibertus. Disana pula ia menghembuskan nafasnya yang terakhir pada tanggal 25 Mei 1085.
Gregorius VII, seorang Paus yang besar dan terkenal. Perjuangannya untuk menegakkan martabat Gereja dilanjutkan oleh Paus-Paus yang menggantikannya.
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari